100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
549 tayangan19 halaman

Prosedur SPIP Pertambangan dan Keselamatan

Dokumen ini adalah prosedur pengelolaan sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan pertambangan yang bertujuan untuk memastikan keselamatan operasional dan pemeliharaan yang efektif di PT Bima Putra Abadi Citranusa. Prosedur ini mencakup berbagai aktivitas seperti pemasangan, modifikasi, dan pemeliharaan peralatan serta pengamanan instalasi. Tanggung jawab dan akuntabilitas ditetapkan untuk berbagai posisi dalam organisasi untuk memastikan implementasi yang konsisten.

Diunggah oleh

Jeriadi pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
549 tayangan19 halaman

Prosedur SPIP Pertambangan dan Keselamatan

Dokumen ini adalah prosedur pengelolaan sarana, prasarana, instalasi, dan peralatan pertambangan yang bertujuan untuk memastikan keselamatan operasional dan pemeliharaan yang efektif di PT Bima Putra Abadi Citranusa. Prosedur ini mencakup berbagai aktivitas seperti pemasangan, modifikasi, dan pemeliharaan peralatan serta pengamanan instalasi. Tanggung jawab dan akuntabilitas ditetapkan untuk berbagai posisi dalam organisasi untuk memastikan implementasi yang konsisten.

Diunggah oleh

Jeriadi pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

No :

PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :


PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

TUJUAN : 1. Prosedur ini digunakan sebagai bahan pedoman dalam melaksanakan pembinaan dan
pengawasan Keselamatan Pertambangan

2. Prosedur ini digunakan sebagai bahan panduan dalam melakukan pekerjaan


pemasangan, modifikasi, fabrikasi, pemeliharaan, perbaikan, refurbishment¸dan
improvement serta pengamanan terhadap sarana, prasarana, instalasi dan peralatan yang
dioperasikan di daerah operasi PT Bima Putra Abadi Citranusa

RUANG : Keselamatan Operasional Pertambangan dan Pengolahan dan/atau Pemurnian Minerl dan
LINGKUP Batubara
1. Sistem dan Pelaksanaan Pemeliharaan/Perawatan Sarana, Prasarana, Instalasi dan
Peralatan Pertambangan
2. Pengamanan Instalasi
3. Tenaga Teknis Pertambangan yang Berkompeten di Bidang Keselamatan Operasi
4. Kelayakan Sarana, Prasarana, Instalasi dan Peralatan Pertambangan

Area/Aktifitas yang menjadi Ruang Lingkup


1. Land Clearing
2. Land Stripping
3. Penambangan
4. Sampling
5. Coal Crushing
6. Shiping

Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan yang dicakup dalam prosedur ini, Yaitu :


1. Unit Fixed Plant
2. Alat-Alat Berat (A2B)
3. Jembatan Timbangan
4. Pompa tambang
5. Instalasi listrik, termasuk yang terdapat di bangunan kantor, workshop¸ ruang genset,
fixed plant & jaringan bawah tanah (underland)
6. Instalasi Hidrolik
7. Instalasi Pneumatik
8. Instalasi Bahan Bakar Cair/Gas
9. Instalasi Proteksi Kebakaran
10. Instalasi Komunikasi
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

REFERENSI : 1. Permen ESDM No 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan
Yang Baik Dan Pengawasan Pertambangan Mineral Dan Batubara
2. Kepmen ESDM 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik
Pertambangan yang Baik.
3. Kepdirjen Minerba 185/30/DJB/2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan SMKP
Minerba
1. DEFINISI
1.1. Keselamatan Pertambangan adalah segala kegiatan yang meliputi pengelolaan keselamatan dan
kesehatan kerja pertambangan dan keselamatan operasional Pertambangan
1.2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan adalah segalakegiatan untuk menjamin dan melindungi
P ekerja agar selamat dansehat melalui upaya pengelolaan keselamatan kerja, kesehatan kerja,lingkungan
kerja, dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatankerja.
1.3. Keselamatan Operasi Pertambangan adalah segala kegiatan untukmenjamin dan melindungi operasional
tambang yang aman, efisien,dan produktif melalui upaya, antara lain pengelolaan sistem danpelaksanaan
pemeliharaan/perawatan sarana, prasarana, instalasi, danperalatan Pertambangan, pengamanan
instalasi, kelayakan sarana,prasarana instalasi, dan peralatan Pertambangan, kompetensi tenaga teknik,
dan evaluasi laporan hasil kajian teknis Pertambangan
1.4. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan (Light
Vehicle, Manhaul (bus), lowbouy, untuk kepentingan mengangkut bahan non tambang
1.5. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.
1.6. Peralatan Pertambangan alat penunjang aktifitas produktifitas pertambangan berupa
penggalian,pemuatan,pengankutan,pengolahan,pemurnian, dan pengangkatan (Alat berat, alat angkut,
alat pemetaan, pesawat angkat dan angkut dll)
1.7. Instalasi pertambangan adalah alat penunjang aktifitas yang terpasang pada peralatan utama antara lain
(instalasi listrik, instalasi hydraulic, pneumatic, instalasi bahan bakar cair, instalasi air, instalasi
komunikasi, dll)
1.8. Activity Plan adalah sebuah garis besar rencana kerja pemeliharaan terhadap
Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan yang dibuat berdasarkan data-data yang ada dalam database.
Activity Plan ini dibuat pada akhir tahun berjalan untuk dipergunakan pada tahun berikutnya
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

