SILABUS EKSTRAKURIKULER STORYTELLING SMP
Target Utama: Siswa mampu membawakan cerita berbahasa Inggris dengan ekspresif, runtut, dan menarik di ajang lomba storytelling.
T Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian
M
1 Memahami konsep Apa itu storytelling? Ice breaking, pengenalan genre cerita, Siswa mengenal storytelling dan bisa
dasar storytelling Tujuan dan contoh storytelling juara menyebutkan elemennya
manfaatnya
2 Mengetahui struktur Struktur: Opening – Membongkar struktur cerita populer + Siswa mampu menjelaskan struktur dasar
dan elemen cerita Conflict – Resolution diskusi cerita lokal sebuah cerita
3 Meningkatkan Pronunciation, Latihan membaca teks cerita pendek Siswa mampu membacakan cerita
kemampuan vokal dan intonation, stress, dengan artikulasi dan intonasi yang benar dengan pelafalan yang jelas
artikulasi pacing
4 Mengembangkan Ekspresi wajah, body Latihan membawakan satu paragraf Siswa mampu memadukan gerak dan
ekspresi dan gestur language, eye contact dengan ekspresi tubuh dan wajah ekspresi dalam cerita
5 Melatih kemampuan Improvisasi dalam Permainan ekspresi spontan, latihan Siswa berani tampil dan menyampaikan
improvisasi dan storytelling menceritakan ulang cerita dengan gaya ulang dengan improvisasi
kepercayaan diri sendiri
6 Menyusun dan Adaptasi cerita Siswa menyusun naskah berdasarkan Siswa memiliki naskah sendiri dan mulai
menghafal naskah rakyat/fabel ke versi cerita pilihan hafal
sendiri storytelling
7 Latihan individu Latihan lomba Simulasi lomba: tampil di depan kelas, Siswa mampu tampil penuh dan
dengan teknik dapat masukan dari teman dan guru menerima evaluasi
storytelling lengkap
8 Evaluasi dan seleksi Final performance + Penampilan final + pengumuman siswa Siswa menunjukkan performa terbaik
penilaian lomba yang siap diajukan ke lomba dan siap maju lomba
storytelling
MODUL AJAR EKSTRAKURIKULER STORYTELLING SMP
I. INFORMASI UMUM
- Nama Kegiatan: Ekstrakurikuler Storytelling
- Jenjang Pendidikan: Sekolah Menengah Pertama (SMP) Radlatul Ulum Putukrejo
- Durasi Program: 8 Pertemuan (1x seminggu @ 90 menit)
- Target Akhir: Siswa mampu membawakan cerita berbahasa Inggris secara ekspresif, komunikatif, dan siap mengikuti lomba storytelling.
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa memahami konsep dasar storytelling.
2. Siswa mampu mengenali struktur dan elemen cerita.
3. Siswa dapat membacakan cerita dengan artikulasi dan intonasi yang tepat.
4. Siswa mampu mengekspresikan cerita secara lisan dengan ekspresi wajah dan gestur tubuh.
5. Siswa percaya diri dan mampu melakukan improvisasi saat membawakan cerita.
6. Siswa dapat menulis dan menghafal naskah storytelling-nya sendiri.
7. Siswa mampu tampil penuh sebagai persiapan lomba.
III. RINCIAN PERTEMUAN DAN MATERI
Pertemuan 1: Pengenalan Storytelling
- Materi: - Pengertian storytelling
- Tujuan dan manfaat storytelling
- Jenis-jenis cerita (fabel, legenda, dongeng)
- Kegiatan: - Ice breaking - Menonton video penampilan storytelling
- Diskusi: apa yang menarik dari cerita yang ditampilkan?
- Tujuan Khusus: - Siswa mengenal unsur-unsur storytelling - Siswa memahami manfaat bercerita
Pengertian Storytelling
Storytelling adalah seni menyampaikan cerita secara lisan kepada pendengar dengan tujuan menghibur, menginspirasi, atau memberikan
pelajaran. Dalam konteks ekstrakurikuler, storytelling tidak sekadar membaca teks, tapi menghidupkan cerita melalui suara, ekspresi wajah,
gerakan tubuh, dan intonasi.
