0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan87 halaman

Penetapan Kurikulum RA 2025/2026

Dokumen ini berisi Surat Keputusan Kepala RA tentang penetapan Kurikulum Raudhatul Athfal (KRA) untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang bertujuan untuk memperlancar pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Kurikulum ini mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam dan berbasis cinta, serta mengintegrasikan dimensi profil lulusan dengan kearifan lokal. Selain itu, dokumen ini mencakup rekomendasi pengawas dan pengesahan kurikulum yang telah diverifikasi untuk diterapkan di RA.

Diunggah oleh

masithoh.rjd20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan87 halaman

Penetapan Kurikulum RA 2025/2026

Dokumen ini berisi Surat Keputusan Kepala RA tentang penetapan Kurikulum Raudhatul Athfal (KRA) untuk tahun pelajaran 2025/2026, yang bertujuan untuk memperlancar pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Kurikulum ini mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam dan berbasis cinta, serta mengintegrasikan dimensi profil lulusan dengan kearifan lokal. Selain itu, dokumen ini mencakup rekomendasi pengawas dan pengesahan kurikulum yang telah diverifikasi untuk diterapkan di RA.

Diunggah oleh

masithoh.rjd20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sampul

Kurikulum
RA MASITOH REJODADI
KAB CILACAP
DOKUMEN 1
LOGO KEMENAG
Nama :
Nam:
Npsn
Status akreditasi
Thn ajaran
Alamat

Rekomendasi pengawas
Pengesahan

1
YAYASAN

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA RA ................................
NOMOR ......................

HALAMAN SK PENETAPAN KSP


TENTANG
PENETAPAN KURIKULUM ....................................
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Kepala T..........................
Menimbang : a. Dalam rangka memperlancar proses
pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan
sebagai bentuk Implementasi Kurikulum
Merdeka dalam rangka pemulihan
pembelajaran di .................... perlu dibentuk
Tim Pengembang Kurikulum.
b. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib
serta kelancaran tugas Tim Pengembang
Kurikulum Satuan Pendidikan perlu diatur
dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah.
Mengingat : 1. Keputusan Menteri Pendidikan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor
262/M/2022 Tentang Perubahan Atas
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022
Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam
Rangka Pemulihan Pembelajaran.
2. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12
Tahun 2024 tentang Kurikulum pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
3. KMA 450.....................
4. Kurikulum ......................................................
tahun pelajaran

2
2025/2026 ..................................... yang telah
disahkan pada tanggal 19 Mei 2025.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA ............................ TENTANG
PENETAPAN
KURIKULUM ..............................................TAHUN
PELAJARAN 2025/2026.
Pertama : Menetapkan Susunan dan Tugas Tim
Pengembang Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun
Pelajaran 2025/2026 sebagaimana pada Lampiran
I Surat Keputusan ini.
Kedua : Menugaskan Tim Pengembang Kurikulum
RA............. Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk
menyusun Dokumen Kurikulum
RA....... ........................ sesuai Sistematika
Susunan Dokumen sebagaimana pada Lampiran II
Surat Keputusan ini.
Ketiga : Tim Pengembang Kurikulum Satuan Pendidikan
Tahun Pelajaran 2025/2026 melaporkan hasil
kajian Dokumen Kurikulum ..............................
kepada kepala sekolah.
Keempat : Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan
keputusan ini, dibebankan pada anggaran yang
sesuai dan apabila terdapat kekeliruan dalam
keputusan ini, akan direvisi sebagaiamana
mestinya.

Ditetapkan : Cilacap
di
Pada : ..............i 2025
tanggal

Kepala RA..................

.........................................

Tembusan:
1. Kantor Kemenag Kab...........
2. Arsip

3
4
KOP................

LEMBAR REKOMENDASI PENGAWAS


Setelah memeriksa dokumen kurikulum yang ditetapkan/disahkan
oleh,
Lembaga :
Alamat :

Dengan menggunakan instrumen validasi/telaah Kurikulum Merdeka,


bersama ini :
Nama :
NIP :
Jabatan :

Memberikan Pertimbangan/Rekomendasi Dokumen Kurikulum RA


(KRA) RAA...... tersebut :
⬜ Dapat direkomendasikan tanpa syarat
⬜ Dapat direkomendasikan dengan syarat untuk perbaikan/
penyempurnaan
⬜ Belum dapat direkomendasikan

Dengan alasan :
⬜ Semua unsur Kurikulum Merdeka terpenuhi dengan lengkap
⬜ Unsur Kurikulum Merdeka terpenuhi tetapi kurang lengkap
⬜ Unsur Kurikulum Merdeka tidak lengkap

Demikian pernyataan kami buat sebagai bahan


pertimbangan/rekomendasi ditetapkannya kurikulum
RA......................

Cilacap, 2025
Pengawas RA

NAMA LENGKAP,
NIP. ……………………………

5
HALAMAN PENGESAHAN

Dokumen Kurikulum Raudhatul Athfal (KRA) Maryam Planjan telah


melalui verifikasi/validasi dan dinyatakan sah untuk diberlakukan
pada tahun ajaran 2025/2026 berdasarkan Surat Keputusan Kepala
RA, Nomor................

Cilacap, Juni 2025


Mengetahui,
Ketua Yayasan Kepala RA

………………………………. ..........................................

An. Kepala Kantor


Kemenag [Link]
Kasi Penma Pengawas RA

………………………………… ………………………………………
……… …
NIP. NIP.

6
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya untuk Allah, SWT yang telah memberikan


rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Kurikulum
RA ..............................Tahun Pelajaran 2025/2026 dapat diselesaikan
dengan baik. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.
Era transformasi pendidikan anak usia dini telah tiba
RA ................... dengan bangga mempersembahkan Kurikulum
Raudhatul Athfal (KRA) 2025/2026 yang mengusung Pendekatan
Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta
sebagai jawaban atas tantangan zaman. Kurikulum ini merupakan
perwujudan konkret dari implementasi Kurikulum Merdeka yang
mengintegrasikan 8 Dimensi Profil Lulusan dengan kearifan lokal
[Link].
Dokumen ini bukan sekadar panduan operasional, melainkan
rancangan menyeluruh yang menggambarkan visi besar
menciptakan generasi emas Indonesia. Melalui pendekatan
pembelajaran mendalam yang memuliakan anak didik dengan
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta
internalisasi kurikulum berbasis cinta yang akan menanamkan
nilai yang penuh cinta diperlukan sebagai bekal untuk menjadi
pemimpin masa depan.
KRA ini menghadirkan inovasi pembelajaran yang mensinergikan
delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman belajar yang
autentik dan kontekstual. Pembelajaran tidak hanya
mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter
yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan kepedulian terhadap sesama
dan lingkungan yang dilengkapi kurikulum berbasis cinta
Mari bersama-sama mewujudkan mimpi besar: melahirkan
generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga
berkarakter mulia, kreatif, dan penuh cinta yang siap menghadapi
tantangan global dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila
dan budaya bangsa.

Cilacap, 2025
Kepala RA............

..........................

7
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
HALAMAN SK PENETAPAN KRA ii
LEMBAR REKOMENDASI PENGAWAS iv
HALAMAN PENGESAHAN v
KATA PENGANTAR vi
DAFTAR ISI vii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Landasan Yuridis 2
C. Landasan Filosofis 5
BAB II ANALISIS KARAKTERISTIK SEKOLAH 7
A. Profil Satuan Pendidikan 7
B. Konteks Sosial dan Ekonomi 8
C. Konteks Budaya 9
D. Analisis Pendidik dan Tenaga Kependidikan 9
E. Analisis Peserta Didik 10
F. Analisis Sarana dan Prasarana 11
G. Analisis Kemitraan dan Kerjasama 12
BAB III VISI MISI TUJUAN 13
A. Visi 13
B. Misi 13
C. Tujuan 14
D. Tujuan Pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan 15
E. Tujuan Pencapaian Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat…………………….

F. Tujuan Pencapaian Kurikulum Berbasis Cinta


……………………………..

G. Tujuan Penyelenggaraan RA Holistik


Integratif………………………………

H. Tujuan lPenyelenggaran RA Ramah


Anak…………………………………….

8
BAB IV PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN 18
A. Kerangka Pembelajaran Mendalam 18
B. Struktur Kurikulum 20
C. Pembelajaran Intrakurikuler 20
D. Pembelajaran Kokurikuler 22
E. Pembelajaran Ekstrakurikuler 23
F. Pengaturan Waktu Pembelajaran 24
BAB V PERENCANAAN PEMBELAJARAN 26
A. Kerangka Perencanaan 26
B. Capaian Pembelajaran 26
C. Rencana Pembelajaran 38
D. Pelaksanaan Pembelajaran 41
E. Asesmen Pembelajaran 45
BAB VI PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL 46
A. Pendampingan 46
B. Evaluasi 48
C. Pengembangan Profesional 49
BAB VII PENUTUP 51
DAFTAR PUSTAKA 52
LAMPIRAN 53
A. Contoh Modul Ajar 54
B. SK Tim Pengembang Kurikulum 65

9
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi pembangunan


sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapi tantangan
abad ke-21. Dalam era transformasi digital dan globalisasi yang
pesat, pendidikan tidak lagi hanya fokus pada transfer pengetahuan,
melainkan pada pengembangan kompetensi holistik yang
mempersiapkan anak untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat
yang adaptif, kreatif, dan berkarakter.

Kurikulum Raudhatul Athfal (KRA) RA............ tahun pelajaran


2025/2026 ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan
pengembangan pendidikan yang memuliakan setiap anak melalui
pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM). Pembelajaran
Mendalam didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan
dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik
dan terpadu.

Implementasi Pembelajaran Mendalam di RA..................dilandasi


oleh pemahaman bahwa anak usia PAUD tahun memiliki karakteristik
unik dalam perkembangannya. Mereka adalah pembelajar alami yang
memiliki rasa ingin tahu tinggi, belajar melalui bermain, dan
membutuhkan lingkungan yang mendukung eksplorasi dan
penemuan. Pendekatan PM sejalan dengan prinsip pembelajaran
anak usia dini yang holistik integratif, dimana pembelajaran tidak
hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga mengoptimalkan
seluruh potensi anak meliputi nilai agama dan moral, fisik-motorik,
kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni yang ditaburi cinta

Konteks yang ada pada RA...................................... dengan


kearifan budayanya menjadi kekuatan tersendiri dalam implementasi

1
Pembelajaran Mendalam. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong,
unggah-ungguh, dan tepo seliro dapat diintegrasikan dalam
pengembangan dimensi profil lulusan, kurikulum berbasis cinta
khususnya dalam membangun karakter anak yang memiliki
keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, jiwa kewargaan,
kemampuan berkolaborasi, serta keterampilan komunikasi yang baik.

Transformasi ini juga merespons hasil evaluasi pembelajaran


yang menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih kontekstual,
relevan dengan kehidupan anak, dan memberikan pengalaman
belajar yang bermakna. Pembelajaran konvensional yang cenderung
bersifat teacher-centered perlu diubah menjadi pembelajaran yang
berpusat pada anak (child-centered) dengan guru sebagai fasilitator
yang mendampingi proses penemuan dan konstruksi pengetahuan
anak.

Adapun prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum di RA ……..

a. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus


memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan
tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik, Dimensi Profil
Lulusan dan Enam Tema Cinta dalam Kurikulum berbasis Cinta
selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan
kurikulum RA.
b. Kontekstual, menunjukan kekhasan dan sesuai dengan
karakteristik RA dalam konteks sosial budaya.
c. Esensial, memuat semua unsur informasi penting /utama
yang dibutuhkan dan digunakan di RA. Bahasa yang digunakan
lugas, ringkas, dan mudah dipahami.
d. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis
data dan aktual.
e. Pengembangan kurikulum RA ………….. melibatkan yayasan,
komite, orangtua, kepala RA serta seluruh guru dibawah koordinasi
pendamping Satuan Pendidikan dari Kantor Kementerian Agama
………………...

2
Kurikulum RA …………………. disusun sebagai acuan
penyelenggaraan, pengelolaan keseluruhan program, pelaksanaan
pembelajaran dan evalusi (pengukuran keberhasilan pencapaian
tujuan, program, dan keseluruhan kegiatan pembelajaran) serta
perbaikan mutu RA secara bertahap dan berkesinambungan.

B. Landasan Yuridis

1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;


2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021
Tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74
Tahun 2008 Tentang Guru;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan
Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru;
6. Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan
Pendidikan Karakter;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru
Sebagai Kepala Sekolah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban
Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penerimaan Peserta
Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah
Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah
Menengah Kejuruan.;

3
10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang
Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang
Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2023 tentang
Standar Pembiayaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
14. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 Tentang
Standar Penilaian Pendidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
15. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2023 tentang
Standar Sarana dan Prasarana pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah;
16. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2023 tentang
Standar Pengelolaan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah;
17. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 262/M/2022 Tentang
Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman
Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran;

4
18. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi No.009/H/KR/2022 tentang Dimensi,
Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum
Merdeka;
19. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi Nomor 048/H/KU/2023 tentang Petunjuk
Teknis Standar Sarana dan Prasarana pada PAUD, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
20. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi No. 031/H/KR/2024 tentang Kompetensi
dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila;
21. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, Dan Teknologi No. 032/H/KR/2024 tentang Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada
Kurikulum Merdeka;
22. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang
Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
23. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia Nomor 12 Tahun2025 tentang Standart Isi
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Menengah
24. Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia Nomor 13 Tahun2025 tentang Perubahan
atas Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia Nomor 12 Tahun2025 tentang Kurikulum

5
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan
Menengah
25. Keputusan BSKP No. 46 2025 tentang capaian
pembelajaran mendalam TK,PAUD, SD,SMP,SMA
26. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) terbaru untuk tahun
2025, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar
dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025
27. BSKAP No. 11/H/KR/2024 dan No. 12/H/KR/2024 merujuk
pada dua keputusan berbeda yang dikeluarkan oleh Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP)
28. KMA 450 Tahun 2024

C. Landasan Filosofis

Pembelajaran Mendalam di RA dibangun atas filosofi yang


memuliakan hakikat anak sebagai individu yang unik dan memiliki
potensi luar biasa. Pendekatan ini tidak memandang anak sebagai
objek pembelajaran, melainkan sebagai subjek aktif yang memiliki
kapasitas untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri melalui
interaksi dengan lingkungan, teman sebaya, dan orang dewasa di
sekitarnya.

Filosofi ini sejalan dengan pemikiran John Dewey tentang


learning by doing, dimana anak belajar melalui pengalaman langsung
dan refleksi terhadap pengalaman tersebut. Juga berkaitan dengan
teori konstruktivisme Piaget yang menekankan bahwa anak
membangun pengetahuannya melalui interaksi aktif dengan
lingkungan, serta teori zona perkembangan proksimal Vygotsky yang
menunjukkan pentingnya scaffolding dalam mendukung anak
mencapai potensi maksimalnya.

