Market structure
Teori Bullish & Bearish Market Structure
Pada dasarnya, teori market struktur ini terdengar mudah dipahami karena pola yang digambarkan
tampak sederhana seperti gambar di atas. Bullish market structure terbentuk karena low (Higher
Low / Lower Low) menembus area high dan menciptakan area high terbaru (Higher High).
Sedangkan bearish market structure terbentuk karena area high (Higher High / Lower High)
menembus area low dan menciptakan area low terbaru (Lower Low).
Namun pada realitanya, pasar selalu bergerak dengan tidak mulus. Seperti realita pada gambar di
bawah ini
Untuk memahami market struktur, kalian perlu memahami bahwa:
• “Swing High” terbentuk karena perusakan area “Low”
• “Swing Low” terbentuk karena perusakan area “High”
• Pada contoh realita di atas, structure yang berada di dalam “Swing Structure” disebut sebagai
“Internal Structure”
Hal paling penting yang sering dilupakan para trader adalah setiap kali high atau low dirusak,
selalu akan ada pullback untuk “retesting” area high atau low yang kuat.
Strong & Weak Structure
Perhatikan kedua gambar di atas. Pada gambar tersebut kita memiliki 2 contoh antara bullish
market structure dan bearish market structure. Untuk bullish market structure, kita memiliki “
strong low” dan “weak high”. Mengapa demikian? Karena low merusak structure high dan
menyebabkan low bersifat protektif.
Sedangkan pada bearish market structure, kita memiliki “strong high” dan “weak low“
karena area high merusak area low dan menyebabkan area high bersifat protektif. Sangat
disarankan untuk melakukan perdagangan dari area strong dan menargetkan area weak karena
memiliki probabilitas yang cukup tinggi.
Perubahan Tren
Market tidak selalu bergerak bullish atau bearish sepanjang waktu. Ada kalanya market melakukan
perubahan tren dari bullish ke bearish atau sebalikya. Pada setiap perubahan ini, Anda harus
mengetahui jika market bullish berubah menjadi bearish, area low yang sebelumnya memiliki sifat
strong berubah menjadi weak dan jika market bearish berubah menjadi bullish, area high yang
sebelumnya memiliki sifat strong akan berubah menjadi weak. Perubahan tren ini juga bisa disebut
sebagai CHoCH (Change of Character).
3 Tipe Struktur
Market structure memiliki 3 tipe, diantaranya adalah:
• Swing Structure
• Internal Structure
• Fractal
Cara sederhana untuk membedakan ketiganya adalah dengan “structure mapping”. Structure
mapping sendiri terbagi menjadi 2 tipe, konservatif dan agresif.
Untuk tipe konservatif ini digunakan untuk melakukan mapping pada swing dan internal structure.
Jadi Anda harus menunggu area weak high atau weak low ditutup dengan body candle untuk
memastikan bahwa itu telah terjadi “Break of Structure”.
Sedangkan pada tipe agresif ini digunakan untuk melakukan mapping pada fractal yang di mana
ini adalah structure paling agresif karena levelnya berada di bawah internal structure. Untuk
memastikan terjadinya break of structure, Anda hanya perlu memastikan bahwa area weak high
atau weak low ditutup oleh wick. Catatan penting yang perlu Anda ingat pada fractal structure
adalah keagresifannya mengakibatkan terjadinya false signal untuk melakukan perdagangan.
Premium vs Discount
Sebuah konsep yang sederhana dan bukan sesuatu yang terlalu rumit tapi cukup efisien jika Anda
menggunakannya sebagai alasan untuk menentukan rencana perdagangan yang akan Anda ambil.
Mungkin materi ini berada pada urutan paling bawah dari segala materi yang akan kita bahas
dalam PDF ini, tapi ini adalah salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk membantu
meningkatkan tingkat keberhasilan kita di dalam pasar. Mari kita lihat contoh dari Premium vs
Discount di bawah:
Pada gambar, Anda dapat melihat area berwarna merah disebut dengan area premium dan
area berwarna hijau disebut dengan area discount. Pada area premium, Anda dapat
memutuskan untuk berfokus mencari posisi sell dan sedangkan pada area hijau Anda bisa
dapat berfokus untuk mencari posisi buy.
Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat contoh Premium vs Discount pada kondisi pasar bullish
di bawah ini:
Pada contoh pasar bullish kali ini, Anda hanya perlu berfokus pada rencana pembelian jika
Premium vs Discount ini ditarik pada swing structure. Tapi bagaimana jika alat ini digunakan
pada internal structure? Mari kita lihat contohnya di bawah:
Terkadang kita mendapatkan swing structure dengan range yang cukup lebar. Oleh karena ini
dalam internal structure, kita dapat menggunakan Premium vs Discount untuk melakukan
counter trade dengan menggunakan Premium vs Discount untuk mengetahui titik entry
penjualan atau pembelian di dalam range swing structure.
