0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Struktur dan Ciri Teks Recount

Recount text adalah jenis tulisan yang menceritakan kembali kejadian atau peristiwa di masa lalu dengan tujuan memberikan informasi, menghibur, dan merefleksikan pengalaman. Struktur umumnya terdiri dari orientasi, rangkaian peristiwa, dan re-orientasi, serta menggunakan bahasa seperti past tense, personal pronouns, dan chronological connectives. Contoh penggunaan recount text termasuk narasi pribadi, laporan berita, dan catatan harian.

Diunggah oleh

IwanSetiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Struktur dan Ciri Teks Recount

Recount text adalah jenis tulisan yang menceritakan kembali kejadian atau peristiwa di masa lalu dengan tujuan memberikan informasi, menghibur, dan merefleksikan pengalaman. Struktur umumnya terdiri dari orientasi, rangkaian peristiwa, dan re-orientasi, serta menggunakan bahasa seperti past tense, personal pronouns, dan chronological connectives. Contoh penggunaan recount text termasuk narasi pribadi, laporan berita, dan catatan harian.

Diunggah oleh

IwanSetiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A recount text is a piece of writing that tells a story or describes past events,

aiming to inform or entertain the reader. It essentially retells a series of


events in a chronological order. Recount texts can be used to share personal
experiences, report news events, or document historical occurrences.

Key characteristics of a recount text:


• Chronological order: Events are presented in the order they happened.
• Past tense: Primarily uses past tense verbs to describe actions that have already
occurred.
• Personal pronouns: Often uses "I," "we," or other personal pronouns to indicate who
experienced the events.
• Focus on specific participants: Highlights the individuals involved in the recounted
events.
• Use of time connectives: Employs words like "then," "after," "before," "later," etc., to
link events together.
• Optional reorientation: May include a personal comment or reflection on the events
at the end.

Structure of a recount text:


1. Orientation: Introduces the background information, such as who was involved,
where and when the event took place.
2. Events: A series of events are described in chronological order, detailing what
happened.
3. Re-orientation: (Optional) Provides a concluding comment or reflection on the
events.
Examples of recount texts:
• Personal narratives of vacations, trips, or memorable experiences.
• News reports about past events.
• Historical accounts of significant events.
• Journal entries detailing daily activities.
Pengertian Recount Text

Recount text adalah jenis teks bahasa Inggris yang menceritakan kembali
kejadian atau peristiwa di masa lampau. Cerita tersebut dapat berupa aksi atau
aktivitas sebelum seseorang menuliskan teks.

Tujuan Recount Text (Purpose of Recount Text)

1. Memberikan informasi pada pembaca


Recount text dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang suatu
kejadian atau pengalaman di masa lalu pada orang lain. Dalam hal ini, informasi
tersebut bisa berupa laporan perjalanan, pengalaman pribadi, atau laporan
tentang suatu acara.

2. Menghibur pembaca
Seperti kebanyakan teks lain, recount text juga berfungsi untuk menghibur
pembaca. Pasalnya, jenis teks bahasa Inggris yang satu ini umumnya ditulis
untuk menceritakan sesuatu yang menyenangkan.

3. Merefleksikan suatu hal


Dalam beberapa kasus, teks recount bisa dijadikan sebagai media untuk
merefleksikan dan menganalisis peristiwa atau pengalaman tertentu. Inilah
alasan mengapa diary dan jurnal pribadi termasuk sebagai recount text.

4. Mendokumentasikan pengalaman penting


Selain melalui foto dan video, kamu juga dapat mengabadikan pengalaman
penting di masa lalu melalui teks recount.

5. Mempelajari sejarah
Dalam konteks pendidikan, recount text sering digunakan untuk mempelajari
dan memahami peristiwa sejarah.