Berkesadaran (Mindful) dalam konteks RA berarti


pembelajaran yang melibatkan kesadaran penuh anak terhadap
proses belajarnya. Anak diajak untuk memahami apa yang sedang

6
dipelajari, mengapa hal tersebut penting, dan bagaimana cara
mempelajarinya. Guru memfasilitasi anak untuk menjadi pembelajar
yang reflektif sejak usia dini, sesuai dengan tahap perkembangan
kognitifnya.

Bermakna (Meaningful) mengandung arti bahwa


pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sehari-hari anak,
kontekstual dengan lingkungan terdekatnya, dan dapat diaplikasikan
dalam berbagai situasi. Pembelajaran tidak bersifat abstrak,
melainkan konkret dan dapat dialami langsung oleh anak melalui
berbagai aktivitas bermain yang edukatif.

Menggembirakan (Joyful) menekankan bahwa suasana


belajar harus positif, menyenangkan, dan menginspirasi.
Kegembiraan bukan hanya soal hiburan, tetapi tentang penciptaan
lingkungan emosional yang aman dan mendukung, dimana anak
merasa nyaman untuk bereksplorasi, bertanya, membuat kesalahan,
dan belajar dari pengalaman tersebut.

Pembelajaran Mendalam di RA.................... mengintegrasikan


nilai-nilai Pancasila,Delapan Dimensi Profil Lulusan, serta Kurikulum
berbasis Cinta(KBC) yang disesuaikan dengan tahap
perkembangan anak, serta nilai-nilai budaya [Link] yang kaya
akan kearifan lokal. Hal ini tercermin dalam delapan dimensi profil
lulusan yang dikembangkan melalui pembelajaran yang autentik dan
kontekstual.

Pembelajaran tidak hanya mengembangkan kompetensi


individual anak, tetapi juga membangun kesadaran anak sebagai
bagian dari masyarakat yang beragam, dengan tetap menjunjung
tinggi nilai-nilai karakter kebangsaan dan kemanusiaan yang
universal.

Dengan landasan filosofis yang kuat ini, KRA RA...........


diharapkan dapat menjadi panduan yang komprehensif dalam
mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam yang memuliakan

7
setiap anak dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang siap
menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri,
kreativitas, dan kebijaksanaan dengan penuh cinta.

8
BAB II
ANALISIS KARAKTERISTIK RAUDHATUL ATHFAL

A. Profil Satuan Pendidikan

RA............. merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang


berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas
dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Berdiri pada tahun
1979 di kawasan strategis di jalan......desa............., sekolah ini lahir
dari kebutuhan masyarakat akan pendidikan anak usia dini yang
berkualitas di tengah dinamika pedesaan yang semakin kompleks.
Sejak awal berdirinya, RA....................berkomitmen memberikan
layanan pendidikan yang holistik dengan memperhatikan seluruh
aspek perkembangan anak.

Transformasi tahun 2025, sekolah mengadopsi pendekatan


Pembelajaran Mendalam sebagai fondasi utama dalam meningkatkan
mutu pembelajaran. Perubahan ini bukan sekadar pergantian
metode, melainkan transformasi paradigma yang menempatkan anak
sebagai pembelajar aktif yang memiliki potensi luar biasa untuk
berkembang dalam suasana yang berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan. Berikut adalah identitas lengkap institusi:

Komponen Keterangan

Nama Sekolah RA……..

NPSN

NSM

Status

Terakreditasi

Jenjang Pendidikan

Status Kepemilikan

SK Pendirian

Tanggal SK Pendirian

SK Izin Operasional

9
Tanggal SK Izin Operasional

Lokasi dan
Detail
Kontak
Alamat

Desa

Dusun

Kecamatan

Kabupaten / Kota

Provinsi Jawa Tengah

Kode Pos

Telepon

Email

Website

B. Konteks Sosial dan Ekonomi

Lingkungan sosial di sekitar RA...................... mencerminkan


keberagaman masyarakat pedesaan yang dinamis. Orang tua peserta
didik berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari
pegawai negeri sipil, karyawan swasta, wiraswasta, hingga pedagang
kecil dan peternak ikan hias. Keberagaman ini menjadi kekayaan
tersendiri dalam implementasi Pembelajaran Mendalam, karena
setiap profesi membawa perspektif dan pengalaman yang dapat
memperkaya proses pembelajaran anak.

Sebagian besar keluarga peserta didik berada pada tingkat


ekonomi menengah ke bawah, namun memiliki kesadaran yang
tinggi terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Kondisi ini
menunjukkan bahwa meskipun keterbatasan ekonomi menjadi
tantangan, semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak-
anak tetap menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan prinsip
Pembelajaran Mendalam yang menekankan bahwa pembelajaran

10
bermakna tidak selalu bergantung pada materi yang mahal,
melainkan pada kreativitas dan inovasi dalam menciptakan
pengalaman belajar yang autentik.

Keberadaan industri kecil seperti konveksi dan kuliner di sekitar


sekolah membuka peluang untuk pembelajaran kontekstual yang
bermakna. Anak-anak dapat belajar tentang proses produksi, nilai
kerja keras, dan pentingnya kreativitas dalam kehidupan sehari-hari
melalui kunjungan dan interaksi langsung dengan para pelaku usaha
lokal.

C. Konteks Budaya

RA ......................................berada............. yang kaya akan


warisan budaya dan kearifan lokal. Kedekatannya
dengan ......................bersejarah memberikan peluang pembelajaran
yang unik tentang sejarah dan pelestarian budaya. Namun yang lebih
penting adalah nilai-nilai luhur masyarakat Jawa yang masih hidup
dalam keseharian, seperti gotong royong, unggah-ungguh, dan tepo
seliro.

Nilai gotong royong sangat relevan dengan pengembangan


dimensi kolaborasi dalam profil lulusan. Anak-anak belajar bahwa
keberhasilan tidak hanya dicapai secara individual, melainkan melalui
kerja sama dan saling membantu. Konsep unggah-ungguh
mengajarkan pentingnya komunikasi yang santun dan efektif, sesuai
dengan konteks dan lawan bicara. Sementara tepo seliro
menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama, yang
menjadi fondasi penting dalam pengembangan karakter anak.

Tantangan yang dihadapi adalah pergeseran nilai akibat


pengaruh gaya hidup metropolitan yang mulai mengikis nilai-nilai
tradisional. Anak-anak cenderung meniru perilaku yang tidak jelas
latar belakangnya melalui media digital. Oleh karena itu, integrasi
kearifan lokal dalam Pembelajaran Mendalam menjadi sangat

11
strategis untuk mempertahankan identitas budaya sambil
mengembangkan kompetensi abad ke-21.

D. Analisis Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kekuatan utama >...................terletak pada sumber daya


manusianya yang berkualitas. Sekolah memiliki 5 tenaga pendidik
dan kependidikan yang terdiri dari seorang kepala sekolah berlatar
belakang psikologi, ................ guru kelas yang sebagian besar
berpendidikan S1, ....................... dan seorang tenaga administrasi.
Komposisi ini menunjukkan komitmen lembaga terhadap
profesionalisme dan pemahaman mendalam tentang perkembangan
anak.

Para guru di RA.....................memiliki karakteristik yang


mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam. Mereka
menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar dan berinovasi,
memiliki kepedulian yang tulus terhadap perkembangan anak, serta
kemampuan berkolaborasi yang baik dengan orang tua dan
masyarakat. Namun, seperti halnya transformasi besar lainnya,
implementasi PM memerlukan peningkatan kapasitas yang
berkelanjutan.

Kebutuhan pengembangan kapasitas terutama terfokus pada


pendalaman pemahaman tentang kerangka kerja Pembelajaran
Mendalam, teknik asesmen holistik yang sesuai dengan karakteristik
anak usia dini, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tepat
dan aman. Program mentoring internal dan kolaborasi dengan
lembaga pelatihan eksternal menjadi strategi utama dalam
memastikan seluruh guru siap mengimplementasikan Pembelajaran
Deal learning dengan optimal.

Kualifikas
No Nama / NIP Jabatan
i
1 S1 Kepala Sekolah

12
2 S1 Operator

3 S1 Guru Kelas A

4 S1 Pendamping Ekstrakurikuler

5 S1 Psikolog

… … … …

E. Analisis Peserta Didik

........................... melayani anak usia dini yang memiliki


karakteristik perkembangan yang sangat sesuai dengan prinsip-
prinsip Pembelajaran Mendalam. Rasa ingin tahu mereka yang tinggi
mendukung pembelajaran yang berkesadaran, kemampuan mereka
mengaitkan pengalaman baru dengan yang sudah dikenal
memfasilitasi pembelajaran yang bermakna, dan energi serta
antusiasme alamiah mereka menciptakan suasana pembelajaran
yang menggembirakan.

Keberagaman individual menjadi kekayaan tersendiri dalam


implementasi PM. Setiap anak memiliki gaya belajar, kecepatan
perkembangan, dan minat yang berbeda-beda. Ada anak yang lebih
responsif terhadap pembelajaran visual, ada yang lebih suka belajar
melalui gerakan dan sentuhan, dan ada pula yang lebih mudah
memahami melalui pendengaran. Keberagaman ini menuntut
pendekatan pembelajaran yang berdiferensiasi, dimana guru perlu
merancang pengalaman belajar yang dapat mengakomodasi
berbagai kebutuhan dan potensi anak.

Latar belakang keluarga yang beragam juga memberikan warna


tersendiri dalam dinamika kelas. Anak-anak dari keluarga campuran
budaya membawa perspektif yang memperkaya diskusi dan interaksi
sosial. Sementara anak-anak dengan kebutuhan khusus mengajarkan
nilai-nilai inklusivitas dan empati kepada teman-temannya.

13
F. Analisis Sarana dan Prasarana

Infrastruktur ............... dirancang untuk mendukung


implementasi Pembelajaran Mendalam meski dengan keterbatasan
yang ada. Enam ruang kelas didesain fleksibel dengan berbagai
sudut pembelajaran yang memungkinkan anak bereksplorasi sesuai
minat dan kebutuhan mereka. Ruang bermain indoor memberikan
alternatif kegiatan ketika cuaca tidak mendukung aktivitas outdoor,
sementara halaman yang luas dengan playground dan taman
edukatif menjadi laboratorium alam untuk pembelajaran sains dan
lingkungan.

Keberadaan perpustakaan mini dengan koleksi buku cerita yang


beragam mendukung pengembangan literasi dan imajinasi anak.
Learning centers di setiap kelas memungkinkan pembelajaran yang
berpusat pada anak, dimana mereka dapat memilih aktivitas sesuai
minat dan tahap perkembangannya. Kebun sekolah yang dikelola
bersama anak-anak menjadi media pembelajaran tentang tanggung
jawab, kesabaran, dan siklus kehidupan.

Meski demikian, sekolah menyadari perlunya pengembangan


fasilitas lebih lanjut untuk mendukung implementasi PM yang
optimal. Rencana pengembangan meliputi penyediaan ruang STEAM
mini untuk eksperimen sains sederhana, sensory room untuk
stimulasi sensorik, penanaman tanaman untuk ketahanan pangan
dilingkungan lembaga sebagai salah satu implementasi Hubbul Biah
dan area dokumentasi yang lebih baik untuk menyimpan dan
menampilkan hasil karya anak sebagai bagian dari asesmen
portofolio.

14
BAB III VISI MISI TUJUAN

A. Visi

Visi RA.................. adalah :

"Terwujudnya Pribadi BERAKHLAK “Beriman, CerdAs,Kreatif,SeHat,


ToLeran, BerAkhlakul Karimah”

Visi RA.............mencerminkan komitmen untuk mengembangkan


Delapan Dimensi Profil Lulusan dan Kurikulum Berbasis Cinta dengan
tujuan untuk mengoptimalkan potensi anak secara optimal dan
seimbang. "Pribadi Berakhlak" menggambarkan harapan bahwa
setiap anak dapat berkembang menjadi individu yang
mengedapankan akhlakul karimah dalam berbagai aspek kehidupan.

Beriman merupakan implementasi dari Hubbulllah, mencintai


Allah dan mengikuti semua perintah dan menjauhi semua
laranganNYA dan HubbuRosul adalah cinta kepada Rosul sebagai
utusan Allah salah satunya menjadi sosok yang "Cerdas" merujuk
pada pengembangan kemampuan berpikir, bernalar kritis, dan
memecahkan masalah sesuai tahap perkembangan anak. "Sehat"
mencakup kesehatan fisik dan mental yang prima sebagai fondasi
perkembangan yang optimal."Kreatif" menekankan kemampuan
berinovasi, berekspresi, dan menciptakan solusi yang unik , Sehat
dan kreatif merupakan implementasi dari Hubbunnaf dan hubbul
biah. Toleran merupakan implementasi dari KBC yaitu hubbunnas
"Berakhlakul Karimah" mencerminkan pembentukan karakter mulia,
nilai spiritual yang kuat, dan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-
hari, Toleran dan Beraklhak, merupakan implementasi dari,
Hubbunnas dan Hubbul Wathon wal bilad. Visi ini menjadi panduan
utama bagi seluruh civitas RA...................... dalam merancang dan
melaksanakan seluruh program pendidikan.

