Tujuan Pembelajaran Pendidikan Pancasila
Tujuan Pembelajaran Pendidikan Pancasila
A. IDENTITAS
Nama
:
Dokumen Alur dan Tujuan Pembelajaran
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Fase : E
Kelas : X / Semua Program Keahlian
Penyusun : Eka Ambarahmawati, [Link]
Elemen Deskripsi
Memahami sejarah kelahiran Pancasila dan perumus Pancasila, bendera
negara, lagu kebangsaan, lambang negara Garuda Pancasila, dan simbol
Pancasila beserta sila-sila Pancasila; memahami kedudukan Pancasila sebagai
dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; memahami makna keterkaitan
Pancasila bahasa persatuan di lingkungan dengan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai
dasar negara dan pandangan hidup bangsa; mendeskripsikan rumusan dan
Pancasila
keterkaitan sila-sila dalam Pancasila; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila
sebagai suatu kesatuan yang utuh; menganalisis peluang dan tantangan
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global dalam konteks Pancasila
sebagai ideologi negara, mengidentifikasi makna sila- sila Pancasila, dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari; dan menunjukkan sikap bangga
menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan di lingkungan sekitar
Memahami pembukaan, sejarah,kedudukan, dinamika pemberlakuan Undang-
Undang Dasar 1945; menganalisis makna kesatuan Pancasila dengan Undang-
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; memahami, mematuhi,
dan menerapkan aturan, norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya
Undang-Undang
sebagai anggota sekolah, keluarga, tempat tinggal, dan sebagai warga negara;
Dasar Negara
menggunakan hak dan menerapkan kewajiban sebagai warga negara;
Republik
mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan
Indonesia Tahun
bersama, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan
1945
keluarga dan sekolah; mempraktikkan kemerdekaan berpendapat sebagai
warga negara dalam era keterbukaan informasi; menerapkan perilaku taat
hukum berdasarkan peraturan yang berlaku, dan merumuskan solusi dari
permasalahan sebagai upaya perlindungan hukum untuk mewujudkan harmoni
dengan sesama manusia dan lingkungan.
Mengenal Bhinneka Tunggal Ika; mengidentifikasi identitas diri, keluarga dan
teman sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama dan kepercayaan;
menghargai keberagaman suku bangsa, agama dan kepercayaan, ras, dan
antargolongan serta menerima keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat;
memahami pentingnya pelestarian tradisi, kearifan lokal, dan budaya daerah
Bhinneka Tunggal sebagai identitas nasional; menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan
Ika aktif melestarikan praktik tradisi, kearifan lokal, dan budaya daerah; memahami
prinsip gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang
inklusif dan berkeadilan; menganalisis potensi konflik dan memberi solusi yang
berkeadilan terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat; dan
merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik
hidup sehari-hari.
Pancasila Peserta didik mampu menganalisis cara pandang para pendiri negara
tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara; Peserta didik mampu
menganalisis fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara,
ideologi negara, dan identitas nasional; peserta didik mengenali dan
menggunakan produk dalam negeri sekaligus mempromosikan budaya
lokal dan nasional.
Undang-Undang Peserta didik mampu menganalisis hak dan kewajiban warga negara
Dasar Negara yang diatur dalam Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Republik Indonesia Tahun 1945; peserta didik mendemonstrasikan praktik kemerdekaan
Tahun 1945 berpendapat warga negara dalam era keterbukaan informasi sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila; peserta didik mampu menganalisis kasus
pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagaimana diatur
dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
dan perumusan solusi secara kreatif, kritis, dan inovatif untuk
memecahkan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu menginisiasi kegiatan bersama atau gotong
royong dalam praktik hidup sehari-hari untuk membangun masyarakat
sekitar dan masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila;
Negara Kesatuan Peserta didik mampu memberi contoh dan memiliki kesadaran akan
Republik Indonesia hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah, warga masyarakat dan
warga negara; Peserta didik mampu memahami peran dan
kedudukannya sebagai warga negara Indonesia.
ALUR DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Profil
Capaian Pelajar Alokasi
Elemen Tujuan Pembelajaran Kata Kunci Glosarium
Pembelajaran Pancasil Waktu
a
Pancasi Peserta didik mampu 10.A1. Peserta didik Bernalar Rumusan dan isi Rumusan , 2 JP
la menganalisis cara mampu menganalisis kritis pancasila tokoh
pandang para pendiri cara pandang para
negara tentang pendiri negara tentang
rumusan Pancasila rumusan Pancasila
sebagai dasar negara; sebagai dasar negara.
Peserta didik mampu
menganalisis fungsi 10.A 2 Peserta didik Kreatif Peluang dan Nilai 2 JP
dan kedudukan mampu menganalisis tantangan Pancasila
Pancasila sebagai fungsi dan kedudukan
dasar negara, ideologi Pancasila sebagai
negara, dan identitas dasar negara, ideologi
nasional; peserta didik negara, dan identitas
mengenali dan nasional.
menggunakan produk 10.A 3 Peserta didik Bernalar Klasifikasi Nilai Nilai 2 JP
dalam negeri sekaligus mengenali dan kritis Pancasila Pancasila
mempromosikan menggunakan produk
budaya lokal dan dalam negeri sekaligus Beriman Penerapan nilai- Nilai 2 JP
nasional. mempromosikan dan nilai Pancasila Pancasila
budaya lokal dan bertaqw
nasional. a
terhadap
Tuhan
YME,
berahlak
Mulia
Undang Peserta didik mampu 10.B.1 Peseta didik Berbalar Pelaksanaan Norma dan 2 JP
- menganalisis hak dan menganalisis dengan Kritis norma dan aturan, hak
Undang kewajiban warga mengamati, menyesuaikan aturan, hak dan dan
Dasar negara yang diatur dan menampilkan kewajiban warga kewajiban
Negara dalam Undang- Pelaksanaan norma negara warga negara
Republi Undang Dasar Negara danaturan, hak dan
k Republik Indonesia kewajiban warga negara yang
Indones Tahun 1945; peserta diatur dalam konstitusi dan
ia didik norma yang berlaku
Tahun mendemonstrasikan
1945 praktik kemerdekaan 10.B.2 Peserta didik Kreatif Menemukan Norma dan 2 jp
berpendapat warga menemukan, mengoreksi dan pelanggaran aturan
negara dalam era melaporkan Pelanggaran norma dan
keterbukaan informasi norma dan aturan yang aturan
sesuai dengan nilai- berlaku dalam kehidupan
nilai Pancasila; peserta sehari hari
didik mampu 10.B.3 Peserta didik Bergoto Mempratikan Norma hasil 2 jp
menganalisis kasus mengasosiasikan, ng membuat kesepakatan
pelanggaran hak dan mempraktikkan dan royong kesepakatan bersama
pengingkaran mengusulkan membuat
kewajiban kesepakatan bersamadi bersama
sebagaimana diatur sekolah terkait dengan norma
dalam Undang-Undang yang harus dipatuhi oleh
Dasar Negara Republik seluruh peserta
Indonesia Tahun 1945
dan perumusan solusi 10.B.4 Peserta didik Mandiri Rumusan Pancasila dan 2 JP
secara kreatif, kritis, Menggambarkan, Pancasila dan UUD NRI
dan inovatif untuk memposisikan dan menata UUD NRI 1945 1945
memecahkan kasus jalannya sidang BPUPKI
pelanggaran hak dan dalam merumuskan Pancasila
pengingkaran dan UUD NegaraRepublik
kewajiban. IndonesiaTahun 1945
Bhinek Peserta didik mampu 10.C.1 Peserta didik Berbhine Pembentukan Kelompok 4 JP
a menginisiasi kegiatan mengkritik, kaanGlo identitas lokal,
Tungga bersama atau gotong mempresentasikan dan bal regional,
l Ika royong dalam praktik melengkapi dengan cara nasional dan
hidup sehari-hari untuk mengidentifikasi pengaruh global
membangun keanggotaan kelompok
masyarakat sekitar lokal,regional, nasional, dan
dan masyarakat global terhadap
Indonesia berdasarkan pembentukan identitas
nilai-nilai Pancasila;
10.C.2 Peserta didik Beriman Menganalisis Nilai, 2 JP
menganalisis, mengumpulkan dan makna dan nilai keragaman
dan memilih makna dan nilai Bertakw dari keragaman
dari keragaman dalam a
kehidupan berbangsa terhadap
Tuhan
YME,
Berakhla
k mulia
Negara Peserta didik mampu 10.D.1 Peserta didik Bernalar Contoh kasus Kasus 2 JP
Kesatu memberi contoh dan mengidentifikasikan, kritis wilayah yang wilayah
an memiliki kesadaran mengilustrasikan dan diperebutkan
Republi akan hak dan membuktikan contoh kasus
k kewajibannya sebagai wilayah yang diperebutkan
Indones warga sekolah, warga berdasarkan fakta dan
ia masyarakat dan warga regulasi,
negara; Peserta didik
mampu memahami 10.D.2 Peserta didik Berbhine Praktik baik Keutuhan 4 JP
peran dan menelaah, kaan menjaga NKRI
kedudukannya sebagai mendemontrasikan dan global keutuhan NKRI
warga negara mendukung beberapa praktik
Indonesia. baik dan sikap menjaga
keutuhanNKRI yang telah
dilakukan oleh
orang/kelompok sebelumnya
A. RASIONAL
Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi
negara harus diinternalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui
pendidikan untuk membentuk warga negara yang mencintai bangsa dan negara
Indonesia. Pendidikan menumbuhkembangkan kompetensi pengetahuan, sikap, dan
keterampilan peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kompetensi tersebut membutuhkan pembelajaran dan praktik baik yang
menghubungkan antara peserta didik dan lingkungan sekitar.
Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi
negara harus diinternalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui
pendidikan untuk membentuk warga negara yang mencintai bangsa dan negara
Indonesia.
Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang berisi muatan pendidikan Pancasila
dan pendidikan kewarganegaraan yang bertujuan membentuk peserta didik menjadi
warga negara yang cerdas, amanah, jujur, dan bertanggung jawab. Pendidikan
Pancasila merupakan salah satu mata pelajaran yang mewujudkan profil pelajar
Pancasila, diaplikasikan melalui praktik belajar kewarganegaraan berdasarkan
Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat
Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.
B. TUJUAN
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila bertujuan untuk membentuk peserta didik yang:
1. berakhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa melalui sikap mencintai sesama manusia, lingkungan, dan negara untuk
mewujudkan persatuan, demokrasi, dan keadilan sosialdengan menanamkan
penyadaran, keteladanan, dan pembiasaan;
2. memahami makna dan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan
hidup, dan ideologi negara, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
3. mematuhi konstitusi dan norma yang berlaku serta menyelaraskan perwujudan
hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara di masyarakat global;
4. memahami jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berbineka dan
berupaya untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika, serta bersikap adil dan menghargai perbedaan SARA, status sosial-
ekonomi, jenis kelamin, dan penyandang disabilitas; dan
5. mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesiadan berperan
aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
C. KARAKTERISTIK
Karakteristik mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah
1. menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan dan karakter ber-Pancasila;
2. menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan Undang- Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjaga ketertiban dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
3. menciptakan keselarasan, mencegah konflik, dan mewujudkan persatuan dan
kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika;
4. menjaga lingkungan dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia; dan
5. mengembangkan praktik belajar kewarganegaraan yang berlandaskan Pancasila,
Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal
Ika, dan
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMKN 4 BANJAR
Nama Penyusun : EKA AMBARAHMAWATI, [Link].,Gr.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 14 JP (7 kali pertemuan @ 2JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
Prosedural: Peserta didik akan menguasai langkah-langkah menganalisis ide-ide rumusan dasar
negara, mengidentifikasi relevansi nilai Pancasila, serta merancang dan mengimplementasikan
perilaku sesuai Pancasila.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena Pancasila
adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Peserta didik sebagai generasi penerus perlu
memahami, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila untuk menjaga persatuan dan
kesatuan di tengah keberagaman. Hal ini penting dalam menghadapi tantangan polarisasi dan
perpecahan di masyarakat.
● Tingkat Kesulitan: Materi disajikan secara bertahap, dimulai dari pemahaman konsep historis
perumusan Pancasila, kemudian mendalami kedudukan dan fungsi Pancasila, hingga pada tahapan
aktualisasi nilai dalam konteks kehidupan nyata. Tingkat kesulitan dapat disesuaikan dengan contoh
kasus atau sumber belajar yang digunakan.
● Struktur Materi: Materi tersusun secara sistematis dari pengenalan (Gagasan Pendiri Bangsa),
dilanjutkan dengan dinamika (Proses Perumusan Pancasila), kemudian pendalaman (Kedudukan
Pancasila), dan diakhiri dengan implementasi (Aktualisasi Nilai Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa).
● Integrasi Nilai dan Karakter:
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menerapkan
nilai-nilai ketuhanan dalam menghargai perbedaan agama, toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-
nilai moral.
Kewargaan: Menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan bangga sebagai warga negara
Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Menghargai keberagaman sebagai kekayaan bangsa.
Bernalar Kritis: Menganalisis ide-ide tokoh, mengevaluasi dinamika perumusan Pancasila, dan
merumuskan solusi atas permasalahan yang mengancam persatuan.
Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mendiskusikan topik,
menganalisis kasus, dan merancang proyek aktualisasi Pancasila.
Kemandirian: Melakukan studi literatur secara mandiri dan merumuskan gagasan personal tentang
aktualisasi Pancasila.
Komunikasi: Mengembangkan kemampuan menyampaikan gagasan, berargumen, dan
mempresentasikan hasil diskusi secara efektif dan santun.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang
dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar
negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan
solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Undang-Undang Dasar Negara Peserta didik menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan
Republik Indonesia Tahun 1945 yang berlaku di masyarakat; menganalisis tata urutan peraturan
perundang- undangan di Indonesia.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik menyajikan asal usul dan makna semboyan Bhinneka
Tunggal Ika sebagai modal sosial; membangun harmoni dalam
keberagaman; dan mengenal gotong royong sebagai perwujudan
sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan.
Negara Kesatuan Republik Peserta didik menerapkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban
Indonesia sebagai warga sekolah, warga masyarakat dan warga negara; serta
memahami peran dan kedudukannya sebagai Warga Negara
Indonesia; memahami sistem pertahanan dan keamanan negara;
menganalisis peran Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan
negara; serta menguraikan nilai-nilai Pancasila yang harus diwujudkan
dalam pembangunan nasional.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Gagasan Pendiri Bangsa tentang Dasar Negara (2 JP)
● Menganalisis: Peserta didik mampu menganalisis gagasan-gagasan pendiri bangsa tentang dasar
negara (Moh. Yamin, Mr. Supomo, Ir. Soekarno) dengan tepat.
● Menyajikan: Peserta didik mampu menyajikan ringkasan gagasan para tokoh secara lisan atau tulisan
dengan jelas.
Pertemuan 2: Dinamika Perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPK (2 JP)
● Menguraikan: Peserta didik mampu menguraikan proses dan dinamika sidang BPUPK dalam
perumusan Pancasila sebagai dasar negara dengan benar.
● Mengidentifikasi: Peserta didik mampu mengidentifikasi nilai-nilai luhur dan semangat gotong royong
dalam proses perumusan Pancasila.
Pertemuan 3: Kedudukan dan Fungsi Pancasila (2 JP)
● Menganalisis: Peserta didik mampu menganalisis kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar
negara dan pandangan hidup bangsa dengan tepat.
● Menjelaskan: Peserta didik mampu menjelaskan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang mampu
menyatukan keberagaman bangsa.
Pertemuan 4-5: Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa (4 JP)
● Merumuskan: Peserta didik mampu merumuskan bentuk-bentuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
● Merancang: Peserta didik mampu merancang proyek sederhana atau kampanye digital yang
mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
Pertemuan 6-7: Presentasi Proyek Aktualisasi Pancasila (4 JP)
● Mempresentasikan: Peserta didik mampu mempresentasikan proyek aktualisasi Pancasila sebagai
pemersatu bangsa dengan percaya diri dan komunikatif.