1.9. Breakdown Maintenance adalah kerusakan dari sebagian unit atau alat yang terjadi saat kondisi normal
operasi. Hal ini merupakan kondisi yang harus segera diperbaiki dan seminimal mungkin mengganggu
unit/alat yang lainnya.
1.10. Corrective Maintenance adalah suatu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan
pada suatu unit.
1.11. Database adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, mencatat dan mengolah semua
data, baik itu data peralatan atau data aktifitas pemeliharaan unit yang berfungsi sebagai master data
dalam kegiatan pemeliharaan. Di dalam database mencakup data unit berikut spesifikasinya, laporan
bulanan unit, petunjuk pemeliharaan unit, as built drawing dan data pemeliharaan yang telah dilakukan
berikut evaluasinya.
1.12. Downtime adalah waktu berhentinya unit baik karena pemeliharaan dan perbaikan ataupun berhentinya
unit akibat tidak digunakan untuk kegiatan operasional
1.13. Fabrikasi adalah kegiatan pembuatan komponen pendukung (Supporting Part) dari suatu
Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
1.14. Hour Meter (HM) unit/sarana adalah kegiatan unit dalam beroperasi berdasarkan proses operasional
yang dicatat secara automatis di unit. Dan data HM ini akan sangat membantu dan mengontrol untuk
sistem periodic service/ preventive maintenance sebuah unit/peralatan.
1.15. Hystorical unit/Riwayat adalah kegiatan unit dalam beroperasi berdasarkan proses operasional yang
dicatat secara automatis di unit. Dan data HM ini akan sangat membantu dan mengontrol untuk sistem
periodic service/preventive maintenance sebuah unit/peralatan.
1.16. Improvement adalah upaya peningkatan kinerja dari suatu peralatan/unit/instalasi
1.17. Instalasi adalah perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang dipasang pada posisinya dan
siap dipergunakan, seperti: generator, mesin diesel, bangunan pabrik, dan sebagainya.
1.18. Isolasi listrik adalah material yang tidak dapat menghantar arus listrik
1.19. Line to Line adalah bagian penghantar listrik antara phasa 1 ke fasa yang lainnya
1.20. Line to Netral adalah bagian penghantar penghantar listrik antara penghantar fasa dan pengantar neutral
1.21. MCB dengan extension lock yang dimaksud adalah MCB yang semula tidak memiliki sarana penempatan
lock out yang ditambahkan sarana lock out yang sesuai menurut standar manufacture-nya.
1.22. Modifikasi adalah perubahan desain terhadap objek yang telah ada, yang menyebabkan perubahan
fungsi, penambahan fungsi atau pengurangan fungsi objek tersebut, contoh: modifikasi Dump Truck
menjadi Water Truck, modifikasi truk bak terbuka untuk mengangkut pekerja, dll.
1.23. Notifikasi adalah sebuah form pemberitahuan dan permintaan pekerjaan dari sistem SAP
1.24. P2H adalah Program Pemeriksaan Harian yang dilakukan terhadap unit
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

1.25. Pekerjaan peralatan/unit/instalasi/prasarana adalah setiap pekerjaan pemasangan, modifikasi, fabrikasi,


pemeliharaan, perbaikan, refurbishment, dan/atau improvement yang dilakukan terhadap
peralatan/unit/instalasi/prasarana
1.26. Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan di dalam prosedur ini adalah Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
yang menggunakan mesin (engine) ataupun tidak, yang digunakan dalam proses produksi atau pun proses
pendukung, termasuk di dalamnya perlengkapan pengamanan di dalam pengoperasiannya. Contoh alat/
unit/ instalasi yang digunakan di dalam proses produksi adalah alat berat (angkat & angkut), crusher,
Excabator, instalasi listrik, dll., sedangkan contoh alat/ unit/ instalasi yang digunakan dalam proses
pendukung di antaranya adalah instalasi air, instalasi komunikasi, instalasi proteksi kebakaran, instalasi
bahan bakar cair atau gas, dst.
1.27. Pengamanan instalasi adalah tindakan yang dilakukan untuk memastikan bahwa
Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan akan tetap aman selama beroperasi, dapat melalui, tapi tidak
terbatas pada: kegiatan inspeksi, pemeliharaan, perbaikan atau pun pemasangan alat bantu tertentu
sebagai pencegah kegagalan fungsinya (fool proof/ poka yoke), kejadian tidak aman dan/atau insiden
akibat parameter-paramater suatu Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan yang tidak terkendali. Contoh
alat bantú yang dimaksud di atas, antara lain: pemasangan pressure gauge, safety valve, circuit breaker,
dll.
1.28. Preventive Maintenance adalah suatu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan terhadap unit yang
bertujuan untuk menjaga kinerja unit agar tetap optimum sebelum terjadi kegagalan pada unit tersebut.
Preventive maintenance terbagi menjadi:
1.28.1. Periodic Maintenance adalah kegiatan pemeliharaan unit berdasarkan waktu atau interval
tertentu sesuai dengan petunjuk pemeliharaan unit
1.28.2. Predictive Maintenance adalah kegiatan pemeliharaan unit yang dilakukan berdasarkan hasil
inspeksi dan monitoring unit untuk memprediksi laju kerusakan unit
1.29. Pekerjaan Listrik adalah pekerjaan yang terkait dengan arus dan tegangan listrik
1.30. Refurbishment adalah pekerjaan untuk meningkatkan/memulihkan kinerja dari sebuah
komponen/alat/unit/instalasi
1.31. Sumber Arus Listrik adalah benda-benda yang dapat menghasilkan arus listrik
1.32. Tegangan Sentuh adalah bagian yang bertegangan dan berpotensi tersentuh oleh manusia
1.33. Volt Meter adalah alat ukut besaran tegangan listrik dalam satuan Volt
1.34. Weekly Checklist adalah form hasil pengecekan dan inspeksi mingguan yang dilakukan terhadap unit
1.35. Weekly Schedule adalah rencana pemeliharaan terhadap unit dalam 1 minggu yang dibuat berdasarkan
Monthly schedule, kondisi terakhir unit dan rencana produksi mingguan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

