PEMERIKSAAN KOLESTEROL
1. PRA ANALITIK
Metode : Cholesterol Oxidase /Peroxidase ( GOD-PAP)
Prinsip : Glukosa di oksidasi (GOD) menjadi D- glukomat oleh glukosa
oksidase bersama dengan hydrogen peroxidase. Adanya peroxidase
.campur fenol dan 4- aminoantipirin akan dioksisasi oleh hydrogen
peroxidase menhasilkan warna merah quinonemine yang sebanding
dengan konsentarsi glukosa dalam sampel
Reaksi :
B-D- Glucoce + H2 O2 + O2 GOD D-Glukonat + H2 O2
4- Amino Antipyrime + Fenol H202 Quinoneimeni + H2 O
POD
Alat :
1. Fotometer 4010
2. Klinipet
3. Rak tabung reaksi
4. Tabung reaksi
5. Timer
6. Tip biru dan kuning
7. Tissue
8. Sentrifus
9. Waterbath
Bahan : Serum Pasien
Reagensia : Glucose PAP tes kit
a. Larutan Buffer
b. Larutan Ensime
c. Larutan Standart
d. Seru control
e.
2. ANALITIK
Prsedur :
Table 8 pemeriksaan glukosa darah
Pipet kedalam Blanko Standar
4 tabung reaksi : (µI) (µI)
Reagen glucose 1000 1000
Reagen standar 100 mg/dll - 10
Sampel - -
Inkubasi selama 10 menit pada suhu 37C .Baca pada spektrofotometer 4010
dengan 456 dan factor 406
PEMERIKSAAN TOTAL PROTEIN
TUJUAN
1. TujuanUmum
a. Mahasiswa dapat mengetahui cara pemeriksaan total protein pada sampel
serum secara fotometri.
b. Mahasiswa dapat menjelaskan cara pemeriksaan total protein pada sampel
serum secara fotometri.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan total protein pada sampel serum.
b. Mahasiswa dapat menentukan kadar total protein pada sampel serum.
METODE
Tes fotometri berdasarkan metode biuret
PRINSIP
Bersama dengan ion tembaga, protein membentuk kompleks warna biru violet
dalam larutan alkali. Absorbansi warna berbanding lurus dengan konsentrasi.
ALAT DAN BAHAN
Alat:
Mikropipet
Tissue
Aquadest
Tabung reaksi
Spektrofotometer
Beaker Glass
Botol semprot
Blue Tip dan Yellow Tip
Mikropipet
Bahan:
Monoreagen(1:4) R1:R2
Aquadest
Standar
Reagen tdd: R1 : Sodium hidroksida 100mmol/L
Potassium sodium tartrat 17mmol/L
R2 : Sodium hidroksida 500mmol/L
Ptassium sodium tartrat 80mmol/L
Potassium iodide 75mmol/L
Tembaga sulfat 20mmol/L
CARA KERJA
1. Digunakan APD dengan baik, benar dan lengkap
2. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
3. Dipastikan semua alat dan bahan siap untuk digunakan
4. Disiapkan tiga buah tabung reaksi, masing-masing diisi label dengan standar,
blanko dan sampel
5. Dipipet masing-masing 500 YL monoreagen kemudian dimasukkan ke
dalam masing-masing tiga tabung reaksi
6. Dipipet 10 YL aquadest dan dimasukkan pada tabung blanko
7. Dipipet 10 YL standar reagen dan dimasukkan pada tabung standar
8. Dipipet 10 YL sampel serum dan dimasukkan pada tabung sampel
9. Dihomogenkan dan diinkubasi selama 5 menit , pada suhu 20-25°C / 37°C
dan dibaca absorbansi tidak lebih dari 60 menit.
10. Dibaca absorbansi sampel pada panjang gelombang 546 nm
11. Diinterpretasikan hasil pemeriksaan total protein yang didapat
INTERPRETASI HASIL
Dewasa : 6.6-8.8 g/dI
Anak-anak Perempuan Laki-laki
1-30 hari 42 -6.2g/dl 41 -6.3g/dl
1-6 bulan 44 -6.6g/dl 4.7 -6.7g/dl
6 bulan-1 tahun 5.6 -7.9g/dl 5.5 -7.0g/dl
1-18 tahun 5.7 -8.0g/dl 5.7 -8.0g/dl
PEMERIKSAAN ALBUMIN
TUJUAN
1. Untuk mengetahui pemeriksaan albumin dalam serum yang diperiksa
2. Untuk mengetahui kadar albumin serum yang diperiksa.
METODE
Metode yang digunakan adalah BCG (Bromocresol green)
PRINSIP
Dengan adanya BCG (Bromocresol green) pada pH yang sedikit asam, serum albumin
memproduksi perubahan warna dari indikator kuning hijau menjadi hijau —biru yang
absorbansinya diukur pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 632 nm.
