0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan55 halaman

Memuat Keluarga Kolom dan Balok di Revit

Diunggah oleh

Deryanza Mauliddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan55 halaman

Memuat Keluarga Kolom dan Balok di Revit

Diunggah oleh

Deryanza Mauliddin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BIM REVIT | 1

1.1 BUILDING INFORMATION MODELING


Building Information Modeling adalah representasi digital dari karakter fisik dan karakter
fungsional suatu bangunan dan didalamnya terdapat semua informasi mengenai elemen-elemen
bangunan tersebut. Revit merupakan software Building Information Modeling yang memiliki
kemampuan mengolah desain, mendokumentasikan suatu proyek dan dapat menghasilkan denah,
tampak, potogan , perpektif dan schedule.

1.2 Tahap awal memulai project

Gambar 1.
Gambar
Tampilan awal lembar kerja Revit
Project / Model > Untuk membuka file revit project dengan format rvt.
Families > Untuk membuat revit family terbaru / dengan format rfa.
Recent Files > Menampilkan file rvt atau rfe yang baru saja dibuka.
1.3 Memulai File Baru

Gambar 1.1. Gambar tampilan template project


Template File > Merupakan file revit untuk memulai project baru
> Berisi pengaturan antar disiplin project
BIM REVIT | 2
1.4 Grid Struktur
Dalam sebuah permodelan, kita dapat menggunakan grid sebagai as bangunan .

Gambar 1.1. 1 Gambar Tampilan Grid Revit


1.5 Struktur Level
Dalam gambar konstruksi, ketinggian Level diukur berdasar permukaan finishing lantai. Pada
pengerjaan model struktur, ketinggian untuk pengerjaan lantai struktur, beam, dan kolom berada
di bawah finishing lantai. Dengan demikian peil Level untuk struktur harus dipindahkan ke
bawah sesuai dengan tebal finishing lantai arsitektur.

Gambar 1.1. 2 Perbedaan Level lantai arsitektur dan struktur

1.6 MELETAKKAN KOLOM STRUKTUR


1.6.1 Structural Column Tool
Langkah untuk membuat kolom struktur vertikal adalah sebagai berikut:
1. Buka Floor Plan View
BIM REVIT | 3
Klik Structure tab > Structure panel > Structural Column
Gambar 1.2. 1 Tool
Structural Column
pada Structure panel
dalam Structure tab

2. Ribbon yang aktif akan berubah menjadi Modify/ Place Structural Column tab
3. Pada Option bar di bawah Ribbon, ubah Depth menjadi Height dan pilih Level batas atas
kolom.

Gambar 1.2. 2 Option bar saat menggunakan Structural Column tool

4. Pastikan pada Modify/ Place Structural Column tab > Placement Panel > Vertical
Column
5. Pilih tipe kolom dari Type Selector di Properties Palette.

Gambar 1.2. 3 Pilihan Vertical Column


pada Placement panel dalam Modify/ Place
Structural Column

6. Jika kolom yang diinginkan tidak ada, klik Modify/ Place Structural Column tab > Mode
panel > Load Family

Structural Column library terdapat pada folder Structural Column sedangkan Architectural
Column library terdapat pada folder Column.

7. Klik pada Drawing Area untuk meletakkan Structural Column


8. Tekan esc 2x untuk mengakhiri perintah
BIM REVIT | 4

Untuk meletakkan banyak kolom sekaligus pada seluruh perpotongan grid atau di dalam
seluruh kolom arsitektur, langkahnya adalah:
1. Klik Modify/ Place Structural Column tab > Multiple panel > At Grids atau At
Columns, saat hendak meletakkan kolom.
2. Pilih semua grid struktur atau kolom arsitektur yang diinginkan
3. Klik Finish untuk selesai. Kolom otomatis akan ditempatkan pada semua perpotongan
grid atau di dalam kolom arsitektur

1.6.2 Base Level dan Top Level


Kolom memiliki parameter Base/ Top Level dan Base/ Top Offset pada Instance
Properties Palette yang menentukan elevasi/ ketinggian kolom.

Gambar 1.2. 4 Base/ Top Level/ Offset pada instance Properties dari kolom (kiri) dan Parameter
Dimensions pada Type Properties kolom beton (kanan)

1.6.3 Mengubah Ukuran Kolom


Parameter ukuran kolom umumnya terdapat pada Type Properties dan dapat diatur
dengan cara sebagai berikut:
1. Pilih kolom yang ingin diubah
2. Klik Properties Palette > Edit Type
3. Pilih parameter pada bagian Dimensions. Jenis parameter dimensi ini tergantung pada
Family kolom
BIM REVIT | 5

1.6.4 Slanted Column


Slanted Column adalah kolom miring yang dapat kita buat sebagai kolom struktural.
Slanted Column tidak memiliki variasi kolom arsitektural sehingga tidak dapat diberi finishing.
Langkah untuk membuat Slanted Column adalah sebagai berikut:
1. Buka Floor Plan View
2. Klik Structure tab > Structure panel > Structural Column
3. Ribbon yang aktif akan berubah menjadi Modify/ Place Structural Column tab
Certification
4. Pilih pada Modify/ Place Structural Column tab > Placement Objective Panel >
slanted Column
5. Pada Option Bar di bawah Ribbon, tentukan 2nd Click dan 1st Click dan offset Level-nya
Gambar 1.2. 5 Pilihan Slanted Column
pada Placement panel dalam Modify/ Place
Structural Column (kiri) dan Option Bar
saat membuat Slanted Column (bawah)

6. Klik pada Drawing Area untuk menentukan posisi mulai (1st Click) dan posisi akhir (2nd
Click)

Gambar 1.2. 6 Langkah membuat Slanted Column dan hasilnya pado denah, tampak, dan 3D
BIM REVIT | 6

Slanted Column TIDAK dapat diletakkan sekaligus dengan pilihan > At Grids atau At
Columns. Walaupun demikian, Slanted Column dapat diletakkan pada Grid dan akan ikut
berpindah fika Grid dipindah. Slanted Column juga tidak dapat di-copy and monitor dari
kolom arsitektur di model arsitektur karena tidak ada varian kolom arsitektur.

Selain Base Level dan Top Level, Slanted Column memiliki beberapa parameter
tambahan di dalam Instance Properties, yaitu: Column Style, Base Cut Style/ Extension, dan Top
Cut Style/ Extension yang mempengaruhi geometri ujung-ujung kolom.

Gambar 1.2. 7 Parameter Column Style, Base Cut Style/ Extension, don Top Cut Style/ Extension
pada instance Properties dari Slanted Column
Panjang, ketinggian, dan arah kemiringan Slanted Column dapat diatur dengan menarik
ujung-ujung kolom. Cara terbaik untuk mengedit Slanted Column adalah melalui Floor Plan
dan Section/ Elevation yang sejajar dengan arah kolom. Mengedit dari view 3D dapat
menyebabkan titik ujung kolom tertarik ke arah yang tidak diinginkan.

