Prosedur Laporan Kecelakaan K3L Mining
Prosedur Laporan Kecelakaan K3L Mining
PT BENCOOLEN MINING
Dibuat Disetujui
KEPALA TEKNIK TAMBANG PROJECT MANAGER
1,0 PENDAHULUAN
l.l Prosedur Laporan Kecelakaan, Investigasi, Analisis dan Tindak lanjut ini ditujukan untuk
diterapkan oleh setiap unit kegiatan PT. BENCOOLEN MINING untuk membantu mencegah
kerugian karena kematian, cedera, kerusakan property, kehilangan produk dan dampak
lingkungan.
1.2 Disadarl bahwa kinerja pengendalian kerugian dapat ditingkatkan jika akar penyebab dan
factor-faktor yang menimbulkan kecelakaan / kejadian yang tidak diinginkan dapat
diidentifikasi dan secara sistematis dihilangkan.
l.3 Menunjukkan akar permasatahan suatu kejadian dan berbagai pengalaman sebagai
hasil investigasi dapat meningkatkan keselamatan di tempat kerja bagi pekerja PT.
BENCOOLEN MINING
1.5 Semua kejadian kecelakaan berapapun kecilnya harus dilaporkan kepada HSE Departemen
atau HRGA. Laporan kecelakaan harus segera disiapkan setelah kejadian berlangsung. Hal
ini diperlukan untuk memastikan bahwa saksi/kondisi yang penting tidak hilang atau terganggu ,
dan hal-hal rinci tidak terlupakan oleh mereka yang terkait.
1.6 Laporan kejadian kecelakaan harus dibuat dan disimpan untuk memastikan adanya
sistem dokumentasi yang balk
2.0 TUJUAN
2.1 Sebagai pedoman bagi PT. BENCOOLEN MINING dalam penyusunan, investigasi,
analisis, dan tindak lanjut kejadian/kecelakaan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan
Lingkungan (K3L) yang harus dilakukan baik secara internal, maupun dalam kaitan
dengan instansi yang berkepentingan, khususnya Dinas ESDM.
2.2 Tujuan darl laporan kecelakaan, investigasi, analisis dan proses tindak lanjut adalah untuk
pengumpulan fakta, bukan mencari kesalahan
3.1 Identifikasi kejadian/kecelakaan bidang keselamatan, kesehatan Kerja dan lingkungan yang
terjadi di daerah kegiatan PT. BENCOLEEN MINING yang harus dilaporkan baik secara
internal perusahaan maupun kepada instansi terkait
3.2 Menunjukkan langkah-langkah prosedur dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam
persiapan, pelaporan, evaluasi serta dokumentasi laporan yang diperlukan dari setiap kecelakaan
4.0 REFERENS1
4.1 Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PT
BENCOOLEN MINING
4.2 Pengarahan Direktorat Dttjen. ESDM pada presentasi dan wawancara Kepala dan Wakil
Kepala Teknik Tambang PT. BENCOOLEN MINING
5.2 Tanggung jawab utama manajemen lini adalah mengusahakan agar kebijakan yang
diambilnya sesuai fungsi dan batas kewenangannya ditaati, manajemen lini akan
mengkomunikasikan kebijakan ini kepada pekerja yang terkait dan akan menyusun program yang
diperlukan untuk meyakinkan penerapannya.
5.3 Grup HSE akan mernberikan rekornendasi perubahan kebijakan dan akan
mengarahkan pengembangan program serta pedoman untuk memastikan
penerapannya. Mereka akan mengkoordinir program audit HSE perusahaan. Mereka juga akan
memberikan layanan khusus yang terkait dengan permasalahan HSE bagi seluruh fungsi dan
bagian
DEFINISI
Untukmuk memperjelas terminologi yang dipergunakan dalam pedoman ini dan untuk
menjaga konsistensl pelaporan ke Direktorat Jendral Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)
serta institusi terkait lainnya, berikut diuraikan definisi yang diperlukan termasuk definisi
sesuai pengarahan ESDM.
