Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X 2022 ISSN 2685-6875
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
PENERAPAN EXTREME PROGRAMMING UNTUK
PENERIMAAN KARYAWAN BARU MENGGUNAKAN
WEIGHTED PRODUCT BERBASIS WEB
Dinova Widytianto1, Rahmi Rizkiana Putri2, dan Weny Mistarika Rahmawati3
Institut Teknologi Adhi Tama1,2, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 3
e-mail:dinovaprogram@[Link]
ABSTRACT
Industrial era 4.0 has triggered business people to use information technology to support their business
processes. Manual recruitment of employees is considered inaccurate and finally requires a system that can
assist HRD (Human Resource Development) in determining a decision to accept new employees. The system
developed in this research employed the Weighted Product method for decision making and was built with
Extreme Programming modeling. The Extreme Programming model as a software engineering process tends
to apply an object-oriented approach, and this model is appropriate when the team is faced with unclear
requirements or very fast requirements changes, such as the ones in the development of a new employee
recruitment application at Cipta Gagas Lestari Pacitan Ltd. The results of the study indicated the
satisfaction value of software functionality by 87.5%. This value was considered appropriate and met the
feasibility level in the post-testing.
Kata kunci: Extreme programming, weighted product, hrd, requirement, functionality.
ABSTRAK
Era industri 4.0 membawa pelaku bisnis memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang proses bisnis.
Begitu pun dengan penerimaan karyawan baru, proses seleksi karyawan baru menggunakan cara manual
dinilai kurang akurat sehingga di butuhkan sebuah sistem yang dapat membantu HRD (Human Resource
Development) dalam menentukan sebuah keputusan untuk penerimaan karyawan baru. Sistem yang dibuat
pun menggunakan metode Weighted Product sebagai pengambilan keputusan serta di bangun dengan
pemodelan Extreme Programming. Penggunaan model Extreme Programming sebagai proses rekayasa
perangkat lunak cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek, serta penggunaan model ini sesuai
ketika tim dihadapkan dengan requirement yang tidak jelas maupun terjadi perubahan–perubahan
requirement yang sangat cepat seperti halnya pada pengembangan aplikasi penerimaan karyawan baru pada
PT. Cipta Gagas Lestari Pacitan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa didapatkannya nilai
kepuasan fungsionalitas perangkat lunak sebesar 87,5%. Nilai tersebut dianggap telah sesuai dan memenuhi
tingkat kelayakan setelah dilakukannya pengujian.
Kata kunci: Extreme programming, weighted product, hrd, requirement, fungsionalitas.
PENDAHULUAN
Karyawan merupakan peran terpenting dalam sebuah perusahaan baik itu perusahaan
berskala besar maupun berskala kecil. Tak jarang sebuah perusahaan selalu membuka lowongan
pekerjaan untuk menemukan karyawan-karyawan baru yang lebih berkualitas dan mampu
membantu keberlangsungan hidup suatu usaha. Proses seleksi adalah proses terpenting dalam
penerimaan karyawan baru, untuk mengetahui bobot dari seorang calon pegawai umunya
dilakukan serangkaian tes dan seleksi yang dilaksanakan oleh HRD (Human Resource
Development) dan masih menggunakan metode konvensional dan tidak secara komputerisasi.
Karena masih konvensional sehingga memerlukan waktu yang cukup lama, proses calon pegawai
yang lama menimbulkan unsur subyektif [1].
029│1
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X 2022 ISSN 2685-6875
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Oleh sebab itu penerimaan karyawan baru perlu dilakukan secara komputerisasi sebagai
solusi alternatif sehingga lebih efektif dan efisien. Terdapat berbagai model yang digunakan
sebagai metodologi dimana nantinya dapat diterapkan pada saat pengembangan perangkat lunak
seperti prototype, RAD, waterfall, spiral dan agile development. Agile development telah
diperkenalkan sebagai upaya untuk membuat rekayasa perangkat lunak yang lebih fleksibel dan
efisien. Agile software development merupakan metodologi pengembangan perangkat lunak yang
berbasis pada pengembangan iteratif, dimana persyaratan setiap tahapan dan solusi yang
ditawarkan berkembang dengan pendekatan kolaborasi antar tim yang lebih terorganisir [2].