15
B. Misi

Misi RA........... dirancang sebagai langkah strategis untuk


mewujudkan visi melalui implementasi Pembelajaran Mendalam yang
berkelanjutan :

1. Memfasilitasi anak untuk melakukan pembiasaan ibadah doa,


wudhu, sholat, belajar membaca Al Qur’an dengan bimbingan
Guru yang mempunyai kompetensi yang sudah

2. Menyelenggarakan pembelajaran berkesadaran yang


mengembangkan kemampuan anak untuk memahami proses
belajarnya melalui refleksi sederhana, pertanyaan terbuka, dan
aktivitas yang mendorong kesadaran diri sesuai tahap
perkembangan kognitif mengasah kecerdasan anak

3. Menciptakan pembelajaran bermakna dengan mengaitkan


setiap pengalaman belajar dengan kehidupan nyata anak dan
lingkungan terdekat, membangun kemitraan aktif dengan
keluarga dan masyarakat untuk menciptakan kontinuitas
pembelajaran yang autentik mengeksplore kecerdasan anak

4. Memastikan pembelajaran menggembirakan melalui


penciptaan suasana belajar yang positif, aman, dan
menyenangkan, dimana kegembiraan menjadi kondisi
emosional yang mendukung optimal learning dan
perkembangan holistik anak menggali kreatifitas anak

5. Mengembangkan delapan dimensi profil lulusan secara


terintegrasi melalui berbagai pengalaman belajar yang
memungkinkan anak mengalami dan mengaplikasikan berbagai
kompetensi secara bersamaan dalam konteks yang bermakna
sehingga medampingi anak yang sehat jasmani, rohani

16
6. Membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung
implementasi PM melalui pengembangan kapasitas guru,
optimalisasi lingkungan pembelajaran, penguatan kemitraan
dengan stakeholder, dan pemanfaatan teknologi yang tepat
untuk anak usia dini menumbuhkan sikap toleran

7. Menginsersikan kurikulum Berbasis Cinta (KBC ) dalam


pembelajaran, baik dalam intrakurikuler, kokurikuler,
ekstrakurikuler

8. Melestarikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran


sebagai upaya membangun identitas dan kebanggaan terhadap
warisan Nusantara sambil mengembangkan toleran, kesadaran
global dan apresiasi terhadap keberagaman

9. Mengintegrasikan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat


dalam pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler,
ekstrakurikuler

C. Tujuan

RA............................... menetapkan tujuan yang konkret dan


terukur untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan:

1. Menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan


Rasulnya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal dasar
ketika kelak dewasa

2. Mengoptimalkan kecerdasan anak sesuai tahap


perkembangannya melalui stimulasi yang tepat pada seluruh
aspek kognitif, bahasa, dan keterampilan berpikir dasar.

3. Mengembangkan kesehatan fisik dan mental anak melalui


pembiasaan pola hidup sehat, aktivitas motorik yang beragam,

17
dan penciptaan lingkungan pembelajaran yang aman dan
nyaman.

4. Menumbuhkan kreativitas dan inovasi dengan memberikan


kesempatan luas bagi anak untuk berekspresi, bereksperimen,
dan menghasilkan karya-karya original melalui berbagai media
dan aktivitas seni.

5. Membentuk karakter dan akhlak mulia melalui keteladanan dan


toleransi, pembiasaan nilai-nilai luhur, dan pengintegrasian
nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

6. Mempersiapkan kesiapan lembaga yang mencakup


kemampuan akademik dasar, sosial-emosional, dan
kemandirian yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang berikutnya.

7. Membangun kemitraan yang kuat dengan orang tua dan


masyarakat untuk menciptakan kontinuitas pendidikan antara
rumah dan lembaga.

D. Tujuan Pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME

Mengembangkan kesadaran spiritual anak melalui pembiasaan nilai-


nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, menumbuhkan rasa
syukur atas ciptaan Tuhan, dan membentuk perilaku yang
mencerminkan akhlak mulia sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing keluarga.

2. Kewargaan

Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga sebagai anak


Indonesia melalui pengenalan simbol negara, cerita pahlawan, dan
nilai-nilai Pancasila dalam konteks yang dapat dipahami anak.

18
Mengembangkan sikap toleransi, menghargai keberagaman, dan
memahami aturan sederhana dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Penalaran Kritis

Memfasilitasi perkembangan kemampuan berpikir logis anak melalui


kegiatan eksplorasi, pengamatan, dan eksperimen sederhana.
Mendorong anak untuk bertanya, menganalisis pola, membuat
prediksi, dan menyimpulkan berdasarkan pengalaman langsung
mereka.

4. Kreativitas

Memberikan ruang dan kesempatan bagi anak untuk berekspresi


secara bebas melalui seni, musik, drama, dan kerajinan.
Mengembangkan kemampuan berpikir di luar kebiasaan,
menciptakan solusi inovatif untuk masalah sederhana, dan
menghasilkan karya-karya original sesuai imajinasi mereka.

5. Kolaborasi

Melatih kemampuan kerja sama melalui berbagai kegiatan kelompok


yang memerlukan pembagian peran dan tanggung jawab.
Mengembangkan sikap saling membantu, berbagi, mendengarkan
pendapat teman, dan mencapai kesepakatan bersama dalam
menyelesaikan tugas atau permainan.

6. Kemandirian

Mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan aktivitas


sehari-hari secara mandiri, membuat pilihan sederhana, dan
bertanggung jawab atas tindakan mereka. Membangun kepercayaan
diri untuk mencoba hal baru dan menyelesaikan tantangan sesuai
kemampuan mereka.

7. Kesehatan

19
Membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik yang teratur,
konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan diri, dan istirahat
yang cukup. Mengembangkan kesadaran tentang keselamatan diri
dan kemampuan mengelola emosi dengan cara yang positif.

8. Komunikasi

Mengembangkan kemampuan mengekspresikan ide, perasaan, dan


kebutuhan secara jelas dan efektif baik verbal maupun non-verbal.
Melatih kemampuan mendengarkan dengan baik, berbicara dengan
sopan, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya maupun orang
dewasa dalam berbagai situasi.

Pencapaian kedelapan dimensi ini dilakukan secara terintegrasi


melalui pembelajaran yang holistik, dimana setiap aktivitas dirancang
untuk mengembangkan beberapa dimensi sekaligus dalam konteks
yang bermakna dan menyenangkan. Pendekatan ini memastikan
bahwa perkembangan anak berjalan secara alami, seimbang, dan
sesuai dengan keunikan masing-masing individu.

E. Tujuan pencapaian Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat


1. Bangun Pagi, Kebiasaan bangun pagi apabila dilakukan akan
berdampak melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan
mengendalikan diri, meningkatkan kemampuan mengelola
waktu,meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang akan
berkontribusi untuk pada kesuksesan seseorang
2. Beribadah, Kebiasaan beribadah merupakan fondasi penting
dalam pembentukan karakter positif pada anak yang
bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan
Tuhan, meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan
sosial, serta meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah
yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan solidaritas,
serta peningkatan diri secara berkelanjutan.
3. Berolahraga, Kebiasaan berolahraga merupakan bagian
penting dari gaya hidup sehat yang bermanfaat untuk menjaga
kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental, menjaga

20
kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan
meningkatkan nilai sportivitas.
4. Makan Sehat Bergizi, Makan Sehat dan Bergizi berkaitan
dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi
kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang
sehat, seimbang, dan bermakna.
5. Gemar Belajar, Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan
yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan
akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan
diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan
kebenaran dan pengetahuan, serta membentuk kerendahan
hati dan rasa empati.
6. Bermasyarakat, Kebiasaan bermasyarakat adalah perilaku
terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan di
komunitas tempat tinggal seseorang. Kebiasaan ini bermanfaat
untuk menumbuhkembangkan nilai gotong royong, kerja sama,
saling menghormati, toleransi, keadilan, dan kesetaraan, serta
meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan rasa
sekaligus menciptakan kegembiraan.
7. Tidur Cepat , adalah aspek penting dari kehidupan yang
berdampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan mental, serta
kehidupan spiritual dan sosial

F. Tujuan Pencapaian Kurikulum Berbasis Cinta


1. Cinta Kepada Allah (Hubbullah)

Membentuk kecintaan mendalam kepada Allah Swt. Sebagai


Sang Pencipta dan Pemelihara. Cinta kepada Allah Swt. sebagai
muara munculnya cinta pada makhluk-Nya.
2. Cinta kepada Rasulullah (Hubburosul)
Meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, sebagai teladan
cinta kasih
3. Mencintai diiri sendiri (Hubbunafs)

21
Membentuk karakter dengan membiasakan menghiasi diri
dengan akhlak
terpuji dan menghindari akhlak tercela kepada diri sendiri.
4. Cinta kepada sesama ( Hubbunnas)
Menanamkan empati dan toleransi terhadap sesama manusia.
- Orang tua
- Guru
- Saudara
- Teman
- Sesama umat beragama maupun antar umat beragama
5. Cinta kepada lingkungan ( Hubbulbiah)
Menanamkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai
amanah Allah SWT
6. Cinta kepada bangsa dan negara( Hubbul wathon wal
bilad)
Menumbuhkan semangat cinta tanah air sebagai bagian dari
iman.
G. Tujuan RA Holistik Integratif
1. Memenuhi kebutuhan esensial anak secara menyeluruh:
PAUD HI tidak hanya fokus pada aspek pendidikan, tetapi juga
kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.
2. Mengembangkan potensi anak secara optimal
Dengan pendekatan holistik, PAUD HI membantu anak
mengembangkan seluruh aspek perkembangannya, termasuk
fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan nilai agama-moral.
3. Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman,
dan menyenangkan
PAUD HI berupaya menyediakan lingkungan yang kondusif bagi
perkembangan anak, baik dari segi fisik maupun psikologis.
4. Membangun kesadaran orang tua dan masyarakat
PAUD HI melibatkan keluarga dan masyarakat dalam proses
pendidikan anak, sehingga tercipta dukungan yang
komprehensif.

22
5. Mempersiapkan anak menuju jenjang pendidikan
selanjutnya
PAUD HI membekali anak dengan keterampilan dan
pengetahuan yang diperlukan untuk sukses di pendidikan
dasar.
6. Mendukung program pemerintah dalam mewujudkan
generasi emas Indonesia
PAUD HI sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan
generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.
H. Tujuan RA Ramah anak
1. Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman
Ini mencakup upaya untuk melindungi anak dari kekerasan,
diskriminasi, dan perlakuan salah, serta memastikan bahwa
lingkungan fisik dan sosial sekolah aman dan kondusif untuk
belajar.
2. Memenuhi hak-hak anak
PAUD ramah anak menjamin hak-hak anak untuk hidup,
tumbuh kembang, mendapatkan perlindungan, dan
mendapatkan pendidikan.
3. Mengembangkan potensi anak secara optimal
PAUD ramah anak berupaya membantu anak mengembangkan
potensi fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni secara
optimal sesuai dengan tahap perkembangannya.
4. Membangun karakter anak
PAUD ramah anak membantu membentuk karakter anak yang
baik, seperti memiliki rasa percaya diri, mandiri, bertanggung
jawab, serta menghargai orang lain.
5. Mempersiapkan anak memasuki pendidikan dasar
PAUD ramah anak memberikan dasar-dasar
pengetahuan,keterampilan, dan sikap yang diperlukan anak
untuk sukses di jenjang pendidikan selanjutnya.
6. Meningkatkan kesehatan mental dan fisik anak

23
PAUD ramah anak menciptakan lingkungan yang mendukung
kesehatan mental dan fisik anak, serta mengurangi risiko
bullying dan kekerasan di sekolah.
7. Melibatkan partisipasi aktif anak
PAUD ramah anak memberikan kesempatan bagi anak
untuberpartisipasi dalam perencanaan, kebijakan,
pembelajaran, dan pengawasan di sekolah.

24
BAB IV
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

A. Kerangka Pembelajaran Mendalam

Pengorganisasian pembelajaran di RA................. didasarkan


pada kerangka kerja Pembelajaran Mendalam yang terdiri dari empat
komponen utama. Pertama adalah dimensi profil lulusan yang
menjadi orientasi pencapaian 8 dimensi secara terintegrasi. Kedua
adalah prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan. Ketiga adalah pengalaman belajar melalui tahapan
memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Keempat adalah kerangka
pembelajaran yang mencakup praktik pedagogis, lingkungan,
kemitraan, dan teknologi.

Gambar: Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam

Implementasi kerangka ini disesuaikan dengan karakteristik unik


anak usia dini yang belajar melalui bermain dan membutuhkan
pendekatan holistik integratif. Pembelajaran tidak dilakukan secara

25
parsial, melainkan terintegrasi dalam setiap pengalaman belajar anak
sehingga perkembangan berlangsung secara natural dan bermakna.

Dimensi profil lulusan menjadi orientasi utama dalam merancang


seluruh aktivitas pembelajaran. Kedelapan dimensi tidak
dikembangkan secara terpisah, melainkan terintegrasi dalam setiap
pengalaman belajar anak. Prinsip pembelajaran yang berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan menjadi landasan dalam
menciptakan suasana belajar yang optimal bagi perkembangan anak.

Pengalaman belajar dirancang melalui tiga tahapan: memahami,


mengaplikasi, dan merefleksi. Tahap memahami memberikan
kesempatan anak untuk mengeksplorasi konsep-konsep dasar
melalui pengamatan dan manipulasi langsung. Tahap mengaplikasi
memungkinkan anak menerapkan pemahaman mereka dalam
berbagai konteks bermain dan aktivitas sehari-hari. Tahap merefleksi,
meski dalam bentuk sederhana, membantu anak menyadari apa
yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka dapat
menggunakannya.

Kerangka pembelajaran mencakup praktik pedagogis yang


sesuai PAUD, lingkungan pembelajaran yang mendukung, kemitraan
yang bermakna dengan orang tua dan masyarakat, serta
pemanfaatan teknologi yang tepat dan aman untuk anak usia dini.
Pengorganisasian pembelajaran di RA............................... didasarkan
pada kerangka kerja Pembelajaran Mendalam yang terdiri dari lima
komponen utama:

1. Dimensi Profil Lulusan - Orientasi pada pencapaian 8 dimensi


secara terintegrasi

2. Prinsip Pembelajaran - Berkesadaran, bermakna, dan


menggembirakan

3. Pengalaman Belajar - Memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

4. Kerangka Pembelajaran - Praktik pedagogis, lingkungan,


kemitraan, dan teknologi

26
5. Kurikulum Berbasis Cinta Hubbullah, hubbulrrasul, hubbunnafs,
hubbunas, hubbul biah, hubbul wathon wal bilad

B. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum RA.................. dirancang dengan sifat


dinamis, fleksibel, dan responsif. Kurikulum dapat disesuaikan
dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, serta
responsif terhadap karakteristik dan kebutuhan individual anak.
Pembaruan berkelanjutan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi untuk
memastikan relevansi pembelajaran. Pembelajaran diorganisasikan
dalam tiga bentuk yang saling terintegrasi. Intrakurikuler sebagai
pembelajaran inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran fase
fondasi. Projek Penguatan Profil Lulusan sebagai pembelajaran
berbasis proyek untuk mengembangkan 8 dimensi profil lulusan.
Ekstrakurikuler sebagai pengembangan bakat dan minat yang
mendukung dimensi profil lulusan. Kurikulum Berbasis Cinta
bertujuan melahirkan insan-insan yang humanis, nasionalis, naturalis,
toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar
dalam kehidupan. Kurikulum ini menekankan keterbukaan, kejujuran,
dan kemampuan berdialog dalam suasana saling mendukung,
terutama di saat sulit, dengan memahami bahwa manusia tidak
dapat hidup sendiri. Interaksi yang dibangun penuh perhatian,
pengertian, dan dukungan untuk berkembang bersama,
mencerminkan kepedulian tanpa pamrih yang menciptakan
kenyamanan, kepercayaan, serta keamanan emosional. Kurikulum ini
juga menanamkan penghormatan terhadap perbedaan, menciptakan
komitmen berdasarkan kepercayaan dan tanggung jawab, serta
mewujudkan rasa cinta tanpa batas tempat dan waktu. Lebih jauh,
kurikulum ini menanamkan kepedulian terhadap sesama tanpa
memandang latar belakang, cinta terhadap alam sebagai wujud
ibadah, dan penerimaan terhadap keberagaman dalam pendapat,
keyakinan, maupun perilaku. Di sisi kebangsaan, kurikulum ini

27
menumbuhkan cinta terhadap tanah air melalui penghormatan
terhadap nilai-nilai kebangsaan, budaya, dan kearifan lokal, menjaga
persatuan dan kedaulatan, serta berkontribusi bagi kemajuan
bangsa.

