Sejarah dan Pemodelan Program Linear
Sejarah dan Pemodelan Program Linear
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................iii
DAFTAR TABEL................................................................................iv
BAB I SEJARAH PROGRAM LINEAR.....................................................1
1.1 Pengertian Program Linear....................................................................1
1.2 Latihan Soal 1........................................................................................ 3
BAB II BENTUK UMUM PROGRAM LINEAR...........................................4
2.1 Bentuk Umum Program Linear...............................................................4
2.2 Formulasi Pemodelan Matematika.........................................................6
2.3 Latihan Soal 2........................................................................................ 9
BAB III METODE GRAFIK.................................................................10
3.1 Prinsip Dasar Metode Grafik.................................................................10
3.2 Solusi Model Program Linear Metode Grafik........................................10
3.3 Latihan Soal 3...................................................................................... 13
iii
DAFTAR TABEL
iv
BAB I
Tujuan Pembelajaran:
1
masalah yang ada dan cara menyelesaikannya. Ternyata ide-idenya menghasilkan apa
yang sekarang dikenal sebagai Program Linear. Pemikirannya tersebut pada awalnya
diragukan oleh banyak orang. tetapi dengan cepat terbukti ketika ia menghitung jumlah
maksimum suatu pabrik harus memakai baja agar biaya produksi tetap efisien, dan
ternyata pemikirannya tersebut terbukti biaya produksi dapat diefisienkan secara
signifikan. Penemuan Leonid membuka era baru dalam perekonomian Uni Soviet. Ini
membuat Uni Soviet sangat tertarik pada matematika terapan, dan sejak itu Leonid
menjadi revolusioner dalam ekonomi matematika.
2
1.2 Latihan Soal 1
3
BAB II
Tujuan Pembelajaran:
Pada Bab ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. Memahami Bentuk Umum Program Linear
2. Menjelaskan Bentuk Umum program Linear
3. Mengidentifikasi Fungsi Objektif dalam Program Linear
4
Ketentuan penggunaan tabel simpleks yaitu :
1. Fungsi kendala harus berupa persamaan
2. Proses pengulangan dihentikan apabila koefisien – koefisien dari fungsi tujuan sudah
tidak ada yang berniali negatif.
Variabel Z X1 ... Xn Slack Variabel NK
Dasar X n+1 ... X n+n
Z 1 −C 1 ... −C n 0 ... 0 0
Dimana :
m = banyaknya fungsi kendala
n = banyaknya variabel output
B1 = batasan sumber 1
Bm = batasan sumber ke-m
NK = nilai ruas kanan
Tahapan penyelesaian dengan metode simpleks adalah:
1. Menentukan fungsi tujuan dan fungsi kendala
2. Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala kebentuk standar tabel awa simpleks
Dalam program linear, langkah yang paling penting adalah memformulasikan model
program linear dengan mengidentifikasi apa yang berkaitan dengan tujuan dan batasan
yang membatasi tujuan tersebut. Model program linear ditampilkan dalam bentuk fungsi
tujuan dan fungsi kendala, dan komponen penyusun program linear adalah variabel
keputusan, fungsi tujuan, fungsi kendala/pembatas, dan batasan variabel.
Variabel keputusan adalah variabel yang memiliki kemampuan untuk menentukan
pilihan apa yang harus dilakukan untuk mencapai solusi optimal. Kesalahan dalam
menentukan variabel keputusan akan menyebabkan hasil solusi yang tidak optimal, jadi
Anda harus tahu karakteristik masalah ril yang akan disusun program linearnya.
Fungsi tujuan adalah fungsi linear yang menggambarkan tujuan atau sasaran dengan
variabel tujuan, seperti pendapatan, keuntungan, atau biaya. Fungsi tujuan juga
menentukan tujuan dari masalah, apakah akan memaksimalkan atau meminimalkan
fungsi variabel. Batasan variabel menunjukkan wilayah variabel dengan syarat tidak
bernilai negatif. Di sisi lain, fungsi kendala atau batasan merupakan rumusan terhadap
5
hambatan yang dihadapi dalam mencapai suatu tujuan, biasanya terkait dengan
keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut.