Gambar 1.2. 8 Mengedit Slanted Column secara presisi pada Section/ Elevation dan Floor
Plan
BIM REVIT | 7

1.7 MENGGAMBAR BALOK

Balok merupakan Component Family yang jenis/profilnya dapat di load dari file rfa.
Balok juga merupakan elemen yang bersifat garis sehingga memiliki cara pembuatan yang mirip
dengan dinding. Secara default, balok (dan bracing) hanya terlihat pada Structural Plan View dan
tidak terlihat pada Floor Plan biasa.

1.7.1 Beam Tool


Untuk menggambar balok, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Buka Floor Plan atau Structural Plan View (nyalakan Underlay ke lantai di bawahnya jika
pada Floor Plan)
2. Klik Structure tab > Structure panel > Beam
Gambar 1.3. 1 Tool Beom pada
Structure panel dalam Structure
tab

3. Pilih tipe balok dari Type Selector di Properties Palette.


4. Jika balok yang diinginkan tidak ada, klik Modify/ Place Beam tab > Mode panel >
Load Family

Beam library terdapat pada folder Structural Framing.

5. Gunakan Sketch/Draw Tool yang terdapat pada Modify/ Place Beam tab > Draw panel
untuk menarik garis balok dari titik tengah kolom ke titik tengah kolom lainnya.
Gambar 1.3. 2 Modify/ Ploce Beam tab

6. Tekan esc 2x untuk mengakhiri perintah


BIM REVIT | 8

Untuk meletakkan banyak balok sekaligus pada setiap ruas grid struktur antar kolom, kita
dapat melakukan cara berikut:
1. Klik Modify/ Place Beam tab > Multiple panel > on Grids, saat hendak menggambar
garis balok.
2. Pilih semua grid struktur yang diinginkan
3. Klik Finish untuk selesai. Balok otomatis akan ditempatkan pada semua ruas grid
antar kolom

Namun cara ini tidak dapat diterapkan jika kita hendak membuat balok cantilever atau jika
posisi titik tengah kolom tidak tepat pada perpotongan grid karena penempatan balok On Grid
membutuhkan
referensi 2 kolom tepat pada perpotongan grid.

1.7.2 Penggunaan Struktural


Terdapat 5 jenis penggunaan struktural untuk beam, yaitu: Girder (balok utama),
Horizontal Bracing, Joist (anak balok), Purlin (rangka atap), dan Other. Hal ini dapat dipilih dari
parameter Structure pada Instance Properties Palette dari beam.

Gambar 1.3. 3 Structural usage dari


sebuah beam di dalam Properties Palette

1.7.3 Mengubah Ukuran Balok


Parameter ukuran balok umumnya terdapat pada Type Properties dan dapat diatur dengan
cara sebagai berikut:
1. Pilih balok yang ingin diubah
2. Klik Properties Palette > Edit Type
3. Pilih parameter pada bagian Dimensions. Jenis parameter dimensi ini tergantung pada
Family balok
BIM REVIT | 9

1.7.4 Posisi Balok


Dalam Instance Properties Palette dari balok terdapat 2 parameter yang menentukan
posisi/ penempatan balok yaitu Y Justification/ Offset dan Z Justification/ Offset.
Y Justification/ Offset value:
 Menentukan posisi balok secara horizontal
terhadap garis penggambaran balok (atau garis
grid jika pada grid struktur): Origin, Center, Left,
atau Right
 Prinsipnya sama dengan location line pada wall.

Z Justification/ Offset value:


 Menentukan posisi balok secara vertikal terhadap
lantai di mana balok tersebut digambar: Top,
Center, atau Bottom face.
 Prinsipnya sama dengan height offset from level
pada elemen lain

Gambar 1.3. 4 Parameter Y


Justification dan Z Justification pada
Instance Properties Palette dari balok

1.7.5 Kemiringan Balok


Suatu balok dapat pula dibuat miring dengan mengatur parameter Start Level Offset dan
End Level Offset pada Instance Properties Palette. Parameter Start Level Offset dan End Level
Offset ini dapat digunakan untuk mengubah elevasi balok horizontal.
Gambar 1.3. 5 Perbandingan parameter Start
dan End Level Offset pada bolok dator (atas),
miring (tengah), dan yang tidak selevel
dengan lantai (bawah)
BIM REVIT | 10

Tabel 1.3. 1 Perbandingan penggunaan Offset Value dan Start/End Level Offset
z-Offset Value Start & End Level Offset
Analytical Beam Tetap selevel lantai Berubah sejajar balok
Gunakan jika Menopang lantai yang Tidak ada lantai atau
sejajar garis Level ketinggian
berbeda jauh dari garis Level

1.8 MENGGAMBAR BRACING


Bracing adalah elemen struktur diagonal yang menghubungkan kolom dengan kolom atau
kolom dengan balok sebagai penguatan lateral tambahan. Pada dasarnya bracing adalah balok
diagonal dan mengambil Family/Type yang sama dengan Beam.

1.8.1 Brace Tool


Untuk membuat bracing, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Buka Structural Plan View
2. Klik Structure tab > Structure panel > Brace
Gambar 1.4 1 Tool Brace pada
Structure panel dalam Structure
tab

Pilih Start dan End Level pada Option Bar di bawah Ribbon
3. Pilih tipe balok dari Type Selector di Properties Palette.
4. Jika balok yang diinginkan tidak ada, klik Modify/ Place Brace tab > Mode panel >
Load Family
Brace library terdapat pada folder Structural Framing.

5. Gunakan Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada Modify/ Place Brace tab > Draw panel
untuk menarik garis bracing dari kolom ke kolom atau kolom ke titik tengah balok
Gambar 1.4 2 Garis bracing dari kolom ke
kolom (atas) atau dari kolom ke balok
(bawah)

6. Tekan esc 2x untuk mengakhiri perintah


BIM REVIT | 11

1.8.2 Posisi Brace Terhadap Kolom dan Balok


Posisi bracing ditentukan oleh parameter pada Instance Properties.

Bracing yang menghubungkan kolom dengan kolom memiliki Instance Properties yang
berbeda dari bracing yang menghubungkan kolom dengan balok.

Gambar 1.4 3 Instance Properties dari Brace yang menghubungkan kolom ke kolom (atas) dan
kolom ke balok (tengah) serta perbandingan End Attachment Ratio yang menentukan posisi
Brace terhadap titik awal dan akhir balok (bawah)
BIM REVIT | 12

1.8.3 Posisi Geometri


Sama seperti balok, Brace juga memiliki Y-Justification dan Z- Justification yang
menentukan posisi horizontal dan vertikal terhadap garis penggambaran Brace. Z-Justification
juga mempengaruhi elevasi dari Brace selain Start dan End Attachment

Gambar 1.4 4 Properti Y dan Z Justification pada Instance Properties dari Brace

1.8.4 Penggunaan Struktural


Terdapat 3 jenis penggunaan struktural untuk bracing, yaitu: Vertical Bracing
(menghubungkan kolom-kolom atau kolom-balok), Kicker Bracing (penopang kolom), dan
Other.
Hal ini dapat dipilih dari parameter Structure
pada Instance Properties Palette dari bracing.