1.36. WO (Work Order) adalah sebuah form permintaan pekerjaan yang sudah dilengkapi dengan jumlah
material yang dibutuhkan, waktu pelaksanaan dan man power yang dibutuhkan dari sistem SAP
1.37. Commisioning adalah kegiatan menilai kesiapan, kelengkapan,kesesuaian, dan kelayakan alat
Pertambangan baik berdiri sendiriatau dalam sebuah rangkaian proses untuk mengetahui
kehandalannya
1.38. Izin Kerja Khusus (Work Permit) adalah sebuah dokumen atau izin tertulis dengan persyaratan-
persyaratan keselamatan Pertambangan yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan yang
berpotensi membahayakan Pekerja dan memiliki nilai risiko yang sangat tinggi

2. TANGGUNG JAWAB, AKUNTABILITAS DAN KEWENANGAN


2.1 Kepala Teknik Tambang
2.1.1 Memastikan implementasi prosedur ini dengan benar dan konsisten.
2.2 Kepala Departemen (Dept Head)
2.2.1 Melakukan perencanaan terkait pengelolaan Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
2.2.2 Evaluasi dan Verifikasi terkait permohonan pengelolaan Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
2.2.3 Melakukan Rekapitulasi Data Sarana, Prasarana, Instalasi, dan Peralatan yang berkaitan dengan
masing-masing Departement
2.3 SCM
2.3.1 Menyediakan permintaan Dept terkait untuk pengadaan Pengelolaan Sarana, Prasarana, Instalasi,
dan Peralatan
2.4 OHSE Departemen
2.4.1 Memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait prosedur Pengelolaan Pengelolaan Sarana,
Prasarana, Instalasi, dan Peralatan di dalam lingkungan area kerja PT Bima Putra Abadi Citranusa
2.4.2 Memonitor pelaksanaan Prosedur ini di setiap pekerjaan yang berkaitan
2.4.3 Memastikan penerapan standar Pengelolaan Pengelolaan Sarana, Prasarana, Instalasi, dan
Peralatan berjalan dengan baik dan sesuai aturan
2.4.4 Melakukan Pemutakhiran HIRA/IBPR terkait kegiatan Pengelolaan Sarana, Prasarana, Instalasi,
dan Peralatan
2.4.5 Melakukan Rekapitulasi Data Sarana, Prasarana, Instalasi, dan Peralatan yang berkaitan dengan
Departement OHSE
2.5 Supervisor / Superintendent (Atasan/Pengawas)
2.5.1 Membuat dan Mengevaluasi JSA terhadap pekerjaan berkaitan dengan kegiatan yang
berhubungan dengan Prosedur Pengelolaan Higiene, Sanitasi, dan Ergonomic
2.5.2 Melakukan pengawasan terhadap implementasi penerapan Prosedur Pengelolaan Sarana,
Prasarana, Instalasi, dan Peralatan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

2.5.3 Memberikan rekomendasi kepada Kepala Departement, terkait perubahan dan evaluasi dari hasil
pemantauan Sarana, Prasarana, Instalasi dan Peralatan

2.6 Pelaksana Pekerjaan


2.6.1 Melakukan aktifitas kerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan
2.6.2 Menjaga Aset Sarana, Prasarana Instalasi dan Peralatan yang berada di area kerja PT Bima Putra
Abadi Citranusa
3 DIAGRAM ALIR

Prosedur Pengelolaan Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan

- Daftar SPIP Evaluasi dan Pelaporan Pemutakhiran data SPIP Selesai


Manager/Superintendent/

- Data historis
Suprvisor Dept. Terkait

Inspkesi/Pemeliharaan
/Kerusakan alat
Ya

Perencanaan Kondisi Sesuai


Mulai Pekerjaan SPIP Ya/Belum ada Spek?
SPIP OK?

- Spek. Pekerjaan Spek. Tidak


- Aspek K3L Pekerjaan
Supervisor Dept. Terkait

Tidak - Rencana K3L


- Fomulir Permintaan
Material (PR/MR)
- Checklist Peralatan

Analisis Persiapan Pemeriksaan/Pengujian


Kerusakan Pengerjaan Hasil Pekerjaan

Dokumen Kerja
Terkait
Supervisor Dept. Terkait

Pelaksanaan
Pekerjaan pada
SPIP

4 URAIAN SOP
4.1 Perencanaan Pengerjaan Pengelolaan Sarana, Prasarana, Instalasi, dan Peralatan
4.1.1 Superintendent/ Manajer Departemen Terkait melakukan perencanaan (jadwal) pekerjaan
pemasangan, modifikasi, fabrikasi, refurbishment, pemeliharaan, perbaikan dan/atau
improvement Sarana, Prasarana, Intalasi, dan Peralatan untuk waktu satu tahun ke depan.
4.1.2 Berdasarkan jadwal tahunan di atas, Supervisor Departemen Terkait merincinya menjadi jadwal
pemeliharaan berkala (berdasarkan bulan, minggu atau harian, sesuai keperluan) dengan tetap
memertimbangkan dinamika di lapangan, bilamana relevan, yaitu:
 Work Request dari Departement terkait
 Work Order
 Checklist (dari hasil Inspeksi Harian, Mingguan)
 P2H
 Rencana Produksi (jika ada)
4.1.3 Jika terjadi kerusakan tiba-tiba pada SPIP maka lanjut kepada aktivitas Analisis Kerusakan
4.1.4 Jika tidak terjadi kerusakan atau SPIP belum terpasang, maka lanjut ke aktivitas Persiapan
Pengerjaan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

