Prosedur SPIP Pertambangan dan Keselamatan
Prosedur SPIP Pertambangan dan Keselamatan
TUJUAN : 1. Prosedur ini digunakan sebagai bahan pedoman dalam melaksanakan pembinaan dan
pengawasan Keselamatan Pertambangan
RUANG : Keselamatan Operasional Pertambangan dan Pengolahan dan/atau Pemurnian Minerl dan
LINGKUP Batubara
1. Sistem dan Pelaksanaan Pemeliharaan/Perawatan Sarana, Prasarana, Instalasi dan
Peralatan Pertambangan
2. Pengamanan Instalasi
3. Tenaga Teknis Pertambangan yang Berkompeten di Bidang Keselamatan Operasi
4. Kelayakan Sarana, Prasarana, Instalasi dan Peralatan Pertambangan
REFERENSI : 1. Permen ESDM No 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan
Yang Baik Dan Pengawasan Pertambangan Mineral Dan Batubara
2. Kepmen ESDM 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik
Pertambangan yang Baik.
3. Kepdirjen Minerba 185/30/DJB/2019 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan
Keselamatan Pertambangan dan Pelaksanaan, Penilaian, dan Pelaporan SMKP
Minerba
1. DEFINISI
1.1. Keselamatan Pertambangan adalah segala kegiatan yang meliputi pengelolaan keselamatan dan
kesehatan kerja pertambangan dan keselamatan operasional Pertambangan
1.2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan adalah segalakegiatan untuk menjamin dan melindungi
P ekerja agar selamat dansehat melalui upaya pengelolaan keselamatan kerja, kesehatan kerja,lingkungan
kerja, dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatankerja.
1.3. Keselamatan Operasi Pertambangan adalah segala kegiatan untukmenjamin dan melindungi operasional
tambang yang aman, efisien,dan produktif melalui upaya, antara lain pengelolaan sistem danpelaksanaan
pemeliharaan/perawatan sarana, prasarana, instalasi, danperalatan Pertambangan, pengamanan
instalasi, kelayakan sarana,prasarana instalasi, dan peralatan Pertambangan, kompetensi tenaga teknik,
dan evaluasi laporan hasil kajian teknis Pertambangan
1.4. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan (Light
Vehicle, Manhaul (bus), lowbouy, untuk kepentingan mengangkut bahan non tambang
1.5. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.
1.6. Peralatan Pertambangan alat penunjang aktifitas produktifitas pertambangan berupa
penggalian,pemuatan,pengankutan,pengolahan,pemurnian, dan pengangkatan (Alat berat, alat angkut,
alat pemetaan, pesawat angkat dan angkut dll)
1.7. Instalasi pertambangan adalah alat penunjang aktifitas yang terpasang pada peralatan utama antara lain
(instalasi listrik, instalasi hydraulic, pneumatic, instalasi bahan bakar cair, instalasi air, instalasi
komunikasi, dll)
1.8. Activity Plan adalah sebuah garis besar rencana kerja pemeliharaan terhadap
Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan yang dibuat berdasarkan data-data yang ada dalam database.
Activity Plan ini dibuat pada akhir tahun berjalan untuk dipergunakan pada tahun berikutnya
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
1.9. Breakdown Maintenance adalah kerusakan dari sebagian unit atau alat yang terjadi saat kondisi normal
operasi. Hal ini merupakan kondisi yang harus segera diperbaiki dan seminimal mungkin mengganggu
unit/alat yang lainnya.
1.10. Corrective Maintenance adalah suatu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan
pada suatu unit.
1.11. Database adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, mencatat dan mengolah semua
data, baik itu data peralatan atau data aktifitas pemeliharaan unit yang berfungsi sebagai master data
dalam kegiatan pemeliharaan. Di dalam database mencakup data unit berikut spesifikasinya, laporan
bulanan unit, petunjuk pemeliharaan unit, as built drawing dan data pemeliharaan yang telah dilakukan
berikut evaluasinya.