6.1 Kecelakaan (accident) adalah kejadian yang tidak diinginkan yang mengakibatkan
cedera, penyakit akibat kerja, kerusakan fasilitas/peralatan, tumpahan, kehilangan produksi,
kebakaran dan sebagainya.
6.2 Nyaris celaka (near miss) adalah kejadian, yang tidak diinginkan yang berpotensi
mengakibatkan cedera, penyakit akibat kerja, kerusakan fasilitas/peralatan, tumpahan,
kehilangan produksi, kebakaran dan sebagainya (dengan adanva faktor tambahan diluar
factor-faktor yang terlihat akan mengakibatkan terjadinya kecelakaan).
6.3 lnsiden (incident) adalah kejadian yang tidak diinginkan yang mengakibatkan atau
berpotensi menimbulkan cedera, penyakit akibat kerja, kerusakan fasilitas/peralatan,
tumpahan, kehilangan produksi, kebakaran dan sebagainya.
6.4 Kejadian Kritis / Sensitif adalah kejadian yang memiliki dampak yang signifikan/penting.
Termasuk disini kecelakaan fatal, kecelakaan beret, kebakaran besar, kebocoran gas yang
besar, ledakan, bencana alam dan tumpahan barubara diatas l ton ke daerah yang sensitif
6.5 Pertolongah pertama (First Aid), adalah cedera yang tidak memerlukan dokter atau
fasilitas medls lainnya guna perawatan (luka kecil, terkelupas, beret, dsb.), yang harus dicatat
dalam Buku ''First Aid Record" di lokasi kerja.
6.6 Rawat Medis, adalah cedera yang memerluka dokter dan fasilitas medis untuk
merawatnya. Pekerja dapat bekerja pada keesokan harinya
6.7 Kecelakaan dengan HAri Hilang (lost time incident) adatah cedera yang mengakibatkan
pekerja tidak dapat melaksanakan pekerjaan pada keesokan harinya, meskipun hari berikutnya
itu adalah harl libur atau hari "off" bagi pekerja yang bersangkutan.
6.11 Kecelakaan kendaraan, bermotor adalah semua kecelakaan yang melibatkan kendaraan
yang sedang bergerak yang menimbulkan cedera pada manusia dan/atau kerusakan peralatan.
6.12 Tumpahan minyak / bahan kimia adalah tertumpahnya minyak (minyak mentah, produk
minyak, pelumas dsb.) yang berjumlah l (satu) barel atau lebih, atau bahan kimia berbahaya
lainnya ke lingkungan (air/tanah)
6.13 Akar penyebab adalah penyebab pokok terjadinya kecelakaan yang dapat diidentifikasi
dan dapat dikendalikanl. Akar penyebab sering dlsebut sebagai penyebab utama,
6.14 Faktor penyebab adalah permasalahan atau kondisi yang dapat dicegah untuk
menghindari terjadinya kecelakaan / kejadian yang tidak diinginkan.
6. Kecelakaan Kerja Tambang ; Adalah setiap kecelakaan yang menimpa pekerja tambang,
pada waktu melakukan pekerjaan di tempat kerja pada wilayah Ijin Usaha Pertambangan
(IUP) yano mengakibatkan pekerja kehilangan kesadaran, memerlukan perawatan
medis, mengalami luka·luka, kehilangan anggota badan atau kematian.
6.16 Kecelakaan lingkungan adalah setiap kejadian yang menyebabkan atau menimbulkan
kerusakan lingkungan.
6.18 Cedera tambang serius adalah cedera dengan potensi jumlah hari hilang lebih dari 21
hari atau menimbulkan cacat permanen
6,19 Pekerjan tambang adalah semua kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan tugas
atau kepentingan perusahaan termasuk kegiatan insidentil, kegiatan sukarela dan kegiatan yang
dilakukan atas perintah/ijin perusahaan,
6.20 Pekerja tambang : Adalah setiap orang yang kegiarannya berhubungan dengan
pemberi kerja tambang yang mengawasi langsung atau tidak langsung, termasuk karyawan
kontraktor yang terdapat dalam kontrak kerja tambang yang diketahui dan/atau disetujui oleh
pemberi.
