MENULIS KARYA ILMIAH
A. TUJUAN MENULIS KARYA ILMIAH
Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan
kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan
ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru aktual dan belum pernah ditulis orang lain.
Tujuan penulisan karya ilmiah yang paling utama adalah untuk melatih peneliti berpikir kritis,
komprehensif, dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan baru. Tujuan lain Penulisan karya ilmiah
adalah :
1. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk melatih ide tersurat atau dapat
menghasilkan penelitian dalam bentuk karya ilmiah yang tersusun secara sistematis
dan metodologis.
2. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk dijadikan sebagai sarana atau wahana
transformasi pengetahuan antar sekolah dan masyarakat.
3. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk foster etos ilmiah di kalangan siswa sampai
mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi seorang konsumen pengetahuan, tetapi
mampu menjadi produsen berpikir dan menulis di bidang ilmu pengetahuan.
4. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk bisa membuktikan pengetahuan dan potensi
ilmiah yang dimiliki oleh siswa sampai mahasiswa dalam menghadapi dan
memecahkan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah mendapat pengetahuan
5. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk melatih keterampilan dasar melakukan
penelitian hingga tercipta ilmu pengetahuan baru.
6. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk memperluas wawasan dan pengetahuan
bagi penulis dan pembacanya.
7. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk memberi sumbangan pemikiran baik berupa
konsep teoritis maupun praktis.
8. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk menginformasikan, menganalisis, dan
membujuk dengan cara yang lugas dan memungkinkan pembaca untuk terlibat secara
kritis dalam suatu topik ilmiah.
9. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk peneliti seperti siswa sampai mahasiswa
berpikir lebih komprehensif atau luas, serta mampu mengkritisi sesuatu dengan lebih
tepat.
10. Tujuan penulisan karya ilmiah adalah untuk mengembangkan penelitian lama hingga
menghasilkan penelitian baru yang lebih matang secara konsep dan pemikiran.
B. Jenis-jenis Karya Ilmiah
1. Makalah
Makalah merupakan karya ilmiah yang menyajikan sebuah masalah yang penyelesaianya
mengandalkan berbagai macam data yang ada di lapangan. Karya ilmiah ini bersifat empiris dan
juga objektif. Dalam penyajiannya, makalah biasanya dipresentasikan dalam sebuah kegiatan
seminar.
2. Artikel
Dalam konteks jurnalistik, pengertian karya ilmiah artikel merupakan karya ilmiah yang memuat
pendapat subjektif pembuatnya mengenai sebuah peristiwa ataupun masalah tertentu,
sedangkan jika dipandang dari sudut pandang ilmiah, artikel dapat diartikan sebagai karya tulis
yang sengaja dirancang untuk dimuat dalam jurnal ataupun kumpulan artikel yang dibuat dengan
memperhatikan kaidah penulisan ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang berlaku.
3. Skripsi
Skripsi merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa untuk bisa mendapatkan gelar
sarjana (S1). Skripsi memuat tulisan berisi pendapat penulis dengan mengacu ataupun
berdasarkan teori yang telah diterbitkan sebelumnya.
4. Kertas Kerja
Kertas Kerja atau Work paper pada dasarnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan
analisis yang lebih mendalam dan tajam serta dipresentasikan pada seminar atau lokakarya
yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan.
5. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan mahasiswa dalam kaitannya dengan
pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi Diploma, S1, S2 dan
atau S3. Sistematika penulisannya pun sama dengan artikel dan makalah, tergantung panduan
yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan.
6. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan program studi S2 atau
Pascasarjana yang bersifat lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan
pengetahuan baru yang didapat dari penelitian yang dilakukan individu yang bersangkutan.
7. Disertasi
Disertasi atau Ph.D thesis diperuntukkan bagi mahasiswa program S3 atau meraih gelar
Doktor/Dr. Yang mengemukakan analisis yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan dengan
data dan fakta yang sahih atau valid dengan analisis yang terinci. Disertasi berisi suatu temuan
penulis sendiri yang berupa temuan orisinal.
C. SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH
Sistematika penulisan karya ilmiah secara umum terdiri dari:
Judul, Identitas penulis, Abstrak, Kata kunci, Pendahuluan, Metode penelitian, Pembahasan
hasil penelitian, Kesimpulan, Daftar pustaka.
1. Untuk artikel ilmiah, sistematika penulisannya bisa lebih lengkap, seperti:
Ucapan terima kasih
Daftar pustaka yang ditulis menggunakan sistem APA Association) (Association Psychological
2. Untuk artikel ilmiah populer, sistematika penulisannya bisa berupa:
Judul
Nama penulis
Abstrak
• Kata kunci
Isi: pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar pustaka
Langkah-langkah penulisan karya ilmiah secara umum adalah:
1. Menentukan ide yang akan ditulis
2. Mengumpulkan bahan atau sumber tulisan
3. Mengembangkan kerangka tulisan
4. Menulis draft tulisan
5. Menelaah dan merevisi draft tulisan
6. Memfinalisasi tulisan
D. CARA MENULIS KUTIPAN, DAFTAR PUSTAKA, DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
MENULIS KUTIPAN:
Kutipan dijadikan keterangan yang diambil dari teks acuan. Adapun fungsi kutipan ialah untuk
memperkuat pendapat atau ide yang dikemukakan dalam karya ilmiah. Selain itu, menulis
kutipan pada karya ilmiah bertujuan untuk menghindari adanya plagiarisme. Bagi yang ingin
mengutip tulisan dari karya orang lain perlu mengetahui dan memahami caranya. Cara mengutip
terdiri dari kutipan langsung dan tidak langsung. Selain untuk memperkuat argumen dan
menghindari plagiarsime, kutipan dapat dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu
uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah argumen. Ada dua cara mengutip, yakni
kutipan langsung dan tidak langsung.