Gambar 1.4 5 Structural usage dari sebuah


bracing di dalam Properties Palette

1.8.5 Mengubah Ukuran Brace


Sama seperti Beam, parameter ukuran bracing umumnya terdapat pada
Type Properties dan dapat diatur dengan cara sebagai berikut:
1. Pilih brace yang ingin diubah
BIM REVIT | 13

2. Klik Properties Palette > Edit Type


3. Pilih parameter pada bagian Dimensions. Jenis parameter dimensi ini tergantung pada
Family balok

1.9 MENGGAMBAR DINDING STRUKTUR


Dinding struktur merupakan Family dinding basic wall yang diperhitungkan dalam
ketahanan struktur dan memiliki analytical model untuk perhitungan struktur. Dinding struktur
umumnya digunakan pada core/ bearing wall, dinding geser/ shear wall, dan basement/ retaining.
Secara Default, saat dinding struktur bertemu dengan kolom struktur dan balok, dinding akan
memotong kolom dan balok tersebut.

1.9.1 Structural Wall Tool

Cara untuk menggambar dinding


struktur yaitu:
1. Buka Structural Plan View
2. Structure tab > Structure panel >
Wall drop-down > Wall: Structural

Gambar 1.5. 1 Tool Wall Structural pada


Structure panel dalam Structure tab
BIM REVIT | 14

1.9.2 Penggunaan Struktural


Perbedaan utama dinding struktur dengan arsitektur adalah parameter Structural pada
instance Properties Palette.

Terdapat 3 jenis penggunaan


struktural, yaitu: Bearing, Shear,
dan Structural combined

Gambar 1.5. 2 Parameter


Structural pada instance Properties
Palette dari Structural Wall

Dinding yang mengikuti bentuk Massing TIDAK dapat diubah menjadi dinding struktural.

1.9.3 Wall Properties

Pada wall Instance properties, terdapat


beberapa parameter yang harus
diperhatikan, yaitu:
 Basel Top Constraint dan Offset
 Location Line

Gambar 1.5. 3 Wall Instance


properties menunjukkan Location Line,
Base Constraint, Base Offset Top
Constraint, dan Top Offset (kiri) dan
Base/ Top Constraint berpengaruh
pada tinggi dinding saat level lantai
dinaik/turunkan (bawah)
BIM REVIT | 15

Base/ Top Constraint/ Offset mempengaruhi elevasi dan tinggi dinding. Langkah untuk
menentukan Base/ Top Constraint/ Offset selengkapnya dapat dibaca pada buku Revit -
Introduction.
Line  Menentukan garis penggambaran dinding pada garis as atau sisi dinding.
Location  erdapat 6 pilihan: Wall Centerline, Finish Face Exterior/ Interior, Core
Centerline, Core Face Exterior/ Interior
 Berpengaruh saat sisi interior/ eksterior dinding dibalik/flip dan saat
mengubah susunan material
BIM REVIT | 16

Gambar 1.5. 4 Location Line dinding pada Finish Face, posisi symbol flip menandakan Location
Line (kiri) dan saat dinding dibalik sisinya (kanan) (Autodesk, Inc., 2020)

1.9.4 Susunan Material Dinding


Dinding merupakan salah satu elemen yang memiliki susunan lapisan Material. Hanya
Family Basic Wall yang memiliki susunan Material Layer. Ketebalan tiap layer mempengaruhi
ketebalan dinding.
BIM REVIT | 17
1.10 MENSKETSA LANTAI STRUKTUR
Lantai struktur merupakan slab struktur yang ditopang oleh elemen struktur lainnya
seperti kolom, balok, dan sloof (pada lantai dasar).
1.10.1 Structural Floor Tool
Cara membuat lantai struktur yaitu:
1. Buka Structural Plan View
2. Structure tab > Structure panel > Floor drop-down > Floor: Structural
Gambar 1.6. 1 Tool Floor:
Structural pada Structure panel
dalam Structure tob

Arah bentangan utama dapat diketahui dari double line yang terdapat pada sketsa
boundary lantai. Bentangan lantai ini berpengaruh pada lantai struktur dan harus ditentukan saat
membuat lantai struktur dengan menggunakan Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada
Modify/ Create Floor Boundary tab > Draw panel > Span Direction
Gambar 1.6. 2 Sketching/ Draw Tool
untuk menentukan Spon Span Direction
dalam Sketch/Edit Mode (atas) dan line
pada floor boundary yang menandakan
arah bentangan utama lantai (bawah)
BIM REVIT | 18

1.10.2 Boundary Line


Floor Structural Tool akan membawa kita masuk ke Sketch/ Edit Mode Gunakan
Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada Modify/ Create Boundary tab > Draw panel >
Boundary Line
Gambar 1.6. 3 Sketching/ Drow Tool untuk
membuat Boundary Line

Profil yang dibuat harus dalam bentuk kurva tertutup; TIDAK boleh terbuka atau ada garis
yang berpotongan. Loop yang berada di dalam loop lain akan menjadi void.

Gambar 1.6. 4 Proses pembuatan Boundary dengan Sketching/Draw Tool: line (atas), sketsa
untuk void (tengah) dan sketsa yang tidak diperbolehkan (bawah)
BIM REVIT | 19

1.10.3 Slope
Dalam Sketch/ Edit Mode, kemiringan permukaan dapat ditentukan dengan 2 cara:
mensketsa garis Slope atau menentukan Define Slope dari salah satu sisi Boundary
Untuk membuat kemiringan 1 arah menggunakan Slope Arrow:
1. Gunakan Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada Modify/ Create Boundary tab > Draw
panel > Slope Arrow.
Gambar 1.6. 5 Sketching/ Draw Tool untuk
membuat Slope Arrow Slope Arrow

2. Kemiringan permukaan dapat ditentukan dengan cara: Pilih Slope Arrow yang sudah dibuat
Masukkan nilai Height Offset at Tail dan Height Offset at Head pada Properties Palette.

Gambar 1.6. 6 Proses membuat Slope Arrow dengan Sketching/Draw Tool: Line dan Properties
Palette dari Slope Arrow yang dipilih
Untuk meratakan permukaan kembali, hapus Slope Arrow yang ada
BIM REVIT | 20

Untuk membuat kemiringan berdasar salah satu sisi Boundary

1. Pilihlah salah satu garis Boundary yang telah dibuat. Pada Option Bar atau Properties Palette
akan terdapat check box Defines Slope

Gambar 1.6. 7 Check box Defines Slope pada Option bar jiko garis sketsa Boundary dipilih
2. Centang pilihan Defines Slope untuk membuat kemiringan permukaan dengan dasar garis/
sisi tersebut. Sisi Boundary yang memiliki Defines Slope aktif akan memiliki notasi sudut
pada sketsa di Drawing Area yang dapat dimasukkan nilainya langsung pada Temporary
Dimension di Drawing Area
Gambar 1.6. 8 Sudut kemiringan Define Slope dapat
ditentukan melalui Temporary Dimension yang muncul saat
garis sketsa dipilih

1.10.4 Properties
Ketinggian lantai/ ceiling/ atap dari garis
Level dapat ditentukan melalui Instance
Properties Palette di bagian Level dan
Offset from Level

Gambar 1.6. 9 Parameter Level dan


Height Offset from Level pada Instance
Properties Palette untuk menentukan
ketinggian permukaan dari garis Level

Jika terdapat Define Slope aktif pada Boundary Line, maka ketinggian dari Level dihitung
dari sisi yang memiliki Define Slope aktif.

