Modul Volume Konstruksi Gedung SMK
Modul Volume Konstruksi Gedung SMK
MODUL AJAR
VOLUME PEKERJAAN KONSTRUKSI GEDUNG
DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN
A. INFORMASI UMUM
1. Identitas Penulis Modul
Disusun Oleh : Angga Suharsono, [Link].
NIP : 19910816 202221 1 015
2. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMK PU NEGERI 1 UDANAWU
Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Konstruksi dan Properti
Kompetensi Keahlian : Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Kelas/Semester : XI / 3
3. Kompetensi Awal
Pertemuan : 1-6
Alokasi Waktu : 24 JP X 45 menit
Mata Pelajaran : Estimasi Biaya Konstruksi
Capaian Pembelajaran : 3.10. Menerapkan perhitungan volume pekerjaan
konstruksi gedung, jalan dan jembatan
4.10. Menghitung volume pekerjaan konstruksi
gedung, jalan dan jembatan
Kompetensi Awal : Peserta didik mampu memahami gambar bestek atau
gambar kerja serta memahami jenis-jenis pekerjaan.
B. KOMPONEN INTI
1. Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan gambar kerja pekerjaan konstruksi gedung
2. Menyusun jenis-jenis pekerjaan konstruksi gedung
3. Menjelaskan perhitungan volume pekerjaan konstruksi gedung
4. Menerapkan cara perhitungan volume pekerjaan konstruksi gedung
5. Menghitung volume pekerjaan konstruksi gedung
6. Menyusun daftar volume pekerjaan konstruksi gedung pada aplikasi MS.
Excel
2. Pemahaman Bermakna
Setiap orang dapat menghitung kebutuhan/volume pada setiap jenis pekerjaan.
3. Pertanyaan Pemantik
a. Apa yang kalian ketahui tentang volume?
b. Apa yang kalian ketahui tentang volume pekerjaan?
c. Bagaimana konsep dasar menghitung volume?
d. Bagaimana volume berdasarkan perhitungan bangun datar?
e. Bagaimana volume berdasarkan perhitungan bangun ruang?
f. Bagaimana volume berdasarkan perhitungan jumlah?
g. Coba jelaskan volume pekerjaan pemasangan titik lampu di ruang kelas kita?
4. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Alokasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
Ke Waktu
Pertemuan 1. Kegiatan Awal 10 Menit
1 a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran :
1) Mengkondisikan siswa untuk belajar;
2) Siswa dibimbing oleh guru untuk
berdoa sebelum kegiatan belajar
mengajar;
3) Mengisi agenda kegiatan kelas;
4) Mengisi buku absensi siswa;
b. Memberi motivasi belajar siswa secara
kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari,
dengan memberikan contoh dan
Pertemuan Alokasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
Ke Waktu
perbandingan lokal, nasional dan
internasional;
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
d. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
3. Penutup 10 Menit
a. Siswa beserta guru membuat
kesimpulan/rangkuman tentang
menghitung volume pekerjaan persiapan
dan pekerjaan pondasi.
b. Guru memberikan umpan balik (guru
mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan pembelajaran yang dilakukan
agar siswa mendapatkan tambahan point
secara spontan).
Pertemuan Alokasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
Ke Waktu
Pertemuan 1. Kegiatan Awal 10 Menit
2 a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran :
1) Mengkondisikan siswa untuk belajar;
2) Siswa dibimbing oleh guru untuk
berdoa sebelum kegiatan belajar
mengajar;
3) Mengisi agenda kegiatan kelas;
4) Mengisi buku absensi siswa;
b. Memberi motivasi belajar siswa secara
kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari,
dengan memberikan contoh dan
perbandingan lokal, nasional dan
internasional;
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
d. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
3. Penutup 10 Menit
a. Siswa beserta guru membuat
kesimpulan/rangkuman tentang
menghitung volume pekerjaan pondasi
dan pekerjaan kusen, pintu dan jendela.
b. Guru memberikan umpan balik (guru
mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan pembelajaran yang dilakukan
agar siswa mendapatkan tambahan point
secara spontan).
