MAKALAH
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran
Disusun oleh kelompok 6:
1. Novi Mey Syafitri : 20231017
2. Nurpia Mirdawati : 20231019
3. Rangga Maulana : 20231019
Dosen pengampu
[Link],MA
NIDN 2105058301
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
STAI YAPTIP PASAMAN BARAT
TAHUN AKADEMIK 1446 H/2025
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, karena
atas izin-Nyalah pemakalah dapat menyelesaikan makalah Perencanaan Sistem
PAI ini yang berjudul “Konsep Desain Pembelajaran”. Shalawat dan salam
semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi
Wassalaam yang telah berjasa dalam meluruskan akhlaq manusia kejalan yang
diridhoi Allah Subhanahuwata’ala.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok pada
mata kuliahMedia Pembelajaran. Dalam kesempatan ini, pemakalah mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
penyelesaian makalah ini, terutama kepada [Link],MA selaku dosen
pengampu.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari banyak pihak sangat kami
butuhkan untuk menyempurnakan makalah ini.
Simpang Empat, 24 April 2025
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................1
A. Latar Belakang Masalah..........................................................................1
B. Rumusan Masalah...................................................................................2
C. Tujuan Masalah.......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................3
A. Pengertian Media Pembelajaran Online..................................................3
B. Contoh Media Pembelajaran Online ......................................................5
C. Langkah Pembuatan Media Online........................................................7
D. Kelebihan Dan Kekurangan Media Online..........................................12
BAB III PENUTUP....................................................................................16
A. Kesimpulan............................................................................................16
B. Saran......................................................................................................16
DAFTAR KEPUSTAKAAN......................................................................17
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di zaman sekarang, teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi membawa
banyak perubahan, salah satunya adalah cara guru dan siswa berinteraksi
dalam proses belajar mengajar. Jika dulu pembelajaran hanya berlangsung di
ruang kelas dengan buku dan papan tulis, kini pembelajaran bisa dilakukan
secara online dari rumah masing-masing. Hal ini dimungkinkan berkat adanya
media pembelajaran online.
Media pembelajaran online adalah segala bentuk alat atau platform
digital yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar secara daring.
Contohnya seperti Google Classroom, YouTube, Canva, Quizizz, dan banyak
lagi. Dengan media ini, guru bisa menyampaikan materi dalam bentuk video,
gambar, infografis, bahkan permainan kuis yang menarik. Siswa pun bisa
belajar dengan cara yang lebih fleksibel dan menyenangkan karena tidak selalu
harus duduk diam mendengarkan ceramah.
Namun, meskipun terlihat praktis dan modern, penggunaan media
pembelajaran online juga punya tantangan. Tidak semua siswa punya akses
internet yang baik atau perangkat seperti laptop dan smartphone. Belum lagi,
tidak semua guru terbiasa membuat materi digital atau menjalankan kelas
secara online. Selain itu, interaksi antara guru dan siswa juga terasa kurang
karena tidak bertemu langsung. Ini bisa membuat proses pembelajaran terasa
lebih kaku atau bahkan membosankan bagi sebagian siswa.
Melihat kenyataan ini, penting bagi kita untuk memahami lebih dalam
tentang media pembelajaran online. Apa saja bentuknya? Bagaimana cara
membuatnya? Apa kelebihan dan kekurangannya dalam proses belajar
mengajar? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi alasan utama penulisan
makalah ini. Tujuannya agar guru, siswa, dan semua pihak yang terlibat dalam
1
2
dunia pendidikan bisa memanfaatkan media pembelajaran online secara
maksimal dan bijak, sehingga pembelajaran tetap bisa berjalan dengan baik
meskipun tidak selalu dilakukan secara tatap muka
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan media pembelajaran online?
2. Apa saja contoh media pembelajaran online ?
3. Bagaimana langkah-langkah dalam proses pembuatan media online ?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari penggunaan media
pembelajaran online dalam proses belajar mengajar?
C. Tujuan Masalah
1. Menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan media pembelajaran
online.
2. Menjelaskan tentang contoh media pembelajaran.
3. Menjelaskan tentang bagaimana langkah-langkah dalam proses
pembuatan media online.
4. Menjelaskan tentang apa saja kelebihan dan kekurangan dari penggunaan
media pembelajaran online dalam proses belajar mengajar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Pembelajaran Online
Media pembelajaran online adalah segala bentuk alat, sarana, atau
platform digital yang digunakan untuk menyampaikan materi ajar secara
daring (online) melalui jaringan internet. Media ini dirancang untuk
membantu proses belajar mengajar agar lebih interaktif, fleksibel, dan mudah
diakses kapan pun dan di mana pun. 1Media pembelajaran online merupakan
salah satu media pembelajaran yang menggunakan internet untuk
menyampaikan informasi, materi dan aktivitas pembelajaran kepada siswa
tanpa harus bertatap muka secara langsung.