Definisi singkat untuk siswa:
“Storytelling is the art of telling a story out loud with expression and feeling.”
Jenis-jenis Cerita untuk Storytelling
1. Fabel
Cerita yang tokohnya hewan, tetapi berperilaku seperti manusia. Biasanya mengandung pesan moral.
Contoh: The Tortoise and the Hare, The Lion and the Mouse ( [Link] )
2. Legenda
Cerita rakyat yang dipercaya pernah terjadi di masa lalu, biasanya menjelaskan asal-usul suatu tempat.
Contoh: Legend of Malin Kundang, The Legend of Toba Lake ( [Link] )
3. Dongeng (Fairy Tale)
Cerita imajinatif yang sering melibatkan unsur sihir, pangeran, atau makhluk ajaib.
Contoh: Cinderella, Snow White, Jack and the Beanstalk ( [Link] )
Pertemuan 2: Struktur Cerita
- Materi: - Orientation – Complication – Resolution (OCR) - Karakter, setting, konflik, dan solusi dalam cerita
- Kegiatan: - Membaca cerita pendek bersama - Mengidentifikasi bagian cerita (OCR)
- Menyusun kembali struktur cerita secara visual (mind map)
- Tujuan Khusus: - Siswa memahami dan mampu mengidentifikasi bagian cerita
Materi Pertemuan 2: Struktur Cerita dan Unsur Cerita
1. Struktur Cerita: OCR (Orientation – Complication – Resolution)
a. Orientation (Pembuka/Permulaan)
Bagian yang memperkenalkan tokoh, latar tempat, waktu, dan suasana. Ini membantu pendengar memahami awal cerita.
Contoh:
Once upon a time, there was a little girl named Lily who lived in a quiet village.
b. Complication (Permasalahan/konflik)
Bagian cerita di mana muncul masalah atau konflik yang harus dihadapi tokoh utama.
Contoh:
One day, she found out that her puppy had disappeared into the dark forest.
c. Resolution (Penyelesaian)
Bagian akhir yang menunjukkan bagaimana masalah diselesaikan atau berakhirnya cerita.
Contoh:
With the help of the villagers, Lily found her puppy and brought him home safely.
2. Unsur-unsur Cerita
Unsur Penjelasan Contoh
Tokoh Siapa saja yang terlibat dalam cerita Lily, seekor anjing
Setting Latar tempat, waktu, dan suasana Di desa, waktu sore, sunyi
Konfli Masalah yang terjadi dalam cerita Anjing hilang
k
Solusi Cara tokoh menyelesaikan masalah Mencari bersama warga desa
Kegiatan di Kelas
Langkah 1 – Membaca Cerita Pendek Bersama
Guru dan siswa membaca teks pendek storytelling, misalnya:
Judul: The Lost Cat
One day, Mia’s cat didn’t come home. She waited and waited, but the cat didn’t show up. So she decided to search all over the neighborhood.
After hours of walking, she found her cat stuck in a tree. With help from a neighbor, she rescued the cat and went home happily.
Langkah 2 – Identifikasi OCR dan Unsur Cerita
Guru memandu siswa menandai bagian-bagian berikut:
Orientation: siapa tokohnya? di mana latarnya?
Complication: apa masalahnya?
Resolution: bagaimana penyelesaiannya?
Pertemuan 3: Teknik Vokal dan Pelafalan
- Materi: - Intonasi - Penekanan kata (word stress) - Artikulasi (pengucapan bunyi dengan jelas) - Jeda (pause)
- Kegiatan: - Latihan membaca kalimat dengan intonasi berbeda - Permainan tongue twister - Membaca dialog pendek dengan variasi nada dan
tekanan
- Tujuan Khusus: - Siswa mampu menyampaikan cerita dengan pelafalan yang tepat
Materi Pertemuan 3: Teknik Vokal dalam Storytelling
1. Intonasi (Intonation)
Definisi: Perubahan naik-turunnya nada suara saat berbicara. Intonasi membantu menyampaikan emosi dan menjaga perhatian pendengar.
