0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan26 halaman

Kegiatan Kokurikuler untuk Siswa SD

KOKURIKULER PROGRAM & RPP

Diunggah oleh

masmelda.utari7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan26 halaman

Kegiatan Kokurikuler untuk Siswa SD

KOKURIKULER PROGRAM & RPP

Diunggah oleh

masmelda.utari7
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Domain Alokasi

Mata
Nama Deskripsi Proses Pembelajaran Kompetensi waktu
NO. Pelajaran
Kegiatan Singkat Mendalam yang
Terkait (JP)
dikembangkan

1 “Cahaya Pembentukan • Pendidikan 1. Membangun • Keimanan dan 72


Dhuha: karakter siswa Agama Pemahaman ketakwaan
Memban yang religius, Islam terhadap
• Kelas 1- 6 (Dilaksanakan
gun berakhlak Tuhan Yang
• Bahasa saat sholat Dhuha pertama
Karakter mulia, serta Maha Esa
Indonesia di awal tahun pelajaran) :
Islami berprestasi.
Murid mempelajari secara • Komunikasi.
Melalui Melalalui • Pendidikan
mendalam tentang tata cara
Kebiasaa Pancasila • Kemandirian
kegiatan rutin sholat Dhuha, keutamaan,
n Mulia”
pembiasaan dan manfaatnya.
ibadah sholat
• Murid memahami makna
Dhuha
dan kandungan ayat-ayat Al-
berjamaah,
Quran yang dibaca saat
kultum, dan
tilawah.
tilawah bersama
• Murid mempelajari materi
kultum yang relevan dengan
kehidupan sehari-hari

7. Kreasi dan Aksi


Nyata:
• Siswa melaksanakan sholat
Dhuha berjamaah secara
rutin di sekolah setiap hari
Jumat.
• Kelas 4, 5, dan 6 menulis
dan menyampaikan kultum
sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan, siswa lain
menyimak dengan hikmat.
• Siswa membaca Al-Quran
bersama-sama dengan tartil
dan khusyuk
• Siswa mengamalkan nilai-
nilai agama dalam
kehidupan sehari-hari.

7. Refleksi

• Murid menuliskan
perubahan sikap atau
pelajaran yang mereka
dapat.
• Guru dan murid menyusun
r3encana tindak lanjut
bagaimana akhlak mulia
bisa dipraktikkan secara
konsisten setiap hari.

2 SEHATI Mengajak PJOK: 7. Membangun • Kewargaan 36


– Sehat, semua murid Senam dan Pemahaman dan
• Kolaborasi
Harmoni bergerak sehat gerak dasar. Diskusi bermakna
s, dan melalui senam • Kesehatan
IPA: Kelas I–III: Guru bercerita
Peduli pagi, makan
Mengenal dengan gambar/video tentang
Bumi ocial makanan
makanan manfaat olahraga, makan
Slogan: bergizi, dan
sehat dan sehat, dan lingkungan bersih.
“Sehat menjaga
pentingnya
Bersama, lingkungan Kelas IV–VI: Diskusi
kebersihan.
Sayang tetap bersih. kelompok kecil tentang
Teman, Kegiatan ini IPS: Kerja hubungan antara tubuh sehat,
Sayang membuat tubuh sama dan makanan bergizi, dan
Lingkung kuat, hati gotong lingkungan yang terjaga.
an” senang, dan royong di
lingkungan masyarakat. 7. Kreasi dan Aksi
terjaga. Nyata
Bahasa
Indonesia: • Senam Bersama:
Membuat Dilaksanakan setiap Selasa
slogan dan pagi di lapangan, dipandu
menyampaik guru PJOK atau siswa kelas
an pesan atas.
kampanye. • Sarapan Bersama: Setiap
Senirupa: siswa membawa bekal sehat
Membuat (buah, sayur, sumber
poster protein).
kampanye • Kampanye Peduli
lingkungan. Lingkungan Sehat:
• Kelas I–III: Membuat
gambar atau poster
sederhana.
• Kelas IV–VI: Membuat
slogan, poster, dan orasi
singkat.
• Pemeriksana Kesehatan dan
Imunisasi
• Bekerja sama dengan
Puskesmas Srengseng
Sawah dan Dokcil
7. Refleksi
• Murid menuliskan satu hal
yang akan mereka ubah dari
kebiasaan makan
sebelumnya.
• Guru dan murid membuat
kesepakatan “Komitmen
Sehat Mingguan” dan
menindaklanjuti hasil
pemeriksaan kesehatan anak
• Orang tua dilibatkan
melalui surat atau jurnal
siswa.

