0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
56 tayangan10 halaman

Pembelajaran Narkoba untuk Siswa VII

Diunggah oleh

Yohanes Geba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
56 tayangan10 halaman

Pembelajaran Narkoba untuk Siswa VII

Diunggah oleh

Yohanes Geba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING)

SEKOLAH ​ ​ :
NAMA GURU ​ ​ :
MATA PELAJARAN ​ : IPA
KELAS / SEMESTER​ : VII / Genap
ALOKASI WAKTU ​ : 2 Pertemuan (2 x 40 menit)

Peserta Didik Pada usia ini, siswa mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi, cenderung
mencoba hal-hal baru, dan rentan terhadap pengaruh lingkungan pertemanan.
Mereka juga sudah memiliki kemampuan berpikir logis sederhana dan dapat diajak
berdiskusi mengenai isu-isu sosial. Siswa mungkin memiliki latar belakang
pengetahuan yang bervariasi tentang narkoba, beberapa mungkin sudah terpapar
informasi dari media, sementara yang lain mungkin belum terlalu paham.

Materi Pelajaran  Topik Utama: Zat Adiktif dan Psikotropika (Narkoba)


IDENTIFIKASI  Sub-topik:
●​ Pengertian zat adiktif, psikotropika, dan narkoba.
●​ Jenis-jenis narkoba (ganja, sabu, ekstasi, kokain, putaw, dll.) dan efeknya
pada tubuh.
●​ Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan fisik dan mental, sosial, dan
ekonomi.
●​ Faktor penyebab penyalahgunaan narkoba (individu, lingkungan, sosial).
●​ Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
●​ Peran masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan narkoba.

Dimensi Profil ●​ Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menyadari
Lulusan bahaya narkoba sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai agama dan
kemanusiaan, serta menjauhi perbuatan tercela.
●​ Independent: Mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab untuk
tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan mengatasi tekanan teman
sebaya.
●​ Bernalar Kritis: Menganalisis informasi tentang narkoba secara objektif dan
membuat keputusan yang tepat.
●​ Kreatif: Mengembangkan ide-ide solusi dalam kampanye anti-narkoba atau
upaya pencegahan.
●​ Kolaboratif: Berkolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan
narkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Capaian Peserta didik mampu memahami konsep zat adiktif dan psikotropika, menganalisis
Pembelajaran bahaya penyalahgunaannya, serta mengimplementasikan upaya pencegahan untuk
menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Lintas Disiplin Ilmu ●​ ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Sistem saraf, efek zat kimia pada tubuh,
kesehatan reproduksi.
●​ Pendidikan Kewarganegaraan (PKN): Hak dan kewajiban warga negara,
hukum terkait narkoba, peran pemerintah.
●​ Pendidikan Agama: Nilai-nilai moral dan etika, ajaran agama terkait menjaga
diri.
●​ Bahasa Indonesia: Menulis argumen, membuat poster, presentasi.
●​ Seni Budaya: Membuat poster, kampanye visual.
●​  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Pencarian informasi,
pembuatan presentasi digital, penggunaan media sosial untuk kampanye
positif.

DESAIN Tujuan Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
PEMBELAJARA Pembelajaran 1.​ Menjelaskan pengertian zat adiktif, psikotropika, dan narkoba dengan tepat.
N 2.​ Mengidentifikasi jenis-jenis narkoba beserta efek sampingnya pada tubuh.
3.​ Menganalisis bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan fisik, mental,
sosial, dan ekonomi.
4.​ Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkoba.
5.​ Merancang dan melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di
lingkungan sekitar.
6.​ Menunjukkan sikap menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba

Praktik Pedagogis ●​ Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning): Siswa


disajikan studi kasus nyata tentang dampak narkoba untuk memicu diskusi
dan pencarian solusi.
●​ Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning): Siswa bekerja dalam
kelompok untuk menganalisis informasi, merancang kampanye, atau
memecahkan masalah.
●​ Pembelajaran Diferensiasi: Menyediakan berbagai sumber belajar (teks,
video, infografis) dan pilihan output (presentasi, poster, esai) sesuai dengan
gaya belajar siswa.
●​ Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan platform digital untuk riset,
presentasi, dan berbagi informasi.
●​ Koneksi Dunia Nyata: Mengundang narasumber (misalnya dari BNN atau
praktisi kesehatan) atau mengunjungi lembaga terkait.

Kemitraan ●​ Orang Tua/Wali: Menginformasikan materi yang diajarkan dan mendorong


Pembelajaran diskusi di rumah, serta melibatkan dalam kegiatan pencegahan di sekolah.
●​ Badan Narkotika Nasional (BNN): Mengundang narasumber untuk
memberikan sosialisasi, meminjamkan materi edukasi.
●​ Puskesmas/Rumah Sakit: Mengundang praktisi kesehatan untuk
menjelaskan dampak medis narkoba.
●​ Tokoh Masyarakat/Agama: Memberikan pandangan moral dan spiritual
terkait bahaya narkoba.
●​ Alumni/Kakak Kelas: Memberikan testimoni atau berbagi pengalaman
tentang pentingnya menjaga diri dari narkoba.

