0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Studi Heresiologi dalam Islam

Diunggah oleh

febriyani22297
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Studi Heresiologi dalam Islam

Diunggah oleh

febriyani22297
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Islamic Online University December 30, 1899

Alhamdulillahi rabbil'alamiin washolatu wassalam ala rasulil karim wa 'ala ali wa


shohabih wamanistanna bisunnati ila yaumiddin. Segala puji kita panjatkan kepada Allah( ‫)ﷻ‬,
semoga kedamaian dan rahmat tercurah kepada Nabi terakhir, Nabi Muhammad( ‫)ﷺ‬, serta
kepada para pengikutnya yang mengikuti jalan ketakwaan sampai Hari Terakhir.
Mata kuliah ini adalah kuliah tentang Heresiology (studi ilmu sesat). Heresiology, pada
dasarnya berasal dari kata heresy atau heretic (menyimpang) yang artinya seseorang yang telah
mengingkari agama baik itu sebagian maupun seluruhnya.
Atau orang yang telah memperkenalkan perubahan pada agama dalam suatu tingkatan,
sampai dia dan keyakinannya tidak lagi dianggap sebagai bagian dari agama itu lagi oleh para
pengikut agama tersebut. Jadi, materi ini bisa kita sebut sektereniarisme yang menelaah sekte
yaitu berbagai kelompok, baik yang tumbuh dari Islam dan tidak menyebut diri mereka muslim
lagi atau mereka tetap menyebut diri mereka sebagai muslim.
Namun, umat muslim secara umum tidak menganggap mereka sebagai muslim atau
mereka telah menyimpang. Umat Islam pada umumnya menganggap mereka menyimpang.
Namun tetap memandang mereka sebagai muslim. Jadi, bisa dikatakan kita menelaah tiga
kelompok atau sekte yang utama.
Yang pertama yang bisa kalian anggap bagian Islam, namun, mereka telah menyimpang.
Yang kedua yang menganggap diri mereka sendiri sebagai bagian Islam, namun umat muslim
tidak menganggap mereka sebagai bagian dari Islam. Yang ketiga mereka yang tidak
menganggap mereka sendiri sebagai bagian dari Islam. Namun, mereka tumbuh dari Islam.
Bisakah kalian memberikan saya contoh dari kelompok yang ketiga tersebut? Suatu
kelompok yang tidak menganggap dirinya sendiri sebagai bagian dari Islam. Namun, mereka
tumbuh dari Islam. Para pendirinya adalah muslim dan hampir selalu dianggap muslim.
Ya, Baha'isme (penyatuan agama-agama), ya, itu contoh yang sangat bagus. Kita tidak
akan memasukan sekte Sikh meskipun Guru Nanak, pendiri dari sekte Sikh belajar dari guru-
guru Muslim. Dia belajar dari mereka sebagian dari guru-gurunya adalah muslim. Dia belajar
dari guru-guru yang muslim dan Hindu. Dia melakukan suatu Potpourri. Namun, kami tidak
menganggap Sikh sebagai suatu perluasan sekte, karena dia sendiri. Guru Nanak sendiri
bukanlah seorang muslim.
Sedangkan contoh dari kelompok yang kedua yaitu kelompok yang menganggap dirinya
sebagai muslim. Namun, umat muslim sendiri tidak menganggapnya bagian dari Islam. Ya,
contohnya Qadiani Ahmadi, contoh yang bagus atau Nation of Islam di Amerika.
Sedangkan contoh untuk kelompok yang ketiga yang kita anggap masih sebagai bagian
dari Islam dan hampir semua muslim menganggap mereka bagian Islam, ya, Syiah. Namun, tentu
saja Syiah itu harus yang berkualifikasi. Karena ada sebagian elemen dari Syiah, orang-orang
seperti Aga Khani. Dan sekarang Aga Khani masuk ke kelompok yang kedua, mereka bukan
muslim. Namun, mereka menganggap diri mereka sendiri sebagai muslim.
Bohoriasme tampak dalam situasi yang serupa. Saya telah menyampaikan pada kalian
tentang pemetaan yang mendasar dari sekte-skete utama yang akan kita telaah. Sedangkan dalam
hal teks kita tidak punya teks tertentu untuk hal ini.

1
Islamic Online University December 30, 1899

Ada buku yang ditulis yang dikenal Al-Milal Wan Nihal, karya Imam Asy-Syahrastani.
Namun, buku ini tidak lengkap. Saya akan mencoba mendapatkan salinannya, atau beberapa
salinannya hanya untuk tujuan bahan rujukan.
Buku lainnya yang akan kita gunakan adalah buku ini, yang merupakan terjemahan; bisa
dikatakan suatu seleksi dari beberapa bagian dari karya-karya yang lebih besar yang telah
diterjemahkan. Saya menerjemahkannya langsung dari bahasa Arab
Ini adalah karya yang lainnya yang bisa kalian lihat, disebut Talbis Iblis atau Tipu Daya
Setan, yang terjemahan dalam bahasa Inggrisnya (Delusion of the Devil). Penulisnya adalah
Ibnul Jauzi dan penerjemahnya adalah Margoliouth, seorang Orientalis asal Perancis. Karya yang
sudah cukup tua sebenarnya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, serta diedit oleh
Singh, yaitu seseorang yang namanya N. K Singh.
Singh biasanya nama belakang seorang Sikh, ya kan? Nama Sikh disematkan mungkin
tujuannya hanya untuk strategi penjualan. Karena jika kalian membacanya, maka kamu akan
bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dia edit? Karena begitu banyak kesalahan atau error dari
halaman awal buku ini.
Jadi, penamaan itu hanyalah cetakan komersial yang diproduksi oleh perusahaan
penerbitan non-muslim yaitu Kitab Bahavan, di India, dan mereka itu non-muslim. Hal itu
mereka lakukan karena tahu buku ini akan diminati banyak muslim. Makanya mereka
mencetaknya, dan mencantumkan N.K Singh sebagai editor.
Padahal, apa yang dia edit? Mungkin versi bahasa inggrisnya telah diperbaharui, namun,
tetap dengan banyak kesalahan di dalamnya. Jadi, teks ini tidaklah bersih untuk dijadikan teks
wajib untuk pembahasan ini. Seperti saya sebutkan saya akan menggunakan beberapa bagian
dari hasil terjemahan saya sendiri dari topik ini.
Maksud saya, jika untuk tujuan riset mandiri, karena kalian tidak berbekal bahasa Arab
cukup untuk merujuk pada bahasa Arabnya langsung, makanya akan sangat berguna jika
membaca buku ini. Hanya untuk tujuan bahan rujukan.
Pertanyaan dari pendengar: "Jadi, yang ini dari syaikhul Islami, namun, Ibn Hazam,
apakah keduanya sama?" Ibn Hazam menulis buku yang disebut, bukan, mmmh... saya lupa
namanya. Namun, Al-Milal Wan Nihal adalah karya Syahrastani. Ibn Hazam juga menulis buku,
buku yang berbeda, karya yang berbeda. Karyanya belum diterjemahkan sepengetahuan saya.
Ya, karyanya Ibn Hazam, (karyanya tersedia di situs amazon) yang diterbitkan oleh
siapa? Bisa saja kamu telusuri dan bisa kamu teliti. Jika terjemahannya bagus, maka tidak
masalah jika dijadikan teks dasar. Sebaliknya, saya akan mempersiapkan materi untuk kalian
dalam ukuran kertas A4, untuk setiap seksi kuliah, untuk membantu kalian.
Namun, kalian mesti membuat catatan. Ini sangat penting bagi kalian, untuk membuat
catatan dari hal-hal yang penting. Yang harus saya tekankan di sini yaitu… Banyak sekali
rincian, maksudnya, saya tidak akan meminta kalian mengingat tanggal tepatnya Khawarij
memisahkan diri dari umat Muslim, atau kapan al-Azraqi, salah satu pendiri dari sekte Khawarij,
kapan dia lahir. Saya tidak akan menanyakan hal-hal seperti ini, karena ini bukan kelas sejarah.
Namun, kelas ini membahas tentang Sekte dan pemikiran mereka: apa pemikiran mereka
dan di mana kesalahan mereka. Kalian harus paham, mengapa kita mempelajari orang-orang ini.