● Menunjukkan: Peserta didik mampu menunjukkan sikap toleransi dan semangat persatuan dalam
berinteraksi dengan sesama.
F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dan Diskusi
Kelompok (Group Discussion).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning)
Mindful Learning: Peserta didik belajar untuk menyadari dan memahami secara mendalam nilai-
nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, sejarah perumusannya, serta relevansinya dalam
konteks kehidupan saat ini. Mereka didorong untuk merenungkan makna setiap sila dan
bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan secara sadar.
Meaningful Learning: Pembelajaran menjadi bermakna karena peserta didik menghubungkan
konsep Pancasila dengan realitas kehidupan sehari-hari dan tantangan kebangsaan. Mereka
merasakan langsung bagaimana Pancasila menjadi solusi atas permasalahan yang mengancam
persatuan, dan melihat relevansinya dalam membangun masa depan bangsa yang harmonis.
Joyful Learning: Pembelajaran dirancang menyenangkan melalui kegiatan diskusi yang dinamis,
simulasi sejarah, proyek kolaboratif, dan penggunaan media interaktif (video, infografis). Peserta
didik diberi kesempatan untuk berekspresi, berkolaborasi, dan merasakan kebanggaan sebagai
bagian dari bangsa yang berPancasila.
● Metode Pembelajaran: Ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi,
proyek, dan presentasi.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
Diferensiasi Konten: Menyediakan beragam sumber belajar (teks, video, infografis, rekaman
pidato) tentang Pancasila dan sejarah perumusannya; menyajikan contoh kasus aktual yang
bervariasi tingkat kompleksitasnya.
Diferensiasi Proses: Mengatur kelompok berdasarkan minat atau gaya belajar; menyediakan
panduan studi kasus yang terstruktur; memberikan pilihan aktivitas analisis (misalnya, membuat
peta pikiran, tabel, atau presentasi singkat); pendampingan individual atau kelompok saat
merancang proyek.
Diferensiasi Produk: Memberikan kebebasan memilih format proyek aktualisasi Pancasila
(misalnya, poster, video pendek, artikel, kampanye media sosial, pertunjukan simulasi);
memungkinkan presentasi dalam berbagai format (lisan, visual, digital).
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Pemanfaatan fasilitas sekolah (aula untuk simulasi, perpustakaan untuk
referensi) dan kerja sama dengan guru mata pelajaran lain (misalnya Sejarah) untuk integrasi materi.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Jika memungkinkan, mengundang narasumber dari
kepolisian/TNI/tokoh masyarakat yang kompeten dalam bidang kebangsaan untuk berbagi
pengalaman tentang persatuan. Mengamati isu-isu persatuan di lingkungan masyarakat sebagai
bahan studi kasus.
● Mitra Digital: Situs web resmi pemerintah (Kemendikbudristek, BPIP) untuk sumber data dan
informasi. Platform berita daring untuk studi kasus aktual.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Ruang kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan simulasi. Area terbuka untuk
presentasi proyek.
● Ruang Virtual: Akses internet untuk mencari informasi, mengakses sumber digital, dan menggunakan
aplikasi untuk merancang proyek.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya toleransi, saling menghargai perbedaan, musyawarah untuk
mufakat, semangat gotong royong, dan aktif berpartisipasi dalam menjaga persatuan.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Komputer/Laptop dan akses internet untuk mencari pidato asli
para pendiri bangsa, artikel sejarah perumusan Pancasila, atau data tentang keberagaman di
Indonesia.
● Forum Diskusi Daring: (Opsional, dapat diintegrasikan melalui Google Classroom) untuk berbagi
hasil analisis, diskusi, atau pengunggahan draf proyek.
● Penilaian Daring: Kuis interaktif via Kahoot! atau Quizizz untuk menguji pemahaman konsep atau
sejarah Pancasila.
● Alat Desain/Presentasi Digital: Google Slides, Canva untuk membuat infografis, poster, atau materi
presentasi. Aplikasi edit video/audio untuk proyek video atau podcast.
● Umpan Balik dan Revisi: Guru dan sesama peserta didik memberikan umpan balik konstruktif
terhadap draf proyek, fokus pada kesesuaian dengan nilai Pancasila dan potensi dampak positifnya.
Peserta didik merevisi proyek berdasarkan masukan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
■ Proses: Menyediakan panduan yang bervariasi untuk perancangan proyek; pendampingan
individual atau kelompok sesuai kebutuhan.
■ Produk: Peserta didik bebas memilih format proyek (poster, video, artikel, presentasi) sesuai minat
dan keahlian.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
Proses: Memberikan panduan spesifik untuk presentasi sesuai format proyek yang dipilih
(misalnya, tips presentasi video, cara efektif menggunakan poster).
Produk: Presentasi dalam berbagai format (lisan, visual, digital) sesuai preferensi dan keahlian
kelompok.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: "Sebutkan 5 sila dalam Pancasila! Apa makna sila pertama menurutmu?" untuk
menggali pengetahuan awal.
● Kuis Singkat: Kuis singkat tentang tokoh pendiri bangsa atau konsep dasar persatuan.
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti "Apa inti gagasan Moh. Yamin tentang
dasar negara?", "Bagaimana dinamika sidang BPUPK menunjukkan semangat toleransi?", "Sebutkan
contoh aktualisasi sila kedua Pancasila!".
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi dan kontribusi peserta didik dalam diskusi dan studi kasus.
● Latihan Soal/LKPD:
"Ringkaslah gagasan dasar negara dari Ir. Soekarno!".
"Jelaskan mengapa Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka!".
"Identifikasi dua permasalahan di lingkunganmu yang bisa diselesaikan dengan nilai Pancasila,
dan berikan ide solusinya!".
● Observasi: Pengamatan guru terhadap sikap toleransi, semangat gotong royong, dan kemampuan
bernalar kritis peserta didik selama kegiatan kelompok dan diskusi.
● Produk (Proses):
Tabel perbandingan gagasan tokoh.
Peta konsep kedudukan dan fungsi Pancasila.
Draf rancangan proyek aktualisasi Pancasila.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
Produk Proyek Aktualisasi Pancasila: "Rancang dan hasilkan sebuah produk (misalnya poster
digital, infografis, video kampanye singkat, atau skrip simulasi) yang mengaktualisasikan salah
satu atau beberapa nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, dengan target audiens di
lingkungan sekolah atau masyarakat!" (menggunakan Rubrik Penilaian Proyek Aktualisasi
Pancasila).
Laporan Proyek: "Buatlah laporan singkat yang menjelaskan tujuan, proses, dan dampak yang
diharapkan dari proyekmu!"
● Praktik (Kinerja):
Presentasi Proyek: "Presentasikan proyek aktualisasi Pancasila yang telah kamu buat di depan
kelas. Jelaskan bagaimana proyekmu dapat berkontribusi pada persatuan bangsa dan tunjukkan
sikap toleransi dalam interaksimu!" (menggunakan Rubrik Penilaian Presentasi Proyek).
● Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konseptual tentang Pancasila sebagai
pemersatu bangsa (pilihan ganda atau esai singkat).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
BAB 2 : MEMBANGUN BUDAYA TAAT HUKUM
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMKN 4 BANJAR
Nama Penyusun : EKA AMBARAHMAWATI, [Link].,Gr.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 28 Jam Pelajaran (14 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang dasar
B. negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan
hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk mengatasi
perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Undang-Undang Peserta didik menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang
Dasar Negara berlaku di masyarakat; menganalisis tata urutan peraturan perundang- undangan
Republik di Indonesia.
Indonesia Tahun
1945
Bhinneka Tunggal Peserta didik menyajikan asal usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Ika sebagai modal sosial; membangun harmoni dalam keberagaman; dan mengenal
gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan
berkeadilan.