1.12. Downtime adalah waktu berhentinya unit baik karena pemeliharaan dan perbaikan ataupun berhentinya
unit akibat tidak digunakan untuk kegiatan operasional
1.13. Fabrikasi adalah kegiatan pembuatan komponen pendukung (Supporting Part) dari suatu
Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
1.14. Hour Meter (HM) unit/sarana adalah kegiatan unit dalam beroperasi berdasarkan proses operasional
yang dicatat secara automatis di unit. Dan data HM ini akan sangat membantu dan mengontrol untuk
sistem periodic service/ preventive maintenance sebuah unit/peralatan.
1.15. Hystorical unit/Riwayat adalah kegiatan unit dalam beroperasi berdasarkan proses operasional yang
dicatat secara automatis di unit. Dan data HM ini akan sangat membantu dan mengontrol untuk sistem
periodic service/preventive maintenance sebuah unit/peralatan.
1.16. Improvement adalah upaya peningkatan kinerja dari suatu peralatan/unit/instalasi
1.17. Instalasi adalah perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang dipasang pada posisinya dan
siap dipergunakan, seperti: generator, mesin diesel, bangunan pabrik, dan sebagainya.
1.18. Isolasi listrik adalah material yang tidak dapat menghantar arus listrik
1.19. Line to Line adalah bagian penghantar listrik antara phasa 1 ke fasa yang lainnya
1.20. Line to Netral adalah bagian penghantar penghantar listrik antara penghantar fasa dan pengantar neutral
1.21. MCB dengan extension lock yang dimaksud adalah MCB yang semula tidak memiliki sarana penempatan
lock out yang ditambahkan sarana lock out yang sesuai menurut standar manufacture-nya.
1.22. Modifikasi adalah perubahan desain terhadap objek yang telah ada, yang menyebabkan perubahan
fungsi, penambahan fungsi atau pengurangan fungsi objek tersebut, contoh: modifikasi Dump Truck
menjadi Water Truck, modifikasi truk bak terbuka untuk mengangkut pekerja, dll.
1.23. Notifikasi adalah sebuah form pemberitahuan dan permintaan pekerjaan dari sistem SAP
1.24. P2H adalah Program Pemeriksaan Harian yang dilakukan terhadap unit
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
1.36. WO (Work Order) adalah sebuah form permintaan pekerjaan yang sudah dilengkapi dengan jumlah
material yang dibutuhkan, waktu pelaksanaan dan man power yang dibutuhkan dari sistem SAP
1.37. Commisioning adalah kegiatan menilai kesiapan, kelengkapan,kesesuaian, dan kelayakan alat
Pertambangan baik berdiri sendiriatau dalam sebuah rangkaian proses untuk mengetahui
kehandalannya
1.38. Izin Kerja Khusus (Work Permit) adalah sebuah dokumen atau izin tertulis dengan persyaratan-
persyaratan keselamatan Pertambangan yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan yang
berpotensi membahayakan Pekerja dan memiliki nilai risiko yang sangat tinggi
2.5.3 Memberikan rekomendasi kepada Kepala Departement, terkait perubahan dan evaluasi dari hasil
pemantauan Sarana, Prasarana, Instalasi dan Peralatan
- Data historis
Suprvisor Dept. Terkait
Inspkesi/Pemeliharaan
/Kerusakan alat
Ya
Dokumen Kerja
Terkait
Supervisor Dept. Terkait
Pelaksanaan
Pekerjaan pada
SPIP
4 URAIAN SOP
4.1 Perencanaan Pengerjaan Pengelolaan Sarana, Prasarana, Instalasi, dan Peralatan
4.1.1 Superintendent/ Manajer Departemen Terkait melakukan perencanaan (jadwal) pekerjaan
pemasangan, modifikasi, fabrikasi, refurbishment, pemeliharaan, perbaikan dan/atau
improvement Sarana, Prasarana, Intalasi, dan Peralatan untuk waktu satu tahun ke depan.