Seiring berkembangnya teknologi, media pembelajaran online tidak
hanya berbentuk teks atau gambar, tetapi juga dapat berupa video
pembelajaran, modul interaktif, animasi, simulasi, kuis digital, hingga
platform e-learning yang terintegrasi dengan sistem manajemen pembelajaran
(Learning Management System/LMS).Secara umum, media pembelajaran
online memanfaatkan berbagai aplikasi dan teknologi seperti Google
Classroom, Moodle, Edmodo, Zoom, YouTube, Canva, dan lain-lain, yang
memungkinkan guru atau instruktur menyampaikan materi ajar secara daring
kepada peserta didik.2 Penggunaan media online ini memberikan ruang bagi
pembelajaran yang lebih dinamis dan variatif karena dapat menyajikan materi
dalam bentuk multimedia yang menarik dan mudah dipahami. Selain itu,
media pembelajaran online juga mendukung pembelajaran mandiri (self-
directed learning), di mana peserta didik dapat mengakses materi sesuai
kecepatan dan gaya belajar masing-masing.
Menurut beberapa ahli, media pembelajaran online termasuk dalam
kategori media berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Menurut
1
Lubis, Husna. "Pelatihan Teknologi dalam Menggunakan Platform Pembelajaran Digital
untuk Meningkatkan Kompetensi Guru." Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2.1 (2021): 89-
95.
2
Listiyoningsih, Sri, Dian Hidayati, and Yuni Winarti. "Strategi guru menghadapi
transformasi digital." Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 7.2b (2022): 655-662.
3
4
Heinich et al. (1996), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
membawa informasi dari sumber ke penerima pesan (peserta didik) 3 Dalam
konteks ini, media pembelajaran online berperan sebagai perantara digital
antara pengajar dan peserta didik. Kehadiran media ini semakin penting
terutama dalam situasi pembelajaran jarak jauh, pendidikan inklusif, dan
sistem pembelajaran berbasis blended learning yang menggabungkna metode
daring dan luring
Dengan demikian, media pembelajaran online tidak hanya menjadi
alat bantu, melainkan juga menjadi bagian integral dari proses pembelajaran
modern yang menuntut kolaborasi antara teknologi, materi, dan strategi
pembelajaran. Pemilihan dan pengembangan media yang tepat sangat
berpengaruh terhadap efektivitas dan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Penulis berpandangan bahwa media pembelajaran online merupakan
inovasi yang sangat relevan dan bagus terhadap perkembangan zaman,
khususnya di era digital seperti saat ini. Media ini memberikan banyak
kemudahan, baik bagi guru maupun siswa, dalam mengakses dan
menyampaikan materi pelajaran. Siswa bisa belajar dimanapun dan kapanpun
tanpa harus mengikuti proses belajar mengajar langsung disekolah,artinya
dengan media pembelajaran online, proses belajar tidak lagi terbatas oleh
ruang dan waktu.
Namun demikian,penggunaan media pembelajaran online juga
memiliki tantangan dalam [Link] media pembelajarann online
memerlukan kesiapan dari berbagai pihak baik dari guru maupun siswanya.
Guru harus bisa menggunakan teknologi, menyiapkan materi dan akses
pembelajaran online secara matang agar pembelajaran berlangsung denngan
lancar dan [Link] juga dengan siswa,tidak semua siswa memiliki akses
internet yang stabil atau perangkat yang memadai, sehingga terkadanng hal
itu menjadi kendala dalam pembelajaran online. Selain itu dalam
pembelajaran online terkadang proses pembelajaran kurann efektif karena
3
Shoffa, Shoffan, et al. Perkembangan media pembelajaran di perguruan tinggi. (Agrapana
Media, 2021),hal 2
5
kurangnya inreraksi dan komunikasi antara guru dan siswa, apalgi saat proses
pembelajaran online siswa lebih sering diam dan tidak aktif dalam proses
belajarnya.
Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran online tidak
hanya tentang menyampaikan materi pembelajaran secara online tetapi juga
menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, bermanfaat dan dapat
menumbuhkan keaktifan siswa. Dalam jangka panjang sebaiknya media
pembelajaran online tidak hanya sebagai pengganti dari proses pembelajaran
offline atau tatap muka tetapi juga diterapkan dan menjadi bagian dalam
proses pembelajaran pada umumnya.
B. Contoh Media Pembelajaran Online
1. Learning Management System (LMS)
Platform yang digunakan untuk mengelola kegiatan pembelajaran secara
digital.
