ISSN: 2656-6125
PENGGUNAAN PODCAST SEBAGAI MEDIA INFORMASI DI
KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
Annisa Eka Syafrina
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia
[Link]@[Link]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan podcast sebagai media
informasi di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, peneliti melakukan wawancara
kepada informan yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa
menggunakan media Podcast sebagai sarana untuk mendapatkan informasi. Sama seperti media lain,
penggunaan podcast membawa dampak positif dan negatif bagi penggunanya. namun mahasiswa harus
tetap dapat memilah informasi yang akan diserap dari penggunaan podcast.
Kata Kunci: informasi, podcast, mahasiswa.
Abstract
This study aims to determine how to use podcasts as a medium of information among students of
the Faculty of Communication Sciences, Bhayangkara University, Greater Jakarta. By using qualitative
research methods with descriptive types, researchers conducted interviews with informants related to the
research. The results showed that students used Podcast media as a means to get information. Just like
other media, the use of podcasts brings positive and negative impacts for its users. but students must still
be able to sort out the information that will be absorbed from the use of podcasts.
Keywords: collage student, information, podcast.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menghasilkan media baru dalam
proses interaksi dan komunikasi yang kemudian dimanfaatkan manusia di berbagai bidang.
Perkembangan tersebut mendorong perubahan yang signifikan dalam proses interaksi dan
komunikasi serta penyebaran informasi. Pertumbuhan teknologi yang semakin pesat tersebut
dalam hubungan komunikasi di masyarakat tentunya telah melewati berbagai era yang dikenal
dengan empat era komunikasi, yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi dan era
media komunikasi interaktif. Era media komunikasi interaktif telah membawa kita pada
10 | J u r n a l K o m u n i k a s i , M a s y a r a k a t d a n K e a m a n a n
(KOMASKAM)
Penggunaan Podcast Sebagai ... Annisa Eka Syafrina
Diterima: 5 Juli 2022, Direvisi: 27 Agustus 2022, Diterbitkan: 14 Oktober 2022
pengenalan terhadap dunia internet dengan berbagai program menarik yang
disediakan (Syafrina dan Alfarisi, 2021).
Salah satu industri yang terkena implikasi dari perkembangan teknoogi dan
informasi ini adalah industri penyiaran. Media penyiaran memiliki peran yang
strategis dalam kehidupan masyarakat yaitu menyebarluaskan informasi kepada
masyarakat secara serentak dan bersamaan. Walaupun sempat mengalami
penurunan angka pendengar, sebuah riset di awal tahun 2016 oleh Reuters Institute
yang berjudul “Media, Journalism, and Technology Prediction” menyebutkan
bahwa internet berpotensi membangkitkan kembali format audio. Riset tersebut
diperkuat dengan data dari Nielsen (2016) yang menyatakan bahwa penetrasi radio
di Indonesia pada kuartal ketiga di tahun 2016 berada pada persentase 38%. Ini
menunjukkan bahwa kala itu radio masih didengarkan oleh sekitar 20 juta orang.
Hal yang cukup menarik adalah menurut prediksi tahun 2020 justru akan menjadi
geliat awal dari ”new golden age of audio”. Data PEW Research Center
menunjukkan bahwa pada tahun 2006 orang yang mendengarkan podcast hanya
sebesar 11%, namun di tahun 2019 jumlah tersebut mengalami peningkatan yang
signifikan menjadi 51%. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat telah
menggunakan podcast sebagai alternatif media dalam menikmati konten audio.
Kehadiran podcast ini diharapkan dapat pula melengkapi kekurangan yang terdapat
pada radio siaran (Zellatifanny, 2020).
Podcast merupakan istilah akronim dari Pod dan Broadcasting yang
merujuk pada perangkat Apple iPod sebagai platform distribusi podcast pertama,
sedangkan Broadcasting yang berarti siaran atau penyiaran. Secara sederhana,
podcast diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk mendistribusikan,
menerima, dan mendengarkan konten secara on-demand (sesuai permintaan) yang
diproduksi oleh professional maupun radio amatir (Silaban, Amirollah dan Rafianti,
2020).
