0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
232 tayangan10 halaman

RPP Deep Learning Seni Rupa Kelas 7

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran menggambar di kelas VII SMP/MTs, dengan fokus pada pengembangan keterampilan menggambar melalui eksplorasi unsur rupa, teknik dasar, dan perspektif. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi unsur-unsur rupa, menerapkan teknik menggambar, serta menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya seni. Pembelajaran melibatkan pendekatan kolaboratif dan penggunaan berbagai media, serta integrasi lintas disiplin ilmu.

Diunggah oleh

salianaruri2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
232 tayangan10 halaman

RPP Deep Learning Seni Rupa Kelas 7

Modul ajar ini dirancang untuk pembelajaran menggambar di kelas VII SMP/MTs, dengan fokus pada pengembangan keterampilan menggambar melalui eksplorasi unsur rupa, teknik dasar, dan perspektif. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi unsur-unsur rupa, menerapkan teknik menggambar, serta menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya seni. Pembelajaran melibatkan pendekatan kolaboratif dan penggunaan berbagai media, serta integrasi lintas disiplin ilmu.

Diunggah oleh

salianaruri2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : SENI BUDAYA (RUPA)


BAB I : MENGGAMBAR

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP / MTs : SMPS AL-MUCHTAR
Nama Penyusun : RURI SALIANA
Mata Pelajaran : Seni Budaya (Rupa)
Fase / Kelas /Semester : D / VII / Ganjil
Alokasi Waktu : 4 JP ( 2 x Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pengalaman menggambar sejak usia dini.
Mereka mungkin sudah terbiasa membuat sketsa sederhana, menggambar objek-objek di
sekitar mereka, atau mewarnai gambar. Dari segi pengetahuan, mereka mungkin sudah
mengenal beberapa alat dan bahan dasar menggambar seperti pensil, penghapus, dan
kertas. Namun, pemahaman mereka tentang prinsip-prinsip dasar menggambar seperti
proporsi, perspektif, atau komposisi, serta penggunaan berbagai teknik dan media, perlu
ditingkatkan. Sebagian peserta didik mungkin masih merasa kurang percaya diri dengan
kemampuan menggambar mereka.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi menggambar mencakup jenis pengetahuan konseptual (prinsip dan unsur seni
rupa, jenis-jenis gambar), prosedural (langkah-langkah menggambar, teknik arsiran,
pewarnaan), dan metakognitif (strategi untuk mengembangkan ide gambar, refleksi atas
karya sendiri). Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi karena
menggambar adalah bentuk komunikasi visual yang sering dijumpai (misalnya, ilustrasi
buku, komik, desain produk). Tingkat kesulitan materi akan disesuaikan secara bertahap,
dimulai dari pengenalan garis dan bentuk, menggambar objek sederhana, hingga
menggambar dengan komposisi dan perspektif. Struktur materi akan disajikan secara
sistematis, dari pengenalan alat dan bahan, eksplorasi unsur seni rupa, praktik teknik
dasar, hingga pembuatan karya. Integrasi nilai dan karakter akan dilakukan melalui
penekanan pada kreativitas, ketelitian, kesabaran, penghargaan terhadap karya seni, dan
ekspresi diri.

D. DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN


Dalam pembelajaran bab ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis unsur-unsur rupa dalam
sebuah karya gambar dan mengidentifikasi kelebihan serta kekurangannya.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengembangkan ide dan mengekspresikan diri
melalui berbagai teknik dan media gambar.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu memberikan umpan balik yang konstruktif
terhadap karya teman dan bekerja sama dalam kegiatan apresiasi seni.
● Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan proses
menggambar secara mandiri dari ide hingga penyelesaian.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan ide, proses, dan makna di balik
karya gambar mereka.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menggunakan unsur-unsur
rupa dalam menggambar, mengaplikasikan berbagai teknik dan media, serta
menunjukkan sikap apresiatif terhadap karya seni gambar.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Bahasa Indonesia: Kemampuan mendeskripsikan karya, menulis jurnal reflektif,
dan berkomunikasi secara lisan tentang ide gambar.
● IPA (Ilmu Pengetahuan Alam): Pengamatan bentuk, struktur, dan tekstur objek di
alam sebagai referensi gambar.
● IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial): Memahami konteks budaya dan sejarah dari
berbagai jenis gambar atau ilustrasi.
● Matematika: Konsep proporsi, skala, dan geometri dalam menggambar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Eksplorasi Unsur dan Prinsip Dasar Menggambar
● Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai unsur rupa (titik, garis, bentuk, bidang,
warna, tekstur, ruang) dalam contoh gambar dengan teliti setelah mengamati.
● Peserta didik dapat membuat eksplorasi garis, bentuk, dan tekstur menggunakan
berbagai alat gambar secara kreatif.
● Peserta didik dapat menunjukkan minat dan rasa ingin tahu terhadap potensi
menggambar melalui partisipasi aktif.
Pertemuan 2: Menggambar Objek Sederhana dengan Teknik Dasar
● Peserta didik dapat mengamati dan mengenali proporsi objek sederhana (misalnya,
buah, gelas, benda geometris) dengan cermat.
● Peserta didik dapat menerapkan teknik arsiran (misalnya, cross-hatching, stippling,
hatching) untuk menciptakan kesan gelap terang dan tekstur pada objek dengan
benar.
● Peserta didik dapat menghasilkan gambar objek sederhana dengan menerapkan
prinsip keseimbangan dan komposisi yang baik.
Pertemuan 3: Menggambar Objek dengan Perspektif Sederhana dan Pewarnaan
● Peserta didik dapat memahami konsep perspektif satu titik hilang dan
mengaplikasikannya dalam menggambar objek sederhana (misalnya, ruang, jalan).
● Peserta didik dapat menggunakan berbagai media pewarnaan (misalnya, pensil
warna, krayon, cat air) untuk menciptakan kesan kedalaman dan suasana pada
gambar.
● Peserta didik dapat mempresentasikan karya gambar mereka di depan kelas dan
memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap karya teman.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran kontekstual untuk bab ini adalah "Menggambar sebagai Jendela
Melihat Dunia dan Mengekspresikan Diri". Peserta didik akan diajak memahami bahwa
menggambar bukan hanya tentang meniru objek, tetapi juga tentang bagaimana mereka
mengamati, menafsirkan, dan mengekspresikan pandangan mereka terhadap dunia di
sekitar mereka. Mereka akan melihat menggambar sebagai alat untuk berpikir,
berkomunikasi, dan mengembangkan kepekaan estetik terhadap keindahan dalam
berbagai bentuk.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Berbasis Proyek dan Diskusi Kelompok
● Eksplorasi Lapangan: Mengamati objek nyata di lingkungan sekitar sekolah
(misalnya, taman, kantin, koridor) sebagai objek gambar. Mengunjungi pameran seni
(virtual atau fisik) untuk melihat berbagai gaya dan teknik menggambar.
● Wawancara (Interaksi): Guru melakukan wawancara singkat dengan peserta didik
untuk mengetahui minat dan pengalaman menggambar mereka. Peserta didik dapat
saling mewawancarai tentang inspirasi gambar mereka.
● Presentasi: Peserta didik mempresentasikan karya gambar mereka, menjelaskan ide,
proses, dan tantangan yang dihadapi.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (misalnya, IPA untuk bentuk objek
alam, Bahasa Indonesia untuk penulisan deskripsi karya), teman sebaya (untuk
kolaborasi dan umpan balik).
● Lingkungan Luar Sekolah: Seniman lokal (untuk studi banding atau sharing
pengalaman), komunitas seni, museum/galeri seni (virtual atau fisik), orang tua
(untuk dukungan dan apresiasi).
● Masyarakat: Pengunjung pameran seni atau platform daring (jika karya
dipublikasikan).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi dan praktik menggambar.
Area luar ruangan sekolah untuk observasi langsung. Ruang pameran mini di
kelas/sekolah untuk apresiasi karya.
● Ruang Virtual: Platform Learning Management System (LMS) untuk berbagi
materi, tautan video tutorial, forum diskusi daring, dan pengumpulan tugas. Media
sosial atau platform sharing gambar (misalnya Padlet, Google Jamboard) untuk
berbagi ide dan karya.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaboratif (saling mendukung, menghargai
perbedaan gaya), partisipasi aktif (berani mencoba, bertanya, dan bereksperimen),
dan rasa ingin tahu (mengeksplorasi berbagai teknik dan ide).
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perencanaan: Menggunakan Learning Management System (LMS) untuk
mengunggah rencana pembelajaran, materi ajar (video tutorial menggambar,
infografis unsur seni rupa), rubrik penilaian, dan jadwal proyek.
● Pelaksanaan: Menggunakan forum diskusi daring di LMS untuk tanya jawab
tentang konsep menggambar, berbagi referensi gambar dari perpustakaan digital
(Pinterest, art blogs), dan memanfaatkan aplikasi sketsa digital sederhana (jika
tersedia perangkat) untuk eksplorasi ide.
● Asesmen: Melakukan asesmen daring melalui kuis visual di LMS, pengumpulan
foto/video progres karya gambar melalui LMS, atau presentasi virtual.