6.2Biaya Kecelakaan adalah sernua biaya yang dikeluarkan termasuk semua biaya
pengobatan akibat kecelakaan kerja tambang termasuk kompensasi
,
6.22 Mitra Kerja adalah perusahaan yang terilkat perjanjian kontrak dengan PT.
BENCOOLEN MINING untuk Melaksanakan & suatu kegiatan pekerjaan
PELAPORAN
7.1 Langkah yang sangat penting dalam program inventigasi kecelakaan adalah untuk
mendorong disusunnya laporan atas setlap kejadian dan adanya kondisi yang tidak aman
serta mernbahayakan lingkungan, meskipun nampaknya tidak.
7.2 Setiap karyawan hendaknya mengetahul bahwa alasan pokok suatu kejadian harus
dilaporkan adalah untuk rnernperkirakan dan mencegah terulangnya kembali kejedian
yang berpotens tidak aman dan rnernbahayakan lingkungan tersebut. Tujuan laporan ini
bukanlah untuk mencari siapa yang dapat dituduh bersalah dalam kejadian tersebut.
Mengembangkan kesadaran akan nilai dan informasi setiap kejadian, khususnya kejadian yang
sangal berpotensi menimbulkan kerugian.
7.4.2 Menunjukkan kesadaran pribadinya terhadap nilai dari laporan kejadian dengan
segera menindak lanjutinya dengan tepat
7.4.3 Memberikan rekasi positif atas laporan yang diberikan para pekerja dan biarkan mereka
mengetahui kontribusinya dalam meningkatkan kualitas operasi
7.4.4 Memberikan umpan ballk yang positif atas usaha-usaha pengendalian dan pencegahan
kerugian
7.5.1 Apabila terdapat suatu kejadian kecelakaan, yang mengetahui pertarna kali
harus mengambil tindakan awal :
• Berikan pertolongan pertama dan pernafasan buatan (CPR).
• Cegah kecelakaan berikutnya.
• Beritahu team darurat
• Kebakaran besar,
S
• Cedera berat yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan industri
• Semburan liar, kebocoran gas yang besar serta ledakan,
• Turnpahan minyak lebih dari 15 barrel ke sungai atau daerah sensitive lainnya.
• Ancaman dan gangguan keamanan serta pertentangan//permasalahan perburuhan,
• Bencana alam
l<eadaan darurat medis berat (wabah penyakit akut dsb.).
7.6.2 Keadaan Kritis dan Sensitif harus segera dllaporkan kepada Project Manager. Jika yang
bersangkutan tidak berada di tempat, Superintendent Operasi harus rnenjamin bahwa ia akan
sesegera mungkin melaporkan kejadian tersebut kepadanya.
7.6.3 Dalam waktu 1 (satu) Jam General Manager harus diberitahu dan dalam 24 jam laporan
tertulis pendahuluan harus telah disampaikan
7 7.1 Seriap Kecelakaan dengan hari hilang atau dengan biaya kerusakan lebih dari $10.000
atau tumpahan minyak lebih dari 1 (satu) harus dilaporkan kepada pejabat pemerintah terkait
sesuai batas waktu yang ditetapkan.
7.7.2 Superintendent Operasi bertanggung jawab untuk membentahu Project Manager bila
terdapat kejadian kecelakaan di lingkungan operasinya. Berdasarkan laporan yang diterima,
Project Manager dengan bantuan Grup HSE menyampaikan laporan lebih lanjut kepada
Pejabat Pemerintah R1
8.2 Perusahaan harus menyelidiki setiap kejadian dengan cedera manusia, kerugian serta
kehilangan produksi secara lengkap dan sesegera mungkin, juga dengan tujuan untuk
memperoleh indikasi bagaimana manajemen usaha harus dikoreksi
8.3 Penelaahan setidak-tidaknya harus mncakup :
_
Konsekuensi yang terkait dengan potensi kerugian dan kerugian nyata
Project Manager
Project Manager akan ambil bagian pada kejadian yang memerlukan keahlian maupun
wewenangnya dalam pelaksanaan penyelidikan yang dilakukan tim yang ditunjuk. Sebagai
contoh dalam hal penyelidikan kejadian dengan resiko tinggi
8.5 Setiap kejadian beresiko tinggi dan menengah perlu segera diteliti menggunakan konsep
evaluasi kejadian dan factor penyebab, untuk mengidentifikasi akar penyebabnya.
