SATUAN ACARA PENYULUHAN
KENALI DAN CEGAH STROKE SEJAK DINI
Dosen pengampu: Ibu Hernitati, [Link], [Link], M.K.M.
Oleh :
Agung Valentino
JURUSAN D3 KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES RIAU
TAHUN 2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Kenali dan cegah stroke sejak dini
Pokok bahasan : Pencegahan stroke
Pelaksana : Agung Valentino
Sasaran : Kelompok Lansia
Tempat : Posyandu
Pukul : 09.00 s/d 9.50 WIB
I. Tujuan Instruksional Umum
Pada akhir proses penyuluhan, para peserta mengerti tentang apa itu stroke dan
pencegahan stroke serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan, peserta dapat :
1. Menjelaskan Pengertian Stroke
2. Menjelaskan Penyebab Stroke
3. Menjelaskan Faktor Resiko Stroke
4. Menjelaskan Tanda dan Gejala Stroke
5. Menjelaskan Pencegahan Stroke
III. Materi
1. Pengertian Stroke
2. Penyebab Stroke
3. Faktor Resiko Stroke
4. Tanda dan Gejala Stroke
5. Pencegahan Stroke
IV. Metode
Pemaparan materi dan diskusi
V. Media & alat
1. Leaflet
2. lembar balek
VI. Sasaran
Kelompok lansia
VII. Kegiatan penyuluhan
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. Pembukaan 1. Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
5 menit mengucapkan salam.
2. Memperkenalkan diri Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan Memperhatikan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan Memperhatikan
5. Menyebutkan kontrak waktu Memperhatikan
kegiatan penyuluhan
6. Membagikan leaflet Menerima leaflet
2. Pelaksanaan 1. Menggali pengetahuan peserta Memperhatikan dan
30 menit tentang stroke menjawab
2. Menjelaskan tentang :
● Pengertian Stroke Memperhatikan
● Penyebab Stroke
● Faktor Resiko Stroke
● Tanda dan Gejala Stroke
● Pencegahan Awal
3. Menanyakan hal yang belum Bertanya
jelas, memberikan kesempatan
untuk menyampaikan pendapat
3. Evaluasi : 1. Menanyakan kepada peserta Menjawab pertanyaan
10 menit tentang materi yang telah
diberikan dan reinforcement
kepada yang dapat menjawab
pertanyaan
2. Memberi kesempatan kepada
audience untuk bertanya
4. Terminasi 1. Bersama dengan peserta
5 menit mendiskusikan materi yang Mendengarkan
telah disampaikan
2. Mengucapkan terimakasih atas Menjawab salam
peran serta peserta.
3. Mengucapkan salam penutup
VIII. Pengorganisasian
Moderator : Agung Valentino
Pembicara : Agung Valentino
Dokumentator : Agung Valentino
IX. Uraian Tugas
1. Moderator :
- Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
- Memperkenalkan diri.
- Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.
- Menyebutkan materi yang akan diberikan.
- Memimpin jalannya penyuluhan dan menjelaskan waktu penyuluhan.
- Menulis pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan.
- Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi.
- Mengatur waktu kegiatan penyuluhan.
2. Pembicara :
- Menggali pengetahuan masyarakat tentang stroke
- Menjelaskan materi mengenai stroke
- Menjawab pertanyaan peserta
3. Dokumentator :
- Menyiapkan tempat dan media sebelum memulai penyuluhan.
- Mengatur teknik acara sebelum dimulainya penyuluhan
- Mendokumentasikan saat acara berlangsung
- Membagikan Leaflet kepada audience diakhir penyu
X. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Pengorganisasian dilaksanakan sebelum pelaksaan kegiatan.
b. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai satuan acara penyuluhan.
c. Peserta hadir ditempat penyuluhan sesuai kontrak yang disepakati.
2. Evaluasi Proses
[Link] mampu menjelaskan pemahaman tentang stroke
[Link] mampu berdiskusi tentang stroke
c. Tidak ada peserta yang meninggalkan ruangan saat penyuluhan
berlangsung.
3. Evaluasi Hasil
a. Peserta mampu memberikan umpan balik tentang stroke
b. Seluruh peserta aktif dan kooperatif selama proses diskusi.
