0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan25 halaman

Rencana Pembelajaran Matematika Kelas X

Diunggah oleh

Jumaidah Jumaidah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan25 halaman

Rencana Pembelajaran Matematika Kelas X

Diunggah oleh

Jumaidah Jumaidah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : ……………….


Mata Pelajaran : Matematika
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : X/Gasal
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (4 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Sebelum memulai pembelajaran,


peserta didik akan diidentifikasi kesiapan belajarnya melalui asesmen
diagnostik. Asesmen ini akan mencakup pengetahuan awal mereka tentang
konsep dasar bilangan, minat mereka dalam matematika, latar belakang
pembelajaran sebelumnya, dan potensi kebutuhan belajar khusus. Informasi
ini akan digunakan untuk memetakan pemahaman awal peserta didik dan
merancang strategi pembelajaran yang diferensiasi, memastikan bahwa
setiap peserta didik dapat terlibat secara optimal dalam proses pembelajaran
dan mencapai tujuan yang ditetapkan.

MATERI PELAJARAN: Materi pelajaran ini mencakup konsep eksponen,


bentuk akar, dan logaritma. Jenis pengetahuan yang akan dicapai adalah
pengetahuan konseptual (memahami sifat-sifat eksponen, kaitan bentuk akar
dengan eksponen, dan kaitan logaritma dengan eksponen) , prosedural
(menggunakan sifat eksponen untuk menyederhanakan, melakukan operasi
bentuk akar, menentukan nilai logaritma) , dan pemecahan masalah
(menyelesaikan masalah terkait eksponen, bentuk akar, dan logaritma dalam
konteks nyata). Relevansi materi dengan kehidupan nyata peserta didik
sangat tinggi, seperti penggunaan eksponen dalam perhitungan ilmiah (jarak
antar planet, massa benda) dan logaritma untuk mengukur kekuatan gempa,
intensitas bunyi, dan pertumbuhan penduduk. Tingkat kesulitan materi akan
disesuaikan secara bertahap, dimulai dari konsep dasar hingga aplikasi yang
lebih kompleks. Struktur materi disusun secara hierarkis, dimulai dari
eksponen, kemudian bentuk akar sebagai perluasan, dan diakhiri dengan
logaritma sebagai kebalikan eksponen. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada bernalar kritis, mandiri, dan kreatif.

DIMENSI PROFIL LULUSAN:

1. Penalaran Kritis
2. Kemandirian
3. Kreativitas

DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Pada akhir fase E, peserta didik dapat


PEMBELAJARAN menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat (eksponen) dan logaritma.
Mereka dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri,
termasuk masalah yang berkaitan dengan bunga majemuk dalam konteks
keuangan.

Lintas Disiplin Ilmu:

1. Informatika (Penggunaan teknologi digital untuk mencari informasi


dan presentasi)
2. IPAS (Penerapan eksponen dan logaritma dalam perhitungan ilmiah
seperti jarak antar planet, massa benda, mengukur kekuatan gempa,
intensitas bunyi, pertumbuhan penduduk).

TOPIK PEMBELAJARAN:

 Eksponen
 Bentuk Akar
 Logaritma

TUJUAN PEMBELAJARAN:

Pertemuan 1 (Eksponen):

 Mendeskripsikan sifat eksponen dengan bahasa sendiri.


 Menggunakan sifat eksponen untuk menyederhanakan eksponen.
 Menentukan nilai eksponen.
 Menyelesaikan masalah yang berkaitan eksponen berdasarkan
analisis dan informasi yang diberikan.

Pertemuan 2 (Bentuk Akar):

 Mendeskripsikan kaitan antara bentuk akar dengan eksponen dengan


bahasa sendiri.
 Melakukan prosedur operasi penjumlahan, pengurangan, dan
perkalian bentuk akar.

Pertemuan 3 (Bentuk Akar):

 Melakukan prosedur operasi pembagian bentuk akar.


 Menyelesaikan masalah yang berkaitan bentuk akar berdasarkan
analisis dan informasi yang diberikan.

Pertemuan 4 (Logaritma):

 Mendeskripsikan kaitan antara logaritma dengan eksponen dengan


bahasa sendiri.
 Menggunakan sifat logaritma untuk menentukan nilai suatu
logaritma.

Pertemuan 5 (Logaritma):

 Menyelesaikan masalah yang berkaitan logaritma berdasarkan


analisis dan informasi yang diberikan.

PRAKTIK PEDAGOGIS:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek


2. Diskusi kelompok, eksplorasi sumber informasi, dan presentasi

MITRA PEMBELAJARAN:

1. Guru bidang studi lain (misalnya Guru Fisika untuk contoh aplikasi
eksponen/logaritma)
2. Orang tua (mendukung proses belajar di rumah)
3. Komunitas ilmuwan atau praktisi yang relevan (jika memungkinkan,
untuk pemahaman aplikasi nyata)

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:

1. Ruang Fisik: Ruang kelas dengan LCD, proyektor, dan papan tulis.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk diskusi dan berbagi sumber
belajar.
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan menumbuhkan
rasa ingin tahu.