Multi-time frame Market Structure
Fungsi dari analisis Multi-time frame adalah untuk menganalisis grafik di beberapa time frame
secara bersamaan. Seperti tertulis di namanya. Katakanlah Anda sedang melihat grafik mingguan,
pada grafik mingguan terdapat satu candle yang jika Anda menggunakan analisis multi-time
frame, itu berarti lima candle pada grafik harian pada pasar forex dan tujuh candle harian pada
pasar crypto, seterusnya akan bertambah seiring semakin kecil time frame yang Anda gunakan dan
semakin banyak pula informasi yang bisa Anda dapatkan dari price action yang terjadi. Meskipun
begitu, selalu pastikan bahwa Anda berdagang mengikuti trend pada time frame yang lebih besar
karena perlu Anda ketahui bahwa, “Time is power”.
Time is Power
• Monthly > Weekly
• Weekly > Daily
• Daily > 4H
• 4H > 1H
• 1H > M15
• M15 > M5
• M5 > M1
• M1 > 30s
Semakin besar kerangka waktu yang Anda gunakan, semakin besar pula kekuatan pergerakannya.
Pada dasarnya semakin banyak pesanan dan likuiditas yang telah ditumpuk dari waktu ke waktu
yang ada di sana untuk kemudian mendorong pergerakan tersebut sehingga karena alasan ini
analisis pada time frame yang lebih tinggi selalu diutamakan daripada analisis pada time frame
yang lebih rendah. Sehingga time frame bulanan lebih penting daripada time frame mingguan,
begitu seterusnya hingga hitungan menit.
Jadi inilah mengapa Anda harus menggunakan “Top-down analysis” untuk melakukan
pendekatan terhadap pasar. Anda harus menggunakan time frame yang lebih tinggi untuk
menentukan bias sebelum turun ke time frame yang lebih rendah untuk melakukan eksekusi.
Tidak ada time frame yang pasti untuk menentukan bias Anda. Setiap trader menggunakan time
framenya sendiri untuk melakukan pendekatan terhadap pasar. Jadi tentukanlah time frame yang
paling nyaman menurut Anda yang sesuai dengan gaya perdagangan yang Anda lakukan.
Pergerakan pada HTF adalah tren pada LTF
Mari kita lihat contoh dari maksud perkataan tersebut di bawah ini:
Garis hitam pada gambar diartikan sebagai structure pada time frame yang lebih besar. Sedangkan
garis merah pada gambar diartikan sebagai structure pada time frame yang lebih kecil. Pada
gambar tersebut Anda dapat melihat hubungan antara kedua time frame sesuai dengan “
pergerakan htf adalah tren pada ltf”.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh di bawah ini:
1, terjadinya break of structure pada time frame 4H
2, setelah terjadinya break of stucture, pastikan terjadinya pull back ke area discount atau
equilibrium
3, terjadinya CHoCH pada time frame m15 yang menandakan pasar berubah menjadi bearish
untuk melakukan pullback
4, harga melakukan pull back hingga area discount, probabilitas untuk melakukan pembelian
sangat tinggi tetapi perlu adanya konfirmasi dari time frame m15
5, terjadinya CHoCH pada time frame m15 yang menandakan pasar berubah menjadi bullish dan
tanda bahwa pullback sudah selesai
6, pada time frame 1M tejadi CHoCH dan pullback pada m15 sudah selesai. Semua time frame
sudah selaras untuk menargetkan area weak pada time frame 4H
Ketika kita memetakan struktur, saya sangat menyarankan Anda untuk menggunakan
sejumlah time frame. Alasannya adalah karena jika Anda menggunakan beberapa time frame
yang berbeda, Anda bisa menyesuaikan price action dengan narasi yang Anda lihat. Saya
akan memberikan contoh time frame yang saya gunakan untuk memetakan struktur di dalam
pasar:
• D – HTF – Prespektif
• 4H – HTF – Narasi
• M15 – MTF – Bias
• M1 – LTF – Pengaturan Posisi
Dari beberapa time frame di atas, saya juga menggunakannya untuk membuka pikiran saya
dengan alasan tersendiri sebelum menentukan posisi yang akan saya perdagangkan seperti di
bawah ini:
• D – kapan tren 4H akan berubah?
• 4H – apakah kita memperdagangkan continuation atau pullback 4H?
• m15 – mengonfirmasi kapan continuation 4H berakhir dan pullback akan dimulai, begitu
juga sebaliknya
• m1 – mengkonfirmasi titik untuk membuka posisi sesuai pengan pembalikan di m15
Mari kita masuk ke contoh terakhir pada materi market strcuture di bawah ini:
Pada gambar di atas dapat diperhtikan bahwa tren pada time frame 4H sedang mengalami
penurunan. Aliran pesanan tersebut membuat struktur LL dan LH pada time frame tersebut.
Supaya dapat membuat LL selanjutnya, pada LH yang akan terjadi LTF membuat konfirmasi
bahwa pullback akan dimulai (pada garis orange). Kita semua bisa memperkirakan bahwa
kita dapat membuka posisi penjualan pada area tersebut tetapi apapun dapat terjadi di dalam
pasar. Misi yang harus kita jalankan adalah mengamati bagaimana harga bergerak di sekitar
area tersebut dan mendengarkan apa yang dikomunikasikan pasar kepada kita dengan pola
pikir yang netral. Pengembangan struktur LTF dalam POI HTF membantu kita untuk
mengikuti arus pasar dan mengeksekusinya dengan baik.