Pendekatan lintas disiplin menjadi ciri khas struktur kurikulum


ini, dimana berbagai bidang pengembangan diintegrasikan dalam
satu kegiatan untuk mengembangkan kompetensi holistik.
Pembelajaran tidak terbatas pada pemahaman konten semata, tetapi
mendukung perkembangan personal, sosial, dan kesiapan belajar
anak. Kurikulum juga berbasis konteks dengan memanfaatkan
lingkungan sekitar sebagai sumber belajar utama dan
mengintegrasikan kearifan lokal serta budaya dalam pembelajaran.

C. Pembelajaran Intrakurikuler

Pembelajaran intrakurikuler dirancang untuk mencapai Capaian


Pembelajaran fase fondasi melalui prinsip "Bermain Bermakna"
sebagai perwujudan "Merdeka Belajar, Merdeka Bermain".
Pembelajaran memberikan pengalaman yang menyenangkan dan
bermakna bagi anak dengan menggunakan sumber belajar nyata dari
lingkungan sekitar, diintegrasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia
hebat, Kurikulum Berbasis Cinta, layanan RA Holistik Integratif,
Layanan RA ramah anak

Prinsip dasar intrakurikuler menerapkan pembelajaran autentik


dan kontekstual yang menghubungkan pembelajaran dengan
kehidupan sehari-hari anak yaitu :

1. Memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna


bagi anak
2. Menggunakan sumber belajar nyata dari lingkungan sekitar
anak

28
3. Menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari

Implementasi melibatkan empat kerangka pembelajaran PM


yaitu sebagai berikut :

1. Praktik Pedagogis: Pembelajaran berbasis bermain, inquiry, dan


eksplorasi
2. Lingkungan Pembelajaran: Ruang fisik yang fleksibel dan
budaya belajar yang positif
3. Kemitraan Pembelajaran: Kolaborasi dengan orang tua dan
komunitas
4. Pemanfaatan Digital: Teknologi yang tepat dan aman untuk
PAUD

Enam bidang pengembangan diintegrasikan dalam setiap


aktivitas pembelajaran. Nilai Agama dan Moral dikembangkan melalui
pembiasaan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari dengan
keteladanan dan pengalaman langsung, mendukung dimensi
keimanan dan ketakwaan. Fisik-Motorik dikembangkan melalui
permainan aktif dan aktivitas seni kerajinan, mendukung dimensi
kesehatan. Kognitif distimulasi melalui eksplorasi dan eksperimen
berbasis inquiry untuk mengembangkan dimensi penalaran kritis
sesuai usia. Bahasa dikembangkan melalui komunikasi natural dan
storytelling untuk mengembangkan dimensi komunikasi. Sosial-
Emosional dibina melalui interaksi bermakna dan pembelajaran
kolaboratif untuk mengembangkan dimensi kolaborasi dan
kemandirian. Seni dikembangkan melalui ekspresi kreatif dan
apresiasi budaya lokal untuk mengembangkan dimensi kreativitas.

Pengalaman belajar PM diimplementasikan melalui tiga tahapan


yang dapat dirincin sebagai berikut :

Memahami (Understanding):

⮚ Eksplorasi konsep melalui pengamatan langsung

⮚ Manipulasi benda konkret dan eksperimen sederhana

29
⮚ Bertanya dan mencari jawaban melalui discovery learning

Mengaplikasi (Applying):

⮚ Menerapkan pemahaman dalam berbagai konteks bermain

⮚ Transfer learning ke situasi baru yang relevan

⮚ Praktik langsung dalam aktivitas sehari-hari

Merefleksi (Reflecting):

⮚ Berbagi pengalaman melalui bercerita sederhana

⮚ Menyadari apa yang telah dipelajari (metakognisi dasar)

⮚ Feedback dari guru, teman, dan dokumentasi karya

D. Pembelajaran Kokurikuler

Penguatan Profil Lulusan merupakan pembelajaran kokurikuler


yang dirancang khusus untuk mengembangkan 8 dimensi profil
lulusan melalui pembelajaran berbasis proyek yang
mengintegrasikan kerangka PM. Karakteristik proyek Pembelajaran
Mendalam dimulai dari masalah atau pertanyaan yang relevan
dengan kehidupan anak, melibatkan pengalaman belajar memahami-
mengaplikasi-merefleksi, mengintegrasikan 4 kerangka
pembelajaran, dan mengembangkan multiple dimensi profil lulusan
secara bersamaan dan pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat

Implementasi empat kerangka pembelajaran dalam proyek


mencakup praktik pedagogis melalui Project-Based Learning dan
pembelajaran kolaboratif, lingkungan pembelajaran yang
memanfaatkan ruang fisik kelas hingga lingkungan masyarakat
dengan budaya belajar kolaboratif dan eksploratif, kemitraan
pembelajaran dengan melibatkan orang tua sebagai narasumber dan

30
komunitas lokal sebagai sumber belajar, serta pemanfaatan digital
untuk dokumentasi proses dan presentasi hasil sesuai usia anak.
Pada pembelajaran kokurikuler ini juga diintgrasikan dengan
Kurikulum berbasis Cinta(KBC)

Pelaksanaan Kokurikuler selama satu tahun ajaran mengambil 2


tema, dengan menggunakan tema kearifan lokal lembaga, pada
semester 1: Aku Syang Bumi, dengan judul Kegiatan : Kebun
Sekolahku Yang Hijau. Pada tema ini anak diajak berkebun
dilingkungan lembaga, dengan menanam, merawat sampai dengan
panen, kemudian hasil panen akan dimasak untuk makan bersama.

1 Tema 8 DPL 7KAIH KBC Ket


Kebun Kreatifitas, Berolahraga, Hubbul Inquiri,
PBL
RA ku Kesehatan, makan sehat biah,
yang Bernalar Kritis bergizi, Hubbunnafs
hijau Kolaborasi, bermasyarakat ,
Hubbunnas
Peta Alur Projek
[Link]..................
[Link]..................
[Link].....................

Pada semester II, pelaksanaan Kokurikuler mengambil Tema


Kreatifitasku dengan judul kegitan : Aku Pengusaha Telor Asin

E. Pembelajaran Ekstrakurikuler

Pelaksanaan ekstrakurikuler menerapkan prinsip pilihan


berdasarkan minat anak tanpa paksaan, pendampingan oleh guru

31
berpengalaman, dan tetap menerapkan prinsip bermakna dan
menggembirakan sesuai kerangka PM. Kegiatan ekstrakurikuler
dirancang sebagai pengayaan dan pengembangan bakat-minat
khusus anak yang mendukung pencapaian dimensi profil lulusan.
Jenis kegiatan meliputi seni dan kreativitas yaitu :

Jenis Kegiatan Integrasi 8 Dimensi Profil


N Tujuan
Ekstrakurikuler Lulusan
1 Perkusi Musik Mengembangkan Kreativitas (eksplorasi
Dapur kreativitas musik bunyi), Komunikasi
dengan alat-alat (ekspresi musikal),
dapur, ritme, dan Kolaborasi (ensemble
kepekaan bunyi musik), Penalaran Kritis
(pola ritme)
2 Qiroah/ Tilawah Mengembangkan Keimanan (membaca kitab
kemampuan membaca suci), Komunikasi
Al-Quran dengan tartil (artikulasi yang jelas),
dan benar Kemandirian (belajar
mandiri), Penalaran Kritis
(memahami bacaan)
3 Tari Tradisional Melestarikan budaya Kewargaan (pelestarian
daerah dan budaya), Kreativitas
mengembangkan (ekspresi gerak),
apresiasi seni Kesehatan (aktivitas fisik),
tradisional Komunikasi (ekspresi non-
verbal)
4 English for Kids Mengenalkan bahasa Komunikasi (bahasa asing),
Inggris dasar melalui Kreativitas (lagu dan
lagu dan permainan games), Kolaborasi
sederhana (aktivitas kelompok),
Penalaran Kritis
(pemahaman bahasa)
5 Drumband/ Mengembangkan Kolaborasi (kekompakan
Marching koordinasi, disiplin, formasi), Kemandirian
dan kerjasama melalui (disiplin latihan),
musik dan formasi Komunikasi (ekspresi
musik), Kesehatan
(aktivitas fisik)
6 Renang Mengajarkan dasar- Kesehatan (olahraga air),
dasar berenang dan Kemandirian (mengatasi
water safety untuk takut air), Penalaran Kritis
anak (teknik gerakan),
Kolaborasi (keselamatan
bersama)

F. Pengaturan Waktu Pembelajaran

Pengaturan waktu mengutamakan fleksibilitas yang disesuaikan


dengan ritme natural anak. Jadwal harian dimulai dengan waktu

32
kedatangan untuk transisi dari rumah ke sekolah, dilanjutkan circle
time untuk berbagi pengalaman, kegiatan inti dengan pembelajaran
tematik dalam blok waktu fleksibel, istirahat sebagai pembelajaran
sosial, kegiatan lanjutan yang responsif terhadap energi anak, dan
penutup dengan refleksi sederhana.

Prinsip fleksibilitas waktu mempertimbangkan daya konsentrasi


anak yang terbatas, kemungkinan perpanjangan waktu jika anak
sangat antusias, transisi halus antar aktivitas, dan responsivitas
terhadap kebutuhan spontan anak.

Lingkungan dirancang sebagai sumber belajar dengan penataan


ruang dalam berupa area pembelajaran interdisipliner dan area
aktivitas khusus, serta pemanfaatan ruang luar melalui kebun
sekolah sebagai laboratorium alam dan area bermain outdoor untuk
eksplorasi.

Intrakurikuler

Kelas Mingguan Semester Tahun


RA A 1.050 menit 19 minggu x 2 semester x
(usia 4 - 5 (dilaksanakan 1050 menit = 17.850 menit =
tahun) dalam 6 hari 17.850 menit 35.700 menit
efektif ; Senin -
Sabtu)
RA B 1.050 menit 19 minggu x 2 semester x
(usia 5 - 6 (dilaksanakan 1050 menit = 17.850 menit =
tahun) dalam 6 hari 17.850 menit 35.700 menit
efektif : Senin -
Sabtu)

Ekstrakurikuler

33
Kelas Mingguan Semester Tahun
RA A 60 menit 17 minggu x 60 2 semester x
(usia 4 - 5 (dilaksanakan menit = 1.020 1.020 menit =
tahun) setiap hari ........) menit 2.040 menit

RA B 60 menit 17 minggu x 2 semester x


(usia 5 - 6 (dilaksanakan 60menit = 1.020 menit =
tahun) setiap 1.020 menit 2.040 menit
hari ............

34
BAB V
PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A. Kerangka kerja Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum

Berbasis Cinta(KBC)

Perencanaan pembelajaran di RA .................. mengacu pada


kerangka Pembelajaran Mendalam yang terdiri dari empat tahapan
sistematis. Setiap tahapan dirancang untuk memastikan
pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
bagi anak usia dini di inergikan dengan KBC

Adapun Tahapannya adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi yang meliputi analisis kesiapan peserta


didik, karakteristik materi pembelajaran, dan penentuan
dimensi profil lulusan yang akan dicapai.
2. Desain pembelajaran yang mencakup penetapan
capaian pembelajaran, topik kontekstual, integrasi
lintas disiplin, tujuan pembelajaran, dan kerangka
pembelajaran. T
3. Pengalaman belajar yang dirancang dengan prinsip
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui
tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
4. Asesmen yang dilakukan di awal, proses, dan akhir
pembelajaran.

Kerangka ini memastikan bahwa setiap pembelajaran tidak


hanya mencapai capaian pembelajaran fase fondasi, tetapi juga
mengembangkan delapan dimensi profil lulusan secara terintegrasi.
Pendekatan ini juga mempertimbangkan karakteristik unik anak usia
dini yang belajar melalui bermain dan membutuhkan pengalaman
konkret serta interaksi sosial yang bermakna. Adapun cakupannya
sebagi berikut :

35
[Link] Profil Lulusan ( uraikan)

2. Prinsip Pembelajaran ( Uraikan)

[Link] Belajar ( uraikan0

[Link] Pembelajaran ( Uraikan)

[Link] Asesemen (Uraikan)

[Link] Berbasis Cinta ( KBC tunggu juknis terbaru


6/5 tema

B. Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran di RA.................... mengacu pada CP fase


fondasi yang ditetapkan pemerintah dan disesuaikan dengan konteks
sekolah serta kebutuhan anak. CP menjadi acuan utama dalam
merancang pembelajaran yang holistik dan bermakna.

Berdasarkan CP fase fondasi, sekolah mengembangkan tujuan


pembelajaran yang lebih spesifik dan operasional. Tujuan
pembelajaran dirumuskan dengan mempertimbangkan subjek
belajar, pengetahuan atau keterampilan yang harus dikuasai, kondisi
atau konteks demonstrasi kompetensi, serta tingkat pencapaian
sebagai indikator keberhasilan. Setiap tujuan pembelajaran
dirancang untuk dapat dicapai dalam rentang waktu tertentu sesuai
dengan daya konsentrasi dan kemampuan anak.

Alur Tujuan Pembelajaran disusun secara logis menurut urutan


pembelajaran dari awal hingga akhir fase fondasi. Prinsip penyusunan
ATP di PAUD meliputi esensial untuk fokus pada hal-hal mendasar,
berkesinambungan untuk memastikan koneksi antar pembelajaran,
kontekstual agar relevan dengan kehidupan anak, dan sederhana
untuk mudah dipahami dan dilaksanakan. ATP di
RA ....................mengorganisasikan tujuan pembelajaran berdasarkan

36
laju perkembangan anak dan dirancang fleksibel untuk
mengakomodasi keberagaman individual.

Berikut ini adalah CP yang berisi muatan/materi pembelajaran


mencakup berbagai aspek perkembangan anak usia dini yang
digunakan :

MASUKKAN CP,
C. Rencana Pembelajaran

RA.......................... menggunakan dokumen perencanaan


pembelajaran yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPR). RPP
digunakan untuk perencanaan pembelajaran dengan format yang
fleksibel, s dikembangkan untuk materi-materi tertentu yang
memerlukan elaborasi lebih mendalam.