PEMANFAATAN DIGITAL:

1. Perencanaan: Canva
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran, platform diskusi daring
3. Asesmen: Google Forms, Quizizz

PENGALAMAN Pertemuan 1: Eksponen


BELAJAR
Alokasi Waktu: 180 menit (4 Jam Pelajaran)

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna) – (25 menit):

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Perwakilan peserta didik memimpin doa sebelum memulai kegiatan
pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak apersepsi dari guru tentang jarak antar planet
sebagai pengantar pentingnya belajar eksponen dalam perhitungan
ilmiah.
5. Peserta didik menyimak gambaran tentang tokoh penting yang
mendeskripsikan eksponen dan penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik:
o "Apakah Anda mengetahui ilmuwan pertama yang
menemukan istilah eksponen?"
o "Apakah Anda mengetahui penggunaan eksponen dalam
dunia sains dan kehidupan sehari-hari?"
7. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dalam konsep eksponen.

Kegiatan Inti (140 menit):

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah:


o Peserta didik menyimak pertanyaan guru tentang bagaimana
cara menuliskan bentuk baku dari jari-jari bumi: 6.400.000 m
dan massa sebintik debu: 0,00000000067 kg.
o Peserta didik diingatkan kembali tentang perkalian bilangan
berulang, misalnya

3×3×3×3.

o Peserta didik diminta menulis bilangan misalnya

32 dan 54 ke dalam bentuk eksponen.

o Peserta didik diminta menarik simpulan tentang bentuk umum


eksponen.
o Peserta didik diminta melihat soal-soal latihan umum untuk
menguji pemahaman awal dan menanyakan apabila ada yang
masih mengalami kesulitan.
o Peserta didik didorong untuk mempelajari dan mengumpulkan
informasi lain dari berbagai sumber untuk mendapatkan sifat-
sifat eksponen.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik:


o Peserta didik dibagi dalam kelompok terbatas (teman
sebangku).
o Peserta didik bersama teman sebangku diminta menyelesaikan
masalah berkaitan dengan sifat-sifat eksponen yang terdapat
dalam ruang kolaborasi umum.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok:
o Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
o Guru melihat sampel pekerjaan peserta didik/kelompok dan
melakukan diskusi ringan tentang apa yang sudah dicapai.
o Guru memberikan bantuan terbatas apabila ada peserta
didik/kelompok yang mengalami kesulitan.
 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya:
o Guru meminta dengan sukarela perwakilan peserta
didik/kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya
terkait sifat 5 dan sifat 6.
o Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
o Guru meminta perwakilan peserta didik/kelompok lain untuk
mempresentasikan hasil diskusi terkait sifat 7 dan sifat 8.
o Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah:
o Peserta didik saling melakukan apresiasi terhadap peserta
didik/kelompok yang telah sukarela mempresentasikan hasil
diskusi dan peserta didik yang sudah terlibat aktif dalam
pembelajaran.
o Guru memberikan penguatan apabila ada jawaban peserta
didik memerlukan penguatan/kurang sesuai.
o Guru memberikan sampel soal dalam latihan umum untuk
mengecek pemahaman peserta didik dan memberikan umpan
balik pembelajaran.
o Peserta didik diminta memahami contoh soal dan pembahasan
serta memindai QR code (jika tersedia) untuk mengasah
kemampuan literasi dan numerasi dari sumber belajar umum.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran) – (15 menit):

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu eksponen.
2. Guru memberikan tugas rumah untuk mengembangkan kemampuan
literasi dan numerasi dengan mengerjakan latihan umum.
3. Guru mengkonfirmasi masalah yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2: Bentuk Akar (Operasi Penjumlahan, Pengurangan,


Perkalian)

Alokasi Waktu: 180 menit (4 Jam Pelajaran)

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning


Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna) – (15 menit):

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Guru memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menanyakan kabar apabila
ada yang tidak hadir.
4. Peserta didik dikonfirmasi oleh guru tentang tugas pertemuan 1 dan
diberikan apresiasi kepada hasil kerja peserta didik serta motivasi
pada peserta didik yang belum sesuai target pembelajarannya.
5. Peserta didik menyimak apersepsi sebuah segitiga siku-siku dengan
panjang sisi 1 satuan untuk menentukan panjang sisi miringnya.
6. Guru meminta peserta didik menebak gambar ilmuwan yang
menemukan hasil sisi miring dari segitiga siku-siku pada prasyarat
dalam bentuk akar.
7. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dalam belajar bentuk akar.

Kegiatan Inti (150 menit):

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah:


o Peserta didik menyimak pertanyaan guru tentang bagaimana
cara membedakan bilangan rasional dan bilangan irrasional.
o Peserta didik diberikan contoh bentuk akar yaitu

4, 3125, dan 8.

o Peserta didik diminta menentukan bentuk sederhana dari


contoh

8 dan 75.

