PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : SMA IT DAARUL ISTIQLAL
Mata Pelajaran : Sosiologi
Nama Guru : Manda prayogi, [Link]
Kelas/ Semester : I/Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas X pada umumnya memiliki beragam latar belakang
pengetahuan dan minat terhadap ilmu sosial. Beberapa mungkin sudah
memiliki pemahaman awal tentang masyarakat dari pengalaman sehari-hari.
Minat belajar bisa bervariasi, dengan beberapa peserta didik tertarik pada isu-
isu sosial kontemporer sementara yang lain mungkin lebih suka pendekatan
teoritis. Kesiapan belajar juga akan beragam, ada yang lebih nyaman dengan
pembelajaran kolaboratif, sementara yang lain mungkin lebih mandiri. Penting
untuk mengidentifikasi pengetahuan awal mereka tentang fenomena sosial di
sekitar mereka dan bagaimana mereka memaknainya, serta kebutuhan belajar
individual terkait gaya belajar dan preferensi media pembelajaran.
MATERI PELAJARAN
Materi pelajaran ini berfokus pada Sejarah Sosiologi sebagai Ilmu Sosial dan
Konsep serta Teori Dasar Sosiologi. Jenis pengetahuan yang akan dicapai
adalah pengetahuan konseptual dan prosedural, di mana peserta didik akan
memahami definisi, sejarah perkembangan, tokoh-tokoh penting, dan konsep-
konsep dasar sosiologi (misalnya, interaksi sosial, peran, status, norma, nilai,
lembaga sosial, gejala sosial). Relevansi dengan kehidupan nyata peserta didik
sangat tinggi karena sosiologi membantu mereka memahami diri sendiri
dalam konteks masyarakat, menjelaskan interaksi sosial yang mereka alami,
dan mengenali berbagai fenomena sosial di lingkungan sekitar mereka yang
multikultural. Tingkat kesulitan materi ini bersifat sedang, dengan beberapa
konsep abstrak yang memerlukan penjelasan konkret. Struktur materi akan
dimulai dari pengenalan sosiologi sebagai disiplin ilmu, kemudian bergerak
ke konsep-konsep dasar yang membentuk kerangka analisis sosiologi.
Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada pentingnya berpikir kritis,
toleransi terhadap perbedaan dalam masyarakat multikultural, kolaborasi
dalam diskusi, serta rasa ingin tahu untuk memahami kompleksitas sosial.
DIMENSI PROFIL LULUSAN
1. Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi
tentang sejarah dan konsep sosiologi, serta menerapkannya untuk
memahami fenomena sosial.
2. Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan informasi dan
pemahaman mereka tentang sosiologi dalam berbagai format yang
inovatif.
3. Kolaborasi: Peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok
untuk memecahkan masalah atau merinci konsep sosiologi.
4. Kewargaan: Peserta didik memahami peran sosiologi dalam mengkaji
masyarakat dan berkontribusi pada terciptanya tertib sosial.
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN
Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai
ilmu yang secara kritis mengkaji masyarakat. Di samping itu peserta didik
mampu mengenal identitas diri, menjelaskan tindakan sosial, menjelaskan
hubungan sosial, menjelaskan peran lembaga sosial dalam mewujudkan tertib
sosial, dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di masyarakat
multikultural melalui konsep-konsep dasar sosiologi.
LINTAS DISIPLIN ILMU
• Sejarah: Untuk memahami konteks perkembangan sosiologi sebagai
ilmu.
TOPIK PEMBELAJARAN
Sejarah Sosiologi sebagai Ilmu Sosial, Konsep-konsep Dasar Sosiologi, dan
Teori-teori Sosiologi Awal.
TUJUAN PEMBELAJARAN
• Peserta didik diharapkan mampu menyimpulkan sejarah sosiologi
sebagai ilmu sosial.
• Peserta didik diharapkan mampu memerinci beberapa konsep dan teori
sosiologi.
PRAKTIK PEDAGOGIS
1. Pembelajaran Berbasis Masalah
2. Diskusi kelompok, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN
1. Orang tua murid
2. Murid
3. Masyarakat
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
1. Ruang Fisik: Ruang kelas
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk mengakses sumber belajar
tambahan (misalnya, website, video).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, partisipatif aktif, dan menumbuhkan
rasa ingin tahu dalam memahami dinamika sosial.