Salah satu turunan dari agile development yang digunakan sesuai dengan kebutuhan saat ini
adalah Extreme Programming(XP). XP merupakan sebuah model proses rekayasa perangkat
lunak yang cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek dan sasaran dari metode ini
adalah tim yang dibentuk dalam skala kecil sampai medium serta dalam metode ini juga sesuai
jika tim dihadapkan dengan requirement yang tidak jelas maupun terjadi perubahan–perubahan
requirement yang sangat cepat [3]. Menurut Anwer [4] dalam penelitiannya yang berjudul
“Proposal of Tailored Extreme Programming Model for Small Projects” mengungkapkan bahwa
pemodelan XP sangat dibutuhkan di era industri sekarang, dimana model extreme programming
baik dan cocok untuk digunakan di projek dengan skala kecil hingga menengah. Maka model xp
diterapkan dalam pengembangan perangkat lunak yang membutuhkan waktu yang cepat dalam
proses pengembangannya, seperti sistem pendukung keputusan penerimaan pegawai baru yang
akan dikembangkan.
Dewasa ini banyak system pendukung keputusan yang telah diterapkan pada perusahaan
maupun dalam kehidupan sehari hari. Berbagai metode pengambil keputusan juga telah banyak
digunakan diantaranya metode Analitic Heirarchy Process(AHP), Technique for Order
Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dan metode pembobotan. Salah satu cabang
dari metode pembobotan adalah Weighted Product Model (WPM). WPM merupakan salah satu
metode pengambilan keputusan yang cukup sering digunakan, dikarenakan metode ini
memberikan waktu yang lebih singkat dengan perhitungan yang lebih sederhana [5].
Penelitian ini menggunakan metode weighted product (WP) yang merupakan salah satu
metode pengambilan keputusan yang lebih berfokus pada pembobotan dan kriteria. Hal ini
dikarenakan dengan metode WP waktu yang digunakan untuk perhitungan jauh lebih cepat
karena menggunakan perkalian untuk menggabungkan setiap rating atribut, dimana setiap rating
harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan, proses ini halnya
sama dengan proses normalisasi. Kemudian setelah dilakukan penentuan nilai bobot maka
dilanjutkan dengan proses perangkingan setiap alternatif menghasilkan nilai terbaik seperti yang
telah berhasil dilakukan oleh Fajarianto [6] dalam penelitiannya dengan judul “Sistem Penunjang
Keputusan Seleksi Penerimaan Karyawan Dengan Metode WP”.
Berdasarkan permasalahan yang ada penulis akan mengembangkan sebuah penelitian
yang berjudul “Penerapan extreme programming untuk penerimaan karyawan baru menggunakan
metode weighted product berbasis web”.
TINJAUAN PUSTAKA
Rekayasa Perangkat Lunak
Perangkat lunak atau software merupakan suatu perintah yang ada pada sebuah komputer.
Ketika sedang dieksekusi oleh penggunanya akan tersampaikan beberapa fungsi sekaligus
menampilkan sejumlah informasi yang diinginkan oleh penggunanya. Dengan ini dapat dikatakan
bahwa perangkat lunak atau software memiliki fungsi untuk memberikan perintah pada komputer
[7]. Menurut Janner Simarmata rekayasa adalah penerapan ilmu dan teknologi untuk
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Sedangkan rekayasa perangkat lunak
(Software engineering) adalah suatu bidang yang mendalami tentang cara-cara pengembangan
perangkat lunak termasuk juga dalam segi pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi
029│2
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X 2022 ISSN 2685-6875
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
pengembangan,
dan lain sebagainya [8]. Segala aktifitas yang terjadi pada proses pemodelan perangkat lunak
dapat disebut juga sebagai siklus hidup perangkat lunak (Software Development Life Cycle).
SDLC merupakan kerangka kerja yang mendefinisikan sebuah proses yang digunakan oleh suatu
oraganisasi atau kelompok untuk mengembangkan dari versi aslinya hingga pada akhir siklus
hidupnya [9].
Extreme Programming
XP merupakan salah satu metode turunan dari Agile development dan salah satu
metodologi rekayasa perangkat lunak yang paling banyak dan paling sering digunakan oleh para
developer karena kemudahannya dan ke-efektifannya. Diperkenalkan oleh Kent Beck saat
menangani proyek penggajian C3 (Chrysler Comprehensive Compensation) sekitar tahun 1996,
proyek yang hampir gagal karena tingkat kerumitannya yang cukup tinggi ketika telah memasuki
tahap testing dan pada akhirnya perusahaan menemukan Kent Beck yang pada saat itu bekerja
sebagai kosultan di bidang software engineering. Disana lah awal mula tercetusnya metodologi
XP [10].
