0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan14 halaman

Pembelajaran Bahasa Indonesia SD: Fokus Sastra

Dokumen ini membahas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dengan fokus pada sastra, mencakup pengertian, tujuan, dan model pembelajaran yang sesuai untuk siswa. Penulis menekankan pentingnya pembelajaran sastra untuk mengembangkan keterampilan berbahasa dan apresiasi seni pada anak. Selain itu, dokumen ini juga menyajikan metode dan teknik yang dapat digunakan dalam pengajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

Dela Purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan14 halaman

Pembelajaran Bahasa Indonesia SD: Fokus Sastra

Dokumen ini membahas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dengan fokus pada sastra, mencakup pengertian, tujuan, dan model pembelajaran yang sesuai untuk siswa. Penulis menekankan pentingnya pembelajaran sastra untuk mengembangkan keterampilan berbahasa dan apresiasi seni pada anak. Selain itu, dokumen ini juga menyajikan metode dan teknik yang dapat digunakan dalam pengajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

Dela Purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATA KULIAH PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA DI SD

MODUL 12

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


DENGAN FOKUS SASTRA

Disusun oleh:
Kelompok 11

1. DELA PURNAMA SARI 856766565


2. IKHFI HAYATI 855787803
3. LEO CANDRA 855786596
4. FITRIANI 855784514

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR ( PGSD )


UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ PALEMBANG
TAHUN 2022
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat
dan ridho-Nya dapat terselesaikan laporan hasil perbaikan dan pembelajaran ini.
Shalawat serta salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah memberikan petunjuk dan teladan bagi umat-Nya.
Tugas ini disusun sebagai syarat perkuliahan PENDAS dalam rangka
memenuhi salah satu persyaratan untuk mengikuti mata kuliah Pendidikan Bahasa
indonesia di SD.
Penulis banyak mendapatkan masukan, arahan, dan bimbingan dari semua
pihak. Akhirnya penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis
sendiri pada khususnya, dan bagi semua pihak pada umumnya. Penulis juga
menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih banyak kekurangan,
sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
untuk memperbaiki kulitas dalam penulisannya.

Banyuasin, Desember 2022

Penulis

ii
DAFTAR ISI

IDENTITAS MAHASISWA................................................................................... ii
KATA PENGANTAR.............................................................................................. v
DAFTAR ISI............................................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................... 1
C. Tujuan Kegiatan.......................................................................................... 1
D. Manfaat....................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN KB 1 DAN 2
KB 1
A. Pengertian apresiasi sastra............................................................................ 3
B. Hakikat sastra anak....................................................................................... 3
C. Pengertian pembelajaran bahasa indonesia dengan fokus sastra...................... 5
D. Tujuan pembelajaran sastra di kelas rendah..................................................... 5
E. Tujuan pembelajaran sastra di kelas tinggi....................................................... 5
KB 2
A. Materi, metode, dan teknik pembelajaran [Link] Dengan fokus sastra... 6
B. Model pembelajaran bahasa indonesia dengan fokus sastra di kelas rendah.... 8
C. Model pembelajaran bahasa indonesia dengan fokus sastra di kelas tinggi....... 8

BAB III PENUTUP.................................................................................................. 9


Kesimpulan...................................................................................................... 9
Saran................................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA

iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena
dengan adanya pendidikan manusia akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Pembelajaran
merupakan kegiatan pendidikan di sekolah yang berfungsi membantu pertumbuhan dan
perkembangan anak agar tumbuh ke arah positif.
Abad modern menuntut kemampuan membaa dan menulis yang memadai, sehingga
bangsa Indonesia dituntut untuk memosisikan dirinya sebagai bangsa yang berbudaya baca
tulis. Sekolah dasar sebagai tahap pertama pendidikan dasar, sudah selayaknya dapat
membentuk landasan yang kuat untuk tingkat pendidikan selanjutnya. Jadi pembelajaran
Bahasa Indonesia yang dimulai dari sekolah dasar perlu dilaksanakan dengan benar.
Sekolah harus membekali lulusannya dengan keterampilan dasar yang memadai,
diantaranya adalah keterampilan berbahasa. Dengan keterampilan berbahasa yang
dimiliki, siswa mampu menimba berbagai pengetahuan, mengapresiasi seni, dan
mengembangkan diri secara berkelanjutan. Dengan bahasa orang dapat menjadi makhluk
sosial berbudaya, membentuk pribadi yang baik, menjadi makhluk berpribadi, menjadi
warganegara, serta untuk memahami dan berpartisipasi dalam proses pembengunan
masyarakat, untuk masa sekarang dan yang akan datang. Masa mendatang kita dipacu oleh
kemajuan global salah satunya yang sangat nyata bidang teknologi dan informasi yang
semakin canggih dengan kemampuan membaca, menulis seiring kemajuan zaman haruslah
kita kembangkan secara sungguh-sungguh, agar semua kemajuan dapat kita ikuti dengan
baik, benar dan tepat guna.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1. Apa hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD?
2. Bagaimana model pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1. Menjelaskan hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD.
2. Menjelaskan model pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD.

