BAB II
ANALISIS KARAKTERISTIK SEKOLAH
A. Profil Satuan Pendidikan
UPTD SD Negeri Patereman 2 merupakan lembaga pendidikan anak
yang berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas
dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Berdiri pada tahun 1983 di
Jalan Raya Dharih Kelurahan Patereman Kecamatan Modung Kabupaten
Bangkalan, sekolah ini lahir dari kebutuhan masyarakat akan pendidikan
anak usia dini yang berkualitas di tengah dinamika perKabupatenan yang
semakin kompleks. Sejak awal berdirinya, UPTD SD Negeri Patereman 2
berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang holistik dengan
memperhatikan seluruh aspek perkembangan anak.
Transformasi tahun 2025, sekolah mengadopsi pendekatan
Pembelajaran Mendalam sebagai fondasi utama dalam meningkat Dan
mutu pembelajaran. Perubahan ini bukan sekadar pergantian metode,
melainkan transformasi paradigma yang menempa Dan anak sebagai
pembelajar aktif yang memiliki potensi luar biasa untuk berkembang dalam
suasana yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Berikut
adalah identitas lengkap institusi:
Tabel 2.1. Identitas Satuan Pendidikan
Komponen Keterangan
Nama Sekolah UPTD SD Negeri Patereman 2
NPSN 20530966
Status Negeri
Bentuk Pendidikan SD
Status Kepemilikan Pemerintah
SK Pendirian Sekolah …….
Tanggal SK Pendirian ……..
SK Izin Operasional ………..
Tanggal SK Izin Operasional ………..
Tabel 2.2. Lokasi dan Kontak Satuan Pendidikan
Lokasi dan Kontak Detail
Alamat Jalan Raya Dharih Desa Patereman Kecamatan Modung
Kabupaten / Kota Bangkalan
Provinsi Jawa Timur
Kode Pos 69166
Telepon -
Email uptdsdnpatereman2@[Link]
Website -
B. Konteks Sosial dan Ekonomi
Lingkungan sosial di sekitar UPTD SD Negeri Patereman 2
mencerminkan keberagaman masyarakat perKabupatenan yang dinamis.
Orang tua peserta didik berasal dari latar belakang profesi yang beragam,
mulai dari pegawai negeri sipil, karyawan swasta, wiraswasta, hingga
pedagang kecil dan peternak ikan hias. Keberagaman ini menjadi kekayaan
tersendiri dalam implementasi Pembelajaran Mendalam, karena setiap
profesi membawa perspektif dan pengalaman yang dapat memperkaya
proses pembelajaran anak.
Sebagian besar keluarga peserta didik berada pada tingkat ekonomi
menengah ke bawah, namun memiliki kesadaran yang tinggi terhadap
pentingnya pendidikan berkualitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa
meskipun keterbatasan ekonomi menjadi tantangan, semangat untuk
memberikan yang terbaik bagi anak-anak tetap menjadi prioritas utama.
Hal ini sejalan dengan prinsip Pembelajaran Mendalam yang menekankan
bahwa pembelajaran bermakna tidak selalu bergantung pada materi yang
mahal, melainkan pada kreativitas dan inovasi dalam menciptakan
pengalaman belajar yang autentik.
Keberadaan industri kecil seperti konveksi dan kuliner di sekitar sekolah
membuka peluang untuk pembelajaran kontekstual yang bermakna. Anak-
anak dapat belajar tentang proses produksi, nilai kerja keras, dan
pentingnya kreativitas dalam kehidupan sehari-hari melalui kunjungan dan
interaksi langsung dengan para pelaku usaha lokal.