2
Islamic Online University December 30, 1899

Mengapa kita harus mempelajari mereka? Bukannya mereka itu sesat atau menyimpang. Jadi,
mengapa mempelajari pemikiran mereka yang terbukti menyimpang.
Ibnul Jauzi, beliau telah menyebutkan bahwa faktor yang memotivasi dirinya sendiri
untuk menulis buku ini, yaitu karena hadits yang terdapat dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
Hadits tentang Huzaifah Ibn Al-Yaman, yang di dalamnya dia berkata: "orang-orang biasanya
bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan orang-orang biasanya bertanya kepada Rasulullah
tentang yang baik. Namun, aku biasa menanyai beliau tentang keburukan karena takut terjatuh
kepadanya.”
Abdullah Ibn Abbas, ia juga diceritakan telah menyatakan ini adalah pernyataan yang
oleh Al-Jauzi, penulis Talbis Iblis menyebutkan: "demi Allah, aku tidak percaya bahwa sekarang
ada satu orang manusia di Bumi ini, yang kematiannya lebih dinginkan iblis daripada
kematianku.” Ibn Abbas membuat pernyataan ini.
Ketika ditanya mengapa ia berpikir demikian, ia menjawab: "Demi Allah, ketika setan
membawa bid'ah di Barat atau Timur. Ketika setan membuat bid'ah di Barat maupun di Timur,
dan seorang pria membawanya padaku, lalu aku melawannya dengan Sunnah, dan dikembalikan
padanya sama seperti saat dikirimkan.”
Seperti perkataan Ibnul Jauzi, itulah sebabnya aku menulis buku ini untuk
memperingatkan manusia akan bahaya tipu daya setan. Aku berjuang melawan mereka dengan
melepaskan topeng-topeng setan dan dengan menguak taktik-taktik jahatnya. Dan Allah
membantu setiap orang yang lurus dan yang niatnya sepenuhnya ikhlas.
Jadi, bisa dikatakan bahwa ulama ini, Ibnul Jauzi yang berasal dari abad ke 12, yang
merupakan ulama dari Mazhab Hambali. Ia adalah ulama yang sangat terkenal di masa
Abasiyyah. Ia adalah ulama hadits. Ia menulis buku tentang hadits-hadits yang palsu. Buku
terkenal yang di dalamnya ia kumpulkan hadits-hadits palsu dari berbagai sumber.
Baru-baru ini, salah seorang ulama asal Iraq yang bernama Abdul Hamid Al-Aluji, ia
melakukan riset dari berbagai karya yang dituliskan oleh Ibnul Jauzi. Hingga pada akhirnya ia
mengumpulkan tidak kurang dari 378 karya.
Hal ini adalah hasil dari kedisiplinannya terhadap waktu, yaitu ia tidak suka mengunjungi
ataupun dikunjungi. Karena ia menyadari, seperti yang ia katakan bahwa banyaknya waktu yang
dihabiskan dalam kunjungan malah akan mengurangi kemampuannya untuk terus berkarya.
Namun, di saat yang sama, sunnahnya adalah ketika kamu diundang, maka seharusnya
kalian datang dan layaknya kalian saling berkunjung sewaktu-waktu. Maksud saya, kebiasaan itu
adalah bagian dari muslim. Jadi, yang ia lakukan adalah dengan mengurangi pada tingkatan
terendah.
Jika ada yang mengunjunginya, maka, dia akan mengurangi perbincangan sedikit
mungkin; tidak memperluas perbincangan, dengan bersantai. Hanya memberikan dua atau tiga
kata dan apapun itu. Apa yang dirasa sudah cukup sebagai jawaban pertanyaan, ia tidak akan
menambahkan sesuatu yang dapat memicu berlanjutnya perbincangan. Intinya, ia akan terus
berusaha membuat perbincangan mejadi lebih singkat.
Yang biasa ia lakukan yaitu, "saya biasanya mempersiapkan karya selama kunjungan
saya.” Ketika ia berkunjung, ia membawa serta karya yang harus dia kerjakan. Maksud saya, bila

3
Islamic Online University December 30, 1899

ada kunjungan berkelompok yaitu berkunjung bersama orang lain, yang ia lakukan adalah
memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Ia menulis pada semua bidang ilmu yang utama. Talbis Iblis adalah karya tentang
Heresiology. Ia juga menulis buku berjudul "Shifatus Shafwa" yang merupakan karya klasik,
berupa biografi dari ulama salaf generasi awal. Ada satu bagian yang didedikasikan untuk
Sahabat yang berikutnya untuk para tabi'in, kemudian tabi'ut tabi'in. Ia adalah karya klasik dalam
bahasa Arab, yang belum diterjemahkan dalam bahasa Inggris.
Kecuali kamu akan mengagetkanku dengan sesuatu, ya Jamal. Tidak, sudah ada
terjemahannya dalam [Link]. Ia juga menyelesaikan buku lainnya tentang…dalam ilmu
nahwu, tata bahasa Arab, yang dikenal Taqwimal Lisan. Ia juga menyelesaikan buku tentang
biografi, maaf, maksud saya tafsir, yang disebut Zadul Mashir fi 'Ilmi Tafsir, yang terdiri dari 9
jilid.
Ia juga menulis buku tentang hadits yang dikenal Al-ilil Al-Mutanahiyah fi Al-haditst al
wahiyah. Ini adalah buku yang membahas hadits-hadits palsu tersebut. Buku yang satunya lagi
diberi judul Al-Maudu'aat. Buku Al-Wahiyah sebenarnya merupakan hadits yang lemah.
Tapi, Maudu'aat terutama membahas tentang hadits-hadits yang palsu. Karena kita tahu
yang namanya hadits, seperti yang sudah kalian pelajari terdiri dari banyak kategori. Hadits palsu
adalah kategori hadits yang paling buruk.
Kita akan menggunakan sebagian dari materi-materi dia (Jauzi), karena kita akan
mendalami bahasan tentang berbagai sekte. Dari bagan yang ada di hadapan kalian. Ada badan
umat Muslim utama yang kita sebut Sunni, sebenarnya Islam.
Namun itu adalah istilah yang digunakan secara tradisional. Sunni digunakan untuk
mengindikasikan orang-orang yang mengikuti Sunnah. Mereka mengaitkan diri mereka kembali
pada Sunnah. Sunnah yang dimaksud adalah Sunnahnya para sahabah atau generasi yang
terdahulu. Terutama mereka yang memiliki pengetahuan Rasulullah yang disampaikan oleh para
sahabahnya.
Di sisi sayap kanan, ada Khadizism atau Al-Khawarij. Itulah nama yang digunakan untuk
kelompok itu untuk keseluruhan atau Khadizite. Itulah kelompok pertama yang terpecah.
Perwakilan utama mereka di masa sekarang adalah Ibradites atau Ibadiyah yang memerintah
Yaman. Maaf, maksud saya Oman. Sebenarnya mereka adalah penguasa dari pemerintahan
Oman, keluarganya Oman. Meskipun mayoritas keluarga Omani tidak sepenuhnya berasal dari
kelompok ini. Namun, mereka telah mendominasi.
Penguasa di sana seperti halnya setengah dari keluarga Omani. Namun, semua Imam di
masjid-masjid, mereka yang menguasai. Aukaf-aukaf berasal dari kelompok ini. Sedangkan
dalam pertengahan, ada Syiaism atau Syiates. Mereka adalah pecahan yang muncul setelah
Khawarij. mereka adalah pecahan terbesar yang kedua.
Mereka sendiri memiliki berbagai cabang, yaitu twelevers (yang 12 imam), seveners (7
imam) dan fivers (lima imam). Kemungkinan mereka adalah sekte yang memiliki cabang paling
banyak yang kita ketahui saat ini. Khawarij pun pada dasarnya memiliki sejumlah cabang. Bisa
kita temukan bahwa ternyata pecahan sekte itu terdiri dari sub-kelompok lagi. Namun, pada