Negara Kesatuan Peserta didik menerapkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban sebagai
Republik warga sekolah, warga masyarakat dan warga negara; serta memahami peran dan
Indonesia kedudukannya sebagai Warga Negara Indonesia; memahami sistem pertahanan
dan keamanan negara; menganalisis peran Indonesia dalam hubungan
antarbangsa dan negara; serta menguraikan nilai-nilai Pancasila yang harus
diwujudkan dalam pembangunan nasional.
LINTAS DISIPLIN ILMU
● Sosiologi: Memahami interaksi sosial, peran norma dalam masyarakat, dan dampak pelanggaran hukum
terhadap stabilitas sosial.
● Ilmu Hukum: Memahami konsep dasar hukum, sistem hukum, dan penegakan hukum.
● Sejarah: Memahami perkembangan sistem hukum di Indonesia dan hubungannya dengan sejarah
bangsa.
● Pendidikan Agama: Memahami hubungan antara hukum positif dan norma agama, serta pentingnya
moralitas dalam ketaatan hukum.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan berkomunikasi lisan dan tulis yang efektif dalam menyampaikan ide
terkait hukum atau menyusun teks kampanye.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Konsep Dasar Hukum dan Norma
Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
● Mengidentifikasi definisi dan perbedaan antara hukum dan norma (agama, kesusilaan, kesopanan, adat)
dengan tepat berdasarkan contoh kasus nyata.
● Menganalisis fungsi dan tujuan adanya hukum dan norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara secara kritis.
● Menjelaskan jenis-jenis sanksi pelanggaran hukum dan norma, serta dampaknya terhadap individu dan
masyarakat secara mandiri.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
● 1. Praktik Pedagogik:
○ Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) untuk menganalisis kasus pelanggaran hukum
dan Project-Based Learning (PjBL) untuk merancang kampanye kesadaran hukum.
○ Strategi Pembelajaran:
■ Mindful Learning: Aktivitas refleksi pribadi, sesi silent contemplation terhadap nilai-nilai
Pancasila, diskusi mendalam tentang dilema moral.
■ Meaningful Learning: Studi kasus nyata, simulasi peran, menghubungkan konsep hukum
dengan pengalaman pribadi.
■ Joyful Learning: Permainan edukasi interaktif, pembuatan proyek kreatif, diskusi kelompok yang
dinamis, penggunaan media populer.
○ Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, tanya jawab, curah pendapat (brainstorming), studi kasus,
simulasi, presentasi, proyek, observasi lingkungan.
● 2. Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Sejarah, Bahasa Indonesia, TIK) untuk integrasi
materi dan pembuatan proyek digital, Petugas Tata Tertib/Kesiswaan untuk informasi peraturan
sekolah, Perpustakaan sekolah sebagai sumber referensi.
○ Lingkungan Luar Sekolah: Narasumber (Kepolisian, Tokoh Masyarakat, Praktisi Hukum, Aparatur
Desa/Kelurahan), orang tua/wali untuk mendukung penanaman budaya taat hukum di rumah.
○ Masyarakat: Mengamati perilaku masyarakat terkait ketaatan hukum (misalnya, di jalan raya, di
tempat umum), melakukan wawancara singkat dengan masyarakat tentang pandangan mereka
terhadap hukum.
● 3. Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Fleksibel, dapat diatur untuk diskusi kelompok, simulasi, atau presentasi. Kelas dengan
area diskusi, sudut baca, atau wall display untuk poster kampanye.
○ Ruang Virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi, tugas, dan pengumpulan
pekerjaan. Padlet/Jamboard untuk brainstorming ide kampanye. Zoom/Google Meet untuk sesi
diskusi daring atau mendatangkan narasumber.
○ Budaya Belajar: Lingkungan yang terbuka, kolaboratif, dan mendukung ekspresi pendapat.
Mendorong rasa ingin tahu, menghargai perbedaan pandangan, dan menekankan pentingnya
tanggung jawab dan integritas.
● 4. Pemanfaatan Digital:
○ Perpustakaan Digital: Mengakses e-book tentang hukum dan peraturan, artikel daring dari situs
resmi pemerintah atau lembaga hukum.
○ Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform diskusi lain untuk melanjutkan
pembahasan, tanya jawab, atau berbagi temuan di luar jam pelajaran.
○ Penilaian Daring: Kuis interaktif melalui Kahoot atau Quizizz untuk menguji pemahaman konsep.
Pengumpulan proyek kampanye digital melalui Google Classroom.
○ Alat Interaktif: Mentimeter untuk polling opini atau membuat word cloud dari isu-isu hukum yang
menarik. YouTube untuk menonton video edukasi tentang hukum atau berita terkait pelanggaran
hukum. Aplikasi desain grafis (Canva) untuk membuat poster/infografis kampanye.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1: MEMAHAMI KONSEP DASAR HUKUM DAN NORMA
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
○ Mindful Learning: Guru mengajak peserta didik memejamkan mata sejenak, membayangkan hidup
tanpa aturan. Lalu, guru bertanya: "Apa yang kalian rasakan? Bagaimana kehidupan kita jika tidak
ada hukum dan norma?" (Memberi waktu untuk merenung dan berbagi).
○ Joyful Learning: Guru menampilkan video pendek atau karikatur lucu tentang situasi chaos karena
tidak ada aturan (misalnya, antrean kacau, lalu lintas semrawut). Guru memancing tawa dan diskusi
ringan.
○ Meaningful Learning: Guru mengaitkan video/karikatur dengan pentingnya hukum dan norma dalam
kehidupan. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
○ Self-Assessment: Peserta didik mengisi jurnal refleksi setelah setiap pertemuan tentang
pemahaman mereka terhadap konsep, kesulitan, dan bagaimana mereka berencana meningkatkan
ketaatan hukum.
○ Peer Assessment: Peserta didik saling menilai konsep kampanye kelompok lain berdasarkan rubrik
yang telah disediakan (kreativitas, pesan, relevansi).
○ Komitmen Pribadi: Penulisan komitmen pribadi untuk taat hukum sebagai bentuk refleksi dan
perencanaan tindakan.
ASESMEN FORMATIF
○ Kuis Singkat/Tanya Jawab Lisan: Menguji pemahaman konsep dasar (hukum, norma, hierarki
peraturan) di awal atau tengah pembelajaran. (Misalnya, menggunakan Kahoot atau Quizizz).
○ Lembar Kerja Analisis Kasus: Mengidentifikasi jenis norma/hukum dan dampak pelanggaran
(formatif).
○ Umpan Balik Guru: Memberikan umpan balik konstruktif secara langsung selama proses diskusi
kelompok, perancangan kampanye, dan presentasi.
○ Pengamatan (Observasi): Guru mengamati partisipasi, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis
peserta didik selama kegiatan kelompok dan diskusi.
ASESMEN SUMATIF
○ Tes Tertulis: Soal esai untuk menganalisis kasus pelanggaran hukum, menjelaskan tata urutan
peraturan perundang-undangan, dan merumuskan upaya penumbuhan kesadaran hukum.
○ Penilaian Kinerja/Proyek:
■ Proyek Kampanye Kesadaran Hukum: Penilaian terhadap produk kampanye (poster
digital/video pendek/infografis) dan presentasinya, berdasarkan rubrik yang mencakup aspek
kreativitas, relevansi pesan, keefektifan komunikasi, dan kolaborasi.
■ Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok: Dinilai berdasarkan kemampuan menganalisis kasus,
merumuskan ide, dan berpartisipasi aktif dalam diskusi.
○ Portofolio: Kumpulan tugas individu (jurnal refleksi, analisis berita, lembar kerja) dan tugas kelompok
(konsep kampanye, foto/dokumentasi proses) untuk menunjukkan perkembangan belajar peserta
didik sepanjang bab.
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMKN 4 BANJAR
Nama Penyusun : EKA AMBARAHMAWATI, [Link].,Gr.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 24 jam pelajaran ( 12 pertemuan @ 2 JP )
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik menganalisis cara pandang para pendiri negara
tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai
dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan
gagasan solutif untuk mengatasi perilaku yang bertentangan dengan
nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Undang-Undang Dasar Negara Peserta didik menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan
Republik Indonesia Tahun 1945 peraturan yang berlaku di masyarakat; menganalisis tata urutan
peraturan perundang- undangan di Indonesia.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik menyajikan asal usul dan makna semboyan Bhinneka
Tunggal Ika sebagai modal sosial; membangun harmoni dalam
keberagaman; dan mengenal gotong royong sebagai perwujudan
sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan.