3 “Literasi Menumbuhkan • Bahasa 1. Menggali Makna dan • Penalaran 36


FunTastic minat baca dan Indonesia Pengalaman Siswa kritis
” kecintaan pada
• Seni Rupa • Guru memandu siswa • Kreativitas
literasi pada
memahami isi bacaan,
siswa dengan • Pendidikan • Komunikasi.
karakter, dan nilai moral.
cara yang Pancasila
menyenangkan • Pengenalan jenis karya
dan interaktif • PLBJ
sastra, unsur intrinsik dalam
dengan sebuah cerita & teknik
menggabungkan membaca kreatif.
berbagai
kegiatan kreatif 2. Kreasi dan Aksi Nyata
dan o Membaca Bersama (15
menyenangkan
menit di dalam kelas, setiap
seperti
hari Kamis secara massal)
membaca cerita,
bermain peran, o Murid membuat karya
membuat kreatif :
cerpen, cergam,,
dan aktivitas • Membuat dan
lainnya yang mendeklamasikan puisi
berfokus pada • Drama mini dari cerita
pengembangan buatan sendiri
keterampilan
literasi dasar. • Mendongeng dari cerita
buatan sendiri
• Menari tarian daerah
• Menyanyi lagu daerah
atau nasional
• Membuat cerpen dan
cergam
• Kegiatan dilaksanakan
setiap hari Kamis
• Pojok Literasi Ajaib
(Menata pojok baca dengan
dekorasi menarik,
menyediakan buku-buku
beragam)
• Jelajah Literasi: ( murid
mengunjungi perpustakaan
sesuai jadwal, menjelajahi
museum, atau menggunakan
media digital untuk mencari
informasi)
• Membuat laporan kunjungan
perpustakaan atau review
buku

7. Refleksi
• Guru mengajak murid
mengungkapkan perasaan
setelah menampilkan hasil
karyanya serta mengkaitkan
dalam kehidupan sehari-hari

4 “Pelangi Warna-warni • PAI 7. Membangun 36


Budaya” seni dan budaya Pemahaman • Kewargaan
• Bahasa (Eksplorasi dan • Kreativitas
Indonesia hadir
Indonesia Pengenalan Budaya) • Kolaborasi
dalam tarian
tradisional serta • Pendidikan Mengenalkan anak pada
kriya ramah kekayaan budaya Indonesia
Pancasila
lingkungan dari melalui pendekatan
menyenangkan dan interaktif
barang bekas
melalui:
Program ini
Cerita Budaya Nusantara:
mengajarkan Guru membacakan cerita
anak-anak rakyat atau legenda dari
mengenal, berbagai daerah (misalnya
mencipta, dan Malin Kundang, Timun Mas,
mencintai dll).
budaya bangsa. Mengenal Tarian Daerah:
Anak-anak diperkenalkan
pada berbagai tarian
tradisional (gerakan dasar,
asal daerah, dan maknanya).
Seni dan Lingkungan:
Diskusi ringan tentang barang
bekas — dari mana asalnya,
dan mengapa penting
mendaur ulang.
Menonton dan Mengamati:
Menonton video pendek
tentang tarian dan kriya dari
daerah-daerah Indonesia.
7. Kreasi dan Aksi
Nyata (Praktik dan
Penciptaan Karya)
Mendorong anak berkreasi,
mengekspresikan diri, dan
menerapkan pemahaman
budaya serta kepedulian
lingkungan.
Belajar Menari Bersama:
Anak-anak mempelajari
gerakan sederhana dari tarian
tradisional pilihan (misalnya
Tari Piring, Saman Mini, dll).
Kriya dari Barang Bekas:
Anak membuat kerajinan
tangan dari bahan daur ulang
(contoh: topeng dari kardus
bekas, alat musik dari botol
plastik, hiasan khas daerah
dari kertas/kain perca).
Pentas Mini Pelangi
Budaya:
Anak menampilkan tarian dan
memamerkan hasil kriyanya
dalam event sebelum
pembagian rapot
7. Refleksi
(Pemaknaan dan
Ekspresi Diri)
Mengajak anak menyadari
makna dari kegiatan yang
telah dilakukan serta
menanamkan nilai-nilai
budaya dan keberlanjutan.
Cerita Pengalaman:
Anak diajak menceritakan
bagian yang paling disukai
dari proses belajar.
Jurnal Gambar atau Cerita
Mini:
Anak membuat gambar atau
menulis cerita pendek tentang
pengalaman menari, membuat
kriya, atau budaya yang
paling berkesan.
Kegiatan “Apa Aku Pelajari?”
Anak menyebutkan 1-2 hal
baru yang dipelajari tentang
budaya dan cara menjaga
lingkungan.
5 “Senyum Mengumpulkan • PAI 1. Menggali Makna dan • Keimanan 36
Mijel: sedekah mijel • Bahasa Pengalaman Siswa dan
Sedekah secara rutin Indonesia • Memberikan ketakwaan
untuk untuk • Pendidika pemahaman tentang terhadap
Bumi dan membantu yang n bahaya mijel bagi Tuhan Yang
Sesama” membutuhkan Pancasila lingkungan bila dibuang Maha Esa
dan mencegah sembarangan • Kewargaan
pencemaran • Diskusi makna sedekah • Kesehatan
lingkungan dan manfaat ocial.
lingkungan 2. Kreasi dan Aksi Nyata
• Mengumpulkan
sedekah mijel dari
murid
• Menyalurkan bantuan
kepada yang
membutuhkan
 Bekerjasama dengan
Rumah Sosial Kutub
7. Refleksi
Murid menulis pengalaman
dan nilai yang dipetik.
6 7 pembentukan PAI 1. Menggali Makna dan • Keimanan 36
Kebiasa karakter murid Pendidikan Pengalaman Siswa dan
an Anak melalui Pancasila  Pendidik mengajak ketakwaan
Indonesi pembangunan PJOK murid terhadap
IPAS mendiskusikan Tuhan Yang
a Hebat pembiasaan
kegiatan 7 Maha Esa
positif yang
• Kewargaan
dilakukan Kebiasaan Anak
• Kesehatan
secara rutin, Indonesia Hebat •
konsisten, dan 2. Kreasi dan Aksi Nyata:
terencana. Murid melaksanakan 7
Ketujuh Kebiasaan Anak Indonesia
kebiasaan Sehat yang meliputi :
tersebut 1) Bangun pagi;
meliputi: 1) 2) Beribadah;
Bangun pagi; 3) Berolahraga;
2) Beribadah; 4) Makan sehat dan
3) bergizi; 5) Gemar
Berolahraga; belajar;
4) Makan 6) Bermasyarakat, dan
sehat dan 7) Tidur Cepat.
bergizi; 5)
Gemar belajar; Murid mengisi jurnal
6) 7KAIH
Bermasyarakat
3. Refleksi
, dan 7) Tidur
Guru dan Murid
Cepat.
mengevaluasi jurnal yang
diisi
7 Klub mengembangk Bahasa 1. Menggali Makna dan  Kreativitas 20
Indonesia
Mengara an kemampuan Senirupa Pengalaman Siswa 
ng menulis kreatif Pendidikan  Diskusi manfaat Kemandirian
siswa. Kegiata Pancasila menulis dan berbagi 
n ini biasanya cerita. Komunikasi
berfokus pada  Menjelaskan kaidah
berbagai jenis dasar menulis
tulisan seperti (struktur, bahasa,
cerita pendek, ide).
puisi, dan
karya  Membaca contoh
jurnalistik. Tuj karya tulis dari
uannya adalah berbagai sumber.
untuk
meningkatkan 2. Kreasi dan Aksi Nyata:
imajinasi,  Menentukan topik dan
kosakata, dan genre (cerita pendek, puisi,
kemampuan esai).
berpikir kritis  Menulis draft pertama.
siswa melalui  Peer review (saling
kegiatan memberikan masukan).
menulis yang  Revisi dan finalisasi
menyenangkan karya.
.  Menampilkan karya di
majalah dinding sekolah
atau pameran literasi.
3. Refleksi
 Siswa menuliskan
pengalaman dan pelajaran
yang dipetik.
 Diskusi kesulitan dan
solusi dalam proses
menulis.

