Koordinasi Mata-Tangan dan Kekuatan Otot Lengan dalam Shooting Petanque
Koordinasi Mata-Tangan dan Kekuatan Otot Lengan dalam Shooting Petanque
PROPOSAL PENELITIAN
Oleh:
Pembimbing Utama
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas segala limpahan rahmat dan
jarak 7 meter Atlet UKM Petanque UIR”. Sebagai syarat memperoleh gelar
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau, walaupun masih jauh dari
kata sempurna dengan berbagai kekeliruan dan kekurangan. Dan tidak lupa pula
Shalawat dan Salam diperuntukkan bagi Nabi junjungan alam yakni Nabi besar
Muhammad SAW.
1. Ibu Leni Apriani, [Link]., [Link] selaku Ketua Program Studi Pendidikan
2. Bapak Dr. Raffly Henjelito, [Link]., [Link] selaku sekretaris Program Studi
3. Bapak Dr. joni alpen, [Link]., [Link]., AIFO sebagai pembimbing proposal
i
4. Kedua orang tua yang telah mendukung peneliti, mendo’akan keselamatan
Peneliti sangat mengharapkan agar proposal ini dapat diterima dan dapat
diizinkan untuk diteliti lebih lanjut. Untuk itu pada kesempatan ini peneliti
membantu pada pelaksanaan penelitian ini. Semoga segala bantuan yang akan
diberikan menjadi amal baik dan mendapatkan balasan dari Allah SWT, Amin ya
Robbal Alamin.
ii
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL..…………………….………………………….…………….vi
4. Karakteristrik atlet ukm petanque UIR ...... Error! Bookmark not defined.
B. Kerangka Pemikiran ................................................................................ 32
C. Hipotesis Penelitian ................................................................................. 34
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 35
A. Jenis dan Desain Penelitian ..................................................................... 35
B. Populasi dan Sampel ............................................................................... 36
C. Definisi Operasional Variabel ................................................................. 37
iii
D. Instrumen Pengumpulan Data .................................................................. 37
E. Teknik pengumpulan data ....................................................................... 45
F. Teknik Analisis Data ............................................................................... 46
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 48
iv
DAFTAR GAMBAR
v
DAFTAR TABEL
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
prestasi olahraga yang baik tentunya akan menjadi kebanggan bagi suatu bangsa.
Begitu pentingnya nilai-nilai olahraga maka banyak pihak menaruh harapan kepada
gabungan dua undur terdiri atau jasmani dan rohani, dari kedua unsur tersebut satu
sama lain tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan yang utuh, maka.
kedua unsur tersebut harus dibina. Berdasarkan kesatuan kedua unsur tersebut,
oleh kemampuan intelektual saja, namun ditentukan oleh kemampuan jasmani yang
memadai.
penyakit, dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres selain dari
manfaat yang telah disebutkan di atas, olahraga juga bisa membentuk otot-otot yang
ada di dalam tubuh manusia baik yang menginginkan bentuk tubuh yang berotot
juga bisa. menjaga stamina tubuh agar selalu fit. Olahraga sudah menjadi kebutuhan
bagi setiap manusia, karena masyarakat semakin menyadari bahwa olahraga sangat
1
2
luangnya untuk melakukan kegiatan olahraga dan bahkan sudah ada yang
kesegaran dan kebugaran serta membentuk manusia yang berjiwa sportif, berani,
No. 3 Tahun 2005 pasal 1 ayat 11). Pendidikan jasmani merupakan bagian yang
peserta didik dalam hal kognitif, afektif, dan psikomotor melalui aktivitas jasmani.
keterampilan.
suatu [Link] prestasi olahraga yang baik tentunya akan menjadi kebangaan
bagi suatu bangsa. Sedangkan menurut Apriani (2021) Pada hakekatnya kesegaran
disiplin, kerjasama, dan jujur. Olahraga sudah menjadi kebutuhan bagi manusia,
dibawa oleh ekspatriat asal Prancis. Pada tanggal 18 Maret 2011 di Indonesia secara
merupakan olahraga tradisional asal prancis pada tahun 1907. Olahraga ini awalnya
(FIPJP) yang didirikan di Marseille, Prancis pada tahun 1958, namanya berasal dari
provencal "ped tanco", artinya "kaki rapat". Maksud dari kaki rapat adalah kedua
ketangkasan melempar bola besi (bosi) dengan tujuan mendekatkan ke target bola
kayu (boka) yang berasal dari negara Prancis. Permaianan petanque dimainkan di
dibawa oleh ekspatriat asal Prancis. Pada tanggal 18 Maret 2011 di Indonesia secara
4
KONI untuk segera membangun struktur FOPI dan mengembangkan olahraga ini
dalam keanggotaan KOI dan KONI pusat dan olahraga petanque sudah terdaftar
seperti Sea Games, Asean Beach Games dan multievent Nasional contohnya
POMNAS 2015 yang diselenggarakan di Aceh dan PON 2016 yang diadakan di
Jawa Barat.