Negara Kesatuan Republik Peserta didik menerapkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban
Indonesia sebagai warga sekolah, warga masyarakat dan warga negara; serta
memahami peran dan kedudukannya sebagai Warga Negara
Indonesia; memahami sistem pertahanan dan keamanan negara;
menganalisis peran Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan
negara; serta menguraikan nilai-nilai Pancasila yang harus
diwujudkan dalam pembangunan nasional.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Memahami Kebinekaan sebagai Aset Bangsa
● Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk keberagaman yang
ada di Indonesia (suku, agama, budaya, bahasa, adat) dengan tepat (Pengetahuan).
● Dengan menganalisis studi kasus sederhana, peserta didik dapat menjelaskan konsep kebinekaan
sebagai modal sosial pembangunan nasional dengan argumen yang relevan (Pengetahuan).
● Peserta didik menunjukkan sikap menghargai dan menerima perbedaan sebagai kekayaan bangsa
(Sikap).
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. PRAKTIK PEDAGOGIK:
○ Model: Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) dan Pembelajaran Kolaboratif. Peserta didik akan
merencanakan dan melaksanakan proyek gotong royong sederhana.
○ Strategi:
■ Problem-Based Learning: Mengawali dengan isu nyata terkait keberagaman atau konflik sosial.
■ Case Study: Menganalisis studi kasus pengelolaan kebinekaan di berbagai daerah.
■ Role Play/Simulasi: Untuk memahami perspektif yang berbeda dalam konflik keberagaman.
■ Group Investigation: Kelompok meneliti aspek tertentu dari kebinekaan dan gotong royong.
○ Metode: Diskusi kelompok, curah pendapat, simulasi, observasi lapangan (jika memungkinkan),
perencanaan proyek, presentasi hasil.
2. KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
○ Lingkungan Sekolah: OSIS (untuk kegiatan gotong royong di sekolah), guru mata pelajaran lain
(seperti Sejarah, Sosiologi, Agama) untuk perspektif lintas disiplin.
○ Lingkungan Luar Sekolah: Tokoh masyarakat/pemuka adat/agama setempat (untuk diskusi tentang
praktik menjaga kerukunan), komunitas relawan (untuk belajar tentang gotong royong dalam skala
yang lebih besar).
○ Masyarakat: Melalui media massa (berita, dokumenter tentang kerukunan antar umat
beragama/suku), atau mengundang narasumber dari organisasi non-pemerintah yang berfokus pada
keberagaman.
3. LINGKUNGAN BELAJAR:
○ Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel (dapat diatur untuk diskusi besar atau kelompok kecil), aula
sekolah (untuk simulasi atau presentasi proyek), lingkungan sekolah (untuk proyek gotong royong
sederhana).
○ Ruang Virtual: Google Classroom (untuk distribusi materi, pengumpulan tugas, forum diskusi),
YouTube (untuk video dokumenter tentang keberagaman/gotong royong), Padlet/Jamboard (untuk
curah pendapat visual).
○ Budaya Belajar: Lingkungan yang terbuka, inklusif, menghargai perbedaan pendapat, mendorong
empati, dan menumbuhkan semangat kolaborasi. Guru menjadi fasilitator dan teladan dalam
menghargai keberagaman.
4. PEMANFAATAN DIGITAL:
○ Perpustakaan Digital: Akses artikel, e-book, atau jurnal tentang kebinekaan dan gotong royong.
○ Forum Diskusi Daring: Google Classroom atau platform lain untuk diskusi asinkron tentang isu-isu
keberagaman, berbagi ide proyek, atau refleksi personal.
○ Penilaian Daring: Kuis awal/akhir melalui Google Form atau Kahoot. Mentimeter untuk curah
pendapat cepat atau polling.
○ Pembuatan Produk: Penggunaan aplikasi presentasi (Canva, Google Slides), aplikasi infografis, atau
aplikasi video editing sederhana untuk mendokumentasikan proyek.
KEGIATAN PENUTUP
○ Umpan Balik Konstruktif (Assessment as Learning):
■ Guru memberikan apresiasi atas ide-ide proyek dan refleksi yang telah dihasilkan.
■ Guru menyoroti beberapa contoh kolaborasi yang efektif atau analisis yang mendalam dari
peserta didik.
■ Guru memberikan umpan balik individual/kelompok mengenai proposal proyek atau hasil refleksi,
mengidentifikasi kekuatan dan area untuk perbaikan.
○ Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful Learning):
■ Guru mengajak peserta didik untuk menyimpulkan secara bersama-sama bahwa kebinekaan
adalah modal sosial yang besar dan gotong royong adalah kunci untuk mengelolanya demi
pembangunan nasional yang harmonis dan berkelanjutan.
■ Pertanyaan Penutup (Joyful): "Apa satu hal paling penting yang akan kalian lakukan mulai besok
untuk menjadi agen pengelola kebinekaan di lingkungan kalian?"
○ Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Mindful Learning):
■ Guru menginformasikan topik untuk pertemuan berikutnya (misalnya, peran Pancasila dalam
menjaga integrasi nasional).
■ Peserta didik diminta untuk mencari contoh-contoh aktual tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila
digunakan untuk menyelesaikan konflik atau membangun persatuan di Indonesia. Ini melatih
kemandirian dan kesadaran mereka terhadap isu-isu kontemporer.
○ Doa Penutup: Bersama-sama menutup pembelajaran dengan doa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
○ Observasi Partisipasi: Guru mengamati keterlibatan peserta didik dalam diskusi kelompok, kerja
sama dalam proyek, dan kemampuan menyampaikan pendapat. (Menggunakan daftar cek/rubrik
observasi).
○ Refleksi Diri: Peserta didik menulis jurnal refleksi singkat tentang pemahaman mereka, tantangan,
dan pembelajaran yang didapat dari aktivitas kelompok atau proyek.
○ Peer Assessment: Peserta didik memberikan umpan balik konstruktif terhadap kinerja kelompok lain
dalam presentasi proposal proyek.
ASESMEN FORMATIF
○ Pre-test/Kuis Diagnostik: Kuis singkat di awal bab (misalnya, melalui Google Form) untuk
mengetahui pengetahuan awal peserta didik tentang keberagaman dan gotong royong. Hasilnya
digunakan untuk menyesuaikan tingkat kesulitan dan fokus materi.
○ Lembar Kerja Analisis Studi Kasus: Penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam
menganalisis studi kasus terkait keberagaman dan mengidentifikasi solusinya. Guru memberikan
umpan balik tertulis untuk membimbing perbaikan.
○ Draft Proposal Proyek: Guru memberikan umpan balik formatif terhadap rancangan proyek gotong
royong yang dibuat kelompok untuk memastikan tujuan dan langkah-langkahnya jelas dan realistis.
ASESMEN SUMATIF
○ Penilaian Kinerja (Presentasi Proposal/Laporan Proyek): Rubrik penilaian mencakup aspek:
■ Kedalaman pemahaman tentang konsep kebinekaan dan gotong royong.
■ Kreativitas dan kelayakan rancangan proyek.
■ Kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dalam presentasi.
■ Dampak proyek (jika dilaksanakan) atau potensi dampaknya.
○ Penilaian Produk (Esai Refleksi/Vlog/Poster): Rubrik penilaian mencakup aspek:
■ Kedalaman refleksi personal terhadap pengalaman belajar.
■ Keterkaitan refleksi dengan konsep kebinekaan dan gotong royong.
■ Kejelasan dan kreativitas penyampaian.
■ Kemandirian dalam menghasilkan produk.
○ Penilaian Berbasis Kelas (Diskusi Aktif): Guru dapat memberikan skor partisipasi berdasarkan
kualitas kontribusi peserta didik dalam diskusi kelas yang menunjukkan penalaran kritis dan
kemampuan berkomunikasi.
