0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Struktur dan Tujuan Teks Eksposisi Analitis

Diunggah oleh

Ika Mustikawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Struktur dan Tujuan Teks Eksposisi Analitis

Diunggah oleh

Ika Mustikawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Analytical Exposition Text

Exposition text adalah sebuah teks yang menyajikan satu sudut


pandang tentang sebuah isu. Exposition text umumnya dapat kita temukan
di artikel ilmiah, jurnal, majalah, dan bagian tajuk rencana atau editorial suatu
koran / media massa

Sedangkan analytical exposition text adalah sebuah teks yang


berisikan pendapat penulis tentang hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Baik itu
suatu benda, tempat, ataupun kejadian, tanpa mengajak pembaca untuk
melakukan sesuatu. Lebih jelasnya kalian dapat menyimak
pengertian analytical exposition di gambar berikut:

Dari pengertian di atas, kita bisa tahu kalau analytical exposition text berisi
pemikiran penulis tentang hal-hal yang terjadi di sekitarnya , baik benda, kejadian,
ataupun tempat. Teks ini termasuk dalam argumentative text karena
menunjukkan suatu pendapat (argumen) terhadap sesuatu. .

Baca juga: Penjelasan dan Contoh Kalimat Asking and Giving Suggestion

Tujuan Analytical Exposition Text

Oke, kita udah tau tentang apa itu analytical exposition text. Tapi mungkin kamu
bertanya-tanya, what is the purpose of analytical exposition text? Well, the main
purpose of analytical exposition text is to persuade the reader that the issue is an
important matter.

Singkatnya tujuan dari analytical exposition text yakni untuk meyakinkan


pembaca bahwa topik yang dihadirkan adalah topik yang penting untuk dibahas .
Kamu perlu ingat, kalau analytical exposition text tidak “berusaha” untuk
mengubah sudut pandang pembacanya, ya. Jadi, teks ini murni hanya berisi
pendapat penulis.

Baca juga: Memahami Pola dan Contoh Kalimat Future Perfect Tense
Struktur Analytical Exposition Text

“Terus, kalau aku mau buat analytical exposition text, gimana caranya?” Tenang
aja guys! Sekarang kita akan membahas struktur atau generic structure
analytical exposition text. Analytical exposition text terdiri dari 3 bagian,
yakni thesis, arguments, dan reiteration. Simak penjelasannya masing-masing
bagian ini ya:

1. Thesis

Pada bagian ini, thesis adalah bagian yang memberitahu pembaca


tentang topik utama dan sudut pandang penulis. Thesis selalu bisa kamu temukan
di paragraf pertama teks.

Di bagian ini, pembaca juga bisa melihat mengapa penulis memberikan


pendapat terhadap hal yang menjadi topiknya.

2. Arguments

Di paragraf selanjutnya, kamu bisa menemukan


bagian arguments. Arguments adalah pendapat untuk mendukung topik
utama yang telah disampaikan sebelumnya. Biasanya dalam analytical
exposition terdapat lebih dari dua argumen.

Semakin banyak argumen yang ditampilkan, pembaca akan semakin percaya


bahwa topik yang dibahas adalah topik yang penting atau membutuhkan
perhatian.

3. Reiteration

Setelah bagian thesis dan arguments sudah dipaparkan, tentu saja ditutup
dengan kesimpulan atau reiteration. Bagian ini selalu terletak di akhir teks dan
menjadi paragraf penutup tulisan.
Reiteration adalah penegasan kembali posisi dan pendapat penulis terhadap topik
utama. Reiteration juga sering disebut sebagai conclusion, yang mana artinya
adalah kesimpulan.

Baca juga: Cara Membuat Formal Letter dalam Bahasa Inggris

Kaidah Kebahasaan Analytical Exposition Text

Selain struktur, kamu juga harus tahu tentang kaidah kebahasaan


atau language features dalam penulisan analytical exposition text. Kaidah
kebahasaannya adalah berikut ini:

1. Penulisan analytical exposition text menggunakan simple present tense.

2. Menggunakan kata-kata yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulis,


contohnya: experience, feel, know, realize, sense, think, dll.

3. Menggunakan connective words yaitu kata


penghubung. Penggunaan connective words bertujuan untuk menghubungkan
antar ide, baik itu frasa, klausa, kalimat, maupun paragraf.

 Connective words ini banyak fungsinya. 3 fungsi dari kata hubung yang paling
sering dipakai dalam analytical exposition text adalah:
 Adding information, yaitu menambahkan informasi. Contohnya seperti and,
moreover, in addition, dan also.
 Contrasting information, yaitu mengkontraskan sesuatu. Contohnya seperti but,
however, dan even though.
 Causality, yaitu menunjukkan sebab-akibat. Contohnya seperti because, therefore,
thus, consequently, despite, due to, for that reason, dll.

Baca juga: Cara Menyampaikan Larangan (Expressing Prohibition)

Contoh Analytical Exposition Text


Agar kamu semakin paham, coba kamu lihat contoh analytical exposition text di
bawah ini:

Anda mungkin juga menyukai