4.2 Analis Kerusakan


4.2.1 Supervisor Departemen terkait dan/atau personil yang diperbantukan menganalisis kerusakan yang
terjadi dan menetapkan perbaikan yang diperlukan
4.2.2 Supervisor Dept. Terkait atas persetujuan Superintendent/ Manajer yang bersangkutan
memutuskan apakah harus melakukan perbaikan langsung (urgent) atau perbaikan dapat ditunda.
4.2.3 Perbaikan langsung (urgent) dilakukan jika (berpontensi) terjadi salah satu :
 Operasional terhenti (Breakdown)
 Risiko tinggi terhadap K3L
 Risiko tinggi terhadap mutu dan finansial
4.2.4 Jenis kerusakan, rencana perbaikan, no. unit dan tanggal rencana pekerjaan dicatat ke dalam
rencana kerja berkala (monthly/weekly/daily plan) sebagai daftar pekerjaan perbaikan peralatan/
unit/ instalasi pada jadwal pekerjaan terdekat.
4.3 Persiapan Kerja
4.3.1 Supervisor atau pejabat yang diberi wewenang membuat notifikasi untuk melakukan persiapan
yang diperlukan dalam pengerjaan yang akan dilakukan, meliputi:
 Membuat Work Order, yang sudah dilengkapi dengan Checklist kebutuhan material, alat yang
digunakan dan juga man power yang akan melakukan pekerjaan, termasuk unit pendukung
 Berkomunikasi dengan Departemen terkait dan memeriksa kesiapan bekerja sesuai dengan
prosedur yang berlaku, seperti : Mine Permit, APD, Alat Pendukung Kerja, Kompetensi, Kimper.
 Melakukan sosialisasi terhadap dokumen kerja terkait pekerjaan kepada pekerja
4.4 Pelaksanaan Pekerjaan
4.4.1 Supervisor atau pejabat yang diberi wewenang membuat notifikasi untuk melakukan persiapan
yang diperlukan dalam pengerjaan yang akan dilakukan, meliputi:
 Spesifikasi mutu pekerjaan meliputi
 Efektifitas kerja, yaitu terkait hasil kerja yang sesuai dengan spesifikasi yang
dipersyaratkan, misalnya: alat/unit/instalasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya,
kerapihan kerja, tidak terdapat rework
 Efisiensi kerja, yaitu terkait penggunaan material, jumlah man power atau biaya yang
ditimbulkan selama pekerjaan
 Ketepatan Waktu, sesuai yang direncanakan
 Spesifikasi KK/KO dan Lingkungan Meliputi
 Minimasi tindakan dan kondisi yang tidak aman
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

 Pengehematan energi maupun sumber daya


 Tidak ada pencemaran lingkungan
 Spesifikasi teknis terkait masing-masing pekerjaan dapat dilihat pada :
 Standar Pekerjaan Listrik (Bangungan, Workshop, Genset, Fixed Plant, Underland)
 Standar Instalasi proteksi kebakaran
4.5 Pemeriksaan / Pengujian Hasil Pengerjaan
Supervisor Dept. Terkait melakukan verifikasi pekerjaan sesuai dengan spesifikasi hasil kerja yang
ditetapkan, menutup pekerjaan jika sesuai dan melakukan perbaikan kembali (rework) jika tidak sesuai.
4.6 Evaluasi dan Pelaporan
4.6.1 Supervisor Departemen terkait membuat berita acara terkait penyelesaian pekerjaan atau
konfirmasi WO meliputi :
 Tanggal dan waktu pelaksanaan pekerjaan
 Bagaimana pekerjaan itu dilakukan
 Material yang dipakai
 Sumber daya yang melakukan pekerjaan
 Kendala-kendala yang ada dilapangan
4.6.2 Superintendent terkait :
 Melakukan evaluasi pekerjaan (aktual) terhadap rencana kerja dan data periode sebelumnya
(historis), baik dari standar mutu maupun standar KK/KO dan lingkungan
4.6.3 Hasil Evaluasi memuat informasi :
 Kesiapan Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan dalam beroperasi
 Biaya saat ini dan yang akan datang (estimasi)
 Risiko K3L dan mutu (operasional) serta finansial setelah dilakukan
Inspeksi/Pemeliharaan/Perbaikan
 Rekomendasi peningkatan pencapaian standar mutu dan standar KK/KO serta lingkungan,
termasuk kaitannya dengan indikatorkinerja perusahaan (Key Performance Index, KPI).
Pelaksanaan rekomendasi dapat mengacu pada Prosedur Tindak Perbaikan dan Tindak
Pencegahan, Prosedur HIRA dan Prosedur Identifikasi dan Evaluasi Kepatuhan Peraturan, bila
mana relevan
 Rencana tindak lanjut (activity plan) dari rekomendasi diatas
4.6.4 Membuat laporan hasil pekerjaan yang mencakup item diatas untuk alat/unit/instalasi/ yang
berada di bawah pengawasan masing-masing
4.6.5 Manajer terkait meninjau dan menyetujui laporan serta memberi feedback yang diperlukan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