1
D. Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk memahami peran penting
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD. Melalui pembelajaran hakikat
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD dan model pembelajaran
Bahasa Indonesia dengan fokus sastra di SD ini diharapkan dapat membantu guru dalam
menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik secara baik, berdaya guna dan
berhasil guna.

2
BAB II
PEMBAHASAN

KB 1
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS SASTRA
HAKIKAT PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS SASTRA DI
SD
A. PENGERTIAN APRESIASI SASTRA
Pengertian apresiasi sastra menurut Gove adalah pengenalan melalui perasaan atau
kepekaan batin, dan pemahaman serta pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang di
ungkapkan pengarang.
Pengertian apresiasi sastra menurut Tarigan adalah penaksiran kualitas karya sastra serta
pemberian nilai yang wajar kepadanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang
jelas, sadar, serta kritis.
Sedangkan pengertian apresiasi sastra menurut S. Effendi adalah kegiatan menggauli
cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan
pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Pengertian apresiasi sastra secara umum adalah penilaian yang baik atau penghargaan
terhadap karya sastra
Pengertian apresiasi sastra secara luas adalah pengenalan melalui perasaan atau
kepekaan batin, dan pemahaman serta pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang di
ungkapkan pengarang.

B. HAKIKAT SASTRA ANAK


1. Pengertian Sastra Anak
Kata sastraberarti karya seni imajinatifdengan unsur estetisnya dominan yang
bermediumkan bahasa ( Rene Wellek, 1989 ).
Karya seni imajinatif tersebut dapat dalam bentuk lisan ataupun tertulis. Selanjutnya
kata anak dapat diartikan sebagai manuusia kecil ( KBBI, 2000:41 ). Kata anak yang
dimaksud di sini bukanlah anak balita ataupun anak remaja, tetapi anak usia sekolah
dasar yang berumur antara 6 sampai 13 tahun.
Menurut Santoso( 2003:8.3) sastra anakadalah karya seni yang imajinatif dengan
unsur estetisnya domonan yang bermediumkan bahasa, baik lisan ataupun tertulis

3
yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang
akrab dengan anak-anak
Menurut Sarumpaet ( dalam Santoso, 2003:8.3 ), sastra anak adalah karya sastra
yang dikonsumsi anak dan diurus serta dikerjakan oleh orang tua.
Karya sastra anak adalah karya seni yang imajinatif dengan unsur estetisnya dominan
yang bermediumkan bahasa, baik lisan ataupun tertulis yang secara khusus dapat
dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak.

2. Ciri Sastra Anak


Menurut Sarumpaet ( dalam Santoso, 2003:8.3 )Ada tiga ( 3 ) ciri yang membedakan
antara sastra anak dengan sastra orang dewasa.
1. unsur pantangan
yaitu unsure yang secara khusus berhubungan dengan tema dan amanat. Artinya,
sastra anak pantangan atau menghindari masalah-masalah yang menyangkut
tentang seks, cinta yang ertis, dendam yang menimbulkaan kebencian atau hal-hal
yang bersifat negative atau buruk.
2. penyajian dengan gaya secara langsung
artinya tokoh yang diperankan sifatnya hitam putih. Maksudnya adalah setiap
tokoh yang berperan hanya mempunyai satu sifat utama, yaitu baik atau
jahat/buruk.
3. fungsi terapan .
adalah sajian cerita harus bersifat menambah pengetahuan yang bermanfaat.

3. Jenis Sastra Anak


Jenis sastra anak, seperti halnya ada pada karya sastra umum, yaitu bentuk puisi,
prosa, dan drama.

C. PENGERTIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS


SASTRA
Pembelajaran yang akandilaksanakan difokuskan pada sastra maka materi yang
dipilih adalah memperkenalkan karya sastra.
Misalnya anak-anak di suruh mendengarkan puisi atau cerpen, kemudian mereka diminta
untuk menulis kembali isi puisi atau cerpen tersebut dengan bahasa mereka sendiri.

4
D. TUJUAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS RENDAH
Standar kompetensi yang harus dikuasai siswa SD di kelas rendah adalah mampu
mengapresiasi sastra anak secara sederhana melalaui kegiatan mendengarkan dongeng,
bermain peran , dan mendeklamasikan atau melagukan puisi anak.
Tujuan pembelajaran sastra atau hasil belajar sastra yang akan di capai di kelas 1 dan 2
adalah
Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran mendengarkan.( kelas 1 dan 2)
Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran berbicara. ( kelas 1 dan 2 )
Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran membaca. ( kelas 2 )

E. TUJUAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS TINGGI


Standar kompetensi yang ingin dicapai di kelas 3 SD adalah mampu mengekspresikan
berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan melalui menulis karanggan melalui
piikiran sendiri, menyusun ringkasan bacaan, menulis karangan berdasarkan rangkaian
gambar seri, dan menulis petunjuk.

Standar kompetensi yang ingin dicapai di kelas 4 SD adalah mampu mengapresiasi ragam
sastra anak melalui mendengarkan dongeng atau cerita rakyat, mendengarkan pembacaan
pantun, membaca dongeng atau cerita rakyat,memerankan penggalan drama, menulis
cerita rekaan, dan membuat pantun sederhana.
Standar kompetensi yang ingin dicapai di kelas 5 SD adalah mampu mengapresiasi
ragam sastra anak melalui mendengarkan dan menanggapi cerita rakyat, mendengarkan
dan menanggapi cerita pendek, menulis prosa sederhana, memerankan drama anak tanpa
teks dan menulis puisi bebas.
Standar kompetensi yang ingin dicapai di kelas 6 SD adalah mampu mengapresiasi
ragam sastra anak melalui membaca novel anak, bermain peran, memparafrasekan puisi,
mendengarkan cerita rakyat, dan membacakan cerita rakyat yang masih popular.
Tujuan pembelajaran sastra atau hasil belajar sastra yang akan di capai di kelas 3, 4, 5 dan
6 adalah :
1. Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran mendengarkan.( kelas 3,4,5,
dan 6 )
2. Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran berbicara. ( kelas 3,4,5, dan 6)
3. Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran membaca. ( kelas 3,4,5, dan 6)
4. Pembelajaran sastra yang terpadu dengan pembelajaran menulis. ( kelas 4,5, dan 6 )

5
KB 2
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
DENGAN FOKUS SASTRA DI SD

A. MATERI, METODE, DAN TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA


DENGAN FOKUS SASTRA

1. MenurutHuck Pemilihan materi harus sesuai dengan kebutuhan anak, yaitu sastra
untuk anak-anak harus memiliki nilai-nilai yang mencakup nilai yang bersifat
personal. Artinya bahwa materi sastra yang dipilih harus dapat :
a. memberikan kenikmatan
b. mengembangkan imajinasi
c. memperkuat daya pikir
d. memberi pengalaman mengalami
e. mengembangkan kemampuan berperilaku
f. menyajikan pengalaman yang menyeluruh

2. Sedangkan memiliki nilai-nilai pendidikan berarti dapat :


a. mengembangkan bahasa
b. membantu belajar bahasa
c. membantu belajar menulis.
d. Selain materi harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak,yang harus
diingat juga adalah materi harus di sesuaikan dengan perkembangan anak.
Artinya bahwa materi belajar tersebut dapat meningkatkan perkembangan anak
ke tingkat yang lebih tinggi.

3. Ada beberapa metode yang dapat di manfaatkan dalam pembelajaran bahasa


indonesia di SD yaitu :
a. Direct Method atau Metode Langsung
Adalah metode pengajaran bahasa yang didalam pelaksanaannya guru langsung
menggunakan bahasa sasaran yaitu bahasa yang di ajarkan.

