MAKALAH
PENDEKATAN PSIKODINAMIKA : NEO-FREUDIAN
(ADLER)
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Psikologi Kepribadian
Dosen Pengampu
Utami Nurhafsari Putri, [Link]., [Link]
Disusun oleh
KELOMPOK 3
AZZA ATHIKA (-)
LENARTI SITUMORANG (-)
NATJWA SALSA (1231151032)
ATIYA NUR HAFIDZAH (1233151024)
SUCI RAMADHANI BR ARUAN (1231151017)
MICHALLEN KARO KARO (1233351022)
JURUSAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan yang maha esa atas berkat rahmat dan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Adapun tema dari makalah ini
adalah " Pendekatan Psikodinamika : Neo-Freudian(Adler)"
Dalam penulisan makalah ini kami masih merasa banyak kekurangan kekurangan baik
pada materi maupun pada teknis. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari seluruh
pihak akan sangat membantu menyempurnakan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini kami pengucapan banyak terimakasih kepada pihak-pihak
yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi para pembaca.
Medan, 17 September 2023
Kelompok 3
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 1
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 2
BAB I ......................................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 3
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 3
B. Rumusan Masalah ........................................................................................................... 4
C. Tujuan dan Manfaat ........................................................................................................ 4
BAB II........................................................................................................................................ 5
PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 5
A. Rincian Pokok-Pokok Teori Adler.................................................................................. 5
B. Kesadaran dan Ketidaksadaran menurut Adler............................................................... 8
C. Minat Sosial Menurut Adler ........................................................................................... 9
D. Perkembangan Abnormal menurut Adler ....................................................................... 9
BAB III .................................................................................................................................... 11
PENUTUP................................................................................................................................ 11
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 11
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diskusikan gagasan Jung tentang ketidaksadaran kolektif dan arketipe.
Diskusikan karya Karen Horney, termasuk revisinya terhadap “kecemburuan
terhadap penis” Freud
Freud menarik banyak pengikut yang memodifikasi gagasannya untuk
menciptakan teori baru tentang kepribadian. Para ahli teori ini, yang disebut sebagai
neo-Freudian, umumnya setuju dengan Freud bahwa pengalaman masa kanak-kanak
itu penting, tetapi tidak menekankan seks, lebih fokus pada lingkungan sosial dan
pengaruh budaya terhadap kepribadian ALFRED ADLER
Alfred Adler , rekan Freud dan presiden pertama Vienna Psychoanalytical
Society (lingkaran rekan-rekan Freud), adalah ahli teori besar pertama yang
melepaskan diri dari Freud ( [link] ) . Dia kemudian mendirikan sekolah psikologi
yang disebut psikologi individu , yang berfokus pada upaya kita untuk mengimbangi
perasaan rendah diri. Adler (1937, 1956) mengajukan konsep kompleks
inferioritas. Kompleks inferioritas mengacu pada perasaan seseorang bahwa mereka
tidak berharga dan tidak memenuhi standar orang lain atau masyarakat. Gagasan
Adler tentang inferioritas mewakili perbedaan besar antara pemikirannya dan
pemikiran Freud. Freud percaya bahwa kita dimotivasi oleh dorongan seksual dan
agresif, namun Adler (1930, 1961) percaya bahwa perasaan rendah diri di masa
kanak-kanak adalah apa yang mendorong orang untuk berusaha mencapai
superioritas dan bahwa upaya ini adalah kekuatan di balik semua pikiran, emosi, dan
perasaan kita. dan perilaku. Alfred Adler mengajukan konsep inferioritas kompleks.
Adler juga percaya akan pentingnya hubungan sosial, melihat perkembangan
masa kanak-kanak muncul melalui perkembangan sosial dan bukan melalui tahapan
seksual yang diuraikan Freud. Adler mencatat keterkaitan umat manusia dan
kebutuhan untuk bekerja sama demi kemajuan semua orang. Dia berkata,
“Kebahagiaan umat manusia terletak pada kerja sama, dalam hidup seolah-olah
setiap individu telah menetapkan tugas untuk berkontribusi pada kesejahteraan
bersama” (Adler, 1964, hal. 255) dengan tujuan utama psikologi adalah “untuk
mengenali persamaan hak dan persamaan orang lain” (Adler, 1961, hal. 691).
3
Dengan gagasan ini, Adler mengidentifikasi tiga tugas sosial mendasar yang harus
kita semua alami: tugas pekerjaan (karier), tugas sosial (persahabatan), dan tugas
cinta (menemukan pasangan intim untuk hubungan jangka panjang). Daripada
berfokus pada motif perilaku seksual atau agresif seperti yang dilakukan Freud, Adler
berfokus pada motif sosial. Dia juga menekankan motivasi sadar daripada motivasi
tidak sadar, karena dia percaya bahwa tiga tugas sosial mendasar diketahui dan
dilakukan secara eksplisit. Hal ini tidak berarti bahwa Adler juga tidak percaya pada
proses-proses yang tidak disadari—dia percaya—tetapi dia merasa bahwa proses-
proses yang disadari lebih penting.