PEMANFAATAN DIGITAL
1. Perencanaan: Google Docs
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran pendek tentang sejarah sosiologi
3. Asesmen: Google Forms untuk kuis awal atau refleksi, Quizziz untuk
evaluasi pemahaman konsep.
PENGALAMAN Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
BELAJAR
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang relevansi sosiologi
dalam kehidupan sehari-hari.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan pentingnya memahami masyarakat.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan gambar atau video singkat
tentang perubahan sosial yang signifikan (misalnya, revolusi industri,
urbanisasi).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, mengapa
masyarakat selalu berubah? Siapa atau apa yang mempelajari
perubahan-perubahan ini?" untuk menstimulasi rasa ingin tahu
peserta didik tentang asal-usul sosiologi.
10. Peserta didik melakukan literasi singkat melalui bahan bacaan atau
infografis awal yang disiapkan guru tentang apa itu sosiologi secara
umum.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan perlunya ilmu untuk mengkaji
masyarakat. a. "Apa yang kalian pahami tentang sosiologi setelah
membaca sekilas?" b. "Mengapa penting bagi kita untuk memahami
masyarakat di sekitar kita?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai dan menghubungkannya dengan peran peserta didik
sebagai bagian dari masyarakat. d. "Bagaimana pemahaman tentang
masyarakat dapat membantu kita?"
KEGIATAN INTI
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah
1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil.
2. Setiap kelompok diberikan sebuah skenario singkat atau kutipan yang
menunjukkan permasalahan sosial yang kompleks (misalnya,
kesenjangan sosial, konflik antarkelompok, dampak teknologi pada
interaksi sosial).
3. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi
mengapa masalah tersebut muncul dan apa dampaknya pada
masyarakat.
4. Guru memberikan pertanyaan: "Jika kita ingin memahami akar
masalah ini secara ilmiah, ilmu apa yang paling cocok untuk
mengkajinya? Mengapa?" untuk mengarahkan pada pentingnya
sosiologi.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar & Membimbing Penyelidikan
Individual dan Kelompok
1. Peserta didik secara berkelompok, dengan bimbingan guru,
mengidentifikasi kebutuhan informasi untuk memahami sejarah
sosiologi sebagai ilmu dan merinci konsep-konsep serta teori-teori
dasarnya.
2. Peserta didik mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai
sumber (buku teks, e-book, artikel online, video edukasi) tentang:
o Latar belakang kemunculan sosiologi (Revolusi Industri,
Revolusi Prancis, perubahan sosial).
o Tokoh-tokoh perintis sosiologi (Auguste Comte, Emile
Durkheim, Max Weber, Karl Marx) dan pemikiran utamanya.
o Konsep-konsep dasar sosiologi (misalnya, fakta sosial,
tindakan sosial, stratifikasi sosial, perubahan sosial, interaksi
sosial, nilai, norma, peran, status, lembaga sosial).
o Teori-teori sosiologi awal (fungsionalisme, konflik,
interaksionisme simbolik).
3. Peserta didik secara individu atau berpasangan dalam kelompok
membuat catatan penting atau poin-poin kunci dari informasi yang
mereka temukan. Guru berkeliling memberikan panduan dan
menjawab pertanyaan.
4. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana pemikiran
tokoh-tokoh sosiologi awal ini relevan untuk memahami masalah
sosial di masa kini?"
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil & Menganalisis dan
Mengevaluasi
1. Peserta didik dalam kelompok secara kolaboratif menyusun sebuah
infografis atau peta konsep yang menyimpulkan sejarah sosiologi
sebagai ilmu dan memerinci konsep-konsep serta teori-teori sosiologi
yang telah mereka pelajari. Infografis/peta konsep harus mencakup:
o Garis waktu singkat sejarah sosiologi.
o Ringkasan pemikiran tokoh-tokoh penting.
o Penjelasan singkat tentang konsep-konsep dasar.
o Gambaran umum teori-teori sosiologi awal.
2. Setiap kelompok mempresentasikan infografis/peta konsep mereka di
depan kelas. Peserta didik lain memberikan pertanyaan dan umpan
balik konstruktif.
3. Peserta didik dan guru secara bersama-sama menganalisis dan
mengevaluasi hasil kerja kelompok, menyoroti kekuatan dan area yang
perlu diperbaiki dalam pemahaman konsep dan penyajian informasi.
4. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu yang berisi:
o Apa yang saya pelajari hari ini tentang sejarah dan konsep
sosiologi?
o Konsep atau teori mana yang paling menarik bagi saya dan
mengapa?
o Bagaimana pemahaman ini dapat membantu saya dalam
kehidupan sehari-hari?
o Apa kesulitan yang saya alami selama proses pembelajaran dan
bagaimana saya mengatasinya?
