0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan3 halaman

Prosedur Penanganan Code STEMI

Dokumen ini adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penanganan pasien ST-segment Elevation Myocardial Infraction (STEMI) di IGD. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan gawat darurat serta mempercepat waktu penanganan pasien. Prosedur mencakup langkah-langkah triase, identifikasi, dan transfer pasien ke unit perawatan intensif sesuai dengan kriteria STEMI.

Diunggah oleh

igdrsupsurabaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
212 tayangan3 halaman

Prosedur Penanganan Code STEMI

Dokumen ini adalah Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penanganan pasien ST-segment Elevation Myocardial Infraction (STEMI) di IGD. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan gawat darurat serta mempercepat waktu penanganan pasien. Prosedur mencakup langkah-langkah triase, identifikasi, dan transfer pasien ke unit perawatan intensif sesuai dengan kriteria STEMI.

Diunggah oleh

igdrsupsurabaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE STEMI

No revisi: Halaman:
No. Dokumen Unit
1/2

Disiapkan oleh: Disetujui oleh: Ditetapkan oleh:

Plt. Direktur Utama


Nama dr. Adhy Nugroho, MARS

Jabatan Ketua………. (Direktur Terkait)

Tanda
tangan

dr. Sunarto, [Link]

STANDAR OPERASIONAL Tanggal terbit:


PROSEDUR
U
nit Kerja : IGD

Pengertian Mekanisme pelayanan pasien ST-segment Elevation Myocardial Infraction


(STEMI) dalam waktu segera dan terintegrasi

Tujuan 1. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan gawat darurat di Rumah Sakit
2. Mempercepat waktu penanganan (respon time) korban/pasien gawat darurat
dan menurunkan angka kematian serta kecacatan

Kebijakan 1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan


2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 854/Menkes/SK/IX/2009 tentang
Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 114/Menkes/Per/VII/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan RI
CODE STEMI

No revisi: Halaman:
No. Dokumen Unit
1/2

Prosedur A. Dilakukan oleh dokter jaga triase


1. Ucapkan salam dan perkenalkan diri pada pasien dan pengantar yang
dating di IGD
2. Lakukan proses identifikasi
a. Lakukan pemeriksaan nilai tanda-tanda vital, anamnesis dan
pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan EKG sesuai check list : Nyeri
dada > 20 menit
b. Retrosternal khas infark dengan EKG ST elevasi
3. Letakkan pasien diruang acute cardiovascular, pasang infus dan ambil
sampel darah
4. Aktifkan Code STEMI dengan menghubungi call center
5. Umumkan Code STEMI menggunakan speaker di ruang informasi IGD
B. Kriteria STEMI
1. Lakukan transfer pasien ke ICVCU/HCU dengan kondisi pasien onset
nyeri dada <12 jam (advice DPJP)
a. Fibrinolisis di IGD (siapkan streptokinase, NaCl 0.9% 100 cc, infus
set, ASA 2-4 tab, clopidrogel, ISDN k/p, morfin k/p, bed side monitor,
defibrillator)
b. Primary PCI, siapakan clopidrogel 8 tab/ticagrelor 2 tab, ASA 2-4 tab,
aktivasi tim cath lab  transfer ke cath lab
c. konservatif
2. Lakukan transfer pasien ke ICVCU/HCU dengan kondisi pasien onset
nyeri dada >12 jam (advice DPJP)
a. Primary PCI, siapakan clopidrogel 8 tab/ticagrelor 2 tab, ASA 2-4 tab,
aktivasi tim cath lab  transfer ke cath lab
b. konservatif

Unit Terkait 1. Instalasi Gawat Darurat

2. Instalasi Perawatan Intensif (ICVCU, HCU)

Anda mungkin juga menyukai