0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan35 halaman

Pentingnya Ketajaman Alat Potong

Diunggah oleh

Irfan Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan35 halaman

Pentingnya Ketajaman Alat Potong

Diunggah oleh

Irfan Ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

INFORMASI UMUM

Nama Penyusun : Rizki Saputra, S.T

Program/Konsentrasi Keahlian : Teknik Kendaraan Ringan Otomotif

Instansi : SMK YAPPENDA


Tahun Ajaran : 2025 / 2026
Fase/Kelas/Semester : E / X / Ganjil
Alokasi Waktu : 24 JP (24 X 45 Menit)
Jumlah Pertemuan : 2 TM X 12 JP
Elemen 7 : Peralatan dan Perlengkapan Tempat Kerja
Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase E peserta didik mampu menggunakan
peralatan dan perlengkapan kerja, antara lain persiapan,
kalibrasi, dan penggunaan peralatan dan perlengkapan
sesuai jenis, fungsi dan manual perbaikan.
Kompetensi Awal : Peserta didik telah memahami konsep Peralatan dan
Perlengkapan Tempat Kerja.
Profil Pelajar Pancasila : Mandiri, Bergotong Royong, Bernalar Kritis
Sarana dan Prasarana : Bahan Ajar, LCD Proyektor, Internet,
Smartphone
Target Peserta Didik : Peserta didik reguler kelas X TKRO
Model Pembelajaran : Discovery- Based Learning
Moda Pembelajaran : Luring (Tatap Muka)
Metode Pembelajaran : Student Team Achievement Division (STAD)
Sumber Pembelajaran : Buku Paket, Modul, Internet, Sumber lain yang
relevan
Media Pembelajaran : Video, Audio, MPI, Power Point (PPT), LKPD,
Alat Peraga dan Benda Kerja
B. KOMPONEN INTI

1. TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN PEMBELAJARAN KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN
PEMBELAJARAN (EVIDEN)
Peserta didik mampu memahami Mampu menjelaskan peralatan
peralatan dan perlengkapan kerja sesuai perlengkapan kerja sesuai dengan jenis
dengan jenis dan fungsinya. dan fungsinya
Peserta didik mampu memahami Mampumendemonstrasikan penggunaan
peralatan tangan sesuai dengan jenis dan peralatan tangan sesuai fungsinya
fungsinya. Mampu menjelaskan fungsi SST
Peserta didik mampu memahami fungsi sesuai jenis dan fungsinya Mampu
SST sesuai jenis dan fungsinya menjelaskan measurement tools
Peserta didik mampu memahami (mekanik, elektrik, Hidrolic dan
measurement tools (mekanik, pneumatic)
elektrik, dan pneumatic)

2. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik mampu memahami bahwa terdapat banyak hal dalam kehidupan sehari-hari
yang dapat diselesaikan dengan konsep-konsep dalam Peralatan dan Perlengkapan
Tempat Kerja. Pemahaman tentang menggunakan Peralatan dan Perlengkapan Tempat
Kerja yang akan membantu siswa untuk lebih cermat dan tepat dalam Menggunakan
sehingga tepat dalam pengambilan keputusan dalam menggunakannya.

3. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Menurut pendapatmu apa yang kalian ketahui tentang peralatan dan perlengkapan
tempat kerja?
2. Apa fungsi peralatan dan perlengkapan bengkel?
3. Apa saja yang kalian ketahui peralatan kerja dibengkel?
4. Apakah peralatan dan perlengkapan tempat bengkel perlu dilakukan perawatan
5. Jelaskan fungsi dari kunci ring

4. PERSIAPAN PEMBELAJARAN

1. Guru memberikan bahan ajar yang harus dipelajari peserta didik sebelum
pembelajaran di mulai.
2. Guru melakukan asesmen diagnostik sederhana.
3. Guru meminta salah satu anggota setiap kelompok untuk membawa smartphone.
4. Guru membuat presentasi powerpoint tentang peralatan dan perlengkapan tempat kerja
5. Guru menyiapkan peralatan dan perlengkapan tempat kerja.
6. Guru menyiapkan benda kerja nyata yang akan digunakan siswa dalam proses
menggunakan peralatan dan perlengkapan tempat kerja
7. Guru membuat LKPD.

5. KEGIATAN PENDAHULUAN PEMBELAJARAN (15 MENIT)

1. Guru membuka pelajaran dengan memberi salam.


2. Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan berdoa sebelum memulai
pelajaran.
3. Guru memeriksa kerapian pakaian dan kebersihannya sebagai wujud kepedulian
lingkungan.
4. Guru melakukan presensi untuk melihat kedisiplinan siswa.
5. Apersepsi: Guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan pertanyaan pemantik
sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari dan Memperjelas informasi tentang
kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat, langkah pembelajaran, metode
penilaian yang akan dilaksanakan yang ditayangkan.
6. Peserta didik melakukan tes awal untuk mengukur kompetensi awal sesuai KKTP
dengan menjawab pertanyaan pemantik.

6. KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN (65 MENIT)

Kegiatan ini mengacu pada hasil pemetaan kegiatan siswa dengan kemampuan
kompetensi normal, misalnya : kompetensi: kurang, baik, sangat baik. Maka kegiatan
pembelajaran ini digunakan untuk kelompok siswa dengan kompetensi baik.
Untuk siswa dengan kompetensi kurang dan sangat baik, akan diberi perlakuan
yang berbeda sesuai pembelajaran berdiferensiasi.
Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa :
 Guru menjelaskan tujuan materi yang akan diajarkan untuk menumbuhkan rasa
ingin tahu siswa, kemandirian dan kerja keras untuk mencapainya.
 Guru memotivasi siswa secara komunikatif dan kreatif dengan berbagai cerita
atau pertanyaan yang berkaitan dengan materi.
Menyajikan informasi :
 Guru menyajikan materi tentang Peralatan dan Perlengkapan di tempat kerja
berbentuk tayangan slide powerpoint dan demonstrasi tentang cara penggunaan
Peralatan dan Perlengkapan di tempat kerja dengan menggunakan alat peraga
yang ada di bengkel, siswa diminta mengamati dan mencermati paparan guru.

Mengorganisasi kan siswa ke dalam kelompok belajar :


 Siswa menyiapkan media, alat dan buku yang dibutuhkan.
 Guru mengorganisasikan siswa untuk membentuk 6 kelompok yang heterogen
dan siswa diminta untuk duduk sesuai dengan kelompok belajarnya.
Kelompok 1 dan 2: membahas tentang pengertian peralatan dan
perlengkapan kerja
Kelompok 3 dan 4 : membahas tentang komponen dan fungsi peralatan dan
perlengkapan kerja
Kelompok 5 : membahas tentang cara penggunaan peralatan dan perlengkapan
kerja

Membimbing kelompok dalam belajar :


 Kelompok mengamati tayangan Video dan audio visual yang disajikan oleh guru
atau tautan pada LKPD atau mengerjakan latihan soal (pada Lembar Kerja/
Modul ada petunjuk kelompok atau individu)
 Memperhatikan dan mengamati penjelasan yang diberikan guru yang terkait
dengan materi yang akan dibahas.
 Pembagian LKPD dan siswa membaca petunjuk, mengamati LKPD.
 Guru memotivasi siswa dalam kelompok atau indiviual untuk menuliskan
dan menanyakan permasalahan hal-hal yang belum dipahami dari masalah yang
disajikan dalam LKPD serta guru mempersilahkan peserta didik dalam
kelompok lain atau secara individual untuk memberikan tanggapan, bila
diperlukan guru memberikan bantuan komentar secara klasikal.