Petangque pertama kali masuk diuniversitas islam Riau (UIR) pada tahun
2019. ketua pertama ukm Petanque UIR adalah Yoyon Irham [Link]. pembina
pertama ukm petanque UIR adalah ibuk Leni Apriani [Link].. Sehinga berjalan nya
waktu bayak prestasi yang di raih oleh ukm petanque UIR. Namun hasil yang di
raih tidak lepas dari didikan seorang pelatih yang membina dan telah melatih para
Prestasi yang pernah di raih oleh UKM petanque uir selama Yoyon Irham
menjabat adalah meraih medali perak nomor shooting game pada kejuaraan open
turnamen senior di Semarang pada tahun 2019. Sedang kan pada event kejurnas
untuk atlet yang bertanding perdana mengikuti event nasional. Pada tahun 2021
ukm petanque uir di ketua'i oleh afis setiawan dan rekan- rekan, pada masa itu
5
setelah selesai nya covid 19 dan juga lapangan petanque UIR sudah baru seperti
sekarang ini. Adapun beberapa kegiatan dan juga kejuaraan yang di ikuti selama
kepengurusan afis setiawan yaitu 1. Kejurwil di Sumatera barat pada tahun 2021
yang dimana ukm petanque uir membawa pulang 3 medali yaitu 2 medali perak 1
medali perunggu 2. Kejurnas mahasiswa di UNJ pada tahun 2021 ukm petanque uir
kembali membawa pulang 2 medali yaitu di nomor triple men medali perunggu dan
juga doble women medali perunggu. Dan pengurusan di lajut kan oleh ibuk mimi
Kemudian pada tahun 2023 deteruskan ketua oleh vanny hanema tri putri.
Kejuaran yang pernah di ikuti oleh pada masa pengurusan vanny hanema tri putri
lapangan petanque pertama kali yaitu berada di dekat sekitaran lapangan ukm
panahan yang berada di dekat anak fakultas pertanian. Dengan berjalan nya waktu
lapang petanque dulu nya berada di sekitaran ukm panahan di pindahkan dekat
lapanagn sepak bola. Kemudian berjalan nya waktu lapang di pindah kan lagi di
meski di belakang namun di bawah nya dan di perluas lapangan petanque UIR.
Kejuaran yang pernah diikuti yaitu atlet ukm petanque UIR yaitu:
oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Permainan olahraga petanque pada saat ini
Pekanbaru, kota Dumai, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan
pelajar dan mahasiswa, dimana pada masa ini olahraga ini sudah sangat
berkembang dan terbuktinya udah banyak para atlit di sekolah maupun kalangan
peguruan tinggi. Permainan petanque di main kan di ruangan (indoor) dan juga di
luar ruangan (outdoor). Petanque adalah suatu olahraga yang sangat unik untuk di
petanque tidak di batasi usia, semua orang bisa memainkan permain petanque.
pada cabang olahraga ini seperti : triple putra/putri, double putra/putri, single
petanque yaitu pointing dan shooting. Pointing adalah jenis lemparan untuk
mendekati boka target lebih dekat dari bosi lawan yang merupakan awal dari
Shooting adalah jenis lemparan untuk menjauhkan bosi lawan sejauh jauh
nya dari boka target. Shooting adalah bagian sangat peting dalam suatu pertadingan
petanque karena semakin kita mejauh kan bosi lawan yang berada dekat di boka
maka semakin besar peluang untuk mendapat kan poin. Nomor pertandingan
shooting dilakukan pada jarak enam meter, tujuh meter, delapan meter, dan
sembilan meter.
Shooting adalah jenis lemparan untuk menjauh kan bola lawan sejauh jauh
nya dari boka target. Suting adalah bagian sangat peting dalam permainan akan
sulit tim tersebut akan sangat sulit menyerag tim lawan atau memenangi.
badan mengaruh ke target, keseimbangan statis tungkai, posisi badan yang rendah
dan condong ke depan, relase the ball, follw thrugh. Dalam menunjang secara
umum ada beberapa apsek yaitu, apsek biologi, Apsek pisikologi apsek
UKM petanque UIR, peneliti menjumpai kelemahan atlet UKM petanque UIR,
maka kelemahan nya kekuatan otot tangan sehinga mempengaruh shooting jarak 7
meter. Penyebap nya juga pengaruh dari koordinasi mata-tangan karena mata-
lakukan shooting. Selanjutnya pada saat atlet melakukan shotting relas bosi terlalu
cepat dan juga pergelangan tangan atlet masih kaku tidak lentur sehingga bosi
penting untuk diteliti sehingga bermanfaat bagi atllet UKM Petanque UIR. Oleh
Koordinasi Mata-Tangan dan kekuatan otot lengan pada Ketepatan Shooting jarak
B. Identifikasi Masalah
1. Masih belum diketahui kekuatan otot lengan pada atlet UKM petanque UIR
minim.
