0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan1 halaman

Kehilangan Teman Sejati Dinda

Dita menceritakan persahabatannya dengan Dinda, yang selalu ceria dan memberinya semangat meskipun diejek teman-temannya. Namun, Dinda tiba-tiba menghilang dan tidak masuk sekolah, membuat Dita merasa bingung dan kesepian. Tanpa Dinda, hidup Dita menjadi sulit dan penuh kesedihan.

Diunggah oleh

ayuretno527
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan1 halaman

Kehilangan Teman Sejati Dinda

Dita menceritakan persahabatannya dengan Dinda, yang selalu ceria dan memberinya semangat meskipun diejek teman-temannya. Namun, Dinda tiba-tiba menghilang dan tidak masuk sekolah, membuat Dita merasa bingung dan kesepian. Tanpa Dinda, hidup Dita menjadi sulit dan penuh kesedihan.

Diunggah oleh

ayuretno527
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kepergian Sahabatku

Dia sering mengajakku ke rumahnya, dan aku pun sering mengajaknya ke


rumahku. Ia bernama Dinda dan aku bernama Dita. Aku suka bercerita tentang
hidupku kepadanya, itu karena ia bisa memberiku nasihat dan membuatku
semangat, biarpun diejek teman-temanku.
Dinda adalah tipe orang yang ceria. Ia selalu ceria walapun ada yang nakal
kepadanya maupun jail. Tidak seperti aku diejek sudah merasa…
eeeeehhhhmmmm.
Pada suatu hari, Dinda mengajakku jalan-jalan ke tempat bermain, aku sangat
senang. Kami bermain sepuasnya, semua permainan kami coba, dari komedi
putar hingga roller coaster. Sampai-sampai kami lupa waktu.
Sekarang sudah sore, akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing. Selama
aku tetap bersamanya, hidupku akan terasa senang dan bahagia biar diejek
teman-temanku karena ada Dinda yang selalu menghiburku.
Namun, suatu hari ia tak masuk sekolah. Pulang sekolah aku ke rumahnya, tapi
kosong. Aku sangat bingung, kenapa hari ini Dinda tak ada, biasanya kalau ia
mau pergi ia selalu memberi tahuku, tapi kali ini tidak. Aku bingung sekali.
Besok harinya, di sekolah Dinda masih tidak hadir. Aku pun kembali lagi ke
rumahnya dan masih tidak ada orang-nya. Besok harinya lagi ia tetap tidak
masuk sekolah.
Setiap hari aku menunggnya di sekolah tapi ia tak kunjung hadir. Setiap hari aku
juga ke rumahnya dan masih tak ada orang. Akhirnya, hari-hariku ku lewati
sendirian, tidak lagi bersamanya. Hari-hari pun berjalan dengan buruk. Tak ada
yang mau menjadi temanku, mungkin… karena hidupku yang miskin.

Anda mungkin juga menyukai