PERTIDAKSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPtLDV)
Pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu pertidaksamaan yang di dalamnya memuat
dua variabel dengan pangkat tertinggi dari masing-masing variabel adalah satu. Bentuk umum
dari pertidaksamaan linear dua variabel dapat dinyatakan sebagai berikut:
● ax + by < c
● ax + by > c
● ax + by \leq c
● ax + by \geq c
Dimana:
● x dan y adalah variabel.
● a dan b adalah koefisien dari variabel x dan y.
● c adalah konstanta.
Solusi dari pertidaksamaan ini tidak hanya berupa satu nilai, melainkan berupa suatu daerah
penyelesaian (himpunan semua titik (x,y) yang memenuhi pertidaksamaan tersebut). Daerah
penyelesaian ini biasanya digambarkan pada bidang Kartesius.
Langkah-langkah Menentukan Daerah Penyelesaian
Untuk menentukan daerah penyelesaian dari sebuah pertidaksamaan linear dua variabel, ikuti
langkah-langkah berikut:
1. Menggambar Garis Batas: Ubah tanda pertidaksamaan (<, >, ) menjadi tanda sama
dengan (=) untuk mendapatkan persamaan garis linear. Contoh: 3x + 2y > 6 menjadi 3x +
2y = 6. Kemudian, gambarlah garis lurus dari persamaan tersebut pada bidang Kartesius.
2. Menentukan Jenis Garis:
○ Jika pertidaksamaan menggunakan tanda < atau >, gambarlah garis putus-putus.
Ini menandakan bahwa titik-titik pada garis tersebut tidak termasuk dalam daerah
penyelesaian.
○ Jika pertidaksamaan menggunakan tanda atau , gambarlah garis utuh (tidak
putus-putus). Ini menandakan bahwa titik-titik pada garis tersebut termasuk dalam
daerah penyelesaian.
3. Uji Titik: Pilih satu titik uji yang tidak berada pada garis batas (titik yang paling umum
digunakan adalah (0,0) jika garis tidak melalui titik tersebut). Kemudian, substitusikan
koordinat titik uji tersebut ke dalam pertidaksamaan awal.
○ Jika hasil substitusi benar, maka daerah penyelesaian adalah daerah yang
memuat titik uji tersebut.
○ Jika hasil substitusi salah, maka daerah penyelesaian adalah daerah di sisi lain
dari garis yang tidak memuat titik uji.
4. Mengarsir Daerah Penyelesaian: Beri arsiran pada daerah yang telah ditentukan
sebagai daerah penyelesaian pada langkah sebelumnya. Beberapa konvensi mengarsir
daerah yang tidak memenuhi (sehingga daerah bersih adalah daerah penyelesaian),
namun konvensi yang lebih umum adalah mengarsir daerah yang memenuhi
pertidaksamaan.
Contoh Soal
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 2x + 3y 6.
Penyelesaian:
1. Gambarkan garis batas: Ubah pertidaksamaan menjadi persamaan garis 2x + 3y = 6.
○ Cari titik potong dengan sumbu-x (ketika y=0):
○ Cari titik potong dengan sumbu-y (ketika x=0):
○ Hubungkan titik (3,0) dan (0,2) dengan garis lurus. Karena pertidaksamaannya ,
garisnya utuh.
2. Uji Titik: Pilih titik uji (0,0). Substitusikan ke dalam pertidaksamaan 2x + 3y 6.
○ 2(0) + 3(0) 6
○ 0 6
○ Pernyataan ini benar.
3. Arsir Daerah Penyelesaian: Karena titik (0,0) menghasilkan pernyataan yang benar,
maka daerah penyelesaian adalah daerah yang memuat titik (0,0). Arsirlah daerah di
bawah garis 2x+3y=6.