Teknologi
A. TAHAP PERSIAPAN
Untuk menghasilkan produk yang berkualitas,
salah satu faktor yang sangat berperan adalah
pemilihan bahan baku. Bahan baku yang
berkualitas akan memberikan hasil dengan
kualitas yang cukup baik.
Dalam proses pembuatan SARI ROTI, bahan
baku dipilih melalui proses seleksi yang ketat
sesuai standar yang telah ditetapkan di
internal perusahaan. Bahan baku yang terpilih harus memenuhi syarat dapat memberikan
hasil berupa roti yang berkualitas, baik dari segi penampakan, tekstur, aroma, hingga rasa.
Selain itu, bahan baku yang digunakan harus memenuhi persyaratan halal agar dapat
menjamin status kehalalan roti yang dihasilkan.
Bahan baku yang dikirim oleh Pemasok diperiksa terlebih dahulu melalui proses yang cukup
ketat, dengan tujuan agar Pemasok yang telah terpilih dapat menjaga konsistensi kualitas dari
bahan baku yang diterima. Bahan baku yang diterima selanjutnya disimpan di gudang bahan
baku sesuai dengan persyaratan standar penyimpanan masing-masing bahan.
Pada saat proses pembuatan roti akan dimulai, bahan baku ditimbang sesuai dengan standar
formulasi yang telah ditetapkan. Operator yang bertugas harus memastikan bahwa masing-
masing bahan baku yang digunakan telah ditimbang dengan benar agar dapat menjaga
konsistensi kualitas roti yang dihasilkan.
B. PROSES PEMBUATAN ROTI
Dalam proses pembuatan roti, dikenal beberapa metode proses pembuatannya. Mulai dari
proses yang hanya memerlukan satu kali pencampuran seperti straight dough mixing dan no
time dough mixing, hingga proses pembuatan roti yang memerlukan dua kali proses
pencampuran seperti sponge and dough mixing.
Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam proses pembuatan roti,
SARI ROTI menggunakan metode sponge and dough mixing. Metode ini memiliki
kekurangan berupa proses yang diperlukan memerlukan waktu yang lebih lama, namun
kelebihannya adalah dapat memberikan roti dengan kualitas terbaik, baik dari segi tekstur,
kelembutan, aroma, dan rasa dari roti yang dihasilkan.
Pada proses pencampuran pertama atau sponge mixing, sebagian bahan baku dicampurkan
terlebih dahulu untuk menghasilkan adonan biang. Bahan baku yang telah tercampur
selanjutnya disimpan pada tempat khusus untuk kemudian disimpan pada ruang fermentasi.
Pada proses fermentasi ini, ragi yang ada pada adonan akan bekerja memecah karbohidrat
yang terdapat pada tepung terigu dan beberapa bahan lainnya menjadi alkohol dan beberapa
jenis asam. Alkohol dan asam tersebut yang akan berperan besar terhadap aroma dan rasa
khas dari adonan roti yang dihasilkan.
Pada proses fermentasi ini juga dihasilkan gas CO2 yang kemudian terperangkap di dalam
adonan sehingga volume adonan akan mengembang beberapa kali lipat dari volume adonan
awal.
Proses fermentasi ini berlangsung antara 3 hingga 4 jam pada ruangan khusus yang dijaga
suhu dan kelembabannya agar proses fermentasi dapat berlangsung secara sempurna.
Setelah proses fermentasi selesai, adonan akan kembali dimasukkan ke dalam mixer untuk
dilakukan proses pencampuran bahan kedua atau dikenal sebagai dough mixing. Pada proses
ini adonan akan ditambahkan beberapa bahan baku lainnya seperti gula, garam, susu, dan
beberapa bahan lainnya yang bertujuan untuk memberikan rasa yang khas pada masing-
masing adonan roti yang dihasilkan.
Pada proses pencampuran kedua ini, adonan yang dihasilkan harus dipastikan telah dalam
kondisi kalis, elastis, dan tidak lengket pada mesin. Kedua hal ini merupakan indikator utama
bahwa adonan roti telah cukup baik dan dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya.
Adonan selanjutnya diistirahatkan selama beberapa menit untuk menstabilkan suhu adonan
dan untuk menjaga kualitas adonan.
Selanjutnya adonan roti dipotong sesuai dengan standar berat yang telah ditetapkan untuk
setiap produk menggunakan mesin pemotong khusus (divider) dan kemudian dibulatkan
secara otomatis menggunakan rounder.