o Peserta didik diminta mencoba soal-soal latihan umum untuk


menyederhanakan bentuk akar.
o Guru melanjutkan penguatan materi tentang operasi bentuk
akar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik:


o Peserta didik dibagi dalam kelompok terbatas (teman
sebangku).
o Peserta didik bersama teman sebangku diminta menyelesaikan
masalah berkaitan dengan operasi bentuk akar yang terdapat
dalam ruang kolaborasi umum.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok:
o Peserta didik diberikan instruksi agar memahami contoh soal
dan pembahasan umum.
o Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
o Guru melihat sampel pekerjaan peserta didik dan melakukan
diskusi apabila diperlukan.
o Guru memberikan bantuan terbatas apabila ada peserta
didik/kelompok yang mengalami kesulitan.
 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya:
o Guru meminta dengan sukarela perwakilan peserta didik
untuk mempresentasikan hasil diskusinya dengan bahasa
sendiri khusus nomor 1.
o Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
o Guru meminta perwakilan peserta didik lain untuk
mempresentasikan hasil diskusi soal nomor 2.
o Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah:
o Peserta didik saling melakukan apresiasi terhadap peserta
didik yang telah sukarela mempresentasikan hasil diskusi dan
peserta didik yang sudah terlibat aktif dalam pembelajaran.
o Guru memberikan penguatan apabila ada jawaban peserta
didik memerlukan penguatan/kurang sesuai.
o Guru menguji simpulan diskusi pada soal nomor 1 dan 2
untuk mendapatkan strategi pemecahan masalah yang lebih
mudah dipahami.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran) – (15 menit):

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu bentuk eksponen.
2. Guru memberikan tugas rumah untuk mengembangkan kemampuan
literasi dan numerasi yaitu latihan umum pada soal nomor 1 dan 2.
3. Guru mengkonfirmasi masalah yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya yaitu penyelesaian masalah bentuk akar.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3: Bentuk Akar (Operasi Pembagian dan Pemecahan


Masalah)

Alokasi Waktu: 180 menit (4 Jam Pelajaran)

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning


Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna) – (15 menit):

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Ketua kelas memimpin doa.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kabar
peserta didik apabila ada yang tidak hadir.
4. Peserta didik menyimak apersepsi gambar lipatan kertas origami
berbentuk segitiga dengan ukuran tertentu.
5. Guru memberikan gambaran tentang pentingnya mengetahui
kegunaan belajar menyederhanakan bentuk akar karena di kehidupan
sehari-hari, ditemukan banyak ukuran yang tidak bulat dan bisa
berbentuk akar.
6. Guru memberikan pertanyaan pemantik:
o "Apakah Anda mengetahui cara menyederhanakan operasi
pembagian yang penyebutnya masih dalam bentuk akar?"
o "Apakah Anda mengetahui penggunaan bentuk akar dalam
kehidupan sehari-hari?"
7. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dalam permasalahan bentuk akar.

Kegiatan Inti (150 menit):

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah:


o Peserta didik menyimak pertanyaan guru tentang bagaimana
cara menyederhanakan pembagian apabila penyebutnya
berbentuk akar dengan mengambil perbandingan sisi segitiga
dengan panjang sisi satu satuan dan sisi miringnya bentuk
akar.
o Guru mengenalkan sekawan dari bentuk akar

a dan a−b.

o Peserta didik diminta memahami contoh soal dan pembahasan


umum.
o Peserta didik diminta mencoba latihan umum untuk menguji
pemahaman materi dan menanyakan apabila ada yang masih
mengalami kesulitan.
o Peserta didik didorong untuk mempelajari dan mengumpulkan
informasi lain dari berbagai sumber untuk mendapatkan ide
penyelesaian.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik:


o Peserta didik dibagi dalam kelompok terbatas (teman
sebangku).
o Peserta didik bersama teman sebangku diminta menyelesaikan
masalah berkaitan dengan bentuk eksponen yang terdapat
dalam latihan umum.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok:
o Peserta didik diberikan instruksi agar memahami contoh soal
dan pembahasan umum dan memindai QR code untuk
pembahasannya (jika tersedia).
o Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
o Guru melihat sampel pekerjaan peserta didik dan melakukan
diskusi ringan apabila diperlukan.
o Guru memberikan bantuan terbatas apabila ada peserta didik
yang mengalami kesulitan.
 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya:
o Guru meminta dengan sukarela perwakilan 2 peserta didik
berbeda kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya
untuk soal nomor 1.
o Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
o Guru meminta perwakilan peserta didik lainnya untuk
mempresentasikan hasil diskusi soal nomor 2 dan 3.
o Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah:
o Peserta didik saling melakukan apresiasi terhadap peserta
didik/kelompok yang telah sukarela mempresentasikan hasil
diskusi dan peserta didik yang sudah terlibat aktif dalam
pembelajaran.
o Guru memberikan penguatan apabila ada jawaban peserta
didik memerlukan penguatan/kurang sesuai.
o Guru memberikan instruksi agar peserta didik meningkatkan
kemampuan literasi dan numerasi dengan memahami contoh
soal dan pembahasan umum dan memindai QR code untuk
pembahasannya (jika tersedia) serta meminta peserta didik
bertanya jika masih mengalami hambatan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran) – (15 menit):

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu bentuk eksponen.
2. Guru memberikan tugas rumah untuk meningkatkan kemampuan
literasi dan numerasi dengan latihan umum pada soal nomor 3, 4, dan
5.
3. Guru mengkonfirmasi masalah yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya yaitu logaritma.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4: Logaritma (Kaitan dengan Eksponen dan Sifat


Logaritma)

Alokasi Waktu: 180 menit (4 Jam Pelajaran)

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna) – (20 menit):