9.1 Setiap akar penyebab yang spesifik yang diperoleh dari proses investigasi harus
dimasukkan dalam table “matriks Tindakan Perbaikan” bersama-sama dengan tindakan
perbaikan yang terkait yang harus dilakukan (table 4) Bila digabungkan dengan Diagram
Kejadian dan Faktor Penyebab (Even & Casual Factors Chart) akan merupakan hal yang bagus
dalam presebtasi manajemen.
9.2 Teknik Pertanyaan yang menyangkut hal-hal berikut hendaknya dipergunakan untuk
menemukan tidakan perbaikan yang tepat.
Spesifik : Jelaskan siapa, sedang melaksanakan apa dan kapan? apakah setiap usaha perbaikan
dapat dijelaskan dengan angka (Contoh : Jelek – Pembersihan Udara – baik – Pengawas akan
menggunakan filter udara efisiensi tinggi untuk mengurangi kontamikasi partikel pada knalpot
menjadi kurang 0,01 ppm)
• Terukur : Dapatkah tindakan perbaikan diukur secara kuantitatif untuk melihat apakah telah
selesai dilakukan dan untuk melihat apakah hal itu dapat mencegah kecelakaan yang akan
datang? Menunggu sampai saat terulangnya keadaan bukan ukuran efektifitas tindakan yang
baik
• Dapat dipertanggungjawabkan : Apakah personil yang bertanggungjawab atas tindakan
perbaikan ditentukan secara jelas : Apakah tenggat waktunya disebutkan secara jelas ?
• Beralasan : Apakah tindakan perbaikan ini dapat terlaksana : Apakah hal itu praktis? Dapatkah
diterapkan? Apakah ada cara yang lebih sederhana atau lebih murah untuk melakukan hal yang
sama ? apakah dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan ?
Tepat waktu : Apakah tenggat waktu tindakan perbaikan cukup singkat untuk mencegah
kemungkinan timbulnya konsekuensi kerusakan lain? Jika frekuensi kerusakannya tinggi dan
konsekuensinya signifikan apakah dalam laporan terdapat tindakan sementara yang harus
dilakukan untuk mengurangi resiko selama tindakan perbaikan akhir dalam pelaksanaan.
Penyidik hendaknya sebanyak mungkin bekerjasama dengen manajemen lini dalam menentukan
tindakan perbaikan yang diperlukan.
.
9.4 Tindakan perbaikan yang dikembangkan berkoordinasi dengan mereka yang bertanggung
jawab atas penerapannya akan memiliki peluang lebih besar untuk dilaksanakan lebih cepat dan
lebih tepat. Perubahan efektif yang diakibatkan oleh tindakan perbaikan adalah alasan untuk
melakukan investigasi kejadian dan analisis yang akar penyebab kejadian
9.5 Grup HSE akan tetap menjaga agar catatan tentang kejadian tetap terbuka sampai
seluruh tindakan perbaikan pada Laporan Kecelakaan dan tertulis pada Matrik Tindakan
Perbaikan dilengkapi.
10.2 Laporan lnternal perlu disusun lebih rinci sesuai formulir terlampir untuk keperluan
proses tindak lanjut internal.
10.3 Superintendent Operasi dengan bantuan Grup SHE bertanggung jawab dalam penyusunan
laporan Kejadian Kecelakaan kepada Pejabat Pemerintah Indinesia
1 o.s Laporan kepada Dinas ESDM. Setiap kecelakaan tambang harus dicatat dalam dalam
Buku Kecelakaan Tambang bentuk lampiran 1. Dalam pencatatan pada Buku Kecelakaan
Tambang, setiap kecelakaan diberi nomor urut tidak tergantung banyaknya korban.
Laporan 1 menunjukkan secara lengkap laporan yang harus disampaikan kepada Dinas ESDM.