6
Misalny dalam mengajarkan bahasa Indonesia, pelajaran disajikan dalam bahasa
Indonesia pula.
b. Natural Method yang di sebut juga Metode Murni atau Metode Alamiah
Adalah metode yang dalam pelaksanaannya penggunaan peraga yang berupa
benda-benda, gambar-gambar, atau peragaan secara langsung dalam aktivitas
sehari-hari.
c. Reading Method atau Metode Membaca
Adalah metode yang dalam pelaksanaannya untuk member pelajar/mahasiswa
kemampuan dalam memahami teks ilmiah yang mereka perlukan dalam studi
mereka.
d. Electic Method atau Metode Campuran
Adalah metode yang dalam pelaksanaannya bebas untuk menambah atau
mengkombinasi/mencampur antara metode yang satu dengan metode yang
lainnya yang dianggap cocok, dan diperkirakan dapat mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.

4. Adapun teknik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa indonesia di SD


yaitu:
a. Teknik Ceramah
Teknik ini digunakan untuk menyampaikan informasi,terutama kepada mereka
yang sudah termotivasi untuk mendapatkan informasi tertentu dan dilengkapi
dengan peragaan atau gambar-gambar.
b. Teknik Tanya Jawab
Tujuannya ialah untuk mengecek pemahaman siswa terhadap ceramah yang baru
diberikan atau bias juga pertanyaan yang diajukan guru untuk mengecek
pemahaman siswa terhadap isi bacaan yang telah mereka baca.
c. Teknik Diskusi Kelompok
Tujuannya ialah untuk melatih siswa mengeluarkan pendapat, dan mau menerima
kritikan kalau pendapatnya memang kurang benar.
d. Teknik Pemberian Tugas atau Resitasi.
Diberikan kepada siswa secara individual atau kelompok dengan harapan siswa
lebih mendalami materi pelajaraan yang diberikan dan pemberiann tugas ini
diikuti oleh tugas melaporkan hasil kerja siswa yang disebut resitasi.
e. Teknik Ramu Pendapat ( brainstorming )
7
Teknik ini meruppakan perpaduan dari teknik Tanya jaawaab dan diskusi.

f. Teknik Simulasi
Simulasi artinya tiruan ( mitasi ). Teknik in untuk melaatih ketrampilan berbicara.

B. MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS SASTRA


DI KELAS RENDAH
1. Guru bisa menceritakan cerita anak atau memperdengarkannya melalui audio kaset
kemudian di lanjutkan dengan anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan
kembali secara bergiliran dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri.
2. Guru juga bisa mengajak anak-anak untuk memerankan tokoh-tokoh yang ada dalam
cerita.
3. Model pembelajaran diatas biaasanya diterapkan di kelas satu dan 2, yang
difokuskan di kelas rendah.

C. MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN FOKUS SASTRA


DI KELAS TINGGI
1. Misalnya dengan memberikan sebuah puisi. Setiap anak di beri lembaran yang berisi
puisi anak, kemudian guru [Link] itu anak-anak diminta untuk
membaca puisi [Link] ini bertujuan agar anak dapat memahami isi puisi.
2. Kemudian anak-anak diminta untuk membuat cerita dari puisi tersebut dengan kata-
kata mereka sendiri.
3. Dan membacakan hasilnya di depan kelas.
4. Model pembelajaran diatas biaasanya diterapkan di kelas 3,4,5 dan6 , yang
difokuskan di kelas tinggi.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Di sekolah dasar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia lebih diarahkan pada
kompetensi siswa untuk berbahasa dan berapresiasi sastra. Pelaksanaannya, pembelajaran
sastra dan bahasa dilaksanakan secara terintegrasi. Sedangkan pengajaran sastra, ditujukan
untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menikmati, menghayati, dan memahami
karya sastra. Pengetahuan tentang sastra hanyalah sebagai penunjang dalam
mengapresiasi.

B. Saran
Sebaiknya bagi seorang pendidik dapat memilih model, metode, dan teknik
pembelajaran Bahasa Indonesia dengan baik sehingga peserta didik lebih antusias dalam
mengikuti pembelajaran yang disampaikan dan meningkatkan motivasi belajar pada
peserta didik.

9
DAFTAR PUSTAKA

Solchan T. W. dkk (2022). Pendidikan Bahasa idonesia di SD. Tanggerang Selatan

Anda mungkin juga menyukai