Contoh Soal:
2.1 Sebuah toko roti memproduksi dua jenis kue, yaitu brownies dan cheesecake. Untuk
membuat kedua jenis kue ini, toko membutuhkan bahan utama tepung terigu dan
gula. Jenis kue brownies membutuhkan tepung terigu 200 gram dan gula 100 gram
dengan keuntungan per kue yaitu Rp 25.000 dan untuk jenis kue cheesecake
membutuhkan tepung terigu sebanyak 150 gram dan gula 200 gram dengan
keuntungan per kue adalah Rp 30.000. Toko hanya memiliki 10.000 gram tepung
terigu dan 8.000 gram gula setiap harinya. Tentukan jumlah brownies dan
cheesecake yang harus diproduksi agar keuntungan maksimal.
Penyelesaian:
Variabel keputusan:
x 1 :jumlah brownies yang diproduksi
x ❑2 : jumlah cheesecake yang diproduksi
Fungsi objektif:
Max Z = 25000 x 1+30000 x 2
6
Kendala:
Kebutuhan Tepung terigu Gula Keuntungan per kue
Jenis kue (gram) (gram) (Rp)
Brownies 200 100 25.000
Cheesecake 150 200 30.000
Jumlah yang 10.000 8.000
tersedia
Tabel 1.2 kendala soal 1
7
30.000 x 24 = 720.000
Jumlah hasil tersebut: 800.000 + 720.000 = 1.520.000
Jadi, keuntungan maksimum yang diperoleh adalah 1.520.000 dengan memproduksi
32 brownies dan 24 cheesecake.
2.2 Seorang penjahit mempunyai persediaan 4 m kain wol dan 5 m kain satin. Dari kain
tersebut akan dibuat 2 model baju. Baju pesta memerlukan 2 m kain wol dan 1 kain
satin, sedangkan dress memerlukan 1 m kain wol dan 2 m kain satin. Baju pesta I
dijual dengan harga Rp. 600.000,00 dan dress dijual dengan harga Rp 500.000,00.
Jika baju pesta tersebut terjual, hasil penjualan maksimum penjahit tersebut adalah…
Penyelesaian :
Variabel keputusan :
x 1=¿banyaknya baju pesta yang di produksi
x 2=¿banyaknya dress yang diproduksi
Fungsi objekstif :
Maks z=Rp. 600.0000 x 1+ Rp .500 .000 x 2
Kendala:
Kain wol Kain satin Harga
Jenis produk
(m) (m) (Rp)
Baju pesta 2 1 Rp. 600.000
Dress 1 2 Rp. 500.000
Jumlah yang tersedia 4 5
Tabel 1.3 kendala soal 2
Model matematika:
2 x1 + x 2 ≤ 4
x 1+ 2 x 2 ≤5
x1 ≥ 0 , x2 ≥ 0
Hasil penjualan maksimum:
Maks z=Rp. 600.0000 x 1+ Rp .500 .000 x 2
Hasil penjualan baju pesta : Rp .600.000 × 2+ Rp .500 .000 ×0=Rp .1.200 .000
Hasil penjualan dress : Rp .600.000 × 0+ Rp .500.000 × 2, 5=Rp . 1.250 .000
Jumlah hasil dari penjualan baju pesta dan dress adalah Rp .2.450 .000
Jadi, hasil penjualan maksimum sebesar Rp .2.450 .000
8
9
2.3 Latihan Soal 2
10
BAB III
METODE GRAFIK
Tujuan Pembelajaran:
Pada Bab ini diharapkan mahasiswa dapat:
3.1 Menjelaskan prinsip dasar metode grafiik
3.2 Jenis-jenis solusi dari suatu program linear
a. Solusi optimal unik
b. Solusi optimal banyak
c. Solusi optimal unbounded
d. Solusi tidak layak
11
b. Daerah himpunan penyelesaian
Penyelesaian program linear sangat teerkait dengan kemampuan melakukan sketsa
daerah himpunan penyelesaian sistem.
Berikut ini adalah teknik menemukan daerah himpunan penyelesaian:
1. Buat sumbu koordinat kartesius
2. Tentukan titik potong pada sumbu x dan y dari semua persamaan-persamaan
linernya.