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Perwakilan peserta didik memimpin doa.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kabar
peserta didik.
4. Guru memberikan contoh bilangan pangkat dan cara penulisannya
dalam logaritma.
5. Guru memberikan tebakan nilai logaritma tertentu dengan konsep
diubah dalam bilangan pangkat sesuai latihan umum.
6. Guru memberikan gambaran pentingnya penerapan logaritma dalam
kehidupan sehari-hari seperti mengukur kekuatan gempa, intensitas
bunyi, pertumbuhan penduduk, dan lainnya.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik:
o "Apakah Anda mengetahui bahwa perhitungan eksponen
dapat juga dilakukan dengan logaritma?"
o "Apakah Anda mengetahui penggunaan logaritma juga dekat
dengan kehidupan sehari-hari seperti mengukur kekuatan
gempa, intensitas bunyi, pertumbuhan penduduk, dan
lainnya?"
8. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dalam permasalahan logaritma.

Kegiatan Inti (145 menit):

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah:


o Peserta didik diminta memahami sifat-sifat logaritma dari
sumber belajar umum.
o Guru memberikan penguatan materi logaritma.
o Guru mendemonstrasikan penyelesaian soal latihan umum
dengan mengambil 3 sampel soal yang dipilih peserta didik.
o Peserta didik diminta mencoba 2 soal lain secara mandiri dari
latihan umum untuk menguji pemahaman.
o Peserta didik diminta memahami contoh soal dan pembahasan
umum.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik:


o Peserta didik dibagi dalam kelompok terbatas (teman
sebangku).
o Peserta didik bersama teman sebangku diminta menyelesaikan
masalah berkaitan dengan logaritma yang terdapat dalam
latihan umum.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok:
o Peserta didik diberikan instruksi agar memahami contoh soal
dan pembahasan umum dan memindai QR code untuk
pembahasannya (jika tersedia).
o Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
o Guru melihat sampel pekerjaan peserta didik dan melakukan
diskusi ringan tentang apa yang sudah dicapai.
o Guru memberikan bantuan terbatas apabila ada peserta didik
yang mengalami kesulitan.
 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya:
o Guru meminta dengan sukarela perwakilan peserta didik
untuk mempresentasikan hasil diskusinya terkait soal nomor 1
dan soal nomor 2.
o Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
o Guru meminta perwakilan peserta didik/kelompok lain untuk
mempresentasikan hasil diskusi terkait soal nomor 3 dan soal
nomor 4.
o Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah:
o Peserta didik saling melakukan apresiasi terhadap peserta
didik/kelompok yang telah sukarela mempresentasikan hasil
diskusi dan peserta didik yang sudah terlibat aktif dalam
pembelajaran.
o Guru memberikan penguatan apabila ada jawaban peserta
didik memerlukan penguatan/kurang sesuai.
o Guru memberikan sampel soal dalam aktivitas mandiri umum
untuk mengecek pemahaman peserta didik dan memberikan
umpan balik pembelajaran.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran) – (15 menit):

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu logaritma.
2. Guru memberikan tugas rumah untuk mencoba latihan umum.
3. Guru memberitahu bahwa pada pertemuan berikutnya diadakan
asesmen sumatif dan peserta didik diminta belajar dan mencoba
dahulu soal latihan umum.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 5: Logaritma (Penyelesaian Masalah) Alokasi Waktu: 180


menit (4 Jam Pelajaran) Model Pembelajaran: Problem-Based Learning

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna) – (20 menit):

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Perwakilan peserta didik memimpin doa.
3. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan menanyakan kabar
peserta didik.
4. Guru mereview singkat materi logaritma dari pertemuan sebelumnya
dan menanyakan apakah ada kesulitan.
5. Guru memberikan pertanyaan pemantik:
o "Bagaimana cara kita menggunakan logaritma untuk
menyelesaikan masalah-masalah di kehidupan nyata, seperti
mengukur kekuatan gempa?"
o "Apakah ada contoh lain penggunaan logaritma yang menarik
bagi Anda?"
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dalam penyelesaian masalah logaritma.

Kegiatan Inti (145 menit):

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah:


o Peserta didik diberikan beberapa studi kasus atau masalah
kontekstual yang melibatkan logaritma (misalnya, masalah
pertumbuhan penduduk, intensitas suara, pH larutan).
o Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana
mengidentifikasi informasi yang relevan dan merumuskan
masalah tersebut ke dalam bentuk logaritma.
o Peserta didik diminta untuk menganalisis contoh soal dan
pembahasan terkait penyelesaian masalah logaritma dari
sumber belajar umum.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik:


o Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk bekerja
sama dalam menyelesaikan masalah-masalah yang diberikan.
o Setiap kelompok diminta untuk memilih satu atau dua
masalah untuk diselesaikan dan merencanakan strategi
pemecahannya.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok:
o Guru berkeliling untuk memantau proses diskusi dan
memberikan bimbingan jika diperlukan.
o Guru mendorong peserta didik untuk berdiskusi, berbagi ide,
dan saling membantu dalam menemukan solusi.
o Guru mengarahkan peserta didik untuk menggunakan sifat-
sifat logaritma yang telah dipelajari untuk menyelesaikan
masalah.
 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya:
o Setiap kelompok diminta untuk menyajikan hasil pemecahan
masalah mereka di depan kelas.
o Presentasi dapat berupa demonstrasi langkah-langkah
penyelesaian, penjelasan konsep yang digunakan, dan
interpretasi hasilnya dalam konteks masalah nyata.
o Peserta didik dari kelompok lain diminta untuk memberikan
tanggapan, pertanyaan, atau argumen terkait presentasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan


masalah:
o Guru memimpin diskusi untuk menganalisis dan
mengevaluasi berbagai strategi pemecahan masalah yang
disajikan oleh kelompok.
o Guru memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci
dan meluruskan kesalahpahaman jika ada.
o Peserta didik diajak untuk membandingkan solusi yang
berbeda dan mengidentifikasi metode yang paling efisien.
o Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses
pemecahan masalah yang mereka lakukan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran) – (15 menit):