11 | K O M A S K A M
Fadilah Efi (2017) mengemukakan bahwa potensi podcast terletak pada
keunggulannya; dapat diakses secara otomatis, mudah dan kontrol ada di tangan
konsumen, dapat dibawa-bawa, dan selalu tersedia. Kesuksesan podcast audio
diantaranya terletak pada pengemasan yang ringan dan menarik dengan tawaran
‘nilai’ yang jelas bagi calon pengakses (Norhayati dan Jayanti, 2020). Hal ini
tentunya dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai media informasi oleh para
pelajar, khususnya mahasiswa. Mahasiswa yang telah memahami teknologi, dapat
dekat mudah mengakses podcast secara mandiri. Selain itu, mudahnya pemakaian
podcast menyebabkan podcast dapat diputar kapan saja dan dimana saja bahkan
dengan menggunakan perangkat pemutar sederhana, misalnya komputer atau
telepon pintar.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk
melihat bagaimana penggunaan Podcast sebagai sumber informasi di kalangan
mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
TINJAUAN PUSTAKA
Media Baru
Ron Rice mendefinisikan media baru sebagai teknologi komunikasi yang
melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun notebook) yang
memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun
dengan informasi yang diinginkannya (Syafrina dan Nurfajri, 2021). Media baru
adalah tempat dimana saluran pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan
lewat satelit meningkat penggunaan jaringan kabel dan komputer; keterlibatan
audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat; semakin seringnya
terjadi komunikasi interaktif (dua sisi); dan juga meningkatnya derajat fleksibilitas
untuk menentukan bentuk dan konten melalui digitalisasi dari pesan (Paramita dan
Erdiansyah, 2016).
12 | K O M A S K A M
Podcast
Podcast adalah proses distribusi file audio melalui internet dengan
menggunakan RSS subscription. Istilah podcast sendiri berasal dari Playable On
Demand dan broadcast. Arti podcast bisa pada metode penyampaiannya dan juga
pada kontennya. Produk audio dalam bentuk file itu di-upload di internet, yang
kemudian dapat diunduh untuk di dengarkan secara offline. Selain itu mereka juga
dapat berlangganan, sehingga mereka selalu mengetahui perkembangan terbaru dari
pembuat audio file. File-file ini bisa unduh ke mobile devices seperti MP3 player,
smartphone atau diputar pada komputer. Dengan cara berlangganan melalui RSS
subscription itu, membentuk adanya hubungan pendengar atau audiences bahkan
adanya komunitas yang menyukai konten audio pembuat podcast tersebut. Inilah
salah satu bentuk media sosial yang menciptakan adanya partisipasi, keterbukaan,
perbincangan, komunitas, dan keterhubungan (Rusdi, 2012).
Dilansir dari [Link], podcast adalah episode program yang tersedia di
Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa
juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan,
atau acara lain. Podcast biasanya menawarkan tiap episode dalam format file yang
sama, seperti audio atau video, sehingga pelanggan selalu bisa menikmati program
tersebut dengan cara yang sama. Sebagian podcast, seperti kursus bahasa meliputi
beberapa format file, seperti video dan dokumen agar pengajaran berjalan lebih
efektif. Bagi pendengar podcast, podcast adalah sebuah cara untuk menikmati
konten menarik dari seluruh dunia secara gratis. Bagi penerbit podcast, podcast
adalah cara yang sangat efektif untuk menjangkau banyak pendengar.
Saat ini cukup banyak jenis konten podcast yang berkembang. Mulai dari
berita, wawancara, dan feature atau dokumenter. Tapi tidak terbatas pada jenis itu
saja. Saat ini berbagai kreatifitas dilakukan oleh para podcaster, seperti dalam
bentuk blog bersuara, yaitu pemilik blog bisa bercerita dalam bentuk audio yang ia
letakkan pada blognya. Blog itu bisa bercerita tentang pengalamannya, kuliner,
travelling dan lainnya (Rusdi, 2012).
13 | K O M A S K A M
Pengunaan podcast khusunya diindonesia sendiri sudah mulai berkembang
dan diminati oleh masyarakat, dikarenakan podcast pada dasarnya adalah sebuah
media penyiaran yang berisi tentang informasi. Umumnya podcast dikenal sebagai
rekaman suara yang dapat didengarkan kapan saja, namun saat ini juga terdapat
podcast yang berbentuk visual.
