PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : SMK N 1 KUALA BARU
Mata Pelajaran : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
Elemen : Inovasi
Nama Guru : Raimah, [Link]
Kelas/ Semester : XI/Genap
Alokasi Waktu : 18 x 45 menit (18 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK
Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar menunjukkan bahwa
mereka memiliki beragam pengetahuan awal tentang konsep dasar ekonomi
dan bisnis dari jenjang sebelumnya, namun pemahaman spesifik mengenai
inovasi dan kewirausahaan masih bervariasi. Minat peserta didik cenderung
tinggi terhadap aktivitas praktis dan proyek yang memungkinkan mereka
berkreasi dan memecahkan masalah nyata. Latar belakang sosial-ekonomi
mereka beragam, yang dapat mempengaruhi akses terhadap sumber daya dan
pengalaman di luar sekolah. Kebutuhan belajar peserta didik meliputi
pendekatan pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan
dunia kerja, serta dukungan dalam mengembangkan ide-ide orisinal dan
kemampuan presentasi. Beberapa peserta didik mungkin memerlukan
bimbingan lebih dalam hal berpikir kritis dan pemecahan masalah kompleks.
MATERI PELAJARAN
Analisis materi pelajaran "Inovasi" mencakup jenis pengetahuan konseptual
(definisi inovasi, design thinking), prosedural (tahapan pengembangan
produk, komersialisasi), dan metakognitif (evaluasi dan perbaikan inovasi).
Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik sangat tinggi, mengingat
pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan
peluang di berbagai sektor industri. Tingkat kesulitan materi bervariasi,
mulai dari konsep dasar yang mudah dipahami hingga penerapan teknologi
dan strategi komersialisasi yang memerlukan pemikiran kompleks dan
analisis mendalam. Struktur materi dirancang secara spiral, dimulai dari
pemahaman konsep dasar, dilanjutkan dengan proses berpikir,
pengembangan, implementasi, hingga evaluasi. Integrasi nilai dan karakter
ditekankan melalui pengembangan sikap kreatif, pantang menyerah,
kolaboratif, bertanggung jawab, dan adaptif dalam menghadapi perubahan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
1. Kreativitas: Peserta didik diharapkan mampu menghasilkan gagasan
yang orisinal, mengembangkan ide-ide yang beragam, dan berani
mengambil risiko dalam menciptakan inovasi.
2. Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis masalah secara
mendalam, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan yang
tepat dalam proses inovasi.
3. Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam tim, menghargai
perbedaan pendapat, dan berkontribusi aktif dalam mencapai tujuan
bersama dalam proyek inovasi.
4. Kemandirian: Peserta didik memiliki inisiatif, bertanggung jawab
atas proses belajar dan proyek inovasinya, serta mampu mengatasi
tantangan secara mandiri.
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Menerapkan konsep inovasi, proses
PEMBELAJARAN berpikir inovatif melalui tahapan awal design thinking, pengembangan
produk inovatif, penerapan teknologi dalam pengambilan keputusan dalam
berinovasi, komersialisasi inovasi dan evaluasi dalam perbaikan inovasi.
Lintas Disiplin Ilmu:
1. Pendidikan Pancasila: Mengintegrasikan nilai-nilai luhur seperti
gotong royong, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam
pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Bahasa Indonesia: Mengembangkan kemampuan komunikasi efektif
dalam mempresentasikan ide inovasi, menyusun laporan, dan
berdiskusi.
3. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS): Memahami konteks
masalah sosial, lingkungan, dan teknologi sebagai dasar untuk
mengidentifikasi peluang inovasi.
TOPIK PEMBELAJARAN: Inovasi
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan kantor.
2. Menggunakan design thinking untuk berpikir inovatif.
3. Mengembangkan produk/jasa inovatif.
4. Menerapkan teknologi dalam pengambilan keputusan.
5. Melakukan komersialisasi produk inovatif.
6. Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis Masalah
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat
2. Komunitas Startup atau Inkubator Bisnis
3. Praktisi Teknologi atau Pengembang Produk
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Ruang kelas, laboratorium komputer, workshop,
lingkungan sekitar sekolah/kantor untuk observasi.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk diskusi, kolaborasi dokumen,
dan presentasi (misalnya Google Meet, Zoom, Google Classroom).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, kritis, inovatif, dan
berorientasi pada solusi.
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: Canva (untuk presentasi ide), Google Docs/Sheets
(untuk perencanaan proyek).
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran (dari YouTube atau platform
edukasi), simulasi daring, aplikasi prototipe.
3. Asesmen: Google Form (untuk kuis dan survei), Quizziz (untuk
evaluasi interaktif), aplikasi presentasi daring.
PENGALAMAN Pertemuan 1: Konsep Inovasi (Pengantar)
BELAJAR
Tujuan Pembelajaran: Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan
kantor.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru mengenai pentingnya
berinovasi di era modern.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan video singkat tentang evolusi produk atau
layanan yang sukses karena inovasi (misalnya: telepon, transportasi,
layanan perbankan).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian melihat
suatu produk atau layanan yang dulunya biasa saja, lalu tiba-tiba
menjadi sangat diminati karena ada perubahan yang signifikan?
Perubahan apa yang terjadi dan mengapa itu penting?"
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
definisi dan jenis-jenis inovasi.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi dalam kehidupan
sehari-hari dan dunia kerja. a. "Apa yang kalian pahami tentang
inovasi?" b. "Mengapa inovasi penting bagi perusahaan atau
organisasi?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik sebagai
calon inovator.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan membaca artikel, eksplorasi sumber
informasi pada buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet
tentang konsep dasar inovasi, karakteristik inovasi, dan contoh-
contoh inovasi dalam berbagai sektor. a. "Apa definisi inovasi
menurut para ahli?" b. "Apa saja karakteristik utama dari sebuah
inovasi?" c. "Bisakah kalian memberikan contoh inovasi yang
berhasil di sekitar kita?" d. "Bagaimana inovasi dapat memberikan
nilai tambah?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi masalah atau
tantangan yang sering terjadi dalam kegiatan layanan kantor di
lingkungan sekolah atau di masyarakat.
3. Peserta didik menyusun daftar masalah yang teridentifikasi dan
memilih satu masalah yang paling relevan untuk dipecahkan.
4. Guru membimbing peserta didik dalam merumuskan masalah secara
spesifik dan mencari tahu dampak dari masalah tersebut.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik melakukan observasi singkat di lingkungan sekolah
(misal: perpustakaan, tata usaha, kantin) untuk melihat langsung
bagaimana layanan kantor berjalan dan masalah yang mungkin
timbul.
2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk merumuskan ide-ide
awal inovatif yang dapat mengatasi masalah layanan kantor yang
telah dipilih.
3. Peserta didik membuat sketsa atau diagram sederhana dari ide inovasi
mereka.
4. Peserta didik mempresentasikan ide inovasi awal mereka di depan
kelas, menjelaskan masalah yang diidentifikasi dan solusi yang
diusulkan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai ide inovasi yang telah dipresentasikan, termasuk kekuatan
dan area yang perlu perbaikan.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pemahaman
mereka terhadap konsep inovasi dan bagaimana mereka dapat
menerapkannya dalam konteks layanan kantor.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap partisipasi mereka
dalam diskusi kelompok dan presentasi.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam mengembangkan ide inovasi yang lebih matang.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
konsep inovasi dan penerapannya dalam layanan kantor.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu pendalaman tentang tahapan inovasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ide-ide awal
inovasi yang telah mereka sampaikan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Konsep Inovasi (Pendalaman)
Tujuan Pembelajaran: Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan
kantor.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
memahami tahapan inovasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali diskusi pada pertemuan sebelumnya tentang ide inovasi.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Setelah kita punya ide
inovasi, langkah apa lagi yang perlu kita lakukan agar ide tersebut
bisa terwujud dan bermanfaat?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang tahapan umum dalam
proses inovasi.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang tahapan proses inovasi (misal: identifikasi masalah, ideasi,
pengembangan, implementasi, evaluasi). a. "Apa saja tahapan umum
dalam proses inovasi?" b. "Mengapa setiap tahapan inovasi itu
penting?" c. "Bagaimana tahapan inovasi dapat membantu kita
mewujudkan ide?"
2. Peserta didik secara berkelompok menganalisis studi kasus inovasi
yang berhasil dan mengidentifikasi tahapan-tahapan yang dilalui oleh
inovasi tersebut.
3. Peserta didik membuat alur proses inovasi berdasarkan studi kasus
yang dianalisis.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami keterkaitan antar
tahapan inovasi.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik menerapkan tahapan inovasi pada ide layanan kantor
yang telah dirumuskan pada pertemuan sebelumnya.
2. Peserta didik secara berkelompok mulai merinci langkah-langkah
konkret yang akan dilakukan pada setiap tahapan untuk
mengembangkan ide mereka.
3. Peserta didik membuat rencana kerja sederhana untuk proyek inovasi
layanan kantor mereka.
4. Peserta didik mempresentasikan rencana kerja mereka, menjelaskan
tahapan yang akan dilalui dan target yang ingin dicapai.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan dan kelayakan rencana kerja proyek inovasi.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam merencanakan tahapan inovasi dan bagaimana mengatasinya.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam merinci tahapan proyek.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam menyempurnakan rencana proyek inovasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
tahapan proses inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu persiapan untuk implementasi awal ide inovasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan memberikan apresiasi atas
rencana kerja yang telah disusun.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Konsep Inovasi (Implementasi Awal)
Tujuan Pembelajaran: Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan
kantor.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
keberanian untuk memulai implementasi ide.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali rencana kerja proyek inovasi dari pertemuan sebelumnya.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa mulai
menguji ide inovasi kita dalam skala kecil untuk melihat apakah itu
benar-benar berfungsi?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep prototipe
sederhana atau uji coba awal.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang pentingnya prototipe atau uji coba awal dalam proses inovasi.
a. "Mengapa kita perlu membuat prototipe atau melakukan uji coba
awal?" b. "Apa manfaat dari uji coba skala kecil sebelum
implementasi penuh?" c. "Bagaimana cara membuat prototipe
sederhana untuk layanan kantor?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi sumber daya yang
dibutuhkan untuk membuat prototipe sederhana atau melakukan uji
coba awal ide inovasi layanan kantor mereka.
