Pengertian Inverter
Daftar Baca Cepat tampilkan
Inverter adalah suatu rangkaian elektronika daya yang
digunakan untuk mengkonversi atau mengubah
tegangan searah “DC” menjadi tegangan bolak-balik
“AC”. Inverter merupakan kebalikan dari coverter
“adaptor” yang memiliki fungsi mengubah tegangan
bolak-balik “AC” menjadi tegangan searah “DC”. Untuk
saat ini terdapat beberapa tipologi inverter, mulai dari
inverter yang hanya menghasilkan tegangan bolak-balik
saja “push-puli inverter” sampai dengan inverter yang
mampu menghasilkan tegangan sinus murni tanpa
harmonisasi. Selain itu inverter juga bisa
diklasifikasikan menjadi beberapa bagian berdasarnya
fasanya, mulai dari satu fasa, tiga fasa, sampai dengan
multifasa.
Baca Juga : Listrik Arus Searah : Pengertian, Dan
Sumber Beserta Contoh Soalnya Secara Lengkap
Fungsi Inverter
Seperti yang telah dikatakan tadi, inverter memiliki
fungsi mengubah tegangan searah “DC” menjadi
tegangan bolak-balik “AC”, perubahan tersebut
dilakukan dengan mengubah kecepatan motor AC
dengan cara mengubah frekuensi outputnya. Jadi bisa
dibilang inverter ini multifungsi dapat mengubah arus
AC ke DC, lalu mengembalikannya lagi ke AC.
Inverter banyak digunakan pada bidang otomatisasi
industri, pangaplikasian inverter biasanya terpasang di
proses linear “parameter yang bisa diubah-ubah”. Linear
yang diamksud memiliki bentuk seperti grafik sinus atau
sistem axis “servo” yang membutuhkan atau
memerlukan putaran yang presisi.
Jenis-Jenis Inverter
Adapun jenis-jenis inverter yang ada di pasaran
Indonesia ialah sebagai berikut:
• Car / Portable Inverter
Bilamana di dalam mobil, kita ingin menggunakan
tegangan AC untuk keperluan seperti charge HP, laptop,
dll, maka dibutuhkan car inverter. Kekurangan dari car
inverter ini biasanya kapasitas outputnya kecil, tidak
lebih dari 200W, mengingat satu dayanya diambil dari
aki mobil yang bilama dayanya diambil berbarengan
dengan daya yang diambil untuk kebutuhan operasional
mobil, maka aki mobilnya akan cepat rusak. Dan juga
inverter ini biasanya hanya squre wave ataupun modified
square wave saja, tidak ada yang pure sine wave.
• Solar Inverter
Solar Inverter ini digunakan untuk mengubah tegangan
DC dari solar panel ataupun baterai/aki menjadi
tegangan AC. Sebagian Solar Inverter juga
diperlengkapi dengan battery charger, untuk sekalian
ngecharge battery. Teknologi untuk ngisi baterai pada
inverter, rata-rata sudah termasuk kategori MPPT.
• UPS “Interruptible Power Supply”
UPS ini merupakan gabungan dari rectifier dan inverter
serta stabilizer. Rectifier merupakan perangkat yang
mengubah tegangan AC menjadi DC dan Inverter
merupakan perangkat yang mengubah tegangan DC
menjadi AC. Rectifier berguna untuk mengisi tegangan
ke baterai, sedangkan Inverter berguna mendischarge
tegangan baterai ke tegangan PLN. Sedangkan stabilizer
berguna untuk menstabilkan tegangan pada rectifier,
sehingga baterai dapat berisi pada tegangan yang
optimum.
• Variable Speed Drive
Variable Speed Drive juga merupakan gabungan dari
rectifier serta inverter, namun tidak diperlengkapi
dengan baterai. Tujuan dari konversi tegangan AC
menjadi DC ialah untuk dilakukan digitizing dari
gelombang tegangan DC, supaya dapat diatur
frekuensinya dan setelah diatur, maka dilakukan
konversi kembali menjadi tegangan AC untuk
menggerakan perangkat listrik yang berjenis induksi,
seperti motor listrik, dll. Dengan adanya perubahan
frekuensi, maka kecepatan putar dari rotor motor listrik
tersebut dapat berubah dengan perbandingan lurus.
Baca Juga : Listrik Statis : Pengertian, Penerapan, Dan
Proses Terjadinya Beserta Contohnya Secara Lengkap
Skema Inverter
Skema inverter bermanfaat sebagai dasar untuk
menyusun sebuah inverter supaya faedah didalamnya
dapat digunakan. Supaya paham, anda harus mengenali
3 macam skema inverter sebagai berikut :
[Link] inverter gelombang kotak
[Link] inverter gelombang sinus
[Link] inverter gelombang modified sinus
Saat ini jenis skema inverter yang paling tidak sedikit
digunakan ialah gelombang sinus dan modified sinus.
