Rencana Keselamatan Konstruksi RKK
Rencana Keselamatan Konstruksi RKK
KONSTRUKSI PENGAWASAN/MANAJEMEN
PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI
Pekerjaan :
DISUSUN OLEH:
1
Lembar Pengesahan
2
DAFTAR ISI HAL
Lembar Pengesahan 1
Daftar Isi 3
1 Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan 5
Konstruksi
2 Perencanaan Keselamatan Konstruksi 7
3 Dukungan Keselamatan Konstruksi 11
4 Prosedur Keselamatan Konstruksi 19
5 Operasi Keselamatan Konstruksi 19
6 Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi 27
3
KOMITMEN RENCANA AKSI KESELAMATAN KONSTRUKSI
ttd ttd
4
1. KEPEMIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM KESELAMATAN
KONSTRUKSI
1.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu ekternal dan internal
5
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Nama : Faisal,ST
Jabatan : Direktur
Bertindak untuk : CV. AFAPASTA CONSULTANT
dan atas nama
Dalam rangka pengadaan Paket Pekerjaan Paket 2 Konsultansi Pengawasan Rekontruksi Jalan pada
Pokja Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa berkomitmen melaksanakan konstruksi
berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh
pelaksanaan konstruksi:
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK
Faisal,ST
Direktur
6
2. PERENCANAAN KESELAMATAN KONSTRUKSI
2.1 Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko
Memuat tabel identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap aktivitas
perencanaan sesuai tahapan pekerjaan yang dibuat oleh Penanggung Jawab
Keselamatan Konstruksi.
2. Survey Sosial Ekonomi (1) Kecelakaan Lalu (1) Luka Berat (4) Memakai APD
Lintas (2) Luka Ringan (5) Memakai Rambu-
(2) Tertusuk benda (3) Gangguan Saraf rambu terkait
tajam. pekerjaan
(3) Dehidrasi (6) Membawa air minum
secukupnya.
3. Survey Rencana Pengadaan (1) Kecelakaan Lalu (1) Luka Berat (1) Memakai APD
Tanah Lintas (2) Luka Ringan (2) Memakai Rambu-
(2) Tertusuk benda (3) Gangguan Saraf rambu terkait
tajam. pekerjaan
(3) Dehidrasi (3) Membawa air minum
secukupnya.
7
Tabel 2 Penjelasan Tabel Identifikasi Bahaya dan
Pengendalian Risiko
8
2.2 Peraturan Perundang-undangan dan Standar
Identifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lainnya diuraikan menurut
identifikasi bahaya dan pengendalian risiko terhadap aktivitas perencanaan pelaksanaan
konstruksi sesuai tahapan pekerjaan konstruksi.
9
Tabel 4 Peraturan Perundang-undangan dan Standar
10
Tabel 4 Sasaran dan Program Perencanaan
Jumlah
No Jabatan Nama Personel
Personel
1 Health, Safety, and Environment (HSE) 1 Prasadja, ST
11
Gambar 1 Struktur Organisasi Perencanaan Pekerjaan Konstruksi
CV. AFAPASTA
CONSULTANT
12
Tabel 6 Tugas dan Tanggung Jawab Terhadap Keselamatan Konstruksi
3.4 Kepedulian
Kepedulian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan membuat rencana dan
program kerja sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko kecelakaan kerja, sakit akibat
pekerjaan dan pemulihan lingkungan yang tercemar akibat pekerjaan konstruksi.
Program kepedulian keselamatan konstruksi sebagai berikut:
1. Seluruh pekerjaan terukur dan terpantau dalam pelaksanaan pemenuhan standar K3 konstruksi
2. Program pemeriksaan dan pengawasan secara periodik dalam mengindetifikasi bahaya
kecelakaan dan sakit akibat kerja
3. Melaksanakan Sosialisasi terhadap lingkungan masyarakat sekitar area pekerjaan yang
berpeluang terhadap potensi bahaya di lokasi kerja
4. Melakukan rapat rutin manajemen proyek sebagai bahan evaluasi dalam setiap risiko bahaya
yang muncul di tempat kerja
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku untuk seluruh fasilitas operasi CV. AFAPASTA CONSULTANT dan
semua pihak yang bekerja di area tersebut. Hal-hal yang diatur dalam prosedur ini adalah cara
untuk menyebarluaskan informasi-informasi terkait dengan lingkungan, keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) dan kepada pihak internal maupun eksternal Perusahaan.
13
3.6 DEFINISI
3.6.1. Informasi K3, yaitu informasi tentang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja yang
meliputi:
1. Peraturan perundangan K3 Nasional dan Internasional
2. Standar Nasional dan Internasional
3 . Kebijakan terpadu dan EHS Management System Manual CV. AFAPASTA
CONSULTANT
4. Kondisi bahaya, laporan inspeksi dan laporan & hasil investigasi kecelakaan kerja
5. Laporan internal/eksternal audit dan hasil rapat tinjauan ulang manajemen
6. Prosedur dan instruksi kerja K3
7. Risalah rapat bulanan / khusus P2K3, pelatihan-pelatihan K3
8. Tanda-tanda, peringatan bahaya dan tanda / peringatan K3 lainnya
9. Dan informasi-informasi lainnya yang terkait dengan K3
3.6.2. Internal Perusahaan, yaitu semua karyawan (karyawan bulanan, harian tetap, harian
borongan maupun harian musiman) yang terkait dengan kegiatan operasi CV. AFAPASTA
CONSULTANT.