4.6.6 Superintendent/ Manajer terkait menyimpan laporan dan mendistribusikannya kepada pihak yang
relevan, baik internal maupun eksternal departemen. Masa simpan laporan tidak kurang dari 2
tahun
4.7 Pemutakhiran data Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
4.7.1 Berdasarkan Laporan Pekerjaan Peralatan/Unit/Instalasi, Superintendent/ Manajer Terkait
melakukan pemutakhiran data (database) peralatan/ unit/ instalasi, termasuk jika terdapat
perubahan jumlah (penambahan atau pengurangan) alat/unit/instalasi yang baru
4.7.2 Template Database memuat inforamasi :
 Nama SPIP
 Tipe/Model
 Lokasi
 Tahun Pemasangan
 Periode Inspeksi
 Periode Pengujian/pemeliharaan
 Kondisi Mutakhir (berfungsi baik/tidak) atau peformace SPIP
 Informasi lain yang menurut user diperlukan
4.7.3 Untuk SPIP baru, maka terdapat beberapa data tambahan yang didokumentasikan, yaitu :
 Data peralatan/unit untuk preventive maintenance
 Panduan kerja unit (operation manual maintenance)
 Data peralatan/unit untuk kalibrasi
 Data untuk pemeliharaan dan perbaikan (tools)
 Data MSDS (Material Safety Data Sheet)
 Sertifikasi peralatan dari dinas terkait (jika ada)
 Sertifikasi kalibrasi (jika ada)
5 KETERANGAN
5.1 Pengelolaan Sarana,Prasarana,Instalasi, dan Peralatan meliputi :
5.1.1 Membuat daftar SPIP pada masing-masing departemen
5.1.2 Menyusun dan menetapkan prosesdur sesuai kegiatan pengelolaan SPIP
5.1.3 Melaksanakan program pemeliharaan/perawatan
5.1.4 Melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi dan peningkatan kinerja pemeliharaan/perawatan
5.1.5 Mengidentifikasi jenis dan karakteristik atas pemeliharaan atau perawatan
5.1.6 Merencanakan program dan jadwal pemeliharaan/perawatan
5.1.7 Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan pemeliharaan/perawatan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

5.2 Setiap peralatan tambang, sarana, prasarana dicatat dan diberi nomor register. Nomor register disimpan
pada database
5.3 Proses untuk mengidentifikasi aktivitas pemeliharaan atau perawatan (maintenance task) pada SPIP dapat
dilakukan dengan:
5.3.1 Berdasarkan operation maintenance manual book dari manufacture
5.3.2 Berdasarkan analisis Reabilitiy Centered Maintenance (RCM)
5.3.3 Berdasarkan analisis Maintenance Historical Statistic
5.3.4 Berdasarkan hasil dan rekomendasi Root Cause Analysis (RCA) dari suatu kejadian
5.3.5 Beradasakan tindak lanjut hasil evaluasi dan peningkatan kinerja pemeliharaan/perawatan
5.4 Menyusun dan menetapkan prosedur sesuai dengan aktifitas pengelolaan SPIP
5.5 Merencanakan program dan jadwal pemeliharaan atau perawatan, aktivitas perencanaan pada program
pemeliharan mencakup :
5.5.1 menentukan cakupan-cakupan program pemeliharaan
5.5.2 memastikan SOP atau referensi manual book tersedia
5.5.3 menetukan durasi kerja, kompetensi manpower yang diperlukan, spare part, tools, dan alat bantu
yang diperlukan serta lokasi kerja
5.5.4 mengidentifikasi dan review budget
5.6 Penjadwalan pada program pemeliharaan mencakup :
5.6.1 memastikan ketersediaan jadwal manpower, spare part, tools, dan alat bantu yang diperlukan
serta lokasi kerja
5.6.2 menentukan jadwal pemeliharaan dengan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang
berkepentingan dengan memperhatikan skala prioritas dari aktivitas pemeliharaan
5.6.3 membuat perintah kerja program pemeliharaan kepada tim eksekutor
5.7 Melaksanakan Program pemeliharaan SPIP
5.7.1 Program Pemeliharaan terjadwal :
 Eksekusi pemeliharaan dilakukan berdasarkan perintah kerja (work order) yang dibuat oleh tim
planning and scheduling kepada tim eksekutor
 Jika kondisi lapangan berbeda dengan SOP dan perencanaan yang sudah disiapkan, maka JSA
dibuat dan disosialisasikan kepada tim kerjanya (eksekutor)
5.7.2 Program pemeliharaan tidak terjadwal :
 Eksekusi pemeliharaan tidak terjadwal muncul karena kerusakan atau penurunan fungsi yang
tiba-tiba muncul saat peralatan tambang dioperasikan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

