0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan9 halaman

Memahami Dimensi Sejarah dan Ruang Waktu

Rencana pembelajaran ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang hakikat ilmu sejarah, termasuk dimensi ruang dan waktu, melalui model pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan pembelajaran meliputi orientasi masalah, diskusi kelompok, dan presentasi hasil karya, diakhiri dengan refleksi individu. Asesmen dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman siswa.

Diunggah oleh

Diana Fachrurazi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan9 halaman

Memahami Dimensi Sejarah dan Ruang Waktu

Rencana pembelajaran ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang hakikat ilmu sejarah, termasuk dimensi ruang dan waktu, melalui model pembelajaran berbasis masalah. Kegiatan pembelajaran meliputi orientasi masalah, diskusi kelompok, dan presentasi hasil karya, diakhiri dengan refleksi individu. Asesmen dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman siswa.

Diunggah oleh

Diana Fachrurazi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rencana Pembelajaran:

Hakikat Ilmu Sejarah (Pertemuan 1)

Nama Sekolah : SMKN 1 Suboh Situbondo


Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas : X (Fase E)
Alokasi Waktu : 2 JP (90 menit)

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:


1. Menjelaskan pengertian sejarah dari berbagai dimensi (peristiwa, kisah, ilmu, seni) dan
konsep dasar ruang dan waktu dalam kajian sejarah.
2. Mengidentifikasi contoh peristiwa sejarah yang menunjukkan dimensi ruang dan waktu
serta menerapkan pola berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis pada studi kasus
sederhana.
3. Merefleksikan pentingnya memahami dimensi ruang dan waktu dalam mengkaji suatu
fenomena sejarah agar tidak terjadi bias informasi.

B. Model Pembelajaran

Kita akan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning -


PjBL) sederhana. Model ini sangat cocok untuk materi hakikat ilmu sejarah karena mendorong
peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisis, dan memecahkan masalah otentik.

Sintaks PBL yang akan kita gunakan:


1. Orientasi Peserta Didik pada Masalah: Guru menyajikan masalah atau studi kasus
yang relevan dengan hakikat ilmu sejarah.
2. Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar: Guru membantu peserta didik
mendefinisikan dan mengorganisir tugas belajar yang terkait dengan masalah.
3. Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok: Guru mendorong peserta
didik untuk mengumpulkan informasi, melakukan eksperimen, mencari penjelasan, dan
solusi.

Page 1 of 9
4. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya: Peserta didik mengembangkan dan
menyajikan hasil karyanya, seperti laporan, poster, atau presentasi.
5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah: Guru membantu
peserta didik merefleksikan proses penyelidikan mereka dan masalah yang dipecahkan.

C. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru memberi salam, berdoa, dan mengecek kehadiran peserta didik.
2. Apersepsi: Guru menampilkan sebuah gambar atau video singkat tentang peristiwa
sejarah yang terkenal (misal: Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Tsunami Aceh) dan
memancing pertanyaan: "Apa yang kalian ketahui tentang peristiwa ini? Mengapa kita
perlu mempelajarinya?"
3. Motivasi: Guru menjelaskan pentingnya memahami hakikat ilmu sejarah agar tidak
mudah termakan berita atau informasi yang tidak akurat. "Bagaimana kita bisa tahu
sebuah peristiwa itu benar-benar terjadi di masa lalu? Bagaimana cara sejarawan
mempelajarinya?"
4. Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
pada pertemuan ini.

Kegiatan Inti (60 menit)


1. Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (15 menit)
○ Guru menayangkan sebuah kliping berita/artikel atau video pendek tentang suatu
peristiwa sejarah yang memiliki interpretasi berbeda-beda atau informasi yang
bias (contoh: interpretasi peristiwa G30S/PKI yang berbeda, narasi sejarah lokal
yang kurang tepat).
○ Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi "masalah" atau "pertanyaan"
yang muncul dari kliping/video tersebut terkait kebenaran atau interpretasi peristiwa
sejarah.
○ Contoh Pertanyaan Pematik: "Mengapa ada beberapa versi cerita tentang
peristiwa ini? Apa yang membuat suatu informasi sejarah bisa dianggap benar atau
salah?"
2. Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (10 menit)
○ Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang).
○ Guru memberikan lembar kerja kelompok yang berisi panduan eksplorasi materi:
■ Apa itu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni?
■ Bagaimana konsep ruang dan waktu berperan dalam memahami sejarah?
Berikan contohnya!