Lingkungan ●​ Kelas Interaktif: Penataan kelas yang memungkinkan diskusi kelompok,


Pembelajaran presentasi, dan akses mudah ke alat dan bahan.
●​ Akses Internet: Ketersediaan Wi-Fi untuk riset dan akses ke sumber digital.
●​ Perpustakaan: Tersedia buku, majalah, atau artikel terkait zat adiktif dan
bahaya narkoba.
●​ Media Edukasi: Poster, infografis, atau model visual yang relevan ditempel di
dinding kelas atau koridor sekolah.
●​  Aman dan Mendukung: Lingkungan yang memungkinkan siswa bertanya,
berdiskusi, dan berbagi pendapat tanpa takut dihakimi.

●​ bahaya narkoba (misalnya dari channel resmi BNN).


Pemanfaatan Digital ●​ Mesin Pencari: Mencari informasi terbaru tentang jenis narkoba, dampak, dan
upaya pencegahan.
●​ Platform Presentasi: Membuat presentasi interaktif (PowerPoint, Google
Slides, Canva) untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
●​ Media Sosial: Membuat kampanye digital anti-narkoba (poster, infografis,
video singkat) di platform yang relevan.
●​ Quiz Online: Menggunakan Kahoot!, Quizizz, atau Google Forms untuk
evaluasi [Link] Video: Menonton film pendek dokumenter
atau video edukasi tentang

Awal Pembelajaran (15-20 menit): Membangun Kesadaran dan Semangat

 Kegiatan "Apa yang Kamu Pikirkan?" 🤔 (Bermakna, Menyenangkan):


●​ Guru menunjukkan beberapa gambar atau klip video singkat yang menunjukkan gaya hidup sehat,
kegiatan positif remaja (olahraga, seni, belajar), dan di sisi lain, gambar yang memicu pertanyaan
tentang bahaya (misalnya siluet orang yang terlihat lesu, atau simbol-simbol yang bisa diartikan
sebagai "bahaya").
●​ Siswa diminta menuliskan satu kata atau frase yang terlintas di pikiran mereka saat melihat
gambar-gambar tersebut di kertas post-it dan menempelkannya di papan tulis.
●​ Diskusi Ringan: Guru memandu diskusi tentang persamaan dan perbedaan kata-kata yang muncul,

 Permainan "Mitos atau Fakta Narkoba" 💡


mengaitkannya dengan pentingnya menjaga kesehatan dan masa depan.
(Berkesadaran, Menyenangkan):
●​ Guru membacakan beberapa pernyataan (misalnya, "Narkoba bisa bikin pinter" atau "Cuma sekali
coba enggak bikin ketagihan").
●​ Siswa diminta berdiri di sisi kanan jika "Fakta" dan sisi kiri jika "Mitos".
●​ Setelah itu, guru meluruskan dengan penjelasan singkat yang benar. Ini akan memicu rasa ingin tahu
dan mengoreksi miskonsepsi awal.
PENGALAMAN  Mengaitkan dengan Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini kita akan belajar tentang bagaimana kita
BELAJAR bisa menjaga diri dan teman-teman dari hal-hal berbahaya yang bisa merusak masa depan, yaitu narkoba.

Inti Pembelajaran (60-80 menit): Eksplorasi dan Kolaborasi

 Mengenal Narkoba: Studi Kasus Interaktif (30 menit):