 Eksekusi pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan permintaan kerja (work request) dari
operation kepada Dept. Terkait dan kemudian ditindak lanjuti dengan perintah kerja (Work
Order) kepada tim eksekutor
 Biasanya kondisi lapangan pada pemeliharaan tidak terjadwal berebeda dengan SOP atau
bahkan belum ada SOPnya, maka JSA harus dibuat dan disosialisasikan kepada tim kerja
(eksekutor)
5.8 Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan pemeliharaan atau perawatan SPIP
5.8.1 Berdasarkan data-data yang didapat dari Work Order dan data-data lainnya, dilekukan analisis
ketersediaan (avaibility) dan keandalan (reability)
5.8.2 Beberapa tolak ukut digunakan dalam analisis avaibility :
 PA (Physical Avaibility)
 MA (Mechanical Avaibility)
 MTTR (Mean Time To Repeair)
 Delay
5.9 Melaksanakan tindak lanjur hasil evaluasi dan peningkatan kerja pemeliharaan/perawatan SPIP :
5.9.1 Rekomendasi dari hasil analasisi-analisis program pemeliharaan akan berdampak pada :
 Penambahan atau pengurangan maintenance task pada saat sevice sheet
 Penambahan atau pengurangan target life component
 Perubahan tactic maintenance
 Penambahan atau pengurangan man power
 Peningkatan kompetensi man power
 Penambahan tools dan alat bantu kerja
 Perubahan SOP
5.10 Keselamatan Fasilitas angkutan :
5.10.1 Penggunaan disampaikan kepada KaIT atau Kepala Dinas atas nama KaIT sesuai dengan
kewenangannya disertai dengan :
 Salinan surat izin yang dikeluarkan oleh instansi yang berwennang
 Peta yang terinci dan peta situasi area kerja
5.10.2 KaIT atau Kepala Dinas atas Nama KaIT sesuai kewenangannya dapat mengubah peraturan
internal tersebut apabila menurut pendapatnya dapat meningkatkan pengelolaan keselamatan
dari pengoperasian angkutan tersebut
5.11 Keselamatan Fasilitas Gedung dan Bangunan
5.11.1 Proteksi gedung seperti sistem pengendalian terhadap potensi bahaya dan risiko, alat deteksi
kebakaran, jalan masuk dan keluar yang aman
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

5.11.2 Penyalur petir sesuai kaidah perlindungan petir meliputi perlindungan secara teknis, ketahanan
mekanis, ketahanan terhadap korosi
5.11.3 Jalan untuk menyelamatkan diri meliputi tangga darurat dan tangga luar gedung
5.11.4 Perlindungan terhadap terjatuh meliputi pekerjaan dengan ketinggian minimum 1,8 meter
disediakan tempat berpijak yang kokoh, pagar pengaman/pegangan tangan, rambu peringatan
dan/atau perancah (scaffholding)
5.12 Keselamatan Fasilitas Perbengkelan (Workshop)
5.12.1 Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan fasilitas
5.12.2 Tindakan pencegahan terhadap kebakaran/ledakan
5.12.3 Pengamanan gas/uap berbahaya seperti pengaturan ventilasi
5.12.4 Pemasangan alat pengaman untuk bagian yang bergerak/beputar
5.12.5 Penggunaan mesin penggerak memberikan isyarat peringatan sewaktu dinyalakan seperti
peralatan over head crane, perlu disediakan emergency stop
5.13 Keselamatan Fasilitas Pertambangan
5.13.1 Stockpile
 Pengaturan drainasem rambu, eye wash dan lampu
 Pengelolaan debu
 Kapasitas stockpile
 Perawatan: crusher, stacker, emergency stop, tanda peringatan
 Jadwal pemeliharaan dan perawatan
5.13.2 Instalasi Pengelolaan Air
 Dilengkapi APD yang sesuai
 APAR
 Perlengkapan P3K
 Safety shower atau eye wash
 Prosedur kerja
 Pengelolaan lingkungan kerja
5.13.3 Pemesinan/Ruang Mesin
 Penerangan
 Ventilasi
 Pakaian kerja
 Diawasi pengawas operasional dan pengawas teknis
 Pemeriksaan dan perawatan mesin terdokumentasi
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

5.14 Keselamatan Bahan Bakar Cair, sesuai dengan Kepdirjen 309.K/30/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis
Keselamatan Bahan Peledak dan Peledekan Serta Keselamatan Fasilitas Penimnunan Bahan Bakar Cair
pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Lampiran II)
5.14.1 Standar Acuan Konstruksi
 Standar Nasional Indonesia (SNI) 13-3501-2002 dan perubahannya mengenai tangki timbun
 Standar Internasional dan American Petroleum Institute (API) 650 : Welded Steel Tanks for
Oil Storage, Eleventh Edition, June 2007 dan perubahannya
5.14.2 Pembangunan Tangki Bahan Bakar Cair
 Hanya boleh diajukan pemegang IUP
 Mengajukan permohonan
 Data tambahan jika dibangun di area timbunan
5.14.3 Kelengkapan Tangki Penimbunan
 Rambu
 Proteksi Kebakaran
 Kelistrikan
 Identifikasi
 Breather
 Jarak
 Tanggul Pengaman
5.15 Pekerjaan Kelistrikan
5.15.1 Teknisi Listrik harus memiliki Sertifikasi Ahli K3 Listrik
5.15.2 Pengawas Listrik harus memiliki Sertifikasi Ahli K3 Listrik
5.15.3 Pekerjaan dengan kondisi bertegangan hanya untuk tegangan kerja maksimal 380 Vac
Line-to Line dan 220 Vac Line to Neuteral
5.15.4 Pengawas listrik melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian hasil perbaikan atau
pekerjaan kelistrikan
5.15.5 Pemeriksaan Instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik dilakukan paling sedikit 1 tahun
sekali
5.15.6 Pengujian instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik dilakukan paling sedikit 5 tahun
sekali
5.15.7 Perusahaan memastikan perlengkapan dan peralatan listrik yang digunakan mempunyai
sertifikat yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