3. Peserta didik menyusun daftar alat dan bahan atau langkah-langkah
yang diperlukan untuk uji coba.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyederhanakan ide mereka
agar dapat diuji coba dalam skala kecil.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok membuat prototipe sederhana
(misal: maket alur layanan, poster simulasi, skenario peran) atau
melakukan uji coba awal ide inovasi layanan kantor mereka.
2. Peserta didik mengumpulkan data atau umpan balik awal dari teman
atau guru yang berperan sebagai pengguna layanan.
3. Peserta didik mendokumentasikan proses uji coba dan hasil yang
diperoleh.
4. Peserta didik mempresentasikan hasil uji coba awal mereka, termasuk
tantangan yang dihadapi dan pelajaran yang didapat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik konstruktif dari teman dan
guru mengenai prototipe atau hasil uji coba awal mereka.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam mengimplementasikan ide inovasi dalam skala kecil
dan pelajaran yang mereka petik.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam menyempurnakan prototipe atau ide inovasi berdasarkan
umpan balik.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya uji coba awal dalam inovasi layanan kantor.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu mendalami design thinking.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi upaya mereka
dalam membuat prototipe atau melakukan uji coba.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4: Design Thinking (Empathize)
Tujuan Pembelajaran: Menggunakan design thinking untuk berpikir
inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
memahami pengguna sebelum berinovasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali masalah layanan kantor yang telah diidentifikasi.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa benar-
benar memahami apa yang dibutuhkan dan dirasakan oleh orang yang
akan menggunakan inovasi kita?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep empati dalam
design thinking.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang tahapan "Empathize" dalam design thinking, termasuk
teknik-teknik seperti wawancara, observasi, dan pemetaan empati. a.
"Apa itu tahapan Empathize dalam design thinking?" b. "Mengapa
empati sangat penting dalam menciptakan inovasi yang relevan?" c.
"Bagaimana cara melakukan wawancara yang efektif untuk
mendapatkan informasi dari pengguna?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi target pengguna
atau pihak yang terlibat dalam masalah layanan kantor yang akan
mereka pecahkan.
3. Peserta didik merumuskan daftar pertanyaan wawancara yang akan
diajukan kepada target pengguna.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyusun pertanyaan yang
terbuka dan tidak bias.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik melakukan wawancara singkat dengan beberapa target
pengguna (misal: staf tata usaha, guru, teman yang sering
menggunakan layanan kantor) untuk memahami pengalaman,
kebutuhan, dan tantangan mereka.
2. Peserta didik melakukan observasi langsung terhadap perilaku
pengguna saat berinteraksi dengan layanan kantor.
3. Peserta didik mencatat temuan-temuan penting dari wawancara dan
observasi.
4. Peserta didik membuat "Peta Empati" atau "Persona Pengguna"
berdasarkan data yang terkumpul, menggambarkan apa yang
pengguna pikirkan, rasakan, katakan, dan lakukan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan dan kedalaman peta empati atau persona
pengguna yang dibuat.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam berempati dan bagaimana hal itu mengubah perspektif
mereka terhadap masalah.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam mengumpulkan dan menganalisis data pengguna.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam mempertajam pemahaman empati untuk inovasi yang lebih
baik.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya tahapan empati dalam design thinking.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu mendefinisikan masalah berdasarkan temuan
empati.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi usaha mereka
dalam melakukan riset empati.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5: Design Thinking (Define)
Tujuan Pembelajaran: Menggunakan design thinking untuk berpikir
inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
merumuskan masalah secara jelas.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali temuan dari tahapan empati.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Setelah kita tahu apa yang
pengguna rasakan, bagaimana kita bisa mengubah semua informasi
itu menjadi pernyataan masalah yang jelas dan terfokus?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang tahapan "Define"
dalam design thinking.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang tahapan "Define" dalam design thinking, termasuk teknik
seperti "Point of View (POV) Statement" dan "How Might We
(HMW) Questions". a. "Apa tujuan dari tahapan Define dalam design
thinking?" b. "Bagaimana cara merumuskan pernyataan masalah
yang berpusat pada pengguna?" c. "Apa itu pertanyaan 'Bagaimana
Kita Bisa' (HMW) dan mengapa itu penting?"
2. Peserta didik secara berkelompok menganalisis temuan-temuan dari
tahapan empati (wawancara, observasi, peta empati).
3. Peserta didik mengidentifikasi pola, kebutuhan tersembunyi, dan
wawasan kunci dari data empati.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyaring informasi untuk
menemukan inti masalah.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok merumuskan "Point of View
(POV) Statement" yang berpusat pada pengguna, kebutuhan mereka,
dan wawasan yang didapat (misal: [Pengguna] membutuhkan
[Kebutuhan] karena [Wawasan]).
2. Peserta didik mengubah POV Statement menjadi beberapa "How
Might We (HMW) Questions" yang memicu ide-ide solusi (misal:
"Bagaimana kita bisa membuat proses [layanan] lebih [mudah/cepat]
untuk [pengguna]?").
3. Peserta didik mempresentasikan POV Statement dan HMW
Questions mereka di depan kelas.
4. Peserta didik mendapatkan masukan dari teman dan guru untuk
menyempurnakan perumusan masalah.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik konstruktif mengenai
kejelasan dan fokus dari pernyataan masalah dan pertanyaan HMW
mereka.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam merumuskan masalah secara spesifik dan bagaimana hal itu
mempengaruhi proses ideasi.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam menyaring informasi dan merumuskan masalah.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam memastikan masalah yang dirumuskan benar-benar relevan
dan dapat dipecahkan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya tahapan Define dalam design thinking untuk merumuskan
masalah yang tepat.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu menghasilkan ide-ide solusi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kemampuan
mereka dalam merumuskan masalah.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6: Design Thinking (Ideate)
Tujuan Pembelajaran: Menggunakan design thinking untuk berpikir
inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
berpikir "out of the box" dalam mencari solusi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali HMW Questions yang telah dirumuskan.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa
menghasilkan banyak ide solusi yang kreatif dan beragam untuk
menjawab pertanyaan 'Bagaimana Kita Bisa'?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang tahapan "Ideate"
dalam design thinking.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang tahapan "Ideate" dalam design thinking, termasuk teknik-
teknik seperti brainstorming, mind mapping, SCAMPER, atau 6-3-5
method. a. "Apa tujuan dari tahapan Ideate dalam design thinking?"
b. "Mengapa penting untuk menghasilkan banyak ide, bahkan yang
terlihat 'gila' sekalipun?" c. "Apa saja teknik yang bisa kita gunakan
untuk menghasilkan ide-ide kreatif?"
2. Peserta didik secara berkelompok memilih satu atau dua HMW
Questions yang paling relevan untuk dijadikan fokus ideasi.
3. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan untuk sesi ideasi (misal:
sticky notes, spidol, kertas besar).
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami aturan
brainstorming (kuantitas lebih penting dari kualitas, tidak ada ide
yang salah, membangun ide orang lain).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok melakukan sesi brainstorming
untuk menghasilkan sebanyak mungkin ide solusi yang menjawab
HMW Questions.
2. Peserta didik menggunakan teknik ideasi yang telah dipelajari (misal:
menuliskan setiap ide di sticky notes).
3. Peserta didik mengelompokkan ide-ide yang serupa dan memilih
beberapa ide terbaik yang paling menjanjikan dan relevan.
4. Peserta didik membuat sketsa kasar atau deskripsi singkat untuk
setiap ide terpilih.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai keberagaman dan potensi ide-ide yang dihasilkan.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam menghasilkan ide dan tantangan dalam memilih ide
terbaik.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam berpikir kreatif dan kolaboratif dalam sesi ideasi.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam mengembangkan ide-ide yang lebih inovatif dan layak.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya tahapan Ideate dalam menghasilkan solusi inovatif.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu mengubah ide menjadi prototipe.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kreativitas
mereka dalam menghasilkan ide.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 7: Pengembangan Produk Inovatif (Konsep & Desain)
Tujuan Pembelajaran: Mengembangkan produk/jasa inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
merancang produk/jasa dengan baik.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali ide-ide solusi dari tahapan ideasi.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa
mengubah ide-ide brilian kita menjadi sesuatu yang nyata dan bisa
diuji coba?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep
pengembangan produk/jasa.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang konsep pengembangan produk/jasa inovatif, termasuk
tahapannya (konseptualisasi, desain, prototipe, pengujian). a. "Apa
saja tahapan utama dalam mengembangkan produk atau jasa
inovatif?" b. "Mengapa desain awal sangat penting dalam
pengembangan produk?" c. "Apa perbedaan antara produk fisik dan
jasa dalam konteks pengembangan?"
2. Peserta didik secara berkelompok memilih satu ide solusi terbaik dari
tahapan ideasi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk/jasa
inovatif.
3. Peserta didik mengidentifikasi fitur-fitur utama dan nilai jual unik
dari produk/jasa yang akan dikembangkan.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyusun konsep
produk/jasa secara detail.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok membuat sketsa desain awal atau
alur proses untuk produk/jasa inovatif mereka.