Contoh:
a. Google Classroom
aplikasi google classroom contoh penggunaan google clasroom
Dengan aplikasi ini guru dapat membuat kelas virtual, memberikan
tugas dan pengumpulan tugas secara online serta menggungah berbagai
materi pelajaran. Misalnya guru agama dapat membuat kelas online
dengan cara mengundang siswanya kedalam class yang sudah ia buat, di
class ini guru agama bisa menggunggah materi tentang solat baik itu
6
dokumenataupun video setelah itu guru juga bisa memberikakan tugas
dan dikumpulkan di clas tersebut.
b. Moodle
Guru dapat membuat dan membagikan materi pelajaran,
memberikan tugas dan kuis, serta mengatur forum diskusi untuk interaksi
siswa. Siswa bisa mengakses materi, mengerjakan tugas, mengikuti kuis,
dan berdiskusi dengan teman atau guru. Moodle juga memungkinkan
penilaian otomatis maupun manual, serta menampilkan laporan
perkembangan belajar. Aplikasi moodle hampir sama dengan classroom
bedanya di moodle guru PAI dapat membuat kuis tentang solat dan
papnilain otomatis.
c. Edmodo
Aplikasi ini tidak beda jauh denngan moodle, dengan aplikasi ini
guru PAI dapat membagikan materi, memberi tugas dan kuis kepada
[Link] palikasi ini tentu juga dapat membantu guru PAI dalam
pembelajaran, misalnya guru dapat membagikan tugas, materi dan kuis
tentang solat kepada muridnya.
7
d. Schoology.
Guru dapat membuat materi, kuis, penilaian, diskusi, dan
memonitor progres siswa. Guru dapat memonitor progress siswa dengan
cara melihat buku nilai digital siswa yang menampilkan seluruh tugas dan
aktivitas siswa. Artinya guru PAI tidak hanya bisa membuat materi, kuis
dan berdiskusi dengan aplikasi schoology tetapi, bisa memonitor siswa
nya apakah sudah membuka dan membaca materi tentang solat dan
apakah sudah mengumpulkan tugas tentang solat atau belum.
2. Video Pembelajaran
Media audio-visual yang menjelaskan materi pelajaran dalam bentuk video.
Contoh:
a. YouTube Edu
8
video solat di youtobe
YouTube Edu merupakan bagian dari youtobe yang menyediakan
video edukatif dari berbagai jenjang dan mata pelajaran. Artinya saat
belajar guru juga dapat mengambil materi pelajaran ataupun jadi media
belajar siswa dari youtobe [Link] guru PAI bisa mencari pelajaran
tentang solat, video tentang gerakan solat yang benar atapun video
edukatif tentang hal yang membatalkan solat dan lain-lain sebagainya.
b. Ruangguru
Ruang guru adalah salah satu aplikasi yang menyediakan
pembelajaran online. Disini tersedia video pembelajaran, latihan soal, tryout
dan bibingan [Link] aplikasi ini siswa sudah bisa belajar secra
mandiri. Selain itu guru bisa menggunakkan aplikasi ini untuk tambahan
referensi. Guru PAI bisa menggunakan ruang guru untuk tambahan
referensi tentang solat dan soal-soal kuis tentag solat.
9
c. Zenius dan khan academy
Aplikasi ini hampir sama dengan ruang guru,bedanya di zenius dan
khan academy tidak menyediakan tryout. hanya tersedia materi
pembelajaran, video pembelajaran dan latihan [Link] aplikasi ini
guru PAI dapat memberikan tryout tentang solat kepada siswanya.
3. Video Conference (Live Teaching)
Pembelajaran secara langsung (tatap muka online) menggunakan aplikasi
meeting.
Contoh:Zoom,Google Meet,Microsoft Teams,Webex
10
Peggunaan aplikasi zoom
Pada dasarnya aplikasi tersebut memiliki fungsi dasar yang sama
yaitu memfasilitasi proses pembelajaran tatap muka secara juah atau
online. Zoom menonjol dalam hal kemudahan penggunaan dan fitur AI,
Google Meet unggul dalam kemudahan akses dan integrasi dengan Google
Workspace, Microsoft Teams adalah pilihan terbaik jika Anda sudah
menggunakan ekosistem Microsoft 365, dan Webex menawarkan
fleksibilitas dalam opsi rekaman dan fitur kolaborasi yang
11
komprehensif. Contohnya dengan menggunakan aplikasi ini guru PAI
dapat melakukan proses pembelajaran tatap muka secara online, guru bisa
menjelaskan materi tentang solat dan berdiskusi dengan siswanya.
4. E-Book dan Modul Digital
Materi dalam bentuk buku atau modul elektronik.