4
Islamic Online University December 30, 1899

akhirnya mereka pun lenyap. Dan kalian hanya bisa melihat akar yang utamanya atau cabang
utama dari mereka.
Sedangkan untuk Syiah, kita tahu ada twelevers (12 imam) di Iraq dan Iran. Lalu ada
Aghakanis yang peranannya begitu dominan di dunia internasional. Merekalah dua cabang
utama. Sedangkan Booras berasal dari cabang yang sama dengan Aghakanis.
Namun, saya tidak banyak tahu apakah mereka punya peranan internasional yang
dominan. Wilayah mereka sebatas di India dan wilayah sekitarnya. Kelompok-kelompok lainnya
yang akan kita bahas, yang kita lihat dari sisi sayap kanan yaitu Bahaism. Ia adalah pecahan dari
satu cabang dari twelevers (12 imam) yang disebut Syaikhis. Mereka terbagi menjadi dua
kelompok: Akhbadi dan Syaikhis. Kita akan membahasnya lebih rinci.
Sedangkan di sisi kiri di bagian atas, ada Ahmadi atau Qadiyani, dan Lahori. Mereka
adalah pecahan di awal abad 20 yang terbagi menjadi dua kelompok. Kita akan membahas
keduanya dan membahas perbedaan antara keduanya.
Di bagian bawah, kalian bisa melihat Subud. Subud adalah suatu kelompok yang baru
muncul di tahun 1933. Kelompok ini dikembangkan di Indonesia oleh seorang individu yang
bernama Subuh yang mengaku-ngaku telah diberikan wahyu melalui mimpi. Ia mulai membuat
pengakuan untuk dirinya sendiri. Lalu, mulai menjadi terkenal dalam lingkaran Sufi Eropa,
Amerika dan UK. Keberadaan mereka tidak begitu terkenal di Indonesia.
Yang terjadi baru-baru ini di Indonesia, ada perjuangan keras untuk mengukuhkan
Ahmadi atau Qadiyani. Karena pada akhirnya mereka memutuskan menyatakan sebagai sekte
yang non Islami. Mereka juga akan diperbolehkan untuk menyebut diri mereka sendiri muslim
atau ingin menamai kuil mereka masjid. Mereka menginginkan semua itu.
Maskud saya, mereka tidak sepenuhnya bisa bertahan dan tetap ada. Mereka tetap ada,
namun sebagai aliran dari Pakistan. Mereka tidak diperbolehkan untuk menggunakan simbol-
simbol Islam. Tidak pula menyebut diri mereka muslim dan tidak boleh juga menyebut kuil
mereka masjid.
Dasar dari keputusan mereka dibuat di Rabitah atau Liga Muslim, sekitar di awal tahun
1920an sampai akhir tahun 1960an. Di masa itu para ulama berkumpul dan menelaah ajaran
mereka dan sebagainya. Mereka sampai pada kesimpulan bulat bahwa Ahmadi bukanlah sekte
Islam. Rabitah mengumumkannya. Keputusan itu pada dasarnya diterapkan di semua negara
yang umat Muslimnya bisa dikendalikan.
Di tempat-tempat seperti Ghana yang muslimnya tidak dalam kendali dari departemen
Islam, Ahmadi masih dominan. Bahkan mereka punya "dalam tanda kutip" sebuah universitas
Islam di negara tersebut. Mereka membangun universitas itu dan menggunakan taktik misionaris
dengan membangun rumah sakit dan sekolah. Itulah yang mereka promosikan dan mereka
memperluas pengaruh. Intinya, inilah yang mereka lakukan di Indonesia.
Tapi, di Indonesia sendiri karena merupakan negara yang mayoritasnya Muslim,
makanya mereka mampu melebarkan pengaruh. Di Afrika Selatan pun sama, Ahmadi ada,
mereka kuat. Dan pemerintahnya tidak begitu mampu menegaskan bahwa mereka (Ahmadi)
bukanlah muslim, karena mereka hanya sebagai pemerintah sekuler.

5
Islamic Online University December 30, 1899

Hal yang sama pun terjadi di UK dan Kanada, di kedua negara ini, tempat umat Muslim
mencoba untuk mengusung persoalan Ahmadi ini. Karena kedua pemerintahan itu sekuler,
mereka hanya berujar: "Bagi kami, kalian berdua (Ahmadi dan Muslim) tidak ada bedanya,
"kami kan tidak mengenal agama. Makanya kami memberikan kebebasan untuk melakukan
apapun yang kalian inginkan, mengenal agama dalam arti karena kita memiliki status resmi maka
kita akan diberi status resmi.” Tidak bisa.
"Karena kalian bisa menyembah apapun yang ingin kalian sembah, sekalipun kalian ingin
menyembah Setan.” Karena ada juga para pemuja Setan. Dan bahkan di AS, ada gereja Satanik,
yang tentunya jika mereka ingin mempromosikan diri mereka sendiri.
Sebagian kelompok Nasrani mencoba menghentikan mereka. Namun, pemerintah sendiri
kalian tahu Senat mengeluarkan kebebasan beragama. Jadi, pihak pemerintah tidak bisa
menghentikan mereka. Mereka bahkan ada dalam posisi lembaga pemerintahan yang resmi yang
mengenali, yang mereka sebut Pastorial Care, yang setiap kelompok religious berhak untuk
memiliki wakil. Posisi itu akan memberikan mereka seperti, ya kalian tahu seperti nasihat atau
kelas-kelas atau ceramah atau apapun, pada hari suci mereka. Itulah yang ada dalam naungan
lembaga tersebut. Mereka menyadarinya.
Salah satu yang mengejutkan yang saya temukan ketika saya terlibat dalam suatu proyek
untuk menyampaikan da'wah kepada Pasukan Tentara Amerika, setelah Perang Teluk I. Lalu
kami mendirikan tenda da'wah di tengah barak utama mereka. Di sekitar lingkungan barak, kami
menyebutnya tenda pusat informasi Arab Saudi. Pada dasarnya kami menyampaikan da'wah
dalam tajuk ini.
Kami terkejut karena kami bertemu dengan beberapa pemuja Setan, dan kami pun
diberitahu bahwa mereka diperbolehkan untuk mendirikan sebuah gereja di tengah barak. Di
sana, mereka mendirikan sebuah gereja untuk para pengikut Setan, dan mereka pun punya injil
Satanik dan segalanya. Alhamdulillah, sekitar 3 dari pemuja Setan itu memeluk Islam. Kami
mampir dan kami diberikan salinan dari sumpah agama mereka atau berupa injil Saitanik dan
sejenisnya.
Intinya adalah pemerintah yang notabene pemerintah sekuler. Pemerintah Amerika
menyadari keberadaan mereka dan memberikan mereka posisi yang sama, dengan Katolik dan
Protestan dan agama lainnya.
Jadi, Ahmadi seperti kami sebutkan, merupakan pecahan dan terbagi menjadi dua.
Sedangkan Subud, seperti kami sebutkan tidak begitu terkait. Karena Subud tidak terkait kepada
sekte manapun. Sekte ini tidak muncul dengan ajaran Islami. Memang yang mendirikannya
seorang Muslim, mungkin hanya mencomot beberapa hal dari sana dan sini dari ajaran Islam.
Namun, mereka tidak ada kaitannya dengan Islam.
Tidak seperti Sikh, karena faktanya pendiri Sikh, Guru Nanak adalah seorang Hindu.
Bahkan mereka juga bukanlah muslim, meskipun mereka mengaku-ngaku agama mereka Islam.
Alijah Muhammad dulunya adalah muslim, tidak benar. Sebenarnya dia sudah terpengaruh oleh
ajaran Ahmadi atau Qadiyani.
Itulah yang ia tunjukkan, menjadi 72 sekte yang berbeda. Ada yang bilang 72, ada juga
yang berpendapat 73, yang 72 akan masuk neraka yang 1 masuk surga. Baiklah, ada pertanyaan