2. Peserta didik membuat daftar bahan atau sumber daya yang
dibutuhkan untuk membuat prototipe awal.
3. Peserta didik membuat "storyboard" atau "customer journey map"
untuk jasa inovatif mereka.
4. Peserta didik mempresentasikan konsep dan desain awal produk/jasa
mereka, menjelaskan bagaimana produk/jasa tersebut akan bekerja
dan manfaatnya bagi pengguna.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kejelasan konsep dan kelayakan desain awal produk/jasa.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam mengubah ide menjadi konsep desain yang konkret.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam merancang produk/jasa inovatif.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam menyempurnakan desain produk/jasa berdasarkan masukan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
konsep dan desain awal dalam pengembangan produk/jasa inovatif.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu pembuatan prototipe.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi desain awal
yang telah mereka buat.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 8: Pengembangan Produk Inovatif (Prototipe)
Tujuan Pembelajaran: Mengembangkan produk/jasa inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
mengubah desain menjadi bentuk yang bisa diuji.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali desain produk/jasa dari pertemuan sebelumnya.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa
membuat representasi sederhana dari produk atau jasa kita agar bisa
dipegang, dilihat, atau dialami oleh calon pengguna?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang berbagai jenis
prototipe.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang pembuatan prototipe, termasuk jenis-jenis prototipe (low-
fidelity, high-fidelity), alat dan bahan yang digunakan, serta
tujuannya. a. "Apa itu prototipe dan mengapa kita perlu
membuatnya?" b. "Apa perbedaan antara prototipe low-fidelity dan
high-fidelity?" c. "Bagaimana prototipe membantu kita menguji ide
dengan cepat dan murah?"
2. Peserta didik secara berkelompok merencanakan pembuatan prototipe
untuk produk/jasa inovatif mereka, menentukan jenis prototipe yang
paling sesuai.
3. Peserta didik membuat daftar kebutuhan material atau perangkat
lunak untuk prototipe.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyederhanakan prototipe
agar fokus pada fitur inti yang ingin diuji.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok mulai membuat prototipe
produk/jasa inovatif mereka (misal: maket fisik, wireframe aplikasi,
simulasi peran untuk jasa, flowchart layanan).
2. Peserta didik mendokumentasikan proses pembuatan prototipe,
termasuk tantangan yang dihadapi.
3. Peserta didik menguji fungsionalitas dasar prototipe mereka secara
internal dalam kelompok.
4. Peserta didik mempresentasikan prototipe mereka, menjelaskan
bagaimana prototipe tersebut mewakili ide produk/jasa dan apa yang
ingin mereka uji.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kejelasan dan fungsionalitas prototipe yang dibuat.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam membuat prototipe dan pelajaran yang didapat dari
proses tersebut.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam mewujudkan ide menjadi bentuk nyata.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam menyempurnakan prototipe untuk pengujian lebih lanjut.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
proses pembuatan prototipe dalam pengembangan produk/jasa
inovatif.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu pengujian prototipe dengan pengguna.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi prototipe yang
telah mereka buat.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 9: Pengembangan Produk Inovatif (Pengujian & Iterasi)
Tujuan Pembelajaran: Mengembangkan produk/jasa inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
mendapatkan umpan balik dari pengguna.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali prototipe yang telah dibuat.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa tahu
apakah prototipe kita benar-benar menyelesaikan masalah pengguna?
Dan apa yang harus kita lakukan jika ada yang kurang?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep pengujian
dan iterasi.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang pengujian prototipe dengan pengguna, mengumpulkan umpan
balik, dan proses iterasi (perbaikan berkelanjutan). a. "Mengapa
pengujian dengan pengguna sangat penting dalam pengembangan
produk?" b. "Bagaimana cara mengumpulkan umpan balik yang jujur
dan konstruktif dari pengguna?" c. "Apa itu iterasi dan mengapa ini
merupakan bagian penting dari inovasi?"
2. Peserta didik secara berkelompok merencanakan skenario pengujian
untuk prototipe produk/jasa mereka dengan calon pengguna (teman,
guru, atau staf sekolah).
3. Peserta didik membuat daftar pertanyaan atau tugas yang akan
diberikan kepada pengguna selama pengujian.
4. Guru membimbing peserta didik dalam merancang pengujian yang
efektif untuk mendapatkan wawasan yang relevan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok melakukan pengujian prototipe
mereka dengan beberapa calon pengguna, mengamati perilaku dan
mengumpulkan umpan balik.
2. Peserta didik menganalisis umpan balik yang terkumpul untuk
mengidentifikasi masalah, kebutuhan yang belum terpenuhi, dan area
perbaikan.
3. Peserta didik melakukan iterasi atau perbaikan pada prototipe mereka
berdasarkan umpan balik yang diterima.
4. Peserta didik mempresentasikan hasil pengujian, temuan umpan
balik, dan perubahan yang telah dilakukan pada prototipe.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai proses pengujian dan kualitas iterasi yang dilakukan.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pentingnya
umpan balik pengguna dan bagaimana hal itu membantu
menyempurnakan inovasi.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam menerima kritik dan melakukan perbaikan.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam terus menyempurnakan produk/jasa inovatif.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya pengujian dan iterasi dalam pengembangan produk/jasa
inovatif.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penerapan teknologi dalam pengambilan
keputusan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kemampuan
mereka dalam melakukan pengujian dan perbaikan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 10: Penerapan Teknologi (Data & Informasi)
Tujuan Pembelajaran: Menerapkan teknologi dalam pengambilan
keputusan.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
teknologi membantu kita membuat keputusan yang lebih baik.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali data umpan balik dari pengujian prototipe.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa
menggunakan data dan teknologi untuk memastikan keputusan yang
kita ambil dalam berinovasi itu tepat dan efektif?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang peran data dalam
pengambilan keputusan.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang peran teknologi dalam pengumpulan, analisis, dan visualisasi
data untuk pengambilan keputusan inovasi. a. "Bagaimana teknologi
dapat membantu kita mengumpulkan data yang relevan untuk
inovasi?" b. "Apa saja alat atau aplikasi yang bisa digunakan untuk
menganalisis data?" c. "Mengapa visualisasi data penting dalam
pengambilan keputusan?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi jenis data yang
relevan untuk proyek inovasi mereka (misal: data preferensi
pengguna, data performa prototipe, data pasar).
3. Peserta didik merencanakan bagaimana mereka akan mengumpulkan
data tersebut menggunakan teknologi (misal: survei online, observasi
digital).
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami etika
pengumpulan dan penggunaan data.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok menggunakan alat digital (misal:
Google Forms, survei online sederhana) untuk mengumpulkan data
terkait proyek inovasi mereka.
2. Peserta didik menggunakan aplikasi spreadsheet (misal: Google
Sheets, Microsoft Excel) untuk mengorganisir dan melakukan
analisis data sederhana.
3. Peserta didik membuat grafik atau diagram sederhana untuk
memvisualisasikan temuan data mereka.
4. Peserta didik mempresentasikan data yang terkumpul dan analisis
awal mereka, menjelaskan wawasan yang didapat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai validitas data dan kejelasan visualisasi.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam menggunakan teknologi untuk mengumpulkan dan
menganalisis data.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan informasi yang
relevan.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam menggunakan data untuk pengambilan keputusan yang lebih
strategis.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai peran
teknologi dalam pengumpulan dan analisis data untuk inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penggunaan teknologi untuk simulasi dan prediksi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kemampuan
mereka dalam mengelola data.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 11: Penerapan Teknologi (Simulasi & Prediksi)
Tujuan Pembelajaran: Menerapkan teknologi dalam pengambilan
keputusan.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
teknologi dapat membantu kita "melihat masa depan" ide inovasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali analisis data dari pertemuan sebelumnya.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bisakah kita menggunakan
teknologi untuk memprediksi bagaimana inovasi kita akan diterima
pasar atau bagaimana dampaknya di masa depan?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep simulasi dan
prediksi sederhana.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang penggunaan simulasi dan alat prediksi sederhana (misal:
spreadsheet untuk skenario "what-if", kalkulator bisnis online) dalam
pengambilan keputusan inovasi. a. "Apa itu simulasi dan bagaimana
bisa membantu inovator?" b. "Bagaimana kita bisa membuat prediksi
sederhana tentang keberhasilan inovasi?" c. "Apa saja batasan dari
simulasi dan prediksi?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi variabel-variabel
kunci yang dapat mempengaruhi keberhasilan proyek inovasi mereka
(misal: jumlah pengguna, biaya produksi, harga jual).
3. Peserta didik merencanakan skenario "what-if" sederhana untuk
menguji ide inovasi mereka.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami konsep risiko dan
ketidakpastian dalam prediksi.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok menggunakan spreadsheet atau
kalkulator bisnis online sederhana untuk membuat simulasi skenario
"what-if" terkait proyek inovasi mereka.
2. Peserta didik memprediksi potensi dampak inovasi mereka
berdasarkan skenario yang berbeda (misal: berapa banyak pengguna
yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas, bagaimana perubahan
harga mempengaruhi keuntungan).
3. Peserta didik menganalisis hasil simulasi dan prediksi untuk
mengidentifikasi risiko potensial dan peluang.