○ Portofolio: Kumpulan seluruh hasil kerja peserta didik (lembar kerja, proposal proyek, produk refleksi)
untuk melihat perkembangan kompetensi mereka secara holistik.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
BAB 4 : MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMKN 4 BANJAR
Nama Penyusun : EKA AMBARAHMAWATI, [Link].,Gr.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
Alokasi Waktu : 14 JP ( 6 Pertemuan @ 2 JP )
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
● Tingkat Kesulitan: Materi ini memiliki tingkat kesulitan sedang. Konsep hak dan kewajiban cukup
mudah dipahami, tetapi mengaitkannya dengan kasus nyata dan mendorong penerapan dalam sikap
sehari-hari memerlukan penalaran kritis dan kesadaran diri. Beberapa konsep seperti asas
kewarganegaraan mungkin memerlukan penjelasan lebih rinci.
● Struktur Materi (Mengacu pada buku yang diunggah):
○ Hak dan Kewajiban Warga Negara.
○ Kedudukan, Tugas, dan Tanggung Jawab Warga Negara.
○ Peran Negara dalam Hubungan Internasional.
○ Penerapan Nilai Persatuan di Masyarakat.
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik menganalisis cara pandang para pendiri negara tentang
dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup, dan ideologi negara; merumuskan gagasan solutif untuk
mengatasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.
Undang-Undang Dasar Peserta didik menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan
Negara Republik yang berlaku di masyarakat; menganalisis tata urutan peraturan
Indonesia Tahun 1945 perundang- undangan di Indonesia.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik menyajikan asal usul dan makna semboyan Bhinneka
Tunggal Ika sebagai modal sosial; membangun harmoni dalam
keberagaman; dan mengenal gotong royong sebagai perwujudan sistem
ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan.
Negara Kesatuan Peserta didik menerapkan perilaku sesuai dengan hak dan kewajiban
Republik Indonesia sebagai warga sekolah, warga masyarakat dan warga negara; serta
memahami peran dan kedudukannya sebagai Warga Negara Indonesia;
memahami sistem pertahanan dan keamanan negara; menganalisis peran
Indonesia dalam hubungan antarbangsa dan negara; serta menguraikan
nilai-nilai Pancasila yang harus diwujudkan dalam pembangunan nasional.
Pertemuan 2 (2 JP): Menjelajahi Kedudukan, Tugas, dan Tanggung Jawab Warga Negara
● Subjek belajar: Peserta didik
● Pengetahuan/Keterampilan/Sikap: Menganalisis kedudukan warga negara, mengidentifikasi tugas
dan tanggung jawab warga negara dalam konteks pembangunan nasional, serta memahami asas
kewarganegaraan Indonesia.
● Kondisi/Konteks: Melalui studi literatur (buku/artikel daring) dan diskusi kelas yang dipandu, serta
simulasi peran.
● Tingkat Pencapaian: Peserta didik mampu menjelaskan kedudukan warga negara dan minimal 3
tugas serta tanggung jawabnya, serta membedakan asas ius sanguinis dan ius soli dengan contoh
yang relevan.
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
1. Praktik Pedagogik (Model, Strategi, Metode):
○ Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) untuk
pertemuan terakhir.
○ Pendekatan: Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning).
○ Strategi:
■ Mindful Learning: Refleksi awal tentang tanggung jawab diri, jurnal rasa syukur atas hak yang
dimiliki, jeda singkat untuk fokus sebelum diskusi kompleks.
■ Meaningful Learning: Mengaitkan konsep dengan isu-isu aktual (berita, kasus viral), studi
kasus yang relevan dengan kehidupan remaja, mengundang narasumber (jika
memungkinkan).
■ Joyful Learning: Permainan peran, simulasi, debat ringan, proyek kreatif (poster/video
kampanye), kuis interaktif.
○ Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, curah pendapat, simulasi, presentasi, debat, lokakarya
mini.
2. Kemitraan Pembelajaran:
○ Lingkungan Sekolah: OSIS (untuk proyek terkait hak dan kewajiban di sekolah), guru Bimbingan
Konseling (untuk diskusi etika dan tanggung jawab), perpustakaan sekolah (literatur).
○ Lingkungan Luar Sekolah: Ketua RT/RW (untuk diskusi tentang hak dan kewajiban di
masyarakat), Karang Taruna (untuk kolaborasi proyek sosial), Polsek/Koramil setempat (untuk
diskusi tentang hukum dan ketertiban), lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang HAM
atau kepemudaan.
○ Masyarakat: Melakukan wawancara singkat dengan tokoh masyarakat atau tetangga tentang
pandangan mereka tentang warga negara yang baik.
3. Lingkungan Belajar:
○ Ruang Fisik: Kelas yang dapat diatur fleksibel untuk diskusi kelompok, aula sekolah (untuk
simulasi atau presentasi besar), taman sekolah (untuk diskusi reflektif).
○ Ruang Virtual: Google Classroom (pengelolaan materi, tugas, pengumuman), platform video
conference (untuk mengundang narasumber jarak jauh), YouTube (video dokumenter/berita terkait
isu kewarganegaraan), Padlet/Jamboard (untuk kolaborasi ide).
○ Budaya Belajar: Budaya saling menghargai pendapat, berani berpendapat dengan santun,
bertanggung jawab dalam tugas, empati terhadap masalah sosial, serta inisiatif dalam
berkontribusi.
4. Pemanfaatan Digital:
○ Perpustakaan Digital: Mengakses artikel berita daring, jurnal ilmiah tentang kewarganegaraan,
undang-undang dasar.
○ Forum Diskusi Daring: Fitur diskusi di Google Classroom, atau grup chat kelas untuk berbagi
tautan artikel/video dan berdiskusi singkat.
○ Penilaian Daring: Kuis di Google Forms, upload tugas di Google Classroom, presentasi via Google
Meet/Zoom.
○ Aplikasi Interaktif: Kahoot! atau Quizizz (untuk kuis interaktif), Mentimeter (untuk brainstorming
atau survei singkat), Canva atau aplikasi editor video (untuk proyek kampanye).
○ Google Classroom: Sebagai pusat pengelolaan pembelajaran, termasuk materi, tugas, dan
komunikasi.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASSESSMENT AS LEARNING (SEBAGAI PEMBELAJARAN):
○ Jurnal Refleksi: Peserta didik menuliskan refleksi harian/mingguan tentang pemahaman mereka,
kendala yang dihadapi, dan bagaimana mereka berencana untuk menjadi warga negara yang lebih
baik.
○ Diskusi Kelas/Kelompok: Guru mengamati keaktifan, kualitas argumen, dan kemampuan kolaborasi
peserta didik selama diskusi.
○ Peer Assessment (Penilaian Sejawat): Peserta didik saling menilai partisipasi dan kontribusi dalam
proyek kelompok atau simulasi.
○ Self Assessment (Penilaian Diri): Peserta didik menilai sendiri pemahaman dan sikap mereka
terhadap materi, menggunakan daftar periksa sikap warga negara yang baik.
Keterangan
0 - 40 % : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian
41 - 65 % : Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan
66 - 85 % : Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
86 - 100% : Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
PANCASILA FASE E KELAS X
Keterangan
0 - 40 % : Belum mencapai, remedial di seluruh bagian
41 - 65 % : Belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan
66 - 85 % : Sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
86 - 100% : Sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih
DOKUMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: "Sebutkan 5 sila dalam Pancasila! Apa makna sila pertama menurutmu?" untuk
menggali pengetahuan awal.
● Kuis Singkat: Kuis singkat tentang tokoh pendiri bangsa atau konsep dasar persatuan.
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Seputar materi yang sedang dibahas, seperti "Apa inti gagasan Moh. Yamin tentang
dasar negara?", "Bagaimana dinamika sidang BPUPK menunjukkan semangat toleransi?", "Sebutkan
contoh aktualisasi sila kedua Pancasila!".
● Diskusi Kelompok: Penilaian partisipasi dan kontribusi peserta didik dalam diskusi dan studi kasus.
● Latihan Soal/LKPD:
"Ringkaslah gagasan dasar negara dari Ir. Soekarno!".