3. Sketsa grafiknya dengan menghubungkan antara titik-titik potonganya.
4. Pilih salah satu titik uji yang berada di luar garis.
5. Substitusikan pada persamaan
6. Tentukan daerah yang dimaksud.
12
Contoh Soal:
13
3.3 Latihan Soal 3
14
15
BAB V
TEORI DUALITAS
Tujuan Pembelajaran :
Primal : Dual :
Max z=60 x 1+30 x 2 +20 x3 Min w=48 y 1 +20 y 2+ 8 y 3
Kendala : Kendala :
16
8 x 1+ 6 x2 + x 3 ≤ 48 8 y 1 +4 y 2+2 y 3 ≥60
4 x1 +2 x 2+ 1, 5 x 3 ≤ 20 6 y 1 +2 y 2+1 , 5 y 3 ≥ 30
2 x1 +1 , 5 x 2 +0 , 5 x 3 ≤ 8 y 1 +1 ,5 y 2 +0 , 5 y 3 ≥ 20
x1 , x2 , x3 ≥ 0 y1 , y2 , y3 ≥ 0
Contoh soal 2 :
Tentukan dual dari bentuk program linear berikut :
Primal : Dual :
Max z=22 x1 +3 x 2+ 6 x3 ≤ 7 Min s=7 y 1 +11 y 2 +21 y3
Kendala : Kendala :
x 1+ 5 x 2 +6 x 3 ≤ 7 y 1− y 2 +2 y 3 ≥ 22
−x 1+ x2 + 4 x 3=11 5 y 1+ y 2+ 3 y3 ≤ 3
2 x1 +3 x 2 + x3 ≥ 21 6 y 1 +4 y 2+ y 3=6
x 1 ≥ 0 , x 2 ≤ 0 , x 3 bebas y 1 ≥0 , y 2 bebas , y 3 ≤ 0
17
Latihan Soal :
18
BAB VII
PENUGASAN
Tujuan Pembelajaran :
7.3 Penugasan.
19
penugasan adalah menetapkan jumlah sumber-sumber yang
tugaskan kepada sejumlah tujuan (satu sumber untuk satu tujuan),
sedemikian hingga didapat ongkos total yang minimum atau
keuntungan total yang maksimum. Biasanya yang dimaksud dengan
sumber ialah pekerja. Sedangkan yang dimaksud dengan tujuan
adalah obyek dari pekerjaan tersebut. Jadi, masalah penugasan akan
mencakup sejumlah m sumber yang mempunyai n tugas. Ada n! (n
faktorial) penugasan yang mungkin dalam suatu masalah karena
berpasangan satu-satu. Apabila pekerjaan i (i= 1,2,3,....n) ditugaskan
kepada obyek j (j=1,2,3,...m) akan muncul biaya penugasan Cn maka
sudah jelas bahwa tujuan dari penugasan adalah mencari ongkos dari
tiap-tiap pekerjaan kepada obyek dengan total ongkos yang minimum
atau memberikan keuntungan yang maksimum.
1. LANGKAH 1
Mencari biiaya terkecil untuk setiap baris, dan kemudian
menggunakan biaya terkecil tersebut untuk mengurangi semua biaya
yang ada pada baris yang sama. Dengan langkah ini hasil yang
diperoleh adalah :
Pekerjaan
karyawan
I II III IV
A 0 5 1 7
B 0 2 5 3
C 5 0 1 0
D 1 2 0 0
20
Sekarang setiap baris dan kolom sudah memiliki nilai nol, maka
langkah selanjutnya adalah:
2. LANGKAH 3
Perhatikan!
3. LANGKAH 4
Pekerjaan
karyawan
I II III IV
A 0 5 1 7
21
B 0 2 5 3
C 5 0 1 0
D 1 2 0 0
Dari langkah di atas terlihat bahwa garis yang berhasil dibuat adalah
tiga, dengan menyisakan beberapa nilai yang tidak terkena garis.
4. LANGKAH 5
Pekerjaan
karyawan
I II III IV
A 0 4 0 6
22
B 0 1 4 2
C 6 0 1 0
D 2 2 0 0
Perhatikan ! Semua nilai yang tidak terkena garis nilainya akan berkurang
sebesar nilai teerkecil dari nilai yang belum terkena garis sebelumnya.
Sementara itu nilai 5 dan 1 pada kolom 1 akan bertamba 1, karen kedua nilai
tersebut terkena garis dua kali.
5. LANGKAH 6
Pekerjaan
karyawan
I II III IV
A 0 4 0 6
B 0 1 4 2
C 6 0 1 0
D 2 2 0 0
23
Rp 18.000
Rp 14,000
Rp 20,000
Rp 16.000
24
LATIHAN SOAL
25
Masalah Transportasi (Optimisasi)
Salah satu bentuk khusus dari program linier (PL) adalah masalah transportasi.
Tujuan dari materi transportasi ini yaitu untuk mencari optimasi biaya/ongkos yang berhubungan
dengan transportasi.