Teori Uses and Gratification (Teori Kepuasan dan Penggunaan)
Teori yang dikemukakan oleh Blumler, Gurevitch dan Katz ini menyatakan
bahwa pengguna media memiliki peran aktif dalam memilih media serta
menggunakan media alat pemuas kebutuhannya (Syafrina dan Nurfajri, 2021).
Pengguna media adalah bagian aktif di dalam proses komunikasi yang berlangsung
dan berorientasi pada tujuannya di dalam media yang mereka gunakan. Sehingga,
fokus teori ini bukanlah apa yang dilakukan media pada masyarakat (what media
do to peopke), melainkan melihat apa yang dilakukan masyarakat pada media (what
people do to media) (Mokalu, Mewengkang & Tangkudung, 2016).
Pendekatan uses and gratifications memiliki lima asumsi dasar yaitu
(Richard & Turner, 2008) :
1. Khalayak dianggap aktif dan penggunaan media massa diasumsikan
memiliki tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa, inisiatif lebih banyak berkaitan dengan
pemuasan kebutuhan dan pemilihan media terletak pada anggota khalayak.
3. Media massa berkompetisi dengan sumber-sumber lainnya untuk
memuaskan kebutuhannya.
4. Tujuan penggunaan media massa dapat disimpulkan dari data yang
disediakan oleh anggota khalayak.
5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan
sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.
14 | K O M A S K A M
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan
untuk mengamati fenomena yang terjadi di kalangan remaja yang menggunakan
media Podcast. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman
yang berdasarkan pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran
kompleks, meneliti kata-kata, laporan terperinci dari responden, dan melakukan
studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998). Metode kualitatif berguna untuk
menemukan hipotesa pada kasus tertentu atau sampel terbatas (Sugiyono, 2015).
Nawawi dan Matrini (1996) menjelaskan bahwa metode deskriptif merupakan
teknik pemecahan masalah dengan menggambarkan keadaan objek penelitian pada
saat sekarang, berdasarkan fakta- fakta yang nampak. Metode deskriptif
memfokuskan perhatiannya pada penemuan-penemuan fakta (fact finding) dengan
keadaan sebenarnya. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam kepada
dua orang informan yang dianggap memiliki data yang dibutuhkan dalam
penelitian. Informan yang dipilih memenuhi dua kategori penelitian yaitu masuk
dalam usia remaja dan menggunakan Facebook. Wawancara atau interview adalah
percakapan antara peneliti dengan informan untuk mendapatkan informasi
(Krisyantono, 2012). Dalam penelitian ini metode deskriptif kualitatif dipilih
peneliti karena untuk mengungkapkan atau mendeskripsikan fakta, keadaan,
fenomena dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan berdasarkan data yang
nyata (Syafrina dan Alfarisi, 2021).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Data dalam penelitian ini merupakan data yang telah penulis peroleh dari
hasil wawancara informan. Penulis melakukan wawancara kepada tiga mahasiswa
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya memakai teknik wawancara tidak struktur
atau terbuka. Key informan adalah RE, mahasiswa yang menggunakan Podcast
setiap hari. Sedangkan informan tambahan NF dan TA menggunakan Podcast
secara berkala.
15 | K O M A S K A M
Ketika peneliti menanyakan kepada narasumber tentang definisi Podcast,
RE menjawab:
"Audio yang terpampang di web maupun platform–platform lainnya ya.
Setau saya itu Bu"
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Podcast itu adalah perbincangan antara dua orang dengan pembicaraan
bebas ataupun permbicaraan yang tertentu dan disiapkan oleh pemilik
podcast, Bu."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Podcast itu, sebuah file rekaman atau digital audio yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih yang membahas tentang suatu topik dalam bentuk serial
atau episode dan hanya berisi suara tanpa menampilkan wajah pembicara"
Selanjutnya, ketika peneliti bertanya seberapa sering menggunakan
Podcast, informan RE menjawab:
"Setiap hari, Bu. Soalnya bisa sambil melakukan pekerjaan lain seperti
mengerjakan tugas atau mencari referensi di internet."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Ya, satu minggu tiga kali lah Bu."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Saya dua minggu sekali."
