0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Metode CREATE dalam Pembelajaran Efektif

Metode CREATE mengusulkan penggabungan, pembalikan, pengurangan, penggantian, pemutaran, dan penguraian dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Pendekatan ini mendukung penguasaan keterampilan, pemahaman identitas siswa, dan kreativitas melalui berbagai metode seperti Project Based Learning dan flipped learning. Dengan memanfaatkan teknologi digital, proses administrasi dan pembelajaran dapat dioptimalkan, memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Diunggah oleh

canopinopus3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Metode CREATE dalam Pembelajaran Efektif

Metode CREATE mengusulkan penggabungan, pembalikan, pengurangan, penggantian, pemutaran, dan penguraian dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Pendekatan ini mendukung penguasaan keterampilan, pemahaman identitas siswa, dan kreativitas melalui berbagai metode seperti Project Based Learning dan flipped learning. Dengan memanfaatkan teknologi digital, proses administrasi dan pembelajaran dapat dioptimalkan, memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Diunggah oleh

canopinopus3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode CREATE

Nama :
Sekolah :

Metode CREATE

Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada. Contohnya pada pembelajaran
teori dan praktik yang sering
pembelajaran yang bisa “digabungkan”,
dipisahkan, sebenarnya bisa
misalnya dari A dan B menjadi AB? digabungkan menjadi satu kesatuan
melalui Project Based Learning
(PjBL) atau teaching factory. Dengan
cara ini, siswa tidak hanya mempelajari
teori di kelas, tetapi langsung
menerapkannya dalam bentuk produk
atau proyek nyata.
Selain itu, mata pelajaran yang saling
berkaitan seperti matematika terapan
dengan mata pelajaran kejuruan, atau
kewirausahaan dengan praktik
produksi, bisa digabungkan dalam satu
kegiatan terpadu. Hal ini dapat
menghemat waktu, biaya, serta
membuat pembelajaran lebih
bermakna.
Penggabungan ini juga mendukung
mastery (penguasaan keterampilan
lebih utuh), identity (pemahaman peran
siswa sebagai calon tenaga kerja yang
kompeten), dan creativity (kemampuan
menghubungkan berbagai pengetahuan
untuk menghasilkan inovasi baru).
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada. Misalnya dalam proses
pembelajaran teori dan praktik. Selama
pembelajaran yang bisa “dibalik”, misalnya
ini umumnya siswa belajar teori terlebih
dari A – B menjadi B - A? dahulu (A), baru kemudian praktik (B).
Namun, pola ini bisa dibalik: siswa
mencoba praktik sederhana terlebih
dahulu (B), lalu baru diberikan
penjelasan teori (A). Model ini sering
disebut flipped learning atau
experiential learning.
Selain itu, dalam penyusunan proyek
atau produk, biasanya siswa diberi
materi lengkap dahulu baru membuat
produk. Proses ini bisa dibalik dengan
meminta siswa mencoba membuat
rancangan/produk dulu, kemudian
Metode CREATE

merefleksi kesalahannya dengan teori.


Pendekatan terbalik ini dapat
menumbuhkan creativity (berani
mencoba dan bereksperimen),
memperkuat identity (rasa percaya diri
sebagai pembelajar aktif), serta tetap
membangun mastery (pemahaman
teori lebih mendalam karena terkait
langsung dengan pengalaman nyata).
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada. Contohnya pada pembelajaran
praktik dan administrasi laporan.
pembelajaran yang bisa “dihilangkan”
Selama ini siswa sering diminta
(seluruhnya atau cuma sebagian), misalnya membuat laporan praktik yang sangat
AB menjadi A sedangkan B dihilangkan atau panjang dan detail (AB). Bagian laporan
tertulis (B) sebenarnya bisa diperkecil
menjadi Ab (dengan B diperkecil menjadi (b) atau disederhanakan menjadi format
b)? ringkas, sehingga siswa tetap berlatih
dokumentasi tanpa menghabiskan
terlalu banyak waktu, sementara fokus
utama tetap pada praktik (A).
Selain itu, beberapa tahapan
administrasi pembelajaran yang
sifatnya berulang atau hanya formalitas
dapat dikurangi, misalnya pengumpulan
tugas dalam bentuk cetak bisa
dihilangkan dan diganti dengan sistem
digital. Dengan begitu, proses lebih
efisien tanpa mengurangi substansi
pembelajaran.
Pengurangan ini justru dapat membuat
siswa lebih fokus pada mastery
(penguasaan keterampilan utama),
tetap menumbuhkan identity (disiplin
dan tanggung jawab meski prosedur
dipangkas), dan membuka ruang untuk
creativity (mencari cara lebih efektif dan
efisien dalam belajar maupun bekerja).

Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada. Misalnya pada presensi,
penilaian, dan pengumpulan tugas yang
pembelajaran yang bisa “diganti” misalnya
sebelumnya dilakukan secara manual,
dari manual ke digital atau dari luring bisa diganti dengan sistem digital
menjadi daring? melalui aplikasi seperti Google
Classroom, LMS sekolah, atau platform
serupa.
Selain itu, kegiatan rapat guru,
Metode CREATE

bimbingan siswa, maupun diskusi


kelompok yang tidak selalu harus tatap
muka dapat diganti dengan pertemuan
daring menggunakan aplikasi
konferensi online. Beberapa materi teori
juga bisa diberikan melalui modul digital
atau video pembelajaran, sehingga
waktu tatap muka di kelas bisa lebih
fokus untuk diskusi dan praktik.
Perubahan ini tidak hanya menghemat
waktu dan biaya, tetapi juga
meningkatkan literasi digital siswa dan
guru. Dengan begitu, tujuan mastery
(penguasaan keterampilan baru),
identity (adaptasi sebagai pembelajar
abad 21), serta creativity
(memanfaatkan teknologi untuk
menemukan solusi efektif) dapat
tercapai.
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada. Misalnya pada proses
administrasi pembelajaran yang semula
pembelajaran yang bisa “diputar” misalnya
dilakukan secara manual (pengumpulan
dari A – B – C menjadi A – C – B agar lebih tugas, presensi, penilaian), bisa diganti
efisien? menjadi digital menggunakan Learning
Management System (LMS), Google
Classroom, atau aplikasi serupa.
Selain itu, pengumpulan laporan dan
ujian tertentu yang tidak memerlukan
praktik langsung juga bisa diganti dari
luring ke daring, sehingga lebih efisien
waktu dan biaya. Begitu pula dengan
rapat guru atau bimbingan siswa yang
bisa dilakukan secara online meeting
jika tidak memungkinkan bertemu tatap
muka.
Perubahan ini mendukung efisiensi dan
membuka peluang untuk
mengembangkan mastery (penguasaan
teknologi digital), identity (adaptasi
sebagai generasi pembelajar modern),
serta creativity (memanfaatkan
teknologi untuk mencari solusi baru
dalam pembelajaran).
Apakah ada proses kerja atau proses Ya, ada. Misalnya pada pembelajaran
praktik kejuruan yang awalnya
pembelajaran yang bisa “diurai” menjadi
dilakukan dalam satu tahap panjang
Metode CREATE

beberapa proses yang baru, misalnya dari (P1), dapat diurai menjadi beberapa
tahapan lebih kecil (P11, P12, dst).
P1 diurai menjadi P11 dan P12?
Contoh: praktik pembuatan produk
yang biasanya dilakukan sekaligus dari
awal sampai akhir, bisa diurai menjadi
tahapan persiapan alat & bahan (P11),
proses produksi (P12), dan pengecekan
kualitas/hasil (P13).
Begitu juga dalam penyusunan laporan
proyek, yang awalnya berupa satu
dokumen lengkap, bisa dipecah
menjadi beberapa bagian: laporan
perencanaan (P11), laporan
pelaksanaan (P12), dan laporan
evaluasi (P13).
Penguraian ini membantu siswa belajar
lebih sistematis, memudahkan guru
dalam melakukan evaluasi, serta
memberi ruang bagi pengembangan
mastery (penguasaan bertahap dan
mendalam), identity (tanggung jawab
pada setiap tahap), dan creativity
(kesempatan menemukan inovasi di
tiap langkah proses).

Anda mungkin juga menyukai