XI. Setting Tempat
Moderator Pembicara
Audien Audien Audien
Dokumentator
Audien Audien Audien
MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Stroke
Stroke didefinisikan sebagai defisit (gangguan) fungsi sistem saraf yang terjadi
mendadak. Stroke terjadi apabila aliran darah ke suatu bagian otak mendadak
terganggu atau berkurang drastis akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah.
Akibatnya, sel-sel otak mati sehingga dapat terjadi cidera atau disabilitas yang
sifatnya permanen, tergantung bagian otak yang terserang.
2. Penyebab Stroke
Penyebab stroke bervariasi dan umumnya diklasifikasikan berdasarkan jenis
stroke yang terjadi, yaitu:
a. Stroke Iskemik
Untuk jenis ini, stroke terjadi akibat penumpukan kolesterol atau plak pada
dinding pembuluh darah di otak. Plak ini dapat memicu penggumpalan darah.
Akibatnya, pembuluh darah menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otak
berkurang atau terhenti.
b. Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik terjadi saat pembuluh darah di otak bocor atau pecah akibat
kondisi medis, seperti tekanan darah tinggi atau aneurisma otak, yaitu menonjolnya
dinding pembuluh darah dalam otak secara abnormal hingga menyerupai balon.
3. Faktor Resiko Stroke
Setelah mengetahui penyebabnya, penting memahami faktor-faktor resiko stroke, baik
yang tidak dapat diubah maupun yang dapat diubah.
a. Faktor resiko yang tidak dapat diubah
Faktor resiko yang tidak dapat diubah adalah usia, riwayat keluarga, riwayat
stroke sebelumnya dan kelainan genetik atau bawaan. Semakin tua usia seseorang
akan semakin mudah terkena stroke. Stroke dapat terjadi pada semua usia, namun
>70% kasus stroke terjadi pada usia diatas 65 tahun.
b. Faktor resiko yang dapat diubah
Faktor resiko stroke yang dapat diubah ini penting untuk dikenali. Penanganan
berbagai faktor resiko inii merupakan upaya untuk mencegah stroke. Orang dengan
kondisi berisiko lebih tinggi menderita stroke jika memiliki tekanan darah yang
tinggi (hipertensi), menderita diabetes, memiliki kadar kolesterol dalam darah yang
tinggi (dislipidemia) dan kebiasaan merokok.
4. Tanda dan Gejala Stroke
Tanda dan gejala stroke perlu dikenali untuk mempercepat penanganan. Berikut tanda
dan gejala dari stroke, yaitu:
a. Kelemahan anggota gerak
Kelemahan anggota gerak merupakan gejala umum yang dijumpai pada stroke. Bila
seseorang tiba-tiba merasa kehilangan kekuatan pada salah satu lengan atau tungkai,
lengan dan tungkai pada satu sisi, ini sebagai gejala stroke. Kelemahan yang ringan pada
umumnya kurang disadari.
b. Wajah perot
Wajah perot juga merupakan gejala yang sering muncul pada penderita stroke. Cara
yang paling mudah untuk menilai wajah perot adalah dengan meminta pasien untuk
tersenyum/ menunjukkan giginya. Bila sudut bibir tidak simteris atau tertarik hanya ke
salah satu sisi saja, ini adaah gejala wajah perot. Wajah perot pada stroke dibedakan
dengan wajah perot akibat gangguan saraf tepi (mis: Bell’s Palsy) dengan cara meminta
pasien memejamkan mata. Pada kasus stroke, pejaman mata tetap baik.
c. Gangguan berbicara
Pasien stroke dapat pula menunjukkan gejala bicara tidak jelas (pelo) atau tidak dapat
berbicara (afasia). Pada keadaan normal lidah akan terjulur lurus, pada keadaan stroke
lidah akan miring ke sisi yang lumpuh.
d. Pusing berputar
Pusing berputar / vertigo adalah salah satu gejala stroke. Pusing berputar dapat
disertai dengan gejala mual/muntah ataupun tidak. Gejala pusinig berputar dapat pula
disertai oleh gejala lain, misalnya bicara pelo dan gangguan koordinasi.