"Jelaskan mengapa Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka!".
"Identifikasi dua permasalahan di lingkunganmu yang bisa diselesaikan dengan nilai Pancasila,
dan berikan ide solusinya!".
● Observasi: Pengamatan guru terhadap sikap toleransi, semangat gotong royong, dan kemampuan
bernalar kritis peserta didik selama kegiatan kelompok dan diskusi.
● Produk (Proses):
Tabel perbandingan gagasan tokoh.
Peta konsep kedudukan dan fungsi Pancasila.
Draf rancangan proyek aktualisasi Pancasila.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
Produk Proyek Aktualisasi Pancasila: "Rancang dan hasilkan sebuah produk (misalnya poster
digital, infografis, video kampanye singkat, atau skrip simulasi) yang mengaktualisasikan salah
satu atau beberapa nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, dengan target audiens di
lingkungan sekolah atau masyarakat!" (menggunakan Rubrik Penilaian Proyek Aktualisasi
Pancasila).
Laporan Proyek: "Buatlah laporan singkat yang menjelaskan tujuan, proses, dan dampak yang
diharapkan dari proyekmu!"
● Praktik (Kinerja):
Presentasi Proyek: "Presentasikan proyek aktualisasi Pancasila yang telah kamu buat di depan
kelas. Jelaskan bagaimana proyekmu dapat berkontribusi pada persatuan bangsa dan tunjukkan
sikap toleransi dalam interaksimu!" (menggunakan Rubrik Penilaian Presentasi Proyek).
● Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman konseptual tentang Pancasila sebagai
pemersatu bangsa (pilihan ganda atau esai singkat).
FORMAT MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA
Kelas : X (Sepuluh)
Guru Mapel : Eka Ambarahmawati, [Link]
Kompetensi Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian
KISI-KISI
UJIAN SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
:
Pendidik
Muatan
an
Pelajara
:
n
Pancasil
a
Kelas : XII
N
Lev
o.
N Pokok Indikat el Indikator
Elemen S
o Materi or Kog Soal
o
nitif
al
1 PANCA Mengan Siswa dapat
SILA alisis menentukan
C3 1
kedudu apa itu dasar
kan negara
Menggali Pancasi Disajikan
ide la deskripsi
pendiri sebagai para
bangsa dasar perumus
tentang negara, pancasila.
dasar pandan C2 Siswa dapat 2
negara gan menentukan
hidup, siapa yang
dan memperkena
ideologi lkan
negara Pancasila
Penerap Mengan Disajikan
an alisis desktipsi
1
Pancasil nilai C2 tentang
1
a dalam instrum Pancasila
konteks ental sila ke - 4
berbangs dan nilai C2 Siswa dapat 1
a dan praktis menentukan 2
bernegar dalam hubungan
antara sila
ke-1 dan sila
a
ke- 2
Peluang
dan
tantanga
n Siswa dapat
penerap menentukan 1
C1
an peran 3
Pancasil Pancasila
a dalam
kehidupa
n global
Ber- Pancasi
Pancasil la
siswa dapat
a dalam
Ber- menentukan 2
kesehari C2
Pancasi nilai praktis 3
an di
la Pancasila
masyara
dalam
kat
Keseha
siswa dapat
rian di
Saya menentukan 2
Masyar
dan nilai yang 4,
akat C2
Pancasil terkandung 2
a dalam sila 5
ke- 4
Ber- Mengan
siswa dapat
Pancasi alisis
Saya memberikan
la contoh
Ber- contoh 2
dalam perilaku C2
Pancasil penerapan 6
Kehidu ber-
a Pancasila
pan Pancasi
sila ke- 4
Global la
2 Undang Mengan siswa dapat
Pengena
- alisis menentukan
lan
Undang contoh C2 contoh 3
Norma
Dasar norma norma
dalam
Negara dan kesopanan
Kehidup
Republi kekuata Siswa dapat
an
k n menentukan
sehari- C2 4
Indones mengik keterikatan
hari
ia atnya norma
Tahun Ide Menyeb C2 Siswa dapat 1
1945 Pendiri utkan menentukan 4
Bangsa tanggal tanggal
tentang disahka disahkannya
Konstitus nnya UUD NRI
i UUD Tahun 1945
NRI
Tahun
1945
Mengan
alisis
Apa Disajikan
yang deskripsi
dimaksu tentang apa
Dinamika
d yang di
Perkemb
mayara maksud 1
angan C2
kat masyarakat 5
Konstitus
Global Global dalam
i
dalam konteks
Bhinnek bhinneka
a Tunggal Ika
Tunggal
Ika
3 Bhinne Mengide
Siswa dapat
ka ntifikasi Menyeb
menunjukkan
Tungga Identitas utkan
salah satu
l Ika Individu contoh
C2 contoh 5
dan identitas
identifikasi
Identitas kelomp
identitas
Kelompo ok
kelompok
k
Mengan
alisis
Kolabora siswa dapat
salah
si menunjukkan
satu
antarbud salah satu
tujuan C2 6
aya di tujuan
kolabor
Indonesi kolaborasi
asi
a antarbudaya
antarbu
daya
Disajikan
Mengan deskripsi
Pertukar
alisis tentang
an
tujuan salah satu
Budaya C2 7
kolabor cara untuk
di pentas
asi menyatukan
global
budaya semua
budaya
Kolabora Mengan C2 Disajikan 1
si alisis deskripsi 6
Budaya apa tentang apa
yang yang
dimaksu dimaksud
d dengan
kolabor kolaborasi
asi budaya
budaya dalam
menurut konteks
konteks
Bhinnne
Bhinneka
ka
Tunggal Ika
Tunggal
Ika
Mengan
alisis
apa Siswa dapat
yang menentukan
Interaksi dimaksu apa yang
Budaya d dimaksud
Nusantar dengan dengan 1
C2
a di Interaks Interaksi 7
Kancah i Budaya
Dunia Budaya Nusantara di
Nusanta Kancah
ra di Dunia
Kancah
Dunia
Mengan
alisis
tentang Siswa dapat
apa menentukan
yang apa yang
Merawat
dimaksu dimaksud
tradisi
d dengan 1
lokal dan C2
dengan Merawat 8
khebinne
Merawa tradisi lokal
kaan
t tradisi dan
lokal khebinnekaa
dan n
khebinn
ekaan
Mengan
alisis
tentang
Siswa dapat
apa
menentukan
yang
apa yang
Stereotip dimaksu
dimaksud
, d
dengan 1
Diskrimin dengan C2
stereotop 9
asi dan stereoti
dalam
bullying p dalam
konteks
konteks
bhinneka
bhinnek
Tunggal Ika
a
tunggal
ika
4 Negara Paham Disajika siswa dapat
C2 8
Kesatu Kebangs n data, menentukan
an contoh
Republi aan, ancama contoh yang
k Nasionali n bukan
Indones sme dan terhada ancaman
ia Menjaga p terkadap
NKRI keutuha NKRI
n NKRI
Disajika
Sengket n data,
a batas batas siswa dapat
wilayah wilayah menentukan
antara antara C2 contoh kasus 9
Indonesi malaysi batas
a dan a dan wilayah
Malaysia INdones
ia
Mengan
alisis
cara
penyele siswa dapat
NKRI saian menentukan
dan sengket upaya
1
kedaulat a batas C2 penyelesaian
0
an wilayah sengketa
Wilayah antara batas
Indones wilayah
a dan
Malaysi
a
Mengan
alisis
penyeb
Sengket ab
Disajikan
a batas utama
data, siswa
wilayah sengket
dapat
blok a
menentukan 2
ambalat wilayah C2
penyebab 0
antara blok
utama
Indonesi ambalat
sengketa
a dan antara
blok ambalat
Malaysia Indones
ia dan
Malaysi
a
Cara- Mengan C2 siswa dapat 2
