JURNAL PEMBELAJARAN
MODUL 1
PEMBELAJARAN MENDALAM DAN ASESMEN ( UMUM) 2.0
TOFIK 2
“ MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI “
NAMA : ANISA RISKIKA UMAMI, [Link]
NO UKG : 202300035806
LPTK : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
PENDIDIKAN PROFESI GURU TERTENTU DALAM JABATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
TAHUN 2025
RANCANGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
KELAS V SD NEGERI 1 KEROYA
A. Latar Belakang
Pengajaran merupakan bagian inti dari proses pendidikan dalam mengembangkan
potensi peserta didik agar lebih optimal. Dalam praktinya, pendidik tidak hanya bertugas
menyampaikan materi ajar, tetapi harus dapat sebagai fasilitator yang dapat menciptakan
lingkungan belajar yang responsive terhadap kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan
yang di gunakan menghadapi keragaman peserta didik yaitu pembelajaran berdiferensiasi,
yaitu salah satu strategi pengajaran yang menyesuaikan antara proses, konten, dan produk
pembe;ajaran berdasarkan minat, bakat, kesiapan belajar, dan profil belajar peserta didik.
Dari sisi lain, asesmen juga memiliki peran sangat penting dalam mendukung proses
pengajaran kepada peserta didik. Teryata asesmen tidak hanya digunakan untuk mengukur CP
( capaian belajar), tetapi dapat digunakan sebagai alat diagonistik untuk pendidik dapat
memahami kebutuhan dan proses perkembangan belajar peserta didik,. Dalam lingkup
pembelajaran berdiferensiasi, asesmen sangat perlu untuk dirancang secara fleksibel dan
adaptif, sehingga dapat menghasilkan gambaran yang nyata dan bermakna terhadap capaian
belajar dan kemampuan peserta didik secara individual.
B. Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang di mana pendidik
menggunakan berbagai macam metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik,
kebutuhan tersebut meliputi pengetahuan, gaya belajar, minat, dan bakat peserta didik.
Pembelajaran berdiferensiasi juga disebut suatu pendekatan dalam proses belajar
mengajar yang dirancang agar dapat di sesuaikan dengan kebutuhan belajar individu peserta
didik. Tujuan utamanya untuk memberikan kesempatan yang baik bagi setiap peserta didik
agar dapat mencapai tujuan belajar yang maksimal, meskipin mereka memiliki kesiapan
belajar, bakat, minat, dan profil belajar yang berbeda.
Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru dapat melakukan pemetaan awal
pembelajaran yakni, kesiapan belajar peserta didik minat peserta didik dan profil belajar
peserta didik yang meliputi visual , audiotori, dan kinestetik
Konsep pembelajaran berdiferensiasi sangatlah bagus dan ideal, tapi itu menjadi
sebuah tantangan bagi pendidik agar lebih kreatif. Dengan pembelajaran tersebut fotensi
peserta didik dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan tingkat pencapaian.
Namun untuk pencapaian terhadap konsep itu, pendidik harus berjuang dan kerja keras
menjadi fasilitator.
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pengajaran yang harus menyesuaikan
konten, proses dan produk pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu setiap peserta
[Link] peserta didik belajar dengan cara yang berbeda , mengakui dan merangkul
perbedaan ini.
C. Tujuan Pembelajaran Berdiferensiasi
Pembelajaran berdiferensiasi dapat menciptakan proses pembelajaran yang inklusif, adil, dan
berfokus pada kebutuhan peserta didik. Adapun tujuan utamanya sebagai berikut:
1. Memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik
Menyesuaikam strategi pembelajaran agar setiap peserta didik dapat belajar sesuai
dengan tingkat kesiapan, minat, dan gaya belajarnya masing-masing.
2. Meningkatkan keaktifan peserta didik
Mendorong semua peserta didik agar dapat lebih terlibat dalam proses pembelajaran
melalui pendekatan yang nyata dan sesuai dengan minat dan cara belajar mereka.
3. Mengoptimalkan potensi akademik dan non akademik
Memeberikan kesempatan bagi semua peserta didik agar dapat berkembang secara
maksimal baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
4. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif dan Adaptif
Menyesuaikan perbedaan latar belakang, kemampuan, dan karakter peserta didik agar
semua merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pembelajaran.
5. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran
Membantu pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna
melalui pemetaan kebutuhan dan respons yang sesuai terhadap perbedaan di kelas.