Contoh:
a. Buku Digital Kemendikbud
Buku digital yang disediakan oleh kementrian pendidikan dan
kebudayaan untuk mendukung pembelajaran disekolah ,tersedia dalam
bentuk PDF yang dapat diakses secara gratis memlalui web. Buku yang
disediakanpun lengkap untuk siwa dan pegangan guru sehingga dengan
adanya buku digital ini akan memudahkan pembelajaran dan mengurangi
biaya. Jika guru PAI ingin mencari buku digital maka lewat web
kemndikbud. Misalnya guru PAI SD kelas V , di ketik di web nya buku
pegangan guru SD kelas V kemudian situs tersebut akan mengeluarkannya.
b. Scribd
Salah satu platform digital yang menyediakan jenis dokumen,
termasuk buku digital, artikel , dan [Link] scrib harus
berlangganan untuk mendapatkan konten premium.
5. Game Edukasi dan Kuis Interaktif
Pembelajaran berbasis permainan atau kuis untuk meningkatkan minat dan
interaksi.
Contoh:.
12
a. Kahoot!
Penggunaan kahoot
Platform berbasis permainan yang memungkinkan guru membuat dan
memberikan kuis. Artinya dengan aplikasi ini guru PAI dapat membuat
kuis untuk siswanya contohnya tentang materi solat.
b. Quizizz
13
Aplikasi ini hampir sama dengan kahoot! Sama aplikasi pembuat
kuis edukasi ,bedanya quiziz lebih banyak fleksibilitas dalam jenis soal
dan pengaturan. Artinya guru PAI dapat membuat kuis dengan aplikasi
ini, misanya tentang solat guru dapat membuat tentang pilihan ganda,
esai dan lain-lain sebaginya.
c. Duolingo (untuk belajar bahasa)
Aplikasi pembelajaran bahasa yang menggunakan pendekatan
gamifikasi untuk membantu pengguna belajar berbagai bahasa asing.
Artinya duolingo menyediakan kuis pembelajaran dalam bentu
permainan.
Aplikasi diatas dapat digunakan oleh guru PAI untuk membuat
kuis tentang pelajaran contohnya tentang solat. Guru bisa membuat kuis
berupa pilihan ganda ataupun jawaban singkat dan essay dengan aplkasi
kahoot dan quiziz. Untu aplikasi duolingo kuis untuk materi bahasa
arab.
6. Forum Diskusi dan Chat Group
Tempat berdiskusi dan bertanya jawab secara online.
Contoh:WhatsApp Group dan Telegram Group, dua aplikasi ini sudah umum
digunakan dalalm dunia pendidikan, terumatama dalalm membuat group
kelas, misalnya saja guru agama membuat group SMP kelas VII di WA
dengan menambahkan dan mengundang siswanya kedalam group tersebut.
C. Langkah-langkah dalam Proses Pembuatan Media Pembelajaran Online
Proses pembuatan media pembelajaran online membutuhkan langkah-
14
langkah yang terstruktur agar media yang dihasilkan efektif dan sesuai
dengan tujuan pembelajaran. Setiap langkah tersebut perlu dilakukan secara
hati-hati dan didukung dengan pemahaman yang baik mengenai karakteristik
materi, siswa, serta platform yang akan digunakan. Berikut adalah tahapan-
tahapan yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran
online.
[Link] Kebutuhan
Langkah pertama dalam pembuatan media pembelajaran online adalah
analisis kebutuhan. Tahap ini melibatkan identifikasi tujuan pembelajaran,
karakteristik peserta didik, serta jenis materi yang akan diajarkan. Analisis
kebutuhan ini sangat penting untuk menentukan format media yang akan
digunakan (misalnya, apakah bentuk video, teks, gambar, atau kuis interaktif).
Selain itu, tahap ini juga mencakup pemilihan platform yang sesuai, apakah
akan menggunakan LMS (Learning Management System) seperti Moodle
atau Google Classroom, atau platform lain seperti YouTube, Kahoot, atau
Edpuzzle.4
Misalnya materi pembelajaran PAI tentang solat, maka guru bisa
menganalisis hal apa yang ia butuhkan dalam menyampaikan materi
pembelajarannya seperti menggunakan gambar ataupun vidio saat
penyampaian dan penjelasan materi tentanng solat dan menggunakan platform
seperti youtobe dan zoom saat penjelasan materi.
Pada tahap ini, guru perlu mengetahui tentang siwa lebih mendalam s,
termasuk kesulitan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran, serta
teknologi yang mereka miliki. Artinya guru harus bisa membuat media
pembelajaran dengan kebutuhan siswanya, bukan hanya sekedar bagaimana
mau gurunya saja. Karena dengan memahami kebutuhan siswa prose
pembalajaran akan tersampaikan secara merata kepada seluruh siswa,tidak
4
Syahid, Ibrahim Maulana, N. Annisa Istiqomah, and Khoula Azwary. "Model
ADDIE dan assure dalam pengembangan media pembelajaran." Journal of International
Multidisciplinary Research,[Online]. Available: [Link] banjaresepacific.
com/index. php/jimr (2024).hal 260
15
hanya kepada sebagian siswa.
b. Perencanaan
Setelah kebutuhan diketahui, langkah berikutnya adalah perencanaan.