1. Perencanaan kokurikuler Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat


Nama Satuan Pendidikan : SDN Srengseng Sawah 15
Kelas : II
Tema :Hidup Sehat
Alokasi Waktu : 48 jam
Lokasi Kegiatan : Lingkungan satuan Pendidikan dan lingkungan sekitar
A Dimensi Profil Lulusan
.
1. Kesehatan

2. Kemandirian

B Tujuan Pembelajaran
. 1. Menjelaskan manfaat olahra

2. Melakukan pembiasaan berolah raga

C Praktek Pedagogis
.
pembelajaran kontektual dan observasi di lapangan

d Lingkungan Pembelajaran

Penguatan karakter melalui kebiasaan berolahraga dengan mengedepankan


pendekatan yang memuliakan melalui pembiasaan yang dilakukan secara
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan pada ekosistem yang mendukung.
e Kemitraan Pembelajaran
.
1. Satuan pendidikan, kolaborasi antara Guru PJOK dan IPAS

2. Keluarga, menggiatkan anak untuk bergaya hidup aktif dan terbiasa berolahraga.

3. Masyarakat

a. pemilik pusat kebugaran, kunjungan ke pusat kebugaran

b. praktisi kesehatan, melakukan wawancara dengan atlet atau dokter

c. Organisasi sosial masyarakat dan aparat pemerintah, ikut menyosialisasikan dan


menggiatkan kegiatan berolahraga di lingkungan

f. Kegiatan

1. Pendidik mengajak murid mendiskusikan kegiatan olahraga murid dan frekuensi


yang dilakukan selama ini serta memberikan sumber belajar tentang pentingnya
berolahraga

2. Murid menginvestigasi manfaat dari berolahraga dan berbagai kegiatan olahraga


yang dianjurkan untuk rentang usianya dari berbagai sumber (guru tamu dari
dunia kesehatan/ atlet/ buku/ dsb)

3. Murid melakukan kunjungan ke pusat kebugaran atau tempat sejenis dimana


kebiasaan olahraga terjadi untuk melihat manfaat dari berolahraga teratur

4. Murid menunjukkan temuan pentingnya berolahraga dan ragam olahraga yang

direkomendasikan untuk dirinya


5. Penyusunan rencana kegiatan kokurikuler berupa kebiasaan berolahraga (murid
menyepakati kegiatan-kegiatan olahraga yang akan dilaksanakan dalam kurun
waktu tertentu)