10.5.l Kejadian kecelakaan berat (dengan korban meninggal, luka berat, semburan liar,
kebakaran besar/ledakan, tumpahan minyak >15 bbls dsb) harus segera dilaporkan secra lisan
melalui fax ataupun dengan cara lain selambat2nya dalam waktu 1 x 24 jam sebagai laporan
pendahuluan kepada Dinas ESDM.
10.s.2 Laporan lengkap haru segera disusun setelah dilakukan investigasi menggunakan model
lampiran 1. Laporan ini harus dilampiri Keterangan Dokter dan dokumen penting lainnya
seperti Keterangan Saksi, gambar sketsa, foto dan keterangan dari Polisi bila perlu. Dianjurkan
menggunakan lembaran tambahan sebagai lampiran jika kolom yang disediakan tidak
mencukup.
10.S.3 Laporan selengkapnya harus dikirim ke ESDM (satu) bulan setelah selesainya investigasi
kecelakaan. Jika terdapat perubahan pada laporan, laporan terdahulu harus dilampirkan.
10.s.s Dalam laporan triwulan ini disertakan lampiran 1 yaitu perhitungan biaya perbaikan
sehubungan dengan kecelakaan tambang tersebut, laporan ini memuat secara berututan kejadian
kecelakaan, nama korban, klasifikasi kecelakaan, total biaya yang dikeluarkan meskipun
perusahaan yang bertanggung jawab untuk membayarnya.
10.S.6 Laporan triwulan ini harus dikirim ke ESDM dengan ketentuan ketentuan sebagai
berikut :
Laporan pertama dikirim pada minggu pertama bulan April, memuat kecelakaan bulan januari,
Februari dan Maret
b, Laporan kedua dikirimkan pada minggu pertama bulan Juli, tentang kejadian kecelakaan
pada bulan April, Mei dan Juni.
c. Laporan ketiga dikirim pada minggu pertama bulan Oktober, tentang kejadian kecelakaan
yang terjadi bulan Juli, Agustus dan September.
d, Laporan keempat dikirim pada minggu pertama bulan Januari tahun berikutnya, berisi
kejadian kecelakaan pada bulan Oktober, November dan Desember.
Laporan Tahunan disusun menggunakan lampiran 1. Laporan ini berisi jumlah rata-rata tenaga
kerja di lapangan. Pada kolom catatan jumlah actual jam kerja atau rata-rata jam kerja harus
disebutkan.
Laporan Tahunan harus dikirim ke ESDM selambat-lambatnya minggu pertama bulan Januari
tahun berikutnya bersama dengan laporan triwulan ke Triwulan yang ke empat.
Kecelakaan Instalasi/Peralatan yang memerlukan biaya perbaikan lebih dari US $10.000 harus
dilaporkan ke ESDM.
11.2 Catatan kasus rekomendasi investigasi yang masih tertunda maupun laporan tindak lanjut
harus didokumentasi dengan baik. Gunakan matrik langkah perbaikan sebagai metoda untuk
menelusuri dan memastikan bahwa tindak lanjut dilaksanakan tepat waktu.
U.3 Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi investigasi sangat penting untuk mencapai
perbaikan yang terindentifikasi dan untuk menjadi kepentingan PT. BENCOOLEN MINING
manajemen yang bersangkutan harus menyampaikan seluruh rekomendasi tindak lanjut yang
diberikan. Status dari setiap rekomendasi harus jelas adpah diterima, ditolak atau dalam proses.
dlberlkan. Status dari setlap rekomendasl harus Jelas, apakah dlterima1 dltolak atau
dalam proses pelaksanaan.
Tidak ada rekomendasi yang dapat diabaikan. Jika rekomendasi ditolak, harus da alasan logis
maupun teknis yang dapat diterima (misalnya dengan melakukan tindakan lain) untuk
mempertanggung jawabkan langkah ini. Keseluruhan proses harus terdokumentasi.
d. Fakta telah cukup dlanallsa untuk mengldenuflkas1 dengan jstas akar penyebab
keJa(lfan;
e. [Link] perbalkan yang dlsampalkan akan men,perbalkl akar penyebab kejadlan pada
waktunya.
u.s Tindakan ManaJemen Atas.