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi umum mengenai


pembelajaran penyelesaian masalah logaritma.
2. Peserta didik diminta untuk mengungkapkan kembali dengan bahasa
sendiri penerapan logaritma dalam kehidupan sehari-hari yang
mereka ketahui.
3. Guru memberikan pengingat mengenai asesmen sumatif yang akan
datang dan mendorong peserta didik untuk terus belajar dan berlatih
dari soal-soal latihan umum.

Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel

Matahari Bulan Purnama


Bahan AJAR

Bab 1: Eksponen

Pendahuluan

Selamat datang di Bab 1, di mana kita akan menjelajahi konsep penting dalam matematika,
yaitu Eksponen. Eksponen, atau sering disebut sebagai bilangan berpangkat, adalah cara
singkat untuk menyatakan perkalian berulang dari suatu bilangan dengan dirinya sendiri.
Konsep ini sangat fundamental dan memiliki aplikasi luas dalam berbagai bidang, mulai dari
sains dan teknologi hingga ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Pernahkah Anda berpikir
bagaimana para ilmuwan menggambarkan jarak antarplanet yang sangat jauh, atau
bagaimana pertumbuhan bakteri dihitung? Jawabannya sering kali melibatkan eksponen.
Dalam bab ini, Anda akan diajak untuk memahami apa itu eksponen, bagaimana
menggunakannya, dan bagaimana eksponen membantu kita menyelesaikan berbagai
permasalahan kompleks.

Konsep Dasar dan Sifat-sifat Eksponen

Eksponen adalah notasi matematika yang menunjukkan berapa kali suatu bilangan (disebut
basis) dikalikan dengan dirinya sendiri. Misalnya, dalam bentuk an, 'a' adalah basis dan 'n'
adalah eksponen. Ini berarti 'a' dikalikan sebanyak 'n' kali (a×a×a×...×a sebanyak n faktor).
Untuk memahami eksponen secara mendalam, penting untuk menguasai sifat-sifatnya.
Beberapa sifat utama eksponen meliputi:

1. Sifat Perkalian: Jika kita mengalikan dua eksponen dengan basis yang sama, maka
pangkatnya dijumlahkan, yaitu am×an=am+n.
2. Sifat Pembagian: Jika kita membagi dua eksponen dengan basis yang sama, maka
pangkatnya dikurangkan, yaitu am/an=am−n.
3. Sifat Pangkat dari Pangkat: Jika suatu eksponen dipangkatkan lagi, maka
pangkatnya dikalikan, yaitu (am)n=amn.
4. Sifat Pangkat Nol: Setiap bilangan (bukan nol) yang dipangkatkan nol hasilnya
adalah satu, yaitu a0=1 (dengan a=0).
5. Sifat Pangkat Negatif: Suatu bilangan dengan pangkat negatif dapat diubah menjadi
pangkat positif dengan membalik basisnya, yaitu a−n=1/an.
6. Sifat Pangkat dari Perkalian: Jika perkalian dua bilangan dipangkatkan, maka
setiap bilangan dipangkatkan secara terpisah, yaitu (ab)n=anbn.
7. Sifat Pangkat dari Pembagian: Jika pembagian dua bilangan dipangkatkan, maka
setiap bilangan dipangkatkan secara terpisah, yaitu (a/b)n=an/bn. Memahami dan
menguasai sifat-sifat ini akan memudahkan Anda dalam menyederhanakan ekspresi
eksponen yang kompleks.

Menyederhanakan dan Menentukan Nilai Eksponen

Dengan menggunakan sifat-sifat eksponen di atas, kita dapat menyederhanakan berbagai


ekspresi yang melibatkan pangkat. Proses penyederhanaan ini melibatkan penggabungan
basis yang sama, mengaplikasikan aturan perkalian, pembagian, atau pemangkatan, hingga
ekspresi tersebut tidak dapat disederhanakan lagi. Setelah menyederhanakan, kita juga dapat
menentukan nilai numerik dari suatu eksponen atau ekspresi eksponen. Ini dilakukan dengan
menghitung hasil perkalian berulang sesuai dengan nilai basis dan eksponen. Sebagai contoh,
untuk menentukan nilai dari 23, kita menghitung 2×2×2=8. Latihan terus-menerus dalam
menyederhanakan dan menghitung nilai eksponen akan meningkatkan kemampuan numerasi
Anda.