Tahapan ini mencakup penyusunan tujuan pembelajaran yang jelas dan
spesifik. Tujuan ini harus dapat diukur dan sesuai dengan standar kompetensi
yang diharapkan. Pada tahap perencanaan, guru juga akan memilih metode
atau pendekatan pembelajaran yang tepat, apakah akan menggunakan
pembelajaran asinkron (siswa belajar mandiri) atau sinkron (pembelajaran
langsung via video conference), atau kombinasi keduanya (blended learning).
Di sini juga dilakukan pemilihan jenis media yang akan digunakan
(video, presentasi, modul interaktif, dll.), serta alat atau aplikasi yang
mendukung pengajaran (misalnya, PowerPoint, Canva, Adobe Spark, atau
platform seperti Google Meet dan Zoom untuk sesi langsung).5Perencanaan
yang matang akan memastikan bahwa media yang dihasilkan dapat menjawab
tujuan pembelajaran dengan baik.
Contonya dalam pembelajaran PAI materi tentang solat, setelah guru
menganalisis kebutuhan dan guru menentukan tujuan pembelajaran dengan
jelas, contohnya setelah proses pembelajaran siswa mengetahui tentang solat
baik itu gerakan dan bacaan solat, serta siswa bisa solat. Kemudian guru
memilih metode blended learning, kemuadian guru bisa menggunakan zoom
untuk berdiskusi dan menjelaskan materi ke siswa baik mengunakan vidio
ataupun presentasi.
c. Pengembangan Konten
Tahap berikutnya adalah pengembangan konten, yaitu pembuatan dan
penyusunan materi pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun
sebelumnya. Pada tahap ini, guru harus mengonversi materi pembelajaran
ke dalam format digital yang dapat dipahami oleh siswa. Misalnya, jika
5
DARYONO, DARYONO, et al. Panduan pembelajaran via simulasi digital (SIMDIG).
Lembaga Academic & Research Institute, [Link] 15
16
materi yang diajarkan berbentuk teks, maka dapat dikembangkan menjadi
teks yang disertai dengan gambar, diagram, atau animasi untuk memperjelas
konsep6
Pengembangan konten ini juga mencakup pembuatan kuis, latihan
soal, atau diskusi online yang bisa diakses siswa setelah mempelajari materi.
Dalam tahap ini, guru juga harus memastikan bahwa konten yang disajikan
memiliki kualitas visual yang baik, tata letak yang rapi, serta bahasa yang
mudah dipahami oleh peserta didik.
Untuk materi yang lebih kompleks, seperti pembelajaran berbasis
simulasi atau percakapan (misalnya dalam mata pelajaran bahasa), guru bisa
memanfaatkan aplikasi seperti Powtoon untuk membuat video animasi atau
Camtasia untuk merekam tutorial interaktif. Jika menggunakan platform e-
learning seperti Moodle, guru dapat menambahkan materi berupa file PDF,
file audio, atau link ke video pembelajaran di YouTube
Misalnya guru PAI mengembangkan konten dengan membuat vidio
animasi tentang gerakan solat beserta tuisan dan suara. Selain itu bentuk
pengembangan yang dapat dilakukannya adalah dengan membuat kuis tentang
solat di aplikasii quziz agar pembelajaran lebih asik, menarik dan bermakna.
d. Pengujian dan Uji Coba
Media pembelajaran yang telah dibuat perlu diuji terlebih dahulu
sebelum diterapkan secara luas. Uji coba ini bisa dilakukan dengan
melibatkan beberapa siswa atau kolega yang dapat memberikan umpan balik
mengenai kejelasan materi, kegunaan media, serta kemudahan akses. Pada
tahap ini, sangat penting untuk memperhatikan aspek fungsionalitas dan
kegunaan (usability) media yang telah dikembangkan7
Selain itu, pengujian juga melibatkan verifikasi bahwa semua fitur
6
Hadiyanti, Agnes Herlina Dwi. "Pengembangan modul pembelajaran IPA digital berbasis
flipbook untuk pembelajaran daring di sekolah dasar." Jurnal Elementaria Edukasia 4.2 (2021):
284-291.
7
Adiarta, Agus, and I. Gede Made Surya Bumi Pracasitaram. "Pengembangan Media
Pembelajaran Instalasi Listrik Portable Berbasis Automatic Control Pada Mata Kuliah Dasar-
Dasar Instalasi Listrik Di Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Undiksha." Jurnal
Pendidikan Teknik Elektro Undiksha 12.1 (2023): 36-47.
17
media berfungsi dengan baik. Misalnya, jika menggunakan video, pastikan
video tersebut bisa diputar tanpa gangguan; jika menggunakan kuis interaktif,
pastikan semua soal dapat diakses dan dijawab dengan benar. Feedback yang
diperoleh selama tahap uji coba akan sangat berharga untuk perbaikan lebih
lanjut.