Jenis Intonasi Fungsi Contoh Kalimat
Rising Menunjukkan pertanyaan atau Are you ready? ↑
ketidakpastian
Falling Menunjukkan akhir pernyataan She went to the forest. ↓
Rising-Falling Untuk ekspresi yang kuat (emosi, perintah) Stop that! ↗↘
Latihan:
Bacakan kalimat “What are you doing?” dengan 3 versi: marah, bingung, senang.
2. Penekanan Kata (Word Stress)
Definisi: Memberi tekanan atau menonjolkan kata tertentu agar pesan lebih jelas dan menarik.
Contoh:
“I didn't take your book!” (yang lain mungkin mengambil)
“I didn’t take your book!” (saya tidak mengambil, mungkin hanya melihat)
Latihan:
Bacakan kalimat pendek sambil mengubah kata yang ditekan untuk melihat perubahan makna.
Permainan: “Stress the Word!” – siswa memilih kata mana yang ditekankan dan menjelaskan kenapa.
3. Artikulasi (Articulation)
Definisi: Kejelasan dalam pengucapan bunyi atau kata. Artikulasi yang buruk membuat cerita tidak dipahami pendengar.
Latihan:
Latihan pengucapan bunyi sulit:
o th (think, that)
o r dan l (red–led, right–light)
Gunakan tongue twisters untuk melatih kejelasan:
o “She sells seashells by the seashore.”
o “Red lorry, yellow lorry.”
4. Jeda (Pause)
Definisi: Menghentikan suara sejenak untuk memberikan efek dramatis, memberi waktu berpikir, atau memberi tekanan pada bagian penting.
Contoh:
“And then... she disappeared.”
“He opened the door... and saw... a dragon!”
Latihan:
Bacakan cerita pendek dan beri tanda di mana harus memberi jeda.
Simulasi: cerita horor/menegangkan yang butuh jeda dramatis.
Judul: The Clever Deer
Orientation:
Once upon a time, in a peaceful forest, there lived a clever deer named Dira. She was kind and smart. All the animals loved her because she
always helped them.
Complication:
One day, a hungry tiger came to the forest. He saw Dira drinking water near the river.
“I will eat that deer for lunch!” said the tiger.
Dira saw the tiger and got scared, but she quickly thought of a plan.
She said, “Oh, Mr. Tiger! You cannot eat me now. I am guarding the king’s treasure under the water.”
“The king’s treasure?” asked the tiger.
“Yes! It’s magical. If you touch it, you will become the king of the forest.”
Resolution:
The greedy tiger jumped into the river to find the treasure. But there was no treasure, only cold water!
“Help! Help! I can’t swim!” shouted the tiger.
Dira ran to her animal friends, and they saved the tiger.
After that day, the tiger felt ashamed. He never hunted again, and he thanked Dira for saving his life.
Moral of the story:
Use your brain, not just your strength.
Pertemuan 4: Ekspresi Wajah dan Gesture Tubuh
- Materi: - Ekspresi wajah: sedih, marah, senang, takut, terkejut
- Gesture tubuh: gerakan tangan, postur tubuh, bahasa tubuh - Eye contact dan ekspresi mata
- Kegiatan: - Latihan menirukan ekspresi wajah berdasarkan emosi tertentu - Latihan membacakan kalimat pendek sambil menyesuaikan
ekspresi wajah dan gerakan tubuh - Permainan “Ekspresi Cermin”: siswa saling menirukan ekspresi temannya
- Tujuan Khusus: - Siswa dapat menampilkan ekspresi wajah sesuai isi cerita - Siswa mulai memadukan ekspresi dan gesture dalam penampilan
storytelling
Pertemuan 5: Improvisasi dan Kepercayaan Diri
- Materi: - Teknik improvisasi sederhana - Latihan membawakan ulang cerita dengan gaya sendiri - Menumbuhkan keberanian tampil
- Kegiatan: - Permainan “Story Cube” - Latihan “One Word Story” (cerita estafet 1 kata) - Tampil spontan menceritakan ulang cerita pendek
- Tujuan Khusus: - Siswa tampil tanpa skrip dan lebih percaya diri
Pertemuan 6: Menulis dan Menghafal Naskah Sendiri
- Materi: - Adaptasi cerita rakyat/fabel ke versi storytelling - Penggunaan kalimat naratif dan dialog
- Kegiatan: - Siswa memilih cerita dan menuliskan ulang dengan gaya sendiri - Latihan membaca dan mulai hafalan
- Tujuan Khusus: - Siswa memiliki naskah pribadi dan mulai lancar menghafalnya
1. The Legend of Toba Lake (Legenda Danau Toba)
Orientation:
Once upon a time, there was a man named Toba. He lived alone and worked as a farmer. One day, he went fishing in the river and caught a
golden fish. To his surprise, the fish could talk!
Complication:
The fish said, “Please don’t eat me. Let me go and I will give you good luck.”
Toba let the fish go. Suddenly, the fish turned into a beautiful woman. She said, “I will marry you, but you must promise never to tell anyone
that I was a fish.”
Toba agreed, and they got married. They had a son named Samosir. But Samosir was lazy and ate a lot. One day, Toba got angry and shouted,
“You are just like your mother, a fish!”
The wife was shocked. “You broke your promise,” she said. Then she and Samosir disappeared. The rain poured heavily, and the land turned
into a big lake. That lake is now called Toba Lake.
Resolution:
Toba felt sorry and cried. He never saw his wife and son again. From that day, the place became known as Lake Toba, and Samosir became the
island in the middle.
2. The Lion and the Mouse (Fabel: Singa dan Tikus)
Orientation:
One day, a lion was sleeping in the jungle. A little mouse ran over his body and woke him up.
Complication:
The lion caught the mouse with his big paw. “I will eat you!” roared the lion.
“Please don’t eat me,” said the mouse. “Maybe one day I can help you.”
The lion laughed. “You? Help me? Fine, I’ll let you go.”
Days later, the lion was trapped in a hunter’s net. He roared and struggled. The little mouse heard his cry and ran to help. He bit the net with his
sharp teeth.
Resolution:
The lion was free. “Thank you, little mouse. I didn’t know you could help me.”
The mouse smiled. “Even small friends can be great helpers.”
3. Snow White (Dongeng: Putri Salju)
Orientation:
Once upon a time, there was a beautiful girl named Snow White. She lived with her stepmother, the Queen, who was jealous of her beauty.
Complication:
The Queen had a magic mirror. One day, the mirror said, “Snow White is the fairest of all.”
The Queen became angry and sent a hunter to kill her. But the hunter let her go, and Snow White ran into the forest. She found a small house
with seven dwarfs and lived there happily.
The Queen discovered Snow White was still alive. She disguised herself and gave Snow White a poisoned apple. Snow White ate it and fell into
a deep sleep.
Resolution:
A prince came and saw Snow White. He kissed her, and the magic was broken. Snow White woke up, and they lived happily ever after.
Pertemuan 7: Latihan Tampil Utuh
- Materi: - Teknik pembukaan yang menarik - Penggunaan kostum/properti sederhana
- Kegiatan: - Siswa tampil penuh di depan teman-teman - Pemberian masukan dari guru dan teman
- Tujuan Khusus: - Siswa tampil secara penuh dan mendapat masukan
Pertemuan 8: Penampilan Final dan Seleksi Lomba
- Materi: - Final performance - Kriteria penilaian lomba storytelling
- Kegiatan: - Penampilan final storytelling - Penilaian berdasarkan rubrik - Pengumuman siswa terpilih untuk mewakili lomba
- Tujuan Khusus: - Evaluasi akhir dan seleksi siswa siap lomba
IV. PENILAIAN - Aspek yang Dinilai: 1. Intonasi dan artikulasi 2. Ekspresi dan gestur 3. Struktur dan alur cerita 4. Improvisasi dan
kepercayaan diri 5. Kreativitas dan orisinalitas cerita - Instrumen Penilaian: Rubrik penilaian storytelling
V. SARANA DAN MEDIA - Speaker/TV untuk video contoh - Handout teks cerita - Cermin (untuk latihan ekspresi) - Alat tulis, alat gambar,
kostum/properti sederhana - Rubrik penilaian.