Page 2 of 9
■ Apa perbedaan dan hubungan antara berpikir diakronis (kronologis) dan
sinkronis dalam sejarah?
○ Guru mengarahkan bahwa mereka akan menggunakan berbagai sumber (buku teks,
materi ajar yang disediakan guru, internet) untuk mencari jawaban.
3. Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (20 menit)
○ Peserta didik dalam kelompok berdiskusi dan mencari informasi dari berbagai
sumber untuk menjawab pertanyaan di lembar kerja.
○ Guru berkeliling, memfasilitasi, dan memberikan bimbingan jika ada kelompok yang
mengalami kesulitan. Guru mendorong mereka untuk mengaitkan konsep-konsep
tersebut dengan "masalah" di awal.
○ Guru menekankan pentingnya mencari contoh konkret peristiwa sejarah yang
menunjukkan dimensi ruang dan waktu, serta bagaimana berpikir diakronis/sinkronis
bisa diterapkan.
4. Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 menit)
○ Setiap kelompok merumuskan hasil diskusinya dan menyiapkan presentasi singkat
(bisa dalam bentuk peta konsep, mind map, atau poin-poin penting).
○ Beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas. Kelompok lain menanggapi dan memberikan pertanyaan.
5. Fase 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (5 menit)
○ Guru dan peserta didik secara bersama-sama merefleksikan hasil diskusi dan
presentasi.
○ Guru mengaitkan kembali temuan kelompok dengan "masalah" di awal. "Mengapa
penting bagi sejarawan untuk memahami ruang dan waktu dalam sebuah peristiwa?
Bagaimana berpikir diakronis dan sinkronis membantu kita menghindari bias
informasi?"
○ Guru mengkonfirmasi konsep-konsep kunci dan meluruskan miskonsepsi.

Penutup (15 menit)


1. Refleksi: Peserta didik secara individu menuliskan satu paragraf tentang "Pentingnya
Memahami Dimensi Ruang dan Waktu dalam Mengkaji Suatu Fenomena Sejarah agar
Tidak Terjadi Bias Informasi" (sesuai tujuan pembelajaran ketiga).
2. Kesimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran hari ini.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan pengantar untuk materi pertemuan selanjutnya.
4. Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.

Page 3 of 9
D. Asesmen
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
● Tujuan: Mengidentifikasi pemahaman awal peserta didik tentang sejarah.
● Bentuk: Kuesioner singkat atau pertanyaan lisan.
● Contoh Pertanyaan:
○ "Apa yang kamu pahami tentang kata 'sejarah'?"
○ "Menurutmu, mengapa kita perlu belajar sejarah?"

2. Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)


● Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran dan
memberikan umpan balik segera.
● Bentuk:
○ Observasi Diskusi Kelompok: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta
didik dalam kelompok.
○ Penilaian Lembar Kerja Kelompok: Menilai kelengkapan dan ketepatan jawaban
dalam lembar kerja.
○ Penilaian Presentasi Kelompok: Menilai cara kelompok menyajikan hasil diskusinya.
○ Refleksi Individu: Menilai kemampuan peserta didik merefleksikan pentingnya ruang
dan waktu dalam sejarah.

3. Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran)


● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.
● Bentuk:
○ Tes Tertulis Singkat: Mengandung soal pilihan ganda dan esai pendek.
○ Studi Kasus Sederhana: Menganalisis peristiwa sejarah menggunakan konsep
diakronis dan sinkronis.

Rubrik Asesmen
Page 4 of 9
Rubrik Penilaian Observasi Diskusi Kelompok (Formatif)

Aspek yang Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1


Dinilai Baik) (Kurang)

Partisipasi Aktif Berpartisipasi Sesekali Tidak


berkontribusi, aktif dalam berpartisipasi, berpartisipasi
memberikan diskusi dan namun kurang atau pasif
ide-ide memberikan aktif. dalam diskusi.
orisinal, dan kontribusi.
mendorong
anggota lain.

Kerja Sama Menunjukkan Menunjukkan Cukup bekerja Sulit bekerja


kolaborasi kerja sama sama, namun sama atau
yang sangat yang baik dan kadang masih sering
baik, menghargai individualis. mendominasi/
menghargai pendapat pasif.
pendapat orang lain.
orang lain, dan
membantu
anggota
kelompok.

Pemahaman Menunjukkan Menunjukkan Menunjukkan Belum


Konsep pemahaman pemahaman pemahaman menunjukkan
yang yang baik dasar, namun pemahaman
mendalam tentang masih ada yang cukup
tentang materi materi. kebingungan. terhadap
dan mampu materi.
mengaitkan
dengan
masalah.

Kualitas Argumen logis, Argumen logis Argumen Argumen tidak


Argumen relevan, dan dan relevan. kadang kurang jelas atau tidak
didukung logis atau relevan.
data/fakta. kurang
relevan.