3. beberapa atlet UKM petanque UIR ketika dikasi pogram shooting jarak 7
meter dari 100 bosi hanya menghasilkan 20 persen, hal itu di buktikn dari
C. Pembatasan Masalah
2. Hubungan kekuatan otot lengan terhadap pada ketepatan shooting jarak 7 meter
D. Perumusan Masalah
2. Apakah ada hubungan kekuatan otot lengan dengan ketepatan shooting jarak 7
3. Apakah ada hubungan koordinadi mata-tangan dan kekuatan otot lengan dengen
E. Tujuan Penelitian
mata-tangan dan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan hasil shooting jarak 7
F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Atlet: Dapat meningkatkan kemampuan shooting jarak 7 meter pada atlet
kekuatan otot lengan pada ketepatan shooting jarak 7 meter olahraga petanque
3. Bagi Peneliti: Menambah wawasan dan sebagai bahan referensi bagi Peneliti
dan Kekuatan Otot Lengan pada Ketepatan shooting jarak 7 meter atlet UKM
petanque UIR". Serta untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana strata
satu (S1)
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
atlet dalam menunjang prsetasi, salah satunya adalah koordinasi mata tangan yang
baik. Koordinasi akan sangat dibutuhkan hampir disetiap cabang olahraga, dengan
selalu bergerak sesuai yang diperintahkan. Sasaran utama pada saat latihan
kesukaran dengan cepat dan tepat secara efisien. Menurut Fenanlampir dan Faruq
dalam menampilkan teknik secara cepat, mudah, sempurna dan tepat untk melihat
tahan, dan kelentukan, ini adalah termasuk faktor penting yang menentukan teknik
11
12
sempurna dan taktik. Kemudian Reddy et al. (2017) menyatakan bahwa ada
juga memiliki peran dalam hasil shooting, karen dalam pelaksaanan hasil
shooting perlu lah meliki koordinasi karena berkaitan dalam pelaksaan shooting.
dan kekuatan untuk melihat sasaran dengan kemampuan gerak tangan yang
dikombinasikkan oleh mata untuk menjadikan titik fokus terhadap target akan jadi
sasaran shooting.
koordinasi dapat dikatakan baik bila seseorang mampu bergerak dengan mudah,
dan lancar dalam rangkaian gerakan, serta mampu melakukan gerakan yang
“Koordinasi mata tangan adalah suatu kemampuan biometric yang kompleks yang
kemapuan tangan, sebagai contoh dalam pemain tenis meja sebelum adanya
gerakan memukul mata baru mengarah ke sasaran yang dituju. Koordinasi mata
dan tangan akan menghasilkan timming dan akurasi. Timming berorientasi pada
timming yang baik perkenaan antara tagan dengan objek akan sesuai dengan
keterampilan yang masih baru. Kemudian dengan berpindah atau merubah pola
geraakan yang satu ke pola gerakan yang lain sehingga gerakan terebut efisien.
gerakan. Dalam mencapai tujuan koordinasi yang baik perlu adanya latihan yang
tertutup, latihan lari rintang, latihan senam kombinasi dengan permainan dan lain-
keterampilan teknis dan taktik yang baru dn rumit. Bujang et al. (2019).
memindahkan bagian tubuh yang baik dan benar. jika seseorang banyak
melakuakn suatu latihan koordinasi makan akan mudah untuk mempelajari teknis
yang diperoleh melalui salah satu bagian panca indra yaitu mata untuk dapat
mengarahkan dan memprediksi gerakan tangan sesuai dengan tugas yang akan
diberikan. Pada koordinasi memerlukan adanya waktu dan akurasi yang baik,
sehingga dapat lebih mudah untuk melakukan gerakan dan latihan dengan teknik
yang diberikan.
kedua itu memiliki kerja sama antara mata-tangan sehinga menghasil kan
ransangan yang baik. Dikarnakan mata-tangan rasangan dari sitem saraf terus
berkelajutan menuju otot untuk menghasilkan tenaga atau gerakan yang halus dan
efisien sesuai ransangan yang diterima. Jadi koordinasi mata-tangan ialah suatu
yang berkaiatan atara mata dan tanagn karena dari mata kita bisa memperdiksi
tangan yang memiliki pegerakan. Dalam hal ini bawasan nya mata-tangan
memiliki rasangan sehinga kita bisa mnyearasakan kerja mata, kerja tangan yang
a. Koordinasi mata-tangan
“mata” dan “tangan” sebagai anggota badan dari pergelanagan sampai ujung jari.
motorik dalam rentang waktu yang singkat untuk prilaku seperti penggerak dan
motorik pada rentang waktu yang lebih lama yang dimediasi oleh memori.
