BAB2
TINJAUANPUSTAKA
[Link]
1. Pengertian
Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dilakukan dengan suka
rela tanpa paksaan dari orang lain. Bermain merupakan cara terbaik dalam
mempelajari sesuatu yang baru. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan
dengankebebasan batin untuk memperolehkesenangan (Syamyu,2001). Bermain
merupakan suatu aktifitas dimana anak dapat melakukan atau mempraktikkan
ketrampilan, memberikan ekspresi terhadap pemikiran menjadi kreatif,
mempersiapkan diri untuk berperan dan berperilaku dewasa (Hidayat, 2004).
Bermain adalah tindakan atau kesibukan suka rela yang dilakukan dalam batas –
batas tempat dan waktu berdasarkan aturan – aturan yang mengikat tetapi
dikakukan secara suka rela dengan tujuan yang ada didalam dirinya sendiri,
disertai dengan perasaan senang serta dengan pengertian bahwa bermain
merupakan sesuatu yang lain dalam kehidupan yang biasa (Huizing dalam
Suherman, 2000).
2. Manfaat
Bermain bagi anak mempunyai fungsi untuk merangsang aktifitassensorik,
menunjang perkembangan kognitif dengan cara mengeksplorasi dan
memanipulasibenda–bendayangada disekitarnyayangmerupakantempatuntuk
bersosialisasi meningkatkan kesadaran diri, dan perkembangan komunikasi
(Suherman, 2000).
Menurut Supartini Yupi (2004) fungsi pertama bermain adalahmerangsang
perkembangan sensorik – motorik, perkembangan intelektual, perkembangan
sosial, perkembangan kreatifitas, perkembangan kesadaran diri, perkembangan
moral.
Sedangkan menurut Soetjiningsih (1995) alat permainan edukatif( APE )
adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak dan
berguna untuk :
1. Pengembangan aspek fisik yaitu kegiatan – kegiatan yang dapat menunjang
atau merangsang pertumbuhan fisik anak.
2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara dengan menggunakan
kalimat yang benar. Pengembangan kognitif yaitu dengan pengenalan suara,
ukuran, bentuk dan warna.
3. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungan dengan interaksi
antara ibu dan anak, keluarga dan masyarakat.
3. Fungsibermainterhadappertumbuhandanperkembangananak
1) Perkembangansensorik – mororik
Dalam hal ini, permainan akan membantu perkembangan gerak halus dan
pergerakan kasar anak dengan cara memainkan suatu obyek yang disekitarnya
[Link],orangtuamemainkanpensildidepananak,pada
tahap awal anak akan melirik benda yang ada didepannya, kalau dia tertarik maka
dia akan berespon dan berusaha untuk meraih atau mengambil pensil dari
genggaman orang tuanya.
2) Perkembangankognitif
Membantu anak untuk mengenal benda – benda yang ada disekitarnya.
Misalnya, mengenalkan anak dengan warna (merah, biru, hijau, kuning, hitam,
putih dan sebagainya). Dengan cara seperti ini orang tua juga secara tidak sadar
sudah bisa memacu perkembangan bahasa anak.
3) Kreatifitas
Mengembangkan kreatifitas anak dalam bermain sendiri atau secara
bersama. Berikan anak balok yang banyak dan biarkan dia menyusun balok –
balok itu untuk dibuat bentuk apa saja sesuai dengan keinginan anak, kemudian
tanyakan pada anak benda apa yang telah ia buat itu.
4) Perkembangansosial
Belajar interaksi dengan orang lain, mempelajari peran dalam kelompok.
Kumpulkan 3 – 5 anak yang usianya sebaya, kemudian biarkan anak untuk
membentuk kelompok sendiri dan menjalani perannya sendiri – sendiri, orang tua
memantau dari kejauhan.
5) Kesadarandiri(selfawareness )
Dengan bermain anak sadar akan kemampuannya sendiri, kelemahannya
[Link]
pemimpin dan dia merasa tidak mampu untuk memimpin, maka dengan
senanghati dia akan memberikan peran pemimpin tadi pada teman yang lainnya.
6) Perkembanganmoral
Dapat diperoleh dari orang tua, orang lain yang ada disekitar anak. Untuk
itu tugas orang tua untuk mengajari anak agar mempunyai moral yang baik.
7) Komunikasi
Bermain merupakan alat komunikasi terutama pada anak yang masih
belum dapat menyatakan perasaannya secara verbal. Misalnya, anak
mengambarkan dua anak kecil perempuan (mungkin dia ingin punya adik
perempuan), anak melempar sendok atau garpu saat makan (mungkin dia tidak
suka sama lauk – pauknya).
4. Klasifikasibermain
Menurut Supartini Yupi(2004)adabeberapajenis permainan baik ditinjau
dari isi permainan maupun karakter sosialnya.
1)Berdasarkanisipermainan
(1) Sosialaffectiveplay
Inti permainan ini adalah adanya hubungan interpersonal yang
menyenangkan antara anak dan orang lain, misalnya bayi akan mendapat
kesenangan dan kepuasan dari hubungan yang menyenangkan dari orang
tuanya atau orang lain.
(2) Senseofpleassureplay
Permainan ini menggunakan alat yang dapat menimbulkan rasa senang
pada anak dan biasanya mengasyikkan, misalnya dengan menggunakan
pasir,anakakanmembuatgunung– gununganataubenda–bendaapasaja yang
dapat dibentuknya dengan pasir.
(3) Skillplay
Permainan ini akan meningkatkan keterampilan anak khususnya motorik
kasar dan halus, misalnya anak akan terampil memegang benda – benda
kecil, memindahkan benda dari satu tempat ketempat yang lain.
(4) Games
Games atau permainan adalah jenis permainan yang menggunakan alat
tertentu yang menggunakan perhitungan atau skor, permainan ini bisa
dilakukan oleh anak sendiri atau dengan temannya. Banyak sekali jenis
permainan ini mulai dari yang sifatnya tradisional maupun modern,
misalnya ular tangga.
(5) Unoccupreabehaviour
Pada saat tertentu, anak sering terlihat mondar – mandir, tersenyum,
tertawa, jinjit – jinjit, bungkuk memainkan kursi, meja atau apa saja yang
ada disekelilingnya.
(6) Dramaticplay
Pada permainan ini anak memainkan peran sebagai orang lain melalui
permainannya. Anak berceloteh sambil berpakaian meniru orang dewasa,
misalnya ibu guru, ibunya, bapaknya, dan sebagainya. Apabila anak
bermain dengan temannya akan terjadi percakapan diantara merekatentang
peran orang tertentu.
(7) Berdasarkankaraktersosial
1) Oniokerplay
Pada jenis permainan ini anak hanya mengamati temannya yang sedang
bermain, tanpa ada insiatifyaitu berpartisipasi dalam permainan. Jadi, anak
tersebut bersifat pasif, tetapi ada proses pengamatan terhadap permainan
yang sedang dilakukan temannya.
2) Solitary play
Pada permainan ini anak tampak berada dalam kelompok permainan,tetapi
anak bermain sendiri dengan alat permainan yang dimilikinya dan alat
permainan tersebut berbeda dengan alat permainan yang digunakan
temannya tidak ada kerjasama atau komunikasi dengan teman
sepermainannya.
3) Pararelplay
Pada permainan ini, anak dapat menggunakan alat permainan yang sama,
tetapiantarasatuanakdengananakyanglaintidakterjadikontaksatu
sama lain, sehingga antara anak satu dengan yang lain tidak ada sosialisasi
satu sama lain, biasanya permainan ini dilakukan oleh anak usia 1 – 3
tahun.
4) Associativeplay
Pada permainan ini sudah terjadi komunikasi anak satu dengan anak yang
lain, tetapi tidak terorganisasi, tidak ada pemimpin atau yang memimpin
permainan dan tujuan permainan tidak jelas, contoh permainan jenis ini
adalah bermain boneka, hujan - hujanan dan bermain masak – masakan.
5. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam aktifitas bermain menurut
Soetijiningsih (1995) agar anak bisa bermain diperlukan hal – hal seperti dibawah
ini :
(1) Ekstraenergi
Untukbermaindiperlukanekstraenergi,anakyangsakitsangatsedikit
keinginannya untuk bermain.
(2) Waktu
Anakharusmempunyaicukupwaktuuntukbermain.
(3) Alatpermainan
Untuk bermain diperlukan alat permainan yang sesuai dengan umur dan taraf
perkembangannya.
(4) Ruanguntukbermain
Ruangan tidak usah terlalu lebar dan tidak terlalu ruangan khusus untuk
[Link] bisa bermaindi ruangtamu,halaman, bahkan diruangtidurnya.
(5) Pengetehuancarabermain
Anak belajar bermain melalui mencoba – coba sendiri, meniru temannya atau
diberitahu oleh orang lain. Cara yang terakhir adalah yang karena anak tidak
terbatas pengetahuannya dalam menggunakan alat permainan dan anak
mendapat keuntungan lain lebih banyak.
(6) Temanbermain
Anak harus merasa yakin bahwa ia mempunyai teman bermain kalau ia
memerlukan,apakahitu saudaranya,orangtuanya atautemannyakarenakalau
anak bermain sendiri maka ia akan kehilangan kesempatan belajar dari
temannya, sebaliknya kalau terlalu banyak bermain dengan anak lain maka
dapat mengakibatkan anak tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk
menghibur diri sendiri dan menemukan kebutuhannya sendiri. Bila kegiatan
bermain dilakukan dengan orang tuanya, maka hubungan orang tua dengan
anak menjadi akrab dan ibu atau ayah akan segara mengetahui setiap kelainan
yang terjadi pada anak mereka secara dini.
MenurutHurlock(1997) faktoryangmempengaruhipermainananakantaralain:
(1) Kesehatan
Semakin sehat anak semakin banyak energinya untuk bermain aktifseperti:
sepak bola, anak yangkekurangan tenaga lebih menyukai hiburan.
(2) Perkembanganmotorik
Permainan anak pada setiap usia melibatkan koordinasi motorik, apa saja
yang akan dilakukan dan waktu bermainnya bergantung pada
perkembangan motorik mereka, pengendalian motorik yang baik
memungkinkan anak terlibat dalam permainan aktif.
(3) Intelengensi
Padasetiap usia, anak yangpandai lebih aktiftimbang yangkurangpandai
dan permainan mereka lebih menunjukkan kecerdikan. Dengan
bertambahnyausia,merekalebihmenunjukkanperhatiandalampermainan
kecerdasan, diamati, kontruksi dan membaca. Anak yang pandai
menunjukkan keseimbangan perhatianbermain yanglebih besar,termasuk
upaya menyeimbangkan faktor fisik dan intelektual yang nyata.
(4) Jeniskelamin
Anak–anaklakibermainkasarketimbangperempuandanlebihmenyukai
permainan dan olahraga ketimbang berbagai jenis permainan lain. Pada
awalmasakanak–kanak,anaklaki–lakimenunjukkanperhatianpada
berbagai jenis permainan yang lebih banyak ketimbang anak perempuan
tetapi sebaliknya terjadi pada akhir masa kanak – kanak.
(5) Lingkungan
Anak dari lingkungan yang buruk kurang bermain ketimbang anaklainnya,
karena kesehatan yang buruk, kurang waktu, peralatan dan ruang anak
yangberasaldarilingkungandesakurangbermainketimbangmereka yang
berasal dari lingkungan kota. Hal ini karena kurangnya peralatan dan
waktu bebas.
(6) Satussosial ekonomi
Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi lebih menyukai
kegiatan yang mahal, separti lomba atletik, bermain sepati roda sedangkan
mreka dari kalangan bawah terlihat dala kegiatan yang tidak mahal seperti
bermain bola dan berenang. Kelas sosial mempengaruhi buku yang dibaca
dan film yang ditonton anak, jenis kelompok rekreasi yang memiliki dan
supervisi.
(7) Jumlahwaktu bebas
Jumlah waktu bermain terutama bergantungan pada status ekonomi
keluarga. Apabilatugas rumahtanggaataupekerjaanmenghabiskanwaktu
luang mereka anak terlalu lelah untuk melakukan kegiatan yang
membutuhkan tenaga yang besar.
6. Karakter mainananakusia1–3 tahun
Anak yang bermain dengan cara toddler adalah anak yang bermain secara
spontan dan bebas bermain dan berhenti sesukanya. Di samping itu karena
koordinasi motorik masih kurang sehingga anak sering merusak alat
permainannya. Perlu diingat juga bahwa anak mempunyai otonomi dan
kemandirian, sehingga penting diperhatikan kemampuannya atau keselamatannya
antara lain alat – alat permainan yang runcing, tidak menimbulkan keracunan
misalnyacat. Karakteristik padamasatoddleradalahparalel playdan solitaryplay
(Suherman, 2000).
Menurut Supartini Yupi (2004), anak usia toddler menunjukkan
karakteristik yang khas yaitu banyak bergerak, tidak bisa diam dan mulai
mengembangkan otonomi dan kemampuan utuk dapat mandiri. Oleh karena itu,
dalammelakukanpermainananaklebihbebas,spontandanmenunjukkanotonomi baik
dalam memilih mainan maupun dalam aktivitas bermainnya. Oleh karenaitu,
seringkali mainannya dibongkar pasang bahkan dirusaknya. Untuk itu harus
diperhatikan keamanan dan keselamatan anak dengan cara tidak memberikan alat
permainan yang tajam dan menimbulkan perlukaan.
MenurutSujono(2009),macam-macamalatpermainanuntukanakusia1–3 tahun :
1) 12–24bulan
Tujuan :
(1) Mencarisumbersuaraatau mengikutisumbersuara
(2) Memperkenalkansumbersuara
(3) Melatihanakmelakukanmendorongdan menarik
(4) Melatih anak melakukan kegiatan sehari – hari semuanya dalam bentuk
kegiatan yang menarik.
Alatpermainanyangdianjurkan:
(1) Genderang,boladengan giring–giringdidalamnya
(2) Alatpermainanyangdapatdidorongdanditarik
(3) Alat permainan yang terdiri dari : alat rumah tangga (cangkir yang tidak
mudah pecah, sendok, botol plastik, ember, waskom air) balok besar, kardus,buku
gambar, kertas umtuk dicoret, pensil warna.
2).25–36tahun
Tujuan :
(1) Menyalurkanemosiatauperasaananak
(2) Mengembangkanketrampilanberbahasa
(3) Melatihmotorik halus dankasar
(4) Mengembangkan kecerdasan (memasang, menghitung, mengenal dan
membedakan)
(5) Melatihkerjasamamatadantangan
(6) Melatihdayaimajinasi
(7) Kemampuanmembedakanpermukaandanwarnabenda
Alat permainan :
(1) Lilinyangdapatdibentuk
(2) Alatuntuk menggambar
(3) Paselsederhana
(4) Manik– manik ukuran besar
(5) Berbagaibendayangmempunyaipermukaandanwarnayangberbeda
(6) Bola
7. KebutuhanBermain
1) JenisPermainan
Dalam menggunakan alat permainan, melakukan kegiatan – kegiatan,
tempat kegiatan, ada pedoman yang harus kita teliti terlebih dahulu, seperti :
seberapa banyak pengetahuan anak mengenai kegiatan tertentu, peralatan yang
digunakan maupun hal lainnya. Ini merupakan titik mula yang menentukan
perencanaan orangtua tentangkegiatan dan penggunaan alat permainan oleh anak
sehingga bermanfaat.
2) Waktubermain
Banyak waktu yang digunakan untuk bermain ialah relatif, tergantungpada
usia maka kepuasan dari bermain semakin besar. Sedangkan semakin
bertambahusia maka kepuasandari [Link]
ada bukti ilmiah yang cukup untuk menunjukkan jumlah waktu yang diperlukan
untuk bermain. Kebutuhan waktu dalam bermain mempunyai pengaruh baik dan
pengaruh buruk dalam kegiatan bermain, dalam pengaruh yang baik adalah
memberikan waktu yang cukup atau separuh dalam 1 harinya karena dapat
membuat anak tidak bosan untuk melakukan aktifitas bermainnya. Dengan waktu
yang cukup misalnya > 15 menit anak dapat mempunyai kesempatan untukbelajar
dan berkreasi, jadi dengan pemberian waktu yang cukup anak juga dapat
belajardisplindenganwaktunyatetapianakjugadapatmemanfaatkanwaktu yang ada
(elizabeth B. Hurlock, 1995).
3) JumlahPermainan
Disini jumlah permainan adalah alat yangsering digunakan anak padasaat
bermain normalnya adalah 2 – 3 alat permainan. Setiap harinya anak itu bermain
beberapa macam alat permainan. Akankah anak bermain dalam seharinya
menggunakan jenis permainan lebih dari satu permainan. Sebenarnya jumlah atau
banyaknya alat permainan disesuaikan dengan rentang perhatian anak. Hindarialat
permainan yang terlalu banyak, karena justru akan menganggu konsentrasi anak.
Perhatian anak akan mudah teralih dari satu alat permainan kealatpermainan yang
lainnya dan anak tidak akan tuntas bermain dengan satu alat permainan dan
mendapatkan manfaat darinya.
8. Kesalahan–kesalahandidalammemilihalatpermainanmenurut(Soetjiningsih,
1995) ada 7 kesalahan yang sering dibuat dalam memilih alat permainan :
1) Orangtua memberikan sekaligus banyak macam alat permainan, padahal
pada umumnya anak – anak suka mengulang – ulang alat permainan yang
sama untuk beberapa waktu yang lama.
2) Banyakorang tua membeli alat permainan yang mereka pikir indah dan
menarik, tetapi mereka tidak berfikir apa yang dikerjakan anak terhadap
permainan tersebut
3) Banyakorang tua membayar terlalu mahal untuk alat permainan mereka
lupabahwa alatpermainan yangdibuatsendiri ataudaribarangbekassering
menyenangkan pula.
4) Alatpermainan yang terlalu lengkap atau sempurna, sehingga sedikit
peluang bagi anak untuk melakukan eksplorasi dan konstruksi sekali anak
melihatnya hanya sedikit tersisa untuk memainkannya.
5) Alat permainan tidak sesuai dengan umur anak terlalu tua atau terlalu muda
terhadapalatpermainannyasehinggamaksuddantujuandarialatpermainan itu
tidak tecapai.
6) Memberikanterlalubanyakalatpermainandengantipeyangsama.
7) Banyakorang tua tidak meneliti keamanan dari alat permainan yang
dibelinya.
[Link]
Kebutuhandasar
anak :
1. Asih
2. Asah
Faktorinternal 3. Asuh
1. Kesehatan
2. PerkembanganMotorik
3. Intelegensi
4. Jeniskelamin Pemenuhankebutuhanbermain:
1. Jenispermainan
2. Waktubermain
Faktoreksternal 3. Jumlah permainan
1. Lingkungan
2. Statussosial ekonomi
Pertumbuhan dan
perkembangan
normal
Keterangan:
:Variabelyangditeliti
:Variabelyangtidakditeliti
[Link] usia 1 – 3
tahun di wilayah RT 10 RW VII KelurahanNgagel Rejo Kecamatan Wonokromo
Surabaya.