0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

PBL Tingkatkan Kreativitas Siswa SMP

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa di Indonesia, terutama dalam konteks pembelajaran Pancasila dan kewarganegaraan. Metode Problem Based Learning (PBL) diusulkan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, dengan tujuan untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas PBL dalam meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa di SMP Negeri 1 Tapa.

Diunggah oleh

syaqillamiu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

PBL Tingkatkan Kreativitas Siswa SMP

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan dalam mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa di Indonesia, terutama dalam konteks pembelajaran Pancasila dan kewarganegaraan. Metode Problem Based Learning (PBL) diusulkan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, dengan tujuan untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas PBL dalam meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa di SMP Negeri 1 Tapa.

Diunggah oleh

syaqillamiu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidikan di Indonesia sedang berusaha untuk mengembangkan sumber daya manusia
yang berkualitas sehingga dapat menghadapi perubahan di era globalisasi saat [Link]
yang pesat menuntut pendidikan agar dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas
[Link] menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas membutuhkan keterampilan
abad 21 yang perlu dimiliki oleh [Link] diharapkan mampu untuk beradaptasi dan menjadi
lebih responsif ketika dunia di sekitar mereka terus [Link] keterampilan abad 21 siswa
perlu memiliki pemikiran kreatif untuk menjawab segala permasalahan. Hal ini sependapat
dengan (Handayani & Koeswanti, 2021) bahwa Berpikir kreatif siswa dapat diciptakan dengan
cara dilatih, dibiasakan untuk bereksplorasi sejak kecil, penemuan dan pemecahan masalah.
Pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif,
karena hak ini tidak hanya memungkinkan individu untuk menemukan solusi inovatif, tetapi juga
memperluas pemahaman dan pandangan mereka terhadap masalah Pendidikan sangat penting
bagi kehidupan manusia karena dengan ladanya pendidikan,manusia bisa menjadi manusia yang
berguna dan bermanfaat. Pendidikan, sebagai upaya untuk memanusiakan manusia, harus
mampu membantu dalam mencapai potensi mereka. Melihat arti dari pendidikan ialah proses
perubahan sikap dan perilaku seseorang dan sekelompok orang yang mencoba menjadi dewasa
dengan upaya pengajaran dan pelatihan, proses, metode mendidik.
Pendidikan merupakan usaha yang disengaja untuk membekali individu, kelompok, dan
masyarakat dengan keterampilan, nilai-nilai, serta pengetahuan yang dibutuhkan untuk
memperbaiki kualitas hidup, serta menjadi faktor utama dalam memberikan pemahaman tentang
dunia (Khabib, 2021). Selain itu, Bruner (2020) mendefinisikan pendidikan sebagai
pembelajaran yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak untuk membantu mereka
berkembang secara fisik dan mental, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan diri mereka
sendiri yang mana suatu Pendidikan merupakan upaya mengembangkan potensi seseorang
menjadi lebih baik dan berkualitas (Asril, dkk, 2023). Pendidikan juga dianggap sebagai hak dan
kewajiban setiap warga negara untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi, dengan tujuan
membentu karakter, kepribadian, dan kecerdasan siswa ke arah yang lebih baik (Imam,
2022).Pendidikan juga merupakan upaya menumbuhkan dan mengembangkan kekuatan fisik dan
spiritual sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan budaya yang saling menguntungkan
(Abdurrahman, 2022).Dengan demikian, pendidikan sangat penting dalam menghadapi dunia
yang semakin kompleks dan berkembang, sehingga sistem pendidikan harus menyesuaikan
dengan tuntutan zaman.(Ulfah, 2023).
Mata pelajaran pendidikan pancasila terdapat Kurikulum merdeka yang terletak pada
pendekatan yang lebih kontekstual dan [Link] Pancasila adalah studi yang
berfokus pada kegiatan [Link] kenyataannya, ini adalah upaya untuk membangun
Warga negara yang baik dan cerdas adalah mereka yang siap berpartisipasi dalam kepentingan
umum, memiliki kepekaan sosial yang tinggi, membantu menjaga persatuan negara, dan mengisi
kemerdekaan dengan berperan [Link] ini diperlukan tanpa landasan pengetahuan,