●​ Pembentukan Kelompok: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
●​ Studi Kasus: Setiap kelompok menerima satu studi kasus singkat (2-3 paragraf) tentang individu
yang terlibat narkoba, dengan detail tentang jenis narkoba yang digunakan dan dampak awal yang
dirasakan (fisik, mental, sosial). Studi kasus bisa dibuat fiktif namun realistis.
●​ Identifikasi dan Analisis: Setiap kelompok diminta untuk:
o​ Mengidentifikasi jenis narkoba yang kemungkinan terlibat.
o​ Menganalisis dampak yang terjadi pada individu tersebut.
o​ Mencoba mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan individu tersebut
terjerumus.
●​ Penyajian Awal: Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan temuan awal mereka.
 Eksplorasi Mendalam: Pencarian Informasi Digital (30 menit):
●​ Fokus Riset: Guru mengarahkan siswa untuk melakukan riset menggunakan perangkat digital
(ponsel, tablet, atau komputer sekolah) tentang:
o​ Jenis-jenis narkoba yang umum disalahgunakan di Indonesia.
o​ Efek jangka pendek dan jangka panjang setiap jenis narkoba.
o​ Faktor risiko dan faktor pelindung terhadap penyalahgunaan narkoba.
o​ Cara-cara pencegahan dan rehabilitasi.
●​ Sumber Terpercaya: Guru menekankan pentingnya menggunakan sumber informasi terpercaya
(misalnya situs resmi BNN, Kementerian Kesehatan, artikel ilmiah).
●​ Mencatat Informasi: Siswa mencatat poin-poin penting dari riset mereka.
 Proyek "Agen Perubahan Anti-Narkoba" (20 menit):
●​ Desain Kampanye: Setiap kelompok memilih satu jenis narkoba atau satu aspek bahaya narkoba.
Mereka ditugaskan untuk merancang sebuah kampanye mini anti-narkoba yang menarik dan
persuasif.
●​ Pilihan Proyek (Diferensiasi):
o​ Infografis Digital: Membuat infografis menggunakan Canva atau platform serupa.
o​ Sketsa Peran/Drama Singkat: Menulis dan menampilkan adegan singkat tentang tekanan
teman sebaya dan cara menolaknya.
o​ Jingle/Rap Anti-Narkoba: Menciptakan lagu pendek yang berisi pesan positif.
o​ Poster Edukasi: Mendesain poster manual atau digital.
●​ Fokus Pesan: Pesan harus jelas, mudah dipahami, dan menginspirasi teman sebaya untuk menjauhi
narkoba

Penutup Pembelajaran (15-20 menit): Refleksi dan Komitmen

 Pameran Mini/Presentasi Singkat (Bermana, Menggembirakan):


●​ Setiap kelompok memamerkan atau mempresentasikan singkat hasil proyek "Agen Perubahan
Anti-Narkoba" mereka.
●​ Kelompok lain memberikan tanggapan positif dan satu hal yang mereka pelajari dari proyek teman
mereka.
 Lingkaran Komitmen "Aku Berani Tolak Narkoba" (Berkesadaran):
●​ Siswa duduk melingkar. Guru memfasilitasi refleksi: "Apa satu hal terpenting yang kalian pelajari hari
ini tentang narkoba?" atau "Bagaimana kalian akan menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan
sehari-hari?"
●​ Setiap siswa secara bergantian mengucapkan satu kalimat komitmen personal mereka untuk menjauhi
narkoba dan berperan aktif dalam pencegahan (misalnya, "Aku berkomitmen untuk tidak pernah
mencoba narkoba," "Aku akan mengingatkan temanku tentang bahaya narkoba," "Aku akan mencari
bantuan jika aku atau temanku menghadapi masalah terkait narkoba").
●​ Guru menekankan bahwa menolak narkoba adalah pilihan berani untuk masa depan yang lebih baik.
 Doa dan Apresiasi: Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa dan apresiasi atas partisipasi aktif siswa.
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
ASESMEN
PEMBELAJARA ●​ Tujuan: Mengukur pengetahuan awal dan miskonsepsi siswa tentang narkoba.
N ●​ Bentuk: Kuesioner singkat "Benar/Salah" atau "Setuju/Tidak Setuju" tentang pernyataan-pernyataan
umum terkait narkoba.
o​ Contoh Pertanyaan:
1.​ Narkoba hanya berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. (B/S)
2.​ Orang yang kecanduan narkoba bisa sembuh total tanpa bantuan. (B/S)
3.​ Ada beberapa jenis narkoba yang aman untuk dicoba sesekali. (B/S)
4.​ Tekanan teman sebaya adalah salah satu alasan orang mencoba narkoba. (B/S)
●​ Manfaat: Membantu guru menyesuaikan kedalaman dan fokus materi.

2. Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)


●​ Tujuan: Memantau pemahaman siswa dan memberikan umpan balik berkelanjutan.
●​ Bentuk:
o​ Observasi: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi kelompok, interaksi saat riset, dan
kolaborasi dalam proyek.
o​ Diskusi Kelompok: Guru berkeliling dan mendengarkan diskusi kelompok saat menganalisis
studi kasus atau merancang kampanye.
o​ Pertanyaan Lisan: Mengajukan pertanyaan langsung kepada siswa untuk memeriksa
pemahaman konsep.
o​ Kuis Singkat Online: Menggunakan platform seperti Kahoot! atau Quizizz untuk mengecek
pemahaman singkat setelah sesi eksplorasi.
3. Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran)
●​ Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.
●​ Bentuk:
o​ Proyek "Agen Perubahan Anti-Narkoba": Penilaian terhadap hasil karya kelompok (infografis,
sketsa, jingle, poster).
o​ Tes Tulis: Pilihan ganda dan esai singkat.
o​ Refleksi Individu: Esai pendek tentang komitmen dan pembelajaran pribadi.
Contoh Soal Tes Tulis (Sumatif):
●​ Pilihan Ganda:
1.​ Berikut yang bukan termasuk jenis narkotika golongan I adalah… a. Ganja b. Kokain c. Morfin d.
Kodein
2.​ Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan mental adalah… a. Penyakit jantung b.
Kanker paru-paru c. Halusinasi dan depresi d. Kerusakan ginjal
●​ Esai Singkat:
1.​ Jelaskan minimal tiga bahaya penyalahgunaan narkoba bagi masa depan remaja.
2.​ Bayangkan teman dekatmu ditawari narkoba. Apa yang akan kamu lakukan untuk
membantunya menolak? Jelaskan langkah-langkahmu.