RPP dirancang dengan tiga komponen utama sesuai dengan


prinsip Pembelajaran Mendalam. Komponen pertama adalah
identifikasi yang mencakup analisis kesiapan anak, karakteristik
materi, dan dimensi profil lulusan KBC, yang akan dikembangkan.
Komponen kedua adalah desain pembelajaran yang meliputi capaian
pembelajaran, topik pembelajaran yang kontekstual, integrasi lintas
disiplin, tujuan pembelajaran spesifik, dan kerangka pembelajaran
dengan empat elemen praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran,
kemitraan, dan pemanfaatan digital. Komponen ketiga adalah
pelaksanaan yang mencakup pengalaman belajar memahami-
mengaplikasi-merefleksi dengan prinsip berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan.

37
Gambar: Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam

Modul Ajar yang disebut dengan Perencanaan Pembelajaran


Mendalam merupakan proses sistematis yang terdiri dari empat
tahapan yang saling berkaitan dan terintegrasi. Tahapan ini
dirancang untuk memastikan pembelajaran yang berkualitas dengan
menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Tahap pertama adalah Identifikasi yang menjadi fondasi


perencanaan pembelajaran. Pada tahap ini, guru melakukan tiga
kegiatan utama yaitu mengidentifikasi kesiapan peserta didik yang
mencakup pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan
belajar mereka. Selanjutnya guru memahami karakteristik materi
pelajaran meliputi jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi
dengan kehidupan nyata, tingkat kesulitan, dan struktur materi.
Terakhir, guru menentukan dimensi profil lulusan yang akan
dikembangkan dalam pembelajaran tersebut.

Tahap kedua adalah Desain Pembelajaran yang merupakan


tahap perancangan pembelajaran secara detail. Guru menentukan
capaian pembelajaran sesuai fase yang ditetapkan, kemudian
memilih topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan
kehidupan peserta didik. Pembelajaran dirancang dengan
mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik,
merumuskan tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur, serta

38
menentukan kerangka pembelajaran yang mencakup empat elemen
yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pemanfaatan digital.

Tahap ketiga adalah Pengalaman Belajar yang menjadi inti


dari implementasi pembelajaran. Guru merancang pembelajaran
dengan menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan dalam setiap aktivitas. Tahapan pembelajaran
disusun dengan langkah-langkah kegiatan awal, inti, dan penutup
yang mengalir secara natural. Yang terpenting, guru mendeskripsikan
pengalaman belajar yang meliputi tiga proses utama yaitu
memahami untuk membangun pemahaman konsep, mengaplikasi
untuk menerapkan pemahaman dalam berbagai konteks, dan
merefleksi untuk mengevaluasi dan mengingat kembali apa yang
telah dipelajari.

Tahap keempat adalah Asesmen yang dilakukan secara


berkelanjutan untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan
peserta didik. Asesmen dirancang dalam tiga waktu yaitu asesmen
pada awal pembelajaran untuk mengidentifikasi kondisi awal peserta
didik, asesmen pada proses pembelajaran untuk memantau
perkembangan selama pembelajaran berlangsung, dan asesmen
pada akhir pembelajaran untuk mengevaluasi pencapaian tujuan
pembelajaran. Keempat tahapan ini saling terkait dan membentuk
siklus perencanaan yang holistik untuk menciptakan pembelajaran
yang efektif dan bermakna bagi peserta didik.

39
Gambar: Perencanaan Pembelajaran Mendalam

D. Pelaksanaan Pembelajaran

RA...................menerapkan beberapa strategi pembelajaran


yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini dan prinsip
Pembelajaran Mendalam. Strategi utama yang digunakan adalah
pembelajaran berbasis bermain yang menjadi fondasi semua
aktivitas pembelajaran, dimana konsep dan keterampilan
disampaikan melalui permainan edukatif yang menyenangkan.
Pembelajaran berbasis pengalaman diterapkan dengan memberikan
kesempatan anak untuk mengalami langsung melalui eksplorasi,
eksperimen, dan manipulasi objek konkret.

Pembelajaran kolaboratif menjadi strategi penting untuk


mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan bekerja sama.
Anak didorong untuk belajar bersama teman sebaya melalui diskusi
sederhana, berbagi ide, dan menyelesaikan tugas bersama.
Pembelajaran berbasis inquiry diterapkan dalam bentuk sederhana
dimana anak didorong untuk bertanya, mengamati, dan mencari
jawaban melalui eksplorasi. Pembelajaran kontekstual memastikan
semua materi pembelajaran terhubung dengan kehidupan nyata
anak dan lingkungan sekitar mereka.

menggunakan lima model pembelajaran utama yang telah


disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini dan mendukung
implementasi Pembelajaran Mendalam. Model STEAM (Science,
Technology, Engineering, Arts, Mathematics) diterapkan dalam
bentuk sederhana melalui eksplorasi sains alam, pengenalan
teknologi sederhana yang aman, engineering melalui kegiatan
membangun dengan balok, seni sebagai media ekspresi, dan

40
matematika dasar melalui pola dan bilangan. Integrasi STEAM
dilakukan dalam proyek seperti membuat jembatan dari balok
(engineering), menghias dengan warna-warni (arts), menghitung
berapa balok yang digunakan (mathematics), mengamati mengapa
jembatan bisa kuat (science), dan dokumentasi dengan foto
(technology).

Model Pembelajaran Kolaboratif menjadi pendekatan utama


dimana anak belajar bekerja sama dalam kelompok kecil untuk
menyelesaikan tugas atau proyek bersama. Anak dibagi dalam
kelompok 3-4 orang dengan peran yang jelas namun fleksibel, seperti
pengamat, perancang, pelaksana, dan pencerita. Melalui model ini
anak belajar berbagi ide, mendengarkan pendapat teman, mencapai
kesepakatan, dan menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.

Model Project-Based Learning (PjBL) diterapkan dalam bentuk


proyek sederhana yang relevan dengan kehidupan anak. Proyek
seperti "Membuat Taman Mini" melibatkan anak dalam tahapan
perencanaan sederhana, pelaksanaan menanam dan merawat, serta
presentasi hasil kepada teman dan orang tua. Setiap proyek
dirancang untuk mengembangkan multiple dimensi profil lulusan dan
berlangsung dalam periode waktu yang sesuai dengan daya
konsentrasi anak.

Model Problem-Based Learning (PBL) disesuaikan dengan


kemampuan anak melalui penyajian masalah sederhana yang dekat
dengan kehidupan mereka. Contohnya masalah "Mengapa tanaman
di kelas layu?" yang mendorong anak untuk mengamati, bertanya,
mencari informasi, mencoba solusi, dan mengevaluasi hasilnya.
Masalah yang dipilih bersifat konkret, dapat diamati langsung, dan
memiliki solusi yang dapat dicoba oleh anak.

Model Pembelajaran Inkuiri diterapkan untuk mengembangkan


rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis anak. Guru
memfasilitasi anak untuk bertanya, mengamati, memprediksi,

41
mencoba, dan menyimpulkan melalui kegiatan eksplorasi. Contohnya
eksplorasi "Benda yang Tenggelam dan Mengapung" dimana anak
didorong untuk memprediksi, menguji, mengamati, dan
menyimpulkan berdasarkan percobaan yang mereka lakukan sendiri.

Model Pembelajaran

Dengan menggunakan lima model pembelajaran utama yang


telah disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini dan mendukung
implementasi Pembelajaran Mendalam. Model STEAM (Science,
Technology, Engineering, Arts, Mathematics) diterapkan dalam
bentuk sederhana melalui eksplorasi sains alam, pengenalan
teknologi sederhana yang aman, engineering melalui kegiatan
membangun dengan balok, seni sebagai media ekspresi, dan
matematika dasar melalui pola dan bilangan. Integrasi STEAM
dilakukan dalam proyek seperti membuat jembatan dari balok
(engineering), menghias dengan warna-warni (arts), menghitung
berapa balok yang digunakan (mathematics), mengamati mengapa
jembatan bisa kuat (science), dan dokumentasi dengan foto
(technology).

Model Pembelajaran Kolaboratif menjadi pendekatan utama


dimana anak belajar bekerja sama dalam kelompok kecil untuk
menyelesaikan tugas atau proyek bersama. Anak dibagi dalam
kelompok 3-4 orang dengan peran yang jelas namun fleksibel, seperti
pengamat, perancang, pelaksana, dan pencerita. Melalui model ini
anak belajar berbagi ide, mendengarkan pendapat teman, mencapai
kesepakatan, dan menghargai kontribusi setiap anggota kelompok.

Model Project-Based Learning (PjBL) diterapkan dalam


bentuk proyek sederhana yang relevan dengan kehidupan anak.
Proyek seperti "Membuat Taman Mini" melibatkan anak dalam
tahapan perencanaan sederhana, pelaksanaan menanam dan
merawat, serta presentasi hasil kepada teman dan orang tua. Setiap
proyek dirancang untuk mengembangkan multiple dimensi profil

42
lulusan dan berlangsung dalam periode waktu yang sesuai dengan
daya konsentrasi anak.

Model Problem-Based Learning (PBL) disesuaikan dengan


kemampuan anak melalui penyajian masalah sederhana yang dekat
dengan kehidupan mereka. Contohnya masalah "Mengapa tanaman
di kelas layu?" yang mendorong anak untuk mengamati, bertanya,
mencari informasi, mencoba solusi, dan mengevaluasi hasilnya.
Masalah yang dipilih bersifat konkret, dapat diamati langsung, dan
memiliki solusi yang dapat dicoba oleh anak.

Model Pembelajaran Inkuiri diterapkan untuk


mengembangkan rasa ingin tahu dan keterampilan berpikir kritis
anak. Guru memfasilitasi anak untuk bertanya, mengamati,
memprediksi, mencoba, dan menyimpulkan melalui kegiatan
eksplorasi. Contohnya eksplorasi "Benda yang Tenggelam dan
Mengapung" dimana anak didorong untuk memprediksi, menguji,
mengamati, dan menyimpulkan berdasarkan percobaan yang mereka
lakukan sendiri.

Prosedur Pelaksanaan

Prosedur pelaksanaan pembelajaran di RA.....................


mengikuti tahapan sistematis yang memastikan implementasi
Pembelajaran Mendalam secara optimal. Tahap Persiapan dimulai
dengan guru mempersiapkan lingkungan belajar, menyiapkan media
dan alat peraga, serta melakukan briefing singkat dengan tim untuk
memastikan koordinasi yang baik.

Tahap Pembukaan (Circle Time) dilaksanakan selama 15


menit dengan kegiatan salam dan doa bersama, menginsersikan
Kurikulum berbasis tema yang disesuaikan, sharing pengalaman
anak, pengenalan tema hari ini, dan penjelasan aktivitas yang akan
dilakukan. Guru menggunakan lagu, gerakan, atau permainan
sederhana untuk menciptakan suasana yang ceria dan siap belajar.

43
Tahap Kegiatan Inti merupakan implementasi pengalaman
belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Fase Memahami
dilakukan melalui eksplorasi dan observasi dimana anak diajak
mengamati, bertanya, dan mencoba memahami konsep baru melalui
pengalaman langsung. Fase Mengaplikasi memberikan
kesempatan anak untuk menerapkan pemahaman mereka dalam
berbagai aktivitas seperti bermain peran, membuat karya, atau
melakukan eksperimen sederhana. Fase Merefleksi dilakukan
dengan meminta anak menceritakan kembali aktivitas mereka,
mengungkapkan perasaan, dan berbagi hasil [Link]
KBC

Tahap Istirahat dan Makan tidak hanya sebagai waktu break


tetapi juga momen pembelajaran sosial dimana anak belajar berbagi,
sopan santun, kebersihan, dan kemandirian. Tahap Aktivitas
Lanjutan berupa permainan outdoor, aktivitas motorik kasar, atau
eksplorasi alam yang memberikan kesempatan anak untuk bergerak
bebas dan mengembangkan keterampilan fisik. Iinsersi KBC

Tahap Penutup dilakukan dengan kegiatan refleksi sederhana,


evaluasi bersama tentang aktivitas hari ini, doa penutup, dan
persiapan pulang. Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi
anak dan memberikan motivasi untuk kegiatan esok hari. Insersi KBC

E. Asesmen Pembelajaran

Asesmen di RA...................... dirancang berdasarkan prinsip


assessment for learning, assessment as learning, dan assessment of
learning yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini.
Asesmen bukan sekedar pengukuran capaian, tetapi alat untuk
memahami perkembangan anak secara holistik dan memberikan
umpan balik yang konstruktif dan umpan balik

44
Asesmen awal dilakukan untuk mengidentifikasi kesiapan anak
sebelum pembelajaran dimulai. Ini mencakup pengetahuan awal,
minat, latar belakang keluarga, gaya belajar, dan kebutuhan khusus
anak. Informasi ini digunakan untuk merancang pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik individual anak dan mengantisipasi
kebutuhan dukungan yang diperlukan.

Asesmen proses dilakukan secara berkelanjutan selama


pembelajaran berlangsung sebagai umpan balik akan proses
pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi observasi natural,
catatan anekdot, dokumentasi foto dan video, ceklis perkembangan,
dan portofolio hasil karya anak. Asesmen ini memberikan gambaran
real-time tentang perkembangan anak dan memungkinkan guru
untuk melakukan penyesuaian pembelajaran secara responsif.

Asesmen akhir dilakukan untuk mengevaluasi pencapaian tujuan


pembelajaran dan perkembangan dimensi profil lulusan serta umpan
balik. Asesmen ini bersifat komprehensif dan holistik, tidak hanya
fokus pada aspek kognitif tetapi juga perkembangan sosial-
emosional, fisik-motorik, bahasa, seni, dan nilai-nilai moral. Hasil
asesmen dikomunikasikan kepada orang tua dalam bentuk portofolio,
laporan naratif, dan diskusi personal.

Instrumen asesmen dirancang untuk authentic assessment,


rubrik penilaian dikembangkan dengan indikator mengakomodasi
keberagaman cara anak menunjukkan kompetensinya. Dokumentasi
menjadi bagian penting dari asesmen untuk merekam perjalanan
pembelajaran anak dan menjadi bukti perkembangan yang dapat
dibagikan dengan orang tua.

45
BAB VI
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL

A. Pendampingan

Pendampingan implementasi Pembelajaran Mendalam di


RA...................... dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk
memastikan transformasi pembelajaran berjalan optimal. Strategi
pendampingan didasarkan pada pemahaman bahwa implementasi
PM memerlukan perubahan paradigma dari pembelajaran
konvensional menuju pembelajaran yang berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan.