[Link]-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1:
EKSPLORASI UNSUR DAN PRINSIP DASAR MENGGAMBAR KEGIATAN
PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru memulai dengan mengajak peserta didik menarik napas
dalam-dalam dan mengamati satu objek sederhana di sekitar mereka (misalnya,
pensil, buku). Minta mereka fokus pada bentuk, garis, dan teksturnya.
● Joyful Learning: Guru menampilkan koleksi gambar-gambar kreatif dari berbagai
seniman (termasuk seniman amatir) yang menunjukkan variasi garis, bentuk, dan
tekstur. Guru bisa menggunakan alat proyektor atau tablet untuk memperbesar detail.
● Meaningful Learning: Guru bertanya kepada peserta didik tentang pengalaman
mereka menggambar dan apa yang membuat mereka tertarik pada sebuah gambar.
Guru mengaitkan bahwa menggambar adalah cara kita memahami dan
mengungkapkan dunia.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan kriteria keberhasilan.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru memaparkan konsep unsur-unsur rupa (titik, garis, bentuk, bidang, warna,
tekstur, ruang) dengan contoh visual yang jelas dan relevan dengan kehidupan sehari-
hari (misalnya, garis pada daun, bentuk pada meja).
● Peserta didik dalam kelompok kecil diberikan kartu bergambar objek sederhana
(misalnya, daun, batu, kayu) dan diminta untuk mengidentifikasi unsur-unsur rupa
yang dominan pada objek tersebut.
Mengaplikasi (Joyful Learning, Meaningful Learning):
● Guru mendemonstrasikan berbagai jenis garis (lurus, lengkung, putus-putus), bentuk
(geometris, organik), dan cara menciptakan tekstur (arsiran, titik-titik) menggunakan
alat gambar dasar.
● Peserta didik diberikan kebebasan untuk bereksperimen dengan membuat eksplorasi
garis, bentuk, dan tekstur di lembar kerja mereka menggunakan berbagai alat gambar
yang tersedia (pensil, spidol, pulpen).
● (Diferensiasi Proses): Bagi peserta didik yang sudah mahir, guru dapat menantang
mereka untuk menciptakan kombinasi tekstur yang kompleks. Bagi yang masih ragu,
guru memberikan template atau contoh yang lebih terstruktur.
Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik saling menunjukkan hasil eksplorasi mereka dan memberikan umpan
balik positif.
● Peserta didik menuliskan di jurnal singkat tentang apa yang mereka pelajari dari
eksplorasi ini dan unsur rupa mana yang paling menarik bagi mereka.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Guru memfasilitasi peserta didik untuk menyimpulkan pembelajaran tentang unsur-
unsur rupa dan pentingnya eksplorasi.
● Guru memberikan umpan balik konstruktif secara umum, mengapresiasi keberanian
dalam berekspresi.
● Guru memberikan tugas rumah berupa mengamati objek di sekitar rumah dan
mengidentifikasi unsur-unsur rupanya.
● Guru menutup pembelajaran dengan motivasi untuk terus bereksplorasi.