Evaluasi :
 Tiap kelompok melaporkan hasil studinya dan kemudian bersama-sama
dengan dibimbing oleh guru mendiskusikan hasil laporannya di depan kelas
 Tiap kelompok menyusun laporan hasil diskusi penyelesaian masalah yang
diberikan terkait materi yang didiskusikan.

Memberikan penghargaan :
 Guru menghargai upaya hasil belajar baik upaya individu maupun
kelompok baik dengan penguatan maupun penambahan poin nilai.

7. KEGIATAN PENUTUP PEMBELAJARAN (10 MENIT)


1. Peserta didik dibantu guru menyimpulkan materi yang sudah dipelajari. Peserta didik
dibimbing untuk membuat rangkuman dari materi yang telah dibahas secara mandiri.
2. Guru memberikan umpan balik terhadap pertanyaan dan informasi yang sudah
diberikan peserta didik.
3. Guru dan peserta didik mengadakan evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan
pembelajaran.
4. Guru menyampaikan kepada siswa materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
5. Mengucap salam atau berdoa sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

8. REFERENSI PEMBELAJARAN
1. Dasar-Dasar Teknik Otomotif Kelas X.
2. Fahrul., A., dkk. (2021). Dasar-Dasar Otomotif I untuk SMK/MAK Kelas X
semester I, Jakarta. Kemendikbudristek.
3. Modul Ajar yang relevan. Internet.
4. Power Point
5. Video dan Audio Visual
6. Sumber lain yang relevan.

9. ASESSMEN

JENIS TEKNIK INSTRUMEN

Asesmen Diagnostik
Observasi Lembar Observasi

Asesmen Formatif
Penugasan Lembar Kerja Peserta Didik

Asesmen Sumatif
Tes Tertulis Soal Uraian

10. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

1. Memberikan bimbingan dan pembelajaran remedial bagi siswa yang belum mampu
menuntaskan tujuan pembelajaran (belum memahami materi ajar) dengan
memberikan latihan soal sejenis secara berjenjang dengan taraf kesulitan terendah
sampai pada taraf kesulitan sama dengan yang digunakan pada asesmen sumatif.
2. Memberikan pengayaan bagi peserta didik yang sudah mampu menuntaskan
tujuan pembelajaran (sudah memahami materi ajar) ditandai dengan mampu
menyelesaikan soal asesmen sumatif. Bentuk pengayaan yang diberikan dengan
memberi Peralatan dan perlengkapan bengkel dengan fungsi handtools, Powertools
dan Special Service Tools yang berbeda maupun dengan benda kerja/Komponen

11. REFLEKSI PEMBELAJARAN

UNTUK GURU MATA PELAJARAN UNTUK PESERTA DIDIK


 Apakah dalam membuka pelajaran dan  Apakah kamu memahami intruksi
memberikan penjelasan teknis atau yang dilakukan untuk pembelajaran?
intruksi yang disampaikan untuk  Apakah media pembelajaran, alat dan
pembelajaran yang akan dilakukan bahan mempermudah kamu dalam
dapat dipahami oleh peserta didik? pembelajaran?
 Bagain manakah pada rencana  Apakah materi yang disampaikan,
pembelajaran yang perlu diperbaiki? didiskusikan, dan dipresentasikan
 Bagaimana tanggapan peserta didik dalam pembelajaran dapat kamu
terhadap materiatau bahan ajar, pahami?
pengelolaan kelas, latihan dan  Manfaat apa yang kamu peroleh dari
penilaian yang telah dilakukan dalam materi pembelajaran?
pembelajaran?  Sikap positif apa yang kamu peroleh
 Apakah dalam berjalannya proses selama mengikuti kegiatan
pembelajaran sesuai dengan yang pembelajaran?
diharapkan?  Kesulitan apa yang kamu alami dalam
 Apakah arahan dan penguatan materi pembelajaran?
yang telah dipelajari dapat dipahami  Apa saja yang kamu lakukan untuk
oleh peserta didik? belajar yang lebih baik?

Mengetahui :
Jakarta, 7 Juli 2025
Kepala SMK Yappenda Guru Mapel

Drs. H. Joko Dwiyatmoko, [Link] Rizki Saputra, S.T


NRKS. 19023L0680161241142024
C. KOMPONEN LAMPIRAN

1. PERANGKAT ASESMEN

LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK) 1


Kerjakanlah secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas smartphone atau internet, carilah
minimal 10 (Sepuluh) Photo/Gambar komponen peralatan dan perlengkapan tempat kerja di
Bengkel, cantumkan uraian/penjelasannya, jangan lupa cantumkan Jika sumber informasi dari
internet!
jika Photo/Gambar di ambil dari smartphone cantumkan juga sumbernya!

Nama Siswa :
Kelas :
NIS :

No GAMBAR KOMPONEN URAIAN ATAU PENJELASAN

DST
LKPD (LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK) 2
Kelompok/Kelas: …………
Nama anggota kelompok :
1. ……………
2. ……………
3. ……………
4. ……………
5. ……………
6. ……………

Hasil diskusi kelompok:

No PERTANYAAN JAWABAN HASIL DISKUSI

Apakah kalian pernah melakukan


1 pekerjaan menggunakan hand
tools?

2 Sebutkan fungsi hand tools


menurut kalian?

3 Sebutkan hand tools yang kalian


ketahui?
LEMBAR OBSERVASI / CATATAN ANEKDOT
No Hari / Tanggal Catatan Kejadian Solusi / Tindak Lanjut

ASESMEN DIAGNOSTIK
Satuan Pendidikan SMK YAPPENDA
Program / Konsentrasi Teknik Otomotif / Teknik Kendaraan Ringan Otomotif
Keahlian
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase E peserta didik mampu menggunakan
peralatan dan perlengkapan kerja, antara lain persiapan,
kalibrasi, dan penggunaan peralatan dan perlengkapan
sesuai jenis, fungsi dan manual perbaikan.
Tujuan Pembelajaran  Peserta didik mampu memahami peralatan dan
perlengkapan kerja sesuai dengan jenis dan
fungsinya.
 Peserta didik mampu memahami peralatan
tangan sesuai dengan jenis dan fungsinya.
 Peserta didik mampu memahami fungsi SST
sesuai jenis dan fungsinya
 Peserta didik mampu memahami measurement
tools (mekanik, elektrik, dan pneumatic)

A. Asesmen Non-Kognitif
Informasi apa saja yang ingin digali? Aktifitas Peserta didik selama belajar
dirumah.
Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan? 1. Apa saja kegiatanmu sepanjang hari di
rumah?
2. Apakah memiliki waktu cukup untuk
belajar?
3. Sebutkan 5 hal dari yang paling
menyenangkan sampai yang paling tidak
menyenangkan ketika belajar
4. Apa yang menjadiharapan dan mimpimu?
Informasi apa saja yang ingin digali? Aktivitas di rumah mendukung minat dan
bakat peserta didik
Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan? 1. Apa hobimu?
2. Apakah hobimu berkaitan dengan
program keahlian yang dipilih (Teknik
Otomotif)?
3. Apakah yang kamu senang merawat
mobil/sepeda motor yang ada di rumah?
Langkah-langkah apa saja yang akan Persiapan dan pelaksanaan :
dilakukan? 1. Menyusun jadwal pelaksanaan
2. Mengidentifikasi materi uji yang
mewakili keseluruhan materi
pembelajaran
3. Menyusun pertanyaan sederhana
4. Asesmen diberikan seluruh peserta
didik baik daring maupun luring.
Alat bantu apa yang dibutuhkan? Link Google Form
Tindak lanjut :
1. Melakukan pengolahan hasil asesmen
dan hitung rata-rata kelas
2. Bagi peserta didik yang memperoleh
nilai rata-rata akan mengikuti
pembelajaran unit berikutnya
3. Bagi peserta didik yang memperoleh
nilai dibawah rata rata akan
memperoleh pendampingan/ bantuan
dari guru
4. Bagi siswa yang memperoleh nilai di
atas rata-rata akan memperoleh
pengayaan dari guru.
5. Membagi kelompok berdasarkan hasil
asessmen awal pembelajara