ALAT DAN BAHAN
Alat :
Tabung serologi
Kuvet
Spektrofotometer
Pipet ukur
Ball pipet
Mikropipet
Tip
Rak tabung serologi
Bahan:
Reagen albumin
Serum control
Sampel serum
Aquadest
CARA KERJA
1. Semua alat dan bahan disiapkan terlebih dahulu.
2. Reagen dan sampel dikondisikan pada suhu ruang.
3. Disiapkan 3 tabung serologi dan dilabeli blanko, standard an test.
4. Dipipet 2 mL reagen albumin dan dimasukkan pada ketiga tabung.
5. Pada tabung blanko ditambahkan 0,01 mL aquadest.
6. Pada tabung standar ditambahkan 0,01 mL serum standar.
7. Pada tabung sampel ditambahkan 0,01 m L sampel serum.
8. Masing - masing dimasukkan kedalam kuvet dan diukur absorbansinya dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang 632 nm.
NILAI NORMAL
3-4,5g % albumin
PEMERIKSAAN BILIRUBIN TOTAL
TUJUAN
1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memahami cara pemeriksaan bilirubin total direct
dan indirect.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk dapat melakukan pemeriksaan bilirubin total direct dan indirect.
b. Untuk dapat mengetahui kadar pemeriksaan bilirubin total direct
dan indirect pada suatu sampel serum.
METODE
Uji fotometri menggunakan 2,4 dicloroaniline (DCA)
PRINSIP
Prinsip bilirubin direct adalah bilirubin direct dihdapkan pada bentuk
diazotisasi 2,4 dicloroaniline membentuk wama merah yang bercampur
dalam asam sedangkan bilirubin total yaitu dihadapkan bentuk diazotasi 2,4
diklroaniline menyediakan penentuan yang aman dari bilirubin total.
ALAT DAN BAHAN
Alat:
Mikropipet
Tip
tabung reaksi
rak tabung reaksi
spektrofotometer
BAHAN
Serum
Aquades
Tissue
CARA KERJA
Bilirubin total
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Di buat formula pada masing - masing tabung dengan rincian sebagai berikut
Blanko
sampel - 25µI 25µI
Aquades 25µI - -
Reagen 1 1000µI 1000µI 1000µI
3. Dihomogenkan kemudian diinkubasikan selama 5 menit pada suhu 370 C atau 10
menit pada suhi 20-25 0 C.
4. Di baca aborbansi A1 lalu ditambah reagen 2 ( blanko,kalibrator maupun simple
masing - masing 250µI
5. Dihomogenkan kemudian di inkubasikan selama 5 menit pada suhu 370 C atau 30
menit pada suhi 20-25 0 C.
6. Di baca absorbansi A2 nya
Bilirubin Direct
1. Di buat furmula pada masing – masing tabung dengan rincian sebagai berikut
Blanko
sampel - 100µI 100µI
Aquades 50µI - -
Reagen 1 1000µI 1000µI 1000µI
PEMERIKSAAN SGOT
(SERUM GLUTAMIC-OXALOACETIC TRANSAMINASE)
TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
a. Mahasiswa mampu mengetahui prinsip pemeriksaan SGOT pada serum
b. Mahasiswa mampu memahami teknik/cara pemeriksaan SGOT pada
sampel serum
2. Tujuan Instruksional Khusus
a. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan kadar SGOT pada serum
b. Mahasiswa dapat mengetahui kadar SGOT pada serum yang diperiksa
METODE
Metode yang digunakan adalah metode spektrofotometri UV berdasarkan
IFCC (International Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine)
(Modifikasi)
PRINSIP
Aspartat amino transperase (ASAT/AST) mengkatalis transaminase dari L-
aspartate dan 2-oxogluttarate membentuk L-glutamate dan oxaloacetate Oxaloacetate
direduksi menjadi L-milate oleh enzim malate dehydrogenase (MDH) dan nicomamide
Adenin denodeotide 9NADH) teroksidasi menjadi NAD. Banyaknya NADH yang teroksidasi
berbanding lurus dengan aktifitas AST dan diukur secara fotometrik pada spektrofotometer
dengan panjang gelombang 340
ALAT DAN BAHAN
Alat:
- Mikropipet 100 pl
- Mikropipet 500 pl
- Blue tip
- Tabung reaksi
- Kuvet
- Spektrofotometri
Bahan:
- Reagen ERBA ASAT (SGOT)
R1 Tristuffer (pH 7,8) 110 mmol/L
L-Aspartate 340 mmo/L
LDH >4000 U/L
MDH > 750 U/L
R2 CAPSO 20 mmol/L
2-Oxoglutarate 85 mmol/L
NADH 1,05 mmol/L
- Sampel serum
- Standar
CARA KERJA
1. Disiapkan semua alat dan bahan yang akan diperlukan
2. Monoreagen dibuat dengan mencampurkan 4 bagian R1 dengan 1 bagian R2,
kemudian ditunggu 30 menit.