4. Peserta didik mempresentasikan hasil simulasi dan prediksi mereka,
menjelaskan implikasinya terhadap pengambilan keputusan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai asumsi yang digunakan dalam simulasi dan validitas
prediksi.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam menggunakan teknologi untuk simulasi dan prediksi,
serta bagaimana hal itu membantu mengurangi ketidakpastian.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam berpikir strategis dan mengantisipasi masa depan.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam memanfaatkan teknologi untuk pengambilan keputusan yang
lebih terinformasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai peran
teknologi dalam simulasi dan prediksi untuk pengambilan keputusan
inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu penggunaan teknologi untuk kolaborasi dan
komunikasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kemampuan
mereka dalam menganalisis skenario.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 12: Penerapan Teknologi (Kolaborasi & Komunikasi)
Tujuan Pembelajaran: Menerapkan teknologi dalam pengambilan
keputusan.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif dalam tim inovasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali pentingnya kolaborasi dalam design thinking.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana teknologi bisa
membantu tim inovasi kita bekerja sama dengan lebih baik dan
menyampaikan ide kepada orang lain secara efektif?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang alat kolaborasi
digital.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang penggunaan platform kolaborasi digital (misal: Google
Workspace, Miro, Trello) dan alat komunikasi (misal: presentasi
online, video conference) dalam tim inovasi. a. "Apa saja manfaat
menggunakan platform kolaborasi digital dalam proyek tim?" b.
"Bagaimana teknologi dapat meningkatkan efektivitas komunikasi
dalam tim?" c. "Apa saja fitur penting dalam alat presentasi online
untuk menyampaikan ide inovasi?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi kebutuhan
kolaborasi dan komunikasi dalam proyek inovasi mereka.
3. Peserta didik memilih alat digital yang paling sesuai untuk
mendukung kolaborasi dan komunikasi tim mereka.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami etiket komunikasi
digital dan kerja tim virtual.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok menggunakan platform kolaborasi
digital (misal: membuat dokumen bersama di Google Docs, membuat
papan proyek di Trello/Miro) untuk merencanakan dan mengelola
tugas proyek inovasi mereka.
2. Peserta didik berlatih menggunakan alat presentasi online (misal:
Google Slides, Canva) untuk menyusun dan menyampaikan ide
inovasi mereka.
3. Peserta didik melakukan simulasi rapat tim virtual menggunakan
video conference sederhana.
4. Peserta didik mempresentasikan bagaimana mereka memanfaatkan
teknologi untuk kolaborasi dan komunikasi dalam proyek inovasi
mereka.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai efektivitas penggunaan alat kolaborasi dan komunikasi
digital.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam berkolaborasi dan berkomunikasi secara digital dalam
tim inovasi.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam memanfaatkan teknologi untuk kerja tim yang efektif.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan komunikasi digital.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai peran
teknologi dalam kolaborasi dan komunikasi untuk pengambilan
keputusan inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu komersialisasi inovasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kemampuan
mereka dalam berkolaborasi secara digital.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 13: Komersialisasi Inovasi (Strategi Pemasaran)
Tujuan Pembelajaran: Melakukan komersialisasi produk inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
memperkenalkan inovasi kepada masyarakat.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali produk/jasa inovatif yang telah dikembangkan.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Setelah kita punya inovasi
yang bagus, bagaimana caranya agar inovasi ini dikenal dan
digunakan oleh banyak orang?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep pemasaran
dasar.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang strategi pemasaran produk/jasa inovatif, termasuk segmentasi
pasar, target pasar, positioning, dan bauran pemasaran (4P/7P). a.
"Apa itu komersialisasi inovasi dan mengapa itu penting?" b.
"Bagaimana kita bisa mengidentifikasi siapa target pasar untuk
inovasi kita?" c. "Apa saja elemen penting dalam strategi pemasaran
produk inovatif?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi target pasar
potensial untuk produk/jasa inovatif mereka.
3. Peserta didik merumuskan proposisi nilai unik dari inovasi mereka
yang akan dikomunikasikan kepada pasar.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami perbedaan antara
pemasaran produk baru dan produk yang sudah ada.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok membuat draf strategi pemasaran
sederhana untuk produk/jasa inovatif mereka, mencakup:
o Identifikasi target pasar.
o Penentuan harga awal.
o Saluran distribusi yang mungkin.
o Strategi promosi awal (misal: media sosial, brosur).
2. Peserta didik membuat materi promosi sederhana (misal: poster
digital, draf iklan singkat) menggunakan aplikasi desain (misal:
Canva).
3. Peserta didik mempresentasikan strategi pemasaran dan materi
promosi mereka di depan kelas.
4. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelayakan strategi pemasaran.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik konstruktif mengenai strategi
pemasaran dan materi promosi yang telah dibuat.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam merumuskan strategi pemasaran untuk produk baru.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam memahami pasar dan merancang promosi.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam menyempurnakan strategi pemasaran inovasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
strategi pemasaran dalam komersialisasi inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu aspek hukum dan keuangan dalam komersialisasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kreativitas
mereka dalam merancang materi promosi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 14: Komersialisasi Inovasi (Aspek Hukum & Keuangan)
Tujuan Pembelajaran: Melakukan komersialisasi produk inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
melindungi ide dan mengelola keuangan.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali strategi pemasaran.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Selain memasarkan, apa
lagi yang perlu kita perhatikan agar inovasi kita aman secara hukum
dan bisa menghasilkan keuntungan?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang hak kekayaan
intelektual dan konsep biaya-pendapatan.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang aspek hukum (Hak Kekayaan Intelektual, perizinan) dan
aspek keuangan (pembiayaan, estimasi biaya, estimasi pendapatan)
dalam komersialisasi inovasi. a. "Mengapa penting untuk melindungi
ide inovasi secara hukum?" b. "Apa saja jenis Hak Kekayaan
Intelektual yang relevan untuk inovasi?" c. "Bagaimana cara
memperkirakan biaya yang dibutuhkan dan potensi pendapatan dari
inovasi?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi aspek hukum dan
keuangan yang relevan untuk produk/jasa inovatif mereka.
3. Peserta didik merencanakan estimasi biaya awal dan potensi
pendapatan dari inovasi mereka.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memahami konsep dasar
perlindungan hukum dan perhitungan keuangan sederhana.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok membuat daftar Hak Kekayaan
Intelektual yang mungkin relevan untuk inovasi mereka (misal:
merek, paten sederhana).
2. Peserta didik membuat estimasi biaya produksi/operasional awal dan
proyeksi pendapatan sederhana untuk inovasi mereka.
3. Peserta didik menyusun rencana pendanaan awal (misal: modal
sendiri, pinjaman kecil, crowdfunding).
4. Peserta didik mempresentasikan analisis aspek hukum dan keuangan
mereka, menjelaskan potensi risiko dan peluang.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan analisis aspek hukum dan keuangan.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam memahami aspek hukum dan keuangan dalam komersialisasi.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam berpikir holistik tentang komersialisasi.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam mengelola aspek hukum dan keuangan inovasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai aspek
hukum dan keuangan dalam komersialisasi inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu presentasi bisnis (pitching).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi upaya mereka
dalam memahami aspek kompleks ini.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 15: Komersialisasi Inovasi (Presentasi Bisnis)
Tujuan Pembelajaran: Melakukan komersialisasi produk inovatif.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
kemampuan meyakinkan orang lain.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali semua aspek inovasi yang telah dikembangkan.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana kita bisa
menyampaikan semua ide dan rencana kita tentang inovasi ini secara
singkat, padat, dan meyakinkan kepada calon investor atau mitra?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep pitching.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang teknik presentasi bisnis (pitching), struktur pitch deck, dan
cara menarik perhatian audiens. a. "Apa itu presentasi bisnis atau
pitching dan mengapa itu penting?" b. "Apa saja elemen kunci yang
harus ada dalam sebuah pitch deck yang efektif?" c. "Bagaimana cara
menyampaikan ide inovasi agar menarik dan meyakinkan?"
2. Peserta didik secara berkelompok merencanakan struktur pitch deck
untuk produk/jasa inovatif mereka.
3. Peserta didik mengidentifikasi poin-poin penting yang harus
disampaikan dalam waktu singkat.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyusun narasi yang kuat
dan persuasif.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok menyusun pitch deck sederhana
(misal: menggunakan Canva atau Google Slides) yang mencakup
masalah, solusi (inovasi), keunggulan, target pasar, model bisnis, dan
tim.
2. Peserta didik berlatih mempresentasikan pitch deck mereka di depan
kelompok atau di depan cermin, memperhatikan durasi dan intonasi.
3. Peserta didik saling memberikan umpan balik dalam kelompok untuk
menyempurnakan presentasi.
4. Peserta didik mempresentasikan pitch deck mereka di depan kelas,
berperan seolah-olah di depan calon investor atau mitra.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kejelasan, daya tarik, dan persuasifnya presentasi bisnis
mereka.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pengalaman
mereka dalam menyiapkan dan menyampaikan presentasi bisnis.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam berkomunikasi dan meyakinkan orang lain.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam meningkatkan keterampilan presentasi bisnis.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya presentasi bisnis dalam komersialisasi inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu evaluasi inovasi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi keberanian
dan kemampuan presentasi mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 16: Evaluasi dan Perbaikan Inovasi (Metode Evaluasi)
Tujuan Pembelajaran: Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
belajar dari pengalaman untuk terus maju.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali seluruh proses pengembangan inovasi mereka.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Setelah inovasi kita
diluncurkan atau diuji, bagaimana kita tahu apakah itu benar-benar
berhasil dan apa yang bisa kita pelajari untuk membuatnya lebih baik
lagi?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep evaluasi.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang metode evaluasi inovasi (misal: survei kepuasan pengguna,
analisis data penjualan/penggunaan, wawancara mendalam,
observasi). a. "Mengapa evaluasi inovasi itu penting setelah
diluncurkan?" b. "Apa saja indikator keberhasilan sebuah inovasi?" c.