cara alisis menanalisis 1
penyeles apa apa yang
aian yang dimaksud
sengketa dimaksu dengan
Internasi d penyelesaian
dengan
penyele
sengketa
onal saian
internasional
secara sengket
secara
damai a
damai
Internas
ional
Mengan
alisis
penyele siswa dapat
Penyeles
saian menganalisis
aian blok
sengket apa yang
ambalat
a Batas dilakukan
dan
wilayah peerintah 2
sistem C2
blok untuk 2
keamana
ambatal menyelesaik
n dan
antara an sengketa
pertahan
Indones batas
an di laut
ia dan wilayah
Malaysi
a
5 Disajikan
data terkait
pasal 28I
UUD RI 1945
2
C2 terkait hak
8
untuk hidup
dan hak
Kesada untuk tidak di
Pelangg Mengan
ran siksa
aran Hak alisis
Warga Disajikan
dan apa
Negara data terkait
Pengingk yang
dalam pasal 30
aran dimaksu
Mengha UUD RI
Kewajiba d
dapi 1945, terkait
n warga dengan
Kasus ancaman
negara implem
Pelang siber dan
yang entasi 2
garan C2 kewajiban
bertenta prinsip 9
Hak warna
ngan hukum
dan negara di
dengan yang
Pengin dalam usaha
UUD NRI bisa di
gkaran pertahanan
Tahun terapka
Kewajib dan
1945 n
an keamanan
NKRI
Disajikan
data terkait
3
C2 pasal 31
0
UUD RI
1945, terkait
upaya
pemerintah
dan
masyarakat
untuk
mengatasi
kendala
geografis
siswa di
dalam
menempuh
pendidikan
Disajikan
deskripsi
kasus
terhadap
pengingkara
n kewajiban,
siswa dapat
3
C2 menganalisis
1
apakah hal
tersebut
termasuk
kedalam
pengingkara
n hak &
kewajiban
Disajikan
deskripsi
kasus
terhadap
pengingkara
n kewajiban,
siswa dapat
3
C2 menganalisis
2
apakah hal
tersebut
termasuk
kedalam
pengingkara
n hak &
kewajiban
Menginis Mengan C2 Siswa dapat 3
iasi alisis menentukan 3
proyek kategori apa yang
kampany pelangg dikategorikan
e anti aran sebagai
pelangga hak di pelanggaran
ran hak dalam hak dalam
dan pemilu pemilu
pengingk
aran
kewajiba
n warga
negara
Kasus Disajikan
Pelangg deskripsi,
aran hak pelanggaran
Mengan
dan warga 3
alisis C2
pengingk negara 4
kasus
aran terhadap
pelangg
kewajiba lingkungan
aran
n serta sekitar
warga
upaya
negara Disajikan
warga
terhada deskripsi,
negara
p pelanggaran
dalam
lingkung warga 3
mencega C2
an negara 5
hnya di
sekitar terhadap
lingkung
lingkungan
an
sekitar
sekitar
Gagasan Mengan Disajikan
solutif alisis data terkait
mengata Gagasa pasal 28I
si n solutif UUD RI 1945
3
pelangga mengat C2 terkait hak
6
ran hak asi untuk hidup
dan pelangg dan hak
pengingk aran untuk tidak di
aran hak dan siksa
kewajiba penging Disajikan
n karan deskripi,
kewajib terkait pasal
an 28E UUD RI
1945, dan
bagaimana
3
C2 cara
7
mengimplem
entasikan
terhadap
kasus-kasus
pelanggaran
HAM
C2 Disajikan 3
data terkait 8
pasal 30
UUD RI
1945, terkait
ancaman
siber dan
kewajiban
warna
negara di
dalam usaha
pertahanan
dan
keamanan
NKRI
6 Praktek Mengan
Disajikan
Gotong alisis
deskripsi
Royong Kerjasa artikel
artikel, terkait
dalam ma yang
kegiatan 3
Kehidu dalam berkaita C2
gotong 9
pan bergoton n
royong di
Masyar g royong dengan
lingkungan
akat gotong
masyarakat
Indones royong
ia Mengan
alisis
Disajikan
terkat
deskripsi
artikel,
artikel, terkait
contoh
contoh 4
budaya C2
kegiatan 0
gotong
gotong
royong
royong di
di
masyarakat
masyar
akat
Mengan
Praktik alisis
kegiatan bagaim
gotong ana
royong cara
siswa dapat
melaksa
menentukan
nakan
rancangan
kegiata
kegiatan 4
n C2
terkait 1
kebersi
kebersihan di
han
lingkungan
lingkung
sekolah
an
sekolah
secara
terenca
na
7 Menelu keduduk Mengan C2 siswa dapat 4
sur an dan alisis menentukan 2
Lembag fungsi lembag faktor
a lembaga a- enyebab
lembag
terjadinya
a
negara pelanggaran
hukum
hukum
negara
siswa dapat
Mengan menyebutka
alisis n bentuk
peran kerjasama
dan Presiden dan 4
C2
fungsi DPR terkait 3
Preside fungsi &
n dan perannya
DPR masing-
masing
siswa dapat
menyebutka
n
Peran
Negara kewenangan
lembaga
prinsipil 4
negara C2
lembaga 4
dalam
negara yang
berbagai
Mengan tercantum
bidang
alisis dalam UUD
kewena NRI 1945
ngan siswa dapat
lembag menyebutka
a n upaya
negara pelajar
dalam
4
C2 melaksanaka
5
n fungsi dan
kewenangan
nya di
lingkungan
sekolah
8 Mengan
alisis
Disajikan
perbeda
data, siswa
Menjadi an
dapat
pelopor demokr
membedaka
Pemilih Demokra asi
C2 n demokrasi
4
Pemula si Pancasi 6
Pancasila
dalam la
dengan
Demokr dengan
demokrasi
asi demokr
lainnya
Indones asi yang
ia lain
Mengan Siswa dapat
4
Pemilu alisis C2 menganalisis
7
tujuan apa yang
Pemilu,
dimaksud
dari
dengan
rakyat,
Pemilu dari
untuk
rakyat, untuk
rakyat,
rakyat, oleh
oleh
rakyat
rakyat
siswa dapat
Mengan
menyebutka
alisis
n peran
1. Dasar negara Indonesia
peran adalah..
utama dari 4
a. Pancasilautama C2
Komisi 8
lembag
b. Burung garuda Pemilihan
a
c. UUD 1945 Umum
Pemilu
d. Bhinneka Tunggal Ika ( KPU)
e. Pemerintahan siswa dapat
2. Mengan
Proses pembuatan menyebutka
Pancasila menjadi dasar negara melalui proses yang panjang. Yang
alisis n tujuan
4
pertama kali memperkenalkan istilah Pancasila adalah..
tujuan C2 utama
a. Ir. Soekarno 9
pemilu dilaksanakan
b. Drs. Moh. Hatta
legislatif nya pemilu
c. Muh. Yamin legislatif
d. Soepomo Disajikan
Mengan
e. Dr. Radjiman Widyodiningra data secara
3. Contoh norma alisis
kesopanan adalahdeskripsi,
…
apa siswa
a. Menghormati yangorang yang lebih tua
mampu
b. Larangandimaksu
mencuri menyebutka 5
c. Aturan makan C2
d di rumah napa yang 0
pemilumakan
d. Berdoa sebelum dimaksud
e. Berdoa sebelum berpergiandengan
secara
4. langsun
Jenis norma dengan pemilu
daya mengikat paling lemah adalah …
g secara
a. Cara
langsung
b. Kebiasaan
c. Kelakuan
d. Adat istiadat
e. Kesopanan
5. Salah satu contoh identitas kelompok adalah ....
a. Keluarga
b. Suku bangsa
c. Agama
d. Ras
e. Bersaudara
6. Kolaborasi antarbudaya di Indonesia bertujuan untuk .....
a. Disebutkan tujuan bersama dengan menghargai perbedaan
b. Menciptakan konflik antarbudaya
c. Mendorong persaingan antarbudaya
d. Mendorong terjadinya perbedaan
e. Mendorong terjadinya chauvinisme
7. Menyatukan semua budaya menjadi satu merupakan salah satu cara untuk ....
a. Diplomasi budaya
b. Memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia
PROGRAM REMEDIAL DAN PENGAYAAN