unsur mata, tangan, dan kaki. Koordinasi juga merupakan kemampuan dalam
menyambung dan terpadu dalam koordinasi gerak, oleh karena itu satu sama
16
lainnya mempunyai hubungan yang erat. Jika salah satu unsur tidak ada atau
koordinasi.
kekuatan dan daya tahan yang baik, maka koordinasinya juga akan semakin baik
pula.
fisik tersebut, oleh karena itu maka secara tidak langsung akan menambah
dengan proses dari pusat saraf tepi ke indera dan terus ke otot untuk melaksankan
gerak yang selaras dan utuh otot synergies dan antagonis. Koordinasi adalah
berbagai gerak sebaga sistem syaraf dan otot yang bekerja secara harmonis.
kekuatan, daya tahan, dan kelentukan. Sangat jelas bahwa koordinasi sangat
dibutukan bagi seorang atlet, karena koordinasi sering kali dikaitkan dengan
suatu ketepatan olahraga, dalam hal ini ketepatan tergolong kepada penguasaan
individu dalam berolahraga. Performa otot yang tinggi tersebut ditentukan oleh
Sedangkan menurut Wijaya (2017) kekuatan otot merupakan unsur penting dalam
tubuh manusia, karena kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting untuk
Dari kutipan diatas kekuatan dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan
dalam suatu kegiatan yang menggunakan kekuatan otot. Begitu juga kekuatan otot
Menurut M. Dimas Adi Putra (2017) kekuatan atau biasa disebut strength
yaitu tenaga kontraksi otot yang di capai dalam sekali usaha maksimal. Usaha
18
maksimal ini dilakukan oleh otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu
tahanan. Menuru (Sri and Kamarudin 2023) kekuatan adalah tenaga kontraksi otot
yang dicapai dalam sekali usaha maksimal. Usaha maksimal ini dilakukan oleh
otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu tahanan, kekuatan merupakan
unsur yang yang sangat penting dalam aktvitas olahraga, karena kekuatan
merupakan daya gerak, dan pencegah cidera. Jadi kekuatan ialah kemampuan
seseorang unntu mencapai suatu usaha yang maksimal dalam melakukan aktivitas
olahraga.
aktivitas fisik. Dengan kekuatan otot yang baik seorang atlet dapat bergerak lebih
cepat dan stabilitas sendi-sendi semakin kuat. Menurut Daharis (2016) kekuatan
Dari kutipan diatas bawasan nya kekutan otot merupakan suatu komponen
kondisi fisik seseorang yang diciptakan oleh otot atau sekelompok otot yang
digunakan oleh tubuh serta melawan tahanan atau beban dalam aktivitas tertentu
serta melindungi tubuh dari cidera. Dalam hubungannya olahraga, kekuatan otot
merupakan salah satu komponen dasar biomotor yang diperlukan hampir dalam
otot lengan agar saat melakukan lemparan atau shotting sesuai sasaran yang
19
melakukan lemparan shotting pada olahraga petanque agar sesuai target sasaran.
ayunan otot lengan dan akurasi telapak tangan dalam menyesuaikan sasaran atau
target yang ditujukan. Oleh karena itu semakin cepat gerakan itu dilakukan maka
Kemampuan kondisi fisik seseorang tentu berbeda dengan kodisi fisik orang
lain, begitu juga dengan kemampuan kekutan otot lengan yang dimiliki oleh
seseorang tentu berbeda pula. Menurut Farisa (2017) ada beberapa faktor yang
a) Faktor Biomekanika
Faktor biomekanika bahwa dua orang yang mempunyai jumlah
tenaga yang sama akan jauh berbeda kemampuannya waktu
mengangkat beban.
b) Faktor Ukuran Otot
20
3. Petanque
lawan dan di lakukan dri saat lingkaran. Olahraga petanque berasal dari perncis
merupakan permainan ketangkasan melempar bola yang terbuat dari besi metal atau
gravel, batu, pasir, dan rumput. Bentuk aslipermainan ini muncul tahun 1907 di la
Cioat, di provene, di selatan perancis. Naman nya berasal dari les ped tanco dalam
dapat di main kan di mana saja, tapi tidak di rekomendasikan bermain di atas rumput
atau betol. Petanque mensyaratkan ada nya spin bola untukk menghentikan bola
yang melinding. Shooting merupakan salah satu teknik dasar lemparan dalam
olahraga petanque, untuk mengusir bosi lawan dari boka target. Teknik ini perlukan
mulai berasal dari perancis dan dimain kan dengan bola yang terbuat dari logam.