Pertemuan Alokasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
Ke Waktu
Pertemuan 1. Kegiatan Awal 10 Menit
4 a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran :
1) Mengkondisikan siswa untuk belajar;
2) Siswa dibimbing oleh guru untuk
berdoa sebelum kegiatan belajar
mengajar;
3) Mengisi agenda kegiatan kelas;
4) Mengisi buku absensi siswa;
b. Memberi motivasi belajar siswa secara
kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari,
dengan memberikan contoh dan
perbandingan lokal, nasional dan
internasional;
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
d. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
3. Penutup 10 Menit
a. Siswa beserta guru membuat
kesimpulan/ rangkuman tentang
menghitung volume pekerjaan atap dan
pekerjaan plafond.
b. Guru memberikan umpan balik (guru
mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan pembelajaran yang dilakukan
agar siswa mendapatkan tambahan point
secara spontan).
Pertemuan Alokasi
Langkah-Langkah Pembelajaran
Ke Waktu
Pertemuan 1. Kegiatan Awal 10 Menit
5 a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran :
1) Mengkondisikan siswa untuk belajar;
2) Siswa dibimbing oleh guru untuk
berdoa sebelum kegiatan belajar
mengajar;
3) Mengisi agenda kegiatan kelas;
4) Mengisi buku absensi siswa;
b. Memberi motivasi belajar siswa secara
kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi
materi ajar dalam kehidupan sehari-hari,
dengan memberikan contoh dan
perbandingan lokal, nasional dan
internasional;
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
d. Menyampaikan cakupan materi dan
penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
3. Penutup 10 Menit
a. Siswa beserta guru membuat
kesimpulan/ rangkuman tentang
menghitung volume pekerjaan instalasi
air, instalasi listrik dan pekerjaan
pengecatan.
b. Siswa beserta guru membuat
kesimpulan/ rangkuman tentang
menghitung volume pekerjaan konstruksi
gedung menggunakan program MS. Excel.
c. Guru memberikan umpan balik (guru
mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan pembelajaran yang dilakukan).
Instrumen :
a) Judul Tugas
Volume Pekerjaan Konstruksi Gedung
b) Langkah Kerja
No Sketsa Satuan Volume
A Pekerjaan Persiapan
1.
2.
B Pekerjaan pondasi
1.
2.
C Pekerjaan beton
1.
2.
No Sketsa Satuan Volume
D Pekerjaan Kusen, Pintu
dan Jendela serta
perlengkapannya
1.
2.
E Pekerjaan dinding
1.
2.
F Pekerjaan lantai
1.
2.
G Pekerjaan Atap
1.
2.
H Pekerjaan Plafond
1.
2.
I Pekerjaan Tangga
1.
2.
J Pekerjaan Instalasi Air
1.
2.
K Pekerjaan Instalasi Listrik
1.
2.
L Pekerjaan Pengecatan
1.
2.
c) Penilaian
No Komponen Penilaian Skor Bobot NK
1. Gambar Bestek
2. Volume Pekerjaan
Nilai Praktik :
Keterangan :
Bobot (%) : Diisi dengan prosentase setiap komponen
NK : Nilai komponen (perkalian antara bobot dengan
skor)
d) Rubrik Penilaian
No KomponenPenilaian Indikator Skor
1. Gambar bestek : 20% Lengkap 86 - 100
Kurang lengkap 75 - 85
2. Volume pekerjaan : Lengkap 86 - 100
80% Kurang lengkap 75 - 85
3) Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
Jenis Tes : Non test
Bentuk : Lembar pengamatan
Instrumen :
No Aspek yang dinilai A B C D E Keterangan
1. Terlibat aktif dalam A=5
pembelajaran B=4
2. Beriman, bertakwa C=3
kepada Tuhan Yang D=2
Maha Esa dan berakhlak E=1
mulia
3. Menyelesaikan lembar
kerja secara mandiri.
4. Berfikir kritis terhadap
penyelesaian lembar
kerja
5. Kreatif dalam
menyelesaikan setiap
tahapan pekerjaan
6. Toleran terhadap
pendapat yang berbeda
7. Tanggung Jawab dalam
penyelesaian tugas
individu
Nilai Akhir
Rubrik Penilaian :
1) Terlibat aktif dalam pembelajaran :
A : Sangat aktif
B : Aktif
C : Mulai aktif
D : Kurang aktif
E : Sangat kurang aktif
2) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia :
A : Sangat baik
B : Baik
C : Cukup baik
D : Kurang baik
E : Tidak baik
3) Menyelesaikan lembar kerja secara mandiri
: A : Sangat baik
B : Baik
C : Cukup baik
D : Kurang baik
E : Tidak baik
4) Berfikir kritis terhadap penyelesaian lembar kerja
: A : Sangat kritis
B : Kritis
C : Cukup kritis
D : Kurang kritis
E : Tidak kritis
5) Kreatif dalam menyelesaikan setiap tahapan
pekerjaan : A : Sangat kreatif
B : kreatif
C : Cukup kreatif
D : Kurang kreatif
E : Tidak kreatif
6) Toleran terhadap pendapat yang berbeda :
A : Sangat toleran
B : Toleran
C : Mulai Toleran
D : Kurang toleran
E : Tidak toleran
7) Tanggung Jawab dalam kegiatan diskusi :