"Bagaimana cara memilih metode evaluasi yang tepat untuk inovasi
kita?"
2. Peserta didik secara berkelompok mengidentifikasi parameter atau
indikator keberhasilan untuk produk/jasa inovatif mereka.
3. Peserta didik merencanakan metode evaluasi yang sesuai untuk
mengukur keberhasilan inovasi mereka.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyusun kriteria evaluasi
yang objektif.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok membuat instrumen evaluasi
sederhana (misal: kuesioner singkat, daftar observasi) untuk
mengumpulkan data tentang performa inovasi mereka.
2. Peserta didik melakukan simulasi pengumpulan data evaluasi dari
"pengguna" atau "pasar" (misal: meminta teman untuk mengisi
kuesioner, mengamati simulasi penggunaan).
3. Peserta didik menganalisis data evaluasi yang terkumpul untuk
mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman
(SWOT) dari inovasi mereka.
4. Peserta didik mempresentasikan hasil evaluasi mereka, termasuk
temuan kunci dan kesimpulan.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan dan objektivitas hasil evaluasi.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pentingnya
evaluasi dan bagaimana proses ini membantu mereka melihat inovasi
dari perspektif yang berbeda.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam merancang dan melakukan evaluasi.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam mengidentifikasi area perbaikan berdasarkan evaluasi.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
metode evaluasi inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu perbaikan berkelanjutan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi kemampuan
mereka dalam melakukan evaluasi kritis.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 17: Evaluasi dan Perbaikan Inovasi (Iterasi & Peningkatan)
Tujuan Pembelajaran: Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya tidak
berhenti berinovasi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali hasil evaluasi inovasi.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Setelah kita tahu apa yang
perlu diperbaiki dari inovasi kita, bagaimana kita bisa merencanakan
dan melakukan perbaikan tersebut agar inovasi kita menjadi lebih
baik lagi?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang konsep perbaikan
berkelanjutan.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang proses perbaikan berkelanjutan (continuous improvement)
dan iterasi dalam inovasi, termasuk siklus PDCA (Plan-Do-Check-
Act). a. "Apa itu perbaikan berkelanjutan dalam konteks inovasi?" b.
"Bagaimana hasil evaluasi dapat menjadi dasar untuk perbaikan?" c.
"Apa saja langkah-langkah dalam melakukan perbaikan inovasi?"
2. Peserta didik secara berkelompok menganalisis temuan dari evaluasi
inovasi mereka dan mengidentifikasi area spesifik yang memerlukan
perbaikan.
3. Peserta didik merumuskan rencana perbaikan yang konkret dan
terukur untuk inovasi mereka.
4. Guru membimbing peserta didik dalam memprioritaskan perbaikan
yang paling berdampak.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok membuat draf rencana aksi untuk
melakukan perbaikan pada produk/jasa inovatif mereka berdasarkan
hasil evaluasi.
2. Peserta didik melakukan simulasi implementasi perbaikan (misal:
memodifikasi prototipe, merevisi alur layanan, mengubah materi
promosi).
3. Peserta didik memprediksi dampak dari perbaikan yang telah
dilakukan.
4. Peserta didik mempresentasikan rencana perbaikan dan simulasi
dampaknya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelayakan dan potensi dampak dari rencana perbaikan.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang pentingnya
siklus evaluasi dan perbaikan dalam menjaga relevansi inovasi.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam merencanakan dan melakukan perbaikan.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
dalam mengadopsi pola pikir perbaikan berkelanjutan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
proses iterasi dan peningkatan dalam inovasi.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu presentasi akhir proyek dan refleksi menyeluruh.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan mengapresiasi semangat
mereka untuk terus memperbaiki inovasi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 18: Evaluasi dan Perbaikan Inovasi (Presentasi Akhir &
Refleksi Menyeluruh)
Tujuan Pembelajaran: Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan menunjukkan kesiapan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada
pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
merayakan perjalanan inovasi dan belajar dari seluruh proses.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengingat
kembali seluruh tahapan yang telah dilalui dalam mengembangkan
inovasi.
7. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Setelah melalui seluruh
proses ini, apa pelajaran terbesar yang kalian dapatkan tentang
inovasi dan bagaimana kalian akan menerapkannya di masa depan?"
8. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang pentingnya refleksi
akhir dalam sebuah proyek.
Kegiatan Inti
Memahami (Berkesadaran, Bermakna) - Orientasi pada Siswa pada
Masalah & Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
1. Peserta didik berdiskusi dan mengeksplorasi sumber informasi
tentang pentingnya refleksi menyeluruh terhadap sebuah proyek
inovasi, termasuk mengidentifikasi keberhasilan, tantangan, dan
pembelajaran yang didapat. a. "Mengapa penting untuk
merefleksikan seluruh perjalanan proyek inovasi?" b. "Apa saja poin-
poin penting yang harus disampaikan dalam presentasi akhir
proyek?" c. "Bagaimana pengalaman ini akan membentuk kalian
sebagai inovator di masa depan?"
2. Peserta didik secara berkelompok menyusun rangkuman perjalanan
proyek inovasi mereka dari awal hingga akhir, termasuk masalah
yang dipecahkan, proses yang dilalui, hasil yang dicapai, dan
perbaikan yang dilakukan.
3. Peserta didik menyiapkan materi untuk presentasi akhir proyek
mereka.
4. Guru membimbing peserta didik dalam menyusun narasi yang
koheren dan inspiratif.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) - Membimbing
Penyelidikan Individual pada Kelompok & Mengembangkan dan
Menyajikan Hasil
1. Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan proyek inovasi
mereka secara menyeluruh, mencakup:
o Latar belakang masalah dan tahapan empati-define.
o Proses ideasi dan pengembangan produk/jasa.
o Penerapan teknologi dalam pengambilan keputusan.
o Rencana komersialisasi.
o Hasil evaluasi dan perbaikan yang telah dilakukan.
o Pembelajaran dan rencana ke depan.
2. Peserta didik menjawab pertanyaan dari teman dan guru.
3. Peserta didik mendapatkan umpan balik komprehensif dari teman dan
guru.
4. Peserta didik secara individu membuat jurnal refleksi akhir yang
merangkum seluruh pengalaman belajar mereka, termasuk tantangan,
keberhasilan, dan wawasan pribadi.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna) - Menganalisis dan Mengevaluasi
1. Peserta didik mendapatkan umpan balik menyeluruh dari teman dan
guru mengenai kualitas proyek inovasi dan presentasi akhir.
2. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu yang mendalam
tentang pencapaian tujuan pembelajaran, keterampilan yang
dikembangkan, dan relevansi materi dengan cita-cita mereka.
3. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap seluruh proses
pembelajaran dan kontribusi mereka.
4. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
sebagai agen inovasi di masa depan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan seluruh pembelajaran mata
pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan, menekankan
siklus inovasi yang berkelanjutan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan bagaimana mereka dapat
terus menerapkan pola pikir inovatif dalam kehidupan dan karir
mereka.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan memberikan apresiasi
tertinggi atas seluruh upaya, kreativitas, dan pembelajaran yang telah
mereka tunjukkan sepanjang semester.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Kuala Baru, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Nuris Alkhair, [Link] Raimah, [Link]
NIP : 19890826 201402 1 004 19940304 202421 2 036
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARAN : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
TOPIK PEMBELAJARAN: Inovasi
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan kantor.
2. Menggunakan design thinking untuk berpikir inovatif.
3. Mengembangkan produk/jasa inovatif.
4. Menerapkan teknologi dalam pengambilan keputusan.
5. Melakukan komersialisasi produk inovatif.
6. Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (KKTP)
Siswa dapat mengidentifikasi kebutuhan layanan kantor yang dapat ditingkatkan melalui
inovasi.
Siswa mampu menggunakan tahapan design thinking untuk menyelesaikan masalah.
Siswa mampu menyusun rancangan produk atau jasa inovatif.
Siswa dapat menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam mendukung keputusan bisnis.
Siswa mampu mempresentasikan strategi komersialisasi produk inovatif.
Siswa mampu memberikan kritik dan saran perbaikan terhadap ide inovasi yang dibuat.
KISI-KISI SOAL
No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Level Bentuk Soal
Kognitif
1 Mengidentifikasi penerapan inovasi dalam layanan C4 (Analisis) Pilihan
kantor Ganda
2 Menyusun ide inovatif menggunakan pendekatan design C5 (Evaluasi) Pilihan
thinking Ganda
3 Menentukan konsep produk/jasa yang bersifat inovatif C6 (Kreasi) Pilihan
Ganda
4 Menggunakan teknologi untuk pengambilan keputusan C4 (Analisis) Pilihan
bisnis Ganda
5 Menganalisis proses komersialisasi produk C5 (Evaluasi) Pilihan
Ganda
6 Menentukan perbaikan inovasi dari evaluasi produk/jasa C6 (Kreasi) Pilihan
Ganda
7 Memilih solusi inovatif dari beberapa pilihan kasus C5 (Evaluasi) Pilihan
Ganda
8 Menentukan langkah design thinking yang sesuai C4 (Analisis) Pilihan
Ganda
9 Menganalisis penerapan teknologi dalam layanan usaha C4 (Analisis) Pilihan
Ganda
10 Menyimpulkan manfaat evaluasi dalam inovasi produk C5 (Evaluasi) Pilihan
Ganda
SOAL PILIHAN GANDA
1.
Perusahaan X mengalami keluhan pelanggan terkait layanan pelanggan yang lambat dan tidak
responsif. Manajer kemudian mengadakan pelatihan inovasi pelayanan berbasis teknologi seperti
chatbot dan dashboard keluhan pelanggan.
Apa bentuk inovasi yang dilakukan oleh perusahaan X?