Sebag1an langkah·langkah pentmq harus
datang dart manajemen tlngkal atas, Dari n,anajemen tlngkal atas dlpemlel1
anggaran blaya, priorttas dan penlnjauan
serta perubaban program rnanajemen
keselamatan ker}a.
Telaeh manajemen t1ngkat atas antara
lain meliputl :
l 1.6.l l111Jauan Prtorltas.
Tlndakan pemuHhan yang dlreko•
n,endaslkan di!lam lc1poran
1nvestloas, serlngkali berbentur •
an dengan kepennnqan la111nya.
Perk1rll<!l1 µotenSI kerugllln merlJpakan dasar yang kuat
Perusahaan ateu rapat-r.,pat oc,erasl. Pembentahuan yang tepat setetah tet)adrnya suatu
keruglan besar atau kecelakan berat akan memfilkl manfaat yang besar.
Salah satu cara unlilk memperoleh lnformasl penting dari suatu kejadlan I
kecelakaan adalah melakukan anallsts
seJumlah data [Link] mellhat kec:ende• rungan yang dapat berkembang. Misalnva akan terllhat
bahwa baglan terter1tu dart suatu mestn atau pengalaman orang yang mengoperaslkan
selalu rnerupakan bagfan dart pennesetaben, Data dapat menunJUkkan bahwa kecelakaan
sering terjadi pada hart, waktu atau areal tertentu.
11.a Analisls Oat.I dan Kategorisasfnyd.
! 1.8.1 Tingkat kekerapan atau keparahan kecelakaan per lokasl kegi!ltan atau
fastlltes yang menunjukkan berapa barlyak seUap tahun dan berapa parah keJadic1n
kecelakaan dlhltung berdasarkan jumleh Jam kena pekeria per tahun dan jumlai, hart
'11langnya.
Untuk keperluan rnr seluruh keJadian narus tercatac dengan balk, kredlbllft:as data al<an
sangat berkurang bila pencatatan lnl tldi)k kangkap.
l!.8.2 11ndakan yang [Link] harus dllakukan b1la pekerja kejadia11 selalu
terlihat berufangnya akar penyebab kejadlan. baru, berulc1ng pada hart,
Kecenderungan dapal dillhat blla beberapa mesl<l Jam atau regu kerja
akar penyebab kejadlan terdapa( pun tertentu dapat pule
r>ada berbagai keJadlan. Sebagal clapat diJaJ3k1. Ini d11pat
a>ntoh kurangnya pengetahuan pekerja jugace, menunJukkan bahwa
yang terllbal, menun1ukkan perlunya ;ad1 peke,ja lelah, [Link]
tambahan pelatthan bag1 yang paoa mereka tergesa-gesa
ber,;ar,gkutan. peKerj karena waktu makan
a slang telah
11.8.3 Keoenderungan atas beberapa lama tiba atau a1<h1r jam
faktor penyebab Juga sangat pentlng yang kerla regu
cfalam mengidenllfikasi permasalahan. mungk telah dekat dsb.
Mlsalnya faktor bamsan keceparan ln Mungk,n juga
kendaraan atau target waktu penyelesalan dlseba karena kurangnya
pel<erjaan, hal lnl akan memerlukan bkan pengawaS'cln,
peningki:ltan clan olel, sebagal aklbat
penyernpurnaan perencanaao kel')a untuk karena Supervisor
mengataslnya. ia dlbebanl terlalu
Harus selalu dllngat bahwa yang jarang banyak tanggung
pentfng tldak hanva melakukan ,�nge jawab lain peda waktu
langkah perbalkan, letapl yang ajakan tertentu.
lebih pentlng adalah memahami nya
akar penyebab pem1asalahan. atau
la baru 11.8.7 Kocenderungan
U..8.41 [Link] dapat cllpind i!klbat pemakaian
menunJukkan kelemahan program, ahkan bahan-bahan tertomu
standar atau masalah ketaatan. Jlka lnl dari juga depat dltelusurf.