Karena pada kedua gelombang tersebut pemakaian
listrik yang didapatkan menjadi lebih hemat
dikomparasikan gelombang kotak.
Di samping itu, pada gelombang kotak pun mempunyai
output yang tidak cukup baik. Misalkan arus listrik pada
kipas angin yang memakai skema inverter gelombang
kotak maka output atau suaranya bakal kasar. Namun,
keadaanya berbalik andai kita memilih gelombang sinus.
Cara Kerja Inverter
Berikut ini adalah cara kerja dari inverter, sebagai
berikut:
1. Pada kabel
Karena kabel disini bermanfaat sebagai penghantar
listrik, maka anda harus memakai daya yang cocok
dengan komponen inverter lainnya. Percuma saja andai
komponen anda sudah cocok dengan susunan
inverternya sedangkan kabelnya tidak.
Maka output yang dikeluarkannya pun bakal tidak
maksimal atau lebih kecil. Namun andai kita memakai
kabel dengan daya yang sesuai, maka saya dan anda bisa
menghasilkan output yang maksimal.
2. Pada Mofset
Mofset disini berperan sebagai komponen merubah arus
listrik dimana tadinya DC menjadi AC. Ketika sumber
daya listrik sudah masuk ke fuse / skring selanjutnya
bakal dialirkan ke mofset dengan tegangan rendah yang
berurut. Setelah tersebut mofset bakal merubah
alirannya menjadi AC dan dialirkan ke Trafo guna
menurunkan tegangan listriknya.
3. Trafo
Trafo bermanfaat untuk menurunkan tegangan listrik
bertipe AC yang dialirkan oleh Mofset. Bagi trafo ini,
setelah kegunaannya dijalankan dan menerbitkan arus
AC maka ia bakal mengalirkannya ke Dioda.
4. Dioda
Dioda bermanfaat untuk memberikan kembali arus
listrik AC dan bakal diteruskan ke kapasitor. Nantinya,
kapasitor sendiri yang bakal mendukung saat ada daya
kejut dan ia bakal men-supplynya.
Arus listrik dari kapasitor ini pun akan diterima ke
mofset tegangan tinggi guna berubah pulang arus AC.
Arus listrik AC ini yang dikontrol oleh drive atau suatu
regulator gelombang.
Setelah arusnya melalui semua komponennya, maka
akan terbit dayanya cocok dengan jenis inverter yang
anda gunakan.
Baca Juga : Arus Bolak-Balik : Pengertian, Rangkaian ,
Dan Contoh Soalnya Lengkap
Cara Membuat Inverter
Tidak terdapat salahnya bila hendak membuat suatu
inverter. Sekarang anda akan mencoba menciptakan
inverter simpel dari 12 volt menjadi 220 volt.
Sebelum membuatnya, pastikan anda telah meluangkan
alat dan komponen guna merangkainya nanti. Berikut
ini ialah beberapa komponen dan perangkat untuk
menciptakan inverter sederhana:
1.1 buah baterai
2.1 buah trafo CT
3.2 buah transistor
4.2 buah resistor
5.1 buah lampu neon 5 watt dan
[Link] secukupnya
Pada penciptaan inverter ini, anda akan mengupayakan
menghidupkan 1 buah lampu neon 5 watt. Dengan
menyediakan sejumlah komponen diatas, ayo kita jajaki
menghidupkan suatu lampu tersebut.
Berikut ini ialah proses perakitan inverter simpel :
•Bagi transistornya kita memerlukan 2 buah dengan
tipe TIP31C jenis NPN atau TR 2N3055. Fungsi
transistor disini bermanfaat sebagai pemicu guna
menbangkitkan arus listrik AC pada trafo.
•2 buah resistor 15 Ohm sebagai driver transistor
supaya tetap bisa bekerja pada susunan inverternya.
•Kabel sekucupnya dipakai sebagai penghantar
sinyal atau arus listrik.
Untuk skemanya rangkaiannya, saya dan anda bisa
melihat pada gambar dibawah ini.
Sangat perlu diacuhkan saat mengerjakan perangkaian
untuk tidak jarang kali teliti dan menyaksikan jalur dari
komponennya. Karena andai kita salah menyambungkan
atau merangkai komponen secara benar, maka inverter
dapat gagal berfungsi.
Rangkaian Inverter
Rangkaian inverter bermanfaat untuk dapat
menyalurkan arus listrik ke seluruh rangkaiannya dalam
masa yang berbeda. pada susunan ini, inverter bisa
menghasilkan sebuah konversi dari arus listrik DC ke AC
begitupun sebaliknya.
Inverter dapat bisa anda buat dengan susunan dibawah
ini.
Rangkaian ini memakai skema inverter gelombang
kotak, dan paling sederhana pastinya akan
mempermudah kita guna mempelajarinya. Intinya,
berarti dengan adanya susunan maka saya dan anda bisa
memanfaatkan fungsi-fungsi inverter didalamnya.