0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan27 halaman

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. H

Dokumen ini memberikan gambaran lengkap tentang asuhan keperawatan keluarga Tn. H, yang terdiri dari lima anggota keluarga dengan latar belakang suku Sunda dan agama Islam. Keluarga ini menghadapi tantangan dalam perawatan kesehatan, terutama untuk Tn. S yang menderita hipertensi, serta masalah pendidikan anak dan pengaturan ekonomi. Meskipun memiliki dukungan sosial yang baik, keluarga ini masih perlu meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan kesehatan dan perencanaan pendidikan anak.

Diunggah oleh

Rika Rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan27 halaman

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. H

Dokumen ini memberikan gambaran lengkap tentang asuhan keperawatan keluarga Tn. H, yang terdiri dari lima anggota keluarga dengan latar belakang suku Sunda dan agama Islam. Keluarga ini menghadapi tantangan dalam perawatan kesehatan, terutama untuk Tn. S yang menderita hipertensi, serta masalah pendidikan anak dan pengaturan ekonomi. Meskipun memiliki dukungan sosial yang baik, keluarga ini masih perlu meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan kesehatan dan perencanaan pendidikan anak.

Diunggah oleh

Rika Rahmawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. IDENTITAS UMUM

1. Identitas Kepala Keluarga

Nama : Tn.H

Umur : 37

Agama : Islam

Suku : Sunda

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Wiraswasta

Alamat : Dusun Manis, RT RW 02/01 Gunungsirah

2. Daftar Anggota Keluarga

No Nama L/P [Link] Umu Pendidikan Imunisasi KB Kesehatan


KK r
1 Ny.I P Istri 36 SD - - -
2 An.A L Anak 15 SMP - - -
3 An.A L Anak 9 SD - - -
4 Tn.S L Ayah 69 SD - - Hipertensi

3. Genogram
Keterangan :

: perempuan

: laki-laki

4. Type Keluarga

a. Jenis type Keluarga :

Keluarga ini termasuk keluarga extended (keluarga besar) karena

terdiri dari pasangan suami istri (Tn. H dan Ny. I), anak-anak, serta

orang tua dari pihak istri (Tn. S).

b. Masalah yang terjadi dilihat dari type keluarga :

1. Karena termasuk keluarga besar, tanggung jawab perawatan

kesehatan tidak hanya untuk anggota inti, tetapi juga untuk

orang tua yang tinggal serumah. Hal ini menambah beban

peran Ny. I sebagai ibu rumah tangga sekaligus pendamping

perawatan Tn. S yang menderita hipertensi.

2. Risiko konflik bisa muncul terkait pembagian peran dan

perhatian, terutama antara kebutuhan anak-anak yang masih

sekolah dengan kebutuhan Tn. S yang harus mendapat

perawatan khusus.

3. Dukungan keluarga sudah ada, namun pengaturan pola makan

dan kepatuhan minum obat Tn. S belum optimal.


5. Suku bangsa (Etnis)

a. Latar belakang Etnis Keluarga atau Anggota Keluarga

Keluarga berasal dari suku Sunda (Jawa Barat).

b. Tempat tinggal keluarga (bagian dari sebuah lingkungan yang secara

etnis bersifat homogen)

Tinggal di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang mayoritas

penduduknya juga bersuku Sunda sehingga lingkungan sosial relatif

homogen.

c. Kegiatan keagamaan, sosial, budaya

1. Aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian dan

shalat berjamaah di masjid.

2. Terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat seperti kerja bakti dan

arisan RT.

3. Mengikuti budaya Sunda dalam perayaan adat tertentu

(misalnya syukuran keluarga).

d. Kebiasaan berbusana sehari-hari

1. Pakaian sehari-hari sederhana, menutup aurat (sesuai nilai

agama Islam).

2. Pada acara resmi, biasanya menggunakan busana adat Sunda

atau pakaian muslim rapi.


e. Struktur kekuasaan keluarga

1. Tn. H sebagai kepala keluarga memiliki otoritas utama dalam

pengambilan keputusan.

2. Ny. I berperan besar dalam pengaturan rumah tangga dan

perawatan kesehatan ayahnya.