Ketika di tanyakan terkait durasi penggunaan Podcast, informan RE
menjawab:
"1 sampe 2 jamlah Bu."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Saya sekitar 1 jam."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Tergantung episodenya sih Bu. Sekitar 50-80 per episode."
16 | K O M A S K A M
Ketika peneliti menanyakan terkait fungsi penggunaan Podcast, ketiga
informan memiliki fungsi beragam, informan RE menjawab:
"Saat ini udah mulai banyak konten kreator Bu yang bikin konten podcast
kayak buat drama, debat, berita, bahkan cerita pengalaman dan banyak
sekali informasi yg bisa kita ambil dari situ."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Saya buat isi waktu luang aja sih Bu."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Saya dengarin Podcast untuk belajar lebih banyak terkait pengembangan
diri dari tokoh-tokoh masyarakat kegemaran saya Bu. Terus juga buat
update berita seputar masalah finansial dan bisnis. Ya seputar-seputar itu aja
sih."
Selanjutnya, ketiga informan memiliki keberagaman aplikasi untuk
mendengarkan Podcast. Seperti yang di kemukakan informan RE:
"Saya biasanya pake Spotify atau Noice Bu. Tapi seringnya Spotify sih."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Pake YouTube Bu."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Spotify Bu, Spotify."
Selanjutnya, ketika peneliti menanyakan tanggapan para informan terkait
Podcast, informan RE menjawab:
"Udah mulai bergeser sih ya Bu dari radio ke Podcast makanya semakin
kesini mereka mulai membuat kolaborasi untuk nyiptain sesuatu yang baru."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Tanggapan saya sangatlah bagus Bu. Kita bisa menambah ilmu serta
informasi yang bermanfaat dari pembicaraan Podcast."
17 | K O M A S K A M
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Kalo menurut saya kehadiran Podcast menjadi suatu hal yang menarik
dikarenakan pendengar radio di Indonesia yang menurut saya cukup banyak
ya Bu dan Podcast datang dengan menawarkan beberapa keunggulannya
antara lain bentuk file digital yang dapat di download, ada banyak pilihan
topik juga, jarang ada iklan, dan sebagainya. Saya yakin Podcast dapat
berkembang dan bersaing di Indonesia terutama di kota-kota besar yang
mana kita terbiasa menghabiskan banyak waktu di perjalanan akibat
padatnya arus lalu-lintas sehingga mendengarkan Podcast dengan berbagai
topik yang ada jadi sesuatu yang menarik untuk dilakukan. Terus juga, kita
bisa belajar banyak hal dari mendengarkan podcast karena topik yang
dibahas cenderung lebih padat dan fokus sehingga dapat memberikan
manfaat lebih banyak untuk diri kita pribadi. Begitu kita merasa ini sebuah
topik sesuai dengan kita, pasti rasanya akan membuat diri kita terus-menerus
ingin mendengarkan podcast tersebut gitu sih Bu."
Ketika peneliti menanyakan topik yang menarik menurut para informan,
informan RE menjawab:
"Sesuatu yg relate Bu. Itu bikin saya tertarik sih."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Yang viral-viral Bu."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Menurut saya itu semua balik lagi ya Bu, ke minat masing-masing individu.
Tapi untuk kasus saya, saya lebih suka mendengarkan Podcast yang
membahas tentang konsep produktivitas, karir, finansial, bisnis dan
pengembangan diri kayak yang di thirty days of lunch Podcast."
Sementara itu, ketika peniliti menanyakan bertanya manfaat Podcast,
informan RE menjawab:
"Yang paling menarik sih menurut saya kita bisa membuat theater of mind
didalam pikiran kita karena Podcast ini hanya memberikan kita suara saja
Bu."
18 | K O M A S K A M
Sementara itu, informan NF menjawab:
" Menambah ilmu serta informasi Bu."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Menurut saya itu semua tergantung dari topik yang sedang didengarkan ya
Bu. Misalnya nih kalo kita dengerin yang sifatnya entertainment kita bisa
jadi lebih santai, terus dengerin konten bisnis bisa dapet insight-insight
bisnis. Tapi kalo liat secara keseluruhannya nih Bu, Podcast itu bisa bikin
pendengarnya dengerin Podcast sambil melakukan kegiatan lain jadi
multitasking, terus topiknya beragam, dan dapat didengarkan kapan saja dan
dimana saja soalnya bisa diunduh."