3.6.3. Eksternal Perusahaan, yaitu semua pihak-pihak yang terkait baik langsung maupun
tidak langsung dengan operasi CV. AFAPASTA CONSULTANT, seperti dalam penyediaan
pasokan barang/ material maupun jasa ( supplier / pemasok barang, kontraktor / sub
kontraktor, dll.), termasuk tamu-tamu yang akan berkunjung ke lingkungan operasi CV.
AFAPASTA CONSULTANT maupun penyediaan informasi K3 kepada-kepada instansi-
instansi pemerintah yang terkait dan berwenang.
3.6.4. Konsultasi K3, adalah usaha atau kegiatan untuk mendapatkan solusi dari masalah yang
dihadapai dan peluang untuk perbaikan penerapan, pengembangan dan pemeliharaan sistem
manajemen K3.
4. PROSEDUR
4.1. Tanggung Jawab
4.2. Komunikasi
4.2.1. Komunikasi Internal
4.3. Konsultasi K3
1. Konsultasi ini bisa dilakukan di internal CV. AFAPASTA CONSULTANT untuk
melibatkan karyawan maupun dengan pihak eksternal, seperti Perguruan Tinggi, Instansi
Pemerintah terkait, Lembaga Swadaya masyarakat perusahaan asuransi, konsultan K3, dsb.
2. Beberapa contoh konsultasi K3 adalah :
- Konsultasi dengan wakil karyawan dalam pembuatan kebijakan K3
- Konsultasi dengan karyawan yang ahli maupun dengan pihak eksternal untuk
pemenuhan terhadap peraturan perundangan dan persyaratan lainnya
- Konsultasi dengan Perguruan Tinggi atau lembaga penelitian dalam usaha
pencegahan pencemaran lingkungan dan pemanfaatan limbah
- Konsultasi dengan pihak konsultan eksternal untuk usaha-usaha peningkatan perilaku dan
kinerja karyawan terkait dengan K3
19
6) Pemulihan pasca penanganan keadaan darurat yang sekurang-kurangnya
mencakup penyediaan tim pemulihan, pembersihan lokasi, operasi
pemulihan, dan laporan pemulihan pasca penanganan keadaan darurat;
7) Penyediaan dan penyiapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K),
sekurang-kurangnya terdiri atas:
a) Penyediaan petugas P3K yang kompeten;
b) Penyediaan peralatan P3K yang memenuhi ketentuan peraturan
perundang-undangan; dan
c) Pencatatan penggunaan peralatan P3K.
b. Memberikan pelatihan tanggap darurat yang telah direncanakan;
c. Menguji dan melatih kemampuan tanggap darurat yang direncanakan secara
berkala;
d. Mengomunikasikan informasi yang terkait kepada semua pekerja tentang tugas
dan tanggung jawabnya;
e. Mengomunikasikan informasi yang terkait kepada sub penyedia jasa dan
pemasok, pengunjung, pihak terkait layanan tanggap darurat, pihak berwenang,
dan masyarakat sekitar;
2. Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
Tanggapan terhadap kondisi darurat meliputi:
a. Mengambil tindakan untuk mengendalikan dan memperbaiki kondisi darurat;
b. Memperhitungkan konsekuensi dari kondisi darurat tersebut;
c. Mengevaluasi, dengan melibatkan partisipasi pekerja dan keterlibatan pihak
berkepentingan yang terkait lainnya;
d. Perlu melakukan tindakan korektif untuk menghilangkan penyebab kondisi
darurat dengan:
1) Menyelidiki kejadian atau meninjau ketidaksesuaian;
2) Menentukan penyebab kejadian atau ketidaksesuaian; dan
3) Memperhitungkan kejadian dan ketidaksesuaian yang pernah terjadi,
jika ada.
e. Menentukan dan mengimplementasikan tindakan yang diperlukan, termasuk
tindakan korektif, sesuai dengan tingkat pengendalian dan manajemen
perubahan;
f. Menilai risiko keselamatan konstruksi yang terkait dengan bahaya baru atau
yang berubah, sebelum mengambil tindakan;
20
g. Meninjau keefektifan tindakan-tindakan yang pernah diambil, termasuk
tindakan korektif;
3. Penyelidikan Kejadian Kondisi Darurat
a. Penyelidikan kejadian kondisi darurat meliputi:
1) Pelaporan awal;
2) Pengamanan lokasi dan barang bukti di tempat kejadian;
3) Pembentukan tim penyelidik;
4) Melakukan penyelidikan yang terdiri atas:
a) Pengumpulan data dan informasi;
b) Evaluasi dan analisis;
c) Penyusunan kesimpulan dan rekomendasi;
5) Tindak lanjut hasil penyelidikan;
6) Pelaporan dan dokumentasi hasil penyelidikan;
7) Komunikasi hasil penyelidikan.