6
Islamic Online University December 30, 1899

dari ikhwan tentang pernyataan Rasulullah( ‫)ﷺ‬, yang sebenarnya dikatakan. Salah satu
riwayatnya menyatakan umat Nasrani atau Yahudi terbagi menjadi 71 sekte, yang 70 masuk
neraka dan yang 1 masuk surga.
Dan Nasrani terbagi menjadi 72 sekte, yang 71 akan masuk neraka dan yang 1 masuk
surga. sedangkan muslim, terbagi menjadi 73 sekte, 72 diantaranya masuk neraka dan yang 1
masuk surga. Jadi, dari keterangan itu, ikhwan itu bertanya apakah para ulama muslim telah
meriset atau telah mengidentifikasi ke 73 sekte itu.
Bisa dikatakan sebagian diantara mereka telah mencobanya, namun tidak berhasil. Tidak
dalam kesimpulan yang secara bulat disepakati oleh seluruh ulama muslim. Dan yang harus
kalian tangani yaitu fakta bahwa kita bahkan belum sampai pada akhir zaman.
Sedangkan Rasulullah( ‫ )ﷺ‬membahas tentang mereka yang telah melakukan banyak
kesalahan atau Christ Dajalin, yang akan mengaku sebagai utusan Allah setelah aku. Dan jumlah
yang beliau sebutkan kita belum melihat jumlah sebanyak itu sekarang.
Untuk urusan jumlah itu, para ulama yang menganalisa hadits-hadits dari sudut pandang
umum memahami bahwa jumlah 73 tersebut bukanlah yang dimaksud untuk dipahami secara
harfiah. Penyebutan jumlah itu hanya untuk rujukan jumlah yang lebih besar. Nasrani terbagi ke
dalam jumlah yang lebih besar, demikian juga dengan Yahudi. Yahudi terbagi ke dalam jumlah
yang lebih besar dari muslim yang terbagi ke dalam jumlah yang lebih besar dari umat Nasrani.
Secara otomatis hanya ada satu jalan yang benar, pada dasarnya itulah yang beliau maksud.
Satu-satunya cara untuk Yahudi menuju surga adalah jalan yang sama, yang harus
ditempuh Nasrani untuk menuju surga dan jalan yang sama bagi muslim untuk menuju surga.
Intinya hanya ada satu jalan yang Allah ajarkan, yaitu jalan yang ditempuh para Nabi.
Karena berdasarkan bahasa Arab. Itulah penafsiran yang mereka buat. Hal ini terjadi,
karena mereka membubuhkan jumlah lainnya, jumlah 70. Biasanya digunakan dalam bahasa
Arab untuk mengindikasikan banyak. Jadi, jumlah 71, atau 72 dan 73, intinya sama sekitar 70an.
Dan tampaknya itulah pendapat yang paling kuat.
Sebelum kita beralih pada sekte pertama yang terpecah, yaitu sekte Khawarij. Sisi koin
yang lainnya yaitu kelompok yang merupakan pengikut Sunnah Nabi dan Jamaah. Yang akan
kita bahas dalam pengertian sekte adalah yang tidak sejalan, yaitu yang terdiri dari orang-orang
yang telah menolak ajaran Islam, dan memisahkan diri mereka sendiri.
Sisi lain dari itu yaitu kelompok yang sejalan dengan Sunnah dan Jamaah. Dan faktanya,
kelompok yang ini sangat kuat. Jamaah artinya komunitas yang satu ini sangat dikukuhkan oleh
Nabi Muhammad( ‫ )ﷺ‬yang telah dipelihara agar umat muslim tetap bersatu, selama lebih dari
1.400 tahun.
Sedangkan agama Nasrani, secara cepat tercerai berani dan menjadi sesat melalui
ajarannya Yesus yang menjadi meledak dalam jumlah banyak, selama beberapa ratus tahun yang
ajarannya telah sirna. Yang terutama bukan karena Allah tidak mampu menjaga manusia tetap di
jalan yang lurus atau menyediakan sarana agar mereka tetap di jalan yang lurus.
Namun, karena adanya fakta bahwa karena Nabi Muhamamd( ‫ )ﷺ‬menjadi nabi terakhir
dan Yesus bukan yang terakhir, bahwa ada nabi yang datang setelah Yesus. Jadi, kebutuhan
untuk menjaga dan melindungi pesan ilahi tidak ada, seperti dalam kasus Nabi Muhammad( ‫)ﷺ‬.

7
Islamic Online University December 30, 1899

Kita memiliki salah satu pernyataan yang terdapat dalam Sunan Tirmizi, yang merupakan
pernyataan otentik yang diceritakan oleh Umar Ibn Khatab. Bahwa Rasulullah( ‫ )ﷺ‬berdiri di
tengah-tengah para sahabahnya dalam suatu kesempatan dan berkata: "Barangsiapa di antara
kalian yang menginginkan poros surga harus selalu dekat dengan Jamaah. Karena setan akan
selalu mendekati seseorang yang terpisah dan yang lebih jauh dari dua.”Misalnya seseorang
terpisah dari kawanannya, maka setan akan menemaninya.
Dalam riwayat lainnya Rasululah( ‫ )ﷺ‬seorang penunggang tunggal adalah setan. Riwayat
ini membahas pemikiran yang sama. Ada dua penunggang tunggal, berarti dua setan dan tiga
kelompok tersebut adalah kelompok penunggang.
Di kesempatan lainnya, Abdullah mengabarkan bahwa Rasulullah( ‫ )ﷺ‬menggambar garis
di atas gurun. Ini riwayat yang sangat terkenal di kalangan muslim. Dan beliau berkata: "ini
adalah jalan yang lurus menuju Allah.” Lalu beliau menggambar garis lainnya ke kanan dan ke
kiri dan berkata: "masing-masing dari jalan ini, ada setan di ujungnya yang mengajak manusia
pada jalan itu.”
Kemudian beliau membacakan ayat dari Surah Al-An'am, ayat 153:
‫َأ‬
‫َو َّن َهـَذا ِصَر اِطي ُمْس َتِقيًما َفاَّتِبُعوُه‬
"Sesungguhnya ini jalanku yang lurus, maka ikutilah dan janganlah jalan-jalan yang
lain.”
Abdullah Ibn Amar, dia menceritakan bahwa Rasulullah( ‫ )ﷺ‬bersabda: "Yang terjadi pada
keturunan Bani Israil, juga akan terjadi pada kaumku, setahap demi setahap, sehingga jika ada
kalian di antara mereka yang telah berzina dengan ibu mereka. Di antara mereka akan ada yang
seperti mereka di kaumku.”Dan itu sudah terjadi.
Di Swedia, karena sebagian penduduk Swedia dianggap keturunan Nabi Muhammad( ‫)ﷺ‬
yang artinya yang menjadi kaum diutusnya beliau. Bukan berarti hanya mereka yang beriman,
yang mengikuti beliau, namun, mereka pun termasuk kaum yang diutusnya beliau. Di Swedia,
hubungan itu sepenuhnya dilegalkan, mereka mengizinkan hubungan seksual antara saudari dan
saudara, ayah dan puterinya, ibu dan puteranya.
Sebenarnya di banyak negara lainnya, bahkan di sebagian Perancis, hubungan itu bukan
tindak criminal. Meskipun tidak dilegalkan, masyarakat masih menentang pemikiran tersebut.
Namun bukan suatu kriminal yang artinya bisa dihukum. Jika ada sejumlah orang yang
melakukannya, mereka akan memandang rendah tindakan itu.
Namun jika kamu melakukannya, maka tidak dianggap melakukan tindakan kriminal.
Terutama karena fakta bahwa berbagai negara yang sekuler dan demokratis ini telah memilih
untuk menolak penyimpangan seksual tersebut. Penyimpangan yang ditemukan dalam Taurat,
yaitu generasi yang dulu mengikutinya dan mengganti semuanya dengan prinsip yang ganda,
yang katanya mengizinkan pendewasaan.
Itulah prinsip yang mereka anut, consenting adult (mengizinkan pendewasaan). Prinsip
itu mengabulkan hubungan tersebut sebagai upaya mereka untuk mencegah pemerkosaan.
Karena tidak ada perizinan untuk pemerkosaan. Dan orang dewasa tidak menerima pedofilia,
karena orang dewasa bisa mengambil keuntungan dari anak-anak.