A : Sangat bertanggung jawab
B : Bertanggung jawab
C : Mulai bertanggung jawab
D : Kurang bertanggung jawab
E : Tidak bertanggung jawab
A. 1,05 meter
B. 1,34 meter
C. 1,29 meter
D. 1,20 meter
E. 1,00 meter
5. Volume pekerjaan galian tanah di bawah adalalah ...
(Diketahui panjang galian 98 meter)
A. 58,31 m3
B. 68,31 m3
C. 31,58 m3
D. 31,85 m3
E. 68,35 m3
6. Volume urugan pasir di bawah adalalah ...
(Diketahui panjang galian 77 meter)
A. 3,2725 m3
B. 2,2375 m3
C. 3,3255 m3
D. 2,7485 m3
E. 3,2855 m3
7. Akhir-akhir ini di sebuah komplek perumahan sering terjadi
pencurian. Warga komplek berinisiatif untuk melaksanakan ronda
baik siang ataupun malam. Oleh sebab itu, akan dibangun sebuah pos
penjagaan yang berukuran 3 x 3 meter. Pada proses pekerjaan pondasi
diketahui detail pondasi sebagai berikut.
C. LAMPIRAN
1. Pengayaan dan Remedial
a. Pengayaan
Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut :
Nilai Peserta
Kegiatan Pembelajaran Keterangan
Didik (x)
NKB ≤ N ≤ NMakx Diberikan materi masih dalam NKB = Nilai
cakupan KD dengan Ketuntasan
pendalaman sebagai Belajar
pengetahuan tambahan NMaks = Nilai
maksimal ideal
N = Nilai yang
N = NMaks Diberikan materi melebihi dicapai peserta
cakupan KD dengan didik
pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan.
b. Remedial
Bagi siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
remedial sebagai berikut :
Kegiatan Pembelajaran Jika Peserta Penilaian
< 20% 20% - 50% > 50%
IPK
Tugas Tugas Pembelajaran
Individu Kelompok Ulang
1. Menjelaska Tugas Tugas Menjelaskan Soal-soal
n gambar membaca membaca kembali setara
kerja materi materi materi dengan
pekerjaan tes tulis
konstruksi
gedung
2. Menyusun Tugas Tugas
jenis-jenis membaca membaca
pekerjaan materi materi
Kegiatan Pembelajaran Jika Peserta Penilaian
< 20% 20% - 50% > 50%
IPK
Tugas Tugas Pembelajaran
Individu Kelompok Ulang
konstruksi
gedung
3. Menjelaska Tugas Tugas
n membaca membaca
perhitungan materi materi
volume
pekerjaan
konstruksi
gedung
4. Menerapka Tugas Tugas
n cara membaca membaca
perhitungan materi materi
volume
pekerjaan
konstruksi
gedung
5. Menghitung Tugas Tugas
volume membaca membaca
pekerjaan materi materi
konstruksi
gedung
6. Menyusun Tugas Tugas
daftar membaca membaca
volume materi materi
pekerjaan
konstruksi
gedung
pada
aplikasi MS.
Exce
2. Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik
b. Satuan m2
Perhitungan volume yang mempunyai luas dan ketebalan yang
relatif tipis menggunakan m2 seperti pasangan lantai, plesteran,
pengecetan, dan plafon.
d. Satuan Buah
Perhitungan volume bahan-bahan satuan menggunakan satuan
ukuran buah (bh), contohnya lampu, sakelar, stop kontak, kunci,
engsel, dan keran air.
e. Satuan Unit
Perhitungan volume bahån dari komponen yang dirakit menjadi
satu menggunakan satuan unit contohnya panel listrik dan
sanitasi kloset.
f. Satuan Ls (Lumpsum)
Volume Is (lumpsum) dihitung dari kebutuhan biaya selama 1
bulan dikalikan dengan jumlah perkiraan bulan diselesaikannya
pekerjaan tersebut. Sebagai contoh, pekerjaan air kerja dan listrik
kerja dihitung pembayaran air kerja dan listrik kerja selama 1
bulan dikalikan dengan berapa bulan pekerjaan itu diselesaikan.
