LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:
Kelas / Fase : XI / .......
Mata Pelajaran : .....................................................................................................
Hari/Tanggal : ......................................................................................................
Nama siswa : .....................................................................................................
Materi pembelajaran : .....................................................................................................
1. Lengkapi keterangan gambar berikut !
2. Isilah tabel di bawah ini !
Macam
No Ciri struktur Lokasi Fungsi
Maristem
1 Apikal
2 Interkalar
3 Lateral
LAMPIRAN 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Mengawali pembelajaran pada Kegiatan Pembelajaran, Perhatikan gambar Proses
perkecambahan berikut ini :
Gambar 1. Perbandingan perkecambahan tipe epigeal dan hipgeal
[Link]
Pertanyaan :
1. Faktor apakah yang menyebabkan terjadinya perkecambahan?
2. Jaringan apakah yang terlibat dalam proses perkecambahan?
3. Dimanakah posisi jaringan tersebut?
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama.
Tumbuhan tersusun atas dua jenis jaringan, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
1. JARINGAN MERISTEM
Pertumbuhan pada tumbuhan tidak bisa dipisahkan dari peran dan fungsi jaringan
meristem. Jaringan meristem telah mendorong terjadinya pertumbuhan pada tumbuhan,
baik itu pertumbuhan primer maupun pertumbuhan sekunder. Jaringan meristem atau
disebut juga jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah secara
mitosis, sehingga tumbuhan mengalami pertambahan tinggi dan volume.
a. Ciri-Ciri Jaringan Meristem
Jaringan meristem memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1) Terdiri atas sel-sel muda yang aktif membelah dan berukuran kecil.
2) Susunan selnya sangat rapat, sehingga tidak memiliki ruang antarsel.
3) Bentuk selnya bulat, lonjong, poligonal, kuboid, atau prismatik, dengan dinding
sel yang tipis.
4) Sel-selnya memiliki banyak protoplasma yang memenuhi isi sel.
5) Sel-selnya memiliki satu atau dua inti sel yang berukuran besar.
6) Vakuola selnya sangat kecil atau tidak ada sama sekali, dengan plastida yang
belum matang atau berupa proplastida.
7) Sel-selnya belum mengalami diferensiasi atau spesialisasi dalam mendukung
fungsi tertentu pada tumbuhan.
b. Fungsi Jaringan Meristem
Jaringan meristem berfungsi sebagai jaringan embrionik untuk membentuk sel- sel
baru. Sel-sel baru ini nantinya akan berdiferensiasi menjadi jaringan lain. Pada
jaringan meristem, tidak ditemukan fungsi khusus seperti pada jaringan dewasa.
Akan tetapi, keberadaan jaringan meristem sangat penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan. Hal ini dikarenakan jaringan meristem menjadi kunci
terbentuknya jaringan dewasa melalui proses diferensiasi atau spesialisasi.
c. Jenis-Jenis Jaringan Meristem
Jaringan meristem dapat dibedakan berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan dan
berdasarkan asal-usulnya.
1) Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan
Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan, jaringan meristem dibagi menjadi
tiga.
a Meristem apikal
Meristem apikal adalah meristem yang terletak di ujung batang utama,
ujung lateral, dan ujung akar. Pertumbuhan meristem apikal menyebabkan
pertambahan panjang (tinggi) pada tumbuhan, baik ke arah atas pada apikal
batang maupun ke arah bawah pada apikal akar. Pertumbuhan ini disebut
pertumbuhan primer.
Ada dua teori yang berkaitan dengan aktivitas titik tumbuh, yaitu teori
tunika-korpus dan teori histogen.
Teori tunika korpus
Teori tunika korpus dikemukakan oleh Schmidt. Menurut teori ini, titik
tumbuh terdiri atas dua lapisan, yaitu sebagai berikut.
1. Tunika, merupakan lapisan pinggir yang terdiri atas satu atau
beberapa lapis sel yang berukuran relatif kecil. Tunika mengalami
pembelahan ke arah lateral atau samping dan akan berdiferensiasi
menjadi epidermis.
2. Korpus, merupakan bagian pusat dari titik tumbuh yang terdiri atas
sel-sel yang berukuran relatif besar. Korpus mengalami pembelahan
ke segala arah dan akan membentuk seluruh jaringan selain
epidermis.