Salah satu kontribusi besar Adler terhadap psikologi kepribadian adalah gagasan
bahwa urutan kelahiran membentuk kepribadian kita. Ia mengusulkan agar kakak-
kakak, yang awalnya menjadi fokus perhatian orang tua mereka, namun harus
membagi perhatian tersebut begitu ada anak baru yang bergabung dalam keluarga,
memberikan kompensasi dengan menjadi orang yang berprestasi. Anak bungsu,
menurut Adler, bisa saja bersikap manja sehingga anak tengah mempunyai
kesempatan untuk meminimalisir dinamika negatif anak bungsu dan
tertua. Meskipun banyak mendapat perhatian, penelitian belum secara meyakinkan
mengkonfirmasi hipotesis Adler tentang urutan kelahiran.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja rincian pokok-pokok teori Adler?
2. Bagaimana kesadaran dan ketidaksadaran menurut Adler?
3. Apa yang dimaksud minat sosial menurut Adler?
4. Bagaimana perkembangan Abnormal menurut Adler?
C. Tujuan dan Manfaat
a. Mengetahui apa saja rincian pokok-pokok teori Adler
b. Memahami Kesadaran atau Ketidaksadaran menurut Adler
c. Mengerti apa itu minat sosial menurut Adler
d. Mengerti baimana perkembangan Abnormal menurut Adler
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Rincian Pokok-Pokok Teori Adler
Alfred Adler lahir di pinggiran kota Wina pada tanggal 7 Februari 1870 dalam
keluarga Yahudi, dan meninggal di Aberdeen, Skotlandia pada tahun 1937 pada
waktu ia mengadakan perjalanan keliling untuk memberikan ceramah. Ia meraih
gelar dokter pada tahun 1895 dari Universitas Wina. Ia anak kedua dari enam
bersaudara.
Dia tumbuh dalam lingkungan dimana orang orang memiliki berbagai jenis latar
belakang kehidupan, Adler menghabiskan masa kecilnya bermain dengan teman
teman sebayanya termasuk anak anak Yahudi dan bukan Yahudi keduanya kalangan
menengah dan kalangan bawah. Tampak seperti perjalanan panjang dengan berbagai
aspek sosial kepribadian yang bersumber dari pengalamannya sejak awal.
1. Tentang Teori Kepribadian
Orang orang yang telah berjasa melengkapi teori psikoanalisis atau
kepribadian dengan pandangan psikologi sosial abad XX terdapat empat orang ,
yakni Alfred Adler, Karen Horney, Erich Fromm, dan Harry Stack Sullivan.
namun mengingat kapasitas tempat dengan tidak mengurangi kadar
keseimbangan tempat bacaan dan benang merah masing masing pandangan
maka, pada kesempatan ini akan diuraikan pandangan Alfred Adler yang
mungkin dianggap bapak “pandangan psikologi sosial yang baru” karena sudah
sejak tahun 1911 ia berpisah dengan Freud karena persoalan mengenai teori
seksualitas, dan mulai mengembangkan teori di mana minat sosial dan
perjuangan ke arah superioritas menjadi dua pilar konseptualnya yang paling
penting.
Horney dan Fromm melawan dengan gigih psikoanalisis yang terlalu
berorientasi pada insting dan mempertahankan relevansi variabel variabel
psikologi sosial terhadap teori kepribadian. Harry Stack Sullivan dalam teorinya
tentang hubungan hubungan antar pribadi mengukuhkan pendirian teori
kepribadian yang berlandaskan proses proses sosial.
Meskipun masing masing teori itu memiliki pandangan dan konsepnya
5
sendiri, namun ada banyak persamaan di antara mereka sebagaimana telah
dikemuka-kan oleh berbagai penulis (James, 1947; Ansbacher, 1956).
2. Tentang Teori Alferd Adler
Menurut Adler mahluk hidup adalah suatu kesatuan sosial yang tidak dapat
dipiahkan. Mereka menghubungkan dirinya dengan orang orang lain disekitar
mereka dalam usaha kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan umum diatas
keinginan diri sendiri, dan mendapatkan gaya hidup yang bersifat lebih kuasa
dalam organisasi social.
Adler memiliki sumbangan pemikiran yang besar yaitu pertama, penekanan
determinan sosial dari tingkah laku, kedua, konsep tentang mengkreatifkan diri, dan
ketiga, penekanan pada cirri khas dari masing masing kepribadian.