5.15.8 Pelaksaan pekerjaan kelistrikan mencakup aktivitas perencanaan, pemasangan,


penggunaan, perubahan, pemeliharaan, pemeriksaan, dan/atau pengujian instalasi,
perelngkapan atau peralatan listrik
5.16 Penyusunan Database
5.16.1 Dalam penyusunan Annual Plan sangat diperlukan database yang lengkap dan up to date agar
dapat dijadwal pemeliharaan yang baik untuk menunjang target produksi yang telah ditetapkan
5.16.2 Konten database, bagi departemen yang menggunakan SAP, secara lengkap memuat informasi
parameter :
 Type model dari jenis peralatan
 Tahun pembuatan dan pabrik pembuatannya
 Kapan dilakukan perbaikan dan pemeliharaan
 Bagaimana terjadinya perbaikan dan pemeliharaan
 Peralatan/perlengkapan apa saja yang digunakan
 Komponen cadangan sesuai data consumable dari unit (stock material)
 MSDS (material safety data sheet) yang ada
 Umur peralatan/unit
 Jenis kerusakan dan lamanya perbaikan
 Material atau spare part yang pernah digunakan sebagai pengganti
 Jenis, type, model dari peralatan/unit tersebut
 Siapa yang mengerjakan (internal atau eksternal) jika eksternal bagaimana sistem garansinya
 Sebab terjadinya dan bagaimana penanganannya
 Sistem pengoperasian dan yang mengoperasikannya
 Biaya yang sudah dan akan digunakan
 Tentang keselamatan unit dan pengaruhnya terhadap keselamatan kerja dan dampak
lingkungan selama beroperasi
 Hubungan peralatan/unit terhadap departemen lain
5.17 Proses SAP di Internal Departemen mengikuti keterangan dibawah ini :
5.17.1 Untuk lebih mendetailkan annual plan maka dibuat weekly schedule agar rencana pemeliharaan
yang dibuat dapat menyesuaikan dengan rencana produksi (jika relevan) maupun kondisi unit
terakhir.
5.17.2 Pembuatan weekly schedule diawali dengan pemberitahuan ataupun notifikasi pekerjaan yang
akan dilakukan dalam 1 minggu ke depan yang dibuat oleh Supervisor. Laporan inspeksi dan P2H
unit yang akurat sangat diperlukan dalam penyusunan weekly schedule. P&C Engineer/Supt. dan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

PM Supv./Supt. mengkomunikasikan weekly schedule ini dengan pihak operation untuk


disesuaikan dengan rencana produksi pada minggu tersebut
5.17.3 Pembuatan WO oleh P&C Engineer sudah memastikan kelengkapan material, tools, equipment
yang terlibat maupun tenaga kerja yang akan melakukan dalam pekerjaan tersebut. P&C Engineer
mengkomunikasikan ke Purchasing Dept. jika ada kekurangan material. Jika material tersebut
adalah stock gudang maka segera koordinasi ke warehouse untuk kelengkapannya. Dan jika
material tersebut adalah bukan stock gudang maka P&C Engineer membuat PR ke Purchasing
Dept.
5.17.4 Demikian juga jika diperlukan adanya tambahan tools dan tenaga kerja, P&C Engineer membuat
PR ke Purchasing Dept. dengan mencantumkan rencana pekerjaan yang akan dilakukan
5.17.5 Kebutuhan tambahan equipment dalam pelaksanaan pekerjaan, contohnya adalah dozer dan
excavator, dikomunikasikan oleh P&C Engineer ke operation untuk kesiapan equipment tersebut.
5.17.6 Untuk kondisi tertentu perbaikan komponen unit bisa dilakukan di workshop fabrikasi dan
machining
5.17.7 P&C Engineer mengirim spesifikasi atau gambar teknik jika diperlukan dalam proses pembelian.
Untuk pekerjaan yang melibatkan kontraktor, P&C juga harus memastikan bahwa kontraktor
tersebut sebelum memulai pekerjaan sudah memenuhi persyaratan yang diperlukan sesuai
prosedur
5.17.8 Dalam persiapan pelaksanaan pekerjaan, PM site mengisi cheklist peralatan/ persiapan pekerjaan
untuk memastikan semua material, tools, equipment, tenaga kerja dan APD siap digunakan. Tidak
diperbolehkan menggunakan tools yang dalam kondisi rusak.
5.17.9 PM Supv. memastikan bahwa setiap tenaga kerja yang akan melakukan pekerjaan pemeliharaan
telah mendapatkan sosialisasi prosedur pekerjaan dan telah mengerti IK pekerjaan tersebut atau
JSA yang terkait.
5.17.10 Dalam pelaksanaan pekerjaan PM Supv. memastikan bahwa prosedur dan IK pekerjaan dilakukan
dengan benar untuk menjaga agar pekerjaan dapat berjalan dengan aman, tepat waktu dan
sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Selain itu PM Supv. memastikan bahwa area kerja
telah rapi, semua tools telah dibersihkan dan dirapikan, semua sampah dan sisa pekerjaan telah
ditempatkan pada tempatnya.
5.17.11 Sebelum proses penutupan WO, terlebih dahulu PM Supv. melakukan konfirmasi WO yang
menyatakan bahwa pekerjaan telah selesai dilakukan. Adanya kendala-kendala dalam proses
pelaksanaan pekerjaan ataupun up date informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan bisa
dilampirkan pada proses konfirmasi WO. Selanjutnya P&C Engineer melakukan penutupan WO
yang menegaskan bahwa pekerjaan telah selesai dilakukan.
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