5. Guru dan peserta didik melakukan diskusi singkat untuk menarik
kesimpulan umum tentang peran sosiologi sebagai ilmu sosial yang
mengkaji masyarakat secara kritis, serta bagaimana konsep-konsep
dasar membantu dalam menganalisis fenomena sosial.
KEGIATAN PENUTUP (BERKESADARAN)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini dengan
merangkum poin-poin penting tentang sejarah sosiologi dan konsep-
konsep dasarnya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya
dengan membahas topik yang akan dipelajari (misalnya, metode
penelitian sosiologi, isu-isu sosial kontemporer).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
mereka dalam memahami materi dan presentasi proyek.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Medan Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Siti Chairunnisa Lubis, [Link].I Manda prayogi, [Link]
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Sosiologi
TUJUAN PEMBELAJARAN
• Peserta didik mampu menyimpulkan sejarah sosiologi sebagai ilmu sosial.
• Peserta didik mampu memerinci beberapa konsep dan teori sosiologi.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Mengidentifikasi sejarah lahirnya sosiologi sebagai ilmu sosial.
2. Menjelaskan tokoh-tokoh awal dan teori sosiologi.
3. Mendeskripsikan konsep dasar dalam sosiologi (interaksi sosial, nilai, norma).
4. Menganalisis penerapan konsep sosiologi dalam masyarakat.
5. Menafsirkan teori sosiologi awal dalam fenomena sosial masa kini.
KISI-KISI SOAL
No Indikator Materi Pokok Bentuk Level Nomor
Pencapaian Soal Kognitif Soal
1 IPK 1 Sejarah Sosiologi Pilihan C2 1, 2
Ganda
2 IPK 2 Teori Sosiologi Awal Pilihan C2–C4 3, 4
Ganda
3 IPK 3 Konsep Dasar Pilihan C3 5, 6
Sosiologi Ganda
4 IPK 4 Konsep Sosiologi di Pilihan C4 7, 8
Masyarakat Ganda
5 IPK 5 Teori dalam Fenomena Pilihan C4 9, 10
Sosial Ganda
SOAL PILIHAN GANDA (10 SOAL)
1.
Pada abad ke-19, perubahan besar dalam masyarakat Eropa terjadi akibat Revolusi Industri
dan Revolusi Prancis. Perubahan ini mendorong para pemikir mulai mencari cara ilmiah
untuk memahami masyarakat.
Berdasarkan paragraf tersebut, lahirnya sosiologi didorong oleh...
A. Perkembangan seni dan budaya
B. Ketertarikan pada filsafat klasik
C. Kebutuhan memahami perubahan sosial secara ilmiah
D. Perkembangan teori psikologi
E. Kecenderungan politik yang konservatif
Jawaban: C
2.
Auguste Comte memperkenalkan istilah “sosiologi” sebagai ilmu yang mempelajari
masyarakat. Ia membagi perkembangan masyarakat ke dalam tiga tahap: teologis, metafisik,
dan positif.
Berdasarkan uraian di atas, pemikiran Comte termasuk dalam...
A. Teori konflik
B. Pendekatan psikologis
C. Positivisme
D. Humanisme
E. Interaksionisme simbolik
Jawaban: C
3.
Dalam masyarakat industri, buruh bekerja keras demi upah minimum, sedangkan pemilik
pabrik menikmati keuntungan besar. Ketimpangan ini menimbulkan pertentangan dan
pemogokan kerja.
Pemikiran yang sesuai dengan fenomena di atas dikemukakan oleh...
A. Max Weber
B. Auguste Comte
C. Karl Marx
D. Emile Durkheim
E. Herbert Spencer
Jawaban: C
4.
Di masyarakat modern, seseorang bisa menjadi dokter, sopir, guru, atau teknisi. Masing-
masing menjalankan peran berbeda, namun semuanya saling bergantung untuk menjalankan
kehidupan sosial.
Konsep yang paling tepat untuk menggambarkan paragraf tersebut adalah...
A. Solidaritas mekanik
B. Solidaritas organik
C. Integrasi sosial
D. Stratifikasi sosial
E. Interaksi sosial
Jawaban: B
5.
Dalam kehidupan sekolah, siswa diminta menghormati guru, datang tepat waktu, dan tidak
mencontek saat ujian. Semua aturan ini diterapkan agar kegiatan belajar berlangsung tertib.