Adler mengembangkan pokok pokok pikirannya sehingga menjadi ciri khusus dari
pemikiran Adlerian yaitu:
- Fictional finalism (Tujuan Hidup)
- Dorongan keakuan
- Perasaan rendah diri
- Dorongan kemasyarakatan
- Gaya hidup
- Daya kreatif
Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler beranggapan bahwa individu dan
permasalahan hidupnya selalu bersifat sosial, seperti merasakan kebersamaan dengan
orang lain dan mempedulikan kesejahteraan orang tersebut.
Ada tujuh prinsip dalam teori kepribadian Alfred Adler. Ketujuh Prinsip Teori
Kepribadian Alfred Adler tersebut yang menjelaskan bagaimana pandangan Adler
terhadap kondisi psikis individu. Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler
1. Prinsip teori kepribadian rasa rendah diri
Adler meyakini bahwa manusia dilahirkan dengan perasaan rendah diri.
Perasaan rendah diri ini bermula dari anak anak yang tidak bisa melakukan tindakan
orang dewasa. Pada prinsipnya, individu ingin menyaingi kekuatan dan
kemampuan orang lain.
2. Prinsip teori kepribadian superior
Superior diartikan sebagai usaha untuk mencapai kekuatan diri. Adler
beranggapan bahwa manusia adalah mahluk yang agresif dan harus selalu agresif
6
bila ingin mencapai kesuksesan. Manusia menginginkan kekuatan dan
mengharapkan kesempurnaan.
3. Prinsip teori kepribadian gaya hidup
Usaha individu untuk mencapai superioritas memerlukan cara cara tertentu
yang disebut sebagai gaya hidup. Gaya hidup terdiri dari dorongan dari dalam diri
yang mengatur arah perilaku dan dorongan dari lingkungan. Dorongan dari
lingkungan mungkin dapat menambah atau menghambat arah dorongan dari dalam
diri.
4. Prinsip teori kepribadian diri kreatif
Diri yang kreatif adalah penggerak utama tingkah laku. Yakni membuat sesuatu
yang baru yang berbeda dari sebelumnya. Diri kreatif adalah sarana yang mengolah
fakta fakta dunia dan mentransformasikann fakta tersebut menjadi kepribadian yang
bersifat subjektif, dinamis, menyatu, personal, dan unik karena individu mencipta
dirinya sendiri.
5. Prinsip teori kepribadian diri yang sadar
Kesadaran adalah inti kepribadian individu. Manusia menyadari segala hal yang
dilakukannya. Ia dapat merencanakan dan mengarahkan perilaku ke arah tujuan
yang dipilihnya secara sadar. Pikiran sadar adalah apa saja yang dipahami dan
diterima individu dalam membantu perjuangan menjadi sukses dan superior.
6. Prinsip teori kepribadian tujuan semu
Masa lalu penting namun yang lebih penting adalah masa depan, yaitu rencana
yang akan dilakukan individu. Tujuan akhir manusia tidak menunjukkan hasil yang
nyata akan terwujud, melainkan hanya perangkat semu.
7. Prinsip teori kepribadian minat sosial
Manusia dilahirkan dengan karunia minat sosial yang bersifat universal.
Kebutuhan ini terwujud dalam komunikasi dengan orang lain. Proses ini
membutuhkan waktu banyak dan usaha yang berkelanjutan. Individu diarahkan
untuk memelihara dan memperkuat perasaan minat sosial dengan meningkatkan
kepedulian pada orang lain melalui empati dan komunikasi.
7
B. Kesadaran dan Ketidaksadaran menurut Adler
Menurut adler, tingkah laku tak sadar adalh bagian dari tujuan final yang belum
diformulasi dan belum dipahami secara jelas
Fikiran sadar menurut adler adalah apa saja yang dipahami dan diterima individu
dapat membantu perjuangan menjadi sukses. Apa saja yang dianggap tidak
membantu akan ditekan ke tak sadar
Kesadaran
Dalam teori tentang alam sadar (Conscious Mind), Freud menjelaskan bahwa
alamsadar adalah satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan
realitas.
Kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan
pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah
permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang
terlihat di permukaan
Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman
dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam bawah sadar..
Prasadar
Terkait dengan alam sadar ini adalah apa yang dinamakan oleh Freud sebagai
alam pra-sadar (Preconscious Mind), yaitu jembatan antara Conscious dan
Unconscious, berisikan segala sesuatu yang dengan mudah dipanggil ke alam
sadar, seperti kenangan-kenangan yang walaupun tidak kita ingat ketika kita
berpikir, tetapi dapat dengan mudah dipanggil lagi, atau seringkali disebut
sebagai “kenangan yang sudah tersedia” (available memory).
Ketidaksadaran
Alam bawah sadar (Unconscious Mind), merupakan bagian yang paling
dominan dan penting dalam menentukan perilaku manusia.
Mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa ke alam sadar, seperti
nafsu dan insting kita serta segala sesuatu yang masuk ke dalamnya karena kita
tidak mampu menjangkaunya, seperti kenangan pahit atau emosi yang terkait
dengan trauma.
Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan
dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti
makanan atau seks, daya-daya neurotik, atau motif yang mendorong seorang
8
seniman atau ilmuwan berkarya. Namun anehnya, menurut Freud, kita sering
terdorong untuk mengingkari atau menghalangi seluruh bentuk motif ini naik ke
alam sadar. Oleh karena itu, motifmotif itu kita kenali dalam wujud samarsamar.
C. Minat Sosial Menurut Adler
Minat sosial menurut adler adalah bagian dari hakekat manusia dan dalam
besaran yang berbeda muncul pula pada tingkah laku setiap orang kriminal, psikotik,
atau orang yang sehat. Minat sosial yang membuat orang mampu berjuang mengejar
superiorita dengan cara yang sehat dan tidak tersesat ke salah suai: semua kegagalan
neurotik,psikotik,kriminal,pemabuk,anak bermasalah, bunuh diri, menyeleweng,
prostitusi adalah kegagalan karena mereka kurang memiliki minat sosial
D. Perkembangan Abnormal menurut Adler
‘’Manusia adalah gambaran dari apa yang mereka ciptakanatau mereka buat
dalam hidupnya sendiri.’’
Gambaran Umum:
Satu faktor yang mendasar semua jenis ketidakmampuanuntuk menyesuaikan
diri adalah minat sosial yang tidakberkembang. Orang-orang neurotik cenderung
untuk:
[Link] tujuan yang terlalu tinggi
[Link] dalam dunianya sendiri
[Link] gaya hidup yang kaku dan dogmatis
Faktor Eksternal PenyebabKetidakmampuan Menyesuaikan Diri
1. Kelemahan Fisik yang Berlebihan
Membentuk perasaaninferior yang berlebihan
Cenderung peduli padadiri sendiri
Merasa seakan-akan hidup di tempat musuh
Yakin bahwa masalah utama dalam hidup dapat diselesaikan hanya
dengan mementingkan diri sendiri.
9
2. Gaya Hidup Manja
Minat sosialnya lemah,namun punya hasrat yangkuat untuk
terusmempertahankanhubungan yang sifatnyaparasit
Mengharapkan orang lain untuk merawat,melindungi, danmemuaskan
kebutuhanmereka
Karakteristik yangmenonjol: putus asa yangberlebihan,
kebimbangan,oversensitif, tidak sabar,emosi yang berlebihan terutama
kecemasan
3. Gaya Hidup Terabaikan
Kurang percaya diri
Tidak percaya pada oranglain dan tidak mampubekerja sama
Melihat masyarakatsebagai musuh, merasaterasingkan, mengalamirasa iri
yang kuat terhadapkeberhasilan orang lain
Lebih mudah curiga danmemiliki kemungkinanlebih besar
untukmembahayakan orang lain
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menurut Adler mahluk hidup adalah suatu kesatuan sosial yang tidak dapat
dipiahkan. Mereka menghubungkan dirinya dengan orang orang lain disekitar
mereka dalam usaha kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan umum diatas
keinginan diri sendiri, dan mendapatkan gaya hidup yang bersifat lebih kuasa dalam
organisasi social.
Adler memiliki sumbangan pemikiran yang besar yaitu pertama, penekanan
determinan sosial dari tingkah laku, kedua, konsep tentang mengkreatifkan diri, dan
ketiga, penekanan pada cirri khas dari masing masing kepribadian.
Adler mengembangkan pokok pokok pikirannya sehingga menjadi ciri khusus
dari pemikiran Adlerian yaitu:
Fictional finalism (Tujuan Hidup)
Dorongan keakuan
Perasaan rendah diri
Dorongan kemasyarakatan
Gaya hidup
Daya kreatif
Prinsip Teori Kepribadian Alfred Adler beranggapan bahwa individu dan
permasalahan hidupnya selalu bersifat sosial, seperti merasakan kebersamaan
dengan orang lain dan mempedulikan kesejahteraan orang tersebut.
Ada tujuh prinsip dalam teori kepribadian Alfred Adler. Ketujuh Prinsip Teori
Kepribadian Alfred Adler tersebut yang menjelaskan bagaimana pandangan Adler
terhadap kondisi psikis individu
11
DAFTAR PUSTAKA
Alwisol. (2019). Psikilogi Kepribadian. Malang: Universitas Muuhammadiyah Malang.
[Link] Susanto, I. M. (2023). Psycodinamic Approach. Journal of Management and Social
Sciences, 137-153.
12