A. Peningkatan kualitas produk utama
B. Inovasi layanan berbasis kebutuhan pelanggan
C. Pengurangan biaya operasional
D. Promosi produk baru
E. Inovasi pemasaran digital
2.
Sebuah kelompok siswa SMK sedang mengikuti pelatihan design thinking untuk membuat solusi
bisnis. Mereka mengawali dengan tahap "Empathize" dengan mengobservasi kebiasaan
konsumen dalam membeli makanan ringan.
Tahapan design thinking selanjutnya yang logis dilakukan oleh siswa tersebut adalah:
A. Membuat prototipe langsung
B. Menjual produk ke konsumen
C. Mendefinisikan masalah berdasarkan temuan lapangan
D. Mengembangkan iklan
E. Menentukan harga jual
3.
Seorang siswa menciptakan sabun cuci tangan dari limbah kulit jeruk yang diolah dengan bahan
alami. Produk tersebut wangi, ramah lingkungan, dan hemat biaya.
Produk sabun tersebut termasuk inovasi dalam kategori:
A. Inovasi sistem distribusi
B. Inovasi layanan pelanggan
C. Inovasi produk berbasis keberlanjutan
D. Inovasi digitalisasi
E. Inovasi pemasaran komunitas
4.
Dalam proyek bisnis sekolah, siswa diminta menggunakan aplikasi akuntansi sederhana untuk
mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha mereka selama seminggu.
Penggunaan aplikasi tersebut bertujuan untuk:
A. Menambah jumlah penjualan produk
B. Meningkatkan branding usaha
C. Memudahkan pengambilan keputusan keuangan
D. Mengurangi tenaga kerja
E. Membuat produk lebih menarik
5.
Sebuah produk minuman herbal inovatif dijual melalui media sosial dan bekerja sama dengan
influencer lokal. Strategi ini berhasil meningkatkan penjualan dalam waktu singkat.
Langkah yang dilakukan oleh tim penjual termasuk dalam proses:
A. Riset dan pengembangan
B. Komersialisasi produk
C. Evaluasi pasar
D. Distribusi langsung
E. Desain kemasan produk
6.
Siswa SMK merancang produk inovatif berupa tas multifungsi yang bisa dijadikan tempat
duduk. Setelah praktik produksi, mereka mengumpulkan masukan dari pengguna.
Langkah selanjutnya berdasarkan masukan tersebut adalah:
A. Meningkatkan harga produk
B. Mengurangi jumlah produksi
C. Menyempurnakan desain produk
D. Mengubah bahan baku secara keseluruhan
E. Menghentikan produksi tas
7.
Salah satu unit usaha siswa mengalami penurunan omzet. Setelah dilakukan diskusi, muncul tiga
solusi: promosi ulang, ubah kemasan, atau pindah lokasi.
Solusi yang menunjukkan inovasi strategis jangka panjang adalah:
A. Menutup usaha sementara
B. Menurunkan harga drastis
C. Mengubah desain dan pendekatan pemasaran
D. Meningkatkan produksi
E. Memberikan diskon besar
8.
Pada tahapan "Ideate" dalam design thinking, siswa diminta menghasilkan 10 ide layanan
inovatif berdasarkan kebutuhan pelanggan.
Apa karakteristik utama dari tahapan ini?
A. Menguji prototipe
B. Menghasilkan ide sebanyak mungkin
C. Membuat survei pelanggan
D. Menentukan harga produk
E. Mengukur waktu produksi
9.
Dalam proyek praktik usaha, siswa menggunakan Google Form untuk melakukan riset kepuasan
pelanggan dan menganalisis hasilnya dengan diagram pie.
Teknologi digunakan dalam kegiatan tersebut untuk:
A. Menghindari kompetitor
B. Membuat konten promosi
C. Mendukung evaluasi dan pengambilan keputusan
D. Meningkatkan stok barang
E. Merekam video produk
10.
Tim inovasi sekolah membuat produk camilan berbahan lokal. Setelah penjualan dua minggu,
mereka menyusun laporan evaluasi dan masukan dari pelanggan.
Manfaat utama dari evaluasi tersebut adalah:
A. Menurunkan biaya produksi
B. Memastikan legalitas produk
C. Memperbaiki kualitas dan strategi produk
D. Mengurangi beban kerja tim
E. Menutup produk yang tidak laku
KUNCI JAWABAN
1. B
2. C
3. C
4. C
5. B
6. C
7. C
8. B
9. C
10. C
RUBRIK PENILAIAN
Skor Benar Nilai Akhir
10 100
9 90
8 80
7 70
6 60
5 50
<5 <50
TOTAL NILAI MAKSIMAL: 100
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / Genap
MATA PELAJARAN : Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan kantor.
2. Menggunakan design thinking untuk berpikir inovatif.
3. Mengembangkan produk/jasa inovatif.
4. Menerapkan teknologi dalam pengambilan keputusan.
5. Melakukan komersialisasi produk inovatif.
6. Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
No Tujuan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi
1 Menerapkan konsep inovasi Menjelaskan pentingnya inovasi dalam layanan kantor.
2 Menggunakan design Merancang solusi inovatif berbasis design thinking.
thinking
3 Mengembangkan Membuat prototipe produk/jasa yang inovatif.
produk/jasa
4 Menerapkan teknologi Menunjukkan penggunaan teknologi untuk pengambilan
keputusan.
5 Komersialisasi produk Menyusun strategi pemasaran produk inovatif.
6 Evaluasi dan perbaikan Mengevaluasi hasil inovasi dan memberikan saran
perbaikan.
KISI-KISI SOAL PROYEK
No IPK Level Kognitif Bentuk Soal Indikator Soal
(C1–C6)
1 Menjelaskan C2 (Memahami) Proyek Tugas Siswa dapat mengidentifikasi
pentingnya peluang inovasi dalam
inovasi kehidupan sehari-hari.
2 Merancang solusi C4 Proyek/Tugas Siswa menyusun langkah design
design thinking (Menganalisis) thinking untuk suatu masalah.
3 Membuat C6 (Mencipta) Proyek Siswa membuat produk/jasa
prototipe produk inovatif yang dapat
dikomersialkan.
4 Menyusun C5 Proyek Siswa membuat rencana
strategi (Mengevaluasi) pemasaran produk inovatifnya.
pemasaran
SOAL PROYEK
Di sekitar lingkungan sekolah banyak ditemukan permasalahan seperti limbah plastik dari
kantin, siswa yang kesulitan membeli alat tulis saat kehabisan di kelas, atau kurangnya jasa cetak
dan fotokopi instan. Peluang-peluang ini bisa dikembangkan menjadi solusi inovatif yang
bernilai ekonomi bagi siswa SMK.
Instruksi Proyek (SOAL):
"Kembangkan ide produk atau jasa inovatif yang mampu menyelesaikan salah satu
permasalahan di lingkungan sekolah atau masyarakat sekitar. Gunakan metode design
thinking untuk merancang solusi tersebut, buat prototipe sederhana, dan rancang strategi
komersialisasinya."
Langkah pengerjaan proyek:
1. Identifikasi masalah yang nyata di sekolah/lingkungan.
2. Gunakan tahapan design thinking: Empati – Definisi – Ideasi – Prototipe – Uji.
3. Buat prototipe sederhana dari produk atau jasa inovatif tersebut.
4. Rancang strategi pemasaran (target pasar, media promosi, harga jual, keunggulan
produk).
5. Presentasikan proyek secara visual dan lisan.
KUNCI JAWABAN (Model Jawaban Ideal)
Masalah yang dipilih jelas, nyata, dan kontekstual (misal: limbah plastik kantin).
Tahapan design thinking dijelaskan runtut dan sesuai.
Prototipe menunjukkan orisinalitas dan nilai guna.
Strategi pemasaran mencakup 4P (Product, Price, Place, Promotion).
Presentasi jelas, komunikatif, dan meyakinkan.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek yang Dinilai Kriteria Skor Maksimum
Identifikasi Masalah Masalah jelas dan relevan 15
Penerapan Design Lengkap dan logis 20
Thinking
Prototipe Produk/Jasa Inovatif, fungsional 25
Strategi Komersialisasi Tepat sasaran, kreatif 20
Presentasi Karya Komunikatif, visual menarik 20
Total 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARA N : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN
Menerapkan konsep inovasi dalam kegiatan layanan kantor.
🎯 Indikator Pencapaian
Menganalisis penerapan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan pelayanan kantor.
Merancang gagasan inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan.
🛠️Alat dan Bahan
Laptop/HP
Koneksi internet
Contoh kasus layanan kantor
Lembar kerja
📝 Tugas / Soal
Perhatikan ilustrasi berikut!
Sebuah kantor pelayanan publik mengalami antrean panjang setiap hari, sehingga banyak
pelanggan merasa tidak puas dan mengeluh karena waktu tunggu yang lama. Salah satu staf
kantor memiliki ide untuk membuat sistem antrian digital berbasis QR Code yang dapat diakses
dari smartphone, sehingga pelanggan bisa mengambil nomor antrian dari rumah dan datang
sesuai jadwal estimasi waktu layanan.
Pertanyaan (Paragraf):
1. Jelaskan konsep inovasi yang muncul dalam kasus tersebut dan bagaimana penerapannya
berdampak pada layanan kantor!
2. Menurut Anda, mengapa penting bagi layanan kantor untuk terus melakukan inovasi?
3. Coba amati pelayanan di sekitar lingkungan Anda (sekolah, desa, atau tempat umum
lainnya), lalu deskripsikan satu masalah dan berikan ide inovatif untuk mengatasinya!