Berdasarkan paragraf tersebut, aturan-aturan tersebut disebut...
A. Nilai sosial
B. Norma sosial
C. Interaksi sosial
D. Mobilitas sosial
E. Sosialisasi
Jawaban: B
6.
Dalam kegiatan OSIS, seorang ketua panitia membagi tugas kepada anggotanya untuk
bekerja sama menyiapkan acara sekolah. Mereka berasal dari kelas berbeda, namun dapat
saling berkoordinasi.
Perilaku sosial dalam paragraf tersebut menunjukkan adanya...
A. Interaksi disosiatif
B. Solidaritas mekanik
C. Interaksi asosiatif
D. Persaingan sosial
E. Konflik sosial
Jawaban: C
7.
Setiap pagi, siswa di sebuah sekolah berjabat tangan dengan guru sebelum masuk kelas.
Kebiasaan ini telah menjadi bagian dari budaya sekolah dan mencerminkan rasa hormat.
Kebiasaan tersebut merupakan contoh penerapan dari...
A. Norma hukum
B. Norma kesopanan
C. Norma adat
D. Norma agama
E. Norma kebiasaan
Jawaban: B
8.
Masyarakat di daerah pesisir membentuk komunitas nelayan yang saling membantu saat
melaut. Ketika ada anggota keluarga yang mengalami musibah, semua warga bergotong
royong memberi bantuan.
Tindakan dalam paragraf tersebut menunjukkan adanya...
A. Nilai individualisme
B. Solidaritas organik
C. Interaksi simbolik
D. Solidaritas mekanik
E. Kompetisi sosial
Jawaban: D
9.
Di era digital, banyak anak muda membentuk komunitas peduli lingkungan. Mereka saling
berbagi informasi, mengatur kegiatan bersih-bersih, dan membuat konten edukatif untuk
masyarakat.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa...
A. Perubahan sosial tidak dapat dihindari
B. Konsep solidaritas sosial hanya berlaku di desa
C. Nilai dan norma tidak berlaku bagi generasi muda
D. Teori sosiologi klasik tidak relevan dengan masa kini
E. Konsep interaksi sosial terus berkembang seiring perkembangan teknologi
Jawaban: E
10.
Di kota besar, hubungan antarwarga cenderung formal dan berdasarkan fungsi masing-
masing. Misalnya, sopir ojek mengantar penumpang, petugas keamanan menjaga gedung, dan
kasir melayani pembeli.
Menurut Emile Durkheim, bentuk solidaritas yang terlihat dalam paragraf tersebut adalah...
A. Solidaritas kolektif
B. Solidaritas mekanik
C. Solidaritas struktural
D. Solidaritas organik
E. Solidaritas individual
Jawaban: D
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Bobot
Jumlah Soal 10
Skor per Soal 10 poin
Skor Maksimal 100 poin
Kategori Penilaian:
• 90–100: Sangat Baik
• 75–89: Baik
• 60–74: Cukup
• <60: Perlu Pembinaan
ASESMEN FORMATIF DAN ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Sosiologi
TUJUAN PEMBELAJARAN
• Peserta didik mampu menyimpulkan sejarah sosiologi sebagai ilmu sosial.
• Peserta didik mampu memerinci beberapa konsep dan teori sosiologi.
✅ INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
1. Menjelaskan latar belakang munculnya sosiologi sebagai ilmu sosial.
2. Menyebutkan tokoh awal dan pemikiran sosiologi secara sederhana.
3. Menjelaskan konsep dasar sosiologi seperti nilai, norma, dan interaksi sosial.
4. Menganalisis penerapan konsep sosiologi dalam kehidupan sehari-hari.
5. Menunjukkan pemahaman terhadap teori awal sosiologi melalui kegiatan proyek
sederhana.
KISI-KISI SOAL PROYEK
No Indikator Materi Pokok Bentuk Level Jenis
Pencapaian Tugas Kognitif
1 IPK 4 dan 5 Konsep dan Teori Proyek C4 (Analisis) HOTS
Sosiologi Praktik
SOAL PROYEK
Tugas Proyek Praktik
Di lingkungan tempat tinggal kalian, tentu ada kebiasaan, aturan, atau nilai sosial yang
dijalankan bersama-sama. Misalnya gotong royong membersihkan lingkungan, menghormati
orang tua, atau kegiatan bersama warga saat peringatan hari besar.