adalah permasalahnnya,mungkln [Link]<ao baoian Dalam kasus lnl
u11tuk membenkan pelatll"liln l<emball lain ke penggunaan peralatan
personll, posism atau baglan tertenw
merevrsl prosedur, standar atau mungklo va suatu mes1n yang
meawusun kembilll stander dan prosedur sekara sering menJadl
y,1119 leb1h repat, ng. masalah dapat pula
11.B.6 d1telusurt. Tlndakan
11.8.5 Kurangnya pengalaman Kecen perbarkan dapat
serlngkall merupal<;ar\ faktor yang derung dilakukan c:lengah
dlketemukan dalam lnvesllgasi kecelakaan. an melakukan
Wajar llka 1111 dlterapkan pada bahwa pengganuan atau
modlrTkasl, langkah langkah untuk menghlndannya.
atau Oalam hal IOI
kemungklna a,iallsa resiko harus segerc1
n dlper1ukan d�
pelatlhar, 'AnaIlsa kecenderungah terseilut tidak hanya
khlJSUS. dllakukan terbalas pada kecelakaan yang
mellbatkar, pekerja [Link]
11.8.8 peralatan perusahaan saja, inl harus
Kecenderun dllakukan pada keJachan yang mellbatkan
gan pada rmtra b1sms yang bel<erja untuk perusahaan.
poteosl Program HSE mltra bfsnls
maupun dllaksanakan karena perusahaan
kenigran memlllkl perl;,,tlan akan
nyata dapat keberadaannya, oleh ka�nya
menun)Ukka waJilr btla 1nvesbgas1 yang sama Juga
n perlunya dllakukan atas mereka seperti yang
perhatlan dll;ikukan bagi
pclda faktor kejadlan peda PT. Cakrawala
tertentu yang Dlnamlka Energl.
terllalt.
Jl�a 11.9 Audll Implementasi darl
kecenderung Rekomendasl lnvest,gasl.
an lni Superlntendeo Operas!, Project manager dan
menunJukka para Manager latnnya bertanggung Ji!Wab
n �nya untuk memesnsan bahwa rekomendasi yang
reslko telah dlsew)UI [Link] tepat waktu. Hal
tingg, lnl [Link] l'ertera pitda butir-butir tlhd.11(
terJad,nya lanjut manc1Jemen atciu pada kunJungan
cedera ser,us HSE mereka ke berbagal faslliras.
atau
kemungklan
oodera fatal
ateu
mungkfn
kenJglan
uang yang
besar, harus
segera
dflal<ukan
Nama Klory11wan �••'O Helsm No
tarllbat msfden en Tgl letb1t
NRPP/Nomor �ryewan HSe/ RevIsl
Oepartemo.n./Baglnn Ctl�.f
JalMIJan ORMII Halaman
J10111
Shalt 1r 001
01
Umur Jsnuarl
Lllma KerJa pada Jabat,-n 2019
LAPORAN teraabu 0
INVESTIG
ASI Alamnt Kllryawan
KECELAK LAPORAN INVESTIGASI KECELAKAAN
AAN LAPO
Rlncian Accident Llngkungan RAN
No. Laporon O Tumpahan Bahan Klm1a /Fuel (Bahan INVES
Baker) roiiI Waste 611 TIGAS
Nama Sito O Tan99ul Settling Pond Jebol I
O Lam-lam N/A KECE
Hnrl & _ LAKA
Tanggal AN
KeJadlan
Waktu/Jam
Kejadlan
----!-----�-
� Rlncian Estlmasl Harl Hllang I Stop
LokBsl Beroperasl Aklbat lnsiden Inf
No
Kolercng�n
KoJadlon
Hllltas/Alllt
Yang
Torlllfflt Gambaran Bagalmana lnslden Terjadl
Tanggal
Ui:poran No
Tgl 1ert,11
Atuon RevlSI
Langsung
HSE10D�· 01 Jallllatt 2019
FORM/ 0
ll201IIIF·00 P•!>.c 5 ofi"
1
HASIL PENYELIDIKAN
INSIDEN