4.1.2 Berdasarkan jadwal tahunan di atas, Supervisor Departemen Terkait merincinya menjadi jadwal
pemeliharaan berkala (berdasarkan bulan, minggu atau harian, sesuai keperluan) dengan tetap
memertimbangkan dinamika di lapangan, bilamana relevan, yaitu:
Work Request dari Departement terkait
Work Order
Checklist (dari hasil Inspeksi Harian, Mingguan)
P2H
Rencana Produksi (jika ada)
4.1.3 Jika terjadi kerusakan tiba-tiba pada SPIP maka lanjut kepada aktivitas Analisis Kerusakan
4.1.4 Jika tidak terjadi kerusakan atau SPIP belum terpasang, maka lanjut ke aktivitas Persiapan
Pengerjaan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
4.6.6 Superintendent/ Manajer terkait menyimpan laporan dan mendistribusikannya kepada pihak yang
relevan, baik internal maupun eksternal departemen. Masa simpan laporan tidak kurang dari 2
tahun
4.7 Pemutakhiran data Sarana/Prasarana/Instalasi/Peralatan
4.7.1 Berdasarkan Laporan Pekerjaan Peralatan/Unit/Instalasi, Superintendent/ Manajer Terkait
melakukan pemutakhiran data (database) peralatan/ unit/ instalasi, termasuk jika terdapat
perubahan jumlah (penambahan atau pengurangan) alat/unit/instalasi yang baru
4.7.2 Template Database memuat inforamasi :
Nama SPIP
Tipe/Model
Lokasi
Tahun Pemasangan
Periode Inspeksi
Periode Pengujian/pemeliharaan
Kondisi Mutakhir (berfungsi baik/tidak) atau peformace SPIP
Informasi lain yang menurut user diperlukan
4.7.3 Untuk SPIP baru, maka terdapat beberapa data tambahan yang didokumentasikan, yaitu :
Data peralatan/unit untuk preventive maintenance
Panduan kerja unit (operation manual maintenance)
Data peralatan/unit untuk kalibrasi
Data untuk pemeliharaan dan perbaikan (tools)
Data MSDS (Material Safety Data Sheet)
Sertifikasi peralatan dari dinas terkait (jika ada)
Sertifikasi kalibrasi (jika ada)
5 KETERANGAN
5.1 Pengelolaan Sarana,Prasarana,Instalasi, dan Peralatan meliputi :
5.1.1 Membuat daftar SPIP pada masing-masing departemen
5.1.2 Menyusun dan menetapkan prosesdur sesuai kegiatan pengelolaan SPIP
5.1.3 Melaksanakan program pemeliharaan/perawatan
5.1.4 Melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi dan peningkatan kinerja pemeliharaan/perawatan
5.1.5 Mengidentifikasi jenis dan karakteristik atas pemeliharaan atau perawatan
5.1.6 Merencanakan program dan jadwal pemeliharaan/perawatan
5.1.7 Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan pemeliharaan/perawatan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
5.2 Setiap peralatan tambang, sarana, prasarana dicatat dan diberi nomor register. Nomor register disimpan
pada database
5.3 Proses untuk mengidentifikasi aktivitas pemeliharaan atau perawatan (maintenance task) pada SPIP dapat
dilakukan dengan:
5.3.1 Berdasarkan operation maintenance manual book dari manufacture
5.3.2 Berdasarkan analisis Reabilitiy Centered Maintenance (RCM)
5.3.3 Berdasarkan analisis Maintenance Historical Statistic
5.3.4 Berdasarkan hasil dan rekomendasi Root Cause Analysis (RCA) dari suatu kejadian
5.3.5 Beradasakan tindak lanjut hasil evaluasi dan peningkatan kinerja pemeliharaan/perawatan
5.4 Menyusun dan menetapkan prosedur sesuai dengan aktifitas pengelolaan SPIP
5.5 Merencanakan program dan jadwal pemeliharaan atau perawatan, aktivitas perencanaan pada program
pemeliharan mencakup :
5.5.1 menentukan cakupan-cakupan program pemeliharaan
5.5.2 memastikan SOP atau referensi manual book tersedia
5.5.3 menetukan durasi kerja, kompetensi manpower yang diperlukan, spare part, tools, dan alat bantu
yang diperlukan serta lokasi kerja
5.5.4 mengidentifikasi dan review budget
5.6 Penjadwalan pada program pemeliharaan mencakup :
