0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

Dampak Media Sosial pada Karakter Pelajar

Karya tulis ini membahas pengaruh media sosial terhadap karakter pelajar, mencakup dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Media sosial dapat memperluas jaringan pertemanan dan memudahkan akses informasi, namun juga berpotensi menyebabkan kecanduan, mengurangi interaksi sosial di dunia nyata, dan menurunkan sopan santun. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perubahan karakter pelajar akibat penggunaan media sosial dan cara menggunakannya secara bijak.

Diunggah oleh

Tri Puspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan15 halaman

Dampak Media Sosial pada Karakter Pelajar

Karya tulis ini membahas pengaruh media sosial terhadap karakter pelajar, mencakup dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Media sosial dapat memperluas jaringan pertemanan dan memudahkan akses informasi, namun juga berpotensi menyebabkan kecanduan, mengurangi interaksi sosial di dunia nyata, dan menurunkan sopan santun. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai perubahan karakter pelajar akibat penggunaan media sosial dan cara menggunakannya secara bijak.

Diunggah oleh

Tri Puspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

“PENGARUH

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP


KARAKTER PELAJAR”
PELAJAR
Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
Guru Pengampu : Natalia Simarmata

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
1. Mourren Ribkha Octaviana Siregar
2. Muhammad Muqtafi Hanif
3. Muhammad Farell
4. Muhammad Raihan
5. Najwa Nabilah Rosanda
6. Nazwaliya Innova

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Pengaruh Media Sosial Terhadap Karakter
[Link] Karya Tulis ini membahas mengenai perubahan karakter pelajar akibat media sosial.

Terimakasih kepada Ibu Natalia Simarmata ,selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia
yang telah mengajari dan membimbing kami dalam pembuatan karya ilmiah ini .

Kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kekhilafan. Oleh sebab itu jika ada
kesalahan-kesalahan dari karya tulis ini, tentu datangnya dari kami sendiri. Semoga karya tulis ini
dapat membantu pengetahuan atau pun wawasan bagi para pembaca mengenai pengaruh media
sosial terhadap karakter pelajar. Penulis akan selalu terbuka menerima kritik dan saran yang
membangun. Sebab penilaian seseorang terhadap suatu hal bisa saja berbeda-beda.

Medan, 22 Februari 2022

ii
DAFTAR ISI
Lembar Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................................. 2
C. Tujuan penelitian ................................................................................................................ 2
D. Manfaat Penelitian ............................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Deskripsi Teoritik ............................................................................................................... 4
B. Dampak Positif Media Sosial.............................................................................................. 6
C. Dampak Negatif Media Sosial ............................................................................................ 7
D. Kerangka Berpikir ............................................................................................................... 7
E. Hipotesa Tindakan .............................................................................................................. 8
F. Kriteria Keberhasilan .......................................................................................................... 9
G. Deskripsi Hasil Penelitian .................................................................................................. 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................................................... 11
B. Saran ................................................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 12

iii
BAB I

PENDAHULUAN

[Link] Belakang

Di era globalisasi ini, teknologi semakin maju. Tidak dapat dipungkiri hadirnya internet semakin
dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kegiatan sosialisasi, pendidikan, bisnis, dan
sebagainya. Dengan semakin majunya internet maka media sosial pun ikut berkembang pesat.
Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat membuat web page pribadi dan terhubung
dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan
berkomunikasi. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast , maka
media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk
berpartisipasi dengan memberi feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi
informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Sangat mudah dan tidak membutuhkan
waktu yang lama bagi seseorang dalam membuat akun di media sosial. Kalangan remaja yang
mempunyai media sosial biasa nya memposting tentang kegiatan pribadinya, curhatannya, serta
foto-foto bersama teman-temannya. Semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka
semakin dianggap keren dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai media sosial
biasanya dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul.