8
Islamic Online University December 30, 1899

Itulah yang dimaksud prinsip ganda tersebut. Asalkan mereka mengizinkan, dan mereka
adalah orang dewasa, maka apapun bisa terjadi. Sekarang, itu menjadi prinsip yang standar untuk
menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam hubungan manusia. Itulah sebabnya
hubungan homoseksualitas pun akhirnya bisa keluar dari pintu itu dan pelumrahan lainnya pun
bisa.
Seperti sabda Rasulullah( ‫ )ﷺ‬jika seks terbuka dengan ibu kandung muncul di Bani
Israil, maka hal itu pun akan muncul di antara kaumku. Tentunya Bani Israil terpecah menjadi 72
golongan dan kaumku akan terpecah menjadi 73. Semuanya akan berujung di api neraka, kecuali
1 golongan.
Ketika sahabah bertanya golongan (sekte) manakah yang satu itu, ya Rasulullah, beliau
menjawab: "yang diikuti oleh para sahabahku dan diriku sendiri.” Itulah kriterianya. Contoh
lainnya yang diberikan oleh Ibnul Jauzi. Agar sejalan dengan Sunnah dan Jama'ah, dia mengutip
hadis yang Aisyah berkata bahwa Nabi Muhammad( ‫ )ﷺ‬telah menyatakan: "Barangsiapa yang
melakukan sesuatu dan tidak disetujui oleh kami, maka amalannya akan ditolak.” Man ahdasa fi
amrina, ma alaisa minhu fahuwa rad.
Anas Ibn Malik, ia menceritakan bahwa Rasulullah( ‫ )ﷺ‬telah bersabda: "Baragsiapa
yang tidak menyukai Sunnahku bukan pengikut sejatiku.” Man rabi'a man sunnati falaisa minni.
Sebenarnya ini adalah bagian dari hadis yang lebih panjang. Jika ada orang yang muncul dan
berkata: "kami bisa melakukan yang lebih daripada yang pernah dilakukan Rasulullah( ‫)ﷺ‬.”
Kemudian mereka menyeru orang-orang untuk bergabung dan yang mereka lakukan lebih dari
cukup. Dan siapa saja yang lebih menyukai Sunnah dibanding Sunnahnya, maka bukan pengikut
sejatinya.
Di antara hadits yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi adalah hadits yang oleh Abdurrahman
Ibn Amar As-Salami, yang ia kutip. Irbad Ibn Sa'diah yang menyatakan bahwa Rasulullah( ‫)ﷺ‬
menyampaikan ceramah pada kami: "dengan cara inilah mata akan mencucurkan air mata dan
hati pun akan menjadi lembut.”
Lalu, kami berkata: "Ya, Rasulullah ini seperti khutbahnya orang yang akan
mengucapkan perpisahan.” Jadi, apa yang engkau perintahkan kepada kami?" Beliau berkata:
"Aku meninggalkan kalian semua dalam kejelasan, yang siang harinya terang benderang seperti
malam, atau yang malamnya seterang siang harinya. Tidak ada yang akan menyimpang darinya,
kecuali orang yang akan menemui ajalnya. Siapa saja yang bisa bertahan (masih hidup) akan
melihat banyak perbedaan. Dan kalian akan diperintahkan untuk mengikuti Sunnahku dan
Sunnahnya para khulafaur rasyidin yang sangat kalian kenali. Maka berpegang teguhlah padanya
(Sunnah) dengan gigi kalian dan taatlah kepada para pemimpin.”
Diwajibkan atas kalian untuk mentaati pemimpin, meskipun dia adalah hamba dari
kalangan Abbasiyah. Sesungguhnya orang beriman yang sejati seperti seekor unta, yang telah
disumbat di depan hidungnya. Kemanapun unta itu digiring, maka unta itu akan berserah diri
dalam penghambaan.”
Hadits ini menunjukkan berbagai macam poin yang semuanya merujuk kembali pada
upaya sejalan dengan Sunnah dan Jamaah. Poin yang pertama yang disebutkan tadi yaitu kita

9
Islamic Online University December 30, 1899

harus berpegang teguh pada Sunnah. Bukan hanya pada Rasulullah( ‫)ﷺ‬, namun juga pada
Sunnahnya para khulafaur rasyidin setelah beliau.
Mengapa beliau menekannya? Karena adanya fakta bahwa mereka adalah penegak utama
Sunnah Rasul. Yang telah mereka lakukan, telah disepakati secara kolektif. Inilah Sunnah yang
harus kita ikuti. Yang telah mereka (para sahabah) lakukan sebagai individu, mungkin
mengandung kesalahan.
Bukan berarti kita harus mengikuti apapun yang mereka lakukan dan yang telah mereka
lakukan. Karena mereka pun manusia, mereka tidak seperti Rasulullah( ‫)ﷺ‬, yang dilindungi dari
setiap kesalahan. Namun, itu masih penekanan pada pentingnya peranan dari generasi terdahulu
mereka adalah perwakilan yang paling mewakili dari kalangan para sahabah.
Lalu, beliau pun menambahkan kepatuhan kepada pemimpin adalah kewajiban. Jika
pemimpin kamu adalah muslim, maka kamu harus mematuhinya. Meskipun dia adalah hamba
sahaya dari Abasinia.
Dan ia pun menyebutkan karena adanya fakta bahwa tentunya di masa ketika beliau
menyebutkannya, seorang hamba dari Abbasinia dianggap kelas sosial masyarakat yang rendah.
Tentunya, hamba sahaya di masyarakat dianggap menduduki strata sosial yang rendah di
masyarakat. Terlebih lagi dari Abbasinian dari Ethiopia, nama lain untuk Ethiopia. Mereka
dipandang rendah.
Jadi, beliau mengambil apa yang akan dianggap sebagai angota masyarakat yang paling
rendah. Dengan menyatakan andaikan saja anggota masyarakat yang terendah itu menjadi
pemimpin kamu sebagai pemimpin muslim, maka kamu harus mematuhi dia.
Bayangkan apa yang akan kamu pikirkan secara pribadi, yang tentunya dia (pemimpin
dari kelas rendah) akan ditolak. Oleh karena itu Rasulullah( ‫ )ﷺ‬menentang segala pernyataan
yang menyinggung isu rasial, warna kulit, ciri-ciri fisik lainnya, dan sejenisnya.
Namun, pada dasarnya beliau menekankan betapa pentingnya mengikuti atau mematuhi
pemimpin dan selalu bersatu dengan Jamaah. Jangan memberontak menentang penguasa yang
akan menyebabkan perpecahan umat dan pertumpahan darah. Jadi patuhilah pemimpin dan
tentunya dalam riwayat lainnya, beliau memberikan syarat-syarat tambahan atau klarifikasi
untuk itu.
Penguasa yang tidak menyeru pada kekufuran secara terang-terangan dengan
menyerukan perbuatan kufur secara terang-terangan di hadapan masyarakat umum. Maka
pemberontakan bisa disahkan. Namun, harus diingat pula meskipun perlawanan itu disahkan dia
juga harus menimbang akibatnya.
Jika perlawanan tersebut sudah kamu persiapkan dengan baik untuk dilaksanakan
dengan meminimalkan jumlah kehilangan nyawa. Maka perlawanan itu menjadi sah, bagi
mereka yang dalam posisi tersebut untuk memulai perlawanan. Karena kamu tidak setuju jika
perlawaan itu malah akan menimbulkan pertumpahan darah sengit dan tidak menghasilkan
seperti yang diinginkan. Maka apa yang akan terjadi, jika segala hal dibiarkan seperti adanya
saja.
Poin ketiga yang beliau sebutkan yaitu bagi orang-orang beriman seperti seekor unta
yang disumbat di depan hidungnya. Sebagian dari sumbatan itu masuk ke lubang hidungnya dan