Misalnya guru PAI melakukan uji coba dengan melibatkan 5 orang
muridnya apakah dengan metode yang digunakan siswa menjasi lebih cepat
paham atau malah sebaliknya. Sehingga jika malah sebliknya guru haru
smenganti metode yang ia gunakan. Pengujian yang kedua adalah mengenai
semua fitur yangia gunakan, jika menggunakan vidio edukaif tentang solat
astikan vidionya berjalan lancar dengan suara ayang lantang atau
menggunakan aplikasii quzziz maka pastikan berjalan lancar dan mudah
diakses.
e. Implementasi
Setelah media diuji dan diperbaiki, langkah berikutnya adalah
implementasi, yaitu penerapan media pembelajaran online dalam proses
pembelajaran yang sebenarnya. Pada tahap ini, media pembelajaran akan
digunakan oleh siswa dalam konteks pembelajaran yang nyata. Implementasi
ini bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, baik secara asinkron(materi dapat
diakses kapan saja oleh siswa) atau sinkron (siswa belajar bersama melalui
sesi langsung).
Guru perlu memastikan bahwa siswa sudah familiar dengan cara
menggunakan media pembelajaran tersebut, baik itu dengan memberikan
panduan atau tutorial tentang penggunaan platform atau aplikasi yang
digunakan. Selain itu, penting juga untuk menciptakan ruang diskusi atau
forum tanya jawab agar siswa dapat saling berinteraksi dan mengatasi
masalah yang muncul selama pembelajaran.
Setelah langkah-langkah diatas saat implementasi guru juga harus
memastian bahwa siswanya bisa menggunakan aplikasi atau media yang guru
gunakan,jika tidak hal-hal yang berupa kendala akan menghambat proses dan
tujuan pembelajaran.
18
f. Evaluasi dan Revisi
Tahap terakhir dalam pembuatan media pembelajaran online adalah
evaluasi dan revisi. Evaluasi bertujuan untuk menilai efektivitas media
pembelajaran yang telah diterapkan. Guru dapat mengumpulkan umpan balik
dari siswa, misalnya melalui survei atau diskusi kelompok, untuk mengetahui
apakah media tersebut memenuhi tujuan pembelajaran dan apakah siswa
merasa terlibat dalam proses belajar8
Berdasarkan hasil evaluasi, guru bisa melakukan perbaikan dan revisi
terhadap media pembelajaran online yang sudah diterapkan. Revisi bisa
berupa perubahan dalam materi yang disajikan, penyesuaian fitur-fitur
aplikasi yang digunakan, atau bahkan perubahan dalam metode pengajaran.
Proses evaluasi dan revisi ini harus dilakukan secara berkala untuk
memastikan bahwa media pembelajaran tetap relevan, efektif, dan dapat
menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Kesimpualan pembuatan media pembelajaran online bukanlah suatu
proses yang instan, melainkan memerlukan perencanaan, pengembangan,
pengujian, implementasi, dan evaluasi yang berkesinambungan. Melalui
tahapan-tahapan tersebut, media pembelajaran yang dihasilkan akan semakin
efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. guru juga menjadi faktor
kunci dalam keberhasilan pembuatan media pembelajaran online.
8
Muchtar, Fitri Yanty, and Nasrah Nasrah. "Pengembangan multimedia interaktif berbasis I-
Spring presenter untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar." Jurnal
Basicedu 5.6
19
D. Kelebihan Dan Kekurangan Dari Penggunaan Media Pembelajaran
Online Dalam Proses Belajar Mengajar
[Link] Media Pembelajaran Online
Penggunaan media pembelajaran online memberikan berbagai manfaat
yang mendukung efektivitas proses belajar mengajar. Berikut adalah
beberapa kelebihannya:
a. Akses Fleksibel dan Tanpa Batasan Waktu
Media online memungkinkan peserta didik untuk mengakses
materi kapan saja dan dari mana saja. Hal ini sangat membantu siswa
yang memiliki keterbatasan waktu karena alasan tertentu, seperti
pekerjaan atau kondisi [Link] adanya media pembelajaran
online siswa tidak harus belajar bertatap muka dengan guru sekolah, dan
tidak harus menggunakan buku secara fisik. Sehingga media online ini
menunjang proses pembelajaran siswa.
b. Hemat Biaya dan Efisiensi Waktu
Pembelajaran secara daring mengurangi kebutuhan akan
transportasi, cetak materi, dan penyediaan ruang kelas fisik. Ini membuat
pembelajaran lebih hemat biaya dan efisien dari segi waktu. Sehinga guru
dan siswa di untungkan dengan adanya media pembelajaran online ini
karena siswa dan guru tidak perlu menyiapkan berbagai hal seperti usaha
bangun lebih pagi untuk siap-siap dan transporatsi kesekolah.
c. Penyediaan Materi yang Variatif dan Menarik
Media online memungkinkan guru untuk menyediakan materi
dalam berbagai format, seperti video, podcast, infografis, dan kuis
interaktif. Ini mendukung gaya belajar yang berbeda-beda dan
meningkatkan minat siswa.