5.6.1 memastikan ketersediaan jadwal manpower, spare part, tools, dan alat bantu yang diperlukan
serta lokasi kerja
5.6.2 menentukan jadwal pemeliharaan dengan berkoordinasi dengan seluruh pihak yang
berkepentingan dengan memperhatikan skala prioritas dari aktivitas pemeliharaan
5.6.3 membuat perintah kerja program pemeliharaan kepada tim eksekutor
5.7 Melaksanakan Program pemeliharaan SPIP
5.7.1 Program Pemeliharaan terjadwal :
Eksekusi pemeliharaan dilakukan berdasarkan perintah kerja (work order) yang dibuat oleh tim
planning and scheduling kepada tim eksekutor
Jika kondisi lapangan berbeda dengan SOP dan perencanaan yang sudah disiapkan, maka JSA
dibuat dan disosialisasikan kepada tim kerjanya (eksekutor)
5.7.2 Program pemeliharaan tidak terjadwal :
Eksekusi pemeliharaan tidak terjadwal muncul karena kerusakan atau penurunan fungsi yang
tiba-tiba muncul saat peralatan tambang dioperasikan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
Eksekusi pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan permintaan kerja (work request) dari
operation kepada Dept. Terkait dan kemudian ditindak lanjuti dengan perintah kerja (Work
Order) kepada tim eksekutor
Biasanya kondisi lapangan pada pemeliharaan tidak terjadwal berebeda dengan SOP atau
bahkan belum ada SOPnya, maka JSA harus dibuat dan disosialisasikan kepada tim kerja
(eksekutor)
5.8 Melakukan evaluasi hasil pelaksanaan pemeliharaan atau perawatan SPIP
5.8.1 Berdasarkan data-data yang didapat dari Work Order dan data-data lainnya, dilekukan analisis
ketersediaan (avaibility) dan keandalan (reability)
5.8.2 Beberapa tolak ukut digunakan dalam analisis avaibility :
PA (Physical Avaibility)
MA (Mechanical Avaibility)
MTTR (Mean Time To Repeair)
Delay
5.9 Melaksanakan tindak lanjur hasil evaluasi dan peningkatan kerja pemeliharaan/perawatan SPIP :
5.9.1 Rekomendasi dari hasil analasisi-analisis program pemeliharaan akan berdampak pada :
Penambahan atau pengurangan maintenance task pada saat sevice sheet
Penambahan atau pengurangan target life component
Perubahan tactic maintenance
Penambahan atau pengurangan man power
Peningkatan kompetensi man power
Penambahan tools dan alat bantu kerja
Perubahan SOP
5.10 Keselamatan Fasilitas angkutan :
5.10.1 Penggunaan disampaikan kepada KaIT atau Kepala Dinas atas nama KaIT sesuai dengan
kewenangannya disertai dengan :
Salinan surat izin yang dikeluarkan oleh instansi yang berwennang
Peta yang terinci dan peta situasi area kerja
5.10.2 KaIT atau Kepala Dinas atas Nama KaIT sesuai kewenangannya dapat mengubah peraturan
internal tersebut apabila menurut pendapatnya dapat meningkatkan pengelolaan keselamatan
dari pengoperasian angkutan tersebut
5.11 Keselamatan Fasilitas Gedung dan Bangunan
5.11.1 Proteksi gedung seperti sistem pengendalian terhadap potensi bahaya dan risiko, alat deteksi
kebakaran, jalan masuk dan keluar yang aman
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
5.11.2 Penyalur petir sesuai kaidah perlindungan petir meliputi perlindungan secara teknis, ketahanan
mekanis, ketahanan terhadap korosi
5.11.3 Jalan untuk menyelamatkan diri meliputi tangga darurat dan tangga luar gedung
5.11.4 Perlindungan terhadap terjatuh meliputi pekerjaan dengan ketinggian minimum 1,8 meter
disediakan tempat berpijak yang kokoh, pagar pengaman/pegangan tangan, rambu peringatan
dan/atau perancah (scaffholding)
5.12 Keselamatan Fasilitas Perbengkelan (Workshop)
5.12.1 Pemeliharaan dan perawatan peralatan dan fasilitas
5.12.2 Tindakan pencegahan terhadap kebakaran/ledakan
5.12.3 Pengamanan gas/uap berbahaya seperti pengaturan ventilasi