Contoh berikutnya: pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi harus
diuraikan apa saja peralatan yang dipakai dan berapa besar biaya
masing-masing peralatan tersebut kemudian dijumlahkan nilainya
secara keseluruhan. Contoh pekerjaan lain yang biasa
menggunakan satuan ini yaitu uitzet dan pengukuran serta
administrasi dan dokumentasi.
a. Gambar Denah
Adanya gambạr denah akan memudah-kan estimator menghitung
volume galian tanah, volume fondasi pasangan batu belah, volume
kolom beton, volume sloof beton, volume pasangan batu bata,
[Link], dan jendela.
Gambar 1. Contoh gambar denah bangunan rumah tinggal
b. Gambar Tampak
Adanya gambar tampak akan memper-jelas bentuk pintu jendela,
atap, dan posisi angin-angin atau roster untuk menghitung volume
dinding yang dikurangi berbagai bukaan tersebut.
d. Gambar Detail
Gambar detail merupakan gambar yang pembuatannya dengan
skala vesar agar lebih memperjelas suatu bagian dari konstruksi:
Dalam pembuatan RAB, gambar detail digunakan untuk
memastikan ukuran-ukuran.
Contoh perhitungan :
Panjang (p) = 7,50 m
Lebar (l) = 10,00 m
Volume (V) = p x l
= 7,50 x 10,00
= 75,00 m2
c. Pekerjaan Bouwplank
Bouwplank adalah sejenis pembatas yang digunakan
untuk menentukan batas area kerja pada suatu proyek
pembangunan khususnya untuk mengetahui letak pondasi. Jarak
bouwplank adalah 1 meter dari ujung pondasi terluar. Volume
bouwplank dapat dihitung dengan menghitung keliling peletakan
bouwplank. Satuannya adalah m.
Volume (V) = 2p + 2l
= (2 x 7,50) +
(2 x 10,00)
= 35,00 m
c. Pekerjaan Anstamping
Ketebalan anstamping (batu kosong) biasanya antara 10 –
20 cm. Volume anstamping dapat dihitung dengan menghitung
luas penampang anstamping x Panjang anstamping. Satuannya
adalah m3.
Penampang Anstamping
l 1,00 m
t 0,20 m
L lt 1,000,20 0,20 m2
Volume pl t
Teras 1,252,250,16 0, 45 m3
Ruang Tidur 1 2,530,21 1,575
m3 KM/ WC 1,501,250,16 0,3
m3
Depan KM/ WC 1,001,250,21 0,2625 m3
Ruang Tamu Dapur 3,75 40,21 3,15
m3 Ruang Tidur 2 2,530,21 1,575 m3
Volume (V) 7,3125 m3
0,66
x 0,132 m
5
lebar atas x a x 0,132 1,00 0,132 1,264 m
b. Pekerjaan Pembesian
Volume pekerjaan pembesian adalah banyaknya tulangan
besi yang digunakan. Satuannya adalah kg. Ada bagian telapak dan
tiang.
c. Pekerjaan Bekisting
Volume pekerjaan bekisting adalah banyaknya bekisting
yang digunakan. Satuannya adalah m2.
Bekisting Telapak :
V 0,21 4 0, 42512 0,3512 2,35 m2
Bekisting Tiang :
V 0,151,70 0,292 0,301,70 0,292 1,27 m
2
Beton Telapak :
V 0,211 0,2 m3
Beton Tiang :
V 0,150,301,70 0,29 0,06 m3
4. Pekerjaan Beton
a. Pekerjaan Sloof 15/20
Pekerjaan sloof ini bisa digunakan di atas pondasi batu
kali apabila pondasi tersebut dimaksudkan untuk rumah atau
gedung (bangunan) tidak bertingkat dengan perlengkapan kolom
praktis pada jarak dinding kurang lebih 3 m. Untuk ukuran
lebar/tinggi sloof beton bertulang adalah > 15/20 cm. Konstruksi
sloof dari beton bertulang juga bisa dimanfaatkan sebagai balok
pengikat pada pondasi tiang. Satuan untuk pekerjaan sloof adalah
m3.