Pesatnya perkembangan media sosial juga dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media
sendiri. Jika untuk media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang
besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Para pengguna
media sosial bisa mengakses menggunakan jaringan internet tanpa biaya yang besar dan dapat
dilakukan sendiri dengan mudah.

Media sosial terbesar yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain; Facebook,
Twitter, Path, Youtube, Instagram, Kaskus, LINE, Whatsapp, Blackberry Messenger. Masing-
masing media sosial tersebut mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna
media sosial yang mereka miliki (Sedulur, 2012: [Link] diunduh 1
september 2014).

1
Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang membuat para pelajar betah
berlama-lama berselancar di dunia maya. Para pengguna media sosial pun dapat dengan bebas
berkomentar serta menyalurkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Hal ini dikarenakan dalam
internet khususnya media sosial sangat mudah memalsukan jati diri atau melakukan kejahatan.

Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada
batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada.
Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan
seseorang.

Seseorang yang asalnya kecil bisa menjadi besar dengan media sosial, begitu pula sebaliknya.
Bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan pelajar,media sosial seakan sudah menjadi
candu, tiada hari tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 Di kalangan pelajar,
penggunaan media sosial/media sosial dapat mempengaruhi pola kehidupannya. Banyaknya
fitur-fitur menarik dalam media sosial/media sosial membuat mereka cenderung malas dan
kecanduan.. Keadaan tersebut membuat waktu mereka banyak yang terbuang dan aktivitas yang
terganggu, seperti sekolah, belajar, makan, tidur, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan
membantu orangtua. Karena anak tersebut terlalu lelah dengan kesenangan dalam media/media
sosial tersebut.

[Link] Masalah

1. Bagaimana penggunaan media sosial dikalangan pelajar?


2. Apakah dampak dari penggunaan media sosial bagi karakter pelajar?
3. Bagaimanakah cara mengatasi kecenderungan pelajar dimedia sosial?

[Link] Penelitian

a. Pembaca dapat mengetahui pengaruh media sosial.


b. Untuk memberikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari media sosial.

2
c. Untuk mengetahui cara menggunakan media sosial yang cerdas.

[Link] Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui perubahaan karakter pelaja serta
dampak-dampak dari media sosial dan menjelaskan cara untuk menjadi pengguna media
sosial yang cerdas.

3
BAB II
PEMBAHASAN

Akses terhadap media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan primer dari setiap orang.
Itu dikarenakan adanya kebutuhan akan informasi, hiburan, pendidikan, dan akses pengetahuan
dari belahan bumi. Kemajuan teknologi dan informasi serta semakin canggihnya perangkat-
perangkat yang diproduksi oleh industri seperti menghadirkan “dunia dalam ganggaman”.1

Lalu, adanya media sosial menjadikan karakter pelajar berubah. Mulai dari
individualisme, main game di gadget terus menerus tanpa tau waktu dan masih banyak lagi hal-
hal merubah karakter pelajar

A. Deskripsi Teoritik
Berikut adalah beberapa definisi media sosial dari berbagai literatul.
1. Menurut Rulli Nasrullah (2015) media sosial adalah medium di internet yang
memungkinkan pengguna mempresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama,
berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara
virtual
2. Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, media sosial adalah "sebuah kelompok
aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 ,
dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”
3. Menurut Mandibergh (2012) media sosial adalah media yang mewadahi kerja sama di
antara pengguna yang menghasilkan konten (user-generated content)
4. Menurut Shirky (2008) media sosial merupakan alat unruk meningkatkan kemampuan
pengguna untuk berbagai (to share), bekerja sama (to co-operate) diantara pengguna dan
melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada di luar kerangka institusional
maupun organisasi.
5. Menurut Van Dijk (2013) media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada
eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas dalam berkolaborasi