3. Anak-anak memiliki peran terbatas, lebih banyak sebagai

penerima keputusan, namun kadang dilibatkan untuk membantu

kakeknya.

f. Bahasa yang digunakan di rumah

Menggunakan Bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari, dan

Bahasa Indonesia dalam situasi formal.

g. Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi

1. Tn. S sesekali memeriksakan diri ke puskesmas atau RS untuk

kontrol hipertensi, namun tidak rutin.

2. Saat sakit ringan, keluarga lebih sering menggunakan obat

warung atau membeli obat bebas di apotek.

3. Untuk pengobatan tradisional, kadang menggunakan ramuan

herbal (seperti rebusan daun seledri atau air kelapa muda)

sebagai pendamping terapi medis.


6. Agama dan Kepercayaan

a. Agama yang dianut keluarga

Seluruh anggota keluarga menganut agama Islam.

b. Apakah antara anggota keluarga ada yang berbeda keyakinan

keagamaan mereka?

Tidak ada perbedaan keyakinan, semua anggota keluarga memiliki

agama yang sama.

c. Seberapa aktif keluarga terlibat dalam kegiatan keagamaan atau

organisasi keagamaan?

1. Keluarga cukup aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti

pengajian, shalat berjamaah di masjid, dan perayaan hari besar

Islam.

2. Anak-anak juga mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah dan

TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

d. Adakah kepercayaan dan nilai keagamaan yang berpengaruh

terhadap kesehatan keluarga?

1. Keluarga meyakini bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari

ibadah, sehingga berusaha menghindari makanan/minuman yang

dilarang agama.

2. Tn. S kadang mengonsumsi ramuan tradisional/herbal yang

dipercaya membantu menurunkan tekanan darah, namun tetap

dipadukan dengan obat medis.


7. Status Sosial Ekonomi Keluarga

a. Berapa pernghasilan keluarga per bulan

Penghasilan keluarga berasal dari usaha wiraswasta Tn. H dengan

rata-rata Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000 per bulan.

b. Apakah keluarga merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-

hari dengan penghasilan saat ini?

Keluarga merasa penghasilan cukup untuk kebutuhan sehari-hari

(makan, sekolah anak, transportasi), meskipun tidak berlebih.

c. Apakah keluarga memiliki tabungan untuk keperluan yang akan

datang (misalnya anak melanjutkan sekolah, dll)

Keluarga memiliki tabungan sederhana, namun belum terencana

secara khusus untuk biaya pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi.

d. Apakah keluarga memiliki tunjangan kesehatan (asuransi, dll)?

Keluarga terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan rutin

digunakan untuk pelayanan kesehatan terutama untuk kontrol

hipertensi Tn. S.

e. Bagaimana aktifitas rekreasi keluarga?

Rekreasi keluarga dilakukan secara sederhana, misalnya berkunjung

ke rumah saudara, jalan-jalan ke alun-alun, atau wisata alam di

sekitar Kuningan pada akhir pekan.


B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA

1. Tahap perkembangan keluarga saat ini

Keluarga Tn. H berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak

remaja karena anak pertama berusia 15 tahun dan anak kedua berusia 9

tahun. Pada tahap ini, keluarga diharapkan mampu membantu anak-anak

mencapai kemandirian, menjaga komunikasi yang baik, serta mengarahkan

anak untuk beradaptasi dengan perubahan sosial dan emosional pada masa

remaja.

2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

a. Keluarga belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan perawatan lansia

(Tn. S) yang memiliki penyakit kronis (hipertensi), terutama dalam hal

pengaturan diet rendah garam dan keteraturan kontrol kesehatan.

b. Belum optimal dalam mempersiapkan rencana pendidikan anak di masa

depan karena tabungan keluarga masih terbatas.

c. Keterlibatan anak dalam perawatan kesehatan kakek belum konsisten.

C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA INTI

1. Riwayat kesehatan keluarga masa lalu

Secara umum, anggota keluarga tidak memiliki riwayat penyakit kronis

yang serius. Hanya Tn. S yang sejak beberapa tahun terakhir terdiagnosis

hipertensi dan sudah mendapatkan pengobatan.