10
Islamic Online University December 30, 1899

mengendalikan dia. Jika dia (unta itu) memberontak, maka akan menyakitinya. Itulah sebabnya,
jika kamu menarik unta itu. Jika dia mencoba menolak untuk menghindar malah akan
menyakitinya.
Orang beriman itu seperti itu. Ke arah manapun dia digiring dalam hal agama Islam,
maka dia bergerak dengan pasrah pada perintah Allah, serta pada Sunnah dan pada Jamaah.
Abdullah Ibn Mas'ud mengisahkan bahwa sebagai bagian dari akibatnya, jika tidak mengikuti
Sunnah dan tidak mendekatkan diri dengan Jamaah. Abdullah Ibn Mas'ud menceritakan bahwa
Rasulullah shallalahu alayhi wassalam telah bersabda: "aku akan membimbing kalian pada
telagau, al-Haud, yang disebut Kautsar di surga, yang dialiri sungai dari surga, namun bukan di
dalam surga itu sendiri.
Ketika beliau memimpin kita, insya Allah kita akan menjadi bagian dari kelompok itu.
Beliau( ‫ )ﷺ‬akan membimbing kita menuju telaganya itu dan beliau menyebutkan dalam
beberapa riwayat, mereka yang bisa minum dari telaganya tidak akan merasa haus lagi. Pada
dasarnya itulah tiket menuju surga.
Itu adalah afirmasi bagi kalian untuk masuk surga. Beliau pun menyebutkan bahwa
sebagian manusia akan memaksa untuk ikut ke jalannya. Dalam beberapa riwayat, mereka akan
dihalangi dan dihalau. Dan Rasulullah akan protes: "Ya Tuhanku mereka itu para pengikutku,”
dan akan dikatakan padanya. "Engkau tidak tahu yang telah mereka ada-adakan, setelah
kematianmu.”
Kami mengambil hadits yang sama di semester lalu dalam konteks lainnya. Karena
beberapa hadits bisa digunakan dengan cara yang sangat berbeda. Dalam konteks ini, kita
melihatnya dari sudut pandang dari konsekuensi karena tidak mengikuti Sunnah. Mereka adalah
orang-orang mengikuti bid'ah, makanya mereka dihalau dari menuju kolam Rasul.
Itulah tahapan terakhir, sebelum kita mengarah pada jembatan yang mengarah ke neraka
atau ke surga. Di semester lalu, konteks apa yang kita terapkan? Hadis ini digunakan sebagai
dalil untuk menggugurkan klaim bahwa Nabi Muhammad( ‫ )ﷺ‬tahu yang terjadi di dunia ini.
Itulah sebabnya, mereka berpikir sangat bermanfaat jika berdoa kepada beliau untuk
meminta pertolongan karena beliau tahu apa yang sedang terjadi di dunia dan beliau akan
memberimu nasihat.
Ini adalah bukti bahwa beliau tahu atau sudah tahu apa yang terjadi setelah kematiannya,
lebih jauh lagi. Jika beliau tidak tahu, maka sudah pasti orang-orang suci lainnya atau orang-
orang yang mengaku punya pengetahuan seperti itu, pastinya mereka pun tidak tahu.
Abu Ad-Darda menceritakan bahwa Rasulullah menghampiri kami, ketika kami sedang
duduk dengan menyebutkan tentang tahayul. Beliau berkata apakah kalian takut dengan tahayul.
“Demi Allah, yang di tangannya memegang nyawaku, kekayaan di dunia ini akan di limpahkan
kepadamu, sampai tidak ada melainkan dunia ini akan menyebabkan hati siapapun diantara kamu
akan menyimpang dari kebenaran. Demi Allah aku meninggalkan kalian setelah kematianku
sesuatu yang terang benderang yang siangnya sejelas malamnya.”
Abu Darda telah menyatakan: “Demi Allah, Rasulullah meninggalkan kita satu jalan
yang terang.” Persoalan tentang jalan yang lurus dan terang yang dimaksud Rasulullah. Yang

11
Islamic Online University December 30, 1899

disebutkan Abu Darda di sini yaitu tentang gagasan bahwa tidak ada yang rahasia (eksklusif)
dalam Islam.
Jadi, banyak dari sekte yang kita lihat terpecah dari Islam, mereka memiliki elemen yang
tersembunyi, pengetahuan yang tersembunyi. Kalian akan mendapatkannya jika berinisiatif
masuk ke dalam lingkaran pemujaan. Ini bukanlah pengetahuan yang bisa kalian pelajari. Karena
pemimpin lingkaran pemujaannya, mendapatkannya melalui jalur yang khusus baik itu dalam
mimpi atau apapun itu.
Al-Mikdam Ibn Ma'di Karib al-Kindi menceritakan bahwa Rasulullah telah bersabda:
"segera, tradisiku akan dikaitkan dengan seseorang yang menggantungkan dirinya pada adatnya
yang akan berkata: "Kitab Allah sudah cukup antara kamu dan kami.” Ini adalah hadits yang
terdapat dalam kompilasi hadits ibnu Majah, dan termasuk otentik.
Waktunya akan segera tiba dan manusia akan berkata: Ketika Sunnah Rasulullah( ‫)ﷺ‬
dibawakan kepada mereka. Jika dikatakan pada mereka. "Inilah Sunnah Rasul" Maka mereka
akan menjawab: “kitab Allah itu sudah cukup untuk diketahui antara kamu dan kami.” Yang
artinya mereka adalah Quraniyun. Mereka adalah yaitu Parpezis yang terpecah dari Islam yang
mainstream, yang bersikukuh kalian harus mengikuti Qur'an saja. Apakah mereka termasuk
Islam? Tidak.
Sebenarnya, kita tidak akan berpendapat demikian, bukan karena semata-mata, dia yang
telah membuat pernyataan itu karena sudah ada orang lain sebelum dia. Musik, tidak secara
spesifik dilarang dalam Qur'an. Itu hanyalah pernyataan dan pernyataan itu benar. Musik tidak
dilarang secara spesifik.
Namun, pernyataan itu tidaklah cukup bagi seseorang untuk berpendapat bahwa orang
demikian dicap sebagai Quraniyun. Tidak bisa, karena itu bukan pendapatnya dalam hal
persoalan tentang musik. Namun, dia mencoba untuk mengikuti Qur'an dan Sunnah. Ia juga
memberikan penekanan betapa pentingnya Qur'an dan Sunnah. Ia juga punya sekolah yang
mengajarkan Qur'an dan Sunnah. Ia juga secara konsisten mempromosikan pentingnya Sunnah.
Jadi, saya tidak akan berpendapat demikian.
Ini adalah peringatan, Rasulullah( ‫ )ﷺ‬bersabda: "Akan segera tiba Sunnahku akan
dikaitkan dengan seseorang yang menggantungkan pada dalihnya dan akan berkata "kitab Allah
(Qur'an) itu sudah cukup antara kamu dan kami.” Yang kami temukan dalam Qur'an sebagai
yang halal maka kami akan menerimanya sebagai yang halal. Yang kami temukan dalam
(Qur'an) sebagai yang haram, maka kami akan menerimanya sebagai yang haram.
"Lihatlah!" Rasulullah( ‫ )ﷺ‬kemudian menambahkan apapun yang dinyatakan oleh Rasul
hukumnya haram sama dengan apa yang dinyatakan Allah, sebagai yag haram. Ada beberapa
hal, yang dinyatakan haram oleh Rasulullah yang tidak disebutkan dalam Qur'an secara spesifik.
Dan itu dicantumkan dalam pernyataan bahwa Allah( ‫ )ﷻ‬berfirman, dalam Surah An-Nisa: 80:
‫َأ‬
‫َّمْن ُيِطِع الَّر ُس وَل َفَقْد َطاَع الّلَه‬
“Barangsiapa yang mentaati rasul, maka dia telah mentaati Allah…”
Pernyataan itu mengkonfirmasi bahwa apapun yang Rasulullah( ‫ )ﷺ‬nyatakan haram
berarti ya haram. Meskipun tidak secara spesifik disebutkan dalam Qur'an. Abdullah Ibn Mas'ud