PERTEMUAN 2:
MENGGAMBAR OBJEK SEDERHANA DENGAN TEKNIK DASAR
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru mengajak peserta didik untuk fokus pada detail objek di
sekitar mereka, seperti bentuk dan bayangan.
● Joyful Learning: Guru menampilkan video time-lapse seniman menggambar objek
sederhana yang tampak ajaib.
● Meaningful Learning: Guru mengingatkan bahwa pengamatan yang cermat adalah
kunci keberhasilan dalam menggambar.
● Review singkat tugas rumah (pengamatan objek).
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan konsep proporsi (perbandingan ukuran), keseimbangan, dan
komposisi dalam menggambar objek.
● Guru mendemonstrasikan langkah-langkah menggambar objek sederhana (misalnya,
gelas atau buah) dimulai dari bentuk dasar, garis bantu, hingga detail.
● Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan berbagai teknik arsiran (garis sejajar,
silang, titik, gosok) untuk menciptakan kesan gelap terang dan volume.
Mengaplikasi (Joyful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik memilih satu atau dua objek sederhana yang disiapkan guru (atau
membawa sendiri) dan mulai menggambar dengan menerapkan teknik yang
diajarkan.
● Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, mengoreksi, dan memberikan
tips. Guru mendorong peserta didik untuk berani mencoba dan tidak takut salah.
● (Diferensiasi Proses): Bagi peserta didik yang cepat menguasai, guru menantang
mereka untuk mencoba objek dengan detail lebih banyak atau menggabungkan dua
objek. Bagi yang kesulitan, guru memberikan garis bantu atau bantuan visual yang
lebih spesifik.
Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik melakukan peer-assessment sederhana dengan saling mengamati
gambar teman dan memberikan satu masukan positif dan satu saran perbaikan.
● Peserta didik menuliskan di jurnal tentang teknik arsiran mana yang paling
menantang dan bagaimana mereka mengatasinya.
● Guru memfasilitasi penyimpulan tentang pentingnya proporsi dan teknik arsiran.
● Guru memberikan umpan balik individu atau kelompok yang menonjol.
● Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya: mencari referensi gambar
yang menggunakan perspektif.
● Guru menutup pembelajaran.

PERTEMUAN 3:
MENGGAMBAR OBJEK DENGAN PERSPEKTIF SEDERHANA DAN
PEWARNAAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Mindful Learning: Guru mengajak peserta didik untuk membayangkan kedalaman
dan dimensi dalam gambar.
● Joyful Learning: Guru menampilkan gambar-gambar ilusi optik atau gambar 3D
yang menarik.
● Meaningful Learning: Guru menjelaskan bahwa perspektif membantu kita
menciptakan ilusi ruang dalam gambar.
● Review singkat tugas rumah (referensi perspektif).
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
Memahami (Meaningful Learning):
● Guru menjelaskan konsep perspektif satu titik hilang dengan contoh-contoh
sederhana (misalnya, jalan raya, koridor).
● Guru menjelaskan berbagai media pewarnaan (pensil warna, krayon, cat air) dan
teknik dasarnya (gradasi, blending).
Mengaplikasi (Joyful Learning, Meaningful Learning):
● Peserta didik memilih satu objek sederhana (misalnya, kotak, jalan) dan
menggambarnya dengan menerapkan perspektif satu titik hilang.
● Peserta didik kemudian mewarnai gambar mereka menggunakan media pilihan
mereka, dengan bimbingan guru.
● (Diferensiasi Proses): Bagi peserta didik yang sudah mahir, guru menantang mereka
untuk mencoba perspektif dua titik hilang atau menambahkan detail latar belakang.
Bagi yang kesulitan, guru memberikan garis bantu atau tutorial step-by-step.
Merefleksi (Mindful Learning, Meaningful Learning):
● Setiap peserta didik mempresentasikan karya gambar mereka di depan kelas,
menjelaskan ide, proses, dan tantangan yang dihadapi.
● Peserta didik lain memberikan umpan balik yang konstruktif menggunakan bahasa
yang santun dan kriteria yang telah disepakati.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Guru memfasilitasi penyimpulan seluruh materi tentang menggambar (unsur, prinsip,
teknik, media).
● Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas proses dan hasil pembelajaran,
mengapresiasi setiap usaha dan kemajuan peserta didik.
● Guru mengajak peserta didik untuk terus berlatih menggambar dan menjadikan seni
sebagai sarana ekspresi.
● Guru menutup pembelajaran dengan motivasi.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan kemampuan awal peserta didik saat
eksplorasi garis dan bentuk.
● Wawancara (Singkat): Guru bertanya kepada beberapa peserta didik secara acak
tentang pengalaman dan minat mereka dalam menggambar.
● Kuesioner (Pra-Tes Diagnostik): Peserta didik mengisi kuesioner singkat daring
melalui LMS yang berisi pertanyaan pilihan ganda atau benar/salah tentang istilah
dasar dalam seni rupa.
SOAL KUESIONER AWAL:
1. Unsur seni rupa yang paling dasar dan merupakan kumpulan titik adalah... (A.
Garis, B. Bentuk, C. Warna, D. Bidang)
2. Apakah Anda senang menggambar? (Ya/Tidak)
3. Alat gambar apa yang paling sering Anda gunakan? (Jawaban Singkat)
4. Menurut Anda, apa yang membuat sebuah gambar terlihat "hidup" atau "tiga
dimensi"? (Jawaban Singkat)
5. Apakah Anda pernah mencoba mewarnai gambar dengan pensil warna atau
krayon? (Ya/Tidak)