2. riwayat kesehatan keluarga saat ini (masing-masing anggota keluarga)

a. Tn. H (40 tahun) : sehat, tidak ada riwayat penyakit kronis.


b. Ny. I (38 tahun) : sehat, kadang mengeluh kelelahan karena aktivitas

rumah tangga, tidak ada riwayat penyakit kronis.

c. An. A (anak pertama, 15 tahun) : sehat, aktif sekolah, tidak ada keluhan

kesehatan.

d. An. A (anak kedua, 9 tahun) : sehat, aktif sekolah dasar, tidak ada

keluhan kesehatan.

e. Tn. S (69 tahun) : hipertensi, kadang tidak teratur minum obat, sesekali

mengeluh pusing dan cepat lelah.

3. Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan keluarga

a. Keluarga terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan

memanfaatkannya untuk kontrol hipertensi Tn. S.

b. Untuk sakit ringan, keluarga biasanya membeli obat di apotek atau

warung.

c. Sesekali menggunakan ramuan tradisional herbal sebagai pendukung.

D. PENGKAJIAN LINGKUNGAN

1. Karakteristik Rumah Tinggal

a. Gambaran Tipe Rumah

Rumah keluarga permanen, berdinding tembok, atap genteng, dengan

ventilasi dan pencahayaan cukup.

b. Denah Rumah

Rumah terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, tiga kamar tidur, dapur,

dan kamar mandi.


c. Gambaran Kondisi Rumah

1) Ruang tamu

Tertata rapi, digunakan untuk menerima tamu.

2) kamar tidur

Terdapat tiga kamar tidur, satu untuk orang tua (Tn. H & Ny. I),

satu untuk anak-anak, dan satu untuk Tn. S.

3) Ruang keluarga

Menjadi pusat berkumpul keluarga, terdapat televisi, ventilasi

cukup.

4) Dapur

Ventilasi cukup, terdapat kompor gas dan peralatan masak

sederhana.

5) Kamar mandi

Lantai keramik, air bersih tersedia dari sumur pompa listrik, namun

kadang licin saat basah.

d. Pola pembersihan rumah dan lingkungan rumah

Rumah dibersihkan setiap hari oleh Ny. I. Halaman depan dan belakang

juga dijaga kebersihannya dengan menyapu secara rutin.

e. Perasaan subjektif keluarga terhadap rumah tempat tinggal keluarganya

Keluarga merasa nyaman tinggal di rumah tersebut karena cukup luas

dan dekat dengan lingkungan masyarakat yang mendukung.

f. Tempat pembuangan sampah dan limbah keluarga


Sampah rumah tangga dikumpulkan dalam wadah tertutup, kemudian

diangkut oleh petugas kebersihan setempat. Limbah cair langsung

dialirkan ke saluran pembuangan umum.

g. Karakteristik tetangga dan lingkungan rumah

Tetangga sekitar ramah, mayoritas memiliki latar belakang sosial dan

budaya yang sama (suku Sunda dan beragama Islam). Lingkungan

cukup harmonis.

h. mobilitas geografis keluarga

Keluarga jarang berpindah tempat tinggal, menetap di rumah saat ini

selama bertahun-tahun.

i. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

Keluarga aktif dalam kegiatan RT/RW, gotong royong, dan acara

keagamaan di lingkungan sekitar.

j. Sistem pendukung keluarga

Sistem pendukung utama berasal dari tetangga dekat, keluarga besar

(saudara Ny. I dan Tn. H), serta layanan kesehatan (puskesmas dan

BPJS Kesehatan).

E. STRUKTUR KELUARGA

1. Pola komunikasi keluarga

Komunikasi dalam keluarga berlangsung cukup baik. Setiap anggota

keluarga merasa bebas mengemukakan pendapat, namun keputusan akhir

tetap diambil oleh kepala keluarga (Tn. H). Anak-anak sering berdiskusi
dengan ibunya (Ny. I), sementara Tn. S lebih banyak memberi nasihat dan

masukan kepada anak dan cucunya.

2. Struktur kekuatan keluarga

Kekuatan utama keluarga berada pada Tn. H sebagai kepala keluarga yang

memegang kendali ekonomi dan keputusan penting. Namun dalam hal

pengasuhan anak dan perawatan kesehatan Tn. S, kekuatan lebih banyak

dipegang oleh Ny. I.