pemahaman, dan pembentukan moral. Pendidikan Pancasila untuk membangun perspektif baru
bagi siswa untuk memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip Pancasila, menanggapi masalah
kontemporer bangsa, dan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari,
pendidikan kewarganegaraan telah diterapkan di banyak negara dengan berbagai istilah seperti
civic education, pendidikan warga negara, dan pendidikan demokrasi. Di Indonesia, pendidikan
kewarganegaraan adalah tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah, lembaga masyarakat,
lembaga keagamaan, dan berbagai pihak lainnya. perusahaan. (Mansoer, 2005).Menurut
Winataputra dan Budimansyah (Nurdin, 2016), Pendidikan Kewarganegaraan dalam kurikulum
bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan siswa agar menjadi warga negara yang cerdas,
berkarakter, demokratis, dan [Link] pembelajaran ini di era modern harus mencakup
pengembangan literasi digital, kreativitas, inovasi, dan sikap kritis peserta didik, serta
memanfaatkan berbagai masalah sosial sebagai sumber pembelajaran PKn yang kontekstual.
(Martini, 2018).Dalam kurikulum ini, siswa diberikan kesempatan untuk mengaitkan nilai-nilai
Pancasila dan kewarganegaraan dengan isu-isu sosial yang sedang berkembang, menjadikannya
lebih relevan dan bermakna.
Pembelajaran Pendidikan pancasila juga lebih menekankan pada pengembangan karakter,
seperti sikap toleransi, gotong royong, dan penghargaan terhadap [Link] itu, siswa
diajak untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap masalah kewarganegaraan, sehingga mereka
mampu menjadi warga negara yang proaktif dan memiliki tanggung jawab.
Metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu teknik
pembelajaran yang berbasis masalah yang artinya salah satu model pembelajaran inovatif yang
dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa (Subramaniam, 2006).PBL merupakan
suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa memecahkan masalah melalui tahap tahap
metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan
masalah tertentu dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.
Keterampilan berpikir kreatif merupakan keterampilan penting yang memberikan banyak
manfaat bagi siswa. Siswa yang mempunyai keterampilan berpikir kreatif akan dapat
menemukan ide-ide baru sehingga mampu menyelesaikan masalah. Siswa yang mempunyai
keterampilan berpikir kreatif akan memiliki pola pikir kreatif, memiliki daya tangkap lebih, juga
hasil belajar yang maksimal, dan mampu berpikir divergen. Dengan kata lain, siswa yang
mempunyai keterampilan berpikir kreatif akan memiliki pola pikir dan daya tangkap yang tinggi
jika dibandingkan siswa yang tidak mempunyai keterampilan berpikir kreatif. Perbedaan nyata
antara siswa yang mempunyai keterampilan berpikir kreatif dengan siswa yang tidak mempunyai
keterampilan berpikir kreatif dapat dilihat dari kualitas jawaban yang diberikan. Siswa yang
mempunyai keterampilan berpikir kreatif akan mampu memberi jawaban yang disertai dengan
alasan-alasan yang [Link] harus diarahkan pada capaian berbagai keterampilan
berpikir, termasuk keterampilan berpikir [Link] sebab itu keterampilan berpikir kreatif
sangat dibutuhkan untuk dimiliki oleh siswa ketika proses pembelajaran.
Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal. Proses belajar
mengajar dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor yang datang dari diri siswa dan faktor
dari lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya,
faktor dari lingkungan yaitu faktor yang berasal dari luar diri [Link] satu lingkungan belajar
yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah ialah kualitas pengajaran, adapun
yang terlibat didalamnya adalah guru.
Guru tidak lagi berperan sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam sebuah pembelajaran,
melainkan sebagai fasilitator dan motifator yang membimbing siswa untuk lebih aktif, inovatif,
dan kreatif dalam belajar. Berdasarkan kurikulum 2013 guru dituntut untuk mendorong dan
mengarahkan siswa agar mereka mampu untuk terlibat langsung dalam perkembangan IPTEK
pada masa sekarang
Selain kemampuan berpikir kritis, pembelajaran abad 21 juga menuntut siswa untuk
berpikir kreatif. Menurut Siswono (2008) berpikir kreatif merupakan suatu proses yang
digunakan ketika kita mendatangkan atau memunculkan suatu ide baru yang menggabungkan ide