Tim 1nve1!!9!!!.._ _,_ No Jabatan NRPP
ma
-
------
Sakal
Kon�eku�n,l
Ak1usl
kijJOthan
,'tlfat/i11m
B (M} l'olcusl
K<11m111µkllrn1
1
torju�l
, ••
LAPORAN INVESTIGASI KECELAKAAN
No f<SEICOE·•ORMll/201IIJl'·OO•
- --------
Tgl i.!ll1.!._ 01 Januun 20 HI --
ReV!SI O
Halafl\lln rage 6 of8
An,llse penyobeb lnaldon
Penyebab 1 Penyobab 2
(sebab darl sebab 1)
Masukkan penyebab - l!!!!lJ!!bSE..t!'ng retah te'.)_dennhl<lls1 1ersebut sesua, oengan dafat�ball berikur
'"'
_ _ _ _ _ _ Pen�ebab U111gaung l!!Jlrl l.anda_•cek"j�dl kota�L_
Tlndakan Tldak Aman/Stlmda.r Kondl•l Tadak Aman
O Mengoperaslkan un,1 tanp11 wewenang tl Saran• Pellndungipo-g_a_m_o_n_t_ida
m_e_made•
O Mengoperasfkan unltlperalaton di luar prosedur CJ APO ll<lak layol<(ru54k
yong dltontukan u Ale!, pcrulstan dan maten111 yeng rusak
u Membuat peralatan sarety Udak berf�nQ,I a Ruang Gerok Tet1>atas
o Menggunaken pernlaten yarig ru1&k CJ BnhOya kebakoran dan l6dekan
q Tidak memlikal APO secera benar ;J Pemellharoen keben11l1aan/hQusekeep1nQ
yijnQ buruk o Pamuatan materlnt lldak sesu�I prosedur .J KondlSl li11gk1111gen y.a11Q
berbahaya
O l>enempntan materlallp11111l•tpn/un1111cl�k s11Sual (Gas, deb11, uap, go" �ra1J<,n,
kabut)
prosedur t:J P11p11ran keblsl�gan
u Berada pllde posl�ll<!oeron ynng 11<1ek amon u Papar,,n radll!lsl
O Memperbolk• uniV11IOl yang sedong [Link] CJ Pep1>ren [Link] auhu tungg, ateu rendah
O Bereda di bawal'i ptlflgaruh obal·Obatan alau u Pencehayun yang kurang •iau bllrlebihall/sllau
alcohol CJ Venllialll yal\l) tlda}. memada
U Bercandn b811eblhah atau tldak serius CJ Slstem Perlngatan )'lll)Q Udak memadal
melakuken pttkerjeen u Kondisl Ergonoml
U Menggunokon peralatan yang tidek 111sua, tJ Loin-lain Ctulls di bowen)
o Mengabal�an pengamanan (Udak menerupkan KondlSI mel..nal dl&po$11 yang lemb&k
LOT0/6arlkedft/Sal11ty Con11)
Cl Latn,laln (lulls di bowah)
c Kuren11nya kewaspadaan enver
SOP PENGALIRAN DAN PEMOMPAAN AIR KE AREA PIT
U Ketorbatasan Flslk (buta wama, }angkeuen, O Ptmg�v,asao 11del( memada1 (fel'IOll'la ukuran
bMan,dll) ko�a11nstruks�blmblngan yaog tldak balk)
lJ Montal Capllblllly (lakul, perllm�angan ynng .J Oeseln/p.r11net1ngM l/d1k mem,d•I
kurnng, reaksl lan,bat) o Pambellan pert!lalen lldak memada, (apeslllkHI tldak
U Kureng pongotehuan memedo1
u Kureng keteramp,lan .J Perawatan lldak memada1
!.J Sires, flslil (copak t rallguo) W PuralAtan 11dak memadat
LJ Str&ss [Link] (problem pribadl, U Prosodurlmnndar kft�II tldak merMdal
hubunganlllngkungan keria yang uaak Kondus11J o Ponya1a119unaan (penyetenggaraan yano kellruJ
O Mot,v•sr yang hdak l)a,,.r �alen P1nt�slshort o uiin-lm,n (tulla d1bawahl
cut. 1ng1n mij11¢11rl pllrtiut1111)
u Lftln-laln (tullJ cli bawah)