Tipe lantai/ ceiling/ atap dapat dipilih dari Type Selector


Untuk mengubah bentuk lantai/ ceiling/ atap yang ada, pilih elemen yang ingin diubah, Klik
Modify/ Floors tab > Mode panel > Edit Boundary/ Edit Footprint
BIM REVIT | 21

1.10.5 Susunan Material Lantai Struktur


Bagian-bagian Edit Assembly untuk lantai sama dengan Edit Assembly pada dinding.
Susunan Material dapat diatur sebelum selesai dari Sketch/ Edit Mode ataupun saat elemen
sudah selesai dibuat dengan memilihnya kembali.
Langkah selengkapnya untuk mengubah susunan Material dapat dilihat pada buku Revit-
Introduction.

Gambar 1.6. 10Edit Assembly dari Floor

Khusus pada Floor, terdapat kolom pilihan Variable untuk masing- masing layer
Material. Pilihan Variable jika aktif akan membuat layer material tersebut memiliki ketebalan
yang tidak seragam jika terdapat kemiringan yang dibuat dengan Modify Sub-Elements

Gambar 1.6. 11 Perbandingan lantai yang tidak memiliki Material Loyer dengan Variable aktif
atas) dan yang memiliki Material Layer dengan Variable aktif (bawah) saat diubah dengan
Modify Sub-Elements (Autodesk, Inc., 2020)
BIM REVIT | 22

Pada dasarnya pengaturan material layer dari lantai struktur dan masing-masing
ketebalannya, sama dengan lantai arsitektur. Namun, terdapat fungsi layer material tambahan,
yaitu: Structural Deck.

Gambar 1.6. 12 Setting material layer untuk lantai struktur

Structural  Layer material Structural Deck membuat profil deck lantai yang akan tampak
Deck pada View potongan.
 Arah Profile tegak lurus terhadap bentangan utama. Profil dan ketebalan deck
bergantung pada Deck Profile yang di-load melalui Insert tab > Load from
Library panel > Load Family.
 Terdapat 2 macam Deck Usage: Standalone Deck dan Bound Layer Above
 Secara 3D, plat lantai tetap tampak rata.
 Digunakan untuk lantai precast dan dibuat per bentangan struktur

Gambar 1.6. 13 Lantal struktur menggunakan Structural Deck dilihat dari potongan: Standalone
Deck (kiri atas), Bound Layer Above (kiri bawah), dan tampilannya dalam 3D (kanan)
BIM REVIT | 23

1.10.6 Membuat Void Opening


Selain melalui Edit Boundary/ Sketch, bukaan/ void dapat pula dibuat dengan cepat
menggunakan tool-tool yang terdapat pada Architecture atau Structure tab > Opening panel,
yaitu: By Face, shaft, Vertical, dan Wall Opening.

Gambar 1.6. 14 Opening panel pada Architecture tab (kiri) dan Structure tab (kanan)

By Face  Bukaan yang dibuat tegak lurus suatu permukaan


Opening  Dapat dibuat pada hampir seluruh permukaan yang rata, termasuk elemen
struktur, kecuali dinding
 Tool: Architecture atau Structure tab > Opening son panel > By Face /
By Face
Vertical  Bukaan yang tegak lurus dengan bidang Ground
Opening  Hanya dapat dibuat pada lantai, ceiling, dan atap
 Tool: Architecture atau Structure tab > Opening panel > Vertical
Shaft  Bukaan vertikal yang dapat menembus banyak lantai, ceiling, dan atap sekaligus
Opening  Memiliki parameter ketinggian di Instance Properties
 Tool: Architecture atau Structure tab > Opening panel > Shaft
Wall  Bukaan untuk melubangi dinding secara rectangular
Opening  Satu-satunya cara melubangi dinding melengkung
 Tool: Architecture atau Structure tab Opening panel > Wall

Gambar 1.6. 15 Dari kiri ke kanan: Wall, Vertical, By Face, dan Wall Opening (Autodesk, Inc,
2020)

Ketiga bukaan vertikal dibuat dengan cara: Sketch pada Plan View
1. Buka Floor Plan View
2. Klik Architecture atau Structure tab > Opening panel > By Face atau By Face atau
In Vertical atau shaft
3. Kita akan masuk ke Sketch/ Edit Mode
BIM REVIT | 24

4. Gunakan Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada Modify/ Create Boundary tab > Draw
panel> Boundary Line

Profil yang dibuat harus dalam bentuk kurva tertutup; TIDAK boleh terbuka atau ada garis
yang berpotongan
Shaft Opening memiliki Parameter Base/ Top Constraint/ Offset untuk menentukan ketinggian
dan elemen-elemen yang ditembusnya

5. Klik Finish untuk selesai dan keluar dari Sketch/ Edit Mode

Gambar 1.6. 16 Base/ Top Constraint/ Offset pada instance Properties Palette dari Shaft (kiri)
dan Wall Opening (kanan)
Untuk dinding, langkah untuk menggunakan Wall Opening adalah:
1. Buka Floor Plan View
2. Klik Architecture tab > Opening panel > Wall
3. Klik dinding yang ingin dibuat bukaan
4. Klik-tahan-drag di dinding untuk membuat bukaan rectangular
5. Tekan esc 2x untuk mengakhiri perintah
6. Klik Wall Opening yang dibuat untuk dapat mengatur properties seperti Base Constraint dan
Top Constraint
7. Drag pada handle di drawing area untuk mengatur lebarnya.
Wall Opening hanya dapat membuat bukaan berbentuk rectangular. Namun demikain, Wall
Opening merupakan satu-satunya cara untuk membuat bukaan di dinding melengkung

1.11 Menggambar Truss


Truss adalah salah satu jenis sistem struktur yang memudahkan kita untuk membuat
rangka atap/ jembatan. Truss terdiri dari Framing Member berupa Beam yang dikunci (pinned).
Terdapat 4 jenis Framing Member dari Truss, yaitu: Bottom Chord, Top Chord, Vertical Web,
dan Diagonal Web. Beam yang dipakai untuk masing-masing member dapat diatur melalui Type
Properties dari Truss.
BIM REVIT | 25

Gambar 1.7. 1 Beam Member dari Truss dan settingnya pada Type Properties

1.11.1 Membuat Truss


Truss dapat dibuat sama seperti Beam dengan langkah berikut:
1. Buka Structural Plan View dari atap
2. Klik Structure tab > Structure Panel > Truss
Gambar
1.7. 2
Tool
Truss
pada
Structure
panel
dalam
Structure
tab

3. Load Family Truss jika belum ada


Truss library terdapat pada folder Structural Trusses

4. Tentukan Framing Member pada Type Properties dari Truss


BIM REVIT | 26

5. Gunakan Sketch/Draw Tool yang terdapat pada Modify/ Place Truss tab > Draw panel
untuk menarik garis Truss
6. Tekan esc 2x untuk selesai

1.11.2 Mengedit Bentuk Truss


Truss yang sudah dibuat dapat diedit lebih lanjut dengan tool-tool yang
terdapat dalam Modify/ Contextual Type dari Truss

Gambar 1.7. 3 Contextual tab dari Beam System

Bentuk Truss dapat diedit dengan cara:


1. Klik Modify/ Structural Truss tab > Mode panel > Edit Profile.
2. Kita akan masuk ke mode sketsa
3. Gunakan Draw Tool Top Chord dan Bottom Chord untuk mengubah profil Truss
Gambar 1.7. 4 Sketch/
Draw Tool untuk
mengubah bentuk Top
dan Bottom Chord

Gambar 1.7. 5 Proses sketsa untuk mengubah profil Top dan Bottom Chord
BIM REVIT | 27

Garis Top Chord dan Bottom Chord TIDAK boleh berpotongan


Bentuk dan ukuran Vertical/ Diagonal Web TIDAK dapat diubah kecuali dengan mengedit
family-nya

1.12 MELETAKKAN PONDASI


Pondasi merupakan elemen sub-struktur yang berada di bawah tanah. Terdapat 3 jenis
pondasi dalam Revit: isolated (setempat), wall (menerus/ dinding), dan slab (rakit).
Masing-masing dibuat dengan tool yang berbeda-beda pada Structure tab > Foundation panel.

Gambar 1.8 . 1 Isolated Foundation (kiri), Wall Foundation (tengah), dan Slab Foundation
(kanan) (Autodesk, Inc., 2020)

Isolated  Pondasi setempat yang dibuat di bawah kolom struktur


Foundation  Merupakan Component Family yang dapat di-load
 Tool untuk membuatnya: Structure tab > Foundation panel > Isolated
Wall  Pondasi lajur yang dibuat sepanjang bagian bawah dinding struktur/
Foundation arsitektur
 Merupakan System Family
 Tool untuk membuatnya: Structure tab > Foundation panel > Wall
Slab  Slab-on-grade pada site yang berdiri lepas/ bebas dan tidak memerlukan
Foundation support dari elemen struktur lainnya
 Dapat pula digunakan untuk membuat dasar pondasi rakit atau pondasi
dengan bentuk tapak non-rectangular
 Merupakan System Family
 Dibuat melalui Sketch mode seperti halnya lantai dan memiliki arah
bentangan struktur utama
 Tool untuk membuatnya: Structure tab > Foundation panel > Slab
drop-down > Structural Foundation: Slab

1.12.1 Isolated Foundation


Tahapan untuk membuat pondasi setempat adalah sebagai berikut:
1. Buka Default 3D View (isometric)
BIM REVIT | 28

2. Klik Structure tab > Foundation panel Isolated

Gambar 1.8 . 2 Tool Isolated Foundation pada


Foundation panel dalam Structure tab

3. Pilih tipe pondasi dari Type Selector. Load Family pondasi jika pondasi yang diinginkan
tidak ada. Dimensi dapat diatur melalui Type Properties ( Edit Type).
Isolated Foundation library terdapat pada folder Structural Foundation.
4. Klik Modify/ Place Isolated Foundation tab > Multiple panel > At Columns atau At
Grids.
Gambar 1.8 . 3 Pilihan At Grids dan At
Column pado Multiple panel dalam modify/
Place isolated Foundation tab

5. Pilih semua kolom struktur yang ada di level pondasi dan klik Finish

Gambar 1.8 . 4 HY Gambar 1.9.4 Preview saat kita memilih kolom-kolom yang hendak diberi
pondasi setempat
BIM REVIT | 29

1.12.2 Wall Foundation


Tahapan untuk membuat pondasi lajur adalah sebagai berikut:
1. Buka Default 3D View (isometric)
2. Klik Structure tab > Foundation panel > Wall

Gambar 1.8 . 5 Tool Wall Foundation pada Foundation


panel dalam Structure tab

3. Pilih tipe pondasi dari Type Selector. Jika pondasi yang diinginkan tidak ada, kita dapat
membuat tipe baru melalui Edit Type. Dimensi dapat diatur melalui Type Properties.
4. Terdapat 2 tipe yang didasarkan pada penggunaan struktur: Bearing dan Retaining.
Parameter ini dapat dilihat melalui Type Properties ( Edit Type). Kedua Type memiliki
parameter dimensi yang berbeda. Dimensi pondasi juga diatur melalui Type Properties ini.

Gambar 1.8 . 6 Structural Usage


Parameter Structural pada Type
Properties dari Wall Foundation

5. Klik satu per satu wall yang ada di level Pondasi dan ingin diberi pondasi lajur. Tekan esc 2x
untuk mengakhiri perintah

Gambar 1.8 . 7 Hasil peletakan Wall Foundation secara otomatis pada sisi bawah dinding yang
dipilih
BIM REVIT | 30

1.12.3 Slab Foundation


Tahapan untuk membuat pondasi slab adalah sebagai berikut:
1. Buka Structural Plan dari level pondasi
2. Klik Structure tab > Foundation panel > Slab drop-
down > Structural Foundation: Slab

Gambar 1.8 . 8 Tool Slab Foundation pada Foundation


panel dalam Structure tab

3. Kita akan masuk ke Sketch/ Edit Mode. Cara membuat Slab Foundation sama dengan
membuat Structural Floor
4. Klik Finish untuk selesai dan keluar dari Sketch/ Edit Mode
Gambar 1.8 . 9 Sketch/Edit Mode saat membuat Slab
Foundation

Sama seperti lantai struktur, Slab Foundation juga memiliki layer material pada Edit
Type yang menentukan ketebalan Slab. Terdapat pula pilihan Structural Deck pada bagian
Function dari layer material.

Gambar 1.8 . 10 Pengaturan layer material dari Stab Foundation


BIM REVIT | 31

2.1 SETTING UNTUK PEMBESIAN BETON


Terkait dengan pembesian beton, terdapat 3 jenis setting, yaitu:
Rebar Mengatur dan membuat definisi ukuran untuk Rebar Cover
Cover Definisi ukuran Rebar Cover diaplikasikan pada Properties dari tiap
Settings komponen struktur
Mengatur anotasi rebar untuk:
Reinforcement  Pembulatan ukuran
Settings  Presentasi dan ampilan Rebar Set
 Prefix/ suffix untuk Area dan Path Reinforcement
 Tata cara penomoran Rebar
Mengatur urutan penomoran Rebar, Fabric, dan Rebar Coupler
Reinforcement Pengaturan urutan nomor dikelompokkan berdasarkan host dari Rebar
Numbers

Seluruh setting umum pembesian ini dapat diakses melalui: Klik Structure tab >
Reinforcement panel drop-down

Gambar 2.1. 1 Reinforcement panel drop down dalam Structure tab


BIM REVIT | 32

2.2 REBAR COVER PADA STRUKTUR BETON


Gambar 2.2. 1 Rebar Cover dalam struktur
beton melingkupi rebar yang ter snop masuk
di dalamnya (Autodesk, Inc, 2020)

Pembesian di dalam sebuah struktur beton diberikan di dalam area Certification Rebar
Cover. Jarak Rebar Cover yang sudah kita tentukan dapat Objective diaplikasikan masing-
masing pada tiap struktur beton dengan cara:
1. Buka 3D View
2. Klik Structure tab > Reinforcement panel > Cover
Gambar 2.2. 2 Tool Cover
pada Reinforcement panel
dalam Structure tab

3. Pada Option bar, pilih Pick Elements untuk memilih keseluruhan elemen, atau
pick Faces untuk memilih satu sisi permukaan saja yang hendak diatur Rebar Cover-nya
4. Klik elemen atau permukaan elemen yang hendak diubah
5. Pada Option Bar, pilih Cover Setting yang sudah kita set sebelumnya dari Cover Setting
drop-down
6. Tekan esc untuk selesai
BIM REVIT | 33

Rebar Cover juga dapat dipilih melalui


Instance Properties Palette dari struktur yang
dipilih.