Petunjuk Tugas:
1. Amati satu kebiasaan/nilai sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu.
2. Tuliskan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan singkat (maksimal 1 halaman A4).
3. Jelaskan unsur-unsur sosiologi yang tampak (misalnya: nilai, norma, interaksi sosial).
4. Kaitkan dengan salah satu tokoh atau teori awal sosiologi (misalnya: Auguste Comte,
Karl Marx, atau Emile Durkheim).
5. Sertakan foto/dokumentasi jika memungkinkan (boleh berupa ilustrasi sederhana).
Judul Laporan: Nilai dan Interaksi Sosial di Sekitar Kita
✅ KUNCI JAWABAN (KARAKTERISTIK JAWABAN IDEAL)
Jawaban yang baik memuat:
• Deskripsi kegiatan sosial nyata di masyarakat.
• Menjelaskan nilai atau norma yang terkandung.
• Menunjukkan bentuk interaksi sosial yang terjadi.
• Menghubungkan kegiatan tersebut dengan pemikiran tokoh sosiologi awal (misal:
o Durkheim → solidaritas mekanik/organik,
o Marx → konflik kelas,
o Comte → perkembangan masyarakat melalui tahap positif).
RUBRIK PENILAIAN PROYEK
Total Nilai Maksimal: 100
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Kesesuaian tema dengan kehidupan nyata 20
Penjelasan nilai/norma/interaksi sosial 20
Kaitan dengan teori/tokoh sosiologi 25
Kejelasan dan sistematika penulisan laporan 15
Kreativitas (tampilan, gambar, dokumentasi) 20
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : …………………………………
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Sosiologi
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menyimpulkan sejarah lahirnya sosiologi sebagai ilmu sosial.
2. Memerinci konsep dasar sosiologi seperti nilai, norma, dan interaksi sosial.
3. Mengaitkan teori awal sosiologi dengan fenomena sosial di kehidupan sehari-hari.
ALAT DAN BAHAN
• Buku paket IPS kelas VII
• Kertas HVS atau buku catatan
• Alat tulis
• Koneksi internet (jika tersedia)
• Hasil pengamatan lingkungan sekitar
TUGAS / SOAL
Bacalah pengantar berikut:
Di lingkungan tempat tinggal, setiap warga memiliki peran dalam menjaga ketertiban.
Misalnya, masyarakat melakukan ronda malam secara bergilir, kerja bakti membersihkan
selokan, dan mendukung kegiatan keagamaan atau budaya. Tidak ada aturan tertulis, namun
siapa pun yang melanggar kebiasaan tersebut akan mendapat teguran dari warga lain. Anak-
anak pun dibiasakan ikut dalam kegiatan tersebut sejak kecil.
Petunjuk Diskusi:
1. Amati dan identifikasi kebiasaan sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu.
2. Diskusikan dengan teman kelompokmu:
o Nilai atau norma apa yang terlihat dari kegiatan tersebut?
o Bagaimana interaksi sosial terjadi di sana?
o Menurutmu, tokoh sosiologi mana yang pandangannya relevan dengan
fenomena tersebut?
3. Tuliskan hasil diskusi kelompok dalam tabel berikut:
FORMAT JAWABAN
No Pertanyaan Jawaban
Kelompok
1 Kebiasaan sosial apa yang diamati di lingkunganmu? ……………………
2 Nilai atau norma apa yang terlihat dari kegiatan tersebut? ……………………
3 Bagaimana bentuk interaksi sosial yang terjadi? ……………………
4 Tokoh sosiologi mana yang cocok menjelaskan fenomena ……………………
tersebut? Jelaskan!
✅ KUNCI JAWABAN
No Jawaban
1 Gotong royong, ronda malam, kerja bakti
2 Norma kesopanan, norma kebiasaan, nilai sosial seperti solidaritas dan tanggung
jawab
3 Interaksi sosial asosiatif: kerja sama, saling menegur, komunikasi antarwarga
4 Emile Durkheim → solidaritas mekanik (karena ikatan sosial berdasarkan kesamaan
dan kebiasaan tradisional)
RUBRIK PENILAIAN
Kriteria Penilaian Skor Maksimal
Ketepatan identifikasi kegiatan sosial 20
Ketepatan menjelaskan nilai/norma 20
Analisis bentuk interaksi sosial 20
Kesesuaian teori/tokoh sosiologi 30
Keruntutan penulisan dan kerja sama kelompok 10
Total Skor Maksimal 100