Selanjutnya, terkait kekurangan Podcast, informan RE menjawab:
"Mungkin karena media informasi agak risih cuma denger suara terlalu lama
juga ditelinga dan banyak MC yg melakukan gerakan-gerakan, gambar-
gambar, bahkan suara-suara yang hanya bisa dinikmati dengan visual
padahal ini konten audio."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Kadang bahasa terlalu tinggi Bu, jadi bisa salah paham."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Membutuhkan waktu produksi yang relatif lama Bu. Terus biayanya juga
lebih mahal untuk membuat konten yang bagus, audio yang berkualitas, dan
pemasaran yang luas. Terus penyebaran podcast itu kan belum merata ya.
Kalo dari pendengar, cenderung gampang bosan sih karena Podcast hanya
mengandalkan suara."
Selanjutnya, peneliti bertanya mengenai apakah Podcast dapat digunakan
sebagai media komunikasi dan informasi, informan RE menjawab:
"Sangat bisa Bu menurut saya. Soalnya buktinya banyak platform-platform
tuh yang masih berjalan dan mulai berkembang sampai sekarang."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Sangat bisa Bu."
19 | K O M A S K A M
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Oh iya tentu saja Bu. Karena menurut saya Podcast merupakan media
pilihan baru yang menyediakan konten menarik yang dikemas dalam bentuk
audio yang berisikan informasi-informasi seputar topik tertentu yang dapat
diakses oleh setiap orang dimana saja dan kapan saja melalui internet."
Selanjutnya, ketika peneliti bertanya apakah informan pernah menggunakan
Podcast sebagai sarana komunikasi dan informasi, informan RE menjawab:
"Iya Bu. Soalnya bisa dilakukan disituasi apapun bersamaan."
Sementara itu, informan NF menjawab:
"Iya Bu benar."
Disisi lain, informan TA menjawab:
"Iya Bu, karena menurut saya Podcast juga merupakan media yang up-to-
date mengenai permasalahan yang ada di sekitar kita dan dapat kita jadikan
referensi informasi lebih dalam untuk update berita selain radio, televisi, dan
berbagai sosial media yang ada."
Pembahasan
Makna yang terdapat pada penggunaan podcast yaitu adalah salah satunya
untuk mencari informasi mengenai banyak hal, yang tentu sangat membantu
mahasiswa yang mungkin ingin mencari informasi untuk tugas-tugas yang mereka.
Penggunaan podcast ini juga diharapkan dapat berguna untuk sebagai penyampaian
pesan yang bisa diterima oleh semua orang.
Pengertian podcast sendiri adalah berkas digital berupa audio yang
pendengarnya diharuskan untuk mengunduh terlebih dahulu untuk bisa
mendengarkan audio tersebut. Podcast ini adalah audio non-streaming, sehingga
sangat berbeda dengan radio. Podcast ini telah banyak digunakan oleh masyarakat
untuk mendengarkan berita, ilmu pengetahuan, dan sharing ilmu pengetahuan yang
bersifat dapat diulang. Podcast juga biasanya bersifat lebih santai dalam
penyampaian pesannya.
20 | K O M A S K A M
Jika dikaitkan dengan Teori Uses and Gratification. maka penggunaan
podcast ini dapat menjadi sebuah kegunaan bagi mahasiswa dan juga menghasilkan
kepuasan, disaat telah menemukan informasi yang dicari oleh mahasiswa. dalam
konteks masyarakat juga, podcast dapat berguna sebagai suatu wadah untuk
menyampaikan suatu informasi. Podcast juga dapat didengarkan dimana saja yang
menjadikan podcast ini selain menjadi kegunaan bagi mahasiwa, juga dapat
memberikan kepuasan dan dapat digunakan dimana saja.
Dalam wawancara yang telah dilakukan oleh penulis, informan menjelaskan
bahwa para informan di lingkungan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
memang pernah dan menggunakan Podcast sebagai salah satu alat untuk
mendapatkan informasi. Tentu informan juga menyampaikan bahwa ada efek
positif dan juga negatif dalam penggunaan podcast ini. Dampak negatif yang
dirasakan adalah kurangnya pengawasan isi konten, sehingga penyiar bebas
menyiarkan apa saja. Sementara itu, dampak positif yang dirasakan adalah podcast
berguna sebagai membuat pemahaman lebih terhadap masyarakat atau mahasiswa
milenial terutama berguna untuk pembelajaran dan juga menambah wawasan.