Generic Structure of Recount Text (Struktur Recount Text)

Generic structure of recount text ada tiga, yaitu orientation berupa


pengenalan, series of event yang berisi rangkaian cerita, serta re-
orientation yang menuangkan rangkuman dan ending dari keseluruhan isi
cerita.
1. Orientation

Kamu sadar nggak, kalau sebagian besar teks akan diawali dengan orientation.
Dalam bahasa Indonesia, artinya orientasi alias pengenalan. Sudah pasti, isi
dari orientation adalah informasi mengenai tokoh atau karakter, lokasi,
waktu kejadian, etc.

Melalui orientation, harapannya pembaca dapat memahami jalan/alur cerita dari


penulis. Contoh orientation dalam recount text:

A few years ago, I had the opportunity to go on a vacation to one of my dream


countries, Turkey. I went there with my husband. We departed from
Soekarno-Hatta Airport in Tangerang. We had a very long flight for around
12 hours by Turkish Airlines and we landed at Istanbul Airport, Istanbul.

Dapat kita lihat dari potongan paragraf di atas, bahwa penulis


mengenalkan tokoh, lokasi, dan juga waktu peristiwa yang akan
diceritakan.
2. Series of Events

Kamu familiar dengan kata events? Yes, event adalah kejadian,


sedangkan series berarti rangkaian. Dalam bagian ini, penulis akan
menuliskan rangkaian mengenai peristiwa/kejadian yang mereka alami
(inti dari recount text).

Selain itu, biasanya para author mengungkapkan personal remarks on the


events, alias pernyataan pribadi mengenai cerita yang ditulis. Contoh
paragrafnya seperti ini:

On the first day, due to exhaustion, we just stayed at the hotel near Hagia
Sophia to rest. The next day, we left for Taksim to visit one of the popular
destinations, Galata Tower. We saw a lot of shopping centers and local
authentic cafes there. After that, we visited one of the Malaysian restaurants
that I really wanted to visit in the Blue Mosque area.

3. Re-orientation

Dalam membuat recount text, akhir dari sebuah cerita disebut dengan re-
orientation. Pada bagian ini, penulis akan menuangkan rangkuman dan
kesimpulan dari keseluruhan cerita sekaligus memberitahu ending-nya
(sad/happy). Jika ada, author juga akan menambahkan kesan dan pesan untuk
pembaca. Contoh sederhana dari re-orientation:
A trip to Turkey a few years ago was an experience I will never forget for the
rest of my life. The bonus, two weeks after arriving in Indonesia, God trusts
us to have the child. We think that having quality time with a partner is very
important.

Language Features of Recount Text (Kaidah Kebahasaan Recount Text)

1. Using simple past tense

Kamu masih ingat dengan tenses ini, kan? Yap, dalam recount text bahasa
inggris, sebagian besar cerita diisi menggunakan kalimat simple past
tense untuk menunjukkan aktivitas di masa lampau.

Pola kalimatnya terbagi menjadi dua, yaitu ada verbal sentence dengan
rumus subject + verb 2 + complement dan nominal sentence yang
rumusnya subject + be + complement. Kalau lupa, cek lagi artikel Simple Past
Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh Kalimat ya! Ini contoh
kalimatnya:

Last week, my friends and I went to Jogja.


(Minggu lalu, saya dan teman-teman pergi ke Jogja.)

Went merupakan bentuk simple past tense dari go.

2. Using specific participant

Recount text juga erat hubungannya dengan specific participant, yaitu sesuatu
yang memiliki objek tertentu, tidak bersifat umum, dan unik (hanya ada
satu). Contohnya antara lain Istanbul Airport, Borobudur Temple, Muara
Angke, Geusan Ulun Museum, etc.

3. Using personal participant

Personal participant contohnya seperti I, my group, my friends, my


husband, etc. Dalam recount text, biasanya personal participant akan muncul
di bagian orientation sebagai pengenalan tokoh ataupun karakter dalam cerita.

4. Using action verb

Mengutip dari artikel 11 Tipe Kata Kerja Bahasa Inggris (Verb) Beserta
Contohnya, action verb adalah kata kerja yang merujuk pada tindakan yang
kamu lakukan dan bisa terlihat oleh orang lain. Verb ini dikenal juga
dengan dynamic verb. Contoh kalimatnya:

First, we visited Parangtritis beach.