3. Struktur peran

a. Tn. H: kepala keluarga, pencari nafkah, pengambil keputusan utama.

b. Ny. I: ibu rumah tangga, pengasuh anak, pengatur rumah tangga,

pendamping utama dalam perawatan ayahnya.

c. Anak pertama (15 tahun): masih bersekolah, berperan membantu

pekerjaan rumah ringan.

d. Anak kedua (9 tahun): masih bersekolah, belum memiliki peran besar,

hanya membantu hal kecil.

e. Tn. S (ayah istri, 69 tahun): sebagai orang tua lansia, lebih banyak

berperan memberi nasihat, namun menjadi tanggung jawab keluarga

terkait perawatan kesehatan.

4. Nilai atau norma keluarga

Keluarga memegang teguh nilai agama Islam dan budaya Sunda. Mereka

menjunjung tinggi kebersamaan, menghormati orang tua, serta

mengutamakan gotong royong dalam keluarga maupun masyarakat.


F. FUNGSI KELUARGA

1. Fungsi afektif

Keluarga memiliki hubungan emosional yang baik, saling menghargai, dan

memberikan dukungan. Anak-anak merasa dekat dengan orang tua dan

kakek mereka.

2. fungsi sosialisasi

Keluarga mendidik anak-anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan, aktif

dalam kegiatan sekolah, serta berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat

(pengajian, kerja bakti).

3. Fungsi perawatan Kesehatan

Keluarga menyadari pentingnya kesehatan, namun belum maksimal dalam

menjaga kepatuhan terapi hipertensi pada Tn. S. Perawatan kesehatan

biasanya dilakukan dengan memanfaatkan layanan BPJS di puskesmas dan

ditambah obat tradisional.

4. fungsi reproduksi

Keluarga telah menjalankan fungsi reproduksi dengan memiliki dua anak.

Tidak ada rencana menambah anak lagi.

5. fungsi ekonomi

Penghasilan keluarga berasal dari usaha wiraswasta Tn. H sekitar Rp 3–4

juta per bulan, cukup untuk kebutuhan sehari-hari meskipun tabungan

terbatas.
G. STRESS DAN KOPING KELUARGA

1. Stress

a. Stres jangka pendek

Kekhawatiran Ny. I terhadap kondisi kesehatan ayahnya (Tn. S) yang

hipertensi.

b. Stres jangka Panjang

1) Kecemasan mengenai pendidikan anak ke jenjang lebih tinggi

dengan kondisi tabungan yang terbatas.

2) Kekhawatiran apabila usaha Tn. H mengalami penurunan

pendapatan.

3) Ketidakpastian kesehatan Tn. S di masa depan (komplikasi

hipertensi).

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor

Keluarga cukup mampu menghadapi stres karena adanya dukungan antar

anggota keluarga dan sistem sosial masyarakat yang baik. Namun,

terkadang stres meningkat jika biaya kesehatan dan kebutuhan sekolah anak

datang bersamaan.

3. Strategi koping yang digunakan

1) Koping adaptif: berdoa, meningkatkan ibadah, berdiskusi bersama,

meminta dukungan keluarga besar, memanfaatkan BPJS untuk

mengurangi beban biaya.


2) Koping maladaptif: kadang menunda kontrol kesehatan Tn. S karena

alasan biaya atau kesibukan.

H. PEMERIKSAAN FISIK

1. Identitas masing-masing anggota keluarga

Tn. H: 40 tahun, wiraswasta.

Ny. I: 38 tahun, ibu rumah tangga.

An. A: 15 tahun, pelajar SMP.

An. A: 9 tahun, pelajar SD.

Tn. S: 69 tahun, menderita hipertensi.

2. Keluhan utama/riwayat penyakit masa ini

Tn. H, Ny. I, An. A (15 th), An. A (9 th): tidak ada keluhan.

Tn. S: kadang merasa pusing, leher kaku, dan cepat lelah akibat hipertensi.

3. Riwayat penyakit sebelumnya

Tn. H, Ny. I, An. A (15 th), An. A (9 th): tidak ada riwayat penyakit kronis.

Tn. S: riwayat hipertensi sejak ± 2 tahun, rutin minum obat tetapi kepatuhan

belum optimal.