C. Konteks Budaya
UPTD SD Negeri Patereman 2 berada di kecamatan Modung yang
kaya akan warisan budaya dan kearifan lokal. Kedekatannya dengan
kehidupan pedesaan yang mayoritas kehidupan bertani sebagai objek
bersejarah memberikan peluang pembelajaran yang unik tentang sejarah
dan pelestarian budaya. Namun yang lebih penting adalah nilai-nilai luhur
masyarakat Madura yang masih hidup dalam keseharian, seperti gotong
royong, Andheap Asor ( Sopan Santun )
Nilai gotong royong sangat relevan dengan pengembangan dimensi
kolaborasi dalam profil lulusan. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan
tidak hanya dicapai secara individual, melainkan melalui kerja sama dan
saling membantu. Konsep unggah-ungguh mengajarkan pentingnya
komunikasi yang santun dan efektif, sesuai dengan konteks dan lawan
bicara. Sementara tepo seliro menumbuhkan empati dan kepedulian
terhadap sesama, yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan
karakter anak.
Tantangan yang dihadapi adalah pergeseran nilai akibat pengaruh gaya
hidup metropolitan yang mulai mengikis nilai-nilai tradisional. Anak-anak
cenderung meniru perilaku yang tidak jelas latar belakangnya melalui media
digital. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal dalam Pembelajaran
Mendalam menjadi sangat strategis untuk mempertahankan identitas
budaya sambil mengembangkan kompetensi abad ke-21.
D. Analisis Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kekuatan utama UPTD SD Negeri Patereman 2 terletak pada sumber
daya manusianya yang berkualitas. UPTD SD Negeri Patereman 2 Memiliki
10 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari seorang kepala
sekolah berlatar belakang Pendidikan S1, 8 guru kelas yang semua
berpendidikan S1 dan 1 Tenaga administrasi. Komposisi ini menunjukkan
komitmen sekolah terhadap profesionalisme dan pemahaman mendalam
tentang perkembangan anak.
Para guru di UPTD SD Negeri Patereman 2 memiliki karakteristik yang
mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam. Mereka menunjukkan
antusiasme tinggi dalam belajar dan berinovasi, memiliki kepedulian yang
tulus terhadap perkembangan anak, serta kemampuan berkolaborasi yang
baik dengan orang tua dan masyarakat. Namun, seperti halnya transformasi
besar lainnya, implementasi Pembelajaran Mendalam memerlukan
peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
Kebutuhan pengembangan kapasitas terutama terfokus pada
pendalaman pemahaman tentang kerangka kerja Pembelajaran Mendalam,
teknik asesmen holistik yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini,
serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tepat dan aman. Program
mentoring internal dan kolaborasi dengan lembaga pelatihan eksternal
menjadi strategi utama dalam memastikan seluruh guru siap
mengimplementasikan PM dengan optimal.
Tabel 2.3. Daftar Nama Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sertifikat
No Nama / NIP Kualifikasi Jabatan Pendidik
Kepala √
1 S1
Sekolah
2
10
11
E. Analisis Peserta Didik
UPTD SD Negeri Patereman 2 melayani siswa yang memiliki
karakteristik perkembangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip
Pembelajaran Mendalam. Rasa ingin tahu mereka yang tinggi mendukung
pembelajaran yang berkesadaran, kemampuan mereka mengais dan
pengalaman baru dengan yang sudah dikenal memfasilitasi pembelajaran
yang bermakna, dan energi serta antusiasme alamiah mereka menciptakan
suasana pembelajaran yang menggembirakan.
Keberagaman individual menjadi kekayaan tersendiri dalam
implementasi PM. Setiap anak memiliki gaya belajar, kecepatan
perkembangan, dan minat yang berbeda-beda. Ada anak yang lebih
responsif terhadap pembelajaran visual, ada yang lebih suka belajar
melalui gerakan dan sentuhan, dan ada pula yang lebih mudah memahami
melalui pendengaran. Keberagaman ini menuntut pendekatan
pembelajaran yang berdiferensiasi, dimana guru perlu merancang
pengalaman belajar yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan dan
potensi anak.
Latar belakang keluarga yang beragam juga memberikan warna
tersendiri dalam dinamika kelas. Anak-anak dari keluarga campuran budaya
membawa perspektif yang memperkaya diskusi dan interaksi sosial.
Sementara anak-anak dengan kebutuhan khusus mengajarkan nilai-nilai
inklusivitas dan empati kepada teman-temannya.