Pembesian
Tul. Pokok 4 13
Tul. Sengkang 8 - 200
Panjang sloof = 36 m
12,5
Berat 13 = 1,04 kg /
m 12
4,74
Berat 8 = 0, 40 kg /
m 12
Bekisting
Dimensi Sloof 15/20
V 0,20362 14,40 m2
Beton
Dimensi Sloof 15/20
3
V 0,150,2036 1,08 m
Pembesian
Tul. Pokok 4 13
Tul. Sengkang 8 - 200
Tinggi Kolom = 3,5 m
Jumlah Kolom = 14 buah
12,5
Berat 13 = 1,04 kg /
m 12
4,74
Berat 8 = 0, 40 kg /
m 12
Bekisting
Dimensi Kolom 15/15
V 0,15 43,514 29,40 m2
Beton
Dimensi Kolom 15/15
3
V 0,150,153,514 1,10 m
Pembesian
Tul. Pokok 4 13
Tul. Sengkang 8 - 200
Panjang Ringbalk = 36 m
12,5
Berat 13 = 1,04 kg /
m 12
4,74
Berat 8 = 0, 40 kg /
m 12
Bekisting
Dimensi Ringbalk 15/20
V 0,20362 14,40
m2
Beton
Dimensi Ringbalk 15/20
3
V 0,150,2036 1,08 m
Pembesian 3 m x 3 m
Tul. Pokok 10 -150
3,00
Jumlah Tulangan = 1 21 buah
0,15
7,4
Berat 10 = 0,62 kg /
m 12
Bekisting
V 3,003,00 30,12 4 10, 44 m2
Beton
V 3,003,000,12 1,08 m3
5. Pekerjaan Dinding
a. Pekerjaan Dinding Bata Merah
Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang
berfungsi memisahkan dan membentuk [Link]
menghadirkan fungsi baru dari dinding dan menyajikan berbagai
macam jenis finishing-nya. Fungsi lain dari dinding yaitu sebagai
pendefinisi ruangan, peredam suara, melindungi bagian dalam
bangunan dari paparan sinar matahari,hujan,maupun binatang
dan
sebagainya. Berdasarkan fungsinya, dinding terbagi menjadi
beberapa bagian yaitu dinding partisi, dinding pembatas, dinding
penahan dan masih banyak lagi. Satuan yang digunakan untuk
pekerjaan dinding adalah m2.
Contoh perhitungan :
b. Pekerjaan Plesteran
Bahan plesteran harus bersih, tidak boleh tercampur
dengan kotoran-kotoran atau bahan lain yang dapat mengurangi
kerekatan. Semua bidang yang akan diplester harus dibersihkan
dari kotoran yang melekat dan disiram dengan air. Sebelumnya
dibuat kepala plesteran (klabangan) dengan tebal yang sama
dengan ketebalan plesteran yang direncanakan. Plesteran yang
baru saja selesai tidak boleh langsung difinishing, penyelesaian
plesteran menggunakan pasta semen yang sejenis.
Plesteran harus menggunakan jalur-jalur kepala vertical
selebar ± 15 cm dengan jarak antara paling besar 1.00 cm satu
sama lain, jalur kepala ini harus benar-benar vertical dan datar.
Jalur kepala ini merupakan patokan/pedoman untuk plesteran
selanjutnya.
Volume pekerjaan plesteran dihitung 2x dari pekerjaan
dindingnya. Satuan dari pekerjaan plesteran adalah m2.
Volume = volume dinding x 2 (sisi kiri dan kanan) …. (m2)
c. Pekerjaan Acian
Pekerjaan acian adalah finishing setelah melaksanakan
pekerjaan plesteran. Volume pekerjaan acian sama dengan
volume pekerjaan plesteran. Satuan yang digunakan adalah m2.
Contoh perhitungan :
Panjang kusen (p) = 0,90 m
Tinggi kusen (t) = 2 x 2,05 m
Total = 5,00 m
Contoh perhitungan :
lebar daun pintu (l) = 0,80 m
Tinggi daun pintu (t) = 2,00 m
Tebal daun pintu (tb) = 0,04 m
Contoh perhitungan :
7. Pekerjaan Atap
Atap adalah bagian penutup atas suatu bangunan yang
melindungi area dalam bangunan dari cuaca atau benda lain yang
menganggu. Bagian-bagian atap terdiri dari kuda-kuda, kaso, reng,
lisplang dan penutup atap itu sendiri seperti genting.
a. Pekerjaan Kuda-Kuda
Kuda-kuda adalah bagian atap yang berfungsi sebagai
penopang dari rangka atap. Biasanya, kuda-kuda terbuat
dari balok kayu. Kunci dalam menghitung volume kuda-kuda
adalah dengan menjumlahkan setiap panjang balok kayu
kemudian dikalikan dengan luas penampang balok (dimensi
balok). Satuan yang digunakan adalah m3.
