1.
Pengertian Problem Based Learning
Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang
menyajikan berbagai permasalahan nyata sebagai sumber belajar bagi
peserta didik (Setyo et al., 2020).
Pembelajaran berbasis masalah adalah metode yang membantu siswa
memperoleh pengetahuan baru dengan memberi mereka masalah atau
pertanyaan untuk dipecahkan (Arsyad & Fahira, 2023).
Menurut Budiana [Link] (dalam Rachma et al., 2023) menyatakan “
model pembelajaran Problem Based Learning berfokus pada peran aktif
siswa dalam proses belajar dengan menyelesaikan permasalahan yang
relevan dan autentik, menggunakan pengetahuan yang telah guru berikan”.
Dalam beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning ini, peserta
didik menjadi pusat pembelajaran, sementara guru berperan sebagai
fasilitator yang membimbing mereka dalam menemukan solusi dan
mendorong siswa agar menjadi seorang yang kritis, kreatif dan mampu
bekerja sama dengan tim sebagaimana tujuan pembelajaran abad-21.
2. Karakteristik Problem Based Learning
Model pembelajaran berbasis masalah memiliki beberapa karakteristik,
sebagaimana yang dikatakan Arend (dalam Ardianti et al., 2021), sebagai
berikut.
a. Masalah yang digunakan dalam pembelajaran diambil dari situasi nyata
dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memungkinkan siswa untuk
mengajukan pertanyaan terkait masalah tersebut dan mencari berbagai
solusi untuk menyelesaikannya.
b. Pembelajaran ini melibatkan keterkaitan antaran berbagai disiplin ilmu,
sehingga siswa dapat memecahkan masalah dari berbagai perspektif mata
pelajaran yang berbeda dengan tujuan agar siswa dapat memahami dan
menyelesaikan masalah secara lebih komfrehensif.
c. Berbasis investigasi dan metode ilmiah.
Dalam hal ini, siswa didorong untuk melakukan penyelidikan secara
sistematis, mengikuti langkah-langkah ilmiah dalam mencari solusi.
d. Menghasilkan produk atau solusi nyata.
Hasil dari pembelajarannya bisa berupa produk konkret atau demontrasi
solusi yang dapat dipresentasikan di depan khalayak.
e. Belajar secara kolaboratif.
Dalam prosesnya, siswa bekerja dalam kelompok, saling bertukar pikiran,
mendukung satu sama lain, dan mengembangkan keterampilan yang
berguna di kehidupan nyata.
Dengan model ini, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga
terlatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, serta menciptakan solusi yang
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Langkah-langkah atau Sintak Problem Based Learning
Langkah-langkah pembelajaran Problem Based Learning menurut Arend
(dalam Nurfadhillah et al., 2022) memiliki lima langkah diantaranya
sebagai berikut.
a. Memperkenalkan Masalah kepada Siswa
Guru menyajikan suatu permasalah nyata yang relevan dengan kehidupan
siswa. Masalah ini dirancang agar siswa mampu berpikir kritiss dan
mendorong siswa untuk mencari solusi.
b. Mengorganisasi Siswa dalam Proses Pembelajaran
Guru membimbing siswa untuk memahami pembelajaran, jika diperlukan
bisa membentuk kelompok, serta merancang strategi dalam menyelesaikan
masalah yang diberikan.
c. Membimbing Siswa dalam Penyelidikan Mandiri atau Kelompok
Guru berperan aktif sebagai fasilitator untuk membantu siswa dalam
mencari informasi dan mengembangkan pemahaman melalui penelaahan
individu atau diskusi kelompok.
d. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil
Siswa menyusun hasil pemecahan masalah baik dalam bentuk laporan,
presentasi atau bentuk lain yang menunjukkan pemahaman mereka
terhadap jawaban/ solusi yang ditemukan.
e. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Penyelesaian Masalah
Pada bagian akhir melibatkan refleksi terhadap langkah-langkah yang
telah dilakukan, menilai efektivitas solusi, dan mengevaluasi proses
pembelajaran untuk perbaikan di masa yang akan datang.
4. Keunggulan dan Kelemahan Problem Based Learning
Model pembelajaran baik itu konvensional ataupun berbasis masalah
pasti memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun keunggulan dan
kelemahan dari pembelajaran masalah ini sebagaimaa yang dikatakan oleh
Rerung (dalam Pertiwi et al., 2023), sebagai berikut.
1) Keunggulan
a. Siswa didorong untuk mengembangkan keterampilan dalam
menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan nyata.
Hal ini akan berdampak positif kepada siswa agar lebih bermanfaat
dalam menjalankan aktifitas sehari-hari mereka.
b. Siswa mampu membangun pemahaman mereka sendiri melalui
berbagai aktivitas pembelajaran.
c. Proses pembelajaran berfokus pada pemecahan masalah, sehingga
siswa tidak perlu menghafal atau menyimpan informasi yang tidak
penting.
d. Siswa menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran yang ilmiah
melalui kerja kelompok.
e. Siswa terbiasa memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan, seperti
perpustakaan untuk membaca buku, internet untuk mengakses dan
mencari sumber pembelajaran yang relevan serta ilmiah, wawancara
untuk melatih siswa agar menjadi seorang yang percaya diri, dan
observasi.
2) Kelemahan
a. Memerlukan banyak waktu
b. Membutuhkan sumber daya yang cukup seperti internet, hal itu akan
memakan biaya dan pembelajaran tidak akan efektif jika jaringan
tidak stabil.
c. Siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran akan tertinggal. Siswa
yang pasif dalam diskusi akan mengalami kesulitan dalam
berpartisipasi, sehingga siswa pasif akan tertinggal dibandingkan
dengan siswa yang aktif.
Berdasarkan uraian diatas, Problem Based Learning memiliki
keunggulan dan kelemahan dalam pembelajaran.
Adapun untuk keunggulan PBL itu sendiri berdampak positif
kepada pendidikan di abad-21, karena pada model ini sangat relevan
digunakan untuk mendorong peserta didik agar lebih aktif, berpikir
kritis, dan mampu berkolaborasi dengan teman sejawatnya untuk
saling bertukar gagasan atau ide. Hal tersebut akan berdampak baik
untuk kehidupan di masa mendatang.
Selain keunggulannya, PBL memiliki kekurangan diantaranya
yaitu siswa sering mengalami kesulitan dalam menentukan
permasalahan yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir
mereka. Selain itu, model pembelajaran ini juga memerlukan waku
yang tidak sedikit dibandingkan dengan metode konvensional.
Maka dari itu, peran guru disini sangat penting dalam membimbing
serta mendampingi siswa agar berbagai kesulitan mereka selama
pembelajaran dapat teratasi.