BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Responden
Bagian ini menyajikan gambaran umum mengenai responden yang berpartisipasi dalam
penelitian. Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kemudian dikelompokkan
berdasarkan beberapa karakteristik tertentu, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan
pekerjaan.
Adapun jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak (isi jumlah responden) orang,
yang terdiri dari berbagai latar belakang. Berikut adalah distribusi karakteristik responden
berdasarkan data yang dikumpulkan:
1. Jenis Kelamin
Responden terdiri dari 55% laki-laki dan 45% perempuan.
2. Usia
Responden dikelompokkan berdasarkan rentang usia dengan distribusi sebagai berikut:
Usia : 18-25 tahun : 30 %
Usia : 26-35 tahun : 45 %
Usia : 36 tahun ke atas : 35 %
3. Pendidikan Terakhir
Responden memiliki tingkat pendidikan yang beragam, terdiri dari (persentase SMA 25% ,
D3 30%, S1 35%, S2 10%,
4. Pekerjaan
Mayoritas responden bekerja sebagai dengan rincian sebagai berikut:
Wiraswasta: 25 %
Pegawai Negeri Sipil: 25%
Pegawai Swasta: (jumlah persen) 50 %
Dan hasil distribusi tersebut, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berasal dari
kelompok usia 26-35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan S1, dan bekerja sebagai
pegawai swasta.
4.2 Uji Validitas
Dasar pengambilan uji validitas dapat dilakukan dengan cara :
Perbandingan nilai r hitung dengan r tabel
1. Jika nilai r hitung ≥ r tabel = Valid
2. Jika nilai r hitung ≤ r tabel = Tidak Valid
Cara mencari nilai r tabel dengan Df= (N-2) = 120 pada signifikansi 5% pada distribusi
nilai r tabel statistik. Maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0,179.
R hitung lebih besar dari r tabel, maka item dikatakan valid dan sebaliknya jika r hitung
lebih kecil dari r tabel maka item dikatakan tidak valid. Cara mencari nilai r hitung menggunakan
program SPSS
Menurut (Novikasari, 2017) pengambilan keputusan uji validitas adalah
Jika rhitung ≥ rtabel, maka data valid
Jika rhitung ≤ rtabel, maka data tidak valid
tabel 4.1
Hasil Uji Validitas X
r- P, (sig)
total Y keterangan
No. Nama tabeel <0,05
P1 Pearson
Correlatio 0
n 0,699 0,179 Valid
P2 Pearson
Correlatio 0
n 0,662 0,179 Valid
P3 Pearson
Correlatio 0
n 0,695 0,179 Valid
P4 Pearson
Correlatio 0
n 0,633 0,179 Valid
P5 Pearson
Correlatio 0
n 0,683 0,179 Valid
P6 Pearson
Correlatio 0
n 0,431 0,179 Valid
P7 Pearson
Correlatio 0
n 0,649 0,179 Valid
P8 Pearson
Correlatio 0
n 0,658 0,179 Valid
P9 Pearson
Correlatio 0
n 0,529 0,179 Valid
P10 Pearson
Correlatio 0
n 0,476 0,179 Valid
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan data di atas r hitung untuk variabel X yang item 1 sampai 10 menunjukkan
bahwa pernyataan adalah valid karena, nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,179. Maka hasil
dari semua pernyataan atau hasil kuesioner dikatakan valid.
Tabel 4.2
Hasil Uji Validitas Y
No total r- P, (sig) keteranga
. Nama Y tabeel <0,05 n
P1 Pearson
Correlation 0
0.523 0,179 Valid
P2 Pearson
Correlation 0
0.513 0,179 Valid
P3 Pearson
Correlation 0
0.430 0,179 Valid
P4 Pearson
Correlation 0.563 0,179 0 Valid
P5 Pearson
Correlation 0
0.489 0,179 Valid
P6 Pearson
Correlation 0.575 0,179 0 Valid
P7 Pearson
Correlatio 0
n 0.506 0,179 Valid
P8 Pearson
Correlatio 0
n 0.408 0,179 Valid
P9 Pearson
Correlatio 0,02
n 0.282 0,179 Valid
P1 Pearson
0
Correlatio 0
n 0.361 0,179 Valid
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan data di atas r hitung untuk variabel Y yang 1 sampai 10 menunjukkan bahwa
pernyataan adalah valid karena, nilai r hitung lebih besar dari r tabel = 0,179. Maka hasil dari
semua pernyataan atau hasil kuesioner dikatakan valid.