Maka dari itu penulis melihat bahwa penggunaan podcast memang berguna bagi
mahasiswa, namuan harus tetap bijak dalam memilah informasi yang akan diserap
dari penggunaan podcast tersebut.
KESIMPULAN
Media podcast adalah sebuah rekaman suara maupun video. Podcast
biasanya berisi tentang informasi mulai dari pendidikan, ekonomi, olahraga, dan
sebagainya. Podcast pada saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat
sebagai salah satu sumber informasi atau pengetahuan, mulai dari bahasan
mengenai pendidikan, pemerintahan, ilmu umum, dan sebagainya. Podcast juga
dapat digunakan dimana saja yang tentu sangat memudahkan mahasiswa untuk
mendapatkan suatu informasi dan dari hasil yang sudah penulis teliti, juga dapat
dilihat bahwa mahasiswa Universitas Bhayangkara menggunakan podcast.
21 | K O M A S K A M
Penulis memakai Teori Uses and Gratification, karena teori ini sangat cocok
dengan penelitian kali ini, dikarenakan podcast selain berguna juga memberikan
kepuasan terhadap pendengarnya. Penggunaan podcast juga memiliki hal yang
positif dan juga negatif, namun mahasiswa harus tetap bisa memilah informasi yang
akan diserap dari penggunaan podcast.
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, J.W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five
Tradition. London: Sage Publications.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Manajemen: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
Kombinasi (Mixed Methods), Penelitian Tindakan (Action Research), Penelitian
Evaluasi. Bandung: Alfabeta.
Mokalu, Juniver V., Norma N. Mewengkang, dan Joane P.M Tangkudung. (2016). Dampak
Teknologi Smartphone Terhadap Perilaku Orang Tua di Desa Touure Kecamatan
Tompaso. Jurnal "Acta Diurna", V(1), 1-9.
Nawawi, Hadari dan Mini Martini. (1996). Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Norhayati dan Sherly Jayanti. (2020). Pemanfaatan Teknologi untuk Mendukung Kegiatan
Belajar Secara Mandiri (Studi Kasus Penggunaan Podcast oleh Mahasiswa di Kota
Palangkaraya). Jurnal Humaniora Teknologi, 6(1), 29-36.
Paramita, Sinta dan Rezi Erdiansyah. (2016). Entrepreneurship dan New Meda Pada
Generasi Muda. Kaji Tindak: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 1-8. E-
ISSN: 2503-4979
Richard, West, dan Lynn H. Turner. (2008). Pengantar Teori Komunikasi : Analisis dan
Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Rusdi, Farid. (2012). Podcast Sebagai Industri Kreatif. Seminar Nasional Inovasi dan
Teknologi (SNIT). B91-94.
Silaban, Alvin Daniel, Muhammad Amirollah dan Laina Rafianti. (2020). Podcast:
Penyiaran atau Layanan Konten Audio Melalui Internet (Over the Top)
Berdasarkan Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Legalitas, 13 (2), 129-143.
Syafrina, Annisa Eka dan Muhammad Rifai Alfarisi. (2021). Penggunaan Media Sosial
Facebook Sebagai Sarana Komunikasi dan Informasi di Kalangan Remaja (Studi
Deskriptif pada Remaja di Alamanda Regency Blok M.5 RT 005/027). Jurnal
Komaskam, 3 (2), 17-28.
Syafrina, Annisa Eka dan Genta Nurfajri. (2021). Penggunaan Media Komunikasi
Smartphone dalam Kegiatan Belajar Mengajar Mahasiswa FIKOM UBHARA Jaya
di Masa Pandemi. Jurnal Communicator Sphere, 1 (2), 58-68.
Zellatifanny, Cut Medika. (2020). Tren Diseminasi Konten Audio on Demand melalui
Podcast: Sebuah Peluang dan Tantangan di Indonesia. Jurnal Pekommas, 5(2),
117-132.
22 | K O M A S K A M