Pengaturan Rebar Cover tetap dapat


dilakukan setelah Rebar diberikan dan akan
mempengaruhi posisi Rebar

Gambar 2.2. 3 Parameter Rebar Cover pada


instance Properties Palette kolom

2.3 PEMBESIAN PADA KOMPONEN BETON


2.3.1 Rebar Tool
Kategori komponen beton yang dapat diberikan Rebar yaitu:
 Structural Framing  Floors
 Structural Columns  Walls
 Structural Foundations  Foundation Slab
 Structural Connections  Wall Foundation
 Stair  Slab Edge

Untuk memberikan pembesian pada kolom, balok, pondasi, tangga, Certification atau
komponen custom yang termasuk kategori struktur dan memiliki Objective material beton, kita
dapat melakukan langkah sebagai berikut:
1. Klik Structure tab > Reinforcement panel > Rebar
Gambar 2.3. 1 Tool Rebar pada
Reinforcement panel dalam
Structure tab

2. Kita akan masuk ke Place Rebar mode


3. Pilih salah satu Placement Methods: Rebar/ Sketch Rebar/ Free Form Rebar
pada Placement Method panel
BIM REVIT | 34

Gambar 2.3. 2 Toal/ pilihan Rebar, Sketch Rebar, dan Free


Form Rebar pada Placement Methods panel

Rebar  Meletakkan Rebar pada kolom, balok, pondasi, dan komponen setempat
 Bentuk Rebar sesuai Rebar Shape
Sketch  Membuat custom Rebar Shape sendiri dengan sketsa
Rebar
Free  Meletakkan Rebar langsung pada custom geometry
Form  Rebar akan menyesuaikan bentuk sesuai geometry dan orientasi
Rebar

Pada metode ini, Rebar yang dihasilkan tergantung pada:


Bentuk  Didefinisikan oleh Family Rebar Shape yang dapat dipilih melalui Rebar
Rebar Shape Browser di Option Bar
 Rebar Shape sudah termasuk Hook pada ujung-ujung Rebar serta ukuran
bending
 Ujung Rebar tidak dapat diberikan Treatment
Ukuran  Ditentukan oleh Type di Properties Palette
Rebar
Jumlah  Ditentukan oleh Parameter Group: Rebar Set di Properties Palette atau
dan pola Modify/ Place Rebar tab > Rebar Set panel > Layout
Rebar

Gambar 2.3. 3 Option Bar saat membuat Rebar (atas) dan Rebar Shape Browser beserta
Properties Palette dari Rebar (bawah)
BIM REVIT | 35

Setiap Rebar memiliki parameter Hook di dalam Properties Palette. Secara default, Hook
ditentukan oleh bentuk Rebar Shape. Namun kita dapat mengubahnya dan akan mempengaruhi
Rebar Shape lebih lanjut. Sejak Revit 2021, kita juga dapat memutar arah Hook secara 3D dan
membentuk Rebar Shape baru.

Gambar 2.3. 4 Parameter Hook at Start don Hook of End pada Instance properties Palette
Rebar
Panjang Rebar juga dapat di-override dengan mencentang parameter option Override
Hook Length dan mendefinisikan panjang rebar di parameter A dan G di grup parameter
Dimensions.

Gambar 2.3. 5 Panjang Rebar dapat di-override di parameter Dimension pada Instance
Properties Palette Rebar
BIM REVIT | 36

2.4 PEMBESIAN DINDING DAN LANTAI STRUKTUR


Pada struktur bidang seperti dinding, lantai struktur, dan slab; pembesian selain dapat
diberikan satu-persatu dengan Rebar biasa pada Section view, dapat pula diberikan sekaligus
pada seluruh bidang dengan Rebar System: Area dans Path Reinforcement.

Gambar 2.4. 1 Perbandingan antara Area Reinforcement (kiri) dan Path Reinforcement (kanan)
pada satu dinding struktur
Area  Untuk meletakkan sejumlah besar Rebar dengan jarak yang seragam pada suatu
area permukaan
 Dapat membuat hingga 4 layer Rebar, 2 layer di tiap sisi (top/ bottom,
exterior/interior) saling tegak lurus
 Ukuran Rebar, hook dan jarak dapat diatur untuk tiap layer di Properties Palette
 Dibuat dengan mensketsa Boundary-nya dengan: Structure tab >
Reinforcement panel > Area
Path  Untuk meletakkan Rebar sepanjang Path dengan arah tegak lurus terhadap Path
 Biasa digunakan untuk tepi sisi/ edge dari dinding/ lantai
 Salah satu ujung Rebar berada dalam garis Path dan memanjang ke salah satu
sisi dari Path
 TIDAK dapat membuat beberapa layer Rebar sekaligus. akan berorientasi pada
salah satu sisi: top/ bottom, exterior/ interior
 Pola Rebar dapat dibuat berselang-seling antara 2 pola
 Ukuran Rebar, hook dan jarak dapat diatur untuk tiap pola Rebar di Properties
Palette
 Dibuat dengan mensketsa Path-nya dengan: Structure tab > Reinforcement
panel > Path
Setiap Rebar dapat dipilih secara individu dan diatur Properties-nya.
BIM REVIT | 37

2.4.1 Area Reinforcement


Langkah untuk membuat Area Reinforcement adalah:
1. Buka 3D View
2. Klik Structure tab > Reinforcement panel > Area
Gambar 2.4. 2 Tool Area pada
Reinforcement panel dalam
Structure tab Reinforcement

Pilih dinding/ lantai/ slab yang hendak diberi Rebar


3. Kita akan masuk ke Sketch/ Edit Mode. Gunakan Sketching/ Draw Tool untuk membuat
sketsa Boundary. Arah Rebar utama ditentukan dengan Sketching/Draw Tool Major
Direction
Sketsa Boundary HARUS berupa 1 loop tertutup atau dengan void di dalam dinding/lantai/
slab

4. Pengaturan dari tiap Layer Rebar dapat dilihat pada Instance Properties Palette
5. Klik Finish untuk selesai dan keluar dari Sketch/ Edit Mode

Gambar 2.4. 3 Sketso Boundary dan Major Direction dari Area Reinforcement (kiri atas),
hasilnya (kiri bawah), dan pengaturan tiap layer Rebar dari Instance Properties Palette (kanan)
BIM REVIT | 38

2.4.2 Path Reinforcement


Langkah untuk membuat Path Reinforcement adalah:
1. Buka 3D View
2. Klik Structure tab > Reinforcement panel > Path
Gambar 2.4. 4 Tool
Path pada
Reinforcement panel
dalam Structure tab