Berdasarkan laporan Rapor Pendidikan UPTD SD Negeri Patereman 2
tahun 2025 karakteristik peserta didik dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kemampuan Literasi: Kemampuan literasi peserta didik berada
pada .......................
b. Kemampuan numerasi: Pada indikator kemampuan numerasi, peserta
didik menunjukkan ......................
c. Karakter: Aspek karakter peserta didik berada pada tingkat yang............
F. Kualitas Pembelajaran
Kualitas pembelajaran di UPTD SD Negeri Patereman 2 UPTD SD
Negeri Patereman 2sebagaimana tercermin dalam Laporan Rapor
Pendidikan Tahun 2025, menunjukkan kondisi yang mendukung
perkembangan peserta didik dengan sejumlah kekuatan yang patut
dipertahankan, sekaligus beberapa aspek yang perlu diperkuat. Kualitas
pembelajaran ini menjadi dasar penting dalam merancang strategi
pendidikan yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan sekolah.
Pembelajaran di UPTD SD Negeri Patereman 2, ditandai dengan
suasana kelas yang kondusif, didukung oleh manajemen sekolah yang
handal.
G. Analisis Sarana dan Prasarana
Infrastruktur UPTD SD Negeri Patereman 2 dirancang untuk
mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam meski dengan
keterbatasan yang ada 6 ruang kelas didesain fleksibel dengan berbagai
sudut pembelajaran yang memungkinkan anak bereksplorasi sesuai minat
dan kebutuhan mereka. Ruang bermain indoor memberikan alternatif
kegiatan ketika cuaca tidak mendukung aktivitas outdoor, sementara
halaman dimanfaatkan dan untuk tempat bermain dan taman edukatif
menjadi laboratorium alam untuk pembelajaran sains dan lingkungan.
Keberadaan perpustakaan mini/pojok baca dengan koleksi buku cerita
yang beragam mendukung pengembangan literasi dan imajinasi anak.
Learning centers di setiap kelas memungkinkan pembelajaran yang
berpusat pada anak, dimana mereka dapat memilih aktivitas sesuai minat
dan tahap perkembangannya. Kebun sekolah yang dikelola bersama anak-
anak menjadi media pembelajaran tentang tanggung jawab, kesabaran,
dan siklus kehidupan.
Meski demikian, sekolah menyadari perlunya pengembangan fasilitas
lebih lanjut untuk mendukung implementasi PM yang optimal. Rencana
pengembangan meliputi pembuatan ruang STEAM mini untuk eksperimen
sains sederhana, sensory room untuk stimulasi sensorik, dan area
dokumentasi yang lebih baik untuk menyimpan dan menampilkan hasil
karya anak sebagai bagian dari asesmen portofolio.
H. Analisis Politik
1. Inovasi Kurikulum :
a. Dinas Pendidikan mendorong satuan pendidikan untuk
mengembangkan kurikulum yang inovatif dan menjadi brand model
satuan pendidikan masing-masing.
b. Kurikulum diharapkan dapat mengakomodasi kearifan lokal,
pendekatan berbasis karakter, serta metode pembelajaran yang
menyenangkan dan inklusif.
2. Sosialisasi Muatan Lokal (Mulok) :
a. Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan secara berkelanjutan
melaksanakan sosialisasi Mulok untuk pembinaan karakter anak
usia dini.
b. Fokus pada pengenalan budaya Indonesia dan nilai-nilai lokal,
termasuk cerita rakyat dan legenda daerah.
3. Respon Masyarakat :
a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masyarakat terhadap
penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Bangkalan pada
umumnya positif.
b. Orang tua memberikan apresiasi terhadap layanan yang diberikan
oleh penyelenggara Satuan Pendidikan.
I. Analisis Finansial
Analisis finansial pada UPTD SD Negeri Patereman 2 berdasarkan
evaluasi bersama dapat memastikan keberlanjutan dan efektivitas
operasional. Ini mencakup perencanaan anggaran, pengelolaan dana, dan
pelaporan keuangan. Analisis ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber
daya, meningkatkan kualitas dan memastikan akuntabilitas.