4.3 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan dengan cara membandingkan angka Cronbach’s Alpha dengan
ketentuan nilai Cronbach’s Alpha minimal 0,6. Yang berarti jika nilai Cronbach’s Alpha yang
didapat dari hasil perhitungan spss lebih besar dari 0,6 maka dapat disimpulkan kuesioner
tersebut reliabel. Sebaliknya jika Cronbach’s Alpha lebih kecil dari 0,6 maka disimpulkan tidak
reliabel.
Tabel 4.3
Hasil Uji Reliabilitas X
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.812 10
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas diatas, maka variabel Pemngambilan Keputusan
diketahui nilai Cronbach’s Alpha adalah sebesar 0,751 Jadi angka tersebut 0,751 lebih besar dari
nilai minimal Cronbach’s Alpha 0,6. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa instrumen
penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel dapat dikatakan reliabel atau handal.
Tabel 4.4
Hasil Uji Reliabilitas Y
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.605 10
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas diatas, maka variabel Pemngambilan Keputusan
diketahui nilai Cronbach’s Alpha adalah sebesar 0,605 Jadi angka tersebut 0,605 lebih besar dari
nilai minimal Cronbach’s Alpha 0,6. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa instrumen
penelitian yang digunakan untuk mengukur variabel dapat dikatakan reliabel atau handal.
Dengan demikian, semua variabel dalam penelitian ini memnuhi standar reabilitas yang
diperlukan, sehingga instrumen yang digunakan layak untuk analisis lebih lanjut.
4.4 Uji Korelasi
Korelasi Pearson Product Moment, merupakan pengukuran parametrik, akan
menghasilkan Koefisien korelasi yang berfungsi untuk mengukur kekuatan hubungan linier
antara dua variabel (Cici & Akhri, 2022)
Uji korelasi bertujuan untuk mengetahui tingkat keerataan hubungan ikatan variable yang
dinyatakan dengan koefisien korelasi. Jenis hubungan antara variabel X dan Y dapat bersifat
positif dan negatif.
Dasar pengambilan keputusan
Jika nilai signifikansi < 0,05 maka berkorelasi
Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak berkorelasi
Tabel 4.5
Uji Korelasi Pearson
Correlations
total X total Y
total X Pearson Correlation 1 .552**
Sig. (2-tailed) .000
N 120 120
**
total Y Pearson Correlation .552 1
Sig. (2-tailed) .000
N 120 120
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel X dan variabel Y dengan
koefisien korelasi 0.552 dan p-value = 0.000. Artinya, semakin tinggi nilai X, maka semakin
tinggi nilai Y.
4.5 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan untuk memberikan pre-test atau uji awal terhadap suatu
perangkat atau instrument yang digunakan dalam pengumpulan data dan jenis data yang akan di
proses lebih lanjut dari suatu kumpulan data awal yang telah diperoleh, sehingga syarat untuk
untuk mendapatkan data yang tidak biasa menjadi terpenuhi.
4.5.1 Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk memastikan apakah data yang digunakan berdistribusi
normal atau tidak, sehingga diyakini dapat mewakili seluruh populasi. Berikut ini merupakan
hasil uji normalitas menggunakan SPSS, dengan menggunakan residual.
Tabel 4.6
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 120
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 3.79952284
Most Extreme Differences Absolute .054
Positive .043
Negative -.054
Test Statistic .054
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan tabel 4.6 Di atas ditunjukkan hasil pengujian data dengan menggunakan One-
sample Kolmogorov-smirnov test bahwa hasil Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,200. Artinya
bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05 distribusi data adalah normal, sehingga memperkuat
kesimpulan bahwa pengujian dengan menggunakan Normal Probability plot bahwa data telah
berdistribusi normal hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai signifikan 0,200 lebih dari 0,05.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nilai One-sample Kolmogorov-smirnov test lebih
besar dari nilai signifikansinya, maka data telah berdistribusi normal.
4.5.2 Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas menguji apakah ada kemiripan antara variabel antara variabel independen
dengan variabel independen lainnya dalam satu model. Diketahui Multikolinieritas jika nilai
Tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan VIP ≥ 10.