B. Asesmen Diagnostik Kognitif

Identifikasi materi Pertanyaan kunci Skor (kategori) Rencana tindak lanjut


yang akan dipelajari
Peserta didik 1. Apakah kalian Peserta didik paham Melanjutkan kegiatan
memahami pernah melakukan seluruhnya pembelajaran ke
pengertian dan fungsi pekerjaan materi berikutnya
hand tools menggunakan
hand tools ?
Peserta didik paham Pembelajaran
2. Sebutkan fungsi
Sebagian dilakukan dengan
hand tools
pendampingan
menurut kalian?
3. Sebutkan Peserta didik tidak Pembelajaran
handtools yang paham dilakukan dengan
kalian ketahui? pendampingan

Langkah-langkah apa saja yang akan Persiapan dan pelaksanaan :


dilakukan? 1. Menyusun jadwal pelaksanaan
2. Mengidentifikasi materi uji yang
mewakili keseluruhan materi
pembelajaran
3. Menyusun pertanyaan sederhana
4. Asesmen diberikan seluruh peserta
didik baik daring maupun luring.
Alat bantu apa yang dibutuhkan? Link Google Form
Tindak lanjut :
1. Melakukan pengolahan hasil asesmen
dan hitung rata-rata kelas
2. Bagi peserta didik yang memperoleh
nilai rata rata akan mengikuti
pembelajaran unit berikutnya
3. Bagi peserta didik yang memperoleh
nilai dibawah rata-rata akan
memperoleh pendampingan/ bantuan
dari guru
4. Bagi siswa yang memperoleh nilai di
atas rata rata akan memperoleh
pengayaan dari guru.
5. Membagi kelompok berdasarkan hasil
asessmen awal pembelajaran
ASESMEN FORMATIF
Penilaian dilakukan pada saat dan selama siswa melaksanakan diskusi dan presentasi.

Aspek penilaian diskusi dan presentasi siswa


No Aspek Penilaian Skor
0 1 2 3
1 Keaktifan memberikan masukan /mendengarkan pendapat orang
lain saat diskusi /presentasi
2 Kreatifitas dalam diskusi
3 Kualitas hasil diskusi/ presentasi runtut dan logis
4 Kemampuan presentasi
5 Sikap menghargai dan menghormati pendapat orang lain

Rubrik penilaian diskusi dan presentasi


No Indikator Norma penilaian
Aktif berpendapat dan mendengarkan Pendapat
Keaktifan memberikan orang lain Kurang aktif berpendapat dan 3
1 masukan / mendengarkan mendengarkan pendapat orang lain Tidak aktif 2
pendapat orang lain saat berpendapat dan mendengarkan pendapat orang 1
diskusi / presentasi lain Tidak mengikuti diskusi dan presentasi 0
Sangat kreatif Kreatif Kurang kreatif Tidak 3
2 Kreatifitas dalam diskusi mengikuti diskusi & presentasi 2
1
0
Hasil diskusi / presentasi sangat runtut dan 3
3 Kualitas hasil diskusi/presentasi logis Hasil diskusi /presentasi runtut dan logis 2
runtut dan logis Hasil diskusi / presentasi cukup runtut dan 1
logis Tidak ada hasil diskusi 0
Menyampaikan presentasi dengan komunikatif 3
4 Kemampuan presentasi Menyampaikan presentasi cukup komunikatif 2
Menyampaikan presentasi tidak komunikatif 1
Tidak mengikuti presentasi 0
Menunjukkan sikap menghargai dan
menghormati pendapat orang lain Kurang 3
5 Sikap menghargai dan menunjukkan sikap menghargai dan 2
menghormati pendapat orang menghormati pendapat orang lain Tidak 1
lain menunjukkan sikap menghargai dan 0
menghormati pendapat orang lain Tidak
mengikuti presentasi
Nilai Akhir = (Jumlah perolehan skor / jumlah skor maksimum) X 100
ASESMEN SUMATIF
Penilaian dilakukan pada saat dan selama siswa melaksanakan diskusi dan presentasi.
No Elemen CP Indikator Jenis Penilaian
 Disajikanpern
yataan tentang
Pada akhir fase E peserta handtools
didik mampu peserta didik
menggunakan peralatan mampu
Peralatan dan dan perlengkapan kerja, memaparkan
Perlengka pan antara lain persiapan, penjelasan  Individu
1 Tempat Kerja. kalibrasi, dan mengenai  Tes Tertulis
penggunaan peralatan handtools
dan perlengkapan sesuai dengan tepat
jenis, fungsi dan manual  Siswa mampu
perbaikan. mengklasifika
sik an handtools
dengan benar
SOAL ASESMEN SUMATIF
1. Alat yang berfungsi untuk mengupas kabel adalah…
a. Cutter
b. Crimping tool*
c. Tang potong
d. Tang lancip
e. Korek gas

2. Peralatan kerja bangku yang digunakan untuk membuat ulir pada sepotong besi
bulat adalah…
a. Mesin bor
b. Snei*
c. Tap
d. handle
e. sikat baja

3. Kunci busi dipasang dngan sisispan karet bertujuan untuk mencegah porselen pada
busi supaya…
a. Tidak lepas
b. Tidak basah
c. Tidak kotor
d. tidak pecah*
e. tidak rapuh

4. Kunci yang berbentuk silinder dan terbuat dari logam paduan kromium dn
vanadium serta dilapisi dengan mike adalah
a. Kunci pas
b. Kunci soket*
c. Kunci L
d. kunci ring
e. kunci kombinasi
5. Tujuan umum mendongkrak mobil adalah…
a. Melakukan perbaikan
b. Sebagai cadangan
c. Mengganti ban*
d. mengangkat kendaraan
e. mengangkat benda ringan

6. Semua aktivitas proses produksi yang dikerjakan secara manual di atas meja kerja
tanpa menggunakan mesin disebut….
a. peralatan service tools
b. peralatan poer tools
c. peralatan workshop
d. peralatan bengkel otomotif
e. peralatan kerja bangku*
7. Peralatan untuk membuka sekrup adalah….
a. Obeng*
b. Baut
c. Kunci pas
d. mur
e. ring

8. Salah satu kunci pas dari peralatan bengkel otomotif adalah …


a. Kunci kombinasi
b. Kunci L
c. Kunci T
d. Kunci nipel
e. kunci sok*

9. Jenis peralatan bengkel yang hanya menggunakan tenaga dari tangan manusia
adalah ….
a. Hand tools*
b. Head tools
c. Foot tools
d. power tools
e. key tools
10. Penopang vertikal kuat yang dapat di setel sesuai dengan ketinggian yang berbeda
beda adalah ….
a. Hydraulic Press
b. Jack Stand*
c. Hydraulic press
d. Forklift
e. Carlift