Masalah transportasi membicarakan cara pendistribusian suatu komoditi dari sejumlah sumber
(origin) ke sejumlah tujuan (destination).
Sasarannya adalah mencari pola pendistribusian dan banyaknya komoditas yang diangkut dari
masing-masing sumber ke masing-masing tujuan yang meminimalkan ongkos angkut secara
keseluruhan, dengan kendala-kendala yang ada.
Karakteristik Transportasi
Ada Sumber (asal), ada Tujuan.
Ada komoditas yang diangkut .
Ada ongkos per unit komoditas.
Sumber memiliki kapasitas (supply).
Tujuan memiliki kebutuhan (demand)
Contoh :
1. Sebuah Perusahaan memiliki tiga pabrik di tiga kota yang berlainan, dan ketiga – tiganya
menghasilkan barang yang sama. Hasil produksi dari 3 pabrik diserap oleh empat took
penjualan. Tiga pabrik kita tndai dengan O 1 ,O 2 , dan O 3 dan took sebgai pelanggan
ditandai dengan D 1 , D 2 , D3 , dan D 4.
Model Transportasi adalah suatu model khusus dari model Linear Programming dalam bentuk
minimisasi biaya. Model Transportasi yang akan dibahas adalah tentang distribusi suatu produk
26
tunggal dari beberapa sumber dengan penawaran terbatas ke beberapa tujuan dengan permintaan
tertentu dan dengan biaya transportasi minimum.
Asumsi Dasar : Biaya transportasi pada suatu rute tertentu proporsional dengan
banyaknya unit produk yang dikirim.
Gambaran Masalah :
Jika terdapat : 3 Pabrik (sumber) 3 Pasar (tujuan)
Diketahui : Biaya transportasi per unit dari masing-masing pabrik ke masing-masing pasar.
Masalah : Menentukan kombinasi jumlah produk yang harus dikirim dari masing-masing
pabrik ke masing-masing pasar dengan tujuan meminimumkan biaya transportasi.
Kendala : Permintaan tiap pasar harus tepat dipenuhi penawaran
Misalnya :
cij = Biaya transportasi per unit produk dari sumber i ke tujuan j.
xij = Jumlah produk yang dikirim dari sumber i ke tujuan j.
Si = Kapasitas produksi sumber i.
Dj = Jumlah pemintaan tujuan j.
Masalahnya menjadi :
Jika diperhatikan dari masalah di atas, untuk masalah transportasi dengan 3 sumber dan 3 tujuan
akan memberikan 9 variabel keputusan dan 6 bentuk kendala yang akan memberikan 6 tambahan
artificial variable. Artinya dengan 15 varibel yang diperhatikan, akan terasa rumit untuk
diselesaikan dengan metode simpleks. Oleh karena masalah transportasi dibahas dengan metode
khusus dengan menggunakan Tabel Transportasi seperti tabel simpleks awal pada metode
simpleks. Kemudian dicari solusi awal fisibel dengan metode yang ada dan selanjutnya
27
berdasarkan solusi awal fisibel tersebut dianalisa solusi optimalnya dengan metode tertentu pula.
Tabel transportasinya berbentuk sebagai berikut :
28
Penyelesaian :
1. Alokasikan sebanyak mungkin dari pabrik 1 ke pasar 1, X11 = min{S1, D1} =
min{120,150} = 120. Artinya pupuk di pabrik 1 sudah habis didistribusikan, S1 = 0, tidak
bisa lagi mengirim dari pabrik 1 (hilangkan baris 1). Sisa permintaan di pasar 1, D1 = 150
– 120 = 30.
2. Alokasikan sebanyak mungkin dari pabrik 2 ke pasar 1, X21 = min{S2, D1} = min{80,30}
= 30. Artinya permintaan dari pasar 1 sudah terpenuhi, D1 = 0, tidak bisa lagi mengirim ke
pasar 1 (hilangkan kolom 1). Sisa pupuk di pabrik 2, S1 = 80 – 30 = 50.
3. Alokasikan sebanyak mungkin dari pabrik 2 ke pasar 2, X22 = min{S2, D2} = min{50,70}
= 50. Artinya pupuk di pabrik 2 sudah habis didistribusikan, S2 = 0, tidak bisa lagi
mengirim dari pabrik 2 (hilangkan baris 2). Sisa permintaan di pasar 2, D2 = 70 – 50 = 20.