✅ Kunci Jawaban
1. Konsep inovasi: penggunaan teknologi (QR Code) untuk efisiensi waktu. Dampak:
mempersingkat waktu tunggu, meningkatkan kepuasan pelanggan.
2. Penting karena pelayanan harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan teknologi agar
tetap relevan dan efisien.
3. (Bervariasi, tergantung pengamatan peserta didik)
📊 Rubrik Penilaian
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Ketepatan analisis kasus 30
Relevansi ide inovatif 40
Kreativitas solusi 20
Ketepatan bahasa/tulisan 10
Total 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARAN : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN
Menggunakan design thinking untuk berpikir inovatif.
🎯 Indikator Pencapaian
Mengidentifikasi masalah nyata yang membutuhkan solusi inovatif.
Menyusun tahapan design thinking dalam konteks permasalahan nyata.
Menerapkan tahapan design thinking untuk menghasilkan solusi.
🛠️Alat dan Bahan
Kertas kerja
Pulpen/alat tulis
Video pengantar design thinking
Contoh permasalahan nyata
📝 Tugas / Soal
Bayangkan Anda dan tim diminta untuk membuat solusi inovatif guna meningkatkan kebersihan
di lingkungan sekolah. Banyak siswa yang masih membuang sampah sembarangan, meskipun
sudah tersedia tempat sampah terpisah organik dan anorganik.
Tugas:
1. Gunakan metode design thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test) untuk
merancang solusi.
2. Deskripsikan setiap langkah tersebut dalam bentuk narasi.
3. Presentasikan hasil ide Anda kepada kelompok lain dan buat prototipe sederhana jika
memungkinkan.
✅ Kunci Jawaban
1. Empathize: Wawancara siswa/guru, observasi perilaku buang sampah.
2. Define: Masalah utama adalah kurangnya kesadaran dan pengawasan.
3. Ideate: Membuat aplikasi pelaporan kebersihan, lomba kebersihan kelas.
4. Prototype: Contoh desain aplikasi atau sistem penilaian kelas.
5. Test: Simulasi penggunaan aplikasi dalam seminggu.
📊 Rubrik Penilaian
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Penerapan 5 langkah design 40
thinking
Relevansi solusi terhadap masalah 30
Inovasi dan kreativitas 20
Komunikasi dan presentasi ide 10
Total 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARAN : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengembangkan produk/jasa inovatif.
🎯 Indikator Pencapaian
Mengidentifikasi peluang usaha dari kebutuhan di lingkungan sekitar.
Merancang produk atau jasa dengan unsur kebaruan (inovatif).
Menyusun konsep pemasaran sederhana untuk produk/jasa tersebut.
🛠️Alat dan Bahan
Alat tulis
Internet/sumber inspirasi produk
Bahan bekas/alat sederhana untuk prototipe
Template rencana usaha
📝 Tugas / Soal
Di lingkungan tempat tinggal Anda banyak terdapat limbah botol plastik yang belum
dimanfaatkan. Padahal, banyak UMKM yang berhasil membuat produk dari barang bekas dan
menjualnya secara online.
Tugas:
1. Buatlah ide produk atau jasa inovatif berbasis bahan bekas atau kebutuhan lokal.
2. Jelaskan keunggulan produk Anda dibanding produk lain.
3. Susun strategi pemasaran sederhana yang bisa dilakukan dengan media sosial.
4. Buat prototipe atau sketsa produknya.
✅ Kunci Jawaban
1. Contoh produk: pot bunga dari botol bekas, kerajinan lampu hias.
2. Keunggulan: ramah lingkungan, unik, harga terjangkau.
3. Strategi: pemasaran melalui Instagram, TikTok, kolaborasi dengan influencer lokal.
4. Sketsa atau foto prototipe (bisa digambar atau direalisasikan).
📊 Rubrik Penilaian
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Relevansi produk/jasa 30
Inovasi dan kreativitas 30
Strategi pemasaran 20
Prototipe atau sketsa produk 20
Total 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARAN : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN
Menerapkan teknologi dalam pengambilan keputusan.
🎯 Indikator Pencapaian
Mengidentifikasi teknologi yang mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Menganalisis data menggunakan aplikasi digital sederhana.
Menentukan keputusan berdasarkan hasil analisis teknologi.
🛠️Alat dan Bahan
Laptop/HP
Akses internet
Google Form/Excel/Simple survey tools
Kasus studi/cerita data usaha
📝 Tugas / Soal
Suatu kelompok siswa SMK membuka usaha minuman kekinian. Mereka mencatat data
penjualan selama dua minggu ke dalam Google Spreadsheet. Hasilnya menunjukkan bahwa
minuman rasa mangga paling laris di minggu pertama, tetapi menurun drastis di minggu kedua.
Sementara rasa cokelat meningkat drastis. Tim tersebut harus memutuskan rasa mana yang akan
diproduksi lebih banyak minggu depan.
Tugas:
1. Jelaskan bagaimana penggunaan teknologi (Spreadsheet, Google Form, dll.) dapat
membantu dalam menganalisis situasi di atas.
2. Berdasarkan data di atas, keputusan apa yang sebaiknya diambil oleh tim usaha tersebut?
Jelaskan alasannya!
3. Buatlah simulasi pengambilan keputusan untuk usaha fiktifmu sendiri dengan
menggunakan aplikasi sederhana (misal survei pelanggan via Google Form).
✅ Kunci Jawaban
1. Teknologi membantu menyusun dan menganalisis data dengan cepat, membuat grafik
tren penjualan, dan membuat keputusan berbasis bukti.
2. Produksi rasa cokelat ditingkatkan karena tren naik; rasa mangga dikurangi atau
dipromosikan ulang.
3. (Sesuai kreativitas siswa, namun logis dan berbasis data).
📊 Rubrik Penilaian
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Pemahaman fungsi teknologi 30
Analisis data dan pengambilan keputusan 40
Inovasi dan kreativitas solusi 20
Kualitas bahasa dan penyampaian 10
Total 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARAN : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN
Melakukan komersialisasi produk inovatif.
🎯 Indikator Pencapaian
Menyusun strategi pemasaran produk inovatif.
Menentukan target pasar dan media promosi yang tepat.
Menghitung harga jual dan potensi keuntungan.
🛠️Alat dan Bahan
Kertas kerja
Contoh produk inovatif
Kalkulator/simulasi perhitungan
Media sosial (simulasi)
📝 Tugas / Soal
Kamu dan kelompokmu berhasil membuat produk inovatif berupa "Snack Sehat dari Daun
Kelor" yang bebas MSG dan rendah gula. Saat ini kamu ingin mulai menjual produk tersebut
secara lebih luas. Produk ini telah diuji coba dan disukai oleh guru dan teman-teman.
Tugas:
1. Tentukan siapa target pasar utama produkmu dan bagaimana cara menjangkaunya.
2. Buatlah strategi pemasaran sederhana yang memanfaatkan media sosial atau marketplace.
3. Hitung simulasi harga jual, biaya produksi, dan perkiraan keuntungan per 100 pcs
produk.
✅ Kunci Jawaban
1. Target pasar: konsumen peduli kesehatan, anak sekolah, ibu rumah tangga.
2. Strategi: promosi di Instagram, endorse micro influencer, bundling hemat.
3. (Simulasi: Biaya Rp2000/pcs, harga jual Rp5000/pcs, untung Rp3000 x 100 =
Rp300.000)
📊 Rubrik Penilaian
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Ketepatan strategi pemasaran 35
Target pasar dan media relevan 25
Akurasi perhitungan usaha 30
Kerapihan dan logika 10
penyajian
Total 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : SMK N 1 KUALA BARU
KELAS / SEMESTER : XI / GENAP
MATA PELAJARAN : KREATIVITAS, INOVASI, DAN KEWIRAUSAHAAN
✅ TUJUAN PEMBELAJARAN
Mengevaluasi dan memperbaiki inovasi.
🎯 Indikator Pencapaian
Menilai kelebihan dan kekurangan produk inovatif.
Mengumpulkan feedback dari pengguna/pelanggan.
Menyusun perbaikan produk berdasarkan hasil evaluasi.
🛠️Alat dan Bahan
Lembar evaluasi
Contoh produk/jasa
Kuesioner umpan balik
Alat prototipe sederhana
📝 Tugas / Soal
Setelah menjual produk "Sabun Herbal dari Bunga Telang", kelompok usaha siswa
mendapatkan berbagai komentar: sabun terlalu cepat meleleh, aroma kurang tahan lama, tetapi
kemasannya disukai dan memberi kesan premium.
Tugas:
1. Analisis kelebihan dan kekurangan dari komentar pelanggan tersebut.
2. Buatlah rekomendasi perbaikan terhadap produk tersebut.
3. Rancang ulang inovasi produk berdasarkan evaluasi, dan buat sketsa atau narasi
perubahannya.
✅ Kunci Jawaban
1. Kelebihan: kemasan menarik. Kekurangan: kualitas sabun (daya tahan dan aroma).
2. Perbaikan: ubah komposisi sabun, tambahkan bahan penguat aroma.
3. (Sketsa/narasi produk sabun dengan formula baru dan strategi relaunch)
📊 Rubrik Penilaian
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Analisis kekuatan & kelemahan 30
Relevansi rekomendasi 30
perbaikan
Inovasi pembaruan produk 30
Presentasi ide perbaikan 10
Total 100
BAHAN AJAR
Inovasi dalam Layanan Kantor dan Kewirausahaan
Inovasi adalah kunci sukses dalam dunia bisnis yang terus berubah, terutama bagi Anda yang
sedang menempuh pendidikan di SMK dan bercita-cita menjadi wirausahawan. Memahami dan
menerapkan inovasi tidak hanya akan membantu Anda menciptakan produk atau jasa yang unik,
tetapi juga meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha Anda di masa depan. Mari kita bahas
bagaimana inovasi dapat diterapkan dalam layanan kantor, bagaimana Anda bisa berpikir
inovatif, mengembangkan produk/jasa, memanfaatkan teknologi, hingga mengkomersialkan dan
mengevaluasi inovasi Anda.
