CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR
Institusi : SDN 1 KEROYA
Mata Pelajaran : IPAS
Kelas : FASE B
Tahun Pelajaran : 2025/2026
A. Rasional Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi manusia semakin kompleks. Ilmu pengetahuan
dan teknologi terus dikembangkan untuk menyelesaikan setiap tantangan tersebut. Oleh karena itu, pola
pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) perlu disesuaikan agar generasi muda dapat menghadapi
dan menyelesaikan tantangan masa depan dengan baik. Mengingat peserta didik yang masih melihat segala
sesuatu dengan cara sederhana, utuh, dan terpadu, maka pembelajaran IPA dan IPS di SD disampaikan dalam
satu mata pelajaran yaitu IPAS. IPAS adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup dan benda mati
di alam semesta beserta interaksinya. IPAS juga mempelajari kehidupan manusia sebagai individu dan sebagai
bagian dari masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungannya. Secara umum, ilmu pengetahuan merujuk pada
pengetahuan yang dikumpulkan serta disusun secara logis dan sistematis dengan mempertimbangkan hubungan
sebab-akibat. Ilmu pengetahuan mencakup pengetahuan alam dan pengetahuan sosial. IPAS berperan dalam
mewujudkan profil pelajar Pancasila sebagai gambaran ideal profil peserta didik Indonesia.
IPAS membantu peserta didik mengembangkan keingintahuan mereka terhadap fenomena sekitar. Hal ini
mendorong pemahaman mereka tentang cara alam semesta beroperasi dan berinteraksi dengan kehidupan
manusia di bumi. Pemahaman ini penting untuk mengidentifikasi permasalahan dan menemukan solusi menuju
pembangunan berkelanjutan, salah satunya terkait perubahan iklim (penyebab, dampak, dan upaya
pencegahannya). Melalui pemahaman yang baik, peserta didik diharapkan lebih sadar akan pentingnya bekerja
sama dalam menjaga harmoni bermasyarakat dan bertindak secara bertanggung jawab untuk menjaga
keberlanjutan bumi. Pembelajaran IPAS melatih sikap ilmiah peserta didik, termasuk keingintahuan yang tinggi,
kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan sehari yang dihadapinya.
Fokus utama yang ingin dicapai dari pembelajaran IPAS di jenjang SD bukanlah pada jumlah konten materi
yang dapat diserap oleh peserta didik, tetapi pada kompetensi memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki.
Pembelajaran IPAS perlu memberikan peserta didik kesempatan untuk melakukan eksplorasi dan investigasi
serta mengembangkan pemahaman terkait lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, mempelajari fenomena
alam serta interaksi manusia dengan alam dan antar manusia sangat penting dilakukan pada tahapan ini.
B. Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Dengan mempelajari IPAS, peserta didik mengembangkan dirinya sehingga sesuai dengan profil Pelajar
Pancasila dan dapat:
1. mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga termotivasi untuk mengkaji fenomena yang ada di
sekitar manusia, memahami alam semesta dan kaitannya dengan kehidupan manusia;
2. mengerti siapa dirinya, memahami lingkungan sosial tempatnya berada serta memaknai kehidupan manusia
dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu;
3. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam serta mengelola sumber daya
alam dan lingkungan dengan bijak;
4. mengembangkan keterampilan proses untuk mengidentifikasi serta merumuskan hingga menyelesaikan
masalah melalui aksi nyata;
5. memahami anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa serta memahami arti menjadi anggota
masyarakat bangsa dan dunia sehingga peserta didik dapat berkontribusi dalam menyelesaikan
permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya; dan
6. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep di dalam IPAS serta menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Dalam pembelajaran IPAS, ada 2 elemen utama, yakni pemahaman IPAS (sains dan sosial) dan keterampilan
proses. Dalam melaksanakan pembelajaran, elemen keterampilan proses adalah cara yang dilakukan untuk
memperoleh pemahaman IPAS sehingga kedua elemen ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh yang tidak
diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang terpisah.
ELEMEN DESKRIPSI
Pemahaman IPAS Ilmu pengetahuan mengambil peran penting dalam mengembangkan teori-teori yang
(sains dan sosial) membantu kita memahami bagaimana dunia kita bekerja. Lebih jauh lagi, ilmu
pengetahuan telah membantu kita mengembangkan teknologi dan sistem tata kelola
yang mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik. Dengan menguasai ilmu
pengetahuan kita dapat melakukan banyak hal untuk menyelesaikan permasalahan
atau menghadapi tantangan yang ada.