Fokus Utama Analisis Finansial UPTD SD Negeri Patereman 2
1. Perencanaan Keuangan:
Membuat rencana anggaran yang komprehensif untuk satu tahun
ajaran, memperkirakan pemasukan dan pengeluaran, serta
mengalokasikan dana untuk berbagai kegiatan.
2. Pengelolaan Dana:
Memastikan pengelolaan dana yang efektif dan efisien, termasuk
pencatatan keuangan yang akurat, pelaporan keuangan yang
transparan, dan audit keuangan yang berkala.
3. Sumber Pendanaan:
Mengidentifikasi berbagai sumber pendanaan, seperti iuran orang tua,
bantuan pemerintah, donasi, dan pendapatan lainnya, serta
mengevaluasi kelayakannya.
4. Analisis Biaya:
Menganalisis biaya operasional, termasuk biaya personalia, bahan
ajar, dan fasilitas, untuk memastikan efisiensi penggunaan dana.
5. Analisis Pendapatan:
Memantau dan menganalisis pendapatan , termasuk iuran murid dan
sumber pendapatan lainnya, untuk memastikan stabilitas keuangan.
6. Analisis Profitabilitas:
Mengevaluasi tingkat keuntungan (jika ada) dan efektivitas
penggunaan dana, serta mengidentifikasi area yang memerlukan
perbaikan.
7. Analisis Likuiditas:
Menilai kemampuan satuan pendidikan untuk memenuhi kewajiban
keuangan jangka pendek, seperti membayar GTT dan PTT dan
membeli perlengkapan.
Manfaat Analisis Finansial adalah :
1. Keberlanjutan Lembaga:
Memastikan satuan pendidikan dapat beroperasi secara berkelanjutan
dengan mengelola keuangan secara efektif.
2. Peningkatan Kualitas:
Mengalokasikan dana secara tepat untuk meningkatkanan kualitas
program satuan pendidikan, fasilitas, dan sumber daya manusia.
3. Transparansi dan Akuntabilitas:
MeningkaSDan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan
memastikan akuntabilitas satuan pendidikan terhadap berbagai pihak
yang berkepentingan.
4. Pengambilan Keputusan yang Tepat:
Memberikan informasi yang akurat dan relevan untuk pengambilan
keputusan terkait keuangan satuan pendidikan.
5. Efisiensi Operasional:
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi
pemborosan.
J. Analisis Lingkungan/Alam
Analisis lingkungan alam adalah proses mengkaji, mengevaluasi, dan
memahami dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia terhadap
lingkungan. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi masalah
lingkungan, mengevaluasi dampaknya, dan merumuskan solusi untuk
meminimalkan dampak bersama serta memaksimalkan dampak positif
terhadap lingkungan.
Analisis lingkungan alam mencakup berbagai aspek, termasuk:
1. Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL):
Ini adalah proses formal yang dilakukan untuk mengevaluasi dampak
besar dan penting dari suatu rencana usaha atau kegiatan terhadap
lingkungan hidup. AMDAL bertujuan untuk memastikan bahwa
pembangunan dapat berjalan berkelanjutan dengan meminimalkan
dampak negatif terhadap lingkungan.
2. Analisis Lingkungan Eksternal:
Analisis ini berfokus pada faktor-faktor di luar organisasi yang dapat
memengaruhi kinerjanya, seperti faktor ekonomi, sosial, teknologi,
politik, dan hukum.
3. Analisis Lingkungan Internal:
Analisis ini berfokus pada faktor-faktor internal organisasi yang dapat
memengaruhi kinerja, seperti sumber daya, kekuatan, dan
kelemahan.
4. Analisis Lingkungan Berkelanjutan:
Ini adalah pendekatan yang lebih luas yang mempertimbangkan
dampak jangka panjang dari kegiatan manusia terhadap lingkungan,
termasuk isu-isu seperti perubahan iklim dan keberlanjutan sumber
daya alam.