3. Sebanyak 500 pl monoreagen ASAT (GOT) dimasukkan ke dalam tabung reaksi
4. Ditambahkan 50 pl sampel serum dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah
berisi reagen.
5. Absorbansi larutan diukur dengan menggunakan spektrofotometer pada
panjang gelombang 340 nm.
6. Absorbansi dibaca setelah 1 menit. Absorbansi dibaca kembali setelah 1,2
menit berikutnya.
7. Hasil data absorbansi sampel dicatat lalu dilakukan perhitungan kadar SGOT
dari sampel serum yang diperiksa.
INTERPRETASI HASIL
1. Dengan aktifasi pyridoxal - S- phosphate
a. Wanita dewasa :<31U/L
b. Laki-laki dewasa :<35U/L
c. Anak-anak
1 -3Tahun :< 50 U/L
14 -6tahun :<45U/L
7 -9tahun :<40 U/L
10-12 tahun :<40 U/L
13-15 tahun :<35U/L
16-18 tahun :<35U/L
2. SGOT tanpa aktifasi pyridoxal –S-phosphate
a. Wanita dewasa :<31U/L
b. Laki-laki dewasa :<35U/L
PEMERIKSAAN SGPT
(SERUM GLUTAMIC-PYRUVIC TRANSAMINASE)
TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Mahasiswa mengetahui prinsip pemeriksaan SGPT/ALAT pada serum.
b. Mahasiswa mengetahui prosedur pemeriksaan SGPT/ALAT pada serum.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan SGPT/ALAT pada serum.
b. Mahasiswa dapat mengetahui kadar SGPT/ALAT pada serum ampel.
METODE
Uji UV menurut IFCC (Internasional Federasi dari Kimia Klinik dan
Laboratorium Kesehatan).
PRINSIP
L-Alanine + 2-Oxoglutarate L-Glutamate +
Pyruvate
Pyruvate + NADH+ H+ D-Lactate +
NAD*
Penambahan Pyridoxal-5-phospate (P-5-P) menstabilkan aktivitas transaminase dan
menghindari nilai-nilai palsu rendah dalam sampel mengandung P-5-P, e.g endogen cukup,
misalnya dari pasien dengan infark miokard, penyakit hati, dan pasien perawatan intensif.
ALAT DAN BAHAN
Alat:
Tabung reaksi
Rak tabung
Mikropipet
Tip
Spektrofotometer
Tempat limbah (ember)
Bahan:
Sampel serum (Ni Made Meita Suari, 23 tahun)
Reagen 1
TRIS pH 7,15 140 mmol/L
L-Alanie 700 mmol/L
LDH (Lactate dehydrogenase) 2300 U/L
Reagen 2
2-oxoglutarate 85 mmol/L
NADH 1 mmol/L
Pyridoxal-5-Phosphate FS Buffer pH 9,6 100 mmol/L
Pyridoxal-5-phosphate 13 mmol/L
CARA KERJA
Pembuatan monoreagen
Dipipet 20ml Reagen 1 (4 bagian R1) dan dipipet 5ml Reagen 2 (1 bagian
R2), dihomogenkan dan ditempatkan dalam botol reagen.
Pemeriksaan SGPT
1. Digunakan APD dengan baik, benar dan lengkap.
2. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
3. Dipipet 500 µl monoreagen, ditempatkan pada tabung reaksi.
4. Dipipet 50ul sampel, dicampurkan dengan reagen yang telah dipipet sebelumnya.
5. Dihomogenkan dan dibaca absorbansinya pada spektrofotometer kurang dari 1 menit.
NILAI NORMAL
Laki-laki : 0-50 IU/L
Perempuan : 0 -35IU/L