e. Nyeri kepala
Nyeri kepala pada stroke bersifat mendadak, dengan intensitas yang berat, dan disertai
gejala/tanda gangguan saraf yang lain.
f. Penurunan kesadaran
Penurunan kesadaran dapat berupa mengantuk/somnolen (terbangun dengan suara),
soporo (terbangun dengan rragsang nyeri), sampai dengan koma. Penelitian Tan, et al.,
(2002) menunjukkan penurunan kesadaran ditemukan pada 19% kasus stroke iskemik.
g. Gejala lain
Gejala stroke sangat ditentukan oleh bagian otak yang terkena. Salah satu kata kunci
yang ada pada stroke adalah sifatnya yang mendadak. Seseorang yang pada awalnya baik-
baik saja, dan menunjukkan gangguan sistem saraf yang bersifat mendadak harus
dicurigai sebagai stroke. Perubahan tingkah laku, penurunan tajam penglihatan, gangguan
lapang pandang, gangguan menelan yang bersifat mendadak haruslah dicurigai sebagai
stroke sampai terbukti bukan.
5. Pencegahan Stroke
Pencegahan stroke penting dilakukan untuk menurunkan risiko dan menghindari
serangan. Berikut pencegahan stroke antara lain:
a. Pencegahan primer stroke
Merupakan bentuk pencegahan untuk orang dengan faktor risiko stroke yang belum
mengalami stroke. Langkah pencegahan ini dapat berupa perubahan gaya hidup atau
konsumsi obat-obatan untuk mengatasi dan mengendalikan kondisi tertentu, seperti
hipertensi dan diabetes melitus.
Jika mengidap hipertensi, mungkin akan diberi obat-obatan seperti obat antihipertensi
untuk menurunkan tekanan darah. Menurut sejumlah penelitian, penurunan tekanan darah
yang sedikit sekalipun pada pasien lanjut usia dapat secara efektif mengurangi risiko
stroke sebesar 30–40%.
Pasien dengan gangguan jantung, seperti fibrilasi atrium (detak jantung tak teratur)
mungkin akan diberi obat antikoagulan (pengencer darah) untuk mengatasi kondisi yang
dialaminya sehingga risiko stroke menurun.
b. Pencegahan sekunder stroke
Merupakan upaya mengurangi resikoo stroke kambuh pada pasien dengan riwayat
stroke. Pengendalian faktor resiko yang tidak baik merupakan penyebab utama
munculnya serangan stroke ulang. Tips CERDAS untuk mencegah struk:
C : cari dan kendalikan faktor resiko yang ada
Pencegahan stroke dimulai dengan mengenali dan mengendalikan faktor
resiko stroke. Faktor resiko yang utama adalah hipertensi, kolesterol darah yang tinggi
dan diabetes. Pengendalian dilakukan dengan merubah pola hidup yang sehat.
E : enyahkan stress
Stress emosional dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, gangguan
tidur dan berujung pada eningkatatn kejadian hipertensi dan diabetes.
R : rajin berolahraga
Olahraga teratur yang bersifat aerobic (berjalan, berlari, bersepeda, dan
berenang). Olahraga intensitas ringan hingga sedang dengan frekuensi eratur (3-4 kali
seminggu) sangat dianjurkan.
D : diet seimbang
Diet rendah lemak jenuh dianjurkan untuk mengurangi resiko kolesterol darah
yang tinggi. Batasi penggunaan garam yang berlebihan untuk mencegah hipertensi.
A : awasi tekanan darah
Kewaspadaan dini selalu diperlukan untuk mendeteksi hipertensi
S : singkirkan rokok
Merokok terbukti meningkatkan resiko stroke. Perokok pasif sama bahayanya
dengan perokok aktif jadi, perlu gerakan bersama untuk menghindari rokok harus
dilakukan.
Daftar Pustaka
Gleneagles Hospital. Stroke – Gejala & Penyebab. Gleneagles Hospital.
[Link] diseases/stroke/symptoms-causes diakses 10
Agustus 2025
Pinzon, R. T. (2016). Awas Stroke. Yogyakarta: Betha Grafika