Permaian petanque di miankan dengan dua tim yg berlawanan, juga di mainkan dua
samapai enam orang yang terbagi menjadi dua [Link] nya dari permainan ini
adalah medekat kan bola Ake boka sehinga mendapat kan poin, ketika tim lawan
mendekatkan bola ke boka maka tim lawan mewajibkan untuk melakukan shooting.
mental dan kondisi fisik yang baik. Berdasarkan mekanika olahraga petanque ialah
lakaukan dalam olahraga petanque secara umum sudut lemparan menjadi kunci
bola yang tersebut dari besi yang ukuran nya miniml 7,05 cm dan maksimal 8,00 cm
dan berat 650 gram dan 800 gram yang di hantarkan dengan tujuan mendekatakan
ke bola kayu. untuk permaian di bawah 11 tahun dapat menggunakan bola dengan
berat 600 gram dan diameter 65 mm asalakan bola bosi tersebut di buat oleh
produsen resmi.
Dapat di simpulkan bahwa permain petangue harus lah memiki mental yang
sangat mempuni, agar dalam permaian petanque tidak hanya mengenal kan
kehebatan saja, tetapi juga mengadal kan metal dalam pertandingan. Jika dalam
permaian kita tidak mempunyai suatu mentak kuat dalam pertandingan maka kita
bisa kalah telak, karena metal bertanding tidak ada. Bukan saja mental tetapi teknik
22
lemparan saat melakuan suatu eksekusi, karena jika salah teknik lemparan yang kita
lakukan maka lemparan yang kita lakuakn akan menjadi kesalahan atau tidak
mengenai target. Begitu juga dalam hal ukuran banyaknukuran bosi bagi setiap
kalangan usia ada bagi anak usia yang memiliki usia yang berumur 11 tahun bola
nya memilimki berat 600 gram dan diameter 65 mm jadi tidak semua kalangan usia
olhraga yang sangat sederhana. Di mana menggunakan 1 set boules, jack, serta
circle. Atau di indonesia sering di sebut juga bola besi (bosi) serta lingkaran. Di
Bosi merupakan bola berbentuk bulat terbuat dari logam dan beronga
di bagian daamnya. Mempunyai garis pusat 70,5-80mm dan berat nya antara
650-800 gram. Di samping itu, biasa nya bosi ini mempunyai nama
tertentu,angka petunjuk berat dan nomor seri. Sepetri gambar di bawah ini:
Jack atau boka yang biasa nya terbuat dari kayu dan memiliki
berdiameter 25-30. Jack atau boka terbuat dari kayu dan bahan sintesis,
begitu jugak dengan warna boka bermacam warna yang ada. Seperti gambar
di bawah ini:
Circle atau lingkaran adalah alat yang sangat peting dalam permainan
cm, sedangakn kegunaan nya adalah sebagai penanda waktu mula bermain.
5. Pencatat poin
di bawah ini:
6. alat pengukur
menggunakan alat ukur meteran, pita pengujur, atau alat ukur teleskopik.
25
Alat ujur ini berjarak1 meter, 5 meter, dan 10 meter. Seperti gambar di
bawah ini.
7. lapangan petanque
Gambar 8. Lapangan
Sumber : Pratiwi (2019)
26
nya yaitu posi berdiri tegak dan kakai di buka selebaran bahu, kemudian jika
melakukan pegangan tangan kiri bola maka posisi kaki di kanan agak kedepan
kemudian tangan agak di cengungkan agar dan saat pegangan bola posis
tanagn di lurus kan ke arah target yg ingin kita lakukan. seperti gambar di
bawah ini:
27
a. Jongkok
b. Berdiri
1. Pengertian pointing
2. Pengertian shooting
Shooting merupakan keahlian dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemain
petanque, karena tujuan utama dari shooting adalah menjauhkan bola lawan dari
jack, mendekatkan bola ke target dan mencegah skor lawan. Oleh karena itu teknik
shooting merupakan hal yang terpenting, arena kemenengan regu dalam suatu
al. (2020) Melakukan shooting yang maksimal memerlukan teknik yang baik, dan
untuk mencapai teknik yang baik diperlukan metode yang tepat dalam
pembelajaran.
kadang-kadang lebih baik untuk mencoba menjauhkan bola dari posisi daripada
mencoba untuk mengalahkan titik pointing yang baik. Pada kesempatan lain
pemain mungkin ingin menembak bola yang tidak memiliki titik tetapi dapat
bola posisi pada penuh sehingga bola target dihapus dan bola shooter mengambil
30
tempatnya dan dengan memperhatikan titik atau masih berada di dekat posisi awal
target.
Menurut Pelana (2020) ada 3 macam jenis atlet melakukan shooting pada
(1) Jarak
Melakukan shooting dengan jarak yang lebih dekat dengan bola
target akan menjadi mudah untuk mengenai bila target kena karena
akurasi dalam melakukan shooting menjadi lebih tepat. Akan tetapi,
pada permainan petanque di nomor shooting memiliki jarak tetap yaitu
: 6, 7, 8, dan 9 meter.