5.17.12 Proses akhir dari pekerjaan adalah proses Notification Complete (NOCO) yang dilakukan oleh PM
Supv. untuk menyatakan bahwa proses pekerjaan telah selesai dilakukan.
5.17.13 Dalam hal terjadi kerusakan dari unit maka PM Supv. Kontraktor melakukan pengecekan di
lapangan untuk menentukan apakah benar sebuah kerusakan atau tidak. Jika bukan merupakan
sebuah kerusakan maka tidak diperlukan tindakan lanjutan
5.17.14 Jika benar merupakan sebuah kerusakan, langkah selanjutnya adalah menentukan apakah
kerusakan tersebut perlu langsung dilakukan perbaikan atau tidak. Jika kerusakan tersebut
menyebakan breakdown unit, dampak/resiko LK3 ataupun berpotensi menyebabkan kerusakan
yang lebih parah maka perlu langsung dilakukan tindakan perbaikan
5.17.15 Jika tidak menyebabkan hal-hal diatas maka jadwal perbaikan bisa dimasukkan dalam weekly
schedule.
5.17.16 Untuk perbaikan langsung, PM Supv. membuat notifikasi yang dilanjutkan dengan pembuatan WO
oleh P&C Engineer. Pembuatan WO oleh P&C Engineer sudah memastikan kelengkapan material,
tools, equipment yang terlibat maupun tenaga kerja yang akan melakukan dalam pekerjaan
tersebut. P&C Engineer membuat PR ke Procurement Departement jika ada kekurangan material.
Demikian juga jika diperlukan adanya tambahan tools dan tenaga kerja, P&C Engineer membuat
PR ke Purchasing Dept. dengan mencantumkan rencana pekerjaan yang akan [Link]
kondisi tertentu perbaikan komponen unit dilakukan di Workshop fabrikasi dan machining
5.17.17 P&C Engineer mengirim spesifikasi atau gambar teknik jika diperlukan dalam proses pembelian.
Untuk pekerjaan yang melibatkan kontraktor, P&C Engineer juga harus memastikan bahwa
kontraktor tersebut sebelum memulai pekerjaan sudah memenuhi persyaratan yang diperluka
5.17.18 Dalam persiapan pelaksanaan pekerjaan, PM Supv. mengisi checklist peralatan untuk persiapan
pekerjaan dan memastikan semua tools, equipment siap digunakan. Tidak diperbolehkan
menggunakan tools yang dalam kondisi rusak. Cheklist part dan material bisa menggunakan form
MR yang diterbitkan.
5.17.19 PM Supv. memastikan bahwa setiap tenaga kerja yang akan melakukan pekerjaan pemeliharaan
telah mendapatkan sosialisasi Prosedur pekerjaan dan telah mengerti Instruksi Kerja pekerjaan
tersebut.
5.17.20 Dalam pelaksanaan pekerjaan PM Supv. memastikan bahwa Prosedur dan Instruksi Kerja
pekerjaan dilakukan dengan benar untuk menjaga agar pekerjaan dapat berjalan dengan aman,
tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan
5.17.21 PM Supv. Kontraktor melakukan verifikasi pekerjaan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dan
comissioning unit setelah selesai perbaikan berjalan dengan baik. Selain itu PM Supv. Kontraktor
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

memastikan bahwa area kerja telah rapi, semua tools telah dibersihkan dan dirapihkan, semua
sampah dan sisa pekerjaan telah ditempatkan pada tempatnya.
5.17.22 Sebelum proses penutupan WO, terlebih dahulu PM Supv. melakukan konfirmasi bahwa
pekerjaan telah selesai dilakukan. Adanya kendala-kendala dalam proses pelaksanaan pekerjaan
ataupun up date informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan bisa dilampirkan pada proses
notifikasi. Selanjutnya dilakukan penutupan WO yang menegaskan bahwa pekerjaan telah selesai
dilakukan.
5.17.23 Proses akhir dari pekerjaan adalah proses Notification Complete (NOCO) yang dilakukan oleh PM
Supv. untuk menyatakan bahwa proses pekerjaan telah selesai dilakukan
5.18 Evaluasi Laporan, apabila terjadi perubahan atau modifikasi terhadap proses, Sarana, Prasarana, Instalasi
dan peralatan pertambangan maka hasil evaluasinya disampaikan kepada KaIT/Kepala Dinas atas nama
KaIT
5.19 Pengamanan Instalasi terdisi paling kurang atas:
5.19.1 Daftar instalasi
5.19.2 Mengidentifikasi kebutuhan pengaman instalasi

6 DOKUMEN TERKAIT
6.1 Prosedur Tindak Perbaikan dan Tindak Pencegahan
6.2 Prosedur Manajemen Risiko
6.3 Prosedur Manajemen Perancangan, Rekayasa dan Perubahan
6.4 Prosedur Identifikasi Evaluasi Pemenuhan Peraturan
6.5 Prosedur Izin Kerja di Daerah Operasi
6.6 Prosedur Pengelolaan Kontraktor
6.7 Instruksi Kerja Terkait
6.8 Standar Kerja terkait
6.9 Checklist Peralatan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

Kolom Pengesahan

Dibuat Oleh Diperiksa Oleh Disetujui Oleh

Andre M. Zepna Jeriadi Pratama Paulus Satriawan Aria Alfiansyah


OHS Officer OHS Supervisor Head of BPM Kepala Teknik Tambang

Riwayat Revisi
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8

Diajukan Disetujui
No Revisi Tanggal Penjelasan Perubahan
Oleh Oleh

Anda mungkin juga menyukai