11. Untuk melepas blok mesin sepeda motor diharapkan alat


pemukul, yaitu….
a. Palu terak
b. Palu konde
c. Palu karet*
d. Palu tembaga
e. Palu terak

12. Kunci sok segi enam ganda berdinding tipis dan digunakan dengan alat
penggerak yang dioperasikan dengan….
a. Mesin
b. Alat
c. Tangan*
d. kaki
e. slot
13. Kunci soket biasanya berukuran 6 mm sampai….
a. 30 mm
b. 31 mm
c. 32 mm*
d. 33 mm
e. 35 mm

14. Kunci L digunakan untuk membuka/mengencangkan baut yang kepala


bautnya menjorok ke….
a. Luar
b. Samping
c. Kanan
d. kiri
e. dalam*
15. Dimensi segienam disebut juga dengan….
a. Hexagonal*
b. Nut
c. Bolt
d. hexametris
e. screw

16. Hand tools dapat di klasfikasikan menjadi beberapa hal berikut, kecuali…
a. Alat pengencang
b. Alat penanda
c. Alat pemotong
d. alat pembersih*
e. perkakas tangan portable

17. Salah satu kelemahan dari kunci pas san kunci ring yaitu….
a. Momen atau torsi pengencangannya cukup besar
b. Tidak dapat menjangkau kepala baut dan mur yang letaknya
tersembunyi*
c. Tidak dapat menjangkau kepala baut dan mur yang letaknya
tersebar
d. Momen atau torsi pengencangannya cukup kuat
e. Mudah digunakan

18. Suatu alat penjepit yang digunakan untuk menjepit benda kerja yang akan
dikikir, dipahat, digergaji, ditap, disnei, dan lain lain disebut….
a. Penitik
b. Bolt cutter
c. Tube cutter
d. flaring tool
e. ragum*
19. Impact socket adalah satu satunya socket yang digunakan dalam…
a. Impact bolt
b. Impact nut
c. Impact wrench*
d. impact jack
e. impact tools
20. Macam macam kikir berdasarkan bentuknya sebagai berikut,
kecuali…
a. Kikir lengan
b. Kikir bulat
c. Kikir oval*
d. kikir segitiga
e. kikir kasar rata
ASESMEN SUMATIF

Asesmen Sumatif
Jawaban benar skor : 2
Jawaban salah skor : 0
Nilai akhir = Jumlah skor X 5
Tindak lanjut asesmen sumatif
No Nilai Predikat Tindak Lanjut
1 0 – 69 Belum Kompeten Remidial
2 70 – 84 Kompeten Pengayaan
3 85 - 100 Sangat Kompeten -

ASESMEN SIKAP (PROFIL PELAAR PANCASILA)


Kriteria penilaian
No Aspek Skor Keterangan
1 1 Peserta didik tidak dapat bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan
2 Peserta didik dapat sedikit bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan (50% tepat)
Bernalar Kritis 3 Peserta didik dapat sedikit bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan (50% tepat)
4 Peserta didik dapat bernalar kritis dalam
mengemukakan pendapat/gagasan dengan tepat
2 1 Peserta didik tidak ada kreatifitas dalam pembuatan
bahan presentasi dari penyajian jawabanatas soal soal
penugasan
2 Peserta didik sedikit memiliki kreatifitas dalam
pembuatan bahan presentasi dari penyajian
Kreatif jawabanatas soal-soal penugasan
3 Peserta didik cukup memiliki kreatifitas dalam bahan
presentasi dari penyajian jawabanatas soal-soal
penugasan
4 Peserta didik sangat kreatif dalam pembuatan bahan
presentasi dari penyajian jawabanatas soal-soal
penugasan
Petunjuk penskoran:
1. Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
2. Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
3. Nilai = Total Skor x4
Skor Maksimal
4. Interpretasi score hasil penilaian sikap :
Kategori Skor
Sangat Baik 3.20 – 4,00 (80 – 100)
Baik 2.8 – 3.19 (70 – 79)
PENGETAHUAN

Penilaian pengetahuan dilakukan di setiap akhir tujuan pembelajaran. Nilai Akhir merupakan
rata-rata dari penjumlahan nilai semua tujuan pembelajaran.
No Nama Siswa Nilai per TP Nilai Akhir
TP. 1 TP. 2 (TP)
1 Achmad Dafa
2 Ahmad Bilal Afidin
3 Andy
4 Bagus Afril Suwandi
5 Fadhil Shiddiq Pratama
6 Faiz Putra Dwinov
7 Farhan Raif Achmad
8 Indra Ardiansyah
9 Kevin Julius Jovano
10 Muhamad Nizam Alimun Rafif
11 Muhammad Fachri Nugraha
12 Muhammad Febrian
13 Muhammad Ilham Ramadhan
14 Muhammad Nafis Kamaludin
15 Muhammad Yunus
16 Nur Rahman A
17 Pasya Fajar Ramadhan
18 Raffa Agus Pratama
19 Revaldo Zulfi
20 Riko Akbar Islami
21 Rizki Perdana
22 Toffan Maulana Syah Reza
23 Zhafran Haidar
KETERAMPILAN
Penilaian keterampilan dilakukan di setiap akhir tujuan pembelajaran.

Soal
1. Memilih peralatan yang sesuai
2. Mencontohkan penggunaan yang baik dan benar

Rubrik/ Kriteria
Persiapan Proses Hasil
No Nama Peserta Didik Pakaian Peralatan Kebersihan Penggunaan Laporan Waktu
Alat
1 Achmad Dafa
2 Ahmad Bilal Afidin
3 Andy
4 Bagus Afril Suwandi
5 Fadhil Shiddiq
Pratama
6 Faiz Putra Dwinov
7 Farhan Raif Achmad
8 Indra Ardiansyah
9 Kevin Julius Jovano
10 Muhamad Nizam
Alimun Rafif
11 Muhammad Fachri
Nugraha
12 Muhammad Febrian
13 Muhammad Ilham
Ramadhan
14 Muhammad Nafis
Kamaludin
15 Muhammad Yunus
16 Nur Rahman A
17 Pasya Fajar
Ramadhan
18 Raffa Agus Pratama
19 Revaldo Zulfi
20 Riko Akbar Islami
21 Rizki Perdana
22 Toffan Maulana Syah
Reza
23 Zhafran Haidar