Rubrik Asesmen Proyek "Agen Perubahan Anti-Narkoba"​

N Aspek
Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Perbaikan (1)
o Penilaian
Menjelaskan konsep Menjelaskan konsep
Menjelaskan konsep
dan bahaya narkoba dan bahaya narkoba Banyak kesalahan atau
Isi/Informasi dan bahaya narkoba
1 dengan akurat, dengan beberapa informasi yang tidak
Akurat dengan sangat akurat
namun ada sedikit kesalahan atau kurang relevan.
dan relevan.
kekurangan. relevan.
Sangat kreatif, orisinal, Kreatif dan desain
Cukup kreatif, desain Kurang kreatif, desain
Kreativitas & dan desain sangat menarik, pesan
2 kurang menarik, pesan tidak menarik, pesan
Desain menarik, efektif tersampaikan dengan
kurang jelas. tidak tersampaikan.
menyampaikan pesan. baik.
Pesan sangat jelas,
Pesan jelas dan
kuat, dan sangat Pesan tidak jelas atau
Pesan persuasif untuk Pesan kurang jelas atau
3 persuasif untuk tidak ada unsur
Persuasif mengajak orang kurang persuasif.
mengajak orang persuasif.
menolak narkoba.
menolak narkoba.
Semua anggota
Sebagian besar Beberapa anggota Hanya sedikit anggota
berpartisipasi aktif,
Kolaborasi anggota kurang berpartisipasi, yang berpartisipasi,
4 menunjukkan kerja
Kelompok berpartisipasi, kerja kerja sama tim kurang tidak ada kerja sama
sama tim yang sangat
sama tim cukup baik. efektif. tim.
baik.
Penyajian sangat
Penyajian percaya Penyajian tidak jelas,
percaya diri, jelas, Penyajian kurang jelas
Presentasi/Pe diri, jelas, dan dapat tidak percaya diri, atau
5 menarik, dan menjawab atau kurang percaya
nyajian menjawab tidak dapat menjawab
pertanyaan dengan diri.
pertanyaan. pertanyaan.
baik.

Rubrik Penilaian Diskusi Kelas: Zat Adiktif

Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir


Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan
Jarang mengajukan yang relevan sesekali, yang relevan secara yang mendalam dan
pertanyaan atau tidak tetapi masih perlu aktif, menunjukkan rasa kritis, memicu diskusi
Keaktifan Bertanya bertanya sama sekali. dorongan. ingin tahu. lebih lanjut.
Berkontribusi secara
aktif dalam diskusi Memimpin diskusi
Tidak berpartisipasi kelompok, kelompok, memfasilitasi
dalam diskusi kelompok Berpartisipasi dalam mendengarkan dan kolaborasi, dan
atau mengganggu diskusi kelompok, tetapi menghargai pendapat menyelesaikan konflik
Kerja Sama anggota lain. masih perlu diarahkan. orang lain. dengan baik.
Memberikan ide atau Memberikan ide atau
solusi yang umum, tetapi Memberikan ide atau solusi yang sangat kreatif
Tidak memberikan ide masih perlu solusi yang inovatif dan dan aplikatif,
Kreativitas atau solusi baru. dikembangkan. relevan dengan topik. menunjukkan
pemahaman yang
mendalam.
Menyampaikan ide Menyampaikan ide Menyampaikan ide
dengan cukup jelas, dengan jelas dan dengan sangat efektif,
Sulit menyampaikan ide tetapi masih perlu terstruktur, menggunakan bahasa
atau menggunakan perbaikan dalam menggunakan bahasa yang persuasif dan
Kemampuan Komunikasi bahasa yang tidak jelas. penggunaan bahasa. yang tepat. mudah dipahami.

Keterangan:

●​ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat dasar.
●​ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sedang berkembang, tetapi masih perlu
perbaikan.
●​ Cakap: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang baik, sesuai dengan harapan.
●​ Mahir: Peserta didik menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang sangat baik, melebihi harapan.

Anda mungkin juga menyukai