4. Pemeriksaan tanda-tanda vital

Tn. H: TD 120/80 mmHg, Nadi 80x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36,5°C.

Ny. I: TD 110/70 mmHg, Nadi 82x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36,5°C.

An. A (15 th): TD 110/70 mmHg, Nadi 86x/menit, RR 20x/menit, Suhu

36,8°C.
An. A (9 th): TD 100/70 mmHg, Nadi 90x/menit, RR 22x/menit, Suhu

36,8°C.

Tn. S: TD 150/90 mmHg, Nadi 84x/menit, RR 22x/menit, Suhu 36,7°C.

5. Sistem cardiovascular

Normal pada seluruh anggota keluarga, kecuali Tn. S dengan hipertensi

(tekanan darah di atas normal).

6. Sistem respirasi

Semua anggota keluarga: pernapasan teratur, tidak ada sesak, suara napas

vesikuler normal.

7. Sistem gastrointestinal

Semua anggota keluarga: nafsu makan baik, tidak ada mual, muntah, atau

keluhan pencernaan.

8. Sistem persyaratan

Semua anggota keluarga: kesadaran compos mentis, fungsi saraf cranial

normal, tidak ada keluhan neurologis.

9. Sistem musculo skeletal

Semua anggota keluarga: pergerakan bebas, tidak ada kelainan bentuk,

kekuatan otot normal.

10. Sistem genetalia

Tidak ada keluhan atau kelainan pada seluruh anggota keluarga.

I. HARAPAN KELUARGA
1. Apa harapan keluarga terhadap masalah kesehatan yang terjadi

keluarga berharap agar seluruh anggota keluarga tetap dalam kondisi sehat

dan apabila timbul keluhan atau penyakit dapat segera ditangani sehingga

tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluarga juga menginginkan

adanya pemahaman lebih baik mengenai cara pencegahan penyakit agar

masalah kesehatan dapat diminimalkan.

2. Apa harapan keluarga terhadap petugas kesehatan keluarga

keluarga berharap agar selalu memberikan dukungan, bimbingan, dan

edukasi yang jelas mengenai pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan

secara rutin. Dengan adanya pendampingan dari petugas kesehatan,

keluarga merasa lebih percaya diri dalam menjaga dan meningkatkan derajat

kesehatan seluruh anggota keluarga.

J. ANALISA DATA

DATA MASALAH
DS : Keluarga mengatakan sudah berusaha Manajemen Kesehatan
mendukung perawatan Tn. S, namun keluarga tidak efektif
pengaturan pola makan belum konsisten, dan
sering lupa mengingatkan minum obat.
DO: Ditemukan adanya ketidakpatuhan diet
rendah garam, pasien tidak teratur minum
obat antihipertensi.
DS: Keluarga menyampaikan merasa Kemampuan koping keluarga
kewalahan karena harus membagi perhatian
antara anak-anak yang masih sekolah dan Tn.
S yang harus dirawat.
DO: Ibu tampak kelelahan, ada risiko konflik
peran dalam keluarga.
DS: Keluarga mengatakan belum memahami Defisit pengetahuan
sepenuhnya tentang penyakit hipertensi dan
cara pencegahannya.
DO: Keluarga belum mampu menjelaskan
kembali informasi tentang diet rendah garam
dan tanda bahaya hipertensi.

K. SKALA PRIORITAS MASALAH

Masalah :

KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN


Sifat masalah 3+2+2+2 = 9 Masalah nyata
(Aktual=3) yang muncul
Kemungkinan dalam keluarga,
masalah dapat diubah mudah diubah
(Mudah=2) 9 melalui
Kemungkinan pendidikan
masalah dapat kesehatan,
dicegah (Tinggi=3) pencegahan
Menonjolnya tinggi bila
masalah segera keluarga mampu
(Segera=2) mengatur
kesehatan, dan
perlu segera
ditangani agar
tidak
memperburuk
kondisi pasien.
Sifat masalah 3+1+2+2 = 8 Masalah nyata,
(Aktual=3) namun
Kemungkinan 8 perubahannya
masalah dapat diubah tidak mudah
(Sebagian=1) karena
Kemungkinan dipengaruhi
masalah dapat faktor internal
dicegah (Cukup=2) keluarga;
Menonjolnya pencegahan
masalah segera cukup baik bila
(Segera=2) ada
pendampingan,
dan perlu segera
ditangani agar
tidak memicu
stres keluarga.
Sifat masalah 3+2+1+1 = 7 Masalah nyata,
(Aktual=3) sangat mudah
Kemungkinan 7 diubah dengan
masalah dapat diubah edukasi,
(Mudah=2) pencegahan
Kemungkinan tinggi, namun
masalah dapat tidak terlalu
dicegah (Tinggi=3) mendesak
Menonjolnya sehingga
masalah segera prioritasnya
(Tidak segera=1) setelah masalah
manajemen
kesehatan
keluarga.
L. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif (D.01115)

2. Kemampuan koping keluarga (D.0093)

3. Defisit pengetahuan (D.0111)

M. INTERVENSI KEPERAWATAN

No DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI


1 Manajemen Dukungan keluarga
kesehatan keluarga Setelah dilakukan merencanakan
tidak efektif intervensi keperawatan perawatan (I.13477)
selama 3 x 24 jam, Observasi
maka status manajemen
kesehatan keluarga 1. Identifikasi
meningkat, dengan kebutuhan dan
kriteria hasil: harapan keluarga
tentang
1. Kemampuan
Kesehatan
menjelaskan
2. Identifikasi
masalah
konsekuensi tidak
kesehatan yang
melakukan
dialami
Tindakan
meningkat
Bersama keluarga
2. Aktivitas
3. Identifikasi
keluarga
sumber-sumber
mengatasi
yang dimiliki
masalah
keluarga
kesehatan tepat
meningkat 4. Identifikasi
3. Verbalisasi Tindakan yang
kesulitan dapat dilakukan
menjalankan keluarga
perawatan yang
ditetapkan Terapeutik
menurun 5. Motivasi
pengembangan
sikap dan emosi
yang mendukung
upaya Kesehatan
6. Gunakan sarana
dan fasilitas yang
ada dalam
keluarga
7. Ciptakan
perubahan
lingkungan rumah
secara optimal
Edukasi
1. Informasikan
fasilitas
Kesehatan yang
ada di lingkungan
keluarga
2. Anjurkan
menggunakan
fasilitas
Kesehatan yang
ada
3. Ajarkan cara
perawatan yang
bisa dilakukan
keluarga