4
6. . Karena itu, media sosial dapat diliat sebagai medium (fasilitator) online yang
menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.2
Dari berbagai definisi yang ada, penulis menyimpulkan bahwa Media Sosial adalah alat
komunikasi yang memiliki peran penting dalam hubungan bersosialisasi secara online dengan
berbagai aplikasi yang tercipta.
Berikut adalah pengertian karakter menurut para ahli.
1. Menurut Kamisa, karakter adalah sifat – sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang
dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Berkarakter dapat diartikan
memiliki watak dan juga kepribadian.
2. Menurut Doni Kusuma, karakter merupakan ciri, gaya, sifat, atau pun katakeristik diri
seseorang yang berasal dari bentukan atau pun tempaan yang didapatkan dari lingkungan
sekitarnya.
3. Menurut Gulo W. Karakter adalah kepribadian yang dilihat dari titik tolak etis atau pun
moral (seperti contohnya kejujuran seseorang). Karakter biasanya memiliki hubungan
dengan sifat – sifat yang relatif tetap.3

Dari berbagai definisi yang ada, penulis menyimpulkan bahwa Karakter itu berarti
pembentukan watak seseorang dari cara bergaul di lingkungannya. Lalu hubungannya dengan
media sosial apa? Hubungannya adalah karakter pelajar zaman sekarang cepat berubah karena
faktor lingkungan. Rasa gengsi di kehidupan pelajar khususnya remaja itu sangat tinggi. Dari
cara bergaulnya pun sangat berpengaruh.
Pelajar sekarang juga bisa disebut sebagai generasi minelial

Milenial atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir
setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000an. Maka ini berarti
milenial adalah generasi muda yang berumur 17- 37 pada tahun ini. Milenial sendiri dianggap
spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang
berkaitan dengan teknologi.

5
Generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri yaitu, mereka lahir pada saat TV berwarna,
handphone juga internet sudah diperkenalkan. Sehingga generasi ini sangat mahir dalam
teknologi. Mereka sangat mudah dalam mencari informasi, dan hal ini sangat berpengaruh
terhadap pola pikir yang penuh ide-ide visioner dan inovatif untuk melahirkan generasi yang
memilki pengetahuan dan penguasaan IPTEK.

Generasi milenial juga cenderung bertanya dan meminta kritik serta saran untuk
kemajuannya. Mereka menganggap bahwa rewards terbaik adalah perasaan ketika pekerjaannya
dinilai berarti bagi hal-hal tertentu. Mereka lebih suka pekerjaan kreatif dan lebih berani
menerima tantangan kerja dengan melkaukan banyak inovasi.4

[Link] Positif Media Sosial

1. Memperluas jaringan pertemanan. Berkat situs media sosial ini remaja menjadi lebih
mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia. Meskipun sebagian besar
diantaranya tidak pernah mereka temui secara langsung.
2. Remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang
mereka jumpai secara online, karena mereka berinteraksi dan menerima umpan balik
satu sama lain.
3. Memudahkan dalam memperoleh informasi. Remaja menjadi mudah untuk memperoleh
informasi yang ada di internet karena adanya blog ataupun website. Selain itu sosial
media juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan,
kebudayaan, dan lain-lain.
4. Situs jejaring sosial membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian dan
empati. Misalnya memberikan perhatian saat ada teman mereka berulang tahun,
mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan
meski tidak dapat bertemu secara fisik.
5. Memudahkan remaja untuk sharing atau berbagi. Dengan adanya blog, remaja mudah
berbagi mengenai pengalaman hidupnya dan berbagai hal lainnya yaitu dengan
mempostingnya ke blog.

6
6. Bisa di jadikan tempat iklan bagi remaja yang melakukan usaha online. Saat ini sosial
media telah memberikan layanan iklan. Seperti blogger, facebook, twitter dan lainnya
bisa menempatkan iklan di situs tersebut.

[Link] Negatif Media Sosial

1. Remaja menjadi kecanduan untuk menggunakan jejaring sosial tanpa tahu waktu.
Kebanyakan apabila seorang remaja menggunakan jejaring sosial, mereka bisa saja
berjam-jam untuk menggunakannya.