Penyedia Jasa harus melaporkan kecelakaan berat, kasus kematian, dan kejadian
berbahaya kepada Komite Keselamatan Konstruksi dalam waktu 2 x 24 jam untuk
dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
21
5.3 Jadwal Program Komunikasi
Penanggung
Jawab K3
Petugas Petugas
Petugas
Emerge Paramed
P3K
ncy is
Tugas, tanggung jawab dan wewenang Tenaga Keselamatan Kontruksi
1. Penanggung Jawab K3
Tugas dan Tanggung Jawab :
1.1. Menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
1.2. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3
Konstruksi
1.3. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
1.4. Merencanakan dan menyusun program K3
1.5. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
1.6. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program,
prosedur kerja dan instruksi kerja K3
1.7. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis
22
K3 konstruksi
1.8. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3,
jika diperlukan
1.9. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
serta keadaan darurat.
2. Petugas Emergency/Kedaruratan
Tugas dan tanggung jawab :
2.1. Menerapkan program emergency/kedaruratan
2.2. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pelatihan keadaan darurat secara
keseluruhan
2.3. Mendata seluruh personil dan menugaskan Tim P3K dalam pencarian orang yang
hilang
2.4. Mengkoordinir pelaksanaan penanganan kondisi darurat, evakuasi dan evaluasi
kondisi darurat secara keseluruhan
2.5. Melakukan pemantauan dan pengendalian dalam setiap kondisi keadaan darurat
termasuk melakukan mitigasi apabila terjadi kecelakaan kerja
2.6. Memastikan kesiapan tim dan peralatan keadaan darurat tersedia sesuai kondisi
lapangan.
3. Petugas P3K
Tugas dan tanggung jawab :
3.1. Menerapkan program P3K.
3.2. Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja.
3.3. Merawat fasilitas P3K di tempat kerja, meliputi:
3.3.1. Ruang P3K.
3.3.2. Kotak P3K dan isinya.
3.3.3. Alat evakuasi dan transportasi.
3.3.4. Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri (APD) dan/atau
peralatan khusus di tempat kerja yang memiliki potensi bahaya
yang bersifat khusus.
3.4. Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan.
3.5. Membuat laporan kegiatan P3K secara periodik.
23
4. Petugas Paramedis
Tugas dan tanggung jawab :
4.1. Pemeriksaan kesehatan, baik awal mulai bekerja, berkala, maupun secara khusus
4.2. Pembinaan dan pengawasan penyesuaian pekerjaan terhadap tenaga kerja
4.3. Pembinaan dan pengawasan lingkungan kerja
4.4. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan saniter
4.5. Pembinaan dan pengawasan perlengkapan untuk kesehatan tenaga kerja
4.6. Pencegahan dan pengobatan penyakit umum dan penyakit akibat kerja
4.7. Pertolongan pertama pada kecelakaan
4.8. Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja dan pelatihan P3K
4.9. Pemberian nasehat tentang tempat kerja, alat pelindung diri, gizi, dan
penyelenggaraan makanan ditempat kerja
4.10. Membantu rehabilitasi akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja
4.11. Pembinaan dan pengawasan tenaga kerja yang mempunyai kelainan tertentu
4.12. Pelaporan secara berkala
24
Flowchart Penanganan Dan Pelaporan Apabila Terjadi Keadaan Darurat
KEADAAN DARURAT
Mengevakuasi para
pekerja menuju tempat
yang aman
Menghubungi pihak
terkait untuk membantu
proses penanganan
25
6. EVALUASI KINERJA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Pemantauan dan evaluasi
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan yang
dilaksanakan pada bagian D (Operasi keselamatan konstruksi) berdasarkan upaya pengendalian
pada bagian B (Perencanaan keselamatan konstruksi) dan C (Dukungan keselamatan konstuksi).
Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :
1. Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan dan penyelidikan
kecelakaan yang sudah dibuat.
2. Occupational Injury/Illness (Cidera/Sakit Akibat Kerja)
3. Fatality (Meninggal Dunia)
4. Loss Work Day / Loss Time Injury (Hilang Hari Kerja)
5. Restricted Work Day (Kerja Terbatas)
6. Medical Treatment (Perawatan Kesehatan)
7. First Aid (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
8. Fire Accident (Kebakaran)
9. Traffic Accident (Kecelakaan lalu lintas)
10. Environmental Accident (Kecelakaan Lingkungan)
11. Property Damage Accident (Kecelakaan peralatan atau mesin)
12. Near miss (Hampir celaka)
13. Man Hour (Jam kerja)
14. Km Driven (Kilometer mengemudi – untuk kendaraan perusahaan)
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan kategori
sesuai dan tidak sesuai Tolak ukur sebagaimana dalam Perencananaan Keselamatan Konstruksi.
Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peningjauan
ulang untuk di ambil tindakan perbaikan.
Faisal, ST
Direktur
27