6. Mengembangkan Kemandirian dan Tanggung Jawab Belajar peserta didik
Dengan memberikan pilihan dan kesempatan menyesuaikan cara belajar, peserta didik
dilatih untuk menjadi pelajar yang mandiri dan bertanggung jawab atas proses dan
hasil belajarnya masing-masing.
D. Komponen Pembelajaran Berdiferensiasi
1. Diferensiasi konten ( apa yang dipelajari)
Diferensiasi konten berfokus pada materi pembelajaran yang diberikan kepada peserta
didik. Guru mengubah materi pelajaran agar sesuai dengan tingkat pemahaman, minat,
dan gaya belajar. Contoh : teks bacaan berbeda tingkat kesulitannya.
2. Diferensiasi proses ( bagaimana peserta didik belajar)
Diferensiasi proses adalah penyesuaian cara atau strategi pembelajaran yang diberikan
kepada siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar mereka, agar
semua siswa bisa mengakses dan memahami materi dengan cara yang paling sesuai
bagi mereka. Contoh : diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, eksperimen.
3. Diferensiasi produk ( hasil belajar yang diharapkan)
Diferensiasi produk adalah memberikan beragam pilihan bentuk tugas akhir (produk
belajar) yang dapat dipilih oleh siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka
terhadap materi pelajaran. Contoh : membuat video, poster, esai, presentasi lisan.
E. Rancangan Pembelajaran Berdiferensiasi
1. Menentukan tujuan pembelajaran
2. Merancang kegiatan pembelajaran
3. Menentukan asesmen pemebelajaran
F. Langkah-langkah merencanakan pembelajaran berdiferensiasi
1. Melakukan asesmen diagonistik peserta didik
2. Menentukan tujuan pembe;ajaran
3. Merancang diferensiasi dalam pembelajaran
4. Mengelompokan siswa secara fleksibel
5. Menyusun rencana pembelajaran ( RPP atau Modul)
6. Menyiapkan alat, media, dan lingkungan belajar
RENCANA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Nama Penyusun : Anisa Riskika Umami
Nama Sekolah : SD Negeri 1 Keroya
Mata Pelajaran :BahasaIndonesia
Fase/Kelas :B/V
Topik :Sinonim dan Antonim
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit
Model pembelajaran : Berdiferensiasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Selah mengikuti pembelajaran peserta didik diharapkan mampu:
1. Siswa memahami makna kata melalui sinonim dan antonim untuk memperkaya
kosakata.
2. Siswa dapat menggunakan sinonim dan antonim dalam kalimat secara tepat.
3. Siswa mampu mengidentifikasi sinonim dan antonim dari kata dalam kalimat.
Strategi Diferensiasi
Komponen Diferensiasi yang Diterapkan
Siswa dikelompokkan berdasarkan hasil asesmen awal: kelompok dasar,
Kesiapan
sedang, dan mahir.
Siswa memilih topik teks (misal: alam, permainan, tokoh idola) sesuai
Minat
minatnya untuk digunakan dalam latihan.
Profil Aktivitas bervariasi: visual (mencocokkan kata), kinestetik (bermain kartu
Belajar kata), auditori (diskusi berpasangan).
Kegiatan Pembelajaran
A. Pendahuluan (10 menit)
Guru menyapa dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Menampilkan contoh kalimat berisi sinonim dan antonim.
Menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini.
B. Kegiatan Inti (50 menit)
1. Asesmen Diagnostik Singkat (5 menit)
Siswa menjawab soal pilihan ganda untuk mengetahui tingkat pemahaman awal.
2. Pembelajaran Berdiferensiasi (35 menit)
Kelompok Dasar (kesiapan rendah):
Mencocokkan pasangan kata sinonim dan antonim (menggunting-tempel atau
permainan kartu kata).
Dibimbing secara langsung oleh guru.
Kelompok Sedang:
Mencari sinonim dan antonim dari kata dalam paragraf pendek.
Membuat dua kalimat: satu menggunakan sinonim, satu menggunakan antonim.
Kelompok Mahir:
Menyusun paragraf pendek dengan memasukkan minimal 3 pasang sinonim dan
antonim.
Menyunting paragraf teman secara mandiri dan memberi masukan.
3. Presentasi Singkat (10 menit)
Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka.
C. Penutup (10 menit)
Refleksi bersama: Apa yang dipelajari hari ini? Apa yang menarik?
Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
Siswa diberi tugas rumah berupa latihan sinonim-antonim kontekstual.
Penilaian
Pengetahuan: Lembar kerja siswa, soal latihan.
Keterampilan: Kemampuan menyusun kalimat/paragraf menggunakan sinonim dan
antonim.
Sikap: Partisipasi dalam diskusi, rasa ingin tahu, dan kerja sama dalam kelompok.
Alat dan Bahan
Kartu kata sinonim dan antonim
Lembar kerja berdiferensiasi
Papan tulis / proyektor
Speaker untuk audio (jika ada)
Keroya, 4 Agustus 2025
Mengetahui
Kepala SD Negeri 1 Keroya Guru kelas
H. Agus Ihsan S. Pd Anisa Riskika Umami,[Link]
NIP.197508102008011022
LAMPIRAN
Penilaian
Tabel Rubrik Asesmen kemampuan peserta didik
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK SINONIM DAN ANTONIM
Nama :………………………………………………
No. absen : …………………
Pandai
---------- ----------
Gampang
Betul
Rapi
Pilihlah 5 kata diatas, kemudian buatlah menjadi kalimat !
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
KESIMPULAN AKSI NYATA
Penerapan prinsip pembelajaran berdiferensiasi dalam mat ape;ajaran bahasa Indonesia di
kelas V SD Negeri 1 keroya pada materi kata antonim dan sinonim menghasilkan hasil yang
positif. Dengan menyesuaikan konten, proses, dan produk berdasarkan minat, gaya belajar
peserta didik.
Siswa dengan pengetahuan yang lebih tinggi dapat menjawab dan mengerjakan secara
mandiri dan menyenangkan sementara untuk yang pengetahuan sedang dan rendah tetap dapat
memahami dari LKPD yang sangat menarik untuk di kerjakan dan melalui gambar dengan itu
pembelajaran dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal.
REFLEKSI AKSI NYATA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MATA
PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V
Dalam proses pembelajaran di kelas V, saya menyadari bahwa setiap peserta didik
memiliki kebutuhan belajar, minat, serta kesiapan yang berbeda-beda. Pembelajaran
berdiferensiasi menjadi pendekatan yang saya gunakan untuk mengakomodasi keberagaman
tersebut agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif.
Saya merancang pembelajaran dengan diferensiasi berdasarkan, Kesiapan belajar: Saya
melakukan asesmen diagnostik terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
terhadap teks nonfiksi. Minat: Saya memberikan pilihan tema teks (misalnya: lingkungan,
teknologi, dan kesehatan) yang sesuai dengan minat siswa. Profil belajar : Saya menyediakan
aktivitas belajar dengan berbagai cara, seperti membaca mandiri, membaca berpasangan, dan
mendengarkan audio.
Dalam praktiknya: Siswa dikelompokkan berdasarkan kesiapan belajar (lanjut, sedang,
dan dasar). Saya menyiapkan bahan bacaan dengan tingkat kompleksitas yang berbeda untuk
setiap kelompok. Tugas yang diberikan pun bervariasi. Kelompok dasar diminta menjawab
pertanyaan literal, kelompok sedang menganalisis isi teks, dan kelompok lanjut membuat
rangkuman serta menyampaikan pendapat secara lisan. Namun, tantangan yang saya hadapi
adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan materi dan menyesuaikan pembelajaran untuk
setiap kelompok. Dibutuhkan kolaborasi dengan rekan sejawat dan manajemen waktu yang baik.
UMPAN BALIK DARI REKAN SEJAWAT
Nama : Lola Shelvia Alfianti, [Link]
Jabatan : Guru kelas IV
“ Pembelajaran berdiferensiasi yang di terapkan di kelas V pada mata pelajaran bahasa Indonesia
sangat baik, saya melihat peserta didik sangat aktif dan ikut terlibat langsung dalam semua
kegiatan pembelajaran. Pemberian materi ajar yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta
didik dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan hasil belajar yang optimal.”
Nama : Juwaeriyah, [Link]
Jabatan : Guru kelas 1
“ pembelajaran Bahasa Indonesia yang biasanya dianggap selalu banyak tulisannya dan
membosankan oleh sebagian peserta didik justru menjadi sangat menarik dengan
pendekatan berdiferensiasi ini, pendidik mampu meningkatkan kemampuannya.”