2. Remaja menjadi malas berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun
menjadi terganggu. Jika remaja tersebut terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya.
3. Situs jejaring sosial akan membuat remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka
menjadi tidak sadar akan lingkungan di sekitar mereka, karena kebanyakan
menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati
di dunia nyata.
4. Menjadikan seorang remaja menjadi malas belajar karena sering menggunakan jejaring
sosial untuk bermain game yang ada di situs tersebut. Facebook menyediakan layanan
game yang membuat remaja menjadi kecanduan game.
5. Menyebabkan kurangnya sopan santun remaja saat ini. Dengan adanya media sosial,
semakin banyak para remaja yang menggunakan bahasa yang tidak sepantasnya. Dan
bagi remaja yang masih polos, tentu akan menganggap bahwa bahasa tersebut adalah
bahasa modern anak zaman sekarang.
6. Bagi remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di situs jejaring sosial. Hal ini
membuat mereka semakin sulit untuk membedakan antara berkomunikasi di situs jejaring
sosial dan di dunia nyata.5

[Link] Berpikir

Bagi masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, media sosial seakan sudah candu,
tiada hari tanpa membuka media sosial, bahkan hampir 24 jam mereka tidak lepas dari
smartphone. Media sosial terbesar yang paling sering digunakan oleh kalangan remaja antara lain

7
; Facebook, Twitter, Path, Youtube, LINE, Instagram, Masing-masing media sosial tersebut
mempunyai keunggulan khusus dalam menarik banyak pengguna media sosial yang mereka
miliki.
Media sosial memang menawarkan banyak kemudahan yang membuat para remaja betah
berlama-lama berselancar di dunia maya. Hasil riset yang dilakukan Sekolah Tinggi Sandi
Negara (STSN) Indonesia bersama Yahoo menunjukkan, kalangan remaja usia 15-19 tahun
mendominasi pengguna internet di Indonesia (64%). Pesatnya perkembangan dunia online ini
mulai dilirik sebagai peluang emas oleh para pebisnis.

Informasi yang tersebar melalui media sosial secara rutin dan disimak oleh remaja secara
langsung mengarah kedalam pembentukan opini dikalangan remaja. Salah satu contohnya yaitu
suatu official account yang khusus membahas mengenai manisnya hubungan pacaran, gambaran
seorang pacar yang ideal, bagaimana hubungan pacaran yang dikatakan ideal, dan lainnya.
Rutinnya account yang bermunculan memposting pesan seperti itu secara langsung, tidak hanya
mengarahkan fokus perhatian remaja yang mengarah kepada percintaan bukannya fokus sekolah,
namun juga membentuk suatu “tuntutan” kondisi yang ideal.

Hal tersebut berpengaruh terhadap karakter remaja yang cenderung terbentuk karena
tuntutan yang disebut sebagai suatu standar yang “ideal”. Karakter yang terbentuk dari apa yang
dikatakan orang, dan tidak berasal dari pemikiran diri sendiri menyebabkan remaja akan mudah
kehilangan jati dirinya sendiri.6

E. Hipotesis Tindakan

Pengguna media sosial di kalangan remaja ini juga menimbulkan pro dan kontra.
Pengguna media sosial seringkali mengganggu proses belajar remaja, sebagai contoh ketika
sedang belajar lalu ada notifikasi chatting dari teman yang akhirnya dapat mengganggu proses
belajar, dan kebiasaan seorang remaja yang berkicau berkali-kali di twitter yang terkadang hanya
untuk mengeluhkan betapa sulit pelajaran yang sedang dia kerjakan.
Namun apa yang mereka posting di media sosial tidak selalu menggambarkan
keadaan social life mereka yang sebenarnya. Ketika para remaja tersebut memposting sisi
hidupnya yang penuh kesenangan, tidak jarang kenyataannya dalam hidupnya mereka merasa