2 Kemampuan Dukungan Koping


koping keluarga Setelah dilakukan Keluarga (I.09260)
intervensi keperawatan Observasi
selama 3 x 24 jam,
maka status koping 1. Identifikasi
keluarga membaik, respons
dengan kriteria hasil: emosional
1. Perasaan terhadap kondisi
diabaikan saat ini
menurun 2. Identifikasi
2. Perilaku beban prognosis
mengabaikan secara psikologis
anggota keluarga 3. Identifikasi
menurun pemahaman
3. Kemampuan tentang
memenuhi keputusan
kebutuhan perawatan
anggota keluarga setelah pulang
meningkat 4. Identifikasi
4. Toleransi kesesuaian
membaik antara harapan
pasien, keluarga,
dan tenaga
kesehatan
Terapeutik
1. Dengarkan
masalah,
perasaan, dan
pertanyaan
keluarga
2. Terima nilai-
nilai keluarga
dengan cara
yang tidak
menghakimi
3. Diskusikan
rencana medis
dan perawatan
4. Fasilitasi
pengungkapan
perasaan antara
pasien dan
keluarga atau
antar anggota
keluarga
5. Fasilitasi
pengambilan
keputusan dalam
merencanakan
perawatan
jangka Panjang,
jika perlu
6. Fasilitasi
anggota keluarga
dalam
mengidentifikasi
dan
menyelesaikan
konflik nilai
7. Fasilitasi
pemenuhan
kebutuhan dasar
keluarga (mis:
tempat tinggal,
makanan,
pakaian)
8. Fasilitasi
anggota keluarga
melalui proses
kematian dan
berduka, jika
perlu
9. Fasilitasi
memperoleh
pengetahuan,
keterampilan,
dan peralatan
yang diperlukan
untuk
mempertahankan
keputusan
perawatan
pasien
10. Bersikap sebagai
pengganti
keluarga untuk
menenangkan
pasien dan/atau
jika keluarga
tidak dapat
memberikan
perawatan
11. Hargai dan
dukung
mekanisme
koping adaptif
yang digunakan
12. Berikan
kesempatan
berkunjung bagi
anggota keluarga
Edukasi
1. Informasikan
kemajuan pasien
secara berkala
2. Informasikan
fasilitas
perawatan
Kesehatan yang
tersedia
Kolaborasi
1. Rujuk untuk
terapi keluarga,
jika perlu
3 Defisit Setelah dilakukan Edukasi Kesehatan
pengetahuan intervensi keperawatan (I.12383)
(D.0111) selama 3 x 24 jam, Observasi
maka status tingkat 1. Identifikasi
pengetahuanmeningkat, kesiapan dan
dengan kriteria hasil: kemampuan
1. Perilaku sesuai menerima
anjuran meningkat informasi
2. Verbalisasi minat 2. Identifikasi
dalam belajar faktor-faktor yang
meningkat dapat
3. Kemampuan meningkatkan
menjelaskan dan menurunkan
pengetahuan tentang motivasi perilaku
suatu topik meningkat hidup bersih dan
4. Kemampuan sehat
menggambarkan Terapeutik
pengalaman 1. Sediakan materi
sebelumnya yang dan media
sesuai dengan topik Pendidikan
meningkat Kesehatan
5. Perilaku sesuai 2. Jadwalkan
dengan pengetahuan Pendidikan
meningkat Kesehatan sesuai
6. Pertanyaan tentang kesepakatan
masalah yang 3. Berikan
dihadapi menurun kesempatan untuk
7. Persepsi yang keliru bertanya
terhadap masalah Edukasi
menurun 1. Jelaskan faktor
risiko yang dapat
mempengaruhi
Kesehatan
2. Ajarkan perilaku
hidup bersih dan
sehat
3. Ajarkan strategi
yang dapat
digunakan untuk
meningkatkan
perilaku hidup
bersih dan sehat