XP dalam pengembangan perangkat lunak juga merupakan salah satu dari beberapa model
agile yang sering digunakan dan lebih berfokus pada koding sebagai aktivitas utama dalam siklus
pengembangan perangkat lunak, metode ini lebih mengedepankan proses pengembangan yang
lebih responsive dan efisien terhadap kebutuhan customer jika harus dibandingkan dengan
metodemetode rekayasa perangkat lunak lainnya [11].
Metode ini memiliki 4 nilai dasar yang menjadi inti daripada metode XP seperti,
Communication (Komunikasi), Simplicity (Kesederhanaan), Feedback (Umpan Balik), dan
Courage (Keberanian) yang menunjukkan sifat fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang
akan terjadi dan diminta oleh customer [12].
Weighted Product
WP adalah sebuah keputusan multi-kriteria yang sering digunakan dan merupakan salah
satu metode pengambil keputusan multi kriteria. Seperti pada halnya metode pengambil keputusan
yang lain. Metode WP menggunakan perkalian untuk menggabungkan tiap atribut, dimana rating
pada tiap atribut harus dipangkatkan terlebih dahulu dengan bobot atribut yang bersangkutan.
Dalam proses ini sama halnya dengan proses normalisasi [13]. Untuk prefensi dari setiap alternatif
Si untuk penentuan bobot W, penentuan nilai vector S dan nilai vector V, dalam perhitungan
metode WP ini di mulai dengan mengkalikan seluruh atribut dari seluruh alternatif dengan bobot
sebagai pangkat positif bagi atribut biaya, kemudian untuk selanjutnya hasil perkalian
dijumlahkan supaya dapat menghasilkan nilai pada setiap alternatif. Setelah melakukan proses itu
membagi nilai V dari setiap alternatif dengan nilai pada setiap alternatif S. Lalu untuk yang
terakhir temukan urutan alternatif terbaik yang akan menjadi keputusan, yang berarti nilai akhir
dari hasil perangkingan yang telah dilakukan [14].
Menurut Diana [15] metode WP memiliki langkah-langkah dalam pengerjaannya sebagai berikut :
1. Menentukan kriteria yang akan dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan
2. Menentukan bobot awal untuk setiap kriteria, kemudian nilai bobot (w) digunakan untuk
menunjukkan tingkat kepentingan nilai relatif dari tiap kriteria. Nilai bobot awal ditentukan oleh
pengambil keputusan yang menentukan tingkat kepentingan relatif tiap kriteria. Dalam
menentukan bobot awal terdapat beberapa cara yang dapat digunakan antara lain :
1. Memberikan nilai parameter untuk tiap kriteria
2. Memberikan bobot antara 0-100 yang dimaksudkan untuk memberikan tingkat
kepentingan pada tiap kriteria.
Untuk melakukan normalisasi pada nilai bobot awal yakni dengan membagi tiap nilai w 0 dengan
total nilai dari wj. normalisasi pada bobot ini menghasilkan nilai normalisasi w j = 1 dimana j = 1,2
…., n banyak alternatif dan ∑wj merupakan jumlah dari keseluruhan nilai bobot. Pada metode ini
029│3
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X 2022 ISSN 2685-6875
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
terdapat 2 sifat yang dimiliki oleh bobot berdasar pada masing-masing kriteria, yaitu keuntungan
(benefit) dan biaya (cost). Untuk kriteria yang memiliki sifat benefit berarti nilainya dibuat
positif/dimaksimalkan, sedangkan untuk kriteria yang memiliki sifat cost maka nilainya bernilai
negatif/diminimumkan.
Normalisasi
𝑊𝑗
𝑊𝑗 = (1)
∑ 𝑤𝑗
Wj : Nilai relatif bobot awal
Wj : Bobot pada tiap kriteria
∑wj : Jumlah total nilai bobot
3. Menentukan nilai vector (S)
𝑆𝑖 = ∏𝑛𝑗=[Link] j , 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑖 = 1,2, . . , 𝑚 (2)
Si : Preferensi alternatif ke i dianalogikan dengan vector S
xij : Nilai setiap alternatif yang dimiliki dari setiap kriteria
n : Banyak kriteria
wj : Hasil dari normalisasi nilai bobot awal
vector S ini diperoleh dangan meningkatkan nilai dari atribut yang dimiliki oleh tiap kriteria
dengan hasil normalisasi bobot yang menggunakan pangkat positif untuk nilai dari keuntungan
(benefit) dan pangkat negatif untuk nilai dari biaya (cost).
