0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Rangkaian Arus Bolak-Balik (AC)

Modul ini membahas tentang arus bolak-balik (AC), termasuk konsep tegangan dan arus AC, nilai efektif, serta rangkaian resistif, induktif, dan kapasitif. Selain itu, dijelaskan juga tentang rangkaian RLC seri dan daya pada rangkaian AC. Contoh soal dan penyelesaian disertakan untuk memperjelas penerapan konsep yang dibahas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Rangkaian Arus Bolak-Balik (AC)

Modul ini membahas tentang arus bolak-balik (AC), termasuk konsep tegangan dan arus AC, nilai efektif, serta rangkaian resistif, induktif, dan kapasitif. Selain itu, dijelaskan juga tentang rangkaian RLC seri dan daya pada rangkaian AC. Contoh soal dan penyelesaian disertakan untuk memperjelas penerapan konsep yang dibahas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Fisika: Rangkaian Arus Bolak-

Balik (AC)
Disusun oleh:

 Bernadetha Dirga Celyn


 Datu Laksamana
 Khalif Azriel
 M. Fahmi Nugraha
 Muhammad. Rizqy Ghozali
 Rinda Amaliyah
1. Tegangan dan Arus Bolak-Balik
Arus bolak-balik (AC) adalah arus listrik yang besar dan arahnya berubah-ubah terhadap
waktu. Bentuk tegangan dan arus AC ideal mengikuti fungsi sinusoidal:

v(t) = Vmax sin(ωt)


i(t) = Imax sin(ωt)

Gambar 1. Gelombang AC berbentuk sinusoidal

2. Nilai Efektif dan Nilai Rata-rata


Nilai efektif (RMS) arus bolak-balik adalah arus searah yang menghasilkan jumlah kalor
sama dengan arus AC dalam resistor. Rumusnya:

Ief = Imax/√2, Vef = Vmax/√2

Nilai rata-rata arus bolak-balik:


Irata = (2/π) Imax

3. Rangkaian Resistif, Induktif, dan Kapasitif

a. Resistor (R)
Pada resistor murni, tegangan sefase dengan arus.
VR = I·R
b. Induktor (L)
Pada induktor murni, arus tertinggal 90° terhadap tegangan.
VL = I·XL, dengan XL = ωL

c. Kapasitor (C)
Pada kapasitor murni, arus mendahului 90° terhadap tegangan.
VC = I·XC, dengan XC = 1/(ωC)
4. Rangkaian RLC Seri
Jika resistor, induktor, dan kapasitor disusun seri pada sumber AC:
Z = √(R² + (XL - XC)²)
V = √(VR² + (VL - VC)²)
tan θ = (XL - XC)/R

Resonansi terjadi jika XL = XC, dengan frekuensi:


f = 1/(2π√(LC))

5. Daya pada Rangkaian AC


Daya pada rangkaian AC:
- Daya semu (S) = V·I
- Daya nyata (P) = V·I·cosθ
- Faktor daya = cosθ = R/Z

6. Contoh Soal dan Penyelesaian


Contoh 1:
Sebuah resistor 20 Ω dihubungkan ke sumber AC dengan tegangan maksimum 100 V.
Tentukan arus efektif!

Penyelesaian:
Vef = Vmax/√2 = 100/√2 = 70,7 V
Ief = Vef/R = 70,7 / 20 = 3,54 A

Contoh 2:
Sebuah induktor dengan L = 0,1 H dipasang pada sumber AC dengan f = 50 Hz. Hitung
reaktansi induktifnya!

Penyelesaian:
XL = 2πfL = 2π(50)(0,1) = 31,4 Ω

Contoh 3:
Sebuah rangkaian RLC seri terdiri dari R = 50 Ω, L = 0,2 H, dan C = 100 μF. Jika sumber AC
memiliki f = 50 Hz, tentukan impedansinya!

Penyelesaian:
XL = 2πfL = 2π(50)(0,2) = 62,8 Ω
XC = 1/(2πfC) = 1/(2π(50)(100×10⁻⁶)) = 31,8 Ω
Z = √(R² + (XL - XC)²) = √(50² + (62,8 - 31,8)²) = √(2500 + 961) = √3461 = 58,8 Ω

Anda mungkin juga menyukai