N. CATATAN KEPERAWATAN

WAKTU/TANGGAL DIAGNOSA IMPLEMENTASI INTERVENSI


Manajemen 1. Mengidentifikasi Dukungan
kesehatan tidak kebutuhan dan keluarga
efektif harapan keluarga merencanakan
tentang perawatan
kesehatan. (I.13477)
2. Mengidentifikasi Observasi:
konsekuensi Identifikasi
tidak melakukan kebutuhan,
tindakan bersama harapan,
keluarga. konsekuensi,
3. Mengidentifikasi sumber, dan
sumber-sumber tindakan
yang dimiliki keluarga.
keluarga. Terapeutik:
4. Mengidentifikasi Memfasilitasi
tindakan yang keluarga untuk
dapat dilakukan lebih terbuka
keluarga. mengenai
kondisi yang
dihadapi.
Edukasi:
Memberikan
penjelasan awal
terkait
pentingnya
peran keluarga
dalam
perawatan.
Kemampuan 1. Mengevaluasi Terapeutik:
koping keluarga perubahan sikap Memotivasi
dan kemampuan keluarga untuk
keluarga dalam saling
mengelola stres. mendukung
2. Membimbing dalam
keluarga menghadapi
menyusun tantangan.
rencana jangka Edukasi:
panjang Menjelaskan
penggunaan pentingnya
strategi koping mempertahanka
adaptif. n pola
3. Mendorong komunikasi
keluarga terbuka dan
mempertahankan strategi koping
dukungan antar sehat dalam
anggota keluarga. kehidupan
sehari-hari.
Defisit 1. Mengidentifikasi Edukasi
pengetahuan kesiapan dan Kesehatan
kemampuan (I.12383)
pasien serta Observasi:
keluarga dalam Identifikasi
menerima kesiapan dan
informasi. kemampuan
2. Mengidentifikasi menerima
faktor-faktor informasi, serta
yang dapat faktor-faktor
meningkatkan yang
dan menurunkan memengaruhi
motivasi perilaku motivasi.
hidup bersih dan Terapeutik:
sehat. Menyediakan
3. Memberikan materi
penjelasan awal sederhana
mengenai tentang PHBS.
pentingnya Edukasi:
PHBS di rumah. Menjelaskan
faktor risiko
yang dapat
memengaruhi
kesehatan.
Manajemen 1. Memotivasi Terapeutik:
kesehatan tidak keluarga dalam Memberikan
efektif mengembangkan dukungan
sikap dan emosi emosional,
yang mendukung memotivasi,
upaya kesehatan. serta
2. Mendorong memfasilitasi
keluarga keluarga
menggunakan menggunakan
sarana dan fasilitas yang
fasilitas yang ada ada.
di rumah. Edukasi:
3. Membimbing Menjelaskan
keluarga cara menjaga
menciptakan lingkungan
perubahan rumah yang
lingkungan sehat dan
rumah yang lebih mendukung
sehat. pemulihan
anggota
keluarga.
Kemampuan 1. Mengidentifikasi Terapeutik:
koping keluarga respon emosi Mendengarkan
keluarga terhadap secara aktif,
kondisi yang memberikan
sedang dihadapi. dukungan
2. Membantu emosional, serta
keluarga membantu
mengekspresikan keluarga
perasaan, mengidentifikas
kecemasan, dan i strategi koping
harapan. yang sehat.
3. Mendukung Edukasi:
keluarga dalam Menjelaskan
menemukan teknik relaksasi
mekanisme sederhana dan
koping positif. cara mengelola
stres di rumah.
Defisit 1. Menyediakan Edukasi
pengetahuan media pendidikan Kesehatan
kesehatan berupa (I.12383)
leaflet/poster Terapeutik:
sederhana Menyediakan
tentang PHBS. media/leaflet
2. Menjadwalkan PHBS,
sesi pendidikan menjadwalkan
kesehatan sesi edukasi
bersama sesuai
keluarga. kesepakatan.
3. Memberikan Edukasi:
kesempatan Mengajarkan
pasien/keluarga perilaku hidup
untuk bertanya bersih dan sehat
tentang materi melalui diskusi
yang belum langsung dan
dipahami. tanya jawab.
Manajemen 1. Memberikan Edukasi:
kesehatan tidak informasi Menyediakan
efektif mengenai informasi
fasilitas fasilitas
kesehatan yang kesehatan,
ada di lingkungan menganjurkan
keluarga. pemanfaatannya
2. Menganjurkan , dan
keluarga untuk mengajarkan
menggunakan praktik
fasilitas perawatan
kesehatan yang dasar.
tersedia. Terapeutik:
3. Mengajarkan Mendampingi
cara perawatan keluarga saat
sederhana yang mencoba
dapat dilakukan melakukan
keluarga di perawatan
rumah. mandiri.
Observasi:
Mengevaluasi
respon keluarga
terhadap
informasi dan
keterampilan
yang diberikan.
Kemampuan 1. Mengevaluasi Terapeutik:
koping keluarga cara keluarga Memfasilitasi
dalam diskusi tentang
menghadapi hambatan dan
masalah sehari- keberhasilan
hari. dalam
2. Memberikan penggunaan
penguatan positif koping.
terhadap Edukasi:
penggunaan Memberikan
koping adaptif. informasi
3. Membantu tentang sumber
keluarga dukungan sosial
merumuskan dan fasilitas
strategi baru kesehatan yang
untuk mengatasi dapat
hambatan. dimanfaatkan
keluarga.
Defisit 1. Melanjutkan Edukasi
pengetahuan diskusi terkait Kesehatan
strategi (I.12383)
penerapan PHBS Terapeutik:
dalam kehidupan Memberikan
sehari-hari di kesempatan
rumah. untuk bertanya,
2. Memberikan memfasilitasi
contoh konkret diskusi terkait
perilaku bersih penerapan
dan sehat yang PHBS.
dapat dilakukan Edukasi:
keluarga. Menjelaskan
3. Mengevaluasi strategi
pemahaman meningkatkan
pasien/keluarga PHBS,
dengan mengevaluasi
pertanyaan ulang pemahaman
sederhana. pasien/keluarga
dengan metode
tanya jawab dan
contoh
penerapan
nyata.

Anda mungkin juga menyukai