8
kesepian. Manusia sebagai aktor yang kreatif mampu menciptakan berbagai hal, salah satunya
adalah ruang interaksi dunia maya.7

F. Kriteria Keberhasilan

Media sosial berhasil merubah karakter pelajar khususnya remaja . Di zaman teknologi
ini kita bisa melihat hal itu terjadi di sekitar kita. Mulai dari kehidupan remaja yang serba instan,
memilki ambisi besar untuk suskes, cinta kebebasan, percaya diri, realistis, lebih mengenal
teknologi informasi, menyukai hal yang detail dan berkeinginan untuk mendapatkan rewards.8

[Link] hasil Penelitian

Media sosial berhasil merubah karakter pelajar. Di zaman teknologi ini kita bisa
melihat hal itu terjadi di sekitar kita. Mulai dari kehidupan pelajar yang serba instan,
memilki ambisi besar untuk suskes, cinta kebebasan, percaya diri, realistis, lebih
mengenal teknologi informasi, menyukai hal yang detail dan berkeinginan untuk
mendapatkan rewards.
Menurut penelitian, mereka mengakses media sosial setiap hari. Karna di zaman
teknologi ini setiap orang pasti selalu mencari informasi terbaru menggunakan media
sosial. Lalu banyak dari mereka yang online lebih dari 4 jam. Mungkin mereka banyak
kerjaan yang mengharuskan online lebih dari 4 jam. Semakin canggih teknologi, kita
bisa melihat banyak orang yang sudah mempunyai handphone sendiri, mulai dari anak
SD, SMP, SMA.
Banyak pelajar mengakses instagram. Tujuan mereka adalah untuk mengetahui
kehidupan orang lain dengan melihat snapgram orang tersebut. Banyak juga yang
berpendapat untuk mencari tentang informasi yang ingin dicari. Para remaja pun sering
menghabiskan 1000 Mb dalam sehari. Apa harus sebanyak itu dalam sehari?
9 dari 20 orang, sudah mengenal media sosial selama 5-7 tahun. Jika rata-rata
umur yang diteliti adalah 17 tahun, berarti mereka sudah mengenal media sosial sejak SD

9
sampai awal SMP. Dan menurut penelitian, kebanyakan dari mereka mengenal media
sosial dari teman dan sendiri. Bisa kita lihat perubahan sikap pelajar yang lebih suka
menyendiri, lebih senang dengan gadget nya dari pada bercengkrama dengan orang yang
ada di sekitarnya. Namun, perubahan positif pun juga terjadi pada remaja. Misalnya, jika
ada tugas yang tidak dimegerti bisa langsung mencari solusinya melalui google.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan “Pengaruh Media Sosial Terhadap
Karakter Pelajar” dapat disimpulkan bahwa karakter pelajar berubah ketika mengenal
media sosial. Bisa kita lihat perubahan sikap pelajar yang lebih suka menyendiri, lebih
senang dengan gadget nya dari pada bercengkrama dengan orang yang ada di sekitarnya.
Namun, perubahan positif pun juga terjadi pada pelajar .Misalnya, jika ada tugas yang
tidak dimegerti bisa langsung mencari solusinya melalui google.

B. Saran
a. Bagi para pelajar
1. Gunakanlah media sosial secara bijak.
2. Gunakan seperlunya.
b. Bagi orang tua
1. Sebaiknya mengontrol anaknya dalam penggunaan gadget.

11
DAFTAR PUSTAKA

Nasrullah, Rulli. Media sosial : Persperktif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Jakarta :
Simbiosa Rekatama Media. 2015.

Stillman, David dan Jonah Stillman. Generasi Z : Memahami Karakter Generasi Baru yang
Akan Mengubah Dunia Kerja. Jakarta : PT. Gramedia. 2018.

Rahmawati, Destiana. Millennials and I-Generation Life. Yogyakarta : Laksana. 2018

[Link]
KAP_REMAJA_Disusun_oleh

[Link]

12

Anda mungkin juga menyukai