Contoh perhitungan :
Contoh perhitungan :
Contoh perhitungan :
Contoh perhitungan :
Contoh perhitungan :
f. Pekerjaan Kaso
Kaso adalah sebuah balok yang dipasang secara melintang
pada bagian atas dari sebuah gording pada konstruksi atap.
Ukuran kaso biasanya adalah 5/7 cm. Kaso dipasang dengan jarak
50 cm.
Volume = dimensi kaso x panjang kaso x jumlah kaso …. (m3)
Contoh perhitungan :
g. Pekerjaan Reng
Reng yaitu sebuah kayu melintang yang berfungsi sebagai
pengait dan menahan penutup atap yang akan digunakan, seperti
genteng dan yang lainnya. Ukuran reng biasanya 2/3 cm.
Contoh perhitungan :
h. Pekerjaan Lisplang
Lisplang adalah bilah papan yang dipasang di pinggir atap
untuk mempercantik bangunan dan menyembunyikan
struktur atap. Lisplang adalah bahan yang sering digunakan pada
rumah dengan atap segitiga yang umumnya berada di daerah
beriklim tropis seperti Indonesia. Sebab, di daerah tropis curah
hujannya cukup tinggi sehingga air bisa saja terjatuh tak
sempurna ke tanah, tapi justru merembes melalui atap. Oleh
karenanya, dibuatlah lisplang agar air hujan tidak mengenai
struktur usuk dan reng atap rumah.
Contoh perhitungan :
Contoh perhitungan :
t
Panjang
Lebar
a
8. Pekerjaan Plafond
Area plafon merupakan salah satu elemen penting yang harus
ada pada sebuah bangunan. Selain berfungsi sebagai pembatas antara
ruangan di bawah dengan area atap, plafon juga berperan sebagai
faktor keamanan, kenyamanan serta keindahan sebuah hunian.
a. Pekerjaan Rangka Plafond
Hingga saat ini sudah tersedia cukup banyak jenis material
rangka plafon di pasaran, salah satunya yaitu rangka plafon kayu.
Biasanya, material kayu sebagai rangka plafon kerap diaplikasikan
pada rumah-rumah dengan konsep minimalis sederhana sampai
rumah bergaya klasik. Umumnya, kebanyakan para kontraktor
atau tukang bangunan menggunakan kayu berukuran 4/6 atau
5/7 sebagai rangka plafon.
Volume rangka plafond dapat dihitung dengan
menghitung luas daerah yang akan dipasang rangka plafond. Misal
sebuah ruangan berukuran 4 x 6 m, maka luas rangka plafond
adalah 24 m2. Satuan yang digunakan pada rangka plafond adalah
m2.
9. Pekerjaan Lantai
Cara menghitung volume lantai adalah dengan menghitung
luas lantai yang akan dipasang penutup lantai. Misal jika terdapat
ruangan berukuran 4 x 6 meter, maka volumenya adalah luas dari
ruangan itu yakni 4 x 6 = 24 m2. Satuan yang digunakan adalah m2.
Volume pipa = panjang pipa …. (m) Volume Kloset = jumlah kloset …. (buah) Volume kran = jumlah kran ….
Volume kabel = panjang kabel …. (m) Volume lampu = jumlah lampu …. (buah) Volu
3. Daftar Pustaka
Dwi Lestari, Aprilia. 2019. Estimasi Biaya Konstruksi Kelas XI. Surakarta:
Mediatama.
Ervianto, Wulfram I. 2004. Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi.
Yogyakarta : Andi.
Ibrahim, Bachtiar. 2001. Rencana dan Estimate Real of Cost. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.
Irawan, Yanto, dkk. 2012. Panduan Praktis Menghitung Biaya Membangun
Rumah. Jakarta: Kawan Pustaka.
Massaadah, Emma. 2008. Laporan Kerja Praktik Industri. Pendidikan Teknik Sipil
FPTK UPI Bandung.
Renggo SW. Menghitung Biaya Membuat Rumah. Jakarta: Griya Kreasi.
Soedrajat. 1984. Analisa Anggaran Biaya Pelaksanaan. Bandung: Nova.
Susanta, Gatut. 2011. Cara Cepat Menghitung Biaya Membangun Rumah. Jakarta:
Griya Kreasi.
Tamrin, AG. 2008. Buku Sekolah Elektronik “Teknik Konstruksi Bangunan Gedung
Jilid 1”. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Zainal AZ. 2002. Menghitung Anggaran Biaya Bangunan. Jakarta: PT. Gramedia.