Page 5 of 9
Rubrik Penilaian Lembar Kerja Kelompok (Formatif)

Aspek yang Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1


Dinilai Baik) (Kurang)

Kelengkapan Semua Sebagian Beberapa Sebagian


Jawaban pertanyaan besar pertanyaan besar
dijawab pertanyaan dijawab, pertanyaan
lengkap dan dijawab namun kurang tidak dijawab
terperinci. lengkap. lengkap. atau tidak
relevan.

Ketepatan Semua konsep Sebagian Ada beberapa Banyak


Konsep dijelaskan besar konsep kekeliruan kekeliruan
dengan tepat dijelaskan dalam dalam
dan akurat, dengan tepat. menjelaskan menjelaskan
didukung konsep. konsep.
contoh yang
relevan.

Keterkaitan Mampu Mampu Hanya sedikit Tidak mampu


dengan mengaitkan mengaitkan mengaitkan mengaitkan
Masalah Awal semua konsep sebagian konsep konsep
dengan besar konsep dengan dengan
masalah awal dengan masalah awal masalah awal.
yang masalah awal. atau kurang
diberikan. jelas.

Sistematika Penulisan rapi, Penulisan Penulisan Penulisan tidak


Penulisan sistematis, dan cukup rapi dan kurang rapi rapi dan sulit
mudah sistematis. atau kurang dipahami.
dipahami. sistematis.

Rubrik Penilaian Refleksi Individu (Formatif)

Page 6 of 9
Aspek yang Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1
Dinilai Baik) (Kurang)

Kedalaman Mengungkapk Mengungkapk Pemahaman Belum


Refleksi an an masih bersifat menunjukkan
pemahaman pemahaman umum dan pemahaman
yang yang baik kurang yang
mendalam tentang mendalam. memadai.
tentang pentingnya
pentingnya ruang dan
ruang dan waktu dalam
waktu dalam sejarah.
sejarah untuk
menghindari
bias informasi,
dengan
argumen yang
kuat.

Orisinalitas Menyajikan Gagasan Gagasan Gagasan


Pemikiran gagasan atau cukup orisinal. masih belum terlihat
sudut pandang cenderung atau tidak
yang orisinal mengikuti apa relevan.
dan pribadi. yang telah
disampaikan.

Keterkaitan Refleksi Refleksi cukup Refleksi Refleksi tidak


dengan sangat relevan relevan kurang relevan relevan.
Materi dengan materi dengan materi. atau tidak
yang dipelajari fokus pada
dan tujuan materi.
pembelajaran.

Tata Bahasa Menggunakan Tata bahasa Tata bahasa Tata bahasa


dan tata bahasa baik dan alur kurang baik buruk dan sulit
Koherensi yang baik, pemikiran atau alur dipahami.
kalimat efektif, cukup pemikiran
dan alur koheren. kurang
pemikiran koheren.
yang koheren.

Page 7 of 9
Rubrik Penilaian Tes Tertulis Singkat/Studi Kasus (Sumatif)

Kriteria Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1


Baik) (Kurang)

Pengertian Mampu Mampu Mampu Belum mampu


Sejarah menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
pengertian pengertian pengertian pengertian
sejarah sejarah sejarah, sejarah
(peristiwa, dengan namun ada dengan baik.
kisah, ilmu, lengkap dan sedikit
seni) dengan akurat. kekurangan.
sangat
lengkap dan
akurat.

Konsep Mampu Mampu Mampu Belum mampu


Ruang & menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
Waktu dan dan konsep ruang atau
memberikan memberikan dan waktu, memberikan
contoh konsep contoh konsep namun contoh contoh konsep
ruang dan ruang dan kurang jelas. ruang dan
waktu dalam waktu dengan waktu.
sejarah tepat.
dengan sangat
tepat dan
jelas.

Berpikir Mampu Mampu Mampu Belum mampu


Diakronis & menjelaskan menjelaskan menjelaskan, menjelaskan
Sinkronis perbedaan dan namun atau
dan hubungan menerapkan penerapannya menerapkan
berpikir berpikir pada studi berpikir
diakronis dan diakronis dan kasus kurang diakronis dan
sinkronis, serta sinkronis tepat. sinkronis.
menerapkanny dengan baik.
a pada studi
kasus dengan

Page 8 of 9
sangat baik.

Ketepatan Semua Sebagian Ada beberapa Sebagian


Jawaban jawaban benar besar jawaban jawaban yang besar jawaban
dan sesuai benar. salah atau salah.
dengan kurang tepat.
konsep yang
diajarkan.

Situbondo, 14 Juli 2025


Kepala SMKN 1 Suboh Situbondo Guru Sejarah

HUSAIN FAJRI, [Link] A.M. Marfianto, [Link]


NIP. 19700702 199703 1 007 NIP. 198412092009031007

Page 9 of 9

Anda mungkin juga menyukai