– ide yang sebelumnya belum dilakukan. Kemampuan berpikir kreatif membantu siswa dalam
mengutarakan pendapatnya atau memberikan jawaban yang dihasilkan dari permasalahan dengan
solusi yang [Link] kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan dalam dunia pendidikan,
namun juga dibutuhkan untuk menghadapai tantangan di masa yang akan datang. Sehingga
kemampuan berpikir kreatif sangat bergunadan dibutuhkan untuk saat ini hingga masa depan
dalam menghadapai tantangan dan situasi yang berubah - ubah.
berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis ingin mengkaji masalah penelitian
dengan formasi judul “Meningkatkan Imlementasi Metode Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) Dalam Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Di Smp Negeri 1 Tapa.”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang pemikiran, maka masalah penelitian dapat diidentifikasi
sebagai berikut: a) Pembelajaran Ppkn di smp negeri 1 tapa masih bersifat konvensional dan
kurang kntekstual, sehingga tidak mampu mendorong siswa berpikir kreatif dalam
menyelesaikan permasalahan kewarganegaraan. 2) kemampuan berpikir kreatif siswa dalam
mata pelajaran ppkn masih rendah, terlihat dari kurangnya ide-ide baru, keterbatasan dalam
mengembangkan argument, dan ketergantungan pada panduan guru.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah diatas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut;
1.) apakah dengan menggunakan metode pembelajaran problem based learning dalam
kemampuan berpikir kreatif siswa bisa meningkatkan hasil belajar siswa?
2) bagimana kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah diterapkan metode
pembelajaran problem based learning (PBL) di smp negeri 1 tapa?
1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah;
1.) untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode pembelajaran problem based
learning dalam kemampuan berpikir kreatif siswa bisa meningkatkan hasil belajar siswa.
2) untuk mengetahui bagimana kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah
diterapkan metode pembelajaran problem based learning (PBL) di smp negeri 1 tapa.
1.5 Manfaat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun praktis,
sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pembelajaran inovatif,
khususnya dalam pendekatan probem based learing (PBL) yang relevan dengan
pengembangan berpikir kreatif siswa.
b. Menjadi referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya yang ingin mengkaji
keterkaitan antara metode pembelajaran dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
2. Manfaat Praktis
a. Peneliti:
 Menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang pendidikan,
khususnya yang menggunakan metode PBL untuk meningkatkan
kreativitas menengah
 Memberikan model bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian serupa
dalam lingkungan yang berbeda atau dengan pendekatan yang berbeda.
b. Siswa:
 Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, untuk memberikan
kesempatan kepada siswa terlibat dalam pemecahan masalah yang
relevam dengan kehidupan nyata. siswa dapat mengahsilkan berbagai ide
kreatif dalam menyelesaikan masalah.
 Mengembangkan keterampilan bekerja sama dalam kelompok,
meningkatkan rasa tanggung jawab, dan kemampuan komunikasi yang
lebih baik melalui diskusi dan presentasi hasil pemecahan masalah.
 Membantu siswa memahami materi pelajaan dengan lebih mendalam
karena mereka terlibat aktif dalam mencari solusi terhadap masalah yang
diberikan.
c. Sekolah:
 Membantu sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas,
yaitu membentuk siswa yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi
dan dapat menghadapi tantangan masa depan dengan kreativitas.
 Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, khususnya dalam
mengembangan keterampilan abad 21, seperti kreativitas, pemecahan
masalah, dan kerja sama tim.
d. Guru:
 Memberikan alternatif metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk
meningkatkan kualitas pengajar. melalui PBL, guru dapat meberikan
pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan berbasis pada
masalah nyata yang dapat memicu kreativitas siswa.
 Memberikan pengetahuan bagi guru tentang cara menganalisis dan
mengevaluasi perkembangan kemampuan berpikir kreatif siswa, serta cara
mendorong siswa berpikir lebih kritis dan kreatif.

Anda mungkin juga menyukai