5.12.4 Pemasangan alat pengaman untuk bagian yang bergerak/beputar
5.12.5 Penggunaan mesin penggerak memberikan isyarat peringatan sewaktu dinyalakan seperti
peralatan over head crane, perlu disediakan emergency stop
5.13 Keselamatan Fasilitas Pertambangan
5.13.1 Stockpile
Pengaturan drainasem rambu, eye wash dan lampu
Pengelolaan debu
Kapasitas stockpile
Perawatan: crusher, stacker, emergency stop, tanda peringatan
Jadwal pemeliharaan dan perawatan
5.13.2 Instalasi Pengelolaan Air
Dilengkapi APD yang sesuai
APAR
Perlengkapan P3K
Safety shower atau eye wash
Prosedur kerja
Pengelolaan lingkungan kerja
5.13.3 Pemesinan/Ruang Mesin
Penerangan
Ventilasi
Pakaian kerja
Diawasi pengawas operasional dan pengawas teknis
Pemeriksaan dan perawatan mesin terdokumentasi
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
5.14 Keselamatan Bahan Bakar Cair, sesuai dengan Kepdirjen 309.K/30/DJB/2018 tentang Petunjuk Teknis
Keselamatan Bahan Peledak dan Peledekan Serta Keselamatan Fasilitas Penimnunan Bahan Bakar Cair
pada kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Lampiran II)
5.14.1 Standar Acuan Konstruksi
Standar Nasional Indonesia (SNI) 13-3501-2002 dan perubahannya mengenai tangki timbun
Standar Internasional dan American Petroleum Institute (API) 650 : Welded Steel Tanks for
Oil Storage, Eleventh Edition, June 2007 dan perubahannya
5.14.2 Pembangunan Tangki Bahan Bakar Cair
Hanya boleh diajukan pemegang IUP
Mengajukan permohonan
Data tambahan jika dibangun di area timbunan
5.14.3 Kelengkapan Tangki Penimbunan
Rambu
Proteksi Kebakaran
Kelistrikan
Identifikasi
Breather
Jarak
Tanggul Pengaman
5.15 Pekerjaan Kelistrikan
5.15.1 Teknisi Listrik harus memiliki Sertifikasi Ahli K3 Listrik
5.15.2 Pengawas Listrik harus memiliki Sertifikasi Ahli K3 Listrik
5.15.3 Pekerjaan dengan kondisi bertegangan hanya untuk tegangan kerja maksimal 380 Vac
Line-to Line dan 220 Vac Line to Neuteral
5.15.4 Pengawas listrik melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian hasil perbaikan atau
pekerjaan kelistrikan
5.15.5 Pemeriksaan Instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik dilakukan paling sedikit 1 tahun
sekali
5.15.6 Pengujian instalasi, perlengkapan dan peralatan listrik dilakukan paling sedikit 5 tahun
sekali
5.15.7 Perusahaan memastikan perlengkapan dan peralatan listrik yang digunakan mempunyai
sertifikat yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
5.17.12 Proses akhir dari pekerjaan adalah proses Notification Complete (NOCO) yang dilakukan oleh PM
Supv. untuk menyatakan bahwa proses pekerjaan telah selesai dilakukan.
5.17.13 Dalam hal terjadi kerusakan dari unit maka PM Supv. Kontraktor melakukan pengecekan di
lapangan untuk menentukan apakah benar sebuah kerusakan atau tidak. Jika bukan merupakan
sebuah kerusakan maka tidak diperlukan tindakan lanjutan
5.17.14 Jika benar merupakan sebuah kerusakan, langkah selanjutnya adalah menentukan apakah
kerusakan tersebut perlu langsung dilakukan perbaikan atau tidak. Jika kerusakan tersebut
menyebakan breakdown unit, dampak/resiko LK3 ataupun berpotensi menyebabkan kerusakan
yang lebih parah maka perlu langsung dilakukan tindakan perbaikan
5.17.15 Jika tidak menyebabkan hal-hal diatas maka jadwal perbaikan bisa dimasukkan dalam weekly
schedule.
5.17.16 Untuk perbaikan langsung, PM Supv. membuat notifikasi yang dilanjutkan dengan pembuatan WO
oleh P&C Engineer. Pembuatan WO oleh P&C Engineer sudah memastikan kelengkapan material,
tools, equipment yang terlibat maupun tenaga kerja yang akan melakukan dalam pekerjaan
tersebut. P&C Engineer membuat PR ke Procurement Departement jika ada kekurangan material.