6. Pembuatan buku jurnal kesehatan

7. Pembiasaan kegiatan berolahraga

a. Guru membangun kesepakatan dengan murid untuk melaksanakan Senam Anak


Indonesia Hebat (SAIH) dan kegiatan berolahraga lainnya, baik di satuan
pendidikan dandi rumah

b. Murid melaksanakan kegiatan berolahraga di satuan pendidikan dan


bekerjasama dengan orang tua untuk pelaksanaan di rumah

c. Murid mengisi jurnal [Link] berkala terkait manfaat dari


kebiasaan berolahraga

d. Murid membahas hasil evaluasi jurnal yang mereka isi tiap rentang waktu
tertentu yang disepakati.

e. Murid berdiskusi tentang manfaat berolahraga atau perbedaan yang dirasakan


setelah lebih rutin berolahraga dengan para narasumber-narasumber yang
berkompeten

G Asesmen Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal

Kebiasaan berolahraga
Nama murid Catatan guru
Belum terbiasa terbiasa
Sumatif : penilaian kinerja dengan instrument Rubik

Dimensi Aspek Sangat Baik Cukup Kurang


Profil Yang
baik
Lulusan Dinilai

Kesehata memaha mampu mampu mampu Hanya


n mi mampu
menjelaskan menjelask menjelask
manfaat an an menjelask
dengan baik
an
berolahr dengan dengan
manfaat dari
aga baik baik dengan
semua gerakan baik
bagi manfa manfaat
tubuh pada SAIH at dari dari manfaat
dari
sebagian sebagian
beberapa
besar gerakan
gerakan pada gerakan
pada
pada SAIH
SAIH SAIH

Kemandir berolahr mampu mampu mampu hanya


ian aga mampu
melaksanakan melaksana melaksana
menjadi kan kan melaksana
SAIH setiap
kan
kebiasaa SAIH, 2 SAIH, 2
hari, baik di
n kali kali SAIH, 2
rumah maupun kali
seminggu seminggu
di sekolah di di seminggu
di
sekolah sekolah
dan dan sekolah
beberapa satu hari
hari di

di rumah rumah

2. Perencanaan kokurikuler pembelajaran kolaboratif lintas disilin ilmu

Nama Satuan Pendidikan : SDN Srengseng Sawah 15


Nama Kegiatan : Cahaya Dhuha: Membangun Karakter Islami Melalui
Kebiasaan Mulia
Alokasi Waktu : 2 JP x 35 menit (Kegiatan rutin mingguan selama 1 tahun ajaran)
Kelas/Semester : I–VI / Ganjil & Genap
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) – Kolaboratif Lintas Disiplin
Pendekatan : Deep Learning
Lokasi Kegiatan : Lingkungan satuan Pendidikan dan lingkungan sekitar
A. Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa


2. Komunikasi.
3. Kemandirian
B. Tujuan Pembelajaran

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi


1. Menjelaskan tata cara, keutamaan, dan manfaat sholat Dhuha.
2. Melaksanakan sholat Dhuha berjamaah dengan tartib dan khusyuk.
3. Membaca Al-Quran dengan tartil dan memahami makna ayat yang dibaca.
4. Menyampaikan kultum singkat dengan bahasa yang santun dan isi yang
bermanfaat.
5. Menginternalisasi nilai-nilai akhlak mulia dan menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

c. Praktek Pedagogis

Pembelajaran berbasis proyek

d. Lingkungan Bel ajar

 Masjid/mushola sekolah yang nyaman dan kondusif.


 Media: Al-Quran, pengeras suara, papan jadwal kultum, alat tulis, dan buku
referensi islami.
 Suasana kolaboratif, saling menghargai, dan mendukung keterlibatan semua
siswa.
e. Kemitraan

Guru PAI, wali kelas, siswa senior (mentor kultum).

f. Pemanfaatan digital

Laptop, sound system

G Kegiatan Pembelajaran (2 JP / 70 menit)


Pendahuluan (10 menit)
 Guru memberi salam dan motivasi tentang pentingnya kebiasaan mulia di
pagi hari.
 Menyampaikan tujuan dan langkah kegiatan hari ini.
 Siswa melakukan persiapan: berwudhu, merapikan saf.
Kegiatan Inti – Deep Learning & PJBL (50 menit)
1. Eksplorasi Konsep (10 menit)
o Penjelasan singkat keutamaan sholat Dhuha & tilawah.
o Diskusi makna ayat yang akan dibaca.
o Brainstorming tema kultum hari ini (sesuai giliran siswa).
2. Aksi Nyata (25 menit)
o Sholat Dhuha berjamaah (10 menit).
o Tilawah bersama dengan tartil (5 menit).
o Penyampaian kultum oleh siswa (10 menit).
3. Kolaborasi dan Penguatan (15 menit)
o Siswa berdiskusi kelompok untuk merumuskan nilai moral dari ayat
& kultum.
o Guru memberi penguatan & klarifikasi konsep.
Penutup (10 menit)
 Refleksi individu: siswa menuliskan atau menyebutkan 1-2 hal yang akan
mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 Guru memberikan apresiasi dan mengingatkan kebiasaan baik di
rumah/sekolah.
Refleksi Siswa – Pertanyaan Panduan