3 = Jika 3 indikator dilakukan


2 = Jika 2 indikator dilakukan
1 = Jika 1 indikator dilakukan
0 = Jika tak satupun indikator dilakukan
[Link] BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN KERJA
Peralatan bengkel yang berwujud alat-alat untuk mengerjakan sesuatu yang berguna buat
memperbaiki motor atau mobil maupun yang berhubungan dengan bengkel otomotif.
perlengkapan pasti dipergunakan dalam dunia perbengkelan atau otomotif, tanpa alat bengkel
atau suatu usahanya pasti tentu macet,maksudnya alat perlengkapan bengkel mampu
menunjang dunia perbengkelan buat selalu bekerja tanpa khawatir akan kelambatan
kinerjanya, meski difokuskan pada produk barang namun bisa bekerjasama dalam
menciptakan sesuatu perkara baru dalam penggunaan alat bengkel, Semisal produksi alat
peraga mobil itu sangat bermanfaat untuk kita dan di dunia pendidikan pun membutuhkan itu.
berikut ini adalah berbagai jenis perlatan dan perlengkapan dibengkel.
a. Handtools (Perkakas Tangan)
Pada dasarnya perkakas dapat dibagi menjadi dua macam berdasarkan jenisnya, yaitu hand
tools atau perkakas tangan dan juga power tools atau perkakas mesin. Sesuai namanya,
hand tools atau perkakas tangan adalah berbagai macam perkakas yang penggunaannya
tidak memakai mesin atau listrik dan mengandalkan tenaga manusia saja. Dengan
demikian cukup mudah untuk membedakan dan mengelompokkan perkakas apakah
termasuk dalam perkakas tangan ataupun ke dalam perkakas mesin.
Fungsi Handtools (Perkakas Tangan)
Hand Tools atau perkakas tangan memiliki banyak fungsi dan kegunaan. Misalnya saja
untuk memperbaiki kendaraan, untuk memperbaiki perabot rumah tangga yang rusak,
untuk memasang baut atau sekrup, dan masih banyak lagi, Oleh karenanya, hand tools
banyak digunakan juga untuk keperluan industri seperti industri perbengkelan,
permebelan, konstruksi, dan masih banyak lagi. Namun perlu diketahui, hand tools sendiri
terdiri dari berbagai macam jenis. Masing – masing jenis hand tools memiliki fungsi dan
kegunaannya masing – masing.
1. Kunci-kunci (spanner / wrench)
Kunci-kunci (spanner / wrench) adalah alat kerja mekanik yang terbuat dari bahan besi
baja yang sudah dikeraskan serta dilapisi lapisan chrome (Cr) atau nikel (Ni) agar tidak
mudah aus dan rusak. Fungsi kunci-kunci ini digunakan untuk memutar
(mengencangkan dan melepas) baut atau mur.
Pada bengkel otomotif terdapat beragam jenis kunci yang umum dan banyak dipakai
oleh para mekanik. Berikut jenis-jenis kunci yang umum dipakai di bengkel:
 Kunci pas/open end wrench
 Kunci ring/box wrench Kunci T & Y
 Kunci shock/Handle shock
 Kunci busi/spark plug wrench
 Kunci Inggris/adjustable wrench
 Kunci L/allen wrench
 Kunci roda/wheel nuts and bolts wrench
 Kunci momen/Torque Wrench
Cara Menggunakan Kunci Pas
Kunci pas adalah sebuah kunci dengan bentuk segienam (tidak penuh) yang pas atau
sesuai dengan ukuran kepala baut. Kunci ini banyak digunakan untuk melepas baut
atau mur yang memiliki sela yang cukup sempit. Fungsi kunci pas adalah untuk
mengencangkan dan melepas baut atau mur yang tidak terlalu besar momen dalam
penggunaannya, atau dalam hal ini untuk melepas baut dan mur yang sebelumnya telah
dilonggarkan dengan alat lain (seperti kunci ring atau kunci shock) Kunci pas biasanya
terbuat dari paduan logam kromium vanadium (chrome-vanadium) yang sering kita
bisa baca pada pungung kunci pas, dan kedua ujung kunci pas membentuk pegangan
dengan sudut sekitar 15 derajat.

b. KUNCI RING ATAU BOX WRENCH


Kunci ring adalah sebuah kunci yang memiliki bentuk segi 12 yang melingkari kepala
baut. Kunci ini memiliki bentuk segi yang lebih banyak sehingga bisa digunakan pada
sudut yang lebih leluasa. Kunci ring memiliki fungsi yang sama dengan kunci pass yaitu
untuk melepas dan mengencangkan baut atau mur. Kunci ring dapat digunakan untuk
mengendorkan atau mengencangkan baut mur pada posisi yang menjorok kedalam. Hal ini
dikarenakan bentuk gagang kunci ring yang offset. Selain itu kunci ring memiliki
keamanan yang lebih baik karena seluruh sisi baut mur mendapat permukaan ujung kunci
ring.

Cara Menggunakan Kunci Ring


Tentukan ukuran Mur atau baut yang akan dikencangkan atau dikendurkan. Kemudian
pilih ukuran kunci Ring yang sesuai dengan Mur atau baut tersebut. Pasang kunci ring
pada Mur atau baut. Pastikan posisinya tegak lurus agar tidak meleset. Putar kunci ke
arah yang dibutuhkan. Misal diputar ke kanan untuk mengencangkan dan diputar ke kiri
untuk mengendurkan. Arah putaran ini ditentukan dari jenis ulir yang ada pada mur dan
baut.
c. Kunci pas – ring
Dapat digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur terutama pada
bagian-bagian yang tidak terjangkau oleh kunci socket. Kunci pas-ring cukup praktis,
karena bagian ring, dapat untuk mengencangkan/mengendorkan sedangkan bagian pasnya
bisa untuk melepas dengan cepat. Hati-hati mengencangkan baut/mur ukuran kecil,
karena dapat menyebabkan baut patah.

d. KUNCI T & Y
Kunci T merupakan alat yang memiliki fungsi untuk membuka dan memasang baut atau
mur pada area yang sempit dan jauh dari permukaan. Kunci T ini sering dipakai pada
bengkel sepeda motor dan mobil. Namun, kunci T yang digunakan untuk mobil berbeda
dengan sepeda motor. Dimana kunci T yang digunakan pada mobil memiliki penampang
yang dapat diputar dan disambung menjadi lebih panjang. Kontrkuksi kunci Y ini
memiliki cabang tiga mirip seperti huruf Y. Dan pada setiap ujungnya memiliki ukuran
lubang sock yang berbeda-beda. Misalnya 8 mm, 10 mm, dan 12 mm. Namun, kunci Y ini
hanya digunakan untuk membuka atau memasang baut dan mur yang letaknya di
permukaan atau di dalam lubang yang dangkal. Karena gagangnya pendek, tidak sepert
kunci T yang memiliki gagang panjang dan dapt disambung.

e. Kunci shock & Handle shock


Kunci Soket (Socket Wrench) adalah salah satu jenis hand tools yang berbentuk tabung
atau silindris yang mempunyai dudukan berbentuk segi empat dan ujung lain berbentuk
hexagonal yang berfungsi untuk mengendorkan dan mengencangkan baut atau mur dengan
momen kekencangan tertentu. Kunci shock dapat menjangkau berbagai tempat yang tidak
dapat dijangkau oleh kunci biasa dikarenakan gagang dapat diganti sesuai dengan
kebutuhan seperti gagang L, rachet, speed, dan sliding handle.

KELENGKAPAN SHOCK DAN CARA PENGGUNAAN


 ADAPTOR (PENYESUAI)
Fungsi adaptor adalah sebagai penghubung socket untuk mengubah ukuran penggerak segi
empat shock. Adaptor untuk kunci socket terdiri dari dua macam yaitu, adaptor besar ke
kecil dan adaptor kecil ke besar.
Pilihlah adaptor sesuai dengan kondisi yang ada. Momen yang terlalu besar memberikan
beban pada sok itu sendiri atau pada baut kecil. Momen harus diberikan sesuai dengan
batas pengencangan yang ditentukan.

 UNIVERSAL JOINT (FLEXIBLE JOINT)


Universal joint adalah penggerak segi empat sok (socket square drive) yang dapat
digerakkan bolak-balik, atau ke kanan dan kiri, dan sudut pegangan yang berhubungan
dengan kunci sok dapat diganti dengan bebas, sehingga membuat alat ini menjadi berguna
untuk penggunaan di tempat terbatas.
yang harus anda perhatikan jika menggunakan universal joint
1. Jangan memberikan momen dengan pegangan dimiringkan ke sudut yang besar.
2. Jangan menggunakan untuk alat udara (air tool). Persambungan dapat menjadi
terlepas, sehingga tidak dapat menyerap ayunan putaran, dan menyebabkan kerusakan
pada alat, part atau kendaraan.