Pilih dinding/ lantai/ slab yang hendak diberi Rebar


3. Kita akan masuk ke Sketch/ Edit Mode. Gunakan Sketching/ Draw Tool untuk membuat
sketsa Path. Arah panjang Rebar Certification Objective dapat dibalik dengan menekan
tombol Flip pada sketsa
Sketsa Path HARUS berupa 1 kurva terbuka yang menyambung di dalam dinding/lantal/ slab

4. Pengaturan dari pola Rebar sepanjang Path dapat dilihat pada Instance Properties Palette
5. Klik Finish untuk selesai dan keluar dari Sketch/ Edit Mode

Gambar 2.4. 5 Sketsa Path dari Path Reinforcement (kiri atas), hasilnya (kiri bawah), dan
pengaturan pola Rebar dari Instance Properties Palette (kanan)
BIM REVIT | 39

3.1 JENIS PROFIL BAJA


Di standard industry AEC, terdapat berbegai macam profil struktur baja. Tidak semua
struktur baja dapat diberikan Steel Connection secara langsung. Profil custom, solid, rod/ bar,
cross-shape, dan castellated beam tidak dapat diberikan Structural Connection. Profil baja yang
dapat diberikan steel connection yaitu:

Tabel 3.1. 1 Daftar profil baja yang dapat diberikan Steel Connection (Autodesk,Inc., 2020
BIM REVIT | 40
BIM REVIT | 41

3.2 STEEL CONNECTION


Cara kerja Structural Connection dalam menyambungkan baja adalah:

1. Pertemuan struktur baja dipotong dengan Parametric Cuts: Cope /Mitter / Saw Cut
Flange /saw Cut Web / Cut Through /Cut By

2. Detail/ Fabrication Elements: plate , bolt , anchor , hole , stud , dan las/ weld

; serta Structural Framing dengan profile khusus ditambahkan pada sambungan tersebut.
3. Sebagai tambahan, Modifiers: Corner Cut dan Contour Cut dapat diaplikasikan pada

plate, dan Modifiers Cope Skewed dan Shorten pada beam/ kolom.

Secara default di Visibility Graphic, kategori Structural Connection dan sub-component-nya


di atas tidak ditampilkan. Karena itu, kita harus mengatur Visibility Graphic (VG) agar dapat
melihatnya.

Revit memiliki tool Steel Connection untuk memasangkan seluruh komponen tersebut
sekaligus berdasarkan preset jenis sambungan Konfigurasi Steel Connection ini ditentukan oleh
library bawaan Revit dan kategori serta konfigurasi elemen struktur yang disambungkan.

Gambar 3.2. 1 Bagian-bagian dari Steel Connection


BIM REVIT | 42

3.2.1 Load Steel Connection


Library Steel Connection harus di load terlebih dahulu dengan cara:
1. Klik Steel tab > Connection
panel > Connection
Settings
Gambar 3.2. 2 Tool Connection Select -
Connection - Settings pada Connection panel
dalam Steel tab

2. Kotak dialog Structural Connection Settings akan terbuka.

Gambar 3.2. 3 Kotak dialog Structural Connection Settings

3. Pilih Connection Group: All Connections


4. Pilih semua jenis Connection yang ingin di-load di kolom sebelah kiri
5. Klik Add untuk me-load Connection ke kolom kanan
6. Klik OK untuk selesai

3.2.2 Memberikan Steel Connection


Steel Connection dapat diberikan dengan langkah:
BIM REVIT | 43

1. Buka 3D View
2. Klik Steel tab > Connection panel >

Connection
Gambar 3.2. 4 Tool Connection pada
Connection panel dalam Steel tab

7. Pilih jenis Connection yang dikehendaki dari Type Selector di Properties Palette
8. Pilih elemen-elemen struktur yang terhubung dan hendak diberikan Steel Connection (tahan
Ctrl + Klik kiri untuk memilih banyak elemen).

Gambar 3.2. 5 Pilihan Connection Type pada Type Selector di Properties Palette (kiri) dan
langkah memberikan Steel Connection (kanan)
9. Tekan Enter untuk memberikan Steel Connection dan mengakhiri perintah
BIM REVIT | 44

Sambungan Struktur Baja


Jika terdapat warning, maka geometri Steel
Connection gagal terbentuk Hal ini dapat
dipengaruhi oleh:
 Input elemen yang tidak sesuai dengan
jenis Connection (misal balok- balok,
kolom-balok, balok- kolom-balok, dsb)
 Parameter geometri kurang sesuai
Gambar 3.2. 6 Warning geometri Connection
(terlalu besar/ kecil) sehingga harus
gagal terbentuk (Autodesk, Inc., 2020)
disesuaikan melalui Modify Parameters

3.2.3 Mengatur Prioritas Struktur


Pada sebuah Steel Connection, salah satu elemen struktur akan menjadi elemen utama,
sementara elemen lain akan menjadi elemen sekunder yang dihubungkan dengan elemen utama.
Hal ini akan mempengaruhi bentuk dan orientasi pemasangan Steel Connection.

Gambar 3.2. 7 Prioritas struktur Primary dan Secondary (atas) dan cara mengubahnyo (bawah)
(Autodesk, Inc., 2020)

Prioritas elemen utama ini dapat diubah dengan cara:


1. Buka 3D View
2. Pilih Steel Connection yang akan diedit
3. Klik dan drag icon filled circle yang besar ke elemen yang ingin dijadikan primary
4. Tekan esc untuk mengakhiri perintah
BIM REVIT | 45

3.2.4 Modify Parameters


Ukuran Plate, Bolts, jarak dan jumlah Bolts/ Anchor/ Hole dapat diatur dengan langkah
berikut:
1. Buka 3D View
2. Pilih Steel Connection yang akan diedit

3. Klik Modify/ Structural Connection tab > Connection panel > Modify Parameters
atau Klik Edit pada Modify Parameters di Properties Palette
Gambar 3.2. 8 Tool Modify Parameters pada Connection panel
dalam Modify/ Structural Connection tab

4. Kotak dialog Modify Parameters akan terbuka. Di sini kita dapat mengatur ukuran dan
bentuk:
 Fabrication Elements, seperti Plate dan Bolts
 Parametric Cuts, seperti Cope
 Modifiers, seperti Shorten atau Beam Cuts

Setiap jenis/ type Steel Connection memiliki setting Modify Parameter yang berbeda-beda

Gambar 3.2. 9 Kotak dialog Modify Parameters


BIM REVIT | 46

3.3 PARAMETRIC CUTS


Parametric Cuts digunakan untuk membuat perpotongan baja yang rapi. Terdapat
beberapa jenis Cuts yaitu: cope, mitter, saw cut, dan cut through/ cut by.

Tabel 3.3. 1 Jenis-jenis Parametric Cuts (Autodesk, Inc., 2020)


BIM REVIT | 47

Parametric Cuts dapat diberikan dengan langkah berikut:


1. Buka 3D View
2. Klik Steel tab > Parametric Cuts panel > Parametric Cope/ Mitter/ saw Cut - Flange/
saw Cut - Web/ Cut Through/ Cut By

Gambar 3.3. 1 Tool Parametric Соре, Mitter,


Saw Cut - Flange, Sow Cut - Cut Web, Cut
Through dan Cut By pada Parametric Cuts
panel dalam Steel tab

3. Pilih elemen-elemen struktur yang terhubung dan hendak diberikan Parametric Cuts (tahan
Ctrl + Klik kiri untuk memilih banyak elemen).