4. Menentukan nilai vector (V)
∏𝑛
𝑗 1𝑋𝑖𝑗𝑤𝑗
𝑉𝑖 = ∏𝑛
; 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛1 = 1,2, . . , 𝑚 (3)
𝑗 1
Vector V yang merupakan sebuah prefensi alternatif yang akan selalu digunakan untuk
merangking dengan membagi masing-masing dari jumlah nilai vector S dengan seluruh jumlah
vector S.
METODE
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan
dokumentasi. Pada metode wawancara diperoleh data berupa prosedur dan mekanisme yang ada
dalam penerimaan karyawan baru studi kasus [Link] Gagas Lestari Pacitan, dan pada metode
dokumentasi diperoleh berupa dokumen-dokumen yang terkait dengan aktifitas penerimaan
karyawan baru seperti seperti buku pencatatan manual penerimaan karyawan, daftar pendaftar/
pelamar beserta bobotnya.
Metode Pengembangan Sistem
Terdapat beberapa tahapan pengembangan perangkat lunak dengan XP meliputi [16] :
1. Planning/Perencanaan. Dalam tahap ini dimulai dengan pemahaman konteks bisnis yang
ada pada aplikasi yang sedang dibuat/dikerjakan, fungsi dari aplikasi dibuat, penentuan waktu dan
biaya yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi, serta alur dari pengembangan aplikasi
tersebut.
2. Design/Perancangan. Dalam tahap ini menekankan desain aplikasi secara sederhana dan
mudah dipahami, menggunakan kartu CRC (Class Responsibility Collaborator) sebagai alat untuk
029│4
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X 2022 ISSN 2685-6875
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
mendesain. CRC ini digunakan untuk memetakan kelas-kelas apa saja yang nantinya akan
digunakan pada diagram use case, diagram kelas dan diagram objek.
3. Coding/Pengkodean. Tahap ini adalah hal utama dalam mengembangkan aplikasi dengan
menggunakan XP yaitu pair programming (pembuatan program melibatkan 2 programmer atau
lebih).
4. Testing/Pengujian. Dalam tahap ini lebih berfokus pada pengujian fitur yang ada pada
aplikasi, sehingga meminimalisir jikalau ada kesalahan (error) dan aplikasi yang telah dibuat
sesuai dengan proses bisnis yang ada pada customer. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 1
Gambar 1. Extremme programming
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengujian dari segi usability sistem penerimaan karyawan baru yang
melibatkan 4 responden dari pihak perusahaan secara langsung, dapat diketahui bahwa sebagian
besar penilaian ini telah baik dan puas dengan sistem yang telah dibuat. Data hasil pengujian
terhadap usability menunjukkan sebesar 95% aplikasi mudah digunakan (user friendly) dan
memiliki tampilan yang menarik didalamnya, kebermanfaatan, text yang mudah dibaca dan
dipahami, penataan yang tepat sehingga memudahkan pengguna dalam menjalankan aplikasi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata 87,5% aplikasi telah memenuhi keseluruhan tingkat
kelayakan. Pengujian beta dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 Pengujian beta aplikasi penerimaan pegawai
Pertanyaan Jawaban (N) (R) (N . R) ∑(N.R) (Y) Hasil
1. Aplikasi ini mudah SS 5 3 15 19 95% Aplikasi penerimaan
untuk dioperasikan atau S 4 1 4 karyawan mudah
digunakan (User friendly) N 3 0 0 digunakan (User
TS 2 0 0 friendly)
STS 1 0 0
2. Tata letak yang SS 5 2 10 17 85% Tata letak informasi
penyusunan informasi S 4 1 4 pada aplikasi sudah
yang ada pada aplikasi N 3 1 3 tepat
sudah tepat TS 2 0 0
STS 1 0 0
3. Tampilan yang ada SS 5 3 15 19 95% Tampilan yang
dalam aplikasi menarik S 4 1 4 dihadirkan sangat
N 3 0 0 menarik
029│5
Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X 2022 ISSN 2685-6875
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
TS 2 0 0
STS 1 0 0
4. Proses perhitungan SS 5 2 10 18 90% Perhitungan berjalan
berjalan dengan cepat dan S 4 2 8 dengan cepat dan
akurat N 3 0 0 akurat
TS 2 0 0
STS 1 0 0
Note: SS: Sangat Setuju, S: Setuju, N: Netral, TS: Tidak Setuju, STS: Sangat Tidak Setuju
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Telah berhasil dikembangkan aplikasi penerimaan karyawan baru yang membantu HRD dalam
seleksi penerimaan karyawan baru dengan lebih efektif dan efisien.
