0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Tanggapan Jaksa atas Pledoi Adelia Indriani

Dokumen ini adalah tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas pledoi dari penasihat hukum terdakwa Adelia Putri Indriani dalam perkara penganiayaan. Jaksa menegaskan bahwa meskipun luka korban tidak permanen, tindakan kekerasan tetap memenuhi unsur pidana dan harus dipertimbangkan dalam penjatuhan hukuman. Jaksa meminta agar majelis hakim menolak pledoi dan mengabulkan tuntutan pidana yang diajukan.

Diunggah oleh

stanleyjaya226
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Tanggapan Jaksa atas Pledoi Adelia Indriani

Dokumen ini adalah tanggapan Jaksa Penuntut Umum atas pledoi dari penasihat hukum terdakwa Adelia Putri Indriani dalam perkara penganiayaan. Jaksa menegaskan bahwa meskipun luka korban tidak permanen, tindakan kekerasan tetap memenuhi unsur pidana dan harus dipertimbangkan dalam penjatuhan hukuman. Jaksa meminta agar majelis hakim menolak pledoi dan mengabulkan tuntutan pidana yang diajukan.

Diunggah oleh

stanleyjaya226
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN


SELATAN KEJAKSAAN NEGERI KOTA
BANJARMASIN

Jalan Brigjen [Link] Basri No.3, RW.02, Pangeran, [Link] Utara, Kota
Banjarmasin, Kalimantan selatan 70124

TANGGAPAN PENUNTUT UMUM (REPLIK)


ATAS PLEDOI (PEMBELAAN)
PENASIHAT HUKUM ADELIA PUTRI INDRIANI
Perkara Nomor : 88/Pid.B/2024/PN BJM

Majelis Hakim Yang Mulia,


Saudara Penasehat Hukum yang terhormat,
Sidang Pengadilan yang kami muliakan.

Mengawali tanggapan kami atas Pledoi (pembelaan) Penasihat Hukum terdakwa Adelia
Putri Indriani, perkenankan kami terlebih dahulu mengucapkan puji dan syukur kehadirat allah swt
oleh karena atas perkenan-NYA kita semua yang hadir dalam persidangan ini diberikan kesehatan.
Terima kasih kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin, yang dengan penuh
kesabaran telah memeriksa dan mengadili perkara dalam persidangan ini serta memimpin
persidangan agar berjalan dengan baik dan tertib. Terima kasih kepada Penasihat Hukum terdakwa
Adelia Putri Indriani yang telah gigih memperjuangkan hak-hak terdakwa dan sudah barang tentu
materi yang dibuat dalam pledoi penasihat hukum terdakwa pada hari Sabtu 1 Juni 2024 itu
merupakan pledoi dari sudut pandang Penasihat Hukum terdakwa. Bahwa sudah barang tentu
Pledoi (Pembelaan) tersebut tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor subjekif serta kaca mata
(sudut pandang) Penasihat Hukum terdakwa. Namun sehubungan dengan semua itu pastinya
untuk mencari suatu kepastian hukum (recht-zekenheid), yang nantinya akan bermuara kepada
kepastian hukum yang mengandung kebenaran dan keadilan.
Pada kesempatan ini kami selaku Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini akan
mengajukan tanggapan (REPLIK) atas Nota Pembelaan /Pledoi dari Penasehat Hukum Terdakwa
yang telah dibacakan didepan persidangan tertanggal 1 Juni 2024 dengan dakwaan melakukan
Tindak Pidana Penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.
Setelah kami mempelajari dan mencermati Nota Pembelaan/Pledoi saudara Penasehat
Hukum terdakwa Adelia Putri Indriani yang pada pokoknya dalam Nota Pembelaan
tersebut,saudara Penasehat Hukum Terdakwa berpendapat :