Gambar 3.3. 2 Langkah untuk membuat Parametric Cuts (Autodesk, Inc., 2020)

Berbeda dari Cope biasa di Modify, Parametric Cuts ini dapat dipilih dan memiliki Properties
seperti semua elemen lainnya.
BIM REVIT | 48

3.4 FABRICATION ELEMENTS


3.4.1 PLATE
Steel Plate dapat diberikan dengan langkah berikut:
1. Buka Plan/ 3D View
2. Klik Steel tab > Fabrication Elements panel>
Plate
Gambar 3.4. 1 Tool Plate pada Fabrication Elements
panel dalam Steel tab

3. Kita masuk ke Sketch/ Edit Mode. Tentukan workplane melalui Modify/ Create Steel Plate
tab > Workplane panel > Set Gunakan Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada
Modify/ Create Steel Plate tab > Draw panel

Gambar 3.4. 2 Langkah untuk membuat Steel Plate


(Autodesk, Inc., 2020)

4. Klik Finish untuk selesai dan keluar dari Sketch/ Edit Mode
Ketebalan dan material Steel Plate dapat diatur dari Properties Palette Sama seperti lantai
dan objek lain yang berbasis sketsa, Steel Plate yang sudah ada dapat diedit kembali dengan
1. Buka Plan/ 3D View

2. Klik Modify/ Plates tab > Mode panel > Edit Sketch

Jika pada Plate terdapat Modifier, seperti Corner Cut dan Contour Cut, maka Modifier
tersebut akan dihapus.
BIM REVIT | 49

3.4.2 Bolt/ Anchor/ Hole/ Shear Stud


Bolt/ Anchor/ Hole/ Stud dapat dibuat dengan langkah berikut:
1. Buka 3D View
2. Klik Steel tab > Connection Plate Bolts Welds
Fabrication Elements panel > Connection
Anchors/ Holes/ Shear Studs

Gambar 3.4. 3 ool Bolts, Anchors, Holes, dan Shear Studs


pada Fabrication Elements panel dalam Steel tab Shear
Studs

3. Klik permukaan struktur baja sebagai Workplane


4. Kita masuk ke Sketch/ Edit Mode. Gunakan Sketching/ Draw Tool : Rectangle atau
Circle yang terdapat pada Modify/ Create Pattern tab > Draw panel
5. Klik Finish untuk selesai dan keluar dari Sketch/ Edit Mode

Gambar 3.4. 4 Hasil Bolt (kiri atas), Anchor (kanan atas), Hole (kiri bawah), dan Studs (kanan
bawah) (Autodesk, Inc., 2020)
Jumlah, pola, dan ukuran dari Bolts/ Anchors/ Holes/Studs dapat diatur dari Properties
Palette.
BIM REVIT | 50

3.4.3 Welds
Welds dapat diberikan dengan langkah berikut:
1. Buka 3D View
2. Klik Steel tab > Fabrication Elements panel > Welds
Plate
Gambar 3.4. 5 Tool Welds pada Fabrication Elements panel
dalam Steel tab

3. Pilih elemen-elemen struktur (kolom/ balok/ plat) yang terhubung untuk dilas (tahan Ctrl +
Klik kiri untuk memilih banyak elemen)

Gambar 3.4. 6 Titik Welding (Autodesk,


Inc., 2020)

4. Tekan Enter
5. Klik untuk memposisikan titik welding
Parameter dari Welds dapat diatur melalui Properties Palette

Welds tidak mengubah geometri model. Welds di-list di dalam Schedule sebagai item
pekerjaan konstruksi. Titik Welds hanya bisa dilihat jika detail level Fine. Titik Welds dapat
digeser ke arah manapun dan tidak mempengaruhi model ataupun Parameternya. Namun
demikian, pergeseran titik Welds akan menyulitkan untuk mengetahui posisi Welds dan
menyebabkan ketidak- konsistension dengan Schedule.
BIM REVIT | 51

3.5 MODIFIERS
3.5.1 Modifikasi Ujung Balok/Kolom
Ujung dari balok/ kolom dapat dimodifikasi menggunakan Shorten atau Cope Skewed.
Langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Buka 3D View
2. Klik tool untuk memodifikasi ujung balok/ kolom yaitu:

Steel tab > Modifiers panel > Shorten

Steel tab > Modifiers panel > Cope Skewed

Gambar 3.5. 1 Tool Shorten dan Cope Skewed pada Modifiers panel dalam Steel tab

Klik ujung balok yang hendak dipendekkan.


3. Tekan esc untuk mengakhiri perintah

Shorten dan Cope Skewed akan diletakkan di ujung terdekat dengan lokasi kita meng-klik
kolom/ balok dan TIDAK dapat dipindahkan.

Gambar 3.5. 2 Hasil Shorten (kiri) dan Cope Skewed (kanan) besertaparameternya di
PropertiesPalette
BIM REVIT | 52

3.5.2 Corner Cut


Steel Plate yang telah dibuat dapat dipotong ujungnya menggunakan Corner Cut. Cara
untuk membuatnya adalah sebagai berikut:
1. Buka 3D View
2. Klik Steel tab > Modifiers panel > Corner Cuts

Gambar 3.5. 3 Tool Corner Cuts pada


Modifiers panel dalam Steel tab

3. Klik Steel Plate yang hendak dipotong ujungnya.

Corner Cut akan diletakkan di ujung terdekat dengan lokasi kita meng- klik Steel Plate dan
TIDAK dapat dipindahkan.

Gambar 3.5. 4 Tekan esc untuk mengakhiri perintah Parameter dari cuts dapat diatur melalui
Properties Palette
BIM REVIT | 53

3.5.3 Contour Cut


Contour Cut digunakan untuk memotong Steel Plate di tengah-tengah. Contour Cut dapat
mecoak sebagian Steel Plate saja tanpa melubanginya. Langkah untuk menggunakan Contour
Cut adalah:
1. Buka 3D View

2. Klik Steel tab > Modifiers panel > Contour Cuts


Gambar 3.5. 5 Tool Contour Cuts poda
Modifiers panel dalam Steel tab

3. Klik salah satu permukaan Steel Plate yang hendak dipotong


4. Kita masuk ke Sketch/ Edit Mode. Gunakan Sketching/ Draw Tool yang terdapat pada
4.4.1 Schedule Revit
Schedule / Quantity adalah tabel yang menampilkan informasi yang diambil dari properti
elemen didalan project file. Langkah untuk membuat schedule revit sebagai berikut:

1. Klick View Tab > Create panel > Schedule drop down >Scedule / Quantity

Gambar 4.2. 9 Tools schedule revit

2. Kotak dialog New Schedule akan muncul .


BIM REVIT | 54

Gambar 4.2. 10 New Schedule

3. Pilih category elemen yang dibuat schedule dan beri judul schedule
4. Contoh berikut ini Schedule kolom

Gambar 4.2. 11 Schedule kolom


BIM REVIT | 55

Anda mungkin juga menyukai