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:


● Tugas Harian (Individu): Lembar eksplorasi unsur rupa, sketsa objek sederhana,
catatan proses pengerjaan.
● Diskusi Kelompok: Penilaian terhadap partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi
tentang unsur rupa, pemberian umpan balik konstruktif, dan kerjasama.
● Presentasi (Individu): Penilaian terhadap kejelasan penjelasan ide dan proses, serta
kemampuan menerima masukan.
SOAL ASESMEN PROSES:
1. Dari lembar eksplorasi Anda, jelaskan bagaimana Anda menciptakan tekstur
kasar dan halus hanya dengan menggunakan pensil. (Tugas Harian: Lembar
Eksplorasi)
2. Saat menggambar objek gelas, bagaimana Anda memastikan proporsinya
terlihat benar? (Tugas Harian: Sketsa Objek)
3. Teknik arsiran apa yang menurut Anda paling efektif untuk menciptakan kesan
gelap terang pada gambar Anda? Mengapa? (Catatan Proses Pengerjaan)
4. Sebutkan satu hal positif dan satu saran perbaikan untuk gambar teman Anda.
(Diskusi Kelompok: Peer-assessment)
5. Bagaimana Anda mengaplikasikan konsep keseimbangan dalam komposisi
gambar Anda? (Presentasi Individu)

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Jurnal Reflektif (Individu): Peserta didik menulis jurnal reflektif komprehensif
tentang seluruh pengalaman belajar menggambar, termasuk pencapaian pribadi,
tantangan yang diatasi, dan bagaimana pembelajaran ini memengaruhi apresiasi
mereka terhadap seni.
● Tes Tertulis (Daring): Menggunakan LMS, tes yang mencakup konsep unsur dan
prinsip seni rupa, teknik menggambar, dan penggunaan media.
● Tugas Akhir/Proyek (Individu): Membuat sebuah karya gambar utuh (dengan
objek, perspektif sederhana, dan pewarnaan) yang mencerminkan pemahaman
mereka tentang materi, dan mempresentasikan karya tersebut.
SOAL ASESMEN AKHIR:
1. Jelaskan perbedaan antara bentuk geometris dan bentuk organik dalam seni rupa,
berikan masing-masing satu contoh. (Tes Tertulis)
2. Bagaimana perspektif satu titik hilang dapat membantu menciptakan ilusi
kedalaman pada gambar dua dimensi? Berikan contohnya. (Tes Tertulis)
3. Pilihlah salah satu karya gambar Anda selama unit ini. Jelaskan ide utama di
balik gambar tersebut, teknik yang Anda gunakan, dan mengapa Anda memilih
warna-warna tertentu. (Tugas Akhir/Proyek)
4. Dalam proses menggambar, apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dan
bagaimana Anda mengatasinya? Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari proses
ini? (Jurnal Reflektif)

Anda mungkin juga menyukai