29
4. Alokasikan sebanyak mungkin dari pabrik 3 ke pasar 2, X32 = min{S3, D2} = min{80,20}
= 20. Artinya permintaan dari pasar 2 sudah terpenuhi, D2 = 0, tidak bisa lagi mengirim ke
pasar 2 (hilangkan kolom 1). Sisa pupuk di pabrik 3, S3 = 80 – 20 = 60.
5. Alokasi terakhir dari pabrik 3 ke pasar 3 dengan jumlah penawaran dan permintaan sama
(setimbang), X33 = min{S3, D3} = min{60,60} = 60. Artinya pupuk di pabrik 3 sudah
habis didistribusikan dan permintaan dari pasar 3 sudah terpenuhi. Solusi awal sudah
diperoleh.
30
X11 = 120 120 (8) = 960
X21 = 30 30 (15) = 450
X22 = 50 50 (10) = 500
X32 = 20 20 (9) = 180
x33 = 60 60 (10) = 600
Maka total biaya transportasi = 2690 Catatan : Xij > 0 Variabel Basis (Kotak terisi) Xij = 0
Variabel Non Basis (Kotak kosong)
2. Jika Pertamina memiliki 3 daerah penambangan minyak di pulau Jawa yaitu di Cepu,
Cilacap, dan Cirebon dengan kapasitas produksi masingmasing sebesar 600.000 galon,
500.000 galon, 800.000 galon setiap harinya. Dari tempat-tempat tersebut, minyak
kemudian diangkut ke daerah-daerah pemasaran yang terpusat di Semarang, Jakarta, dan
Bandung, dengan daya tampung masing-masing sebanyak 400.000 galon, 800.000 galon,
dan 700.000 galon per hari. Ongkos pengangkutan per hari per 100.000 galon adalah :
- Dari Cepu ke Semarang, Jakarta, dan Bandung masing-masing sebesar Rp 120.000, Rp
250.000, dan Rp 50.000.
- Dari Cilacap ke Semarang, Jakarta, dan Bandung masing-masing sebesar Rp 300.000,
Rp 100.000, dan Rp 80.000.
- Dari Cirebon ke Semarang, Jakarta, dan Bandung masing-masing sebesar Rp 200.000,
Rp 250.000, dan Rp 120.000.
Tentukan solusi awal fisibel dengan metode north west corner untuk menentukan biaya
transportasi dan kombinasi alokasi distribusnya.
Penyelesaian
Rasio perbandingan angka-angkanya adalah sebagai berikut :
Untuk jumlah galon 1 : 100.000 , karena biaya terhitung per 100.000 galon.
Untuk biaya transportasi 1 : 10.000 , untuk mempermudah penulisan dan perhitungan.
Selanjutnya kita cari solusi fisibel awal dengan menggunakan metode North West Corner.
Tabel transportasinya :
31
Jadi alokasi dan biaya transportasi :
X11 = 4 , 4 (12) = 48
X12 = 2 , 2 (25) = 50
X22 = 5 , 5 (10) = 50
X32 = 1 , 1 (25) = 25
X33 = 7 , 7 (12) = 84
257
Total = 257 10.000 (rasio perbandingan)
= Rp 2.570.000
Metode Least-Cost
Langkah-langkah :
1. Pilih Xij (kotak) dengan cij terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin, Xij = min { Si ,
Dj }. Hilangkan baris-i/kolom-j yang telah dipenuhi.
2. Dari Xij (kotak) sisa yang layak, pilih nilai cij terkecil dan alokasikan sebanyak mungkin.
3. Lakukan proses ini sampai semua permintaan/ penawaran dipenuhi.
Contoh :
1. Tentukan biaya transportasi dan kombinasi alokasi distribusinya pada masalah
Penyelesaian :
1) Biaya paling murah adalah pabrik 3 ke pasar 1, C31 = 3. Alokasikan sebanyak
mungkin dari pabrik 3 ke pasar 1, X31 = min{S3, D1} = min{80,150} = 80. Artinya
pupuk di pabrik 3 sudah habis didistribusikan, S3 = 0, tidak bisa lagi mengirim dari
pabrik 1 (hilangkan baris 3). Sisa permintaan di pasar 1, D1 = 150 – 80 = 70.
32
2) Biaya paling murah selanjutnya yang mungkin adalah pabrik 1 ke pasar 2, C12 = 5.