(2) Mobilitas
Melakukan shooting dengan posisi berdiri dan kaki depan lurus
ke arah bola target lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan posisi
badan memyerong. Dengan posisi berdiri dan kaki depan lurus ke arah
bola target penembak dapat fokus terhadap sasaran. Ayunan tangan
dengan arah juga harus lurus ke depan menuju ke arah bola target.
Posisi tangan saat melepaskan bola harus dibuka namun posisi jari
tangan dengan rapat. Semakin jauh jarak shooting maka akan semakin
tinggi pula ayunan tangan tersebut. Hal ini harus dibiasakan pada saat
latihan agar mendapatkan hasil shooting yang baik.
B. Kerangka Pemikiran
Kerangka berpikir merupakan suatu model konseptual yang berkaitan
dengan tangan, bola dilempar dengan posisi kaki rapat didalam lingkaran (cicrle)
dan tujuannya adalah petanque terdiri dari shooting dan pointing. Adapun teknik
shooting adalah salah satu teknik yang diperlu dikuasai dengan baik, karena tujuan
33
dari permainan petanque adalah menjauhkan bola lawan yang mendekati jack atau
boka tentunya menggunakan teknik shooting supaya suatu tim bisa memenangkan
saat shooting pada olahraga petanque. Teknik shooting dalam olahraga petanque
berbagai tingkat kesulitan dengan cepat dan efisien, koordinasi sangat menentukan
seseorang atlet untuk melakukan lemparan, maka akan berdampak pada ketapatan
shooting yang baik pula. Menurut Bompa yang dikutip oleh Adi (2017) bahwa
dalam koordinasi mata tangan akan menghasilkan akurasi dan berorientasi pada
Melalui akurasi yang baik maka perkenaan bola pada target yang akan di
menentukan, hal ini berkaitan dengan kapan harus melepas bosi, seberapa tingii
bosi itu dilepaskan dan juga bagaimana atlet mampu menjaga kestabilan badan pada
lemparan yang akan dilakukan, dengan hal ini ketepatan lemparan akan sesuai
ditujukan. Semakin baik koordinasi mata tangan dan keseimbangan pada pemain
34
maka semakin baik juga saat melakukan shooting untuk mengenai sasaran yang
diinginkan. Artinya semakin baik koordinasi mata tangan dan keseimbangan maka
mendapatkan hasil tembakan yang tepat pada target sasaran. Beberapa faktor
terhadap kesalahan yang dilakukan pada saat shooting. Dalam mendapatkan hasil
yang baik pada saat melakukan shooting diperlukan keseimbangan statis, dan
koordinasi mata tangan yang bagus untuk mendukung tercapainya hasil shooting
C. Hipotesis Penelitian
kekuatan otot lengan pada ketepatan shotting jarak 7 merer atlit UKM petanque
UIR”.
35
BAB III
METODE PENELITIAN
dengan mengumpulkan data dari hasil pengukuran tes koordinasi mata-tangan dan
kekuatan ototlengan serta shooting. Desain yang digunakan dalam penelitian ini
adalah desain korelasional yaitu untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara
variabel bebas dengan variabel terikat dan seberapa eratnya hubungan serta berarti
atau tidak. Adapun desain penelitiam yang dimaksud dapat dilihat sebagai berikut
(X2)
Keterangan :
X1,2 y = Hubungan antara koordinasi mata tangan dan kekuatan otot lengan
pada ketepatan shooting jarak 7 meter
35
36
1. Populasi
adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang
NO Atlet Jumlah
1. Atlet laki-laki 18 orang
2. Atlet Perempuan 17 orang
Total 35 orang
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2019) sampel berarti salah satu bagian karakter dari
pengambilan sampel ini, yaitu : atlet UKM petanque UIR, minimal telah
atlet.
37
Variabel dalam peneitian ini terdiri atas dua variabel bebas (independent)
1) Koordinasi mata tangan adalah integarsi mata sebagai pemegang utama, dan
dalam hal iini kedua mata akan memberitahukan kapan langsung melakukan
lemparan shooting.
sasaran dalam melemparkan bola besi untuk menjauhi bola lawan dari jack
alat ukur yang baik untuk melakukan penelitian, alat ukur dalam penelitian
adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial
38
yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.
Arikunto (2013) instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh
peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih
baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis lebih mudah diolah.
choice), benar salah (true flase), menjodohkan (matching choice), jawaban singkat
peningkatan koordinasi mata tangan dan keseimbangan statis melalui tahapan tes.
Maka dari itu dibuatlah instrumen yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian
atlet. Penelitian pertama dilakukan oleh Gumilar (2020) dengan judul penelitian
1. Bola tenis
2. Stopwatch
3. Papan pantul (dinding)
4. Kapur
5. Sasaran bentuk lingkaran yang di kambar didinding dengan diameter
30 cm
6. Tingi sasaran 150 cm
Pelasaknaan Test:
1. Testee berdiri dengan sikap melempar pada tempat dan jarak yang
telah di tentukan.