Pendampingan dilaksanakan melalui pendekatan yang holistik


dengan melibatkan seluruh ekosistem pendidikan di sekolah. Kepala
sekolah berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang
memfasilitasi dan mendampingi guru dalam menerapkan prinsip-
prinsip PM. Guru senior yang telah memahami PM dengan baik
menjadi mentor bagi guru lain dalam implementasi di kelas.
Keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam
pendampingan untuk memastikan kontinuitas penerapan PM di
rumah.

Program pendampingan di .................................dirancang


dengan tiga pendekatan utama yang saling melengkapi untuk
memastikan implementasi Pembelajaran Mendalam berjalan optimal.

P
r
o
Bentuk Frekue Target
g Fokus Pendampingan Pelaksana
Kegiatan nsi Output
r
a
m
C • Pengembangan Setiap Kepala RA •
o Pendampin kemampuan guru dalam bulan atau Guru Peningkatan
a gan menerapkan PM di kelas (minim Senior kualitas
c pembelajar secara praktis al 2 pembelajara
h an sesi) n
i individual •
n • Observasi Implementa

46
g kelas si 3 prinsip
• Diskusi PM
reflektif •
• Feedback Penguasaan
konstruktif 3
pengalaman
belajar
M • Supervisi Pengembangan • KS: • Kepala •
e klinis profesional guru melalui Setiap RA Peningkatan
n Kepala RA bimbingan dan bulan • Pengawas kompetensi
t • Supervisi dukungan berkelanjutan • Madrasah guru
o klinis Pengaw •
ri Pengawas as: Penyelesaia
n • Sharing Setiap n kendala
g pengalama 2 bulan implementa
n si
• •
Pemecahan Pengemban
masalah gan best
bersama practices
P • Penguatan pengetahuan • Juni: • • Dokumen
e Pengemba dan keterampilan teknis ATP Narasumbe ATP
l ngan CP terkait implementasi PM • Juli: r Internal berkualitas
a menjadi Modul • • Modul
ti ATP Ajar Narasumbe pembelajara
h • • r Eksternal n PM
a Penyusuna Agustu • Tim Ahli • Instrumen
n n Modul s: PM asesmen
Ajar PM Modul holistik
• Projek • Sertifikat
Pengemba • kompetensi
ngan Modul Oktobe
Projek r:
• Teknik Asesm
Asesmen en
Holistik
• Workshop
Internal

Keterangan Program:

Program Coaching berfokus pada pendampingan praktis di


kelas dengan pendekatan personal yang memungkinkan guru
mendapat bimbingan langsung dalam mengimplementasikan PM.
Setiap sesi coaching dimulai dengan observasi pembelajaran,
dilanjutkan diskusi reflektif tentang penerapan prinsip berkesadaran,
bermakna, dan menggembirakan, serta diakhiri dengan feedback
konstruktif dan rencana pengembangan selanjutnya.

Program Mentoring memberikan dukungan berkelanjutan


melalui relationship yang lebih luas antara mentor dan mentee.
Supervisi klinis dilakukan dengan pendekatan kolaboratif dimana

47
kepala sekolah dan pengawas tidak hanya mengevaluasi tetapi juga
memberikan dukungan dalam mengatasi tantangan implementasi
PM. Sharing pengalaman menjadi kunci dalam transfer pengetahuan
dan best practices.

Program Pelatihan dirancang untuk memberikan pengetahuan


dan keterampilan teknis yang diperlukan dalam implementasi PM.
Pelatihan dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan
implementasi, dimulai dari pengembangan dokumen perencanaan
hingga teknik asesmen yang sesuai dengan prinsip PM. Kombinasi
narasumber internal dan eksternal memastikan kualitas dan relevansi
materi pelatihan.

B. Evaluasi

Evaluasi PM di RA……………. dilakukan secara komprehensif


dengan fokus pada transformasi pembelajaran dan dampaknya
terhadap perkembangan anak. Sistem evaluasi dirancang untuk
mengukur tidak hanya ketercapaian target akademik, tetapi juga
pengembangan delapan dimensi profil lulusan secara holistik.

Evaluasi implementasi PM dilakukan melalui beberapa aspek


yang saling terkait. Pertama adalah evaluasi ketercapaian Capaian
Pembelajaran fase fondasi yang disesuaikan dengan implementasi
PM. Evaluasi tidak hanya mengukur aspek kognitif tetapi juga
perkembangan sosial-emosional, fisik-motorik, bahasa, seni, dan nilai
agama moral anak.

Kedua adalah evaluasi keterlaksanaan projek penguatan profil


lulusan yang menjadi ciri khas implementasi PM. Evaluasi mencakup
kualitas perencanaan projek, implementasi tiga pengalaman belajar
memahami-mengaplikasi-merefleksi, serta dampak projek terhadap
pengembangan dimensi profil lulusan anak dan Kurikulum Berbasis
Cinta

48
Ketiga adalah evaluasi ketercapaian delapan dimensi profil
lulusan melalui observasi, dokumentasi, dan asesmen autentik.
Setiap dimensi dievaluasi menggunakan indikator yang disesuaikan
dengan tahap perkembangan anak usia dini. Evaluasi dilakukan
secara berkelanjutan untuk memantau progress perkembangan
setiap anak.

Keempat adalah evaluasi kualitas pembelajaran yang mencakup


implementasi prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
dalam pembelajaran sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi
pembelajaran, feedback anak dan orang tua, serta self-assessment
guru terhadap implementasi PM.

C. Pengembangan Profesional

Pengembangan profesional di RA......................... dirancang


sebagai proses berkelanjutan yang mendukung implementasi PM
secara optimal. Program pengembangan ditekankan pada prinsip
reflektif dan pengembangan diri yang memungkinkan guru untuk
terus belajar dan berkembang dalam menerapkan PM.

Program Peningkatan Kompetensi Guru

Fokus
Kegiatan Waktu Pelaksana
Pengembangan
Pemahaman PM Workshop PM dasar, Awal Kepala RA +
untuk PAUD Praktik di kelas tahun Narasumber
ajaran
Teknik Bermain Pelatihan praktis, Setiap Tim Internal
Sambil Belajar Sharing antar guru semester
Cara Mengamati Latihan observasi, Bulanan Kepala RA
Anak Diskusi kasus
Komunikasi Role play, Tips Sesuai Psikolog/
dengan Orang praktis kebutuha Konselor
Tua n

Kegiatan Pengembangan Sederhana

Kegiatan Tujuan Frekuensi Keterangan

49
Sharing Berbagi pengalaman Setiap 2 Informal, santai
Antar Guru mengajar minggu
Kunjungan Saling belajar teknik Bulanan Bergantian antar
Kelas mengajar guru
Diskusi Membahas Sesuai Tim guru + Kepala
Kasus Anak perkembangan anak kebutuhan RA
Pelatihan Update pengetahuan Semester Dinas/Narasumber
Singkat PAUD Eksternal

Kerjasama Sederhana

Dengan Orang Tua:

● Pertemuan rutin membahas perkembangan anak

● Workshop parenting sederhana

● Keterlibatan dalam kegiatan lembaga

Dengan Masyarakat:

● Mengundang profesi tertentu sebagai narasumber (dokter,


polisi, petani)

● Kunjungan ke tempat-tempat edukatif , UMKM di sekitar

● Pemanfaatan sumber belajar lokal

Dengan Sesama RA:

● Sharing pengalaman dengan RA lain

● Kunjungan belajar antar sekolah

● Mengikuti forum guru RA daerah

Program pengembangan ini dirancang sederhana dan realistis


sesuai dengan kapasitas RA yang umumnya memiliki guru terbatas
dan anggaran yang tidak besar. Fokus utama adalah pada
peningkatan kualitas pembelajaran sehari-hari dan penciptaan
suasana belajar yang menyenangkan untuk anak-anak.

50
BAB VII
PENUTUP

Kurikulum Raudhatul Athfal (KRA) RA....................... Tahun


Pelajaran 2025/2026 telah disusun sebagai panduan operasional
untuk mengimplementasikan pendidikan anak usia dini yang
berkualitas dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Dokumen
ini menjadi acuan bagi seluruh komponen pendidikan dalam
melaksanakan layanan PAUD yang holistik-integratif, ramah anak,
pembiasaan 7 KAIH, KBC.

Keberhasilan implementasi KRA ini bergantung pada dukungan


dan kolaborasi aktif dari kepala sekolah, pendidik, komite sekolah,
dan seluruh stakeholder terkait. Sinergi yang kuat antar komponen
ini menjadi kunci utama tercapainya visi, misi, dan tujuan yang telah
ditetapkan.

Kurikulum ini bersifat dinamis dan terbuka untuk


penyempurnaan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan
perkembangan pendidikan. Evaluasi dan masukan dari berbagai
pihak sangat diharapkan untuk meningkatkan kualitas layanan
pendidikan pada periode mendatang.

Apresiasi disampaikan kepada Tim Pengembang Kurikulum,


Kantor Kemenag [Link], serta seluruh pendidik dan tenaga
kependidikan yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen
ini. Semoga implementasi KSP ini dapat memberikan dampak positif
bagi perkembangan optimal anak didik dan kemajuan pendidikan
PAUD di Indonesia.

51
DAFTAR PUSTAKA

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset, dan Teknologi. 2022.


Panduan Pembelajaran dan Asesment: Jakarta
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset, dan Teknologi. 2022.
Panduan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Jakarta
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset, dan Teknologi. 2022.
Panduan Kurikulum Satuan Pendidikan: Jakarta
Keputusan Menteri Nomor 56 Tahun 2020 tentang Panduan
Kurikulum Keputusan Menteri Nomor 719 Tahun 2020 Pedoman
Kurikulum Kondisi Khusus
Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen
Pendidikan Nomor 9 Tahun 2022 tetang Dimensi PPP
Keputusan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan
Asesmen Pendidikan nomor 33 Tahun 2022 tentang Capaian
Pembelajaran Dikdas (perubahan atas Kep KBSKAP Nomor 8
Tahun 2022)
Umami, Nurhikmah 2022 PAUD Jateng Kurikulum dan Pembelajaran
Pendidikan Anak Usia Dini [Link]
Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Nomor 5 tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Nomor 7 tahun 2022 tentang Standar Isi
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Nomor 16 tahun 2022 tentang Standar proses
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi
Nomor 21 tahun 2022 tentang Standar Penilaian
Surat Edaran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset
dan Teknologi Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan
Komponen RPP
Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional

52
LAMPIRAN

53
A. Contoh Modul Ajar

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Penulis /Guru Semester 1 (Gasal)


Asal Sekolah Minggu Ke- 1
Fase Fondasi Bulan Juli 2025
Alokasi
Jenjang/Kelas A (4-5 Tahun) 6 x 3 JP
Waktu
Model Jumlah
Inkuiri
Pembelajaran Anak
Topik / Sub Identitas / Aku Hamba Allah (Alhamdulillah Kawanku
Topik Baru: Ayo Kita Berkenalan)

A. IDENTIFIKASI

Peserta Anak usia 4-5 tahun memiliki pengetahuan awal tentang nama dan
Didik anggota keluarga, menunjukkan minat tinggi dalam aktivitas bermain
dan berinteraksi, berasal dari latar belakang sosial budaya yang
beragam, memerlukan lingkungan yang aman untuk mengekspresikan
diri, memiliki rentang perhatian pendek namun antusias dalam
eksplorasi, dan membutuhkan pengalaman belajar yang konkret dan
menyenangkan.
Materi Materi identitas diri mencakup pengetahuan esensial (nama, umur,
Pelajara alamat, anggota keluarga), pengetahuan aplikatif (cara
n memperkenalkan diri, berinteraksi dengan orang lain), dan
pengetahuan nilai dan karakter (percaya diri, kemandirian, sopan
santun). Materi ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari anak,
memiliki tingkat kesulitan yang sesuai dengan tahap perkembangan
usia 4-5 tahun, dan terintegrasi dengan pengembangan karakter serta
nilai-nilai moral.
Dimensi ✅ DPL1
⬜ DPL3 ✅ DPL5 ⬜ DPL7
Profil Keimanan dan
Penalaran Kritis Kolaborasi Kesehatan
Lulusan Ketakwaan terhadap
Tuhan YME
✅ DPL6
✅ DPL2 ⬜ DPL4 ✅ DPL8
Kemandiri
Kewargaan Kreativitas Komunikasi
an
KBC 1. Hubbul
2. Hubbur
ah
rasul

3. Hubbu 4. Hubbun
nafs nas
6. Hubbul
5. Hubbul wathon
Biah wal
Bilad

B. DESAIN PEMBELAJARAN

DOK
Capaia - CP Jati Diri: Anak memahami identitas dirinya yang terbentuk oleh
n ragam minat, kebutuhan, karakteristik gender, agama, dan sosial
Pembel budaya
ajaran - CP Jati Diri: Anak mengenal dan memiliki perilaku positif terhadap
identitas dan perannya sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
masyarakat, dan anak Indonesia sehingga dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan, aturan, dan norma yang berlaku;
Lintas Pendidikan Karakter, Seni dan Kreativitas, Bahasa dan Komunikasi,
Disiplin Sosial Emosional, Perkembangan Motorik
Ilmu
Tujuan - Anak mampu mengenali identitas diri dan mengekspresikannya
Pembel melalui berbagai media kreatif dengan percaya diri
ajaran - Anak mampu berinteraksi, berkolaborasi, dan menghargai
perbedaan dengan teman dalam aktivitas kelompok
- Anak mampu merefleksikan pengalaman belajar dan
mengungkapkan perasa
Topik Aku Istimewa: Ayo Kita Berkenalan
Pembel
ajaran
Praktik Pembelajaran berbasis bermain, pembelajaran berbasis proyek
Pedago sederhana, pembelajaran kolaboratif melalui aktivitas kelompok,
gis pembelajaran eksploratif dengan pendekatan inkuiri
Kemitra - Lingkungan lembaga: Guru kelas, kepala RA, guru pendamping
an - Masyarakat: Orang tua sebagai narasumber tentang keluarga,
Pembel kakek nenek yang bisa bercerita
ajaran - Lingkungan Luar Lembaga: Komunitas sekitar lembaga untuk
sharing pengalaman
Lingkun - Ruang Fisik: Area bermain yang fleksibel, sudut seni dan
gan kreativitas, area bercerita dan sharing circle, display area untuk
Pembel memamerkan karya anak
ajaran - Ruang Virtual: Video cerita interaktif, musik dan lagu digital,
dokumentasi pembelajaran
- Budaya Belajar: Menciptakan atmosfer saling menghargai,
keamanan emosional, kebebasan berekspresi, dan eksplorasi tanpa
takut salah
Pemanf - Perencanaan: Persiapan video cerita dan lagu digital, aplikasi
aatan dokumentasi pembelajaran
Digital - Pelaksanaan: Video interaktif "Ayo Berkenalan", musik latar untuk
aktivitas, dokumentasi foto dan video proses belajar anak
- Asesmen: Portofolio digital karya anak, rekaman video presentasi
sederhana anak
- Dukungan media ajar digital ( link

C. PENGALAMAN BELAJAR

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN / LANGKAH-LANGKAH


PEMBELAJARAN

AWAL (BERKESADARAN, BERMAKNA, MENGGEMBIRAKAN)dan KBC


Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan dalam tahap ini
meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi
yang menggembirakan:

DOK
1. Salam dan doa , Asmaul Husna, hafalan surat pendek, doa, harian, hadist,
kalimat thoyibah, syiroh Nabi dengan penuh perhatian dan kesadaran
2. Teknik pemusatan konsentrasi: "Duduk seperti katak yang tenang,
rasakan napas masuk dan keluar"
3. Lagu selamat datang yang menyebutkan nama setiap anak
4. Video cerita "Ayo Berkenalan" dengan pertanyaan reflektif
5. Menghubungkan cerita dengan pengalaman nyata anak: "Siapa yang
pernah bertemu teman baru?"
6. Membangun ekspektasi positif: "Hari ini kita akan belajar hal istimewa
tentang diri kita!"