Aplikasi Eksponen dalam Pemecahan Masalah Kontekstual

Konsep eksponen tidak hanya berhenti pada perhitungan matematis semata, tetapi juga sangat
relevan dalam memodelkan dan menyelesaikan berbagai masalah di dunia nyata. Anda akan
belajar bagaimana mengaplikasikan pemahaman tentang eksponen untuk menganalisis dan
menyelesaikan masalah berdasarkan informasi yang diberikan. Contoh aplikasinya meliputi:

 Pertumbuhan dan Peluruhan: Menghitung pertumbuhan populasi, penyebaran


virus, atau peluruhan zat radioaktif yang sering kali mengikuti pola eksponensial.
 Ekonomi dan Keuangan: Menghitung bunga majemuk, investasi, atau depresiasi
nilai aset.
 Sains dan Teknik: Pengukuran skala dalam gempa bumi (skala Richter), tingkat
keasaman (pH), intensitas suara, atau perhitungan jarak astronomi. Melalui contoh-
contoh masalah kontekstual ini, Anda akan melihat bagaimana eksponen menjadi alat
yang powerful untuk menjelaskan fenomena alam dan sosial yang kompleks.
Kemampuan Anda dalam menganalisis informasi dan menerjemahkannya ke dalam
model matematis eksponen akan sangat terasah.

Kesimpulan

Eksponen adalah konsep matematika yang esensial untuk memahami perkalian berulang dan
memodelkan berbagai fenomena di dunia nyata. Dengan menguasai definisi, sifat-sifat, serta
metode penyederhanaan dan penentuan nilainya, Anda akan memiliki dasar yang kuat untuk
menerapkan eksponen dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Teruslah berlatih dan
jangan ragu untuk mengeksplorasi lebih lanjut aplikasi eksponen di berbagai bidang.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ……………………………


KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Matematika

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mendeskripsikan sifat eksponen dan menggunakannya dalam menyederhanakan


bentuk eksponen.
2. Menyelesaikan masalah eksponen yang terkait dengan kehidupan sehari-hari.
3. Menjelaskan kaitan antara bentuk akar dengan eksponen dan melakukan operasi pada
bentuk akar.
4. Menyelesaikan masalah bentuk akar dan logaritma berdasarkan analisis dan informasi
yang diberikan.
5. Menjelaskan hubungan logaritma dan eksponen, serta menggunakan sifat logaritma
untuk menyelesaikan persoalan kontekstual.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

1.1 Menjelaskan sifat eksponen dengan bahasa sendiri.


1.2 Menyederhanakan bentuk eksponen menggunakan sifat eksponen.
1.3 Menyelesaikan persoalan berbasis eksponen dalam konteks nyata.
2.1 Menjelaskan hubungan bentuk akar dan eksponen.
2.2 Melakukan operasi bentuk akar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian).
3.1 Menyelesaikan persoalan yang berkaitan logaritma dalam kehidupan sehari-hari.
3.2 Menggunakan sifat logaritma untuk menentukan nilai suatu logaritma.

KISI-KISI SOAL

No IP Materi Level Kognitif Bentuk Soal


K
1 1.1 Eksponen C2 (Memahami) PG
2 1.2 Eksponen C3 (Aplikasi) PG
3 1.3 Eksponen C4 (Analisis) PG
4 2.1 Bentuk Akar C2 (Memahami) PG
5 2.2 Bentuk Akar C3 (Aplikasi) PG
6 2.2 Bentuk Akar C4 (Analisis) PG
7 3.1 Logaritma C2 (Memahami) PG
8 3.1 Logaritma C3 (Aplikasi) PG
9 3.2 Logaritma C4 (Analisis) PG
10 3.2 Logaritma C5 (Evaluasi) PG
SOAL PILIHAN GANDA

1. PLN menyatakan bahwa energi listrik rumah tangga dinyatakan dalam satuan kWh.
Diketahui konsumsi listrik rumah A per hari adalah 2⁴ watt selama 10 jam. Sederhanakan
nilai eksponennya.
A. 2⁴⁰
B. 2¹⁰
C. 2⁶
D. 2¹⁴
E. 2³⁰
Kunci: D

2. Daya kulkas 128 watt dinyalakan selama 8 jam. Berapa besar energi dalam bentuk
eksponen?
A. 2⁷ × 8
B. 2⁷ × 2³
C. 2⁸
D. 2⁷ + 3
E. 2⁶ × 2²
Kunci: B

3. Sebuah baterai HP memiliki kapasitas 2⁶ mAh. Jika HP digunakan 2³ jam per hari, berapa
hari sampai baterai habis tanpa pengisian ulang?
A. 2
B. 4
C. 6
D. 8
E. 16
Kunci: D

4. Sebuah taman berbentuk persegi panjang berukuran 10 m × 10 m. Hitung panjang


diagonalnya!
A. √100
B. 10√2
C. √200
D. 5√2
E. 100√2
Kunci: B
5. Seorang teknisi memotong pipa dengan panjang √45 cm dan menggabungkannya dengan
pipa √20 cm. Hitung total panjangnya.
A. √65
B. 5√5 + 2√5
C. 7√5
D. 3√5
E. √45 + √20
Kunci: B

6. Untuk memasang ubin dengan panjang diagonal 10√2 cm, ubin berbentuk persegi dengan
sisi berapa cm yang diperlukan?
A. 20 cm
B. √100
C. 10 cm
D. √50
E. 5√2 cm
Kunci: C