1. Menolak alat bukti berupa baju blouse berwarna hijau milik korban dalam
keadaan robek-robek dan berlumuran noda darah,. Penolakan ini didasarkan
pada keterangan ahli, yang menyatakan bahwa luka yang dialami korban
terbatas pada luka memar dan lebam. Tidak terdapat keterangan dari ahli yang
menyebutkan adanya luka terbuka atau luka yang mengeluarkan darah
sebagaimana ditunjukkan dalam alat bukti tersebut. Selain itu, tidak ada
penjelasan medis yang mendukung adanya luka yang dapat menyebabkan
robeknya pakaian korban sebagaimana diperlihatkan dalam barang bukti
tersebut. Selanjutnya, balok kayu yang dihadirkan dalam persidangan tidak
memungkinkan untuk menyebabkan robeknya pakaian korban. Balok kayu
tersebut, berdasarkan keterangan dr. Indyra Nidya Farsha selaku dokter
pemeriksa yang menyusun Visum et Repertum No.: 440.1/56/PKM-
KPL/II/2024 tanggal 14 Februari 2024, hanya menyebabkan luka memar pada
tubuh korban dan tidak menimbulkan luka terbuka. Berdasarkan keterangan
ahli dan visum, memang benar terdapat luka, seperti luka lebam,dan luka
memar, namun luka tersebut tidak sampai mengakibatkan cacat permanen atau
membahayakan nyawa secara langsung. Ini perlu menjadi pertimbangan
proporsionalitas pidana.

2. Bahwa terdakwa telah mengakui perbuatannya secara jujur dan terbuka di


hadapan penyidik dan majelis hakim, tanpa mencoba mengelak.

3. Bahwa tidak ada niat awal atau perencanaan untuk melakukan penganiayaan,
melainkan tindakan spontan yang dipicu oleh kondisi emosional mendadak dan
keterkejutan atas keberadaan korban.

4. Bahwa terdakwa tidak membawa senjata atau benda apa pun dari rumah. Balok
kayu yang digunakan dalam kejadian berada di lokasi kejadian dan digunakan
secara impulsif.

5. Bahwa terdakwa tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, serta menyesali


perbuatannya secara mendalam.

6. Penasihat Hukum menyebutkan bahwa keterangan saksi bersifat tidak


langsung. Kami menegaskan bahwa keterangan saksi tetap relevan karena
mendukung rangkaian peristiwa berdasarkan barang bukti lain, termasuk
rekaman CCTV dan visum et repertum.

Sehingga dengan mempertimbangkan seluruh fakta yang meringankan,


termasuk pengakuan jujur Terdakwa, tidak adanya niat awal, tindakan impulsif
karena kondisi emosional, penyesalan mendalam, luka korban yang tidak permanen
dan tidak membahayakan nyawa, serta tidak adanya catatan kriminal sebelumnya,
juga Terdakwa yang masih berstatus mahasiswa dan belum dewasa secara
emosional maka menjatuhkan pidana yang seringan-ringannya kepada Terdakwa
Adelia Putri Indriani; Jika memungkinkan, menjatuhkan pidana bersyarat (pidana
percobaan) atau rehabilitasi sosial sebagai bentuk pembinaan; Tidak menjatuhkan
putusan yang akan merusak masa depan Terdakwa, mengingat usia muda dan status
sebagai mahasiswa; Menetapkan agar Terdakwa tidak ditahan lebih lanjut, serta
memberikan ruang bagi Terdakwa untuk memperbaiki diri; Dan membebankan
biaya perkara kepada Negara.
Berdasarkan uraian terhadap Nota Pembelaan/Pledoi saudara Penasehat Hukum
Terdakwa maka kami Jaksa Penuntut Umum akan mengajukan tanggapan sebagai berikut :

1. Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan bahwa barang bukti berupa baju


blouse korban tidak relevan karena luka korban hanya berupa memar dan
lebam tanpa adanya luka terbuka. Kami menegaskan bahwa barang bukti
tersebut tetap relevan karena menunjukkan adanya kekerasan fisik yang
dilakukan oleh Terdakwa. Robeknya pakaian korban dapat disebabkan oleh
tekanan atau tarikan selama peristiwa penganiayaan berlangsung, meskipun
tidak ada luka terbuka pada tubuh korban. Selain itu, rekaman CCTV
berdurasi 3 menit 40 detik secara jelas memperlihatkan tindakan kekerasan
yang dilakukan oleh Terdakwa terhadap korban. Rekaman ini merupakan
alat bukti elektronik yang sah dan mendukung dakwaan kami. Kami sepakat
bahwa luka korban tidak permanen dan tidak membahayakan nyawa.
Namun, hal ini hanya berpengaruh pada berat ringannya hukuman, bukan
pada terpenuhinya unsur tindak pidana penganiayaan.

2. Kami mengapresiasi pengakuan jujur dari Terdakwa. Namun, pengakuan


tersebut tidak menghapus fakta bahwa tindakan kekerasan telah terjadi dan
menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada korban. Selain itu,
penyesalan ini seharusnya menjadi pertimbangan meringankan hukuman
tanpa menghilangkan tanggung jawab pidana atas perbuatannya.

3. Kami memahami bahwa tindakan kekerasan dilakukan secara spontan tanpa


perencanaan. Namun, hal ini tidak mengurangi unsur pidana dalam Pasal
351 ayat (1) KUHPidana, di mana penganiayaan tetap merupakan tindak
pidana meskipun dilakukan secara spontan. Penasihat Hukum menyatakan
bahwa tindakan Terdakwa dilakukan dalam keadaan emosi tinggi tanpa
perencanaan. Selain itu, hal ini tidak menghilangkan unsur kesengajaan
dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana. Berdasarkan fakta persidangan,
Terdakwa secara sadar mengambil balok kayu di lokasi kejadian dan
menggunakannya untuk memukul korban. Tindakan ini menunjukkan
adanya kesengajaan dalam melakukan kekerasan. Selain itu, kondisi
emosional tidak dapat dijadikan alasan pembenar atau pemaaf atas tindakan
pidana yang dilakukan.

4. Penasihat Hukum menyebutkan bahwa keterangan saksi bersifat tidak


langsung. Kami menegaskan bahwa keterangan saksi tetap relevan karena
mendukung rangkaian peristiwa berdasarkan barang bukti lain, termasuk
rekaman CCTV dan visum et repertum.

Bahwa dengan ditanggapinya semua dalil-dalil dan alasan hukum yang diajukan
Penasihat Hukum terdakwa Adelia Putri Indriani sebagaimana tersebut diatas maka kami Jaksa
Penuntut Umum tidak sepakat dengan Nota Pembelaan/Pledoi yang diajukan Penasihat Hukum
Terdakwa. Kami juga menghormati permohonan Penasihat Hukum agar Terdakwa dijatuhi
hukuman seringan-ringannya. Namun, kami juga harus mempertimbangkan dampak dari
perbuatan Terdakwa terhadap korban dan masyarakat.
Oleh karena itu, kami memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk:
1. Menolak seluruh isi pledoi yang diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa;
2. Mengabulkan tuntutan pidana sebagaimana telah kami sampaikan
sebelumnya;
3. Menetapkan agar membebankan biaya perkara kepada Terdakwa
sepenuhnya;
4. Menjatuhkan putusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang
berlaku.

Demikian tanggapan atas Nota Pembelaan/Pledoi (REPLIK) Penasihat Hukum terdakwa


Adelia Putri Indriani kami sampaikan pada hari ini 10 Juni 2024. Akhirnya pertimbangan
selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada Sidang Majelis Hakum Pengadilan Negri
Banjarmasin yang memeriksa dan mengadili perkara ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa
senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menegakkan hukum dan keadilan.

Banjarmasin, 10 Juni 2024


Penuntut Umum

Muhammad Rifki, S.H.,M.H.


Penata / NIP. 133333

Anda mungkin juga menyukai