Adonan yang telah dipotong dan dibulatkan tersebut selanjutnya akan masuk ke dalam
intermediate proofer. Proses ini bertujuan agar adonan lebih relaks sehingga adonan menjadi
lebih lembut dan mudah untuk dibentuk pada proses selanjutnya.
Untuk menghasilkan adonan roti dengan ukuran pori yang seragam, adonan dipipihkan
terlebih dahulu. Pada proses ini gas yang terdapat pada kantung udara akan dikeluarkan
sehingga adonan akan memiliki pori-pori yang halus dan seragam.
Adonan selanjutnya dibentuk sesuai dengan bentuk yang dikehendaki. Bentuk dapat berupa
bentuk bulat, oval, bentuk seperti tabung, atau bentuk-bentuk lainnya. Khusus untuk roti
manis, sebelum dibentuk biasanya adonan akan diisi terlebih dahulu dengan isian roti.
Setelah dibentuk, adonan selanjutnya disusun pada loyang khusus. Loyang yang sudah penuh
dengan adonan selanjutnya disimpan pada rak khusus dan dimasukkan ke dalam ruang
fermentasi akhir.
Proses fermentasi akhir (final proofing) ini memiliki prinsip yang sama dengan proses
fermentasi pertama, namun dilakukan dengan waktu yang lebih singkat. Setelah adonan
mengembang dan diperoleh volume adonan yang sesuai dengan standar yang diharapkan,
adonan selanjutnya dikeluarkan dan siap untuk dipanggang.
Proses pemanggangan adonan (baking) dilakukan pada tunnel oven yang memiliki panjang
sekitar 12 meter selama 10 hingga 30 menit, tergantung dari jenis roti yang akan dibuat,
dengan suhu pemanggangan yang dijaga ketat agar roti dapat matang dengan sempurna.
Selama proses ini, adonan akan dimatangkan baik di bagian dalam maupun bagian luar. Pada
proses ini akan diperoleh warna roti yang diharapkan. Demikian pula dengan aroma khas roti
akan muncul pada saat proses pemanggangan berlangsung.
Roti yang telah matang selanjutnya akan dikeluarkan dari loyang (depanning) dan dilakukan
proses pendinginan (cooling) pada cooling tower terlebih dahulu sebelum roti siap untuk
dikemas. Proses pendinginan ini bertujuan agar uap air yang terdapat pada roti dapat keluar
terlebih dahulu secara optimal. Apabila roti dikemas dalam kondisi yang masih panas akan
lebih berpotensi menyebabkan roti mudah berjamur.
Roti yang baru keluar dari oven juga umumnya kondisinya masih lembek. Khusus untuk roti
tawar, jika roti tersebut langsung dipotong, maka roti akan lebih mudah rusak sehingga
bentuknya tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Setelah mencapai suhu yang telah ditetapkan, roti selanjutnya siap untuk dikemas. Khusus
untuk roti tawar, roti akan dipotong terlebih dahulu. Selain itu juga dilakukan proses sortir
untuk memastikan bahwa roti yang akan dikemas adalah roti yang telah memenuhi
persyaratan mutu yang ditetapkan.
Pada kemasan SARI ROTI selalu tercantum kode produksi dan dilengkapi dengan tanggal
baik sebelum, yang menyatakan roti baik untuk dikonsumsi sebelum tanggal yang tertera
pada kemasan. Khusus untuk roti tawar SARI ROTI, tanggal baik sebelum tertera pada
kwiklok atau penjepit kemasan roti.
Roti yang telah dikemas selanjutnya akan dilewatkan terlebih dahulu pada metal detector.
Hal ini bertujuan agar roti yang akan dijual kepada konsumen bebas dari kontaminasi fisik
dan tidak membahayakan konsumen. Proses metal detecting ini juga merupakan salah satu
bagian implementasi sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) pada
proses pembuatan SARI ROTI.
Roti yang telah lolos dari metal detector selanjutnya akan disusun pada krat khusus,
diserahkan kepada gudang Finished Goods dan siap untuk didistribusikan.
C. DISTRIBUSI
Proses pendistribusian produk SARI ROTI berlangsung selama 24 jam. Dan untuk menjamin
bahwa produk yang sampai kepada konsumen adalah produk yang fresh, SARI ROTI dibuat
setiap hari, sehingga setelah SARI ROTI selesai diproduksi, SARI ROTI akan segera
dikirimkan kepada konsumen, baik melalui jalur traditional market maupun modern market.