7. Jumlah bakteri dalam kultur bertambah 10 kali setiap 2 jam. Jika awalnya 10³ bakteri,
berapa banyak bakteri setelah 6 jam?
A. 10⁶
B. 10⁵
C. log 10⁶
D. 10³ × 10³
E. 10⁹
Kunci: D

8. Dalam reaksi kimia, diketahui pH larutan adalah 3. Nilai konsentrasi ion H⁺ adalah 10^–
pH. Berapa konsentrasi H⁺?
A. 10³
B. 10⁻³
C. log 3
D. 3
E. 1/3
Kunci: B

9. Tingkat kebisingan suara ditentukan dengan rumus L = 10 log(I/I₀). Jika I/I₀ = 1000,
berapa nilai L?
A. 30
B. 10
C. 100
D. 3
E. log 100
Kunci: A

10. Dalam logaritma, diketahui log₂(8) = x dan log₂(4) = y. Bandingkan nilai x dan y.
A. x > y
B. x = y
C. x < y
D. x × y = 8
E. x – y = 3
Kunci: A

RUBRIK PENILAIAN

Skor Kriteria
10 Jawaban benar dan menggunakan logika analitis tinggi
7–9 Jawaban benar dan proses hampir sempurna
4–6 Jawaban benar tapi kurang lengkap/logis
1–3 Jawaban salah dan tidak sesuai dengan stimulus
0 Tidak menjawab

Total Nilai:
Skor = (Jumlah Jawaban Benar × 10)
Skor Maksimal: 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

SATUAN PENDIDIKAN : ……………………………


KELAS / SEMESTER : X / GASAL
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
TOPIK : Eksponen

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mendeskripsikan sifat eksponen dengan bahasa sendiri.


2. Menggunakan sifat eksponen untuk menyederhanakan eksponen.
3. Menentukan nilai eksponen.
4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan eksponen berdasarkan analisis dan informasi
yang diberikan.

ALAT DAN BAHAN

 Kalkulator
 Buku tulis dan alat tulis
 Buku paket atau LKS
 Kartu konsep sifat eksponen (opsional)

TUGAS / SOAL

Seorang teknisi SMK jurusan Teknik Elektro sedang menghitung jumlah komponen listrik
yang dibutuhkan dalam suatu rangkaian. Ia mendapati bahwa setiap tahap perakitan
menggandakan jumlah resistor yang digunakan. Jika pada tahap pertama ada 2 resistor, maka
pada tahap ke-5, berapa jumlah resistor yang dibutuhkan?

Soal:

1. Berdasarkan kasus di atas, nyatakan jumlah resistor sebagai bentuk eksponen.


2. Sederhanakan bentuk 2⁵.
3. Jika pada tahap ke-n jumlah resistor adalah 2n2^n2n, tentukan jumlah resistor pada
tahap ke-8.
4. Seorang siswa melakukan kesalahan saat menyederhanakan 34×323^4 \times
3^234×32. Ia menuliskan jawabannya sebagai 363^636. Jelaskan apakah jawaban
tersebut benar dan mengapa.
5. Dalam sistem komputer, satuan informasi disimpan dalam bentuk biner. Jika 1 bit
dapat menyimpan 2 kemungkinan, berapa banyak kemungkinan kombinasi yang dapat
disimpan dalam 10 bit?
KUNCI JAWABAN

1. Jumlah resistor = 2n2^n2n, tahap ke-5 → 252^525


2. 25=322^5 = 3225=32 resistor
3. 28=2562^8 = 25628=256 resistor
4. Jawaban benar. Karena am×an=am+na^m \times a^n = a^{m+n}am×an=am+n, maka
34×32=34+2=363^4 \times 3^2 = 3^{4+2} = 3^634×32=34+2=36
5. 210=10242^{10} = 1024210=1024 kemungkinan kombinasi

RUBRIK PENILAIAN

No Kriteria Penilaian Skor Maksimal


1 Menuliskan bentuk eksponen dari situasi sehari-hari 10
2 Menyederhanakan bentuk eksponen dengan benar 10
3 Menghitung nilai eksponen 10
4 Menjelaskan konsep sifat eksponen dengan benar 10
5 Menyelesaikan soal berbasis analisis 10
Tota 50
l
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : .............................................


KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Matematika

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (Eksponen):

1. Mendeskripsikan sifat eksponen dengan bahasa sendiri.


2. Menggunakan sifat eksponen untuk menyederhanakan bentuk eksponen.
3. Menentukan nilai eksponen.
4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan eksponen berdasarkan analisis
informasi.

Pertemuan 2 & 3 (Bentuk Akar):

1. Mendeskripsikan kaitan antara bentuk akar dan eksponen dengan bahasa sendiri.
2. Melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk
akar.
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan bentuk akar berdasarkan analisis dan
informasi.