2. Berhasil menerapkan penggunaan model extreme programming dalam pengembangan aplikasi
penerimaan karyawan baru serta pengimplementasian Weighted Product sebagai metode
pengambilan keputusan dan menghasilkan kepuasan fungsionalitas perangkat lunak sebesar 87,5%.
DAFTAR PUSTAKA
[1] I. M. D. Mahendra, M. A. Sudarma, and I. M. Suyadnya, “SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PENERIMAAN PEGAWAI DENGAN METODE WEIGHTED PRODUCT BERBASIS WEB,” J.
SPEKTRUM 7.1, 2020.
[2] R. D. Gunawan, R. Napianto, R. I. Borman, and I. Hanifah, “Penerapan Pengembangan Sistem
Extreme Programming Pada Aplikasi Pencarian Dokter Spesialis di Bandarlampung Berbasis
Android,” Format J. Ilm. Tek. Inform., vol. 8, no. 2, p. 148, 2020, doi:
10.22441/format.2019.v8.i2.008.
[3] I. Carolina and A. Rusman, “Penerapan Extreme Programming Pada Sistem Informasi Penjualan
Pakaian Berbasis Web (Studi Kasus Toko ST Jaya),” INOVTEK Polbeng - Seri Inform., vol. 4, no. 2,
p. 157, 2019, doi: 10.35314/isi.v4i2.1043.
[4] F. Anwer, S. Aftab, and I. Ali, “Proposal of Tailored Extreme Programming Model for Small
Projects,” Int. J. Comput. Appl., vol. 171, no. 7, pp. 23–27, 2017, doi: 10.5120/ijca2017915112.
[5] P. Billy Renaldo, “Pengaruh proses rekrutmen dan seleksi terhadap kinerja karyawan pada PT bank
SULUTGO,” J. Berk. Ilm. Efisiensi 16.4, 2016.
[6] O. Fajarianto, M. Iqbal, and J. T. Cahya, “Sistem Penunjang Keputusan Seleksi Penerimaan
Karyawan Dengan Metode Weighted Product,” J. Sisfotek Glob., vol. 7, no. 1, pp. 49–55, 2017.
[7] R. S. Pressman, Rekayasa Perangkat Lunak (Buku Satu). C.V Andi Offset, 2012.
[8] J. Simarmata, Rekayasa web. C.V Andi Offset, 2010.
[9] J. de V. Mohino, J. B. Higuera, J. R. B. Higuera, and J. A. S. Montalvo, “The application of a new
secure software development life cycle (S-SDLC) with agile methodologies,” Electron. 8.11 1218,
2019.
[10] A. Supriyatna, “Metode Extreme Programming Pada Pembangunan Web Aplikasi Seleksi Peserta
Pelatihan Kerja,” J. Tek. Inform. 11.1, 2018.
[11] T. Gumelar, R. Astuti, and A. T. Sunarni, “Sistem Penjualan Online Dengan Metode Extreme
Programming,” Telemat. MKOM 9.2, p. 1, 2018.
[12] R. Rahmi, R. P. Sari, and R. Suhatman, “Pendekatan Metodologi Extreme Programming pada
Aplikasi E-Commerce (Studi kasus Sistem Informasi Penjualan Alat-alat Telekomunikasi),” J.
Komput. Terap. 2.2, 2016.
[13] N. Nurjannah, Z. Arifin, and D. M. Khairina, “Sistem Pendukung Keputusan Pembelian Sepeda
Motor Dengan Metode Weighted Product,” Inform. Mulawarman J. Ilm. Ilmu Komput., vol. 10, no. 2,
p. 20, 2015, doi: 10.30872/jim.v10i2.186.
[14] I. Ismail and N. Nurjaya, “Seleksi Penerimaan Karyawan Baru Menggunakan Metode WP (Weighted
Product) dengan Bahasa Pemrograman PHP dan MySQL,” J. Inform. Univ. Pamulang 1.1, 2016.
[15] Diana, Metode dan Aplikasi Sistem Pendukung Leputusan. 2018.
[16] I. gusti N. Suryantara, Merancang Aplikasi dengan Metodologi Extreme Programming. PT Alex
Media Komputindo, 2017.
029│6