2. Setelah ada aba-aba “Ya” langsung melemparkan bola kedinding
atau ke sasaran dengan 10 kali tangan kanan dan 10 kali tangan
kiri.
3. Bola ditangkap sebelum bola jatuh kelantai dan tangkapan
dinyatakan berhasil jika bola ditangkap dengan tangan.
c. Pelaksanaan
1. Peserta berbaring pada daerah datar. Tangan dan bahu dalam posisi
lurus.
2. Turunkan tubuh sampai siku membuat sudut 90 derajat.
3. Kembali keposisi awal dengan lengan lurus secara penuh.
4. Kaki tidak boleh ditekuk (bengkok).
5. Gerakan push up ini dilakukan secara berulang tanpa istirahat.
6. Lakukan secara berulang sebanyak mungkin yang kamu bias.
7. Catat jumlah total dari keseluruhan.
d. penilaian : Tes push up dilakukan selama semampunya
1. Hitung jumlah gerakan yang dapat di lakukan dengan benar tanpa
diselingi dengan istirahat.
2. Tes push up dilakukan semampunya. Dengan jumlah gerakann
push up sebanyak-banyaknya dan tanpa diselingi dengan istirahat.
1. Line shooting
2. Bosi dan Boka
3. Circle atau lingkaran
4. Score table
c. Pelaksanaan dan penilaian
1. Testi memasuki circle shooting pada jarak 7 meter
2. Testi menembak target dari jarak 7 meter dengan 5 jenis target
a. Observasi
b. Perpustakaan
yang diteliti oleh penulis untuk dapat dijadikan landasan teori dalam
penelitian ini. Dalam hal ini peneliti ingin mencari hubungan antara
normalitas yang berfungsi untuk menguji apakah data yang di uji bersifat normal
serta di lakukan pengujian homogenitas data yang diuji apakah bersifat searah.
korelasi product moment. Analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian
ini adalah korelasi product moment. Teknik ini di lakukan untuk mencarikoefisien
Keterangan:
: Angka indeks Korelasi “r” product momen
N : Number Of cases
antara kekuatan otot lengan dengan hasil Shooting petanque jarak 7 meter.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, M., Bambang Setiadi, and Patuan Raja. 2019. “Developing and
Validating an Instrument of In-Service Teachers Responses to Knowledge-
Based Teacher, Engagement, and Expectation in Teacher Profession
Education Program in Indonesia: Integrating Factor Analysis with Rasch
Modeling.” Atlantis Press 295(ICETeP 2018):310–17. doi: 10.2991/icetep-
18.2019.74.
Alpen, Joni. 2017. “Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Terhadap Hasil Servis
Bawah Bolavoli Di SMP Negeri 2 Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu.”
Journal Sport Area 2(1):18–27. doi: 10.25299/sportarea.2017.vol2(1).592.
Apriani, Leni, Merlina Sari, and Joni Alpen. 2021. “Studi Eksperimen Pada Unit
Kegiatan Mahasiswa Petanque Universitas Islam Riau: Meningkatkan
Kesegaran Jasmani Melalui Permainan Hadang Dan Bentengan.” Jurnal
MensSana 6(1):50–55. doi: 10.24036/menssana.06012021.19.
Ashari, Khoirul, and Mimi Yulianti. 2022. “The Relationship between Eye-Hand
Coordination and Concentration on Shooting Results of UKM Petanque UIR
Athletes.” Jurnal Olahraga Dan Kesehatan (ORKES) 1(2):209–18. doi:
10.56466/orkes/vol1.iss2.19.
Bujang, Mr., Ningrum Desy Tya Maya, and Mahyudi Yafi Velyan. 2019. “Effect
of Leg Power, Arm Power, Eyes and Foot Coordination and Self Confidence
on Back Attack Smash in Volleyball.” Jurnal Atlantis Press 7(Icssh 2018):42–
45. doi: 10.2991/icssh-18.2019.10.
Bustomi, Adhe Oktaria, Taufiq Hidayah, Ardo Okilanda, and Dede Dwiansyah
Putra. 2020. “Analysis of Pointing Movements in Petanque Sports.” Journal
Sport Area 5(1):65–75.
Daharis. 2016. “Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Dan Kelenturan Terhadap Hasil
Belajar Praktek Gerakan Ratslag Senam Mahasiswa Penjaskesrek UIR T.A.
2013/2014.” Journal Sport Area 1(1):11. doi: 10.30814/sportarea.v1i1.376.
Farisa, Doni. 2017. “Evaluasi Kekuatan Otot Lengan Petani Kelapa Sawit
Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil.” Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Keguruan
Dan Ilmu Pendidikan Unsyiah 3(4):105–15.