Pertemuan 4 & 5 (Logaritma):

1. Mendeskripsikan kaitan antara logaritma dan eksponen dengan bahasa sendiri.


2. Menggunakan sifat logaritma untuk menentukan nilai suatu logaritma.
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan logaritma berdasarkan analisis dan
informasi.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

1. Siswa mampu menjelaskan sifat-sifat eksponen dengan menggunakan bahasa sendiri.


2. Siswa mampu menyederhanakan bentuk eksponen dengan menerapkan sifat-sifat
eksponen.
3. Siswa mampu mengidentifikasi dan menentukan nilai eksponen.
4. Siswa mampu memecahkan masalah kontekstual terkait eksponen.
5. Siswa mampu menghubungkan bentuk akar dengan eksponen dan
menyederhanakannya.
6. Siswa mampu melakukan operasi hitung bentuk akar (penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian).
7. Siswa mampu memecahkan masalah kontekstual bentuk akar.
8. Siswa mampu menjelaskan hubungan antara logaritma dan eksponen.
9. Siswa mampu menentukan nilai logaritma dengan menggunakan sifat logaritma.
10. Siswa mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan logaritma.

KISI-KISI SOAL

No Indikator Pencapaian Materi Level Kognitif Bentuk Jumlah


Kompetensi (IPK) (C1–C6) Soal Soal
1 Menjelaskan sifat eksponen Eksponen C2 (Memahami) Pilihan 1
Ganda
2 Menyederhanakan bentuk Eksponen C3 (Menerapkan) Pilihan 1
eksponen Ganda
3 Menentukan nilai eksponen Eksponen C3 (Menerapkan) Isian 1
4 Menyelesaikan soal Eksponen C4 Uraian 1
kontekstual eksponen (Menganalisis)
5 Mengaitkan akar dan Bentuk C2 (Memahami) Isian 1
eksponen Akar
6 Operasi bentuk akar Bentuk C3 (Menerapkan) Pilihan 1
Akar Ganda
7 Soal kontekstual bentuk Bentuk C4 Uraian 1
akar Akar (Menganalisis)
8 Menjelaskan hubungan Logaritma C2 (Memahami) Isian 1
logaritma dan eksponen
9 Menentukan nilai logaritma Logaritma C3 (Menerapkan) Pilihan 1
Ganda
10 Soal proyek logaritma Logaritma C5 (Evaluasi) Uraian 1
kontekstual Proyek

SOAL

Topik: Penerapan Eksponen, Bentuk Akar, dan Logaritma dalam Perhitungan Konsumsi
Listrik dan Perawatan Mesin

Stimulus (Teks):
Sebuah bengkel otomotif SMK melakukan pengamatan terhadap pemakaian energi listrik
untuk kompresor udara, mesin balancing, dan mesin las selama 1 minggu. Diketahui bahwa
konsumsi listrik tiap alat mengikuti pola eksponensial karena mesin dinyalakan dan
dimatikan dengan frekuensi tertentu. Selain itu, siswa diminta menghitung waktu perawatan
mesin berdasarkan rumus logaritmik dari penggunaan waktu efektif.

Soal:

1. Seorang teknisi mencatat bahwa daya listrik yang digunakan kompresor mengikuti
fungsi P(t)=2tP(t) = 2^tP(t)=2t dengan ttt dalam jam. Berapa daya setelah 5 jam?
Jelaskan sifat eksponen yang digunakan.
2. Hitung jumlah konsumsi energi jika bentuknya 50+218−8\sqrt{50} + 2\sqrt{18} - \
sqrt{8}50+218−8. Sederhanakan bentuk akar sebelum menjumlahkan.
3. Jika waktu perawatan mesin ditentukan berdasarkan rumus t=log⁡2(n)t = \
log_2(n)t=log2(n) dan nnn adalah jumlah jam penggunaan mesin, hitung waktu
perawatan bila mesin digunakan selama 64 jam.
4. Buatlah laporan singkat (maks. 1 halaman) mengenai bagaimana siswa jurusan teknik
otomotif dapat menerapkan eksponen, akar, dan logaritma untuk menjaga efisiensi
energi dan perawatan mesin. Sertakan perhitungan dan kesimpulan.

KUNCI JAWABAN

1. P(5)=25=32P(5) = 2^5 = 32P(5)=25=32 Watt. Sifat eksponen: jika basis sama dan
eksponen bertambah, nilai meningkat secara eksponensial.
2. 50=52,218=62,8=22⇒52+62−22=92\sqrt{50} = 5\sqrt{2}, 2\sqrt{18} = 6\sqrt{2}, \
sqrt{8} = 2\sqrt{2} \Rightarrow 5\sqrt{2} + 6\sqrt{2} - 2\sqrt{2} = 9\sqrt{2}50=52
,218=62,8=22⇒52+62−22=92
3. t=log⁡2(64)=6t = \log_2(64) = 6t=log2(64)=6
4. Laporan: siswa menjelaskan bahwa efisiensi mesin dan penghematan energi dapat
dipantau melalui model eksponensial dan logaritma. Mereka menghitung penggunaan
daya dan menentukan waktu servis agar mesin tidak rusak.

RUBRIK PENILAIAN (Total 100)

Aspek Indikator Skor


Maksimal
Pemahaman Menyebutkan sifat eksponen/logaritma/akar dengan 20
konsep benar
Aplikasi Mampu menyelesaikan hitungan eksponen, akar, 30
logaritma
Analisis Menganalisis masalah kontekstual dengan benar 25
Laporan Proyek Laporan jelas, logis, dan mencakup perhitungan serta 25
kesimpulan
Total 100

Anda mungkin juga menyukai