Demikian juga jika diperlukan adanya tambahan tools dan tenaga kerja, P&C Engineer membuat
PR ke Purchasing Dept. dengan mencantumkan rencana pekerjaan yang akan [Link]
kondisi tertentu perbaikan komponen unit dilakukan di Workshop fabrikasi dan machining
5.17.17 P&C Engineer mengirim spesifikasi atau gambar teknik jika diperlukan dalam proses pembelian.
Untuk pekerjaan yang melibatkan kontraktor, P&C Engineer juga harus memastikan bahwa
kontraktor tersebut sebelum memulai pekerjaan sudah memenuhi persyaratan yang diperluka
5.17.18 Dalam persiapan pelaksanaan pekerjaan, PM Supv. mengisi checklist peralatan untuk persiapan
pekerjaan dan memastikan semua tools, equipment siap digunakan. Tidak diperbolehkan
menggunakan tools yang dalam kondisi rusak. Cheklist part dan material bisa menggunakan form
MR yang diterbitkan.
5.17.19 PM Supv. memastikan bahwa setiap tenaga kerja yang akan melakukan pekerjaan pemeliharaan
telah mendapatkan sosialisasi Prosedur pekerjaan dan telah mengerti Instruksi Kerja pekerjaan
tersebut.
5.17.20 Dalam pelaksanaan pekerjaan PM Supv. memastikan bahwa Prosedur dan Instruksi Kerja
pekerjaan dilakukan dengan benar untuk menjaga agar pekerjaan dapat berjalan dengan aman,
tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan
5.17.21 PM Supv. Kontraktor melakukan verifikasi pekerjaan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan dan
comissioning unit setelah selesai perbaikan berjalan dengan baik. Selain itu PM Supv. Kontraktor
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
memastikan bahwa area kerja telah rapi, semua tools telah dibersihkan dan dirapihkan, semua
sampah dan sisa pekerjaan telah ditempatkan pada tempatnya.
5.17.22 Sebelum proses penutupan WO, terlebih dahulu PM Supv. melakukan konfirmasi bahwa
pekerjaan telah selesai dilakukan. Adanya kendala-kendala dalam proses pelaksanaan pekerjaan
ataupun up date informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan bisa dilampirkan pada proses
notifikasi. Selanjutnya dilakukan penutupan WO yang menegaskan bahwa pekerjaan telah selesai
dilakukan.
5.17.23 Proses akhir dari pekerjaan adalah proses Notification Complete (NOCO) yang dilakukan oleh PM
Supv. untuk menyatakan bahwa proses pekerjaan telah selesai dilakukan
5.18 Evaluasi Laporan, apabila terjadi perubahan atau modifikasi terhadap proses, Sarana, Prasarana, Instalasi
dan peralatan pertambangan maka hasil evaluasinya disampaikan kepada KaIT/Kepala Dinas atas nama
KaIT
5.19 Pengamanan Instalasi terdisi paling kurang atas:
5.19.1 Daftar instalasi
5.19.2 Mengidentifikasi kebutuhan pengaman instalasi
6 DOKUMEN TERKAIT
6.1 Prosedur Tindak Perbaikan dan Tindak Pencegahan
6.2 Prosedur Manajemen Risiko
6.3 Prosedur Manajemen Perancangan, Rekayasa dan Perubahan
6.4 Prosedur Identifikasi Evaluasi Pemenuhan Peraturan
6.5 Prosedur Izin Kerja di Daerah Operasi
6.6 Prosedur Pengelolaan Kontraktor
6.7 Instruksi Kerja Terkait
6.8 Standar Kerja terkait
6.9 Checklist Peralatan
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
Kolom Pengesahan
Riwayat Revisi
No :
PROSEDUR PENGELOLAAN SARANA Tgl terbit :
PRASARANA INSTALASI DAN PERALATAN Revisi : 0
PERTAMBANGAN (SPIP)
Halaman : 1 dari 8
Diajukan Disetujui
No Revisi Tanggal Penjelasan Perubahan
Oleh Oleh