Standar Operasional Prosedur Intradialytic Stretching Exercise
1. Pengertian Intradialytic stretching exercise adalah serangkaian latihan
peregangan yang dilakukan selama pasien menjalani sesi
hemodialisis dengan tujuan untuk mengurangi gejala
seperti kram otot pada pasien hemodialisis (Ariyanti et al.,
2021).
2. Tujuan Untuk mengurangi kekakuan otot, meningkatkan
fleksibilitas, dan mengurangi gejala seperti kram otot pada
pasien hemodialisis.
3. Prosedur 1. Mencuci tangan
2. Memberikan salam terapeutik
3. Memperkenalkan diri
4. Validasi klien
5. Memberikan posisi nyaman pasien
6. Lakukan pengukuran tingkat kram otot dengan cramp
questionnaire chart and visual analogue scale
7. Pasien dilakukan terapi intradialytic stretching exercise
selama 20 menit, terdiri dari tiga tahapan yaitu gerakan
pemanasan, inti, dan pendinginan, diantaranya:
a. Tahapan Pemanasan (6 Menit)
1) Posisi berbaring terlentang, lengan berada di
samping tubuh. Gerakan pergelangan tangan
berputar secara bergantian pada kedua arah.
2) Posisi berbaring terlentang, lengan berada di
samping tubuh dengan telapak tangan
menghadap ke atas. Gerakan menekuk lengan
(fleksi) hingga telapak tangan menyentuh bahu.
3) Posisi berbaring terlentang, lengan ditekuk
dengan telapak tangan di bahu. Gerakan bahu
berputar-putar secara bergantian pada kedua
arah, lengan bergerak ke atas sambil menarik
napas, dan ke bawah sambil menghembuskan
napas.
b. Tahapan Inti (12 Menit)
4) Posisi berbaring terlentang, lengan berada di
samping tubuh. Gerakan meregangkan lengan ke
atas dan kaki ke bawah, tarik napas, lepaskan,
dan hembuskan. Lakukan peregangan secara
diagonal secara bergantian pada satu kaki dan
satu lengan.
5) Posisi berbaring terlentang, lengan berada di
samping tubuh. Gerakan meregangkan lengan ke
atas dan kaki ke bawah, tarik napas, lepaskan,
dan hembuskan. Lakukan peregangan secara
diagonal secara bergantian pada satu kaki dan
satu lengan.
6) Posisi berbaring terlentang, lengan berada di
samping tubuh. Gerakan menekuk lutut (fleksi),
tarik napas, regangkan kaki ke atas, dan
hembuskan napas. Tekuk lutut lagi, tarik napas,
kembali ke posisi awal dan hembuskan napas.
7) Posisi berbaring terlentang dengan lutut ditekuk,
lengan di samping tubuh. Gerakan menjaga
punggung bawah tetap rata di bed, kaki secara
bergantian membentuk gerakan bersepeda.
8) Posisi berbaring terlentang. Gerakan menekuk
satu kaki (fleksi) dengan lengan menggenggam di
bawah lutut, tarik napas. Tarik kaki ke arah dada,
kaki lainnya regangkan ke bawah, dan
hembuskan napas. Lakukan hal yang sama ke sisi
lainnya.
9) Posisi berbaring terlentang, lengan berada di
samping tubuh, dan kaki ditekuk dan disilangkan.
Gerakan menarik napas dam hembuskan napas
sambil miringkan kedua kaki ke samping, secara
bergantian ke kanan dan kiri.
c. Tahapan Pendinginan (2 Menit)
10) Posisi berbaring terlentang, lutut ditekuk
dengan kaki rata di bed, lengan di samping
tubuh. Gerakan menarik napas, turunkan lutut ke
samping ke arah bed sambil menghembuskan
napas.
Keterangan: setiap gerakan dihitung selama 8-
15 kali hitungan dan dilakukan berulang-ulang
sampai dengan batas waktu yang telah
ditentukan.
8. Mencuci tangan
9. Lakukan pengukuran ulang tingkat kram otot dengan
cramp questionnaire chart and visual analogue scale
10. Kaji respon pasien setelah dilakukan terapi
intradialytic stretching exercise
11. Ucapkan terimakasih
12. Dokumentasikan hasil
4. Evaluasi 1. Respon pasien setelah terapi intradialytic stretching
exercise
2. Tingkat kram otot sebelum dan sesudah terapi
intradialytic stretching exercise
3. Komplikasi tindakan setelah terapi intradialytic
stretching exercise
5. Sumber Mahrova, A., dan Svagrova, K. (2013). Exercise Therapy–
Additional Tool For Managing Physical And Psychological
Problems On Hemodialysis. In Hemodialysis. IntechOpen.