Alokasikan sebanyak mungkin dari pabrik 1 ke pasar 2, X12 = min{S1, D2} =
min{120,70} = 70. Artinya permintaan pasar 2 sudah terpenuhi, D2 = 0, tidak bisa lagi
mengirim ke pasar 2 (hilangkan kolom 2). Sisa pupuk di pabrik 1, S1 = 120 – 70 = 50.
3) Biaya paling murah selanjutnya yang mungkin adalah pabrik 1 ke pasar 3, C13 = 6.
Alokasikan sebanyak mungkin dari pabrik 1 ke pasar 3, X13 = min{S1, D3} =
min{50,60} = 50. Artinya pupuk di pabrik 1 sudah habis terdistribusi, S1 = 0, tidak
bisa lagi mengirim dari pabrik 1 (hilangkan baris 1). Sisa permintaan di pasar 3, S3 =
60 – 50 = 10.
4) Biaya paling murah selanjutnya yang mungkin adalah pabrik 2 ke pasar 3, C23 = 12.
Tidak dipilih pabrik 1 ke pasar 1, C11 = 8, pabrik 3 ke pasar 2, C32 = 9, atau pabrik 3
ke pasar 3, C33 = 10 (walaupun biayanya lebih kecil dari C23) karena ketiganya sudah
tidak mungkin lagi (sudah dihilangkan/hapus), Alokasikan sebanyak mungkin dari
pabrik 2 ke pasar 3, X23 = min{S2, D3} = min{80,10} = 10. Artinya permintaan pasar
33
3 sudah terpenuhi, D3 = 0, tidak bisa lagi mengirim ke pasar 2 (hilangkan kolom 3).
Sisa pupuk di pabrik 2, S2 = 120 – 70 = 70.
5) Alokasi terakhir yang mungkin dari pabrik 2 ke pasar 1 dengan jumlah penawaran dan
permintaan sama (setimbang), X21 = min{S2, D1} = min{70,70} = 70. Artinya pupuk
di pabrik 2 sudah habis didistribusikan dan permintaan dari pasar 1 sudah terpenuhi.
Solusi awal sudah diperoleh
34
35
36
Biaya = (5x5)+(5x4)+(60x9)+(20x4,5)+ (20x0,4)+(35x3)+(50x3)= 938
Latihan 1
Sebuah perusahaan listrik berencana memenuhi kebutuhan listrik untuk 4 kota. Saat ini tenaga
listrik tsb dibangkitkan dari 3 pembangkit listrik. Table berikut memberikan informasi tentang
kebutuhan masing-masing kota serta biaya yang dibutuhkan untuk mengalirkan 1juta kwh dari
masing2 pembangkit listrik. Gunakanlah ketiga metode diatas untuk menyelesaikan masalah ini.
Total Biaya
Jawaban :
Metode Barat Laut = 940
Least Cost Method = 740
Metode Pendekatan Vogel = 710
Pengertian
1. Transportasi tidak seimbang yaitu jumlah kapasitas/supply tidak sama dengan jumlah
permintaan/kebutuhan.
37
2. Jika kapasitas > permintaan, maka ditambahkan “DUMMY” pada sel permintaan
dengan biaya nol.
3. Jika permintaan > kapasitas, maka ditambahkan “DUMMY” pada sel kapasitas
dengan biaya nol.
4. “DUMMY” adalah sel bohongan.
K1 K2 K3 K4 K5 KAPASITAS
B1 4 3 1 2 6 40
B2 5 2 3 4 5 30
B3 3 5 6 3 2 20
B4 2 4 4 5 3 10
PERMINTAA
30 30 15 20 15
N
38
K1 K2 K3 K4 K5 KAPASITAS
B1 4 3 1 2 6 40
B2 5 2 3 4 5 30
B3 3 5 6 3 2 20
B4 2 4 4 5 3 10
Dummy 0 0 0 0 0 10
PERMINTAAN 30 30 15 20 15
Hasil
1. Metode Barat Laut = 335
2. LCM = 200
3. MPV= 200
Metode Steppingstone
K1 K2 Kapasitas
Metode Steppingstone
K1 K2 Kapasitas
B1 -1 +1 1000
B2 +1 -1 600
Permintaan 900 700
Hasil Perubahan
K1 K2 Kapasitas
Contoh :
Sebuah perusahaan distribusi memiliki 3 gudang dan 4 toko. Jumlah barang
(dalam satuan) yang tersedia di tiap gudang dan permintaan dari tiap toko
adalah sebagai berikut :
39
40
41
42
43
44