12
Islamic Online University December 30, 1899

juga mengutip perkataan Rasulullah( ‫ )ﷺ‬yang telah bersabda: “dia akan memberikanku suatu
kebohongan yang dinisbatkan kepadaku yang akan menuju api neraka.”
Ini adalah peringatan untuk menentang pemalsuan hadits, dan mengatribusikan mereka
kepada Rasulullah( ‫ )ﷺ‬yaitu dengan mengikuti Sunnah. Al-Munzir Ibn Jarir menceritakan
dengan otoritas dari ayahnya bahwa Rasulullah telah bersabda: “Barangsiapa yang
memperkenalkan tradisi bagus (Sunnah) yang kemudian diikuti, maka dia akan mendapat pahala
untuk itu. Dan pahala itu setara dengan pahala bagi mereka yang mengikutinya.” Tanpa ada
pengurangan dalam penerimaan pahalanya sendiri.
Dan barangsiapa yang memperkenalkan tradisi yang buruk yang kemudian diikuti, maka
hukumannya akan setara dengan keburukan oleh mereka yang mengikutinya, yang bergantung
pada dia. Tanpa adanya penghapusan agar keburukannya bisa dihilangkan dalam tanggungan
mereka. Tanggungan dosa mereka tidak akan dihilangkan dalam cara apapun. Ini adalah Sunnah
hasanah dan Sunnah saiyah. Sayangnya, sebagian orang telah memahaminya dengan makna
demikian.
Jika kamu memperkenalkan sesuatu yang bisa kalian anggap baik yang mungkin saja
suatu bid'ah. Namun, karena yang kamu anggap baik dan orang-orang mengikutinya dan
memperoleh manfaat darinya, maka kalian akan mendapatkan pahala. Dari hadits tentang
Sunnah hasanah, mereka alihkan pada bid'ah hasanah untuk membela bid'ah yang baik.
Namun, tentunya ini tidak bisa diterapkan karena hadits ini adalah rujukan yang mengacu
pada hal-hal yang telah disetujui oleh Rasulullah( ‫)ﷺ‬. Am Ibn Auf Al-Muzani menceritakan
bahwa Rasulullah telah bersabda: “Yang membangkitkan Sunnah milikku dan orang-orang
mengamalkannya akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala bagi yang
mengamalkannya. Tidak ada yang akan dikurangi dari pahalanya sendiri.
Bagi para pembangkit Sunnah, mereka akan membangkitkan Sunnahku dan orang-orang
akan mengamalkannya. Maka, mereka akan mendapatkan pahala setara dengan pahala bagi
orang yang mengamalkannya.
Abul Aliya juga menceritakan bahwa Ubaib Ibn Ka'ab telah berkata: “Ikutilah jalan
menuju Tuhanmu dan berpegang teguhlah pada Sunnah. Bagi siapa saja yang berada di jalan
Tuhan dengan berdasarkan Sunnah, yang matanya berlimangan air mata karena ketakwaan,
ketika dia mengingat Allah Yang Maha Pengasih. Maka dia tidak akan disentuh oleh api neraka.
Sesungguhnya usaha biasa saja di jalan Allah dan Sunnah, lebih baik daripada usaha yang gigih
yang bertentangan dengan mereka (Qur'an dan Sunnah). Ini adalah pernyataan dari Ubaib Ibn
Ka'ab.
Namun, dengan mendorong kembali untuk berpegang teguh pada Qur'an dan Sunnah, Ibn
Abbas pun berkata setelah mengamati seorang pria yang mengikuti Sunnahnya Nabi. Ia menyeru
yang lainnya untuk mengikuti Sunnah dan melarang berbuat bid'ah. Maka dia yang mengamati
orang seperti itu, artinya dia sendiri memujinya, dengan mengamati orang seperti itu.
Lalu, ia menyebutkan beberapa riwayat dari para sahabah tentang perkara itu. Pada
dasarnya penekanan di sini adalah pentingnya untuk berpegang teguh pada Sunnah dan pada
Jamaah. Ini adalah sesuatu yang ditekankan oleh Rasulullah( ‫)ﷺ‬. Beliau melarang
pemberontakan dan mengada-ngadakan hal baru dalam hal agama. Semua itu akan menciptakan

13
Islamic Online University December 30, 1899

perpecahan dalam tingkatan memecah belah umat, maka orang seperti itu harus dilawan. Di
masanya sendiri, beliau menangani berbagai macam perselisihan yang terjadi di tengah para
sahabahnya. Beliau menyediakan pondasi untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
Sepeninggal beliau, maka kita menyelesaikannya dengan berdasarkan Sunnahnya. Itulah
pentingnya berpegang teguh pada Sunnah. Karena melalui Sunnah, kita bisa menyelesaikan
perselisihan kita sendiri untuk mengklarifikasi kesalahpahaman kita dan tetap menjaga keutuhan
umat.
Dan tentunya dalam level politik, dunia Muslim saat ini berkutat dengan kebalikannya
yang absolut. Banyak bangsa yang terpecah belah, bahkan jika kalian turun ke level yang paling
kecil pada Pergerakan Islam. Berbagai kelompok yang dibuat untuk tujuan-tujuan yang baik,
dengan niat yang baik dan sebagainya. Segera setelah orang-orang berselisih, di antara kelompok
mereka sendiri, mereka pun terpecah. Jadi, perpecahan yang dimulai dalam satu kelompok pada
akhirnya menimpa banyak kelompok setelahnya.
Inilah suatu hal yang kami alami di seluruh dunia Muslim. Semua orang ingin menjadi
presiden, wakil presiden atau Bendahara (menteri keuangan). Jadi, kita tidak punya kelompok
induk. Sebagian diantaranya hanya terdiri dari tiga orang, hanya presiden, wakil presiden dan
bendahara. Inilah yang dikutuk oleh Allah( ‫ )ﷻ‬seperti dalam Qur'an. Rasulullah( ‫ )ﷺ‬juga
melaknatnya seperti dalam Sunnah. Inilah kebalikan dari berpegang teguh pada Qur'an dan
Sunnah.
Bagian yang kedua (dari kuliah ini) yang disuguhkan oleh Ibn Jauzi dalam Pendahuluan
buku Devil Deception (Tipu Daya Setan), yaitu tentang persoalan sunnah dan bid'ah kita harus
berpegang teguh pada Sunnah. Di sisi lainnya, kita akan melihat persoalan tentang bid'ah. Karena
adanya fakta bahwa sebagian dari sekte yang terpecah, mereka terpecah melalui bid'ah.
Ia menyatakan pada dasarnya bahwa meskipun ia menyerukan untuk berpegang teguh
pada Qur'an dan Sunnah, setiap pelaku bid'ah yang menyimpang di dunia juga menyeru untuk
kembali pada Sunnah. Itu sudah biasa.
Jadi, apa nilai dari menyeru mereka pada Qur'an dan Sunnah. Jika kalian menelusuri
internet pada jalur Sunni yang diklaim menyeru pada Qur'an dan Sunnah. Maksud saya, mereka
sebenarnya adalah Sufi bid'ah menyeru pada paham yang ekstrim.
Bisa kita pahami ini adalah dilema umum yang harus kita hadapi. Sehingga Jauzi berkata
jika seseorang mengusung isu ini, maka aku akan berkata dengan menjawab bahwa kata Sunnah
secara harfiah artinya adalah jalan. Tidak diragukan lagi bahwa para sahabah dari Rasulullah( ‫)ﷺ‬
adalah mereka yang mengikuti jejak langkahnya. Dan mereka yang meriwayatkan perkataan
Rasulullah( ‫ )ﷺ‬adalah para pengikut Sunnah. Karena mereka berada pada jalan, dimana tidak
ada bid'ah yang muncul.
Jika kalian membahas tentang para pengikut Sunnah. Jika kita akan mengikuti Sunnah,
yang kita maksud adalah mengiikuti Sunnah yang diikuti oleh para sahabah, mereka yang
mengikuti mereka (para tabi’in), dan generasi setelah mereka (tabi'ut tabi’in). Itulah sebabnya
mengapa Rasulullah( ‫ )ﷺ‬berkata bahwa mereka adalah generasi yang terbaik.
Itulah poin yang kita tekankan ketika kita menyatakan jika kita mengikuti Qur'an dan
Sunnah, yang artinya kita mengikutinya berdasarkan generasi-generasi terdahulu. Ia pun