1. Kutipan Langsung
Kutipan langsung merupakan jenis kutipan yang dilakukan dengan cara mengambil sama persis
dari sumber aslinya. Kutipan langsung dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yakni kutipan
langsung kurang dari empat baris dan lebih dari empat baris.
• Cara menulis kutipan langsung kurang dari empat baris
1. Kalimat kutipan harus diintegrasikan dengan teks
2. spasi Jarak antar baris kutipan adalah dua
3. dua ("...") Kutipan diapit dengan tanda kutip/petik
4. Setelah kutipan, jangan lupa menuliskan sumber berupa nama pengarang, tahun terbit, dan
nomor halaman di dalam tanda kurung
• Contoh kutipan langsung kurang dari empat baris:
"Dalam membuat sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu
yang harus dilakukan untuk mendapatkan kebenaran data yang ingin diteliti" (Agung Hermanto,
2009: 15-16).
Cara menulis kutipan tidak langsung
1. Kutipan diintegrasikan dengan teks
2. Ganda Jarak antar baris kutipan adalah spasi
3. Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua (“...”)
4. Setelah kutipan, jangan lupa untuk menuliskan sumber kutipan
Contoh Kutipan Tidak Langsung:
Kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang
berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat (Michelle Doe, 2016: 27).
MENULIS DAFTAR PUSTAKA:
Aturan Umum Penulisan Daftar Pustaka :
[Link], Nama penulis ditulis paling awal. Nama belakang atau nama keluarga ditulis terlebih
dahulu, diikuti dengan tanda koma (,). Setelah itu, cantumkan nama depan dan tengah penulis
buku tersebut. Jika buku tersebut merupakan karya dari dua penulis atau lebih, hanya penulis
pertama yang urutan namanya dibalik. Penulis kedua dan seterusnya berada setelahnya, dengan
urutan yang sesuai nama aslinya.
2. Tahun Terbit, Penulisan tahun terbit di urutan setelah nama penulis dari buku yang digunakan
sebagai daftar pustaka. Jangan terkecoh pada angka tahun cetakan awal sebab bisa saja buku
yang dipakai merupakan cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir.
[Link] Buku. Tuliskan judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat dengan
format italic (miring).
5. Kota dan Nama Penerbit, Bagian terakhir dalam penulisan daftar pustaka sebuah buku
adalah mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku tersebut.
Dahulukan penulisan nama kota, baru diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan
tanda titik dua (☺.
Contoh Daftar Pustaka dari Buku : Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung:
Indonesia Publishing House.
Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Jurnal, Skripsi, dan Makalah
Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, yang perlu dicantumkan dalam
daftar pustaka dari artikel dalam jurnal, skripsi, dan makalah adalah nama penulis, tahun terbit,
judul artikel, kota, dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan untuk beberapa
urutan tersebut, yakni sebagai berikut.
1. Nama, Pastikan nama yang Sobat tulis dalam daftar pustaka adalah penulis artikelnya,
bukan editor dari jurnal, koran, ataupun majalah yang menjadi sumber referensi.
2. Judul, Penulisan judul tidak menggunakan format italic, melainkan tegak lurus dengan
pemberian tanda kutip (“) pembuka dan penutup. Setelah itu, lanjutkan dengan penulisan
sumber jurnal ataupun majalah yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama jurnal,
majalah, atau koran
3. Judul Buku. Tuliskan judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat
dengan format italic (miring).
4. Kota dan Nama Penerbit, Bagian terakhir dalam penulisan daftar pustaka sebuah buku
adalah mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku tersebut.
Dahulukan penulisan nama kota, baru diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan
tanda titik dua (:).
Contoh Daftar Pustaka dari Buku : Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung:
Indonesia Publishing House.
Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Jurnal, Skripsi, dan Makalah
Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, yang perlu dicantumkan dalam
daftar pustaka dari artikel dalam jurnal, skripsi, dan makalah adalah nama penulis, tahun terbit,
judul artikel, kota, dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan untuk beberapa
urutan tersebut, yakni sebagai berikut.
1. Nama, Pastikan nama yang Sobat tulis dalam daftar pustaka adalah penulis artikelnya, bukan
editor dari jurnal, koran, ataupun majalah yang menjadi sumber referensi.
5. 2. Judul, Penulisan judul tidak menggunakan format italic, melainkan tegak lurus dengan
pemberian tanda kutip (") pembuka dan penutup. Setelah itu, lanjutkan dengan penulisan
sumber jurnal ataupun majalah yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama jurnal,
majalah, atau koran
Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Cetak (Jurnal, Skripsi, dan Makalah)
Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota
Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129).
Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
MENULIS TABEL DAN GAMBAR :
Tabel dan gambar diberi nama dengan huruf besar di
Awal kata. Tabel dan gambar ditempatkan di atas
Atau di bawah teks yang membahasnya. Tabel dan
Gambar harus simetris di tengah halaman. Nomor
Tabel dan gambar harus menyertakan nomor bba
Tabel dan gambar tersebut berada. Tabel dan gambar
Yang diambil dari sumber lain diberi nomor dan
Disajikan dalam format yang sama dengan tabel dan
Gambar lainnya. Kutipan dalam teks harus
Dicantumkan setelah menyebutkan tabel atau
Gambar. Sumber juga harus dicantumkan dalam daftar referensi.