Menerapkan Konsep Inovasi dalam Kegiatan Layanan Kantor
Inovasi di lingkungan kantor bukan hanya tentang menciptakan hal baru yang besar, tetapi juga
tentang menemukan cara yang lebih baik dan efisien untuk melakukan tugas sehari-hari.
Bayangkan Anda sedang belajar di SMK dan ditugaskan untuk mengelola arsip. Secara
tradisional, Anda mungkin akan menyimpan semua dokumen dalam lemari arsip fisik. Namun,
dengan inovasi, Anda bisa beralih ke sistem pengarsipan digital menggunakan cloud storage. Ini
bukan hanya menghemat ruang, tetapi juga membuat dokumen lebih mudah diakses, dicari, dan
dibagikan. Contoh lain, dalam mengatur rapat, daripada mengedarkan undangan fisik, Anda bisa
menggunakan aplikasi penjadwalan online yang memungkinkan semua peserta melihat
ketersediaan waktu dan mengonfirmasi kehadiran mereka secara otomatis. Inovasi semacam ini
membuat pekerjaan lebih cepat, akurat, dan efektif.
Menggunakan Design Thinking untuk Berpikir Inovatif
Untuk bisa berpikir inovatif, Anda perlu pendekatan yang terstruktur, dan di sinilah Design
Thinking berperan. Ini adalah metode yang fokus pada pemahaman mendalam terhadap
kebutuhan pengguna atau pelanggan. Ada lima tahap dalam Design Thinking:
1. Empati: Tahap ini adalah tentang memahami masalah atau kebutuhan target audira
Anda. Bayangkan Anda ingin membuat produk camilan sehat untuk teman-teman di
sekolah yang sering lapar di antara jam pelajaran. Anda perlu memahami apa yang
mereka suka, apa yang mereka butuhkan dari camilan, dan kendala apa yang mereka
hadapi (misalnya, harga, ketersediaan, atau kepraktisan). Anda bisa melakukan survei
kecil atau wawancara informal.
2. Definisi: Setelah mengumpulkan informasi, definisikan masalah inti yang ingin Anda
selesaikan. Misalnya, "Teman-teman butuh camilan sehat, terjangkau, dan mudah dibawa
saat jam istirahat atau pulang sekolah."
3. Ideasi: Di tahap ini, Anda mencetuskan sebanyak mungkin ide solusi tanpa filter. Untuk
masalah camilan, Anda mungkin berpikir tentang keripik buah, granola bar, smoothie
dalam kemasan, atau roti gandum isi sayuran. Jangan takut ide yang "gila" sekalipun!
4. Prototyping: Buatlah versi awal atau contoh sederhana dari ide terbaik Anda. Jika Anda
memilih granola bar, Anda bisa mencoba membuat beberapa resep dan bentuk granola
bar yang berbeda. Ini tidak harus sempurna, yang penting bisa diuji.
5. Pengujian: Sajikan prototipe Anda kepada calon pengguna (teman-teman Anda) dan
minta masukan mereka. Apakah rasanya enak? Harganya cocok? Mudah dibawa?
Masukan dari tahap ini sangat penting untuk menyempurnakan produk Anda.
Contoh: Seorang siswa SMK melihat teman-temannya sering kesulitan menemukan tempat
mengisi daya ponsel yang nyaman di sekolah. Dengan Design Thinking, ia berempati
(mengamati kesulitan teman), mendefinisikan masalah (kurangnya charging station yang
strategis), berideasi (memikirkan charging station bertenaga surya, power bank pinjaman),
membuat prototipe (mungkin membuat mock-up charging station sederhana), dan menguji
(mendapatkan masukan dari teman-teman tentang lokasi dan fitur yang paling dibutuhkan).
Mengembangkan Produk/Jasa Inovatif
Mengembangkan produk atau jasa inovatif berarti menciptakan sesuatu yang baru atau
meningkatkan sesuatu yang sudah ada sehingga memiliki nilai tambah. Nilai tambah ini bisa
berupa harga yang lebih murah, kualitas yang lebih baik, kemudahan penggunaan, atau fitur yang
belum ada di pasaran.
Contoh: Di sekolah Anda, mungkin ada masalah sampah plastik yang banyak. Anda bisa
mengembangkan produk inovatif berupa tas belanja kain lipat yang didesain dengan motif
menarik hasil karya siswa SMK itu sendiri. Nilai tambahnya adalah desain yang unik dan
dukungan terhadap kelestarian lingkungan. Atau, Anda bisa melihat peluang jasa. Jika banyak
warga sekitar kesulitan menemukan jasa perbaikan elektronik terpercaya, Anda bisa menciptakan
layanan jasa perbaikan online dengan sistem jemput-antar yang menawarkan garansi jelas dan
harga transparan. Hal ini lebih inovatif daripada bengkel offline biasa karena lebih praktis dan
memberikan kepercayaan lebih kepada pelanggan.
Menerapkan Teknologi dalam Pengambilan Keputusan
Teknologi adalah alat yang sangat ampuh untuk inovasi. Dalam pengambilan keputusan,
teknologi bisa membantu Anda menganalisis data, memprediksi tren, dan mengotomatisasi
proses.
Contoh: Bayangkan Anda akan membuka usaha online yang menjual merchandise sekolah.
Daripada menebak-nebak, Anda bisa menggunakan data dari media sosial untuk melihat desain
atau tema apa yang paling populer di kalangan siswa. Anda bisa memakai aplikasi spreadsheet
untuk menghitung biaya produksi, keuntungan, dan perkiraan penjualan. Bahkan, Anda bisa
menggunakan fitur analisis di platform e-commerce untuk melihat produk mana yang paling
banyak dilihat atau dibeli, sehingga Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat tentang stok
atau promosi. Teknologi juga dapat digunakan untuk mengotomatiskan proses, misalnya
menggunakan chatbot di media sosial untuk menjawab pertanyaan umum pelanggan,
membebaskan Anda untuk fokus pada aspek lain dari bisnis.
Melakukan Komersialisasi Produk Inovatif
Setelah Anda memiliki produk atau jasa inovatif, langkah selanjutnya adalah membuatnya
dikenal dan dibeli oleh pelanggan. Ini disebut komersialisasi.
1. Strategi Pemasaran: Bagaimana Anda akan memberitahu calon pelanggan tentang
produk Anda? Gunakan media sosial, promosi di sekolah, endorsement dari teman-teman
yang populer, atau ikut serta dalam bazar sekolah. Jika Anda membuat aplikasi inovatif,
Anda bisa mempromosikannya di Play Store atau App Store dengan deskripsi yang
menarik.
2. Penetapan Harga: Berapa harga yang pantas untuk produk Anda? Pertimbangkan biaya
produksi, harga pesaing, dan nilai yang Anda tawarkan kepada pelanggan. Jangan terlalu
mahal hingga tidak terjangkau, tapi jangan juga terlalu murah hingga Anda merugi.
3. Distribusi: Bagaimana produk Anda akan sampai ke tangan pelanggan? Apakah melalui
toko online Anda sendiri, titip jual di koperasi sekolah, atau menggunakan layanan
pengiriman?
Contoh: Anda berhasil mengembangkan camilan sehat inovatif. Untuk komersialisasi, Anda bisa
membuat akun Instagram khusus untuk produk Anda, mengadakan diskon khusus untuk
pembelian pertama, dan menjualnya secara pre-order melalui grup WhatsApp sekolah. Anda
juga bisa bernegosiasi dengan kantin sekolah untuk menitipkan produk Anda.
Mengevaluasi dan Memperbaiki Inovasi
Inovasi bukanlah proses satu kali jalan. Setelah produk Anda diluncurkan, Anda harus terus
mengevaluasi dan memperbaikinya. Ini adalah siklus berkelanjutan.
1. Mengumpulkan Umpan Balik: Dapatkan masukan dari pelanggan Anda. Apa yang
mereka suka? Apa yang tidak? Fitur apa yang ingin mereka lihat di masa depan? Anda
bisa menggunakan survei sederhana, kotak saran, atau review online.
2. Menganalisis Kinerja: Pantau penjualan produk Anda. Apakah target tercapai? Apakah
ada peningkatan atau penurunan penjualan di waktu tertentu? Analisis ini akan
memberikan gambaran jelas tentang keberhasilan inovasi Anda.
3. Melakukan Perbaikan: Berdasarkan umpan balik dan analisis, lakukan perbaikan.
Mungkin Anda perlu mengubah kemasan, menambahkan varian rasa, atau bahkan
mengubah strategi pemasaran.
Contoh: Setelah meluncurkan camilan sehat, Anda menerima masukan bahwa kemasannya sulit
dibuka dan rasanya kurang bervariasi. Anda kemudian mengevaluasi data penjualan dan melihat
bahwa penjualan menurun setelah minggu pertama. Berdasarkan ini, Anda bisa memutuskan
untuk mencari bahan kemasan yang lebih mudah dibuka dan mencoba mengembangkan varian
rasa baru yang lebih disukai pelanggan. Proses ini memastikan bahwa inovasi Anda terus relevan
dan diminati.
Dengan memahami dan menerapkan konsep-konsep inovasi ini, Anda, sebagai siswa SMK, tidak
hanya akan siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki bekal yang kuat untuk memulai
dan mengembangkan usaha Anda sendiri, menjadi wirausahawan yang adaptif dan sukses di
masa depan.