(Pertama, kami mengunjungi pantai Parangtritis.)

Visited adalah kata kerja yang bisa terlihat oleh orang lain.

5. Using linking verb

Masih soal kata kerja, sebagai teks yang menceritakan rangkaian peristiwa tentu
tak lepas dari linking verb, yaitu kata kerja yang menghubungkan antara
subjek dan keterangan.

Tapi, yang harus digarisbawahi adalah, linking verb digunakan untuk


memberi keterangan deskriptif dan identitas dari subjek. Jadi, bukan
merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh subjek.

Beberapa contoh yang termasuk linking verb adalah be, become, seem,
appear, grow. Be terdiri dari is, am, dan are untuk simple present tense.
Sementara itu, yang berlaku pada recount text adalah bentuk simple past
tense–nya, yaitu was dan were. Contoh kalimatnya:

Yesterday, I was busy towards the end of the month and I had to work late.
(Kemarin, saya sibuk menjelang akhir bulan dan saya harus bekerja lembur.)

Di sana, was berfungsi untuk menghubungkan antara I dan busy towards the
end of the month.

6. Using chronological connection/sequence connective

Chronological connection atau yang dikenal juga sebagai chronological


connector/connector of sequence adalah kata sambung yang digunakan
untuk menyatakan urutan terjadinya peristiwa. Tentunya kaidah ini sejalan
dengan definisi dari recount text itu sendiri.

Chronological connector berguna untuk menyatakan aktivitas yang terjadi


lebih dulu dan mana yang terjadi selanjutnya. Kata sambung ini
memudahkan pembaca untuk memahami urutan peristiwa secara keseluruhan.
Contoh chronological connector adalah then, next, in the end, in addition, dan
lain sebagainya. Perhatikan contoh berikut ini:

We looked around in that Zoo, and also took pictures of those animals. Then,
we felt hungry, so we went to a restaurant.
(Kami melihat-lihat di Kebun Binatang itu, dan juga memotret binatang-
binatang itu. Kemudian, kami merasa lapar, jadi kami pergi ke restoran.)

7. Using conjunction

Conjunction adalah bagian dari part of speech yang tugasnya


adalah menghubungkan dua kata, frasa, atau kalimat. Contoh-
contoh conjunction dalam recount text adalah and, or, until, although, while,
but, and many more. Begini jika diaplikasikan dalam kalimat:

One of my friends warned me that Samyang was very spicy, but I didn’t want to
listen to her.
(Salah satu teman saya memperingatkan saya bahwa Samyang sangat
pedas, tetapi saya tidak mau mendengarkannya.)

8. Using adverbs

Secara sederhana, adverbs adalah kata keterangan. Ia memberikan lebih


banyak informasi atau mendeskripsikan lebih detail dari kata kerja, kata
sifat, dan kata lainnya. Contoh extremely, carefully, slowly, etc. Kalau dalam
kalimat, contohnya adalah:

She walked carefully.


(Dia berjalan dengan hati-hati.)

Carefully berperan untuk menerangkan kata kerja walked.

9. Using adverb(ial) phrase

Loh, apa bedanya adverbial phrase dan adverb? Sekilas memang sulit untuk
membedakannya, guys. Adverbial phrase adalah frasa yang bersifat adverb,
alias frasa yang fungsinya menjelaskan. Kalau adverb adalah bagian
kalimat yang fungsinya menjelaskan keseluruhan kalimat, verb,
adjective, atau adverb lain.

Nah, adverbial phrase adalah bagian dari adverb, tapi nggak selalu satu kata
dan biasanya merupakan bagian dari klausa atau frasa. Adverbial phrase itu
sendiri jenisnya beragam, tapi yang paling banyak digunakan dalam
teks recount adalah adverb phrase of time dan adverb phrase of place yang
berfungsi untuk menerangkan waktu dan tempat kejadian. Yuk, simak baik-baik
contoh di bawah ini:

• Adverb phrase of time: Camelia found her book in the classroom. (Camelia
menemukan bukunya di kelas.)
• Adverb phrase of place: My team won the volleyball tournament last week.
(Tim saya memenangkan turnamen bola voli minggu lalu.)