Teori histogen
Teori histogen dikemukakan oleh Hanstein. Menurut teori ini, titik
tumbuh dibagi menjadi tiga lapisan, yaitu sebagai berikut:
1. Dermatogen, merupakan lapisan luar yang akan berkembang
menjadi epidermis.
2. Periblem, merupakan lapisan tengah yang akan berkembang menjadi
korteks.
3. Plerom, merupakan lapisan dalam yang akan berkembang menjadi
stele atau silinder pusat.
b. Meristem interkalar
Meristem interkalar adalah meristem yang terletak diantara jaringan dewasa
atau jaringan yang sudah terdiferensiasi. Meristem interkalar dapat
ditemukan pada pangkal ruas batang tumbuhan golongan rumput- rumputan
(Poaceae), beberapa anggota spesies dari Caryophyllaceae dan
Polygonaceae, serta paku ekor kuda (Equisetum sp.). Meristem interkalar
menyebabkan ruas batang bertambah panjang dan juga menyebabkan
terbentuknya bunga. Jaringan yang terbentuk dari meristem interkalar
termasuk jaringan primer.
c. Meristem lateral
Meristem lateral adalah meristem yang terletak sejajar dengan permukaan
batang atau akar. Contohnya adalah kambium gabus (felogen) dan kambium
vaskuler (kambium pembuluh). Meristem lateral menyebabkan terjadinya
pertumbuhan sekunder pada batang maupun akar sehingga batang dan akar
akan membesar. Aktivitas meristem lateral akan membentuk jaringan
sekunder.
2) Berdasarkan asal-usulnya
Berdasarkan asal-usulnya, jaringan meristem dibagi menjadi tiga, yaitu
promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder.
a) Promeristem
Pada fase embrio, tumbuhan sudah memiliki sel-sel yang aktif membelah
berupa promeristem atau meristem primordial. Promeristem merupakan
bagian awal dari meristem yang sudah ada, yaitu berupa daerah kecil pada
ujung akar dan ujung batang. Menurut teori Haberlandt, promeristem akan
berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan meristem dasar.
a. Protoderm akan berkembang menjadi epidermis.
b. Prokambium akan berkembang menjadi jaringan pengangkut.
[Link] dasar akan berkembang menjadi parenkim (jaringan dasar).
b) Meristem primer
Meristem primer merupakan jaringan yang berasal dari perkembangan
promeristem. Meristem primer memiliki sel-sel yang berkembang langsung
dari sel-sel embrionik yang terdapat di ujung batang dan ujung akar.
Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer, yaitu pertumbuhan
vertikal yang mengakibatkan perpanjangan batang dan akar.
c) Meristem sekunder
Meristem sekunder merupakan jaringan yang berasal dari sel-sel dewasa
yang berubah sifatnya menjadi sel-sel meristematik. Sel-sel meristem
sekunder berbentuk pipih atau prisma dan memiliki vakuola yang besar di
bagian tengahnya. Contohnya adalah kambium vaskuler dan kambium
gabus (felogen).
2. KAMBIUM VASKULER
Kambium vaskuler merupakan lapisan sel-sel yang aktif membelah di antara pembuluh
angkut xilem dan floem. Kambium ini ditemukan pada tumbuhan dikotil,
Gymnospermae, dan beberapa monokotil seperti Agave, Aloe, Yucca, dan Dracaena.
Kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder, sehingga batang bertambah besar.
Aktivitas kambium vaskuler ke arah luar akan membentuk FLoem (pembuluh tapis) dan
ke arah dalam akan membentuk xilem (pembuluh kayu).
3. KAMBIUM GABUS (FELOGEN)
Kambium gabus (felogen) adalah jaringan kambium yang membentuk lapisan periderm
(pelindung). Kambium ini terletak di bawah epidermis batang dan akar yang sudah tua.
Aktivitas kambium gabus ke arah luar akan membentuk felem (lapisan gabus) dan ke
arah dalam akan membentuk feloderm (korteks sekunder). Pada umumnya, felem
merupakan sel-sel mati, sedangkan feloderm merupakan sel-sel hidup. Berikut ini adalah
gambar jaringan meristem pada tumbuhan.
Gambar 2. Jaringan meristem pada tumbuhan [Link]