1. Apa nilai yang kamu pelajari dari kegiatan ini?


2. Bagaimana kamu akan menerapkannya di rumah/sekolah?

h. Asesmen

Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal

Catatan guru
Keimanan dan
Nama murid ketakwaan Komunikasi.
Kemandirian
terhadap Tuhan
Yang Maha Esa

Sumatif: Penilaian kinerja dengan instrumen rubrik

Kompetensi: Keimanan & Ketakwaan


Skor Kriteria

4 Melaksanakan sholat dhuha dengan tertib, khusyuk, dan tepat bacaan.

3 Melaksanakan sholat dhuha dengan cukup khusyuk dan tepat bacaan.

2 Melaksanakan sholat dhuha kurang tertib atau kurang tepat bacaan.

1 Tidak melaksanakan sholat dhuha dengan baik.

Kompetensi: Komunikasi
Skor Kriteria

4 Menyampaikan kultum/tilawah dengan jelas, runtut, dan suara terdengar baik.

3 Menyampaikan kultum/tilawah dengan cukup jelas dan runtut.

2 Menyampaikan kultum/tilawah kurang jelas atau kurang runtut.


1 Tidak berani/tidak mau menyampaikan kultum/tilawah.

Kompetensi: Kemandirian
Skor Kriteria
4 Menyiapkan perlengkapan ibadah secara mandiri tanpa bantuan.
3 Menyiapkan perlengkapan ibadah dengan sedikit bantuan.
2 Menyiapkan perlengkapan ibadah dengan banyak bantuan.
1 Tidak menyiapkan perlengkapan ibadah sendiri.

Nama Satuan Pendidikan : SDN Srengseng Sawah 15


Nama Kegiatan : SEHATI – Sehat, Harmonis, dan Peduli Bumi
Alokasi Waktu : 1 JP x 35 menit (Kegiatan rutin mingguan selama 1 tahun
ajaran)
Kelas/Semester : I–VI / Ganjil & Genap
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) – Kolaboratif Lintas Disiplin
Pendekatan : Deep Learning
Lokasi Kegiatan : Lingkungan satuan Pendidikan dan lingkungan sekitar
A. Dimensi Profil Lulusan

1. Kewargaan
2. Kolaborasi
3. Kesehatan
B. Tujuan Pembelajaran

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi


1. Memahami pentingnya kesehatan tubuh, keharmonisan sosial, dan kepedulian
terhadap lingkungan.
2. Melaksanakan kegiatan fisik (senam), makan bersama yang sehat, dan aksi peduli
lingkungan secara kolaboratif.
3. Mengidentifikasi kebiasaan sehat yang bisa dilakukan di rumah dan sekolah.
4. Berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
sekolah..

c. Praktek Pedagogis

 Eksplorasi Konsep: Guru memfasilitasi pemahaman tentang manfaat senam,


sarapan sehat, dan lingkungan bersih.
 Kolaborasi: Siswa bekerja sama dalam senam bersama, sarapan sehat, dan aksi
kebersihan.
 Kreasi: Siswa membuat ide kampanye peduli lingkungan sederhana.
 Refleksi: Siswa menyampaikan pengalaman dan pelajaran yang diperoleh.

d. Lingkungan Bel ajar

 Halaman sekolah atau lapangan yang luas dan aman.


 Media: pengeras suara, musik senam, tempat sampah terpilah, poster/gambar
kampanye lingkungan.
 Suasana kebersamaan, antusias, dan positif.

e. Kemitraan
 Internal: Guru PJOK, guru kelas, OSIS/ekstrakurikuler kesehatan.
 Eksternal: Puskesmas setempat, komunitas pecinta lingkungan.
f. Pemanfaatan digital

Laptop, sound system, Video, music senam

G Kegiatan Pembelajaran (1 JP / 35 menit)


Pendahuluan (5 menit)
 Guru memberi salam dan motivasi singkat.
 Menyampaikan tujuan kegiatan hari ini.
 Pemanasan ringan.
Kegiatan Inti – Deep Learning & PJBL (25 menit)
1. Senam Bersama (10 menit)
o Dipandu guru PJOK dengan musik yang energik.
2. Sarapan Sehat Bersama (7 menit)
o Siswa duduk berkelompok, membagikan bekal sehat, dan saling
bercerita tentang isi bekal.
3. Kampanye Peduli Lingkungan (8 menit)
o Siswa membuat slogan singkat atau yel-yel menjaga kebersihan
sekolah.
o Aksi nyata: memungut sampah & memilah sesuai tempatnya.
Penutup (5 menit)
 Refleksi singkat: siswa menyebutkan 1 kebiasaan sehat yang akan dilakukan
minggu ini.
 Guru memberikan apresiasi dan motivasi lanjutan.
h. Asesmen

Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal

Catatan guru
Nama murid
Kewargaan Kolaborasi Kesehatan

Sumatif: Penilaian kinerja dengan instrumen rubrik

Kompetensi: Kesehatan
Skor Kriteria
4 Melakukan senam dengan gerakan benar, penuh semangat, dan konsisten.
3 Melakukan senam dengan gerakan cukup benar dan semangat.
2 Melakukan senam dengan gerakan kurang tepat atau kurang semangat.
1 Tidak mengikuti senam dengan baik.
Kompetensi: Kolaborasi
Skor Kriteria
4 Aktif bekerja sama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
3 Cukup bekerja sama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
2 Kurang bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
1 Tidak mau bekerja sama.
Kompetensi: Kewargaan
Skor Kriteria
4 Menunjukkan sikap peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah.
3 Menunjukkan sikap peduli terhadap lingkungan dengan sedikit bantuan.
2 Kurang peduli terhadap lingkungan.
1 Tidak peduli terhadap lingkungan.