9
Yuangga, Kharisma Danang, and Denok Sunarsi. "Pengembangan media dan
strategi pembelajaran untuk mengatasi permasalahan pembelajaran jarak jauh di pandemi
covid-19." Jurnal Guru Kita 4.3 (2020): 51-58.
20
Pada umumnya guru akan lebih berkreasi dalam pembelajaran daring
karena guru harus dapat menarik perhatian siswanya dengan cara yang
berbeda dengan proses pembelajaran tatap muka disekolah yang menarik
perhatian siswanya dengan lebih mudah. Umumnya guru akan membuat
materi ajar dan tugas yang menyesuaikan dengan teknologi seperti quiz di
aplikasi quiziz.
d. Meningkatkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Belajar
Dengan pembelajaran daring, siswa didorong untuk belajar
mandiri, mengatur waktu belajar, serta bertanggung jawab terhadap
kemajuan belajarnya sendiri. Tipe Pembelajaran daring adalah student
center, dimana siswa akan lebih aktif dan bertanggung jawab atas
pembelajarannya sendiri. Sehingga guru disni hanya sebagi fasilitator
pembelajaran, siswalah yang belajar lebih mandiri dari proses belajar
tatap muka disekolah seperti biasanya.
e. Peningkatan Literasi Digital
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran membantu siswa dan
guru mengembangkan keterampilan digital yang sangat dibutuhkan di era
modern. Di era zaman sekarang guru dan siswa di dorong untuk tidak
gaptek , dengan hal itu maka guru dan siswa harus bisa menggunakan
teknologi salah satunya adalah dengan cara menggunakan media
pembelajaran online. Jika siswa dan guru hanya mengandalkan
pembelajran disekolah, maka siswa dan guru tidak akan dapat mengikuti
perkembangan dan tertinggal oleh zaman.
f. Adanya Fitur Interaktif dan Penilaian Otomatis
Banyak platform menyediakan fitur kuis otomatis, forum diskusi,
dan tugas online yang membantu guru dalam proses evaluasi dan
memberikan feedback yang cepat kepada siswa. Dtengan media online
guru akan lebih terbantu dalam bidang penilaian guru bisa meggunakan
berbagai aplikasi yang sudah terfitur langsung dengan hasil pembelajaran
siswa, sehingga guru tidak perlu melakukan penilaian manual terhadap
siswa.
21
[Link] Media Pembelajaran Online
Meskipun memiliki banyak kelebihan, penggunaan media pembelajaran
online juga tidak lepas dari berbagai kendala dan keterbatasan. Berikut adalah
kekurangannya:
a. Keterbatasan Interaksi Sosial dan Emosional
Kegiatan pembeajaran melalui media online, siswa kurang dapat
mengekpresikan dirinya,mengeluarkan pendapat seperti saat belajar offline.
Siswa cenderung diam dan pasif pada proses pembelajaran dan guru pun
kurang efektif dalam melihat siswanya. Kemudian dalam pembelajaran
online membuat siswa menjadi terbatas dalam berinteraksi dengan
temannya, sehingga akan menyebabkakn individualisme.
b. Ketergantungan pada Teknologi dan Infrastruktur
Media online memerlukan perangkat seperti komputer atau
smartphone serta koneksi internet yang stabil. Sayangnya, tidak semua
siswa memiliki akses yang memadai terhadap teknologi ini, terutama di
daerah pedesaan. Media online tidak selalu cocok dengan siswa, apalagi
pembelajaran berbasis online terhambat oleh teknologi dan jaringan,
sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak merata kepada seluruh siswa
dan menghambat proses pembelajaran.
c. Rendahnya Disiplin dan Motivasi Belajar
Tanpa pengawasan langsung, sebagian siswa merasa kurang
termotivasi atau sulit fokus. Hal ini dapat menurunkan efektivitas
pembelajaran karena siswa tidak menyelesaikan tugas atau mengikuti
materi secara optimal. Pada umumnya dengan pembelajaran online siswa
lebih bersikap semaunya saja , karena tidak diawasi langsung oleh guru
seperti pembelajaran tatap muka disekolah, sehingga hal ini berakibat
menurunnya motivasi serta hasil belajar siswa yang kurang baik.