14
Islamic Online University December 30, 1899

menambahkan bahwa bid'ah, ia mengacu pada sesuatu yang artinya ditemukan (diada-adakan).
Dalam sebagian besar kasus, bid'ah bertentangan dengan hukum ilahi, dengan menerapkan
kebutuhan untuk kepentingan manusia atau kesenangan manusia.
Bid'ah, secara esensinya bertentangan dengan apa yang ada dalam hukum ilahi. Yang
artinya penentangannya akan menyiratkan adanya kebutuhan bagi manusia sebagai tambahan
maupun kesenangan. Ayat dalam Qur'an yang Allah( ‫ )ﷻ‬berfirman:
‫َأ‬ ‫َأ‬
‫اْلَيْوَم ْكَمْلُت َلُكْم ِديَنُكْم َو ْتَمْمُت َعَلْيُكْم ِنْعَمِتي َوَر ِضيُت َلُكُم‬
‫اِإلْس َالَم ِديًنا‬
“Pada hari ini Aku sempurnakan untuk kamu agamamu…”(Al-Maidah; 3)
Dalam ayat ini Allah telah menegaskan bahwa rahmat yang Dia berikan telah sempurna.
lebih jauh lagi, Dia meridhai Islam yang sudah dipahami di masa itu sebagai agama. Jadi, jika
ada yang muncul setelah masa itu dan mengatakan: "kita harus mengubah ini dan menambahkan
itu dan kita harus menghilangkan itu.” Sebenarnya dia maksudkan adalah agama Islam belum
sempurna, pertolongan (rahmat) Allah belum sempurna. Dan Islam bukanlah Islam di masa itu,
namun Islam yang menyesuaikan dengan waktu.
Seperti ia katakan bahkan sebuah amalan yang diada-adakan yang tidak bertentangan
dengan syariah atau menyiratkan adanya perubahan, yang tidak disukai oleh mayoritas ulama
terdahulu. Mereka biasa menghindari bentuk bid'ah apapun, meskipun sebagian diantaranya bisa
diterima.
Namun, demi melindungi prinsip yang mendasar, ittiba yaitu mengikuti Rasulullah,
sebagai contoh ketika Abu Bakar dan Umar Ibn Khatab mendekati Zaid Ibn Tsabit untuk
mengumpulkan Qur'an. Tanggapan awal dalam pengumpulan Qur'an: "bagaimana kalian berdua
melakukan sesuatu dalam agama yang tidak dilakukan Rasulullah?" Itulah tanggapan Ibn Tsabit.
Abdullah Ibn Salamah menceritakan bahwa ketika seorang Sahabi yaitu Saad Ibn Malik
mendengar dua orang pria yang beribadah haji yang berkata: labbaik dzal ma'arij, yang artinya
kami mendengar dan kami datang wahai pemilik dari segala zat. Lalu Saad berkata: "kami tidak
pernah mengucapkan demikian di masa Rasulullah.”
Seorang pria memberi tahu Abdullah Ibn Mas'ud bahwa ada sekelompok orang tengah
duduk di masjid setelah sholat maghrib dan salah satu dari mereka berkata "Allahu akbar.” Yang
lainnya akan mengulanginya secara bersamaan. Lalu dia akan berkata “subhanallah” dan mereka
pun akan mengulanginya. Lalu dia mengucapkan “Alhamdulillah,” dan mereka pun
mengulanginya.
Abdullah Ibn Mas'ud menyuruh pria itu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya mereka
lakukan, jika dia menemukan mereka melakukan hal serupa lagi. Ketika dia (pria itu) kembali ke
tempat mereka semula dia duduk, sampai dia mendengar mereka. Lalu dia kembali pada Ibn
Mas'ud dan Ibn Mas'ud bergegas menghampiri mereka dan berkata: "Aku adalah Abdullah Ibn
Mas'ud, demi Allah, tiada Tuhan selain Dia, engkau telah membawa bid'ah dan menganggap diri
kalian sendiri lebih paham daripada para sahabah Nabi Muhammad( ‫)ﷺ‬.

15
Islamic Online University December 30, 1899

Amr Ibn Utbah berkata: “Mohonlah ampunan kepada Allah.” Ibn Mas'ud berkata: “Aku
berpegang teguh pada jalan Rasulullah, jika kalian menuju jalan yang ke kanan ataupun ke kiri,
maka kalian akan jauh tersesat.
Sejalan dengan itu, Ibn Jauzi menyebutkan riwayat-riwayat lainnya tentang para sahabah.
Setiap kali mereka memeriksa tindakan atau amal ibadah apapun, pernyataan dan pemikiran
yang bertentangan dengan sunnah, mereka akan bicara lantang dalam menentangnya. Itulah poin
utama dari Pendahuluan yang diberikan oleh Ibn Jauzi. Di kelas berikutnya, kita akan mulai
menelaah penyimpangan dari kelompok yang pertama yang terpecah dari Islam yang umum,
yang dikenal sebagai Khawarij atau Kharijite.
Insya Allah, ada pertanyaan yang diajukan tentang Alawi pada bagan tentang sekte-sekte.
Apa yang dimaksud dengan Newsairism dari Seveners (7 imam). Itu adalah nama yang
disematkan untuk Alawi, yang artinya di Syria. Mereka adalah kelas penguasa di Syria, Hafizah
berasal dari Newseria.
Dasar keyakinan mereka di luar Islam. Dalam sistem keyakinan mereka, mereka telah
meninggikan Ali Ibn Abi Thalib pada level yang sama. Bukan hanya di level yang sama, namun
diangkat lagi pada status bisa dikatakan yang abadi. Mereka menjadikan Ali Ibn Abi Thalib dan
Muhammad( ‫)ﷺ‬, saya pikir tepatnya itulah yang terjadi dengan Salman Al-Farisi. Mereka
membentuk keabadian. Jadi, mereka benar-benar keluar dari Islam.
The Drew di Libanon, mereka juga keluar dari Islam yang aslinya dari Syiah. Kami
punya referensi, untuk buku dari Ibn Hazam yang disebut Al-Fishal fi al-Milal wa Ahwa an
Nihal. Ini adalah bukunya Ibn Hazam yang tersedia di [Link] dalam bentuk makalah.
Buku ini disusun oleh Gulam Haider Ashi, versi terjemahan.
Sangat baik jika bisa mendapatkannya, yang harganya 31 dollar 52 sen, di India, 8 dollar.
Mungkin kamu bisa menyediakannya untuk situs kami, bagi mereka yang berminat. Buku ini
seperti Milal wa Nahl membahas yang kita telaah sekarang. Bahkan, mereka membahas sekte-
sekte filosofis dari Yunani. Mereka membahas Hinduisme, dan mereka pun menelaah Budhisme.
Jadi bahasan mereka sangat meluas.
Sedangkan kita hanya fokus membahas sekte-sekte yang menyebut mereka sendiri
muslim, dan semuanya terkait dalam satu cara, atau dengan cara lainnya pada agama Islam.
Baiklah, apa ada pertanyaan lain? Tidak ada.

16

Anda mungkin juga menyukai