 BATANG SAMBUNGAN (SOCKET EXTENSIONBAR)


Alat ini digunakan bersama dengan ratchet atau Alat yang sama untuk menjangkau mur
atau baut yang tidak terjangkau oleh spanner. Pastikan extension sejajar dengan headnut
atau headbolt dan socket terpasang dengan aman serta tidak berada dalam posisi miring
pada suatu sudut. Jika tidak maka extension dapat tergelincir sehingga menimbulkan
kerusakan pada tool atau kemungkinan cidera. Berhati-hatilah ketika bekerja di dalam
tempat yang tertutup di sekitar sambungan listrik misalnya pada starter atau battery.
kegunaan sambungan ini yaitu:
1. Dapat digunakan untuk melepas dan mengganti baut/mur yang diletakkan terlalu
dalam untuk dicapai.
2. Batang Persambungan dapat juga digunakan untuk menaikkan alat dari permukaan
datar untuk mempermudah jalan masuk.

 HANDLE (TUAS PEMUTAR)


Kelengkapan kunci socket yang ketiga adalah Handle (tuas pemutar). Handle (tuas
pemutar) merupakan kelengkapan kunci socket yang digunakan sebagai tangkai socket.
Fungsi tuas pemutar (handle) ini adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses
memutar saat pelepasan atau pemasangan baut untuk pertama kalinya. Secara umum
terdapat 5 model tuas pemutar (handle) yaitu :
1. Sliding handle : Handle yang bagian socketnya bisa digeser secara bebas di seluruh
posisi batang handle sehingga memungkinkan untuk digunakan pada posisi yang
menyiku.
2. L handle : Handle berbentuk L yang digunakan saat kita membutuhkan momen
pengencangan yang sangat besar.
3. T handle : Handle berbentuk T yang digunakan untuk memutar baut mempercepat
proses saat melepas mengencangkan baut tersebut.

 HANDLE RATCHET
Ratchet adalah kelengkapan kunci sock yang digunakan dalam melepas atau memasang
baut atau mur yang sudah dalam keadaan longgar tanpa harus melepaskan kunci sock dari
kepala baut atau mur. Mekanisme dari ratchet adalah menggunakan prisip roda gigi
searah.
1. Pengendoran
2. Pengencangan
Kunci sok dapat dikunci dengan sudut balik kecil, sehingga memungkinkan pengerjaan di
tempat terbatas.

f. Kunci busi atau spark plug wrench


Alat ini dipasang dengan sisipan karet yang tidak hanya mencegah porselin pada busi agar
tidak pecah, melainkan juga menahan busi untuk memudahkan pelepasan dan
pemasangan. Alat ini dibuat dengan bermacam-macam ukuran agar cocok dengan semua
busi. Kunci busi dibuat dengan ukuran standar mengikuti ukuran busi yang ada. Ukuran
standar tersebut yaitu : 10; 14 dan 18 mm.

g. Kunci Inggris/Shifing Spanner/adjustable wrench


Fungsi kunci inggris adalah untuk melepas dan mengencangkan baut/mur ketika ukuran
kunci pass atau ring tidak ada yang sesuai. Kunci inggris ini dapat kita gunakan ketika
tidak ada kunci yang sesuai dengan kita butuhan. Oleh karena itu kita dapat menggunakan
kunci inggris atau adjustable spanner ini. Kunci inggris atau adjustable spanner terbagi
menjadi beberapa bagian utama. Bagian-bagian kunci ingris yaitu:

h. Kunci L atau allen wrench


Kunci L memiliki julukan lain yaitu kunci Allen atau kunci heksagonal. Kunci L ini
adalah jenis kunci yang digunakan untuk menyetel atau mengubah pengaturan pada
peralatan atau mesin.

i. Kunci roda atau wheel nuts and bolts wrench


Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang kembali pelak(lug) ataun mur (nut)
pada roda. Alat ini biasanya mempunyai 3 atau 4 ujung socket dengan ukuran yang
berbeda-beda. Hal ini membuat sebuah wheel brace cocok untuk berbagai penggunaan
pada kendaraan. Kunci roda harus digunakan untuk melepaskan mur roda saat melepaskan
atau memasang roda. Kunci roda mempunyai soket-soket yang terpasang pada ujung-
ujung lengan yang cocok untuk hampir semua kendaraan

j. Kunci momen atau Torque Wrench


Torque Wrench dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai kunci torsi atau kunci momen.
Kunci torsi adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengencangkan baut pada
kekencangan atau tension/tegangan yang presisi. Kekencangan baut yang terpasang
diiukur dalam satuan Newton meter (N.m) atau Kilogram meter (Kg.m) atau Foot pound
([Link]). Dengan menggunakan kunci torsi, kita bisa mengencangkan baut dengan
kekencangan yang kita mau dan kita perlu, tidak lebih dan tidak kurang.
Adjustable
torque
wrench -

Kunci Torsi Model Dial

Electronic or
digital torque
wrench –
Kunci Torsi

Beam Kunci Torsi khusus sepeda


torque
wrench –
Kunci Momen
Baterai
Preset
torque
wrench –
Kunci Kunci Momen

[Link] Screwdriver
Obeng adalah alat yang digunakan untuk mengencangkan dan melepaskan berbagai macam
jenis sekrup. Karena ini adalah alat yang sangat sederhana, banyak orang menggunakannya
tanpa memperhatikan cara penggunaan yang benar. Jika Anda mengetahui dengan baik cara
menggunakan obeng dengan benar, bukan hanya akan meningkatkan hasil kerja, akan tetapi
juga akan membuat alat ini bertahan lama.
Berdasarkan jenisnya, obeng bisa kita bagi menjadi 12 jenis yang tentu saja memiliki
kegunaan masing-masing. Jenisnya cukup beragam karena dibuat dengan bahan material
yang berbeda tergantung tujuan penggunaan obeng. Ada yang khusus digunakan dalam
otomotif, aksesori kecil, bahkan kelistrikan. Berikut ini adalah 12 jenis obeng dan sekilas
penjelasan mengenai fungsinya.
a. Obeng plus
Memiliki mata obeng berbentuk plus atau tanda tambah,
obeng ini berfungsi untuk mengencangkan dan
mengendurkan sekrup yang memiliki bentuk plus.
b. Obeng Minus
Memiliki mata obeng yang pipih atau berbentuk tanda
kurang, obeng ini berfungsi untuk mengencangkan dan
mengendurkan sekrup dengan bentuk tanda kurang.
c. Obeng Ketok
Obeng ketok terbuat dari bahan logam yang kuat ketika
akan diketuk. Obeng satu ini khusus untuk
mengencangkan dan mengendurkan sekrup dengan
maksimal. Biasanya sering digunakan di bengkel untuk
mengencangkan dan mengendurkan sekrup mesin-
mesin.
d. Obeng fleksibel
Bentuk batangnya yang fleksibel berfungsi menjangkau
sekrup yang berada di posisi yang sulit terjangkau oleh
obeng lurus biasanya. Mata obeng di setiap ujungnya
berbeda yaitu minus dan plus.
e. Obeng Shock
Memiliki bentuk mata obeng yang unik yaitu bulat atau
persegi, obeng ini digunakan untuk mengencangkan dan
mengendurkan sekrup yang akan dilepas atau dipasang
dengan kuat. Hanya saja tidak sekuat obeng ketok.