Memiliki pemahaman IPAS merupakan bukti ketika seseorang memilih dan
mengintegrasikan pengetahuan ilmiah yang tepat untuk menjelaskan serta
memprediksi suatu fenomena atau fakta dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam
situasi yang berbeda. Pengetahuan ilmiah ini berkaitan dengan fakta, konsep, prinsip,
hukum, teori dan model yang telah ditetapkan oleh para ilmuwan.
Keterampilan proses Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang
bernalar kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara
objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi,
mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki keterampilan proses yang
baik maka profil tersebut dapat dicapai.
Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa
terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan
menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang
dibangun berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi,
menemukan informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan
fakta, serta membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri
sangat direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini
terbukti membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002).
Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif
dan induktif (Constantinou [Link], 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah
menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan.
Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif
(hanya menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik
diberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan
eksperimen dan dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki (Rocard, [Link]., 2007).
Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g.
Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council,
1996; Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara
esensial didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat
dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi.
Oleh karenanya peserta didik perlu mendapatkan pengalaman personal dalam
menerapkan inkuiri saintifik agar aspek fundamental IPAS ini dapat membudaya
dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996; NRC, 1996).
Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada
ELEMEN DESKRIPSI
enam keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik.
1. Mengamati
Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses
inkuiri yang akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan
pengamatan, peserta didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan
saksama, mencatat, serta membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk
melihat persamaan dan perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung
atau menggunakan instrumen lain seperti kuesioner, wawancara.
2. Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang
ingin diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta
didik juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan
baru yang akan dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi
dengan hukum sebab akibat.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Setelah mempertanyakan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan
dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat rencana dan menyusun
langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar.
Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan
melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan
inventarisasi faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di
lapangan yang mendukung dan menghambat kegiatan. Berdasarkan
perencanaan tersebut, peserta didik mengambil data dan melakukan
serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-
temuan.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi
Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia
menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai
relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan,
serta menyimpulkan hasil penyelidikan.
5. Mengevaluasi dan refleksi
Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai
dengan tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta
didik juga meninjau kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang
perlu dipertahankan dan/atau diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta
didik melakukan refleksi tentang bagaimana pengetahuan baru yang
dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan.
6. Mengomunikasikan hasil
Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan,
menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam
media digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu
mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan
dalam berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat
dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus
yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan
peserta didik.
CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)
FASE B (UMUMNYA UNTUK KELAS III DAN IV SD/MI/PROGRAM PAKET A)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami karakteristik makhluk hidup; wujud zat
dan perubahannya; energi dan perubahannya; listrik dan magnet; gaya; pergantian waktu, cuaca, dan musim;
interaksi sosial; letak geografis; serta keanekaragaman bentang alam, sosial, budaya, dan ekonomi; untuk digunakan
dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep tersebut
memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pemahaman IPAS Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra; siklus hidup makhluk hidup
(sains dan sosial) dan upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya
alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; proses perubahan wujud zat dan
perubahan bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan bentuk
energi dalam kehidupan sehari hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari,
jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan
tanggung jawab serta interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan
sekolah; mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya melalui peta
konvensional/digital; ragam bentang alam serta keterkaitannya dengan profesi
masyarakat; keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah
keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya; serta
perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai mata uang dan fungsinya.
Keterampilan proses 1. Mengamati Di akhir fase ini, peserta didik mengamati fenomena dan
peristiwa secara sederhana dan dapat mencatat hasil pengamatannya.
2. Mempertanyakan dan Memprediksi Secara mandiri, peserta didik
mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan
pengamatan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya.
3. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Dengan panduan guru, peserta
didik membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk
menjawab pertanyaan yang diajukan. Peserta didik melakukan observasi
menggunakan alat bantu pengukuran sederhana.
4. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi Dengan panduan guru, peserta
didik mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan diagram gambar untuk
menyajikan dan mengidentifikasi pola. Peserta didik membandingkan antara
hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan penjelasan.
5. Mengevaluasi dan Refleksi Peserta didik melakukan refleksi terhadap
penyelidikan yang sudah dilakukan.
6. Mengomunikasikan Hasil Peserta didik mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media.