INTI
Pada tahap ini, anak aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami,
mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran
berkesadaran, bermakna, menggembirakan untuk mencapai tujuan
pembelajaran.

MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)


Ha
Uraian Kegiatan
ri
1 Kegiatan 1 : Membuat Boneka Jari Keluarga (berkesadaran, bermakna).
Alat dan bahan: Kertas karton, spidol, cat warna, gunting, sti es krim,
pensil, krayon, lem. Cara Membuat:
- Siapkan kertas karton, kemudian mintalah anak-anak untuk
meletakkan telapak tangan mereka di atas kertas karton kemudian
jiplak menggunkan pensil sesuai ukuran tangan anak (mintalah anak-
anak untuk bergantian dengan teman). Selanjutnya potong pola yang
sudah di jiplak.
- Pada kertas karton lain mintalah anak-anak untuk menggambarkan
anggota keluarga mereka, kemudian warnai dan gunting, sisihkan.
Kertas karton yang berbentuk tangan juga di beri gambar sesuai
kreativitas dan imajinasi anak. Jika sudah selesai rekatkan anggota
keluarga yang sudah di buat pada jari-jari.
- Terakhir beri stik es krim untuk pegangan. Jika sudah jadi, bimbing
anak-anak membuat cerita pendek menggunakan boneka jari mereka.
( tambah foto media yg digunakan)

Kegiatan 2 : Lingkaran Nama (menggembirakan, kolaborasi). Alat dan


bahan: Bola kecil Cara bermain: Anak-anak duduk membentuk lingkaran.
Satu anak melempar bola ke anak lain sambil menyebutkan namanya
sendiri. Anak yang menangkap bola menyebutkan nama anak yang
melempar, lalu melempar bola ke anak lain sambil menyebutkan
namanya sendiri. Permainan berlanjut hingga semua anak mendapat
giliran.

Kegiatan 3 : Cerita Berantai Perkenalan (bermakna, komunikasi). Alat dan


bahan: Bola kecil atau boneka Cara bermain: Anak-anak duduk

DOK
melingkar. Guru memulai cerita dengan memperkenalkan sebuah
karakter, misalnya "Ini adalah Budi. Budi suka...". Anak yang memegang
bola atau boneka melanjutkan cerita dengan menambahkan informasi
tentang dirinya sendiri. Bola atau boneka dioper ke anak berikutnya yang
harus melanjutkan cerita dengan informasi tentang dirinya.

2 Kegiatan 1 : Melukis Hujan Badai (berkesadaran, menggembirakan). Alat


dan bahan: Kertas HVS, Cat warna, kuas, selotip. Cara Membuat:
- Siapkan kertas HVS, kemudian potong kecil-kecil selotip atau bisa
di ganti dengan kertas anti air, dan letakkan di atas kertas.
- Cat seluruh lembar kertas, termasuk di atas selotip, dan biarkan
cat mengering.
- Lepaskan selotip dengan hati-hati untuk mengungkapkan tetesan
hujan!
- Tampilkan apa adanya atau potong strip atau kotak untuk
membuat bookmark, bingkai foto atau kartu lipat untuk di jadikan
hiasan kelas.

Kegiatan 2 : Cermin Ajaib (berkesadaran, kemandirian). Alat dan bahan:


Tidak ada Cara bermain: Anak-anak berpasangan. Satu anak menjadi
"orang" dan satu menjadi "cermin". Anak yang menjadi "orang"
melakukan gerakan, dan "cermin" harus menirukan gerakannya seakurat
mungkin. Setelah beberapa saat, anak-anak bertukar peran.

Kegiatan 3 : Estafet Senyum (menggembirakan, kolaborasi). Alat dan


bahan: Tidak ada Cara bermain: Anak-anak duduk melingkar. Satu anak
mulai dengan tersenyum pada anak di sebelahnya, lalu menghapus
senyumnya. Anak kedua harus "menangkap" senyum itu, tersenyum
pada anak berikutnya, lalu menghapus senyumnya. Permainan berlanjut
hingga semua anak mendapat giliran.

MEMAHAMI (BERKESADARAN, BERMAKNA)


Ha
Kegiatan
ri
3 Kegiatan 1 : Cat Berputar (menggembirakan, kreativitas). Cara Membuat
Seni Alat dan bahan: Piring kertas putih, Kotak kardus dengan tutup
atasannya, Cat warna, kuas cat. Cara Membuat:
- Tempatkan piring kertas di kotak kardus.
- Jatuhkan tetesan kecil cat poster berair dari kuas ke piring.
- Berikan kotak itu putaran cepat. Setiap kali anak -anak
memeutarnya, gambar akan berubah.

Bicaralah dengan anak-anka tentang seperti apa cat itu sebelum dia
memutar kotak. Kemudian, minta dia memutar kotak dengan cepat.
Tanyakan padanya seperti apa catnya sekarang. Bagaimana itu berubah?
Gunakan foto untuk berbicara tentang apa yang sama dan apa yang
berbeda sebelum dan sesudah memutar kotak.

Kegiatan 2 : Lompat Tali Warna-Warni (menggembirakan, kesehatan).


Alat dan bahan main: Tali skipping karet warna-warni, musik riang. Cara
bermain: Guru menyiapkan beberapa tali skipping warna-warni. Anak-
anak diminta untuk memilih warna tali yang mereka sukai. Kemudian,
dengan iringan musik riang, anak-anak diajak untuk melompati tali sesuai

DOK
irama musik. Variasi dapat dilakukan dengan melompat ke depan, ke
belakang, atau menyamping. Kegiatan ini membantu anak
mengembangkan keterampilan motorik kasar, keseimbangan, dan
koordinasi.
Kegiatan 3 : Lompat Nama Alat dan bahan (bermakna, komunikasi):
Kapur atau tali untuk membuat kotak-kotak di lantai Cara bermain: Buat
kotak-kotak di lantai sejumlah huruf terbanyak dari nama-nama anak di
kelas. Setiap anak melompat dari kotak ke kotak sesuai huruf dalam
namanya sambil mengeja nama mereka. Teman-teman lain mengikuti
dan mengulangi nama anak yang sedang melompat.

4 Kegiatan 1 : Membuat Blok Bangunan yang Berinteraksi (berkesadaran,


kreativitas). Alat dan Bahan ; Karton, Pensil, penggaris, Gunting, Cat,
Sikat cat. Cara Membuat:
- Ukur dan tandai persegi panjang kurang lebih 8 -10 cm pada
karton, lalu potong.
- Di ujung pendek setiap kartu, potong celah kurang lebih 2 cm. Di
ujung panjang kartu, ukur 1,2 cm dari setiap ujung dan buat dua
celah 2cm.
- Cat kartunya dan biarkan kering. (Agar warna lebih bagus
sebaiknya pewarnaan sebanyak dua atau tiga lapis cat untuk
warna terbaik, atau menggunakan satu lapisan cat putih dan satu
lapisan cat warna.)
- Jika sudah balok bangunan sudah dapat di gunakan untuk bermain
anak-anak.

- Pada saat bermain dapat bicarakan dengan anak-anak tentang


warna-warna potongan yang dia hubungkan, seberapa tinggi
strukturnya, atau bagaimana potongan-potongan itu cocok (coba
dengan pas atau tegak lurus). Ini dapat memperluas kosa kata dan
membantunya menghubungkan tindakan dengan kata-kata.

Kegiatan 2 : Rantai Nama (bermakna, kolaborasi). Alat dan bahan: Tidak


diperlukan alat khusus. Cara bermain: Anak-anak duduk melingkar.
Seorang anak memulai dengan menyebutkan namanya dan melakukan
gerakan sederhana (misalnya tepuk tangan atau lambaian). Anak
berikutnya harus menyebutkan nama anak sebelumnya, menirukan
gerakannya, lalu menyebutkan namanya sendiri dan menambahkan
gerakan baru. Permainan berlanjut hingga semua anak mendapat giliran.
Kegiatan ini membantu anak-anak mengenal nama teman-teman mereka
dan melatih memori serta koordinasi gerak.

Kegiatan 3 : Kereta Nama (menggembirakan, kewargaan). Alat dan


bahan: Kotak bekas berbagai ukuran, tali Cara bermain: Setiap anak
mendekorasi satu kotak dengan namanya. Kotak-kotak tersebut
kemudian disambung dengan tali membentuk kereta. Anak-anak berjalan
dalam barisan kereta sambil menyebutkan nama-nama yang ada di
kereta.

MEREFLEKSI (BERKESADARAN, BERMAKNA)


Ha
Kegiatan
ri
5 Kegiatan 1 : Menggiring Bola Lewati Labirin (menggembirakan,

DOK
kemandirian). Alat dan Bahan: tongkat, bola, balok kayu. Cara Bermain:
- BUat labirin menggunakan balok kayu, kemudian minta dua anak
untuk balap mengeluarkan bola dari labirin menggunakan tongkat
kayu.
- Yang berhasil lebih dahulu yang menang.

Kegiatan 2 : Lompat dan Ucapkan (bermakna, komunikasi). Alat dan


bahan: Lingkaran atau kotak yang digambar di lantai. Cara bermain: Guru
membuat beberapa lingkaran atau kotak di lantai. Anak-anak diminta
untuk melompat dari satu lingkaran ke lingkaran lain sambil
menyebutkan informasi tentang dirinya (nama, umur, nama orang tua,
atau alamat) setiap kali mendarat di lingkaran baru

Kegiatan 3 : Jembatan Perkenalan (kolaborasi, kreativitas). Alat dan


bahan: Balok kayu, stik es krim, karton Cara bermain: Anak-anak bekerja
sama membangun jembatan menggunakan bahan-bahan yang tersedia.
Setiap kali menambahkan satu bagian ke jembatan, anak harus
memperkenalkan diri atau menceritakan sesuatu tentang dirinya.

6 Kegiatan 1: Menyusun Menara Sesuai Gambar (berkesadaran,


kreativitas). Alat dan Bahan :, Gelas Kertas, Kertas HVS, Spidol, Kerta
Origami, Lem, Gunting. Cara Membuat Dana Memainkannya :
- Siapkan kertas origami, kemudian buat bentuk geometri, bentuk
lingkaran dan lainnya dengan berbagai warna lalu gunting.
- Selanjutnya siapkan gelas kertas lalu tempel bentuk geometri yang
sudah dibaut dan tempelkan dengan menggunakan lem, begitu juga
dengan bentuk lingkaran.
- Jika ingin mengajarkan anak mengenal huruf dan angka bisa langsung
tuliskan pada gelas kertas dengan menggunakan spidol permanen.
- Terakhir buat pola di atas kertas HVS, dan mintalah anak untuk
menyusun gelas sesuai dengan bentuk pola yang ada pada gambar.

Kegiatan 2 : Permainan Siapa Aku (bermakna, komunikasi). Alat dan


bahan: Kartu nama anak-anak, kotak atau wadah. Cara bermain: Guru
menyiapkan kartu nama semua anak di kelas dan memasukkannya ke
dalam kotak. Anak-anak duduk melingkar. Secara bergantian, setiap anak
mengambil satu kartu nama dari kotak, membacanya (dengan bantuan
guru jika perlu), dan mencari pemilik nama tersebut. Setelah menemukan
pemilik nama, anak tersebut harus memperkenalkan diri dengan
menyebutkan nama lengkap, nama orang tua, dan alamat rumahnya.

Kegiatan 3 : Lingkaran Warna Kesukaan (menggembirakan, kemandirian).


Alat dan bahan: Kertas warna-warni, gunting Cara bermain: Anak-anak
memilih kertas warna yang mereka sukai dan memotongnya menjadi
bentuk lingkaran. Mereka duduk melingkar dan secara bergantian
meletakkan lingkaran warna mereka di tengah sambil menyebutkan
nama dan alasan menyukai warna tersebut.

PENUTUP (BEKESADARAN, MENGGEMBIRAKAN)


Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan
balik yang konstruktif kepada anak atas pengalaman belajar yang telah

DOK
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan anak terlibat dalam perencanaan
pembelajaran selanjutnya:
1. Lingkaran refleksi: setiap anak berbagi satu hal yang dipelajari hari ini
dengan penuh kesadaran
2. Gerakan tubuh yang merepresentasikan perasaan hari ini
3. Penyimpulan bersama tentang keistimewaan setiap individu
4. Pratinjau pembelajaran besok dengan menciptakan antusiasme
5. Doa penutup dengan rasa syukur atas pembelajaran hari ini
6. Apresiasi dan pelukan untuk setiap pencapaian anak

D. ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen pada Awal Pembelajaran:
● Observasi kesiapan: Mengamati kesiapan emosional dan sosial anak saat
memasuki kelas
● Wawancara sederhana: "Siapa namamu? Siapa yang ada di rumah?" untuk
mengetahui pengetahuan awal
● Checklist motorik: Kemampuan dasar motorik halus dan kasar
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
● Catatan anekdot: Dokumentasi perkembangan harian anak dalam
berinteraksi dan mengekspresikan diri
● Foto dokumentasi: Proses pembuatan karya, ekspresi wajah, dan interaksi
antar anak
● Observasi partisipasi: Tingkat keterlibatan anak dalam setiap aktivitas
● Self-assessment sederhana: "Bagaimana perasaanmu hari ini?" dengan
emoji atau gambar ekspresi
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
● Portofolio karya: Kumpulan hasil karya anak selama 6 pertemuan beserta
refleksi singkat
● Presentasi sederhana: Kemampuan anak memperkenalkan diri di depan
teman-teman
● Observasi holistik: Perkembangan dalam 5 dimensi profil lulusan yang
ditargetkan
● Dokumentasi video: Rekaman singkat anak saat bercerita tentang dirinya

Kepala, Guru Kelas,


RA …………………… Kelompok

……………………………………………
………………………………………
NIP. NIP.