Nama Satuan Pendidikan : SDN Srengseng Sawah 15


Nama Kegiatan : Literasi FunTastic
Alokasi Waktu : 2 JP x 35 menit (Kegiatan rutin mingguan selama 1 tahun
ajaran)
Kelas/Semester : I–VI / Ganjil & Genap
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) – Kolaboratif Lintas Disiplin
Pendekatan : Deep Learning
Lokasi Kegiatan : Lingkungan satuan Pendidikan dan lingkungan sekitar
A. Dimensi Profil Lulusan
 Kewargaa
 Kreativitas
 Komunikasi
B. Tujuan Pembelajaran
1. Mengembangkan keterampilan literasi membaca, menulis, dan berbicara
melalui kegiatan kreatif.
2. Memahami nilai-nilai positif dari cerita, puisi, dan pantun.
3. Menyajikan hasil karya literasi secara lisan atau tertulis.
4. Bekerja sama dan menghargai karya teman.

c. Praktek Pedagogis

 Eksplorasi Konsep: Guru memfasilitasi pemahaman tentang manfaat senam,


sarapan sehat, dan lingkungan bersih.
 Kolaborasi: Siswa bekerja sama dalam senam bersama, sarapan sehat, dan aksi
kebersihan.
 Kreasi: Siswa membuat ide kampanye peduli lingkungan sederhana.
 Refleksi: Siswa menyampaikan pengalaman dan pelajaran yang diperoleh.

d. Lingkungan Bel ajar

 Ruang kelas atau perpustakaan yang nyaman.


 Media: buku cerita, kertas, alat tulis, LCD projector (jika ada).

e. Kemitraan
 Internal: Guru PJOK, guru kelas, OSIS/ekstrakurikuler kesehatan.
 Eksternal: Puskesmas setempat, komunitas pecinta lingkungan.
f. Pemanfaatan digital
Laptop, LCD, speaker untuk menampilkan cerita atau puisi inspiratif.

G Kegiatan Pembelajaran (2JP/70 menit)

Pendhuluan (10 menit)


 Guru memberi salam, motivasi, dan tujuan kegiatan.
 Apersepsi: tanya siswa tentang buku/cerita yang mereka sukai.
Kegiatan Inti – Deep Learning & PJBL (50 menit)
1. Membaca Bersama (15 menit)
2. Menulis Kreatif (15 menit) – pantun, puisi, cerpen singkat.
3. Membacakan/Mendongeng (20 menit) – siswa menyampaikan karyanya.
Penutup (10 menit)
 Refleksi: siswa menyebutkan pesan dari karya yang dibacakan.
 Apresiasi karya siswa.
h. Asesmen

Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal

Catatan guru
Nama murid
Kewargaan Kreativitas Komunikasi

Sumatif: Penilaian kinerja dengan instrumen rubrik

Sumatif (Rubrik Penilaian Karya & Penyajian):

Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1


Kewargaan Sangat menghargai Menghargai Kurang Tidak menghargai
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
karya teman dan aktif
menghargai
memberi masukan karya teman karya teman
karya teman
positif
Ide sangat orisinal Ide cukup Ide kurang
Kreativitas Tidak ada ide baru
dan menarik orisinal baru
Menyampaikan karya Cukup jelas Tidak dapat
Komunikasi jelas, percaya diri, dan percaya Kurang jelas menyampaikan
dan ekspresif diri dengan baik

Nama Satuan Pendidikan : SDN Srengseng Sawah 15


Nama Kegiatan : Pelangi Budaya
Alokasi Waktu : 1 JP x 35 menit
Kelas/Semester : I–VI / Ganjil & Genap
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) – Kolaboratif Lintas Disiplin
Pendekatan : Deep Learning
Lokasi Kegiatan : Lingkungan satuan Pendidikan dan lingkungan sekitar
A. Dimensi Profil Lulusan
 Kewargaan
 Kreativitas
 Kolaborasi
B. Tujuan Pembelajaran
1. Mengenal keragaman budaya Indonesia.
2. Menghargai perbedaan dan mempererat persatuan.
3. Menampilkan karya seni atau budaya secara kolaboratif.

c. Praktek Pedagogis

 Eksplorasi konsep keragaman budaya.


 Kolaborasi membuat mini pertunjukan atau pameran budaya.
 Kreasi dalam bentuk lagu, tarian, pakaian tradisional, atau kerajinan.
 Refleksi pengalaman.

d. Lingkungan Bel ajar

 Ruang kelas atau perpustakaan yang nyaman.