Dengan 8 pabrik yang ada saat ini yang tersebar di daerah Bekasi (Jawa Barat), Pasuruan
(Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), Palembang (Sumatera
Selatan), Makassar (Sulawesi Selatan) hingga saat ini SARI ROTI akan mudah didapatkan
entang PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk
PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk ("Perseroan") berdiri pada
tahun 1995. Pabrik pertama berlokasi di Blok W, Kawasan
Industri Jababeka, Cikarang.
Untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat, Perseroan mengembangkan
usahanya dengan mendirikan pabrik di Pasuruan pada tahun 2005. Besarnya permintaan
masyarakat atas produk Sari Roti membuat Perseroan kembali membangun pabrik ketiga
pada tahun 2008 yang juga berlokasi di Kawasan Industri Jababeka Cikarang. Kemudian
disusul dengan pembangunan pabrik di Semarang, Medan dan Cikarang Barat pada tahun
2011. Pada tahun 2012, Perseroan membangun 2 pabrik baru yang berlokasi di Palembang
dan Makassar. Perseroan secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dan
menjual kepada publik pada tahun 2010.
Pada tahun 2006 Perseroan mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control
Point) yaitu sertifikat jaminan keamanan pangan sebagai bukti komitmen Perseroan dalam
mengedepankan prinsip 3H (Halal, Healthy, Hygienic) pada setiap produk Sari Roti. Selain
itu, seluruh produk Sari Roti telah terdaftar melalui Badan BPOM Indonesia dan memperoleh
sertifikat Halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia.
Sebagai produsen roti terbesar di Indonesia Perseroan telah meraih beragam penghargaan,
antara lain Top Brand dan Top Brand for Kids sejak 2009 hingga sekarang, Marketing Award
2010, Original Brand 2010, Investor Award 2012, hingga penghargaan dari Forbes Asia.
LOKASI PABRIK
CIKARANG BARAT (Head Office)
Kawasan Industri MM 2100 Jl. Selayar Blok A No. 9, Desa Mekarwangi,
Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi 17530
CIKARANG
o Kawasan Industri Jababeka, Jl. Jababeka XII A Blok W 40-41, Cikarang,
Bekasi 17530
o Kawasan Industri Jababeka, Jl. Jababeka XVII B Blok U 33, Cikarang, Bekasi
17530
PASURUAN
Kawasan PIER, Jl. Raya Rembang Industri No. 28, Pasuruan 67152
SEMARANG
Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Jl. Tugu Wijaya III No 1, Semarang
MEDAN
Kawasan Industri Medan Star II, Jl. Pelita Raya I No. 8-10 Tanjung Morawa, Deli
Serdang
PALEMBANG
Jl. Kerani Ahmad RT. 38 RW. 8 Sukamoro, Talang Kelapa, Banyuasin, Palembang,
Sumatera Selatan
MAKASSAR
Kawasan Industri Makassar, Jl. Kima 10 Kav A No. 2B, Makassar, Sulawesi Selatan
CIKANDE
Jl. Raya Modern Industri I No. 30 A, Kawasan Industri Modern Cikande, Desa
Barengkok, Kecamatan Kibin, Serang- Banten.
PURWAKARTA
Kawasan Industri Kota Bukit Indah Blok N-V No 1 Desa Wanakerta, Kecamatan
Bungursari, Purwakarta - Jawa Barat.
PETA LOKASI CIKARANG BARAT (Head Office)
[Link] – Bagaimana cara Sari Roti mengatur kecepatan sistem distribusinya,
sehingga distribusi produk Sari Roti pun tidak terlanjur kadaluarsa di proses pengiriman? Sari
Roti hanya punya daya tahan kurang lebih selama 6 hari, terhitung sejak dari hari produksi.
Akan tetapi produk ini bisa kita temukan dengan mudah di berbagai pelosok daerah, baik di
toko kelontong, minimarket ataupun melalui pedagang keliling.
Pemasaran dan Proses Distribusi Sari Roti
Sari Roti merupakan salah satu produk makanan siap saji yang banyak digemari masyarakat.
Sari Roti sendiri diproduksi oleh PT Nippon Indosari Corpindo, yang memiliki beberapa
pabrik seperti di Purwakarta, Semarang dan Pasuruan, Jawa Timur.