DOK
DOK
Rencana Pembelajaran (RA)

Topik: Tanaman Pangan

Subtopik: Sayuran dan buah Ciptaan Alloh

Fase/Kelompok Usia : Fondasi (Usia 5-6 tahun)


Topik/Sub Topik : Tanaman Pangan / Sayuran dan buah
ciptaan Allah.
Tema Kurikulum Berbasis Cinta : Cinta kepada Alloh (hubbulloh) dan
cinta lingkungan( Hubulbiah)
Materi Insersi : • Mensyukuri nikmat Alloh melalui rasa
syukur dalam perilaku sehari-hari.
● Adab kepada alam dan
lingkungan
Alokasi Waktu : 2 x 30 menit/sesuai dengan minat anak
A. Tujuan Pembelajaran dan Indikator Ketercapaian Tujuan
Pembelajaran

- Anak terbiasa merawat lingkungan sebagai wujud Cinta kepada Alloh


(hubbulloh) dan cinta lingkungan (Hubbulbiah).
Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)

- Anak merawat tanaman dengan penuh tanggungjawab (menyiram


rutin dan hati-hati, membersihkan gulma, mengucap Alhamdulillah
saat melihat tanaman tumbuh subur) di madrasah maupun di rumah
sebagai wujud cinta kepada Alloh dan cinta kepada lingkungan
B. Kegiatan Pembelajaran

Pembelajaran berbasisis Inquiri dan pembelajaran Kolaboratif

Lingkungan Pembelajaran yang disiapkan guru :


Guru menyiapkan beberapa tanaman buah, sayur, media, alat untuk
menanam, untuk memfasilitasi anak mengeksplorasi bentuk, tekstur,
warna, bagian-bagian dari tanaman. Buah dan sayur yang digunakan
bisa disesuaikan dengan ketersediaan lingkungan alam sekitar.

1. Pendahuluan (15 menit)

a. Guru mengucapkan salam, doa dan menanyakan kabar seluruh


anak

b. Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari

DOK
c. Asesmen awal dilakukan dengan mengajak anak mengamati
tanaman di sekitar madrasah, kemudian berdiskusi tentang
keadaan tanaman yang telah dilihat dengan bantuan pertanyaan:

● bu guru tadi melihat tanaman yang layu dan mati? ada yang
tau kenapa ya?
● Bagaimana cara merawat tanaman supaya tidak mati?
● Siapa yang menciptakan tanaman disekitar kita?
● Anak diberikan kesempatan untuk mengemukakan
pendapatnya tentang tanaman yang dilihatnya dan bagaimana
cara merawatnya.
● Guru memberikan penegasan bahwa tanaman adalah makhluk
hidup Ciptaan Alloh yang membutuhkan air, tanah dan cahaya
dan kita harus bersyukur kepada Alloh sebagai wujud cinta kita
kepada Alloh dan cinta kepada lingkungan dengan cara
merawatnya.

2. Kegiatan Inti (35 - 40 menit)

● Guru mengenalkan beberapa macam tanaman buah dan sayur,


memberikan kesempatan anak untuk mengamati (memegang,
mencium, membandingkan, melihat bagian-bagian dari pohon,
tekstur, bentuknya, warnanya)
● Memberikan kesempatan anak berdiskusi untuk
mengemukakan pendapatnya tentang warna, bentuk, bau,
tekstur daun, batang, akar, perbedaan berbagai tanaman.
● Guru memberikan kesempatan anak yang sudah mempunyai
pengetahuan dan pengalaman cara menanam untuk
mempraktikan di depan teman-teman lain.
● Guru mempersilahkan anak-anak yang lain praktik menanam
tanaman pilihannya
● Guru memberikan kesempatan anak mengemukan perasaan
dan pendapatnya saat menanam dengan berbagai media
(menuliskan, menggambar, melukis).
3. Penutup (10 menit)

a. Guru mengajak anak melakukan refleksi dan penguatan dengan


mengajukan pertanyaan sebagai berikut :

DOK
1). Tanaman apa saja yang tadi anak-anak tanam?

2). Apakah ada perbedaan antara tanaman yang satu dengan yang
lain (misal terong dengan cabe)

3). Apa yang harus kita lakukan agar tanaman yang ditanam
tumbuh subur?

b. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh anak yang sudah


mengikuti kegiatan pembelajaran dari awal sampai akhir dengan
tepuk dan lagu.

c. Guru mengajak anak berdoa, bersyukur telah diberikan nikmat


Alloh yaitu tanaman dengan cara merawat tanaman yang ada
disekitar kita sebagai bentuk rasa cinta kepada Alloh.

C. Asesmen dan evaluasi


1. Asemen Formatif :

● Asesmen di awal pembelajaran untuk mengetahui kesiapan


anak mempelajari materi dengan pertanyaan pemantik.
● Asesmen di dalam proses pembelajaran untuk perbaikan proses
pembelajaran dan refleksi guru mengajar.
Contoh: apabila merujuk pada tujuan pembelajaran yaitu anak
terbiasa merawat lingkungan, diperlukan kegiatan lanjutan
seperti membuat jadwal menyiram, memberi pupuk, atau
membuat jurnal perkembangan tanaman sehingga anak
menjadi terbiasa merawat tanaman.
2. Asesmen Sumatif (contoh Rubrik)

Nama anak : Hana


Kelompok : B (5-6 th)
Guru kelas : Ana
TP Indikator Hasil Kejadian yang teramati
Penilaian pengamat
an
Anak terbiasa Mengucapkan v Hana mengucapkan
merawat syukur atau Alhamdulillah pohon
lingkungan menunjukan cabeku walo daunnya
sebagai sikap patah satu g mati,
wujud Cinta menghargai besuk tak bawakan

DOK
kepada Alloh tanaman pupuk ya bu guru
(hubbulloh) di
madrasah Kadang
maupun mengucapkan
dirumah. rasa syukur
dan
menunjukan
rasa senang
merawat
tanaman
Jarang
mengucapkan
rasa syukur,
ekspresi datar
saat merawat
tanaman
Anak terbiasa Menyiram v Hana menyusun jadwal
merawat dengan tepat,
menyiram tanaman,
lingkungan membersihka
sebagai n gulma, dan menyiram memakai
wujud cinta memperhatika
botol bekas air mineral
lingkungan n kondisi
(Hubbulbiah) tanaman sedikit demi sedikit
di madrasah
dan menuliskan di
maupun di
rumah jurnal “daun nya ada
yang patah”

Menyiram dan
membersihka
n tanaman
secara umum
dengan baik
Menyiram
tetapi kurang
memperhatika
n cara atau
waktu yang
tepat

Mengetahui,
Kepala Guru

……………………………………
…………………………………

DOK
NIP NIP

ASESMEN RA…………………..
CATATAN ANEKDOT
TAHUN AJARAN 2025/2026
Jenjang / Kelas : Semester / Minggu :
Guru Kelas :

Tangg Nama
Kejadian Teramati Analisis Capaian
al Anak

DOK
DOK
ASESMEN RA…………………………………
CEKLIS IKTP (INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN
PEMBELAJARAN)
TAHUN AJARAN 2025/2026
Jenjang / Kelas : Semester / Minggu :
Guru Kelas :

Nama Anak
N Keterangan /
IKTP Sudah Belum
o Kejadian Teramati
Muncul Muncul
Menyebutkan
1 nama lengkap
dengan jelas
Menyebutkan
2 nama orang tua
(ayah dan ibu)

Menyebutkan
3
alamat rumahnya

Berani berkenalan
4 dengan teman
baru
Dapat berinteraksi
5 dengan guru di
sekolah
Melompat sambil
6 menyebutkan
namanya
Menulis/mencoba
7 menulis namanya
sendiri
Mau berbagi
8 mainan dengan
teman sebaya
Menanggapi
9 perasaan teman
dengan tepat
Menggambar peta
1
sederhana rumah
0
mereka

DOK
ASESMEN RA………………………
DOKUMENTASI HASIL KARYA
TAHUN AJARAN 2025/2026
Jenjang / Kelas : Semester / Minggu :
Guru Kelas :

Tang Nama Deskripsi Foto dan


Foto Karya Anak
gal Anak Analisis Capaian Perkembangan

DOK
ASESMEN RA…………………………
FOTO BERSERI
TAHUN AJARAN 2025/2026
Jenjang / Kelas : Semester / Minggu :
Guru Kelas :

Nama Anak, dan


Tang Deskripsi Foto dan
Dokumentasi Foto
gal Analisis CP
(Minimal 3)

Catatan: Foto berseri fokus pada proses perkembangan pada satu


keterampilan/kegiatan yang sama dari waktu ke waktu; Menunjukkan progres
bertahap dalam penguasaan suatu keterampilan;

DOK
KOP

B. SK Tim Pengembang Kurikulum

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA .......................
NOMOR ........................
TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM RA..................
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Kepala RA..............................................
Menimbang : c. Dalam rangka memperlancar proses
pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan
sebagai bentuk Implementasi Kurikulum
Merdeka dalam rangka pemulihan
pembelajaran di RA.................. perlu dibentuk
Tim Pengembang Kurikulum.
d. Untuk menjamin terpeliharanya tata tertib
serta kelancaran tugas Tim Pengembang
Kurikulum Satuan Pendidikan perlu diatur
dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah.
Mengingat : 5. UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
6. UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah.
7. UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen sebagai tenaga Profesional.
8. Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008
tentang Guru.
9. Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2022
tentang Standar Nasional Pendidikan.
10. Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018
Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala
Sekolah, dan Pengawas Sekolah.
11. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022
Tentang Standar Kompetensi Lulusan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Pendidikan Menengah.
12. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022
Tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia

DOK
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Pendidikan
Menengah.
13. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022
Tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan
Jenjang Pendidikan Menengah.
14. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022
Tentang Standar Penilaian Pendidikan pada
Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan
Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
15. Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022
Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam
Rangka Pemulihan Pembelajaran.
16. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum,
dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
No.009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen,
dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada
Kurikulum Merdeka;
17. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum,
dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
No. 031/H/KR/2025 tentang Kompetensi dan
Tema Kokurikuler
18. Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum,
dan Asesmen Pendidikan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
No. 032/H/KR/2025 tentang Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah Pada Kurikulum
Merdeka;
19. Keputusan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2025 tentang
Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini,
Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang
Pendidikan Menengah;
Memperhatik : a. Surat Perintah Kepala RA tentang Penetapan
an Kurikulum Raudhatul Athfal Tahun Pelajaran
2025/2026

DOK
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA RA...................TENTANG
PEMBENTUKAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM
SATUAN PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN
2025/2026.
Pertama : Menetapkan Susunan dan Tugas Tim Pengembang
Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran
2025/2026 sebagaimana pada Lampiran I Surat
Keputusan ini.
Kedua : Menugaskan Tim Pengembang Kurikulum RA
Tahun Pelajaran 2025/2026 untuk menyusun
Dokumen Kurikulum RA............. sesuai
Sistematika Susunan Dokumen sebagaimana
pada Lampiran II Surat Keputusan ini.
Ketiga : Tim Pengembang Kurikulum Satuan Pendidikan
Tahun Pelajaran 2025/2026 melaporkan hasil
kajian Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan
(KSP) kepada kepala sekolah.
Keempat : Semua biaya yang timbul akibat pelaksanaan
keputusan ini, dibebankan pada anggaran yang
sesuai dan apabila terdapat kekeliruan dalam
keputusan ini, akan direvisi sebagaiamana
mestinya.
Kelima : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
dan berakhir sebelum Tahun Pelajaran 2025/2026
dimulai.

Ditetapkan :
di
Pada : 2025
tanggal

Kepala RA.............

....................................

Tembusan:
3. Kantor Kemenag [Link]
4. Arsip

DOK
DOK
LAMPIRAN I
SURAT KEPUTUSAN KEPALA RA...............
NOMOR >.........................
TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM RA..............
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

SUSUNAN DAN TUGAS


TIM PENGEMBANG KURIKULUM
RA............................
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

NO NAMA / NIP JABATAN TUGAS KETERANGAN


Pengawa Narasumber
1 Pengarah
s RA / Konselor
Kepala Penanggun Manajerial dan
2
RA g Jawab Supervisi
Pengemban
3 Guru Topik .........
g RPP Smt 1
Pengemban Topik ..............
4 Guru
g RPP Smt 1 ..
5 … … … …
6
7

Ditetapkan :
di
Pada : 2025
tanggal

Kepala RA..........................

............................................

DOK
LAMPIRAN II
SURAT KEPUTUSAN KEPALA RA.........
NOMOR .................................
TENTANG
TIM PENGEMBANG KURIKULUM SATUAN
PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026

SISTEMATIKA SUSUNAN DOKUMEN


KURIKULUM RAUDHATUL ATHFAL...................................
TAHUN PELAJARAN 2025/2026

HALAMAN SAMPUL
HALAMAN SK PENETAPAN KRA
LEMBAR REKOMENDASI PENGAWAS
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Karakteristik Satuan Pendidikan
B.1 Profil Satuan Pendidikan
B.2 Konteks Sosial dan Ekonomi
B.3 Konteks Budaya
B.4 Pendidik dan Tenaga Kependidikan
B.5 Peserta Didik
B.6 Kemitraan/Kerjasma
C. Analisis Kebutuhan lembaga
D. Landasan Pengembangan Kurikulum
D.1 Landasan Yuridis
D.2 Landasan Sosiologis
D.3 Landasan Pedagogis
BAB II VISI MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
A. Tujuan Pendidikan Nasional
B. Visi Lembaga Pendidikan
B. Misi Lembaga Pendidikan
D. Tujuan Lembaga Pendidikan
BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
A. Intrakurikuler
B. Kokurikuler
C. Ekstrakurikuler
D. Aktualisasi Budaya
E. Pengaturan Waktu Belajar
F. Kalender Pendidikan
BAB IV PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Rencana Pembelajaran
B. Pelaksanaan Pembelajaran
C. Asesmen Pembelajaran

DOK
BAB V PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL
A. Pendapingan
B. Evaluasi
C. Pengembangan Profesional
BAB VI PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
A. Contoh Modul Ajar
B. SK Tim Pengembang Kurikulum

Ditetapkan :
di
Pada : 2025
tanggal

Kepala RA.............................

.............................................

DOK
DOK

Anda mungkin juga menyukai