Tabel 4.7
Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Collinearity Statistics
Model Tolerance VIF
1 total X 1.000 1.000
a. Dependent Variable: total Y
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan Tabel 4.7 hasil uji multikolinearitas, dapat ditafsirkan bahwa nilai tolerance
untuk variabel X (Teknologi Informasi) sebesar 1,00 ≥ 0,10 Selain itu, nilai VIF untuk variabel
X (Teknologi Informasi) sebesar 1,00 ≤ 10. Karena nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF
kurang dari 10,disebabkan tidak adanya variabel independen Lin untuk dibandingkan, maka
dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi ini.
4.5.3 Uji Heteroskedasitas
Tabel 4.8
Hasil Uji Heteroskedasitas
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.894 1.444 2.003 .047
total X .003 .037 .008 .084 .933
a. Dependent Variable: abs_res
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan dari hasil uji heteroskedasitas dimana nilai sig. variabel X (Teknologi
Informasi) 0,933 ≥ 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedasitas.
4.6 Analisis Regresi Linear Sederhana
Tujuan dari pengujian ini dalam penelitian adalah untuk membuktikan perngaruh satu
variabel bebas terhadap variabel terikat dengan judul. Pengaruh teknologi informasi dalam
meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kota siantar.
Tabel 4.9
Uji Analisis Linear Sederhana
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 19.727 2.388 8.260 .000
total X .436 .061 .552 7.184 .000
a. Dependent Variable: total Y
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan tabel output regresi, persamaan regresi linier sederhananya adalah:
Y = a + bX+ e
Dimana:
Y = Total Y (variabel dependen)
a = Konstanta (Intercept) = 19.727
b = Koefisien regresi X = 0.436
X = Total X (variabel independen)
Sehingga persamaannya menjadi:
Y = 19.727 + 0.436 X
1. Konstanta (Intercept) = 19.727
2. Koefisien Regresi X = 0.436
Nilai konstanta (a) yang diperoleh sebesar 19.727 maka bisa diaartikan jika variabel X
(Teknologi Informasi) dianggap bernilai 0 (konstatan) dan tidak mengalami perubahan, maka
variabel pengambilan Y (Kepatuhan Wajib Pajak) tetap bernilai 19. 727.
Nilai koefisien regresi variabel bernilai positif (+) sebesar 1,203 maka bisa diartikan
bahwa iika variabel X (Teknologi Informasi) meningkat maka variabel Y (Kepatuhan Wajib
Pajak) juga meningkat, begitu juga sebaliknya.
Hasil ini menunjukkan bahwa X (Teknologi Informasi) memiliki pengaruh positif
terhadap variabel Y (Kepatuhan Wajib Pajak).
4.7 Uji Hipotesis
Uji hipotesis dalam regresi linear sederhana bertujuan untukk mengetahui apakah variabel
independen X berpengaruh signifikansi terhadap variabel dependen Y.
4.7.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik T)
Tabel 4.10
Hasil Uji Signifikansi Parsial
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 19.727 2.388 8.260 .000
total X .436 .061 .552 7.184 .000
a. Dependent Variable: total Y
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan hasil analisis data, variabel X (Teknologi Informasi) memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap Y (Kepatuhan Wajib Pajak). Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung
sebesar 7,184, yang lebih besar dari t-tabel sebesar 1,980, serta nilai signifikansi 0,000 ≤ 0,05.
Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa variabel X (Teknologi
Informasi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y (Kepatuhan Wajib Pajak).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa variabelX teknologi informasi
memiliki pengaruh terhadap variabel Y meningkatkan kepatuhan wajib pajak di kota siantar
4.8 Uji Determinasi (R2)
Uji determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa besar variabel X dapat menjelaskan
variasi variabel Y dalam model regresi.
Tabel 4.11
Uji Determinasi (R2)
Model Summary
Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
a
1 .552 .304 .298 3.816
a. Predictors: (Constant), total X
Sumber: Data diolah Pada SPSS
Berdasarkan hasil koefisien determinasi (R2) di atas, pada R Square adalah sebesar 0,304
ini berarti bahwa 30,4% vaiasi dari satu variabel independent yaitu X (Teknologi Informasi).
Sementara 70,6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel independent penelitian ini.