10. Using time connectives and sequence connective

Jadi guys, connectives ini adalah kata atau frasa yang menghubungkan
bagian kata, frasa, klausa atau kalimat. Kalau kamu lihat lagi di point
nomor 6 dan 7, mereka adalah bagian dari connectives. Adapun time
connectives contohnya adalah in the meantime, the next day, dsb.

Selain itu, ada juga sequence connective untuk mengurutkan sebuah


informasi berdasarkan langkahnya. Contoh: before, after, then, first, second,
third, finally, at last.

Common questions

Didukung oleh AI

Struktur umum dari teks recount terdiri dari tiga bagian: 1) Orientation, yang memperkenalkan siapa yang terlibat, di mana, dan kapan peristiwa terjadi, 2) Events, yang menceritakan urutan kejadian yang dialami, dan 3) Re-orientation, yang memberikan rangkuman dan kesimpulan dari keseluruhan cerita serta bisa menambahkan kesan atau pesan .

Penggunaan tense yang tepat penting untuk menjaga konsistensi dan kejernihan kronologi kejadian dalam teks. Dalam teks recount, simple past tense umumnya digunakan untuk menunjukkan kejadian di masa lampau, membantu pembaca mengidentifikasi bahwa peristiwa telah selesai terjadi .

Unsur temporal, atau penghubung waktu, digunakan untuk menunjukkan urutan kejadian dalam teks recount. Contoh penggunaan unsur temporal termasuk kata-kata seperti 'then', 'after', 'before', dan 'later', yang membantu pembaca mengikuti alur cerita dengan lebih jelas .

Konjungsi dalam teks recount berfungsi untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau kalimat sehingga informasi dapat disampaikan secara runtut dan koheren. Contoh konjungsi adalah 'and', 'but', dan 'although', yang digunakan untuk menghubungkan bagian-bagian kalimat dan memberikan makna tambahan bagi cerita .

Personal pronoun seperti 'I' atau 'we' sering digunakan dalam teks recount untuk menunjukkan pengalaman pribadi atau sudut pandang penulis, membantu menciptakan hubungan emosional yang lebih kuat dengan pembaca karena memberikan kesan bahwa penulis membagikan pengalaman langsung mereka .

Penggunaan chronological connectors membantu pembaca untuk mempertahankan pemahaman yang jelas tentang urutan kejadian dan hubungan antar peristiwa dalam teks recount, menjadikan cerita lebih mudah diikuti dan koheren, sehingga pembaca dapat dengan mudah membayangkan dan menghubungkan setiap bagian dari alur cerita .

Action verb dalam teks recount digunakan untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek, membuat cerita lebih dinamis dan konkret, sedangkan linking verb berfungsi menghubungkan subjek dengan keterangan atau deskripsi, memberikan identitas atau menjelaskan keadaan subjek tanpa menunjukkan aksi .

Teks recount adalah jenis teks yang menceritakan kembali kejadian atau peristiwa di masa lampau dengan menggunakan urutan kronologis. Tujuan utama teks recount adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian di masa lalu, menghibur pembaca, merefleksikan suatu hal, mendokumentasikan pengalaman penting, dan untuk mempelajari sejarah .

Personal remarks dalam teks recount digunakan untuk memberikan pandangan subjektif penulis terhadap peristiwa yang diceritakan, sering kali menambah kekuatan emosional dan kekayaan naratif pada cerita dengan membiarkan penulis merefleksikan dampak atau makna dari kejadian tersebut .

Adverb adalah kata yang menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya, seperti 'carefully'. Sementara adverbial phrase adalah frasa yang berfungsi sebagai adverb, seperti 'in the classroom', menjelaskan lebih detail konteks waktu dan tempat dalam teks recount .

Anda mungkin juga menyukai