Fenanlampir, Albertus, and Muhammad Muhyi Faruq. 2015. Tes Dan Pengukuran
49
Ghassani, Dina Syarafina, and Fajar Awang Irawan. 2022. “Analisis Gerak Pointing
Posisi Berdiri Pada Olahraga Petanque.” Jendela Olahraga 7(2):1–9. doi:
10.26877/jo.v7i2.10603.
Hasrion, Merlina Sari, and Novri Gazali. 2020. “Penelitian Tindakan Kelas:
Meningkatkan Kemampuan Teknik Dasar Shooting Sepakbola Melalui
Metode Bagian.” Journal of Physical Education 1(1):16–24. doi:
10.25299/es:ijope.2020.vol1(1).5119.
Irwansyah. 2016. “Teh Contribution of Strength Arms Muscles With Shot Put
Ability Sma Negeri 1 Kubu Students.” Jurnal Physical Education Healt And
Recreation Faculty Of Teacher Trainning And Education Riau University
1(1):1–11.
Juita, Ardiah. 2014. “Kontribusi Daya Ledak Otot Lengan Dan Koordinasi Mata
Tangan Terhadap Ketepatan Servis Atas Bolavoli Mahasiswa Pendidikan
Kepelatihan Olahraga Universitas Riau.” Primary: Jurnal Pendidikan Guru
Sekolah Dasar 2(02):25. doi: 10.33578/jpfkip.v2i02.1959.
Kholik, Abdul, and Zulham. 2020. “Sosialisasi Dan Pelatihan Olahraga Petanque
Untuk Guru-Guru Pjok Sd Dan Smp Di Kabupaten/Kota Depok.” Prosiding
Seminar Nasional Pengabdian Kepada 2020:154–67.
M. Dimas Adi Putra. 2017. “Korelasi Kekuatan Otot Lengan Dan Panjang Tungkai
Terhadap Passing Atas Permainan Bola Voli.” Jurnal Altius Universitas
Sriwijaya 6(2):134–40.
Nasrullah. 2020. “Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai Dan Kekuatan Otot Lengan
Terhadap Akurasi.” Jurnal Patriot Universitas Negri Padang 2(3):812–24.
doi: 10.21831/jorpres.v11i1.10261.
Permadi, Andi Gilang, and Muhammad Ridwan Lubis. 2022. “Sosialisasi Dan
Pelatihan Tekhnik Dasar Permainan Olahraga Petanquedi Sman 4 Mataram.”
Jurnal Pengabdian 3(1):10–15.
Permadi, Andi Gilang, Muhammad Ridwan Lubis, and Rusdiana Yusuf. 2020.
“Pelatihan Tekhnik Dasar Dan Sosialisasi Peraturan Permainan Olahraga
Petanque Pada Siswa SMPN 2 Jonggat Lombok Tengah.” Abdi Masyarakat
2(1):301–7. doi: 10.36312/abdi.v2i1.1176.
Sri, Wahyuningsi, and Kamarudin. 2023. “Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Dan
Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Kemampuan Passing Bawah Permainan
Bolavoli Pada Siswa Ekstrakulikuler Di SMA Negeri 1 Siak.” Jurnal
Pendidikan Dan Konseling 5(1):5398–5401.
51
Sutrisna, Tri, Moch Asmawi, and Ramdan Pelana. 2018. “Model Latihan
Keterampilan Shooting Olahraga Petanque Untuk Pemula.” Jurnal Segar
7(1):46–53. doi: 10.21009/segar/0701.05.
Syukur, Muhammad Rivan, Budiarto, and Ervan Kastrena. 2019. “Kontribusi Daya
Ledak Otot Lengan Dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Hasil Smash.”
Jurnal Maenpo : Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi 9(1):23.
doi: 10.35194/jm.v9i1.905.
Wijaya, Ronaldo. 2017. “Kontribusi Kekuatan Otot Lengan Dan Kekuatan Tangan
Terhadap Kecepatan Memanjat Pada Olahraga Panjat Tebing Di Ukm Pecinta
Alam Universitas Bengkulu.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Universitas
Bengkulu 1(1):20–27. doi: 10.33369/jk.v1i1.3371.
Yulianti, Mimi, Rices Jatra, M. Fransazeli Makorohim, Leni Apriani, Romi Cendra,
and M. Fiqri Fadilla. 2021. “Sosialisasi Olahraga Petanque Di Kelurahan Batu
Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar.” Community Education Engagement
Journal 2(2):74–78. doi: 10.25299/ceej.v2i2.6506.
Zulrafli, Turimin, and Muspita. 2016. “Kontribusi Tingkat Kesegaran Jasmani Dan
Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Penjas (Studi Korelasi Pada
Mahasiswa Penjas Angkatan 2013 FKIP UIR Pekanbaru).” Journal Sport Area
1(2):73. doi: 10.25299/sportarea.2016.vol1(2).395.