d. Kendala Teknis
Masalah seperti server down, aplikasi error, atau tidak mengerti
cara menggunakan teknologi dapat menjadi hambatan tersendiri baik bagi
22
guru maupun siswa. Pembelajaran online tidak selalu berjalan dengan baik,
terkadang ada kendala seperti aplikasi eror dan kebanyakan siswa juga
kurang bisa menggunakan teknologi sehinga keduda hal ini akan
memperlama dan menghambat proses pembelajaran,
e. Tidak Efektif untuk Pembelajaran Praktik
Media pembelajaran online kurang efektif untuk mata pelajaran yang
membutuhkan praktik langsung, seperti laboratorium sains, seni, atau
olahraga. Pembelajaran online tidak selalu bersahabat dengan semua
mata pelajaran, contohnya saja pelajaran olahraga. Guru akan susah
menjelaskan dan mempraktikkan langsung kepada siswanya, dan
begitupun sebaliknya,siswa juga akan susah memahami ataupun
mempraktikkan yang diajarkan guru olahraga tersebut.
f. Keterbatasan Umpan Balik Langsung
Siswa mungkin kesulitan mendapatkan penjelasan secara langsung
saat mengalami kebingungan terhadap materi. Interaksi yang tertunda
atau tidak real-time dapat memperlambat proses pemahaman. Saat
pembelajaran online umumnya hanya guru yang berperan aktif, dan siswa
hanya sebagai wadah penerima tanpa adanya umpan balik dari siswa.
Pada saat guru pun bertanya apakah siswa sudah paham, kebanyakan
siswa diam ataupun menjawab sudah. Padahal sebenarnya siswa kurang
paham dengan apa yang dijelaskan gurunya .
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media pembelajaran online adalah alat bantu dalam proses belajar
mengajar yang berbasis teknologi dan dapat diakses melalui jaringan internet.
Media ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi serta mengakses materi
pelajaran secara fleksibel kapan saja dan di mana saja.
Dalam proses pembuatannya, terdapat beberapa langkah penting yang
perlu dilakukan, mulai dari menetapkan tujuan pembelajaran, menganalisis
kebutuhan siswa, merancang konten, memilih platform yang tepat, hingga
melakukan uji coba dan revisi berdasarkan hasil evaluasi.
Penggunaan media pembelajaran online memiliki sejumlah kelebihan
seperti efisiensi waktu dan biaya, kemudahan akses, serta variasi materi yang
menarik. Namun, ada juga kekurangan yang perlu diperhatikan, seperti
keterbatasan interaksi sosial, ketergantungan pada teknologi, dan tidak cocok
untuk semua jenis pembelajaran, terutama yang bersifat praktik langsung. Oleh
karena itu, penggunaan media ini perlu dirancang dengan baik agar dapat
mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
B. Saran
Pelajari dam Pahami ulasan materi yang telah disajikan, sehingaa kita
benar-benar mengerti tentang konsep pembuatan media online. Kita juga harus
mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah di rancangkan. Kami
menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu
saran dan kritik pembaca sangat kami harapkan,yang nantinya akan membangun
kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
24
Adiarta, A., & Pracasitaram, I. G. M. S. B. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran
Instalasi Listrik Portable Berbasis Automatic Control Pada Mata Kuliah Dasar-
Dasar Instalasi Listrik Di Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro
Undiksha. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Undiksha, 12(1), 36-47.
DARYONO, D., FUAT, F., FIRMANSYAH, M. B., AHSANA, A., ROKHMAWAN, T.,
NURAISAH, R., & HADI, S. (2020). Panduan pembelajaran via simulasi digital
(SIMDIG). Lembaga Academic & Research Institute.
Hadiyanti, A. H. D. (2021). Pengembangan modul pembelajaran IPA digital berbasis
flipbook untuk pembelajaran daring di sekolah dasar. Jurnal Elementaria
Edukasia, 4(2), 284-291.
Listiyoningsih, S., Hidayati, D., & Winarti, Y. (2022). Strategi guru menghadapi
transformasi digital. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2b), 655-662.
Lubis, H. (2021). Pelatihan Teknologi dalam Menggunakan Platform Pembelajaran
Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Guru. Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 2(1), 89-95.
Muchtar, F. Y., & Nasrah, N. (2021). Pengembangan multimedia interaktif berbasis I-
Spring presenter untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sekolah
dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5520-5529
Shoffa, S., Holisin, I., Palandi, J. F., Cacik, S., Indriyani, D., Supriyanto, E. E., ... &
Kom, M. (2021). Perkembangan media pembelajaran di perguruan tinggi.
Agrapana Media.
Syahid, I. M., Istiqomah, N. A., & Azwary, K. (2024). Model ADDIE dan assure dalam
pengembangan media pembelajaran. Journal of International Multidisciplinary
Research,[Online]. Available: [Link] banjaresepacific. com/index.
php/jimr.
Yuangga, K. D., & Sunarsi, D. (2020). Pengembangan media dan strategi pembelajaran
untuk mengatasi permasalahan pembelajaran jarak jauh di pandemi covid-
19. Jurnal Guru Kita, 4(3), 51-58.