 Media: laptop, sound system, Alat musik sederhana, kostum, gambar budaya.

e. Kemitraan
 Internal: Guru PJOK, guru kelas, OSIS/ekstrakurikuler kesehatan.
 Eksternal: Puskesmas setempat, komunitas pecinta lingkungan.
f. Pemanfaatan digital
Laptop, LCD, speaker untuk menampilkan cerita atau puisi inspiratif.

G Kegiatan Pembelajaran (2JP/70 menit)

1. Orientasi & Eksplorasi (Pendahuluan, ±15 menit)

 Guru memperkenalkan proyek Pelangi Budaya dan tujuan pembelajaran.


 Apersepsi: Menampilkan gambar/video tarian dan kriya dari berbagai daerah.
 Diskusi singkat: “Apa yang kalian ketahui tentang budaya Indonesia dan cara
menjaga lingkungan?”

2. Penyelidikan & Kreativitas (Inti, ±60 menit)

a. Eksplorasi Budaya

 Membaca dan mendiskusikan cerita rakyat/legenda.


 Mengenal tarian tradisional: asal daerah, makna, gerakan dasar.

b. Proyek Kreatif (PJBL)

 Kelompok membuat tarian mini (contoh: Tari Piring atau Tari Saman Mini).
 Membuat kriya dari barang bekas: topeng, alat musik, hiasan khas daerah.
 Setiap kelompok merencanakan, membagi tugas, dan bekerja sama dalam
proyek.

c. Observasi & Refleksi Mendalam (Deep Learning)

 Siswa mendiskusikan alasan memilih gerakan/kriya tertentu dan


hubungannya dengan budaya & lingkungan.
 Guru membimbing pertanyaan berpikir kritis: “Mengapa penting
melestarikan budaya? Bagaimana barang bekas bisa bermanfaat?”

3. Presentasi & Pentas Mini (±20 menit)

 Setiap kelompok menampilkan tarian dan memamerkan hasil kriya.


 Siswa lain memberikan apresiasi dan umpan balik positif.

4. Refleksi & Penilaian (±15 menit)

 Jurnal atau cerita mini: siswa menulis/gambar pengalaman, pelajaran baru,


dan makna budaya.
 Diskusi “Apa yang aku pelajari dan bagaimana aku bisa menerapkannya?”
 Guru menilai berdasarkan pengetahuan, keterampilan, sikap, kolaborasi,
dan kreativitas.

F. Media & Alat

 Buku cerita rakyat dan legenda nusantara


 Video tarian dan kriya daerah
 Bahan kriya dari barang bekas (kardus, botol plastik, kain perca, lem,
gunting)
 Musik pengiring tarian

Refleksi

 Apresiasi karya siswa.

h. Asesmen

Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal

Catatan guru
Nama murid
Kewargaan Kreativitas Komunikasi

Sumatif: Penilaian kinerja dengan instrumen rubrik

Sumatif (Rubrik Penilaian Karya & Penyajian):

Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1


Menunjukkan sikap
Menghargai budaya Kurang Tidak
menghargai dan
Kewargaan dengan sedikit menghargai menghargai
melestarikan budaya
bantuan. budaya. budaya.
Indonesia.
Menampilkan karya Menampilkan Karya
Karya
seni/budaya dengan karya seni/budaya seni/budaya
Kreativitas inovasi tinggi dan seni/budaya
dengan inovasi kurang
menarik. tidak inovatif.
cukup menarik inovatif.
Komunikasi Semua anggota Sebagian besar Hanya Hampir semua
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
kelompok aktif dan
kompak beberapa
anggota aktif. anggota pasif.
menampilkan karya anggota aktif.
budaya.

Nama Satuan Pendidikan : SDN Srengseng Sawah 15


Nama Kegiatan : SENYUM MIJEL: Sedekah untuk Bumi dan SesamaAlokasi
Waktu : 1 JP x 35 menit (Kegiatan rutin mingguan selama 1 tahun ajaran)
Kelas/Semester : I–VI / Ganjil & Genap
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PJBL) – Kolaboratif Lintas Disiplin
Pendeatan : Deep Learning
Lokasi Kegiatan : Lingkungan satuan Pendidikan dan lingkungan sekitar
A. Dimensi Profil Lulusan
 Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
 Kewargaan
 Kesehatan

B. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami makna sedekah dan kepedulian lingkungan,
melaksanakan kegiatan sedekah mijel secara ikhlas, menjaga kebersihan diri dan
lingkungan, serta merefleksikan manfaat berbagi untuk sesama dan bumi.
c. Praktek Pedagogis

Menggunakan model PJBL berbasis service learning, di mana siswa belajar melalui
aksi nyata memberi manfaat pada orang lain dan lingkungan.

d. Lingkungan Bel ajar

Dilaksanakan di kelas, halaman sekolah, dan area pengumpulan sedekah mijel.


Lingkungan diatur bersih dan tertib.

e. Kemitraan
Melibatkan guru PAI, PPKn, komite sekolah, dan pihak penerima manfaat sedekah.
f. Pemanfaatan digital

Laptop, LCD, speaker untuk menampilkan cerita atau puisi inspiratif.