Cukup menarik mempelajari cara distribusi dan pemasaran dari Sari Roti ini, mengingat
produknya memiliki daya tahan yang relatif singkat, yakni 4-6 hari terhitung dari proses
produksi.
Beberapa waktu lalu, kebetulan saya mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam factory
visit di beberapa pabrik di Jawa Timur, salah satu pabrik yang cukup menarik perhatian saya
yaitu PT Nippon Indosari Corpindo, dimana disinilah berbagai jenis dan varian roti dari brand
Sari Roti diproduksi.
Lokasi PT. Nippon Indosari Corpindo yang saya kunjungi berada di kawasan industri Pier,
tepatnya berada di Jalan Rembang Industri No.28 Pasuruan Jawa Timur. Pabrik yang sehari-
hari bergerak dalam pembuatan roti ini pada awalnya dimulai pada tahun 1995 di Cikarang,
dengan sistem joint founder antara Indonesia dan Jepang. Setelah sepuluh tahun berjalan,
pabrik pertama Sari Roti di Cikarang itu pun sudah tidak bisa lagi melayani permintaan pasar,
kemudian pada tahun 2005 di dirikanlah pabrik baru di Pasuruan Jawa Timur guna melayani
permintaan konsumen yang lebih luas, khususnya di daerah Jawa Timur.
Pada tahun 2010 perusahaan ini memutuskan untuk melakukan IPO, dengan melepas
sebagian besar sahamnya ke pasar, dan merubah bentuk perusahaan menjadi Tbk, hasilnya
dalam waktu singkat perusahaan ini mampu mendapatkan suntikan modal yang cukup besar,
yang di kemudian hari digunakan untuk membuka cabang pabrik baru di berbagai daerah,
seperti di Semarang, Makasar, Medan, Palembang, Cikande, dan Purwakarta.
Visi yang dicanangkan oleh PT. Nippon Indosari Corpindo adalah Senantiasa tumbuh dan
mempertahankan posisi sebagai perusahaan roti terbesar di Indonesia, melalui penetrasi pasar
yang lebih luas dan dalam, dengan menggunakan jaringan distribusi yang luas untuk
menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Sedangkan misinya adalah memproduksi dan
mendistribusikan beragam produk yang halal, berkualitas tinggi, higienis dan terjangkau bagi
seluruh konsumen Indonesia.
Pemasaran dan Distribusi Produk Sari Roti
Pengendalian kualitas produk akhir Sari Roti dilakukan dengan melakukan sistem distribusi,
dengan 6 kali waktu pengiriman dalam satu hari, dimana lokasi area pengiriman terjauh
berada pada urutan pertama dan lokasi area pengiriman terdekat berada pada urutan terakhir.
Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan waktu simpan dan waktu penarikan produk yang
dilakukan pada H+4 malam agar pada tanggal kadaluarsanya produk Sari Roti tidak sampai
ke tangan konsumen.
Produk akhir yang dipasarkan kepada konsumen adalah produk Sari Roti yang telah
memenuhi standar mutu yang telah di tetapkan, dengan beberapa variabel standandar mutu.
Salah satunya yaitu produk tidak mengalami kecacatan baik secara fisik maupun visual,
dibuktikan dengan lolosnya produk setelah menjalani proses scanner dengan detector.
Sementara itu untuk proses pemasaran Sari Roti dilakukan melalui perantara agen,
distributor dan toko-toko kecil. Salah satu keunggulan proses distribusi dan pemasaran dari
Sari Roti sendiri yaitu sudah adanya pabrik cabang di berbagai daerah, sehingga produk bisa
dengan mudah didapatkan oleh konsumen maupun agen dalam keadaan segar.
Sistem distribusi Sari Roti sampai dengan saat ini dilakukan dengan menggunakan jasa
outsource dengan sistem delivery order, dimana proses distribusi dilakukan kepada agen,
distributor, dan toko kecil. Untuk agen dan distributor langsung, sari roti melakukan supply
produk dengan sistem refund yang berarti jika ada produk tidak terjual dan kadaluarsa
sepenuhnya menjadi tanggungan perusahaan atau tidak lepas. Sedangkan bagi toko kecil
menggunakan sistem lepas yang artinya jika produk tidak habis terjual dan kadaluarsa
sepenuhnya menjadi tanggungan toko, namun saat melakukan pembelian produk penjual toko
akan mendapat diskon yang jauh lebih besar dari perusahaan