Penggunaan Pemeliharaan / Perawatan Peralatan


a. Penggunaan:
 Pilih obeng yang sesuai dengan ukuran sekrup
 Tahan mata obeng dengan satu tahan dan arahkan ujungnya ke celah dengan
tangan lainnya.
 Posisi obeng tegak lurus dengan sekrup bersihkan setiap debu yang mungkin
terdapat pada lubang alur kepala sekrup
b. Pemeliharaan dan perawatan
 Kebersihan obeng harus selalu dijaga dengan membersihkannya menggunakan lap
 Jangan gunakan obeng yang ujungnya patah atau rusak
 Simpan obeng di lemari, kotak alat atau gantungan dinding
 Gunakan obeng dengan mata obeng yang ukurannya sesuai dengan celah sekrup
 Jangan gunakan obeng yang gagangnya licin atau mata obeng tumpul

3. Palu (Hammer)
Palu (hammer) adalah alat tangan yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan pada saat
memukul, biasanya palu digunakan di bengkel otomotif saat melepaskan komponen
engine/mesin, melepas bearing /bantalan, melepas sambungan poros dan lain sebagainya.
Jenis palu yang biasanya digunakan di bengkel otomotif antara lain:
a. Palu Konde (Ball Pen Hammer) Palu ini di salah
satu ujung kepala mempunyai bentuk seperti
setengah bola, fungsinya untuk membentuk benda
kerja, membulatkan paku keling/rivet. Di ujung
yang lain berbentuk untuk rata pukulan benda kerja
yang rata.
b. Palu Kuningan (Brass Hammer) Palu digunakan
kuningan untuk pemukulan benda kerja dengan
kekuatan sedang, dengan bahan kuningan palu
diharapkan benda kerja tidak rusak pada saat
dipukul.
c. Palu Plastik (Plastic Hammer) Palu plastik
digunakan pada benda kerja dengan pemukulan
ringan pada benda kerja yang tidak terlalu keras
sehingga aman untuk digunakan.

4. Tang atau Pliers


Tang adalah salah satu alat perkakas yang sering digunakanpada bidang otomotif. Orang orang
menggunakan alat ini untuk menahan, memotong, melepas, dan memasang bahan kerja. Maka
tak heran jika alat yang satu ini banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti reparasi,
otomotif, kelistrikan, dan lain sebagainya.
a. Tang Kombinasi (Linesman Plier)
Tang kombinasi atau yang dikenal dengan
combination pliers merupakan salah satu jenis tang
yang memiliki beberapa fungsi. Tang kombinasi ini
merupakan jenis tang yang banyak dijumpai pada
dunia teknik. Berikut merupakan fungsi tang
kombinasi yaitu menggenggam, menjepit, dan
mencekeram benda kerja baik yang berbentuk
batang, maupun pipa serta memotong benda kerja
yang lunak seperti kabel, kawat, dan lain
sebagainya.
b. Tang Lancip (Long Nose Plier)
Tang lancip atau yang dikenal dengan long nose
pliers merupakan salah satu jenis tang yang
memiliki fungsi untuk menjepit atau mencengkeram
benda benda kerja yang kecil atau ruangan yang
sempit. Bentuk ujung dari tang lancip yaitu panjang
dan lancip pada bagian ujungnya. Selain itu
biasanya tang lancip ditambahkan pemotong untuk
memotong benda kerja yang lunak.
c. Tang Potong (Side Cutting Pliers )
Tang potong atau side cutting pliers merupakan
salah satu jenis tang yang memiliki fungsi untuk
memotong benda kerja yang lunak seperti kabel,
kawat, dan lain sebagainya. Tang potong juga
sering digunakan pada dunia teknik. Pada bagian
ujung tang berbentuk kecil dengan ujung yang
runcing serta bagian sisi yang tajam. Bagian sisi
yang tajam ini yang digunakan untuk memotong
berbagai benda kerja
d. Tang Buaya (Locking Grip Pliers)
Tang buaya atau Locking Grip Pliers adalah salah
satu jenis tang yang memiliki fungsi untuk menahan
benda kerja dengan kuat agar tidak bergeser ketika
melakukan sesuatu pekerjaan seperti pengelasan
dan lain sebagainya. Tang buaya atau yang dikenal
dengan locking pliers mempunyai ujung seperti
buaya. Cara penggunaannya sebenarnya sangat
mudah. Untuk mengatur pembukaan dapat memutar
baut penyetel yang ada pada bagian belakang
gagang tang. Setelah itu tekan kedua gagang sampai
bagian ujung mengunci pada benda kerja. Untuk
melepas tinggal menekan tuas pembebas yang ada
pada gagang tang
e. Tang Rivet
Tang rivet atau rivet pliers merupakan salah satu
jenis tang yang memiliki fungsi untuk memasang
paku keling atau rivet ke benda kerja. Paku keling
merupakan salah satu jenis paku yang banyak
digunakan pada mesin seperti sepatu rem, kampas
kopling, dan lain sebagainya. Namun dalam
pemasangannya membutuhkan alat khusus yaitu
tang rivet. Cara penggunaanya hanya perlu ditekan
pada bagian gagang tang, maka batang paku akan
terpotong dan keling akan terpasang pada benda
kerja
 Penggunaan
1. Pilih tang sesuai jenis dan kegunaan atau fungsinya
2. Pegang tang dengan kuat dan mantap. Pastikan gagang tang tidak kotor atau licin karena
bisa menimbulkan slip dan mengakibatkan cedera pada tangan kita
3. Gerakkan bagian gagang tang dengan cara menekannya seperti saat menggunakan
gunting untuk memotong kabel/kawat, menjepit kabel/kawat dan mengencangkan atau
mengendurkan baut
4. Jangan gunakan tang jika gagangnya rusak, kendur, patah atau kotor dengan oli atau
minyak
5. Jangan gunakan tang jika rahang atau celah antar rahangnya rusak, berkarat atau macet.
 Pemeliharaan / Perawatan :
1. Jaga kebersihan tang, bersihkan kotoran, oli, atau minyak pada pegangan atau rahang
menggunakan lap
2. Ganti tang jika gagangnya patah atau rahang berkarat atau rusak
3. Simpan di kotak peralatan, lemari, atau gantungan dinding

[Link]
Gergaji jenis ini Biasanya, digunakan untuk memotong benda berbahan logam seperti besi.
Disebut gergaji besi karena biasanya benda berbahan logam disebut besi. Selain logam, gergaji
ini juga bisa digunakan untuk memotong bahan lain seperti pvc dan juga kayu. Bobot yang
ringan juga jadi kelebihan dari gergaji ini. untuk kekurangnya Jika mata gergaji tumpul, Anda
harus menggantinya dengan yang baru.

6. Dongkrak
Dongkrak adalah salah satu workshop equipment yang sering digunakan dalam dunia
otomotif dalam proses perawatan dan service kendaraan. Dongkrak merupakan alat yang
digunakan untuk mengangkat sebagian kendaraan agar posisinya lebih tinggi dari lantai
untuk mempermudah proses perbaikan dan perawatan kendaraan. Proses mendongkrak
lebih dikenal dengan istilah jacking. Dalam penggunaan dalam dunia otomotif terdapat
beberapa jenis dongkrak. Setiap jenis dongkrak memiliki prinsip kerja yang sedikit
berbeda. Oleh karena itu perlu dipelajari mengenai jenis dongkrak yang akan dibahas lebih
lengkap berikut ini.
a. Dongkrak Gunting (Scissor Jack)
Dongkrak gunting merupakan salah satu jenis dongkrak mekanis. Dongkrak gunting
memiliki bentuk mirip seperti gunting. Cara penggunaan dongkrak ini sangat
sederhana yaitu dengan cara memutar poros ulir yang berada di tengah-tengah
dongkrak searah jarum jam untuk mengangkat kendaraan, sedangkan untuk
menurunkan kendaraan dengan cara memutar ulir berlawanan arah jarum jam,
selayaknya ketika kita mengencangkan atau mengendorkan mur dan baut Kelebihan
dongkrak ini adalah dengan ukurannya yang kecil, dongkrak ini tidak memakan tempat
yang banyak serta perawatan dongkrak ini cukup mudah (hanya cukup melumasi
ulirnya dengan oli secara rutin). Sedangkan kekurangannya yaitu untuk
mengoperasikan dongkrak ini membutuhkan tenaga yang lebih besar dari pada
dongkrak jenis lainnya.

b. Dongkrak Botol (Bottle Jack)


Dongkrak botol merupakan salah satu Jenis dongkrak hidrolik. Dongkrak botol
memiliki bentuk yang mirip dengan botol sehingga sering disebut dengan dongkrak
[Link] kapasitas pengangkatan beban dongkrak jenis ini, antara lain mulai dari
kapasitas 2 ton, 5 ton, 15 ton, 27 ton dan bahkan sampai dengan 100 ton dan sesuaikan
kendaraan atau beban yang di angkat. Kelebihan dongkrak ini yaitu untuk
pengoperasiannya membutuhkan tenaga yang lebih ringan dari pada dongkrak jenis
gunting. Sedangkan Kekurangannya yaitu memiliki harga yang lebih mahal dari pada
dongkrak jenis gunting serta jika terjadi kebocoran minyak hidrolik karena kerusakan
sealnya maka akan menyebabkan penurunan gaya angkat dongkrak tersebut.

c. Dongkrak Buaya (Trolley Jack)


Dongkrak buaya termasuk kedalam jenis dongkrak hidrolik, dan memiliki bentuk
seperti mulut buaya ketika dongkrak ini dioperasikan sehingga dikenal dengan nama
dongkrak buaya. Kapasitas pengangkatan dongkrak ini mulai dari 1,5 ton, 2 ton, 2,5
ton, 3 ton, 5 ton, 10 ton dan 20 ton. Kelebihan dongkrak ini yaitu dapat digunakan di
berbagai medan, misalnya di tempat miring atau pada tempat yang tidak rata,
sedangkan kelemahannya yaitu hargan dongkrak ini yang relatif lebih mahal
dibandingkan dengan dongkrak botol dengan kapasitas pengangkatan yang sama serta
dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan jenis dongkrak yang lain dan banyak
memakan tempat ketika diletakkan di mobil.

7. Jack Stand
Jack stand atau yang lebih dikenal dengan nama rigid rack merupakan salah satu peralatan
penting pada workshop otomotif. Fungsi jack stand adalah untuk menopang beban
kendaraan setelah proses mendongkrak dilakukan agar kendaraan tetap kokoh dan stabil
selama proses perbaikan. Tujuannya adalah agar kedudukan dan posisi kendaraan tetap
stabil dan kokoh selama perbaikan dilakukan. Jenis-jenis jack stand antara lain

 Penggunaan :
1. Saat akan menggunakan jack stand, hal pertama yang harus dilakukan adalah
mencabut atau melepas pin pengunci agar rahang bisa kita naik atau turunkan sesuai
kebutuhan.
2. Setelah pengunci sudah dilepas, kemudian sesuaikan ketinggian rahang jack stand
sesuai dengan yang kamu perlukan.
3. Ketika posisi rahang jack stand telah diposisikan sesuai kebutuhan dengan benar,
kemudian masukkan pengunci pada lubang.
4. Letakkan jack stand di bagian sasis mobil yang memiliki tekstur keras seperti ban.
5. Bila posisi sudah dipastikan tepat dan sesuai, selanjutnya turunkan dongkrak dengan
perlahan.
 Keamanan :
1. Tempatkan mobil dan jack stand pada lantai yang datar, keras, dan kuat untuk
menopang bobot mobil.
2. Gunakan jack stand yang kemampuan menahan beratnya lebih besar dari berat
kendaraan.
3. Pilih bagian pada rangka kendaraan yang paling kuat sebelum meletakkan jack stand
sebagai penopang.
4. Pasang ganjal pada ban di sisi yang berlawanan dari posisi jack stand dipasang untuk
menghindari mobil bergerak dengan sendirinya.
 Pemeliharaan / Perawatan :
1. Rutin dan Berkala Melumasi Poros Pada Jack Stand
2. Menjaga Kebersihan dari Jack Stand dengan Benar
3. Selalu Menggunakan Jack Stand dengan Batas Normal
4. Menempatkan Jack Stand Pada Tempat Seharusnya

8. Sekrap Tangan
Sekrap tangan bentuknya bermacam-macam sesuai dengan fungsi dan penggunaannya.
Pengerjaan penyekrapan adalah menghilangkan noda-noda/tanda-tanda pada permukaan
benda kerja untuk menghasilkan permukaan yang licin dan rata sehingga mencapai ukuran
yang tepat. Pada bengkel otomotif terdapat beragam jenis sekrap yang umum dan banyak
dipakai oleh para mekanik. Pelat sekrap mempunyai bentuk mata pemotong yang rata.
Berikut jenis-jenis sekrap tangan yang umum dipakai di bengkel
1. Pelat sekrap mata pemotong bulat
2. Sekrap keruk
3. Sekrap setengah bundar
4. Pelat Sekrap mata pemotong berbentuk segitiga.

9. Ragum atau vise


Ragum atau penjepit dalam sebuah alat bantu yang banyak dipasang pada mesin yang
berfungsi dalam menjepit bagian benda kerja untuk dilakukan pengikiran, pemotongan,
dan lain sebagainya. Tentu saja dengan adanya bagian tersebut, hasil yang akan didapat
selama prosesnya akan menjadi lebih rapi seperti yang diinginkan. Selain itu, di berbagai
dunia industri terdapat jenis ragum dan fungsinya yang sangat berbeda. Berikut adalah
jenis-jenis Ragum yang sering digunakan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ragum pengerjaan logam
(metalworking vices) Ragum pengerjaan kayu (woodworking vices) Ragum tangan (hand
held vices) Ragum mesin biasa Ragum putar 1 aksis Ragum putar 2 aksis Ragum putar 3
aksis

1. Rahang Tetap

2. Rahang Geser

3. Slide

4. Handle

5. Screw

6. Base

7. Body/Badan

10. Snei dan Tap (Dies and Tap)


Alat ini digunakan untuk pembuatan ulir luar dan ulir dalam, alat untuk pembuatan ulir
dalam disebut dengan Tread Tap sedangkan alat untuk pembuatan ulir luar disebut Tread
Die.

11. Kikir
Alat ini berfungsi untuk mengikis benda kerja seperti mengikis permukaan yang kurang
rata, mengikis bagian lengkung, mengikis lubang benda kerja.

Anda mungkin juga menyukai