G Kegiatan Pembelajaran (1JP/35 menit)

Pendahuluan (5 menit)
Guru menjelaskan konsep sedekah mijel (sedekah makanan, barang, atau tanaman kecil)
serta pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan Inti – Deep Learning & PJBL (25 menit)
4. Siswa membawa sedekah sesuai kesepakatan dan membantu membersihkan
area sekolah..

Penutup (5 menit)
Refleksi: Diskusi tentang pengalaman berbagi dan menjaga bumi.

h. Asesmen

Formatif: Teknik observasi dengan instrumen catatan anecdotal

Catatan guru
Nama murid
Kewargaan Kreativitas Komunikasi

Formatif: Observasi sikap peduli dan kerjasama.


Nama Murid Kewargaan Kolaborasi Keimanan & Ketakwaan
Sumatif (Rubrik Kegiatan Sedekah):
Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Sangat peduli dan Kurang
Kewargaan Cukup peduli Tidak peduli
aktif peduli
Bekerja sama sangat Tidak bekerja
Kolaborasi Cukup baik Kurang baik
baik sama
Mengaitkan sedekah
Keimanan & Cukup Kurang Tidak
dengan ajaran agama
Ketakwaan mengaitkan mengaitkan mengaitkan
secara jelas
RPP PJBL Kolaboratif Lintas Disiplin – Klub Mengarang
Bagian 1 – Identitas Proyek
 Nama Kegiatan: Klub Mengarang SDN Srengseng Sawah 15
 Pembina: Ratna Asih, [Link]
 Jenis: Proyek Kokurikuler – Project Based Learning (PJBL)
 Kolaborasi Mata Pelajaran:
o Bahasa Indonesia
o Seni Budaya dan Prakarya
o Pendidikan Pancasila
 Durasi Proyek: 1 semester (pertemuan 2 mingguan)

Komponen Deskripsi
Dimensi Profil Pelajar
Kreativitas, Kemandirian, Komunikasi
Pancasila
1) Menghasilkan karya tulis fiksi/nonfiksi yang orisinal dan
menarik.
2) Menyelesaikan proses menulis secara mandiri dengan
Tujuan Pembelajaran
pengelolaan waktu yang baik.
3) Menyampaikan ide dan karya secara lisan/tulisan secara jelas,
santun, dan terstruktur.
“Jika kamu bisa menjadi tokoh dalam cerita, siapa kamu dan apa
Pertanyaan Pemantik
yang akan kamu lakukan?”
Ruang literasi/kelas kondusif, papan ide, perpustakaan, platform
Lingkungan Belajar
digital sederhana (Google Docs/Padlet).
Kemitraan Guru Bahasa Indonesia (teknik menulis), Guru Seni Budaya
Pembelajaran (ilustrasi cerita), Pustakawan (referensi bacaan).

B. Sintaks PJBL
Tahap Aktivitas Guru & Siswa Produk/Output
Guru memaparkan tujuan dan contoh karya,
1. Orientasi Proyek Ide awal cerita
memancing ide dengan pertanyaan pemantik.
Tahap Aktivitas Guru & Siswa Produk/Output
[Link] Siswa menentukan tema, genre, dan membuat
Draft outline
Proyek outline cerita.
[Link] Siswa mencari referensi bacaan, melakukan Catatan ide dan
Informasi diskusi kelompok. referensi
4. Pembuatan
Siswa menulis karya (fiksi/nonfiksi). Naskah cerita
Produk
Siswa melakukan peer review, merevisi karya
5. Revisi & Editing Naskah final
berdasarkan masukan.
6. Presentasi Siswa membacakan atau menceritakan karya
Presentasi karya
Produk di depan kelas.
Siswa menulis jurnal refleksi proses menulis
7. Refleksi Jurnal refleksi
dan pembelajaran yang didapat.

C. Instrumen Penilaian
Teknik
No Kompetensi Indikator Instrumen
Penilaian
Ide orisinal, alur memikat, tokoh Lembar analisis
1 Kreativitas Analisis karya
unik karya
Menyelesaikan karya tepat waktu
2 Kemandirian Observasi Catatan guru
dengan sedikit bantuan
Presentasi jelas, santun, dan Observasi Lembar penilaian
3 Komunikasi
interaktif presentasi presentasi

D. Rubrik Penilaian
Formatif:
Skor Kreativitas Kemandirian Komunikasi
Menampilkan ide yang orisinal, Menyelesaikan tugas menulis Menyampaikan ide dengan
4 menarik, dan memanfaatkan tanpa bantuan, mengatur waktu jelas, terstruktur, dan
beragam teknik penulisan. dengan sangat baik. percaya diri.
Ide cukup bervariasi, masih ada Menyelesaikan tugas dengan Menyampaikan ide cukup
3 unsur umum, teknik penulisan sedikit bantuan, pengaturan waktu jelas, terkadang kurang
cukup baik. cukup baik. terstruktur.
2 Ide kurang bervariasi, teknik Membutuhkan banyak bantuan Menyampaikan ide kurang
penulisan sederhana. untuk menyelesaikan tugas. jelas dan kurang
terstruktur.
Ide meniru sepenuhnya, tidak Tidak dapat menyelesaikan tugas Tidak mampu
1
ada variasi. meski dibantu. menyampaikan ide.

Anda mungkin juga menyukai