MODUL AJAR
ELEKTROKIMIA
INFORMASI UMUM
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Dea Citra
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas/ Fase : XII (Dua Belas) / F
Mata Pelajaran : Kimia
Materi Pokok : Sel Elektrolisis
Alokasi Waktu : 1 Kali Pertemuan (2JP)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik telah mempelajari dasar tentang reaksi redoks, termasuk pengertian oksidasi
dan reduksi serta kemampuan mengidentifikasi bilangan oksidasi dalam senyawa kimia.
Mereka juga sebaiknya sudah familiar dengan konsep sel elektrokimia, termasuk perbedaan
antara sel galvanik dan sel elektrolisis. Selain itu, kemampuan untuk membaca dan
memahami diagram sel elektrokimia serta mengaitkan proses elektrolisis dengan aplikasi
praktis, seperti dalam pengolahan logam dan pembuatan gas, akan sangat membantu.
Kompetensi ini penting agar siswa dapat memahami konsep yang lebih kompleks dalam sel
elektrolisis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
II. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik telah mempelajari dasar tentang reaksi redoks, termasuk pengertian oksidasi
dan reduksi serta kemampuan mengidentifikasi bilangan oksidasi dalam senyawa kimia.
Mereka juga sebaiknya sudah familiar dengan konsep sel elektrokimia, termasuk perbedaan
antara sel galvanik dan sel elektrolisis. Selain itu, kemampuan untuk membaca dan
memahami diagram sel elektrokimia serta mengaitkan proses elektrolisis dengan aplikasi
praktis, seperti dalam pengolahan logam dan pembuatan gas, akan sangat membantu.
Kompetensi ini penting agar siswa dapat memahami konsep yang lebih kompleks dalam sel
elektrolisis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1. Bergotong Royong : Aktif menyimak untuk memahami dan menganalisis informasi,
gagasan, emosi, keterampilan dan keperihatinan yang disampaikan oleh orang lain
maupun kelompok lain pada saat menggunakan berbagai simbol dan media, serta
menggunakan berbagai strategi komunikasi dalam menyelesaikan pemersalahan agar
tujuan bersama bisa tercapai
2. Bernalar Kritis : Berpikir secara objektif, sistematik dan saintifik denngan
mempertimbangkan berbagai aspek berdasarkan fakta dan data yang mendukung, sehinga
dapat membuat keputusan yang tepat dan berkontribusi memecahkan masalah dalam
kehidupan, serta terbuka degan penemuan baru.
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Ruang Kelas 3. Infokus 5. Koneksi Internet
2. Laptop/PC 4. LKPD 6. Alat Tulis
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik yang menjadi target yaitu:
1) Peserta didik dengan kemampuan rendah Memiliki kesulitan dengan bahasa dan
pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan kosentrasi jangka panjang, dan.
sebagainya.
2) Peserta didik dengan kemampuan sedang: Tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
Peserta didik dengan kemampuan tinggi Mencerna dan memahami dengan cepat,
mampu mencapai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan memiliki
keterampilan berpikir.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran dengan menggunakan Discovery Learning (DL)
KOMPONEN INTI
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran ini antara lain:
1. Peserta Didik Dapat Merancang sel elektrolisis dilengkapi komponen-
komponennya.
2. Peserta Didik dapat menjelaskan Prinsip Kerja Sel elektrolisis.
3. Peserta didilk dapat menjelaskan reaksi yang terjadi pada elektroda.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik dapat memahami tentang prinsip dasar di balik proses elektrolisis, yaitu
pemisahan zat melalui aliran listrik. Peserta didik dapat mengaitkan konsep ini dengan reaksi
redoks, di mana reaksi oksidasi terjadi di anoda dan reaksi reduksi di katoda. Selain
memahami teori, siswa juga perlu menyadari aplikasi praktis dari elektrolisis, seperti dalam
proses pengolahan logam, penghasil gas, dan produksi bahan kimia, serta dampaknya
terhadap lingkungan. Dengan demikian, pemahaman ini tidak hanya mencakup aspek teoritis,
tetapi juga relevansi dalam kehidupan sehari-hari, mendorong siswa untuk berpikir kritis
tentang bagaimana ilmu kimia berkontribusi pada teknologi dan keberlanjutan.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Dapatkah kalian menyebutkan contoh penggunaan elektrolisis dalam kehidupan sehari-
hari?
2. Apa yang terjadi pada zat ketika dialiri listrik dalam proses elektrolisis?
3. Apa yang kalian ketahui tentang reaksi redoks, dan bagaimana konsep ini berhubungan
dengan elektrolisis?
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
LANGKAH KEGIATAN WAKTU
PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN
Orientasi:
• Guru memberi salam Pembuka
• Guru meminta peserta didik untuk berdoa sebelum
memulai pembelajaran
• Guru Mengecek kehadiran Peserta didik.
• Guru mrmberikan apersepsi kepada peserta didik
dengan mengaitkan materi yang akan dipelajari
dengan materi sebelumnya
✓ Kita sudah belajar bahwa pada sel volta,
reaksi kimia menghasilkan listrik. Nah,
apakah sebaliknya mungkin terjadi?
Bagaimana jika kita menggunakan listrik
untuk memicu reaksi kimia? Inilah yang
akan kita pelajari pada sel elektrolisis
• Guru memberikan motivasi tentang manfaat
mempelajari materi yang akan dipelajari, seperti
menghubungkan sel elektrolisis dalam kehidupan
sehari-hari
Guru menyampaikan topik materi dan tujan
pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan hari
ini.
KEGIATAN INTI
Stimulation
• Guru Melakukan eksperiment Elektrolisis air dan
(memberikan
mengarahkan peserta didik untuk mengamati.
stimulus)
• Peserta didik mengajukan pertanyaan mengenai
eksperiment yang dilakukan guru. Pertanyaan
yang diharapkan dari peserta didik:
➢ Apa itu sel elektrolisis?
➢ Mengapa disekitar elektroda terdapat
gelembung?
Problem Statement ➢ Apakah ada reaksi yang terjadi pada sel
(mengidentifikasi elektrolisis?
masalah)
• Guru mengelompokkan peserta didik kedalam
beberapa kelompok
• Guru membagikan LKPD dalam kelompok untuk
mengomunikasikan permasalahan yang telah
diamati
• Peserta didik bekerja sama dalam kelompok
mengidentifikasi variabel variabel yang ada pada
permasalahan yang disajikan.
• Peserta didik menuliskan hasil identifikasi dalam
LKPD
Data Collecting
• Peserta didik bekerja sama dalam kelompok dan
(mengumpulkan
berbagi tugas untuk mencari informasi/data
data)
pendukung guna untuk penyelesaian masalah yang
telah kembangkan melalui praktikum.
• Peserta didik bekerja sama dalam kelompok
mengkategorikan data yang telah terkumpul dan
menuliskannya dalam LKPD.
• Peserta didik melakukan diskusi kelompok untuk
menjawab pertanyaan pada LKPD.
Verification
• Peserta didik bekerja sama dengan anggota
(memverifikasi)
kelompoknya melakukan verifikasi, menafsirkan,
dan mengevaluasi penyelesaian masalah
• Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya, dan membandingkan
dengan hasil diskusi antar kelompok.
Generalisation
• Dengan bimbingan guru peserta didik membuat
(menyimpulkan)
kesimpulan.
PENUTUP
• Guru memfasilitasi peserta didik membuat
butir-butir simpulan mengenai materi yang
dipelajari pada pertemuan ini
• Guru bersama-sama peserta didik melakukan
identifikasi kelebihan dan kekurangan
kegiatan pembelajaran
• Guru memberi umpan balik peserta didik
dalam proses dan hasil pembelajaran
• Guru menyampaikan kegiatan belajar yang
dikerjakan sebagai pekerjaan rumah (PR)
• Guru memberitahukan kegiatan belajar yang
akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya
V. ASESMEN PEMBELAJARAN
1) Penilaian Sikap / Profil Pelajar Pancasila
Selama proses mengajar berlangsung guru mengamati profil pelajar pancasila pada siswa
dalam pembelajaran yang meliputi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Kebhinekaan Global, Mandiri, Bernalar Kritis, Gotong Royong dan Kreatif.
2) Penilaian Pengetahuan
Penilaian pengetahuan yang dilakukan pada Capaian Pembelajaran ini sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin di capai adalah dengan tes tertulis.
3) Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan yang dilakukan pada Capaian Pembelajaran ini sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin di capai adalah dengan tes unjuk kerja.
Penilaian Diri
Isilah pertanyaan pada tabel di bawah ini sesuai dengan yang kalian ketahui, berilah
penilaian secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab dengan memberi tanda pada
kolom Jawaban.
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Dapatkah saya menyebutkan perbedaan sel volta dan sel
elektrolisis?
2 Dapatkah saya menentukan reaksi yang terjadi pada anoda
dan katoda?
3 Apakah saya dapat memberikan contoh penggunaan
elektrolisis lingkungan di sekitar?
Catatan:
• Jika ada jawaban “Tidak” maka segera lakukan review pembelajaran.
• Jika semua jawaban “Ya” maka Anda dapat melanjutkan kegiatan Pembelajaran
berikutnya.
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
1) Bagi peserta didik yang mampu, peserta didik diminta untuk menganalisis terjadinya
perubahan entalpi dari suatu fenomena dalam kehidupan sehari hari.
2) Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, diberikan kegiatan
berikut sebagai remedial. Kegiatan:
a) Pemberian bimbingan individu, apabila ada beberapa pesita didik yang mengalami
kesulitan yang berbeda-beda.
b) Pemberian bimbingan secara kelompok, apabila dalam pembelajaran ada beberapa
peserta didik yang mengalami kesulitan yang sama.
c) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, apabila
semua peserta didik mengalami kesulitan.
d) Pemanfaatan tutor sebaya, peserta didik dibantu oleh teman sekelas baik secara
individu maupun kelompok.
VII. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
Lembar Refleksi Guru
No Aspek Refleksi Guru Jawaban
1 Penguasaan Apakah saya sudah memahami cukup baik
Materi materi dan aktifitas pembelajaran ini?
2 Penyampaian Apakah materi ini sudah tersampaikan dengan
Materi cukup baik kepada peserta didik?
3 Umpan Balik Apakah 100% peserta didik telah mencapai
penguasaan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai?
Lembar Refleksi Peserta Didik
No Aspek Refleksi Peserta Didik Jawaban
1 Perasaan Apa yang menyenangkan dalam kegiatan
dalam belajar pembelajaran hari ini?
2 Makna Apakah aktivitas pembelajaran hari ini
bermakna dalam kehidupan saya?
3 Penguasaan Saya dapat menguasai materi
Materi pelajaran pada hari ini
a. Baik
b. Cukup
c. kurang
4 Keaktifan Apakah saya terlibat aktif dan menyumbangkan
ide dalam proses pembelajaran hari ini?
5 Gotong Apakah saya dapat bekerjasama dengan teman 1
royong kelompok?
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:
Kelas/Semester : ...........................................................................................
Mata Pelajaran : XI / .......
Kelompok : ...........................................................................................
Nama Kelompok : ...........................................................................................
Materi pembelajaran : ...........................................................................................
STIMULUS
Perhatikan Gambar Dibawah ini!
(a) (b)
Gambar (a) Elektrolisis lelehan NaCl elektroda Pt
(b) Elektrolisis larutan NaCl elektroda Pt
PROBLEM STATEMENT
Berdasarkan gambar diatas, tulislah permasalahan yang kamu temui!
Jawab: …………………………………………………………………………………………………………………………
….......................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
……………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………….
AYO LAKUKAN PERCOBAAN
A. Percobaan Dengan Larutan NaCl
1. Alat dan bahan
Alat:
➢ Baterai
➢ Batang karbon
➢ Gelas Beaker 100 mL
➢ Penjepit Buaya
➢ Kardus
Bahan:
➢ Garam
➢ Aquadest
2. Prosedur Kerja
Percobaan I
➢ Siapkan Alat dan bahan
➢ Rangkailah seperti gambar berikut:
➢ Pada gelas beaker tambahkan 70 mL aquadest dan 2 sendok garam, dan
diaduk.
➢ Jalankan proses elektrolisis dengan mengubungkan kabel pada masing-
masing ujung baterai selama ±5 menit, Amati perubahan yang terjadi.
3. Tabel Hasil Pengamatan
Elektroda Perubahan yang terjadi
Anoda
Katoda
B. Elektrolisis Dengan Lelehan NaCl
Untuk percobaan dengan lelehan NaCl, perhatikan dan amatilah video berikut!
[Link]
PENGOLAHAN DATA
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kalian peroleh da video yang kalian amati,
jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Tuliskan reaksi ionisasi NaCl! Dan tentukan ion manakah yang tertarik ke anoda dan
anoda!
Jawab:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
2. Pada elektrolisis dengan larutan NaCl, zat apa yang terbentuk pada anoda dan katoda?
Jawab:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………….
3. Pada elektrolisis dengan lelehan NaCl, zat apakah yang terbetuk pada anoda dan
katoda?
Jawab:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………….
4. Pada elektrolisis larutan NaCl, reaksi apakah yang terjadi pada anoda dan
katoda?tuliskan persamaan reaksinya!
Jawab:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………….
5. Pada lelehan elektrolisis NaCl, reaksi apakah yang terjadi pada anoda dan
katoda?tuliskan persamaan reaksinya!
Jawab:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………….
6. Tuliskan persamaan reaksi total dari anoda dan katoda!
Jawab:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………….
VERIFIKASI DATA
Diskusikanlah dengan kelompok terkait data yang diperoleh kemudian buatlah rancangan
itu dalam powerpoint dan presentasikan hasilnya didepan kelas!
KESIMPULAN
Tuliskan kesimpulan yang kalian dapatkan dari pembelajaran hari ini!
Jawab:…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
A. Pengertian Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia di mana energi listrik digunakan untuk
menjalankan reaksi redoks tidak spontan. Reaksi elektrolisis dapat didefinisikan sebagai
reaksi peruraian zat dengan menggunakan arus listrik.
B. Prinsip Kerja Sel Elektrolisis
Prinsip kerja sel elektrolisis adalah menghubungkan kutub negatif dari sumber arus
searah,kutub negatif ke katode dan kutub positif ke anode sehingga terjadi overpotensial
yang menyebabkan reaksi reduksi dan oksidasi tidak spontan dapat berlangsung. Elektron
akan mengalir dari katode ke anode. Ion-ion positif akan cenderung tertarik ke katode
dan tereduksi, sedangkan ion-ion negatif akan cenderung tertarik ke
anode dan teroksidas.
C. Penyusun Sel Elektrolisis
• Sumber listrik yang menyuplai arus searah (dc), misalnya baterai.
• Anode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi oksidasi.
• Katode, yaitu elektrode tempat terjadinya reaksi reduksi.
• Elektrolit, yaitu zat yang dapat menghantarkan listrik.
Pada gambar di atas, terlihat rangkaian sel elektrolisis lelehan NaCl. Sel elektrolisis tidak
memerlukan jembatan garam seperti halnya sel Volta. Elektrode yang digunakan dapat
berupa elektrode inert seperti platina atau grafit yang tidak teroksidasi ataupun tereduksi
dalam sel.
Proses elektrolisis dimulai dengan dialirkan arus listrik searah dari sumber tegangan listrik.
Elektron dari kutub negatif akan mengalir menuju ke katode. Akibatnya, ion-ion positif
Na+ dalam lelehan NaCl akan tertarik ke katode dan menyerap elektron untuk tereduksi
menjadi Na yang netral. Sementara itu, ion-ion negatif Cl- dalam lelehan akan tertarik ke
anode di kutub positif. Ion-ion Cl- akan teroksidasi menjadi gas Cl2 yang netral dengan
melepas elektron. Elektron tesebut kemudian dialirkan anode dan diteruskan ke kutub
positif sumber tegangan listrik. Jadi, reaksi redoks yang terjadi pada sel elektrolisis lelehan
NaCl dapat ditulis sebagai berikut.
• Katode (reduksi) : Na+ (l) + e- → Na(l)
• Anode (oksidasi) : 2CI(1) → Cl2(g)+2e-
• Reaksi sel (redoks) : 2Na+(1) + 2CI-(1) → 2Na(1) +Cl2(g)
D. Raksi sel elektrolisis
Secara umum, elektrolisis lelehan senyawa ionik melibatkan reaksi redoks yang lebih
sederhana. Hal ini dikarenakan tanpa adanya air, kation akan direduksi di katode dan
anion akan dioksidasi di anoda. Sebagai contoh, pada elektrolisis lelehan MgBrz, ion Mg
akan tereduksi di katode membentuk logam Mg dan ion Br akan teroksidasi di anode
membentuk gas Bra. Namun, jika reaksi elektrolisis berlangsung dalam sistem larutan,
ada beberapa reaksi redoks yang bersaing sehingga reaksi cenderung agak kompleks.
Beberapa faktor yang menentukan reaksi elektrolisis larutan elektrolit antara lain sebagai
berikut.
1. Sesi-spesi yang berada di dalam larutan elektrolit
• Spesi yang tereduksi adalah spesi dengan potensial reduksi lebih positif
• Spesi yang teroksidasi adalah spesi dengan potensial reduksi lebih negatif
(potensial oksidasi lebih positif)
2. Sifat bahan elektrode, inert atau aktif
• Elektrode inert adalah elektrode yang tidak terlibat dalam reaksi redoks
elektrolisis. Contoh: platina (Pt), emas (Au), dan grafit (C)
• Elektrode aktif adalah elektrode yang dapat terlibat dalam reaksi redoks
elektrolisis. Contoh: tembaga (Cu), krom (Cr), dan nikel (Ni)
3. Potensial tambahan (overpotensial) yang diberikan
• Overpotensial dibutuhkan untuk melampaui interaksi pada permukaan elektrode
yang umumnya sering terjadi ketika elektrolisis menghasilkan gas.
Berdasarkan data potensial elektrode standar, reaksi elektrolisis larutan elektrolit pada
keadaan standar dapat diprediksikan mengikuti ketentuan berikut.
Sebagai contoh, perhatikan perbedaan elektrolisis larutan AgNO, dengan elektrode grafit
dan elektrode perak (Ag) berikut.
a. Elektrolisis larutan AgNO3
Dengan elektrode grafit Pada katode, spesi yang mengalami reduksi adalah Ag +. Hal
ini dikarenakan Ag tidak termasuk logam aktif yang potensial reduksinya lebih negatif
dari potensial reduksi air. Katode: Ag+(aq) + e- → Ag(s)
Pada anode, elektrode grafit termasuk elektrode inert sehingga tidak teroksidasi. Spesi
NO3- merupakan sisa asam oksi yang sukar teroksidasi, akibatnya air yang akan
teroksidasi. Anode: 2H2O(1) → 4H+(aq) + O(g) +4e-
b. Elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektrode perak
Pada katode, spesi yang mengalami reduksi adalah Ag. Spesi yang tereduksi di katode
tidak bergantung pada elektrode yang digunakan, namun hanya bergantung pada jenis
kation larutan elektrolit. Katode: Ag+ (aq) + e- → Ag(s)
Pada anode, elektrode Ag tidak termasuk elektrode inert sehingga akan teroksidasi.
Anode: Ag(s) → Ag+ (aq) + e-
GLOSARIUM
1. Elektrolisis sel elektrokimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia.
2. BBH: Bahan Bakar Hidrogen.
3. Katoda: elektroda tempat terjadinya reduksi
4. Anoda: elektroda tempat terjadinya oksidasi.
5. Overload: perbedaan antara potensial sebenarnya yang diperlukan untuk memulai reaksi
elektrolisis dengan potensial teoritis.
6. Elektroda inert elektroda dari bahan pengantar listrik yang tidak terlibat dalam reaksi.
7. Elektroda aktif elektroda dari bahan pengantar listrik yang terlibat dalam reaksi karena
reaktif atau mudah teroksidasi.
8. Sel Downs: sel elektrolisis untuk menghasilkan logam Natrium dalam proses industri.
9. Hukum Faraday I hukum yang menyatakan bahwa massa zat yang diendapkan dalam
proses elektrolisis sebanding dengan kuat arus dan waktu reaksinya.
10. Hukum Faraday II: hukum yang menyatakan bahwa massa zat yang diendapkan dalam
proses elektrolisis sebanding dengan kuat arus dan waktu reaksinya.
11. Massa ekivalen massa yang secara stoikiometri setara dengan 1 mol elektron.
12. Ampere: satuan dari arus listrik.
13. Tetapan Faraday tetapan yang menyatakan muatan listrik tiap 1 mol elektron. Nilai
tetapan